advertisement

Utility Theory

64 %
36 %
advertisement
Information about Utility Theory
Science-Technology

Published on October 31, 2008

Author: dyah

Source: authorstream.com

advertisement

TEORI NILAI GUNA(demand and consumer behavior) : TEORI NILAI GUNA(demand and consumer behavior) Tujuan Intsruksional Khusus Aktivitas Pembelajaran: Kuliah Diskusi Mengerjakan Tugas Teori Nilai Guna : Teori Nilai Guna Pengertian Utility 1. Total utility 2. Marginal utility by units 3. Marginal utility by total Teori Nilai Guna Kardinal berserta aspeknya Teori Nilai Guna Ordinal & aspeknya Utility (kepuasan) : Utility (kepuasan) Dalam pengertian IE, Utility adalah kepuasan (satisfaction) Ukuran kepuasan bisa menggunakan standar kardinal (numerik) maupun ordinal (peringkat) Utility tidak berlaku untuk produk yang bersifat “super additivisme (yaitu suatu produk yang semakin banyak dikonsumsi justru memberikan “nilai tambah” atas kepuasan misal alkohol berkadar tinggi, napsa, narkoba dan sejenisnya. Utility memiliki titik stationer(batas tertinggi atau terendah dari suatu kepuasan) Total dan Marginal Utility : Total dan Marginal Utility Total Utility (TU) adalah keseluruhan kepuasan yang “dirasakan”(didapat) oleh konsumen untuk semua konsumsinya Marginal Utility by unit (MUbu) adalah tambahan kepuasan konsumen setiap ia menambah 1 unit input kepuasan Marginal utility by total (MUbt) adalah tambahan kepuasan setiap menambah unit input Utility dalam angka : Utility dalam angka 4 3 2 1 1 1 4 - 0 7 - 4 9 - 2 Utility dalam kurva : Utility dalam kurva + + - - + + - Quantity Total Utility Um Qm 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pada periode 1-4 Penambahan kuantitas kon- sumsi menambah nilai kepuasan hingga periode 5 TU =0. (di Um) Bila diteruskan Maka kepuasan nya menjadi negatif/ tidak berguna MU=0 Teorema Kepuasan konsumsi : Teorema Kepuasan konsumsi The law of diminishing marginal utility : bila jumlah konsumsi barang semakin bertambah maka kepuasan marginalnya akan semakin menurun (Leon Walras & Stanley Jevons Teorema kepuasan yang menurun ini mirip dengan hukum Gossen I (tapi tidak berlaku untuk konsumsi “madat”) Menurut Gossen, supaya tidak terjadi diminishing, maka harus ada variasi konsumsi (hukum Gossen II) Nilai Guna Kardinal(NGK) : Nilai Guna Kardinal(NGK) Pada dasarnya inti dari teori kepuasan konsumsi untuk 1 macam barang adalah NGK. NGK bersifat subjektif dan dapat berbanding lurus dengan tingkat harga atau berbanding terbalik dengan tingkat harga Yang pasti harga yang dibayarkan oleh konsumen sama besarnya dengan tambahan kepuasan konsumsinyaMUx = Px Asumsi NGK : Asumsi NGK Daya guna diukur dalam satuan uang Daya guna marginal dari uang tetap Additivitas, nilai guna total adalah keseluruhan konsumsi Daya guna bersifat independent Periode konsumsi berdekatan dan dalam jumlah yang sama Optimalisasi NGK : Optimalisasi NGK Jelas bahwa nilai kepuasan optimum untuk konsumsi 1 macam barang hanya tercapai bila tambahan kepuasan setiap menambah 1 unit input sama dengan harga yang dibayarkannya, atau : MUx = Px  untuk barang x, untuk barang y MUy=Py. Karena kepuasannya tidak didasarkan pada kombinasi konsumsi dan jumlah anggaran, maka kepuasan hanya berasal dari tingkat pendapatan, di mana R = P.Q. Pengukuran NGK : Pengukuran NGK Untuk dua macam barang masing-masing dengan harganya misal PxX dan PyY, maka daya guna kardinal, U = Ux + Uy. Sehingga fungsi permintaannya : D = (UX+UY)-(PxX+PyY), karena independent, maka : D/X = UX/X – Px = 0MUx = Px Ux D/Y = UY/Y – Py = 0MUy = Py Uy Akan tetapi : Ux  Uy, Tetapi Ux = Ux1+Ux2+Ux3+…Uxn Dan Uy = Uy1+Uy2+Uy3+…Uyn Yang terpenting adalah bahwa barang yang dikonsumsi ukurannya adalah rata-rata (misal rata-rata X) Contoh : : Contoh : Perhatikan tabel berikut ini : tentukanlah berapakah harga yang harusnya dibayar agar kepuasannya optimum mengkonsumsi barang X? Pada periode 2, U = 355, Qd = 4, MU = 355/4 = 88,75. Sedangkan Pada periode 3, U = 273, Qd = 3, MU = 273/3 = 91. Bila misalkan Kita regresikan Qd terhadap U, maka di dapat U = 50,595 +89,662Qd. U/Qd = 89,662. Artinya secara umum bila ingin mengkonsumsi Sebanyak 8,67 unit, maka harga yang harus dibayar adalah sebesar 89,7 Lanjutan contoh : Lanjutan contoh karena kepuasan kardinal bersifat