Teach For Indonesia - Case Study

50 %
50 %
Information about Teach For Indonesia - Case Study
Education

Published on February 24, 2014

Author: EscaLuine

Source: slideshare.net

Description

Group Case Study

2012 TEACH FOR INDONESIA Bina Nusantara Group CSR Carter bing | Hamdi | Maria Elisha | Nikko Young Professional – business Management MB1 BInus Business School

| TEACH FOR INDONESIA | DAFTAR ISI DAFTAR ISI................................................................................................................... i EXECUTIVE SUMMARY ............................................................................................. iii BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1 II.1. LATAR BELAKANG ........................................................................... 1 II.1.1. Sejarah Singkat ....................................................................... 1 II.1.2. Visi dan Misi ............................................................................ 2 II.1.3. Industri ..................................................................................... 3 II.1.4. Market ...................................................................................... 3 II.1.5. Produk ..................................................................................... 3 II.2. TEACH FOR INDONESIA .................................................................. 6 II.2.1. Visi TFI .................................................................................... 7 II.2.2. Partner ..................................................................................... 7 II.3. PELUANG DAN TANTANGAN .......................................................... 8 BAB II METODOLOGI PENELITIAN..................................................................... 10 II.1. METODE PENGUMPULAN DATA ................................................... 10 II.1.1. Dokumentasi Situs Resmi...................................................... 10 II.1.2. Wawancara ............................................................................ 10 II.2. METODE ANALISA DATA ............................................................... 10 BAB III TEACHING FOR INDONESIA ................................................................... 12 III.1. ANALISA STAKEHOLDER .............................................................. 12 III.1.1. Stakeholder Internal .............................................................. 12 III.1.2. Stakeholder Eksternal ........................................................... 13 III.2. PROYEK SOSIAL ............................................................................. 16 III.2.1. Volunteer ............................................................................... 17 III.2.2. Donasi ................................................................................... 17 III.2.3. Training .................................................................................. 19 III.2.4. Gathering ............................................................................... 24 III.2.5. Seminar ................................................................................. 26 III.2.6. Workshop .............................................................................. 26 TEACH FOR INDONESIA i BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | III.2.7. Beasiswa ............................................................................... 29 III.2.8. Program Kedepan ................................................................. 32 III.3. BISNIS dan PEMBENARAN ETIKA ................................................ 33 BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ....................................................... 35 IV.1. KESIMPULAN .................................................................................. 35 IV.2. REKOMENDASI ............................................................................... 35 REFERENSI ............................................................................................................... 