advertisement

Thanks a lot patra

50 %
50 %
advertisement
Information about Thanks a lot patra
Entertainment

Published on February 28, 2014

Author: nissavibra

Source: slideshare.net

Description

ketika cinta terlambat disadari♥
advertisement

THANKS A LOT, PATRA! By : AVL Ini kisah hidupku, kisah yang menyesakkan. Satu titik hitam merusak segalanya. Yang pasti, mengapa tak ku sadari sejak dulu... ***** Sore yang mendung, Aku duduk di cafe sekolah, sembari melihat ke arah anak – anak asrama yang berada di sekolahku bermain bola. Teriakan, keseruan, keceriaan tergambar di wajah mereka yang sedang bermain. Patra menghampiriku dengan membawa kopi hangat. “Hey, sendirian aja” Ucap Patra sembari memberikan secangkir kopi. “Eh, iya. Males pulang, hehe”. Patra tersenyum “Ciee, lagi lihat siapa sih? serius amat? pasti liatin Dino!”. “Apaan sih lo? gue liatin satpam, puas lu! sensi amat lo kalo gue suka sama Dino”. “Dino itu bukan yang terbaik untuk lo! lo bakal dapet sakit hati doang dari dia,” Patra meneguk kopinya. Aku langsung menunjukan muka bete, “Lo itu jangan sok tau deh. Dino itu sayang sama gue. Buktinya kalo dia menang bola dia selalu persembahkan pialanya untuk gue. Dia selalu ngomong ‘Piala ini Aku persembahkan untuk seseorang yang spesial dihatiku Ms.R’ dan dia melihat ke arah gue. Apa itu belum cukup? udah ah gue mau pulang!” Aku pergi dengan muka tertekuk tapi kemudian disusul senyuman karena hari ini Aku kembali melihat Dino, sang puajaan hati. ***** “Good morning world! hari ini harus jadi hari paling mengesankan,” Teriakku. Bunda mengetuk pintu kamarku seolah mendengar semua teriakanku. Aku tertawa kecil karena malu. Mandi, siap – siap, sarapan, langsung CABUT!. Dijalan, ponselku berbunyi dan ternyata ada sms dari Patra. “Patra...?” Batinku. Aku membaca sms dari Patra. *Cepetan dateng yaaa, gue udah ganteng nih cuma buat lo loh! hehe*. “Yaelaaah, apa banget sih bang lo ini?” Gerutuku. Taksi terus berjalan menuju ke gedung yang telah ditentukan sekolahku. Aku berharap, Dino udah datang. Hari ini mungkin kali terakhirnya Aku bertemu Dino, ya Dino!. Setelah sampai, Aku masuk ke gedung yang terbilang ‘PERFECT’. Satu panggung utama dan dua panggung pendamping. Kursi yang disusun dengan baik, lighting yang mengagumkan. Aku melirik ke arah rombongan kelas dua belas. Mencari Dino, tapi nihil. Mungkin belum datang, atau mungkin macet? atau mungkin ...

Tiba – tiba Dino dan rombongan anak asrama lainnya datang dengan gagahnya. Jas hitam, dasi merah marun, dengan kacamata yang membuatnya semakin manis. Aku segera menghampiri Dino dengan membawa kamera bak wartawan. Aku menepuk pundak Dino. Dino menoleh lalu tersenyum “Eh Resha, kenapa dek?”. ya ampun! satu kalimat yang dia ucapkan udah bisa buat hatiku cenat-cenut. “Hemm, boleh minta foto nggak kak?” Tanyaku. Patra menarik lenganku “Heh, katanya mau foto sama gue?”. Aku melepas genggaman Patra. Saat Aku berbalik Dino sudah tak ada di tempat. Aku menatap Patra dengan penuh amarah. Aku mencari Dino dan tak mau semuanya menjadi terlambat. Dino melambaikan tangannya padaku. Aku berlari kencang, kencang sekali. Dino merangkul pundakku. Tapi, Aku bingung, siapa yang akan mengambil foto kami berdua. Tangan seseorang mengambil kameraku. Itu tangan Patra! mungkin dia merasa bersalah karena menggagalkan acara fotoku dengan Dino. Kami tersenyum and CEKREK!. Aku kembali duduk ke kursi penonton. Kini, masuk ke acara inti. Yaitu, pembacaan prestasi dan kata – kata persembahan. Aku berharap namaku disebut oleh Dino. Pembawa acara memanggil nama Dino “Kita sambut, Dino Saptyawardana Hartawan!”. semua hadirin bertepuk tangan dengan meriah, apalagi Aku. Aku tunggu kata- kata persembahannya. Huh, akhirnya sampai juga pada kata persembahan. “Prestasi ini, Aku persembahkan untuk Allah , Ayah, Bunda, dan Ms. R, Rasti...”. Aku tercengang, shock bukan main. Karena merasa kurang yakin, Aku bertanya kepada penonton yang duduk di sampingku. “Tadi, nama yang disebut siapa ya?”. “Rasti mbak,” Jawabnya. Kekecewaan muncul di hatiku. Mataku berkaca-kaca. Aku berlari pulang karena tak kuat dengan semua ini. Apa sebenarnya arti Aku di mata Dino? jadi selama ini, Ms.R itu bukan Aku? Perhatian kamu selama ini, perlakuan yang berbeda dari adik kelas yang lain, semua itu hanya salah paham? OH GOD! ***** “Resha, bangun!” Panggil Bunda. Aku terbangun dan menyadari kamarku yang sudah berantakan tak karuan. Foto Dino yang sudah kurobek-robek berceceran di lantai. Saat Aku bercermin, mataku sembab. “Hahahahahaha bodoh Resha! lo nangisin cowok yang salah,” Aku tertawa sendiri. Aku melirik ke arah bingkai foto yang berisi fotoku dan Patra. Aku merasa bersalah, karena kemarin udah nyuekin Patra. Mandi lalu bergegas ke rumah Patra. Sampai disana, Aku mendengar kabar yang mencengangkan. “Patra kan sudah pergi ke UK Res! memangnya kamu belum diberitahu sama Patra?”. Aku tersenyum pedih “Aku nggak tau Tante”. “Dia menitipkan surat ini buat kamu”. Aku mengambil surat itu lalu membacanya.

