Tema Karangan Biologi 2C UHAMKA

50 %
50 %
Information about Tema Karangan Biologi 2C UHAMKA
Education

Published on April 23, 2012

Author: diantrisarilubis

Source: authorstream.com

PowerPoint Presentation: TEMA KARANGAN Disusun Oleh : DIAN TRI SARI LUBIS (1101145015) DISTRA ARISTIA (1101145017) DWI ASTUTI (1101145018) Program Studi Biologi II C Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Jl. Tanah Merdeka , Kampung Rambutan , Pasar Rebo . Jakarta Timur 2011/2012 PowerPoint Presentation: Apakah kamu tahu , apa itu tema karangan ? Apakah kalian tahu ? Entahlah . Saya tidak tahu .. Tema Karangan: Tema Karangan Pengertian Tema: Pengertian Tema Kata ‘ tema ’ diserap dari bahasa Inggris , theme yang berarti ‘ pokok pikiran ’. Kata theme berasal dari bahasa Yunani , tithenai yang berarti ‘ meletakkan ’ atau ‘ menempatkan ’. ‘ Tema ’ berbeda dengan ‘ topik ’. Kata ‘ topik ’ diserap dari bahasa Inggris topic yang berarti ‘ pokok pembicaraan ’. Kata topic berasal dari bahasa Yunani , topoi yang berarti ‘ tempat ’. Jadi , ‘ tema ’ lebih dahulu daripada ‘ topik ’ karena tema lebih luas dan abstrak , sedangkan topik lebih terbatas ruang lingkupnya dan lebih spesifik atau konkret . Tema dalam Mengarang: Tema dalam Mengarang Tema dilihat dari sudut karangan yang sedang dalam proses penyusunan . Tema merupakan rumusan hasil perpaduan antara pokok pembicaraan ( topik ) dan tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan mengarang . Tema dilihat dari sudut karangan yang sudah selesai . Tema merupakan amanat atau pesan-pesan utama yang dapat dipetik dari karangan . Tema dirumuskan secara singkat berupa kalimat sederhana dan dapat dirumuskan lebih luas lagi berupa alinea . Menentukan Topik: Menentukan Topik Sebuah tema dapat dipecah-pecah menjadi topik-topik yang lebih kecil . Sebelum mengarang dimulai , topik harus dipilih dan ditentukan secara tegas . Bahkan untuk menentukan sebuah tema dapat dimulai dari pencarian topik . Sebuah topik yang baik harus menarik pehatian penulis terlebih dahulu . Selain itu , sebuah topik yang hendak dikarang harus terpahami dengan baik oleh penulis . Syarat-syarat Lain untuk Memilih dan Menentukan Topik: Syarat-syarat Lain untuk Memilih dan Menentukan Topik Berasal dari dunia atau bidang kehidupan yang akrab dengan penulis . A ktual . Asli , bukan pengulangan atas hal yang sama atau pernah disajikan oleh orang lain. Mempunyai nilai tambah atau mempunyai arti yang penting , baik bagi penulis maupun bagi orang lain. Selaras dengan tujuan pengarang . Selaras dengan calon pembaca . Tidak menyulitkan pencarian data, bahan , dan informasi lain yang diperlukan . Membatasi Topik: Membatasi Topik Topik yang hendak dikarang harus dibatasi ruang lingkupnya . Topik yang luas dan tak terbatas lingkupnya dapat membawa kepada uraian yang tak habis-habisnya serta tidak mengarah pada tujuan yang tajam . Cara membatasi sebuah topik Menetapkan sebuah topik yang ingin dikarang dalam posisi sentral ; Menyempitkan ruang lingkup topik dengan mempertanyakan apakah topik masih dapat dipersempit ; Memilih rincian topik yang paling menarik untuk dikembangkan ; Mempertanyakan kembali , apakah topik pilihan tersebut masih dapat dipersempit lagi ; dan seterusnya . Menentukan Maksud: Menentukan Maksud Pembatasan topik sampai pada tahap ini belum cukup , masih ada satu hal yang penting yang perlu ditetapkan yaitu apa maksud pengarang dalam menguraikan topik tadi . Pembatasan maksud merupakan sebuah rancangan menyeluruh yang memungkinkan penulis bergerak bebas dalam batas-batas . Seperti halnya dengan pembatasan topik , pembatasan maksud juga akan menentukan bahan mana yang diperlukan , serta cara mana yang paling baik bagi penyusun karangan itu . PowerPoint Presentation: Walaupun topik yang dipilih sama , tetapi karena maksudnya berlainan , maka tema yang dihasilkan juga berlainan . Akibat selanjutnya adalah penggarapannya juga bisa berlainan , materi-materi yang dapat dipilih juga dapat berlainan . Maka langkah berikutnya adalah membuat sebuah perumusan mengenai masalah dan tujuan yang akan dicapai dengan topik tadi . Agar lebih menonjol , maka perumusan itu selalu ditulis pada awal kerangka karangan yang