37 TEACH FOR INDONESIA ii BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | EXECUTIVE SUMMARY Teach for Indonesia (TFI) merupakan salah satu program CSR Bina Nusantara Group, yang mengedepankan aspek pendidikan dengan melakukan berbagai aktifitas sosial. Sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia, Bina Nusantara memiliki kesadaran bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting bagi kehidupan lingkungan dan negara, dan mereka, para penerus bangsa adalah harapan terbesar yang diharapkan dapat mengubah dunia menjadi lebih baik. Didukung visi yang kuat dan prospek yang cerah di sektor pendidikan, Bina Nusantara melahirkan program komunitas CSR untuk mendukung para penerus bangsa tersebut, Teach for Indonesia. Sebagai program komunitas dalam bidang pendidikan, TFI memiliki misi untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik dan memberi semangat pembelajaran bagi semua orang yang ingin terlibat dalam program ini. TFI ingin membagikan semangat dan pengetahuan untuk pendidikan yang lebih baik bagi negara dengan menggunakan hati dan waktu mereka. TFI juga berkontribusi pada program pemerintah untuk memberikan sertifikat kepada para guru dan pengajar yang terlibat. Dalam melaksanakan program sosial ini, Bina Nusantara tidak bekerja sendirian. Mereka juga dibantu serta didukung oleh para rekan lain, seperti Dikmenti DKI Jaya, The Global Compact, ORACLE Education Foundation, Rumah Pena, Balai Pustaka, Perpustakaan Nasional, dan masih banyak lagi. Setiap industri, organisasi, ataupun individu dapat menjadi partner dan bergabung dengan TFI untuk bekerja-sama melayani pendidikan. Program yang dilakukan oleh TFI, antara lain meliputi pelatihan untuk para murid dan pengajar, workshop, seminar, beasiswa, donasi, dan kampanye. TFI memiliki prinsip bahwa pencapaian dapat dilakukan apabila aktifitas yang mereka lakukan dapat membantu para murid atau pengajar dengan memberikan dampak positif bagi aktifitas pembelajaran mereka, dengan dibantu oleh partner mereka sebagai tim. Hingga kini, pencapaian yang telah dilakukan meliputi pembuatan 10.000 keping CD soal-soal Latihan Ujian Nasional untuk siswa/i SMA. Disamping pencapaian tersebut, TFI juga membantu para masyarakat Tuna Netra dengan membuat perangkat lunak MiBee Braile Converter. Walau bertitik-berat pada bidang pendidikan, TFI juga melakukan kegiatan sosial lain di bidang kesehatan seperti pemeriksaan, pengobatan dan penyuluhan kesehatan gratis. Teach for Indonesia tidak hanya berhenti sampai disitu, sebagai program CSR dari institusi pendidikan yang terus berkembang, Teach for Indonesia terus melebarkan TEACH FOR INDONESIA iii BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | sayapnya untuk menggapai lebih jauh lagi sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang besar bagi pendidikan dan kesejahteraan bangsa dan negara. Together we can change Indonesia… TEACH FOR INDONESIA iv BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG I.1.1. Sejarah Singkat “3 Dekade dalam Pendidikan Unggul : Berupaya untuk Bersaing” BINA NUSANTARA didirikan dari mimpi dan tekad. Didirikan oleh Joseph Wibowo Hadipoespito dan Theresia Widia Soerjaningsih, lembaga pendidikan ini telah melalui banyak tahapan, dan mengatasi berbagai hambatan. Lembaga pendidikan ini masih berdiri kokoh dan megah, kendati terus berkompetisi. Joseph Wibowo Hadipoespito adalah simbol dari kesederhanaan dan kerja-keras. Filosofi kesuksesan-nya yang terkenal, “Strategi 3K”, telah ditanamkan dalam semangat BINA NUSANTARA sampai hari ini. Strategi 3K yaitu: Kesempatan, Keberanian yang bertanggung-jawab, dan Kerja keras. Sepanjang jalan, Theresia Widia Soerjaningsih menambahkan sentuhan baru pada institusi BINA NUSANTARA. Sebagai pemimpin yang penuh perhatian dan kasih sayang, Dr Ir. Th. Widia Soerjaningsih, MM. mendedikasikan seluruh hidupnya untuk perkembangan dunia pendidikan Indonesia. Beliau kemudian menambahkan strategi 3K Joseph Wibowo menjadi Strategi Sukses 6K: Kesempatan, Keberanian, Keberuntungan, Kemauan, Kerja keras, dan Kepercayaan kepada Tuhan. Nama BINA NUSANTARA diberikan oleh Rudy Peowarna. Dengan nama ini diharapkan bahwa lembaga ini akan mampu membangun dan mengembangkan seluruh nusantara melalui pendidikan. Itulah mimpi yang masih hidup dan tinggal sampai detik ini. Berikut merupakan perjalanan panjang BINA NUSANTARA, 3 dekade dalam pendidikan