“Resha..., maafin gue yaaa! mungkin selama ini gue udah buat lo marah dengan sikap gue yang melarang lo untuk suka sama Dino. Dan gue rasa, lo udah tau sekarang kenapa gue melarang lo saat itu. Bukan karena gue iri ataupun cemburu. Gue Cuma nggak mau lo kenal sama yang namanya ‘kecewa’. Hari ini, tepatnya saat lo baca surat ini, gue udah di perjalanan menuju ke tempat pertama kita ketemu. Gue tunggu lo disana! dan gue harap, lo mau ketemu gue mungkin untuk terakhir kalinya. I will wait you” “Aku pamit ya Tante!” Aku segera pergi ke cafe, cafe sekolah. Dijalan, terbayang olehku wajah Patra dan sejuta kenangan antara Aku dan dirinya. Akhirnya Aku sampai di cafe itu, tempat kami pertama bertemu. Tak tampak sosok Patra disana. Aku masuk ke cafe dan benar saja, Patra sudah tak ada. Aku menuju ke kursi yang biasa kami tempati. Ada secangkir kopi tanpa krimer kesukaan Patra dan secangkir kopi biasa yang biasa kuminum. Ada bill dan sebuah surat. Aku membaca surat itu, surat kedua dari Patra, lagi. “Berat hati melangkahkan kaki dari cafe ini, namun kamu tak kunjung datang. Apa boleh buat, kopi yang sudah kupesan untuk kita berdua, dan terakhir kalinya kubiarkan mendingin dan kutitipkan pesan padanya agar ia yang menggantikanku menunggumu. Ku pinta bill dan secarik kertas. Kamu masih ingat, waktu itu kamu punya janji untuk mentraktirku minum kopi. Dan secarik kertas itu? secarik kertas itu kutulis sebuah perasaan yang dalam beberapa detik lagi akan kamu baca. Perasaan seorang sahabat yang tak wajar. Ya, mencintai sahabatnya sendiri. Sakit rasanya saat ayah menyuruhku untuk meneruskan kuliah di luar negri tanpa membawamu, sahabatku. Perasaan yang sudah lama kupendam, kubiarkan meleleh dan hancur. Betapa perihnya saat kamu menceritakan lelaki pujaanmu dihadapanku dengan wajah bahagia, tanpa kamu tau bagaimana rasanya Aku saat itu. Tapi maaf, Aku melarangmu suka dengan lelaki pujaanmu saat itu bukan karena Aku cemburu, melainkan karena Aku tak mau kamu terluka. Aku berharap, saat perpisahan Aku bisa berfoto denganmu untuk yang terakhir kalinya. Sayangnya, semua itu tidak terwujud. Karena kamu lebih memilih foto dengan lelaki yang menurutmu lebih ‘penting’ daripada Aku. Aku menarikmu dan menyuruhmu foto itu bukan karena Aku egois, tapi karena Aku sadar betul bahwa hari itu hari terakhir kita berjumpa. TERLUKA! itu yang kurasakan saat Aku melihatmu menangis karena cintamu yang bertepuk sebelah tangan dengan lelaki itu. Kamu berlari keluar dan Aku tak mengejarmu. Kucoba untuk bertemu kamu sesaat sebelum Aku pergi. Sepertinya memang kita belum berjodoh. Kita tetap tidak bertemu. Biarlah, kisah kita tersimpan rapat dalam secangkir kopi ini. Bila kamu rindukan Aku, lakukanlah hal yang biasa kita lakukan- PATRA”