merupakan perincian dan perumusan itu . Perumusan itu tidak lain dari tema karangan itu . Perumusan itu dapat membentuk satu kalimat , dapat berbentuk sebuah alinea , atau rangkaian dan alinea-alinea . Tesis dan Pengungkapan Maksud: Tesis dan Pengungkapan Maksud Perumusan singkat yang mengandung tema dasar dari sebuah karangan atau gagasan sentral yang menonjol disebut tesis . Bila tulisan itu tidak menonjolkan suatu gagasan utama , maka dalam bentuk singkatnya dapat dinyatakan dalam bentuk penjelasan tentang apa yang ingin disampaikan . Perumusan singkat ini yang tidak menekankan tema dasarnya disebut pengungkapan maksud . TESIS: TESIS Tesis biasanya berbentuk satu kalimat , entah kalimat tunggal , entah kalimat majemuk bertingkat . Sebuah tesis tidak boleh berbentuk kalimat majemuk setara , karena dengan demikian berarti ada dua gagasan sentral . Justru itu tidak diperkenankan . Fungsi bagi sebuah karangan , adalah sama seperti kalimat topik atau kalimat utama bagi sebuah karangan . Bila dilihat dari masalah analisa kalimat , maka gagasan sentral dari tesis adalah subyek , predikat dan kalau ada obyek kalimat tadi . Sebaliknya kalau dilihat dari sudut unsur-unsur pembentuk tema , maka gagasan sentral tadi harus terdiri dari topik yang akan dibahas beserta tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi . Sebab itu secara formal tesis dapat dibatasi sebagai : tema yang berbentuk satu kalimat dengan topik dan tujuan yang akan dicapai melalui topic tadi yang bertindak sebagai gagasan sentral kalimat tadi . Tema yang Baik: Tema yang Baik Tema yang dikembangkan dengan jujur dan segar , digarap secara terperinci dan jelas , sehingga dapat menambahkan informasi yang berharga bagi perbendaharaan pengetahuan pembaca sebagai sebuah tema yang baik . Sebuah tema yang baik dapat dinilai dari dua sudut , yaitu : dari sudut suatu karya yang sudah siap , dan dari syarat-syarat yang dipenuhi pada saat sebuah tema mulai disusun . Atau penilaian itu dapat dilakukan dengan mempersoalkan apakah sebuah karya itu bernilai atau tidak . Sebuah karya dianggap tidak bernilai apabila pemikirannya kabur dan ditulis dengan tergesa-gesa , tidak memiliki gagasan sentral , tetapi hanya mengungkapkan beberapa pernyataan yang lepas . Apa yang dikemukakan merupakan klise-klise umum , atau pikiran dan pendapat orang lain tanpa mengemukakan hasil pikirannya sama sekali ; tulisan itu tidak dikembangkan dengan baik untuk menjawab persoalan-persoalan tentang topik atau bagian-bagiannya . Di samping itu tulisan itu tidak bernilai kalau susunannya tidak teratur , tidak mengikuti urutan yang logis dan koherensi atau kepaduannya kurang baik . Pendeknya sebuah karangan atau tulisan tidak bernilai sama sekali kalau penulisannya tidak berusaha memeras pikirannya sendiri , tidak berusaha mencari informasi-informasi untuk menyakinkan dirinya bahwa ia mengetahui persoalan itu . Syarat Menyusun Sebuah Tema yang Baik: Syarat Menyusun Sebuah Tema yang Baik PowerPoint Presentation: Jujur Tema yang baik adalah yang mengemukakan sesuatu secara jujur , lugas , atau berasal dari kata hati penulisnya . Tema yang bermuatan ketidakjujuran atau mengandung unsur manipulasi dapat menurunkan mutu karangan . Segar Tema yang segar artinya sesuatu yang bernuansa baru . Walaupun masalahnya tergolong masalah umum , tetapi bila diberi sentuhan-sentuhan baru yang menyegarkan , akan menarit minat pembaca . Jelas Tema yang baik harus jelas , baik rumusannya maupun sasaran yang hendak dicapai . Kejelasan sebuah tema dapat ditinjau dari keterkaitan perincian-perincian dengan tesisnya . Apabila rincian yang berupa kalimat-kalimat kurang serasi dengan tesis dan pengungkapan maksud hal itu dapat mengaburkan tema . PowerPoint Presentation: Padu Sebagai akibat dari kejelasan tema , maka akan membentuk kepaduan tema . Tema yang baik adalah tema yang menjadi gagasan sentral yang menjiwai keseluruhan karangan . Gagasan sentral ini harus dipertahankan . Artinya , dalam pengembangan menjadi karangan harus dijaga jangan sampai ada penyimpangan dari gagasan sentral . Ketunggalan gagasan sentral sering tidak dapat dipertahankan oleh penulis pemula karena keinginan untuk menuliskan segala