yang unggul. TEACH FOR INDONESIA 1 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | Gambar I.1. Sejarah perjalanan BINA NUSANTARA I.1.2. Visi dan Misi a) Visi: “A World-class Knowledge Institution ...in continuous pursuit of innovation and enterprise.” b) Misi: Berkomitmen untuk memberikan keunggulan dalam pendidikan dan penelitian bagi masyarakat global dengan: TEACH FOR INDONESIA 2 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA |  Menyediakan pengalaman belajar yang mendorong dan menghargai inovasi  Menciptakan dampak besar bagi pengetahuan terapan  Mengejar kontribusi positif terhadap kualitas hidup (CSV)  Berkontribusi untuk kepemimpian yang luar biasa  Memimpin kewirausahaan perusahaan I.1.3. Industri BINUS Group adalah kumpulan dari unit bisnis yang berfokus pada peningkatan pendidikan bagi masyarakat di Indonesia. DI Indonesia sendiri jumlah pemain dalam industri pendidikan ini semakin bertambah setiap saat, dimana pendidikan dipandang sebagai salah satu market yang menguntungkan bagi para investor. Banyak perusahaan yang bergerak membuka unit pendidikan mereka sendiri, dengan berbagai tujuan, mulai dari hanya membangun supply sumber daya manusia bagi perusahaan hingga murni untuk profit. I.1.4. Market Market dari BINUS Group sendiri adalah para masyarakat yang tahu dan peduli akan pendidikan dari keluarga/kerabatnya, dimana BINUS Group memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi setiap peserta didiknya. BINUS Group sendiri memiliki jaringan yang tersebar di seluruh nusantara, dengan perwakilan yang ditempatkan di kota-kota besar di Indonesia. Namun, unit bisnis BINUS Group masih banyak berpusat di wilayah Jabodetabek, kecuali unit BINUS Center yang tersebar di beberapa kota di Indonesia melalui sistem franchise. I.1.5. Produk Unit Produk yang dinaungi oleh BINUS Group terdiri dari : 1. BINUS University - Kemanggisan BINUS University terletak di 3 kampus yang lokasinya berdekatan satu sama lain: Kampus Anggrek, Kampus Kijang, dan Kampus Syahdan. Ketiga kampus ini melayani program S-1 dengan 31 pilihan TEACH FOR INDONESIA 3 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | jurusan, mulai dari ekonomi, teknik, sistem informasi, manajemen bisnis, desain, dll. 2. BINUS University - Alam Sutera Kampus BINUS yang baru ini akan mulai beroperasi pada tahun 2013 nanti. Program yang akan dihadirkan di kampus ini antara lain: Akuntasi, Animasi, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Manajemen, Marketing Communcation, Business & Finance, Management, International International Marketing, dan DKV New Media. 3. BINUS Graduate Program BINUS program Graduate Program pascasarjana: memiliki Magister 2 Teknik Informatika (MTI) dan Magister Manajemen Sistem Informasi (MMSI) 4. BINUS Online Learning BINUS UNIVERSITY BINUS Online melalui website menyelenggarakan Learning, pembelajaran http://online.binus.ac.id sebagai media belajar online bagi individu yang ingin belajar dan mengembangkan diri tanpa harus terikat dengan jadwal dan tempat tertentu. 5. BINUS Business School BINUS Business School, berada di Kampus JWC, memiliki 3 program utama: MM Executive, MM Professional, dan MM Young Professional. TEACH FOR INDONESIA 4 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | 6. Kalbe BINUS Institute Kalbis Institute merupakan kerja-sama antara yayasan pendidikan Kalbe Farma dengan BINUS. Yayasan Pendidikan Kalbe Farma memilih BINUS untuk mengatur manajemen pendidikan di institusi ini. 7. BINUS International BINUS International yang berlokasi di Kampus Joseph Wibowo Center (JWC), Senayan, ini memiliki 5 program antara lain: Accounting & finance, Art & Design, Business Management, Communication & Media, dan Computing. 8. BINUS School Simprug BINUS School Simprug melayani Early year, Elementary, Middle School, dan High School, dengan kurikulum internasional Baccalaude. 9. BINUS School Serpong BINUS School Serpong melayani Early year, Elementary, School, Middle dengan School, kurikulum dan High internasional Cambridge. 10. BINUS Center BINUS Center merupakan sarana continous learning, yang hadir berupa kursus untuk beberapa Teknologi pilihan program, Informasi, antara Desain, lain: Bisnis, Authorized Trainings, CPP, dan Bahasa