additivitas, maka kepuasan optimum konsumsi pada periode 2 tercapai bila harga barang X sebesar 88,7 dan rata-rata jumlah konsumsi sebanyak 7 unit dengan kepuasan rata-rata sebesar 677,5 dan periode 3 sebesar 91 dengan jumlah konsumsi rata-rata sebanyak 10,5 unit dengan kepuasan rata-rata sebesar 991,5. Sedangkan seluruh periode harga sebesar 89,7 rata-rata konsumsi sebanyak 8,7 unit dan kepuasan rata-rata sebesar 827,7. Kepuasan optimum setiap periode konsumsi adalah sama dengan masing-masing untuk tingkat harga yang berlaku, misal periode 1 kepuasan optimum konsumsi sebesar 500 dibayar seharga 100 dengan jumlah konsumsi sebanyak 5 unit. Dan seterusnya. Nilai Guna Ordinal(NGO) : Nilai Guna Ordinal(NGO) Nilai kepuasan yang disusun berdasarkan peringkat Kepuasan didapat dari nilai optimum anggaran sesuai dengan tingkat kepuasan Komoditi konsumsi sebagai penunjang kepuasan terdiri atas 2 macam yang saling dikombinasikan Kepuasan konsumen dipetakan oleh kurva Indifferent. Kepuasan yang paling optimum dari continuum kepuasan adalah kombinasi konsumsi yang bersinggungan dengan salah satu titik anggaran Ukuran kepuasan relatif objektif (karena didasrkan pada anggaran yang paling rasional) dengan satuan util Asumsi TNGO : Asumsi TNGO Asas rasionalitas (konsumen memberdayakan anggarannya untuk mengoptimalkan kepuasan) Konveksitas yaitu bentuk kurva indifferent harus bersifat kontinyu (asas kontinuum), di mana kurvanya tidak terputus-putus Nilai guna/kepuasan tergantung dari jumlah barang yang dikonsumsi Transitivitas yaitu akan menjatuhkan pada pilihan terbaik dari sekian banyak pilihan sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimilikinya. Optimalisasi NGO : Optimalisasi NGO Nilai kepuasan berdasarkan kombinasi 2 macam barang Kepuasan tertinggi bila terpenuhi syarat : MUx/Px = MUy/Py = 1 Kombinasi konsumsi dari macam-macam anggaran dapat menghasilkan kepuasan yang sama. Semakin besar anggaran tentu saja akan semakin tinggi kepuasan yang bisa diperoleh Kurva indifferent yang paling baik dalam pengukuran optimalisasi kepuasan adalah yang berslope negatif, karena lebih efisien. Nilai kepuasan dalam satu kurva bersifat psikologis Pengukuran NGO : Pengukuran NGO Terdapat 2 parameter, yaitu fungsi kendala berupa Anggaran (budget) yang biasanya dinyatakan : B = PxX + PyY, dan fungsi tujuan yaitu kepuasan (utility) yang biasanya dinyatakan U = X.Y (untuk ukuran standar) Biasanya optimalisasi kepuasan ordinal disusun dalam bentuk fungsional Lagrange dengan kendala : Z = U - (PxX + PyY – B) Bisa juga dengan metode substitusi dan derivasi Paling sederhana adalah dengan menggambarkan kurva indifferent berdasarkan U = X.Y, dengan batas X dan Y masing-masing 1(asimtotnya) lalu menggambarkan garis anggaran (budget line). Pertemuan antara kurva disatu titik itulah kepuasan yang paling optimum NGO dalam angka : NGO dalam angka Misalkan anggaran konsumsi sebesar Rp. 100 ribu. Barang X dan Y masing-masing harganya adalah Rp. 1000 dan Rp. 5000. Tentukan banyaknya X dan Y yang harus dikonsumsi agar kepuasan optimum yang standar terpenuhi. 100.000 = 1000X + 5000Y, U = X.Y Dengan lagrange atau substitusi diperoleh X = 50 dan Y = 10. Kepuasan optimum total = U = (50)(10)=500 MUx = Y = 10, MUy = X = 50  Bukti  10/1000 = 50/5000 =1 NGO dalam Kurva : NGO dalam Kurva U = X.Y = 50.10 = 500 U = 500 X Y 50 10 20 100 Skema kepuasan : Bila x = 5, y = 100 U =500, tapi anggarannya sebesar 1000(5)+5000(100) = 505.000. Jadi menambah sebesar 405.000 dari semula 2. Bila x = 100, y = 5 U = 500, B = 1000(100) + 5000(5) = 105.000, perhatikanlan, ternyata hanya kombinasi x = 50 dan y = 10 yang sesuai dengan anggaran Rp. 100.000 Peta Kurva Indifferent : Peta Kurva Indifferent IC1 IC2 IC3 X Y Nilai kepuasan di IC3 jelas lebih besar Kepuasan di IC2 apalgi dari IC1. Bila Disuruh memilih, maka berdasar asas Transitivitas konsumen akan memilih Kepuasan yang berada di IC3 A B C D E A=B C=D A,B<C,D<E Maka pilih E Kurva Indifferent konveks dan tak boleh berpotongan : Kurva Indifferent konveks dan tak boleh berpotongan E A B C D IC1 IC2 IC3 A = B = E di IC3. C = D = E di IC2 Logikanya : A = B = C = D sebab = E Padahal A< C, ini melanggar asas transitivitas IC1 kurvanya tidak kontinyu, sehingga Tidak konveks dalam ruang komoditi Y X