apa yang ada di benak dalam satu karangannya . Asli Tema yang baik harus asli dari hati nurani penulis . Pengulangan tema yang sama dengan orang lain, di samping kurang menarik juga akan menurunkan mutu karangan . Meskipun tema tersebut pernah dikemukakan orang lain, tetapi penulis yang baik akan mencari dimensi-dimensi baru yang belum pernah dikemukakan . Aspek-aspek untuk Mengukur Keaslian Sebuah Tema: Aspek-aspek untuk Mengukur Keaslian Sebuah Tema Sudut Pandangan: Sudut Pandangan Sudut pandangan atau point of view adalah persoalan sikap hidup seseorang sehari-hari . Sikap hidup ini didasari pada keyakinan keagamaan , pandangan terhadap nilai-nilai dari barang-barang yang berada di sekitar manusia . Suatu barang atau hal dapat dilihat dari sudut pandangan moral agama, moral agama Islam, Katolik , Protestan , dsb . Atau dilihat dari segi Marxis , Nasionalisme , dsb . Pendekatan: Pendekatan Pengamanan terhadap keaslian dapat dilakukan dengan mempergunakan suatu pendekatan ( approarch ) yang tidak terduga-duga terhadap sebuah topik , dengan menggunakan metode yang sama sekali tidak mengharapkan . Ada pendekatan sosiologis , psikologis , pedagogis , historis , komparatif , dsb . Suatu masalah dapat digarap secara deskriptif , naratif , dsb . Sebuah pendekatan yang bersifat naratif terhadap sebuah gagasan yang ekspositoris misalnya dapat menimbulkan interese terhadap hal-hal yang biasanya membosankan . Misalnya : pengarang menceritakan hal-hal yang khusus , menciptakan watak dan situasi , kemudian menerapkannya pada hal-hal yang umum yang lebih bersifat ekspositoris . Suatu cara yang lebih kompleks untuk menjamin originalitas dalam pendekatan adalah mempergunakan analogi , akan bisa menulis tema yang original dan menarik . Kalimat: Kalimat Pengarang harus menghindari frasa-frasa yang membosankan dan gaya bahasa yang terlalu lazim . Menyusun kalimat dengan kata-kata sendiri adalah jauh lebih baik . Pilihan kata-kata yang tepat , konkret dan khas akan jauh lebih menarik dari pada kata-kata yang hebat dan megah tetapi membingungkan . Demikian pula bila harus menggunakan ungkapan-ungkapan atau perbandingan-perbandingan . Judul yang Cocok: Judul yang Cocok Judul atau kepala karangan dapat dibuat sebelum maupun sesudah mengarang . Judul yang dibuat sebelum mengarang biasanya dapat mengarahkan uraian . Akan tetapi , judul yang telah disiapkan tersebut harus bersifat terbuka . Apabila judul digarap setelah karangan dibuat , umumnya lebih serasi dengan isi karangan . Syarat Judul yang Baik: Syarat Judul yang Baik Judul harus relevan dengan isi : artinya judul harus mempunyai pertalian dengan tema dan bagian-bagian inti uraian . Judul harus provokatif ( memikat perhatian ) : artinya rumusan judul harus dapat menimbulkan keingintahuan dan minat pembaca terhadap isi buku atau karangan tersebut . Judul yang memikat perhatian pembaca umumnya yang kontroversial , sensitif , dan menyentuh kepentingan asasi orang banyak . Judul harus singkat : artinya judul tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang , tetapi harus berbentuk kata atau rangkain kata yang singkat . Bila tidak dapat dihindari judul yang panjang , maka pengarang dapat menciptakan judul utama yang singkat , tetapi judul tambahan yang panjang . Judul dapat Diangkat dari :: Judul dapat Diangkat dari : Nama tokoh utama dalam sebuah karangan naratif , misal : Siti Nurbaya , Karmila , Sukreni Gadis Bali . Simpulan uraian , baik yang bernada pelambangan maupun yang lugas , misal : Cintaku di Kampus Biru , Harimau Harimau , Korelasi antara Kenakalan Remaja dengan Meningkatnya Perceraian , Azab dan Sengsara . Pertanyaan atas inti masalah , misal : Adakah Korelasi antara Tindak Kejahatan Remaja dengan Tayangan Film Keras ? Bagaimana Mengatasi Stres ? Kasus Marsinah , Siapakah Bertanggung Jawab ? Ungkapan maksud penulis , biasanya judul-judul penelitian menggunakan cara ini , misal : Karakteristik Verba dalam Kalimat Imperatif Bahasa Indonesia , Peranan Sekretaris dalam Memajukan Perusahaan , Mengembangkan Usaha Retail dengan Sistem Bagi Hasil . PowerPoint Presentation: Ada Pertanyaan ??? PowerPoint Presentation: SEKIAN SEMOGA DAPAT BERMANFAAT TERIMA KASIH