Aku menutup surat itu dengan air mata. Kuambil sendok lalu kuketukkan ke cangkir. Itu kebiasaan kami saat sedang ada masalah atau perasaan kangen melanda. Betapa terkejutnya Aku saat kulihat lampu menyala dan ada satu lampu yang berkelap-kelip. Lampu itu betuliskan ‘PATRA SAYANG RESHA’. Belum selesai lampu itu berkelip disusul dengan video yang entah siapa telah memutarnya. “HALO Resha, gue udah di pesawat nih! lihat tuh, rame ya penumpangnya. Lo jangan nangis yaa..., masa sahabat gue cengeng sih? oh ya, maafin gue ya atas kesalahan gue selama ini. Gue yakin lo udah tau maksud gue. Sampai kapanpun, dan dimanapun kita berada, seberapa jauh jarak antara kita, kita tetep sahabat kan? tunggu gue ya empat tahun lagi eh lima, eh enam, eh nggak tau ah pokoknya tunggu gue yaa!” Video itu berakhir. Video webcam yang membuat ku kagum. Berapa besar pengorbanan Patra selama ini kepadaku, namun semua itu tak pernah kusadari. Aku menghubungi nomor ponsel Patra, namun tidak aktif. Aku tertunduk sedih. Tiba – tiba mas – mas cafe menghampiriku lalu memberikanku sebuah foto , itu foto Patra. Foto Patra sedang mencium cangkir kopiku. “Maafin gue Patra..., semoga kita bisa bertemu lagi. Lo sahabat terbaik gue...,posisi lo tak akan tergantikan. Thanks a Lot, Patra!”. Aku hanya bisa tersenyum perih di cafe itu, sendiri lagi. Angin berhembus begitu kencang menyelimuti dinginnya suasana di cafe kenangan Aku dan Patra. Hanya foto Patra, ya foto terakhir Patra yang menemaniku saat ini. Datang seorang pengamen menyanyikan sebuah lagu yang menggambarkan keadaanku dengan Patra seolah dunia pun tau masalah kami. Aku tersenyum dan memang cuma itu yang bisa kulakukan, seraya menikmati dinginnya malam. Masihkah ada padamu Sedikit bayang diriku Akankah suatu saat kau berubah fikiran dan kembali Masihkah ada padamu Sedikit cinta untuku Akankah suatu saat kau kembali kepadaku Memang kita tlah jauh rasanya Memang kita sudah tak bersama

Jika memang kita ditakdirkan tuk bersama selamanya Cinta tak kan kemana - mana [ cinta tak'kan kemana-mana - PETRA SIHOMBING ]

Add a comment

Related presentations

Related pages

Thanks a lot patra - Entertainment & Humor

1. THANKS A LOT, PATRA! By : AVL Ini kisah hidupku, kisah yang menyesakkan. Satu titik hitam merusak segalanya. Yang pasti, mengapa tak ku sadari sejak ...
Read more

Patra Jasa Bali Resort & Villas (Kuta) Reviews - TripAdvisor

Book Patra Jasa Bali Resort & Villas, Kuta on TripAdvisor: See 583 traveler reviews, 589 candid photos, and great deals for Patra Jasa Bali ...
Read more

Best Patras Travel Forum & Travel Answers - VirtualTourist

Get free answers to Patras travel questions from over 1 million members. Ask about an upcoming trip or vacation plans, then discuss with travelers.
Read more

Client Feedback - Petra Quast

Dear Petra , Thanks a lot for sending the wedding pictures so quickly. We had a cosy evening looking at the pictures right after our return from the honeymoon.
Read more

Catching Up With Patra! The Queen Of The Pack is BACK ...

Catching Up With Patra! ... Same Patra. I have to do a lot of collabs and the nice thing ... Thanks Patra for stressing that and thanks AfroBella for doing ...
Read more

PETRA - Just Reach Out - YouTube

This is Petra's video. All rights belong to WMG music group. Yeah thanks a lot for censorship youtube. I think I'll start going to veoh instead
Read more

Prasoon Patra - Google+

Prasoon Patra hasn't shared anything on this page with you. Search; Images; Maps; Play; ... Again, thanks a lot for making us listen to such a lovely music!
Read more

Crispy & Roasted Patra | Shivaay Delights

Crispy & Roasted Patra. ... Thank you. You’ll be able ... Never made patra before but have heard a lot about it. we get patra in tins here ...
Read more

Snehasis Patra - Google+

Snehasis Patra - University Student - Bhubaneswar - Bagnan, Howrah - NALCO, Angul - Kalinga Institute of Industrial Technology - Delhi Public School
Read more