Add a comment

Related presentations

Related pages

Utility - Wikipedia, the free encyclopedia

The expected utility theory deals with the analysis of choices among risky projects with (possibly multidimensional) outcomes.
Read more

What is utility theory? definition and meaning

Economics concept that although it is impossible to measure the utility derived from a good or service, it is usually possible to rank the alternatives in ...
Read more

An Introduction to Utility Theory - Norstad

An Introduction to Utility Theory John Norstad j-norstad@northwestern.edu http://www.norstad.org March 29, 1999 Updated: November 3, 2011 Abstract
Read more

Expected utility hypothesis - Wikipedia, the free encyclopedia

In economics, game theory, and decision theory the expected utility hypothesis is a hypothesis concerning people's preferences with regard to choices that ...
Read more

What is Utility Theory? definition and meaning

Definition of utility theory: A theory used in economics that holds the belief that an item or service's utility is a measure of the satisfaction that...
Read more

expected utility theory - Deutsch-Übersetzung – Linguee ...

Viele übersetzte Beispielsätze mit "expected utility theory" – Deutsch-Englisch Wörterbuch und Suchmaschine für Millionen von Deutsch-Übersetzungen.
Read more

Handbook of Utility Theory Buch portofrei bei Weltbild.de

Bücher bei Weltbild: Jetzt Handbook of Utility Theory versandkostenfrei online kaufen & per Rechnung bezahlen bei Weltbild, Ihrem Bücher-Spezialisten!
Read more

dict.cc | utility theory | Wörterbuch Englisch-Deutsch

Übersetzung für utility theory im Englisch-Deutsch-Wörterbuch dict.cc.
Read more

German Utility Theory eBook by John S. Chipman ...

Lesen Sie German Utility Theory Analysis and Translations von John S. Chipman mit Kobo. There is a standard belief that the modern theory of marginal ...
Read more

Utility Theory - econ.unt.edu

Utility Theory First: Cardinal Second: Ordinal Third: Cardinal In Essence the Principle of Utility has two routes Jeremy Bentham February 15, 1748-June 6 ...
Read more