Add a comment

Related presentations

Related pages

biologi uhamka - Google+

biologi uhamka hasn't shared anything on this page with you.
Read more

Materi indra m

... 2014 Pengertian Karya Ilmiah “Karangan ilmiah merupakan suatu ... Biologi Kelas XI Semester I ... Biologi 2C UHAMKA. DATE SINGLE DATE
Read more

ICT - YouTube

streaming pembelajaran listrik statis, pendidikan biologi 2c UHAMKA.
Read more

Bahasa Indonesia/Karangan | Ramlannarie's Blog::...

... Menetapkan tema (4) Menyusun kerangka karangan (5) ... (2) c.(3) d.(4) e.(5) Pembahasan: Karena kalimat nomor (1) bukan merupakan gambaran melainkan ...
Read more

Cikgu Suguz - Soalan Ramalan BM SPM - YouTube

Cikgu Suguz - Soalan Ramalan BM SPM Cikgu Suguz. Subscribe Subscribed Unsubscribe 3,302 3K. ... BM UPSR - Tema Kemasyarakatan - Karangan ...
Read more

BAHASA INDONESIA EPISODE III JENIS KARANGAN DAN LANGKAH ...

(2) c. (3) d. (4) e. (5) Jawaban: a Pembahasan: Kalimat nomor (1) ... Mengembangkan kerangka menjadi karangan (3) Menetapkan tema (4) ...
Read more

Biologi sel - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Biologi sel; Biologi tanah; Biopsikologi; Bioteknologi; Botani; Ekologi; Etnobiologi; ... Persamaan dan perbedaan mendasar tersebut menimbulkan tema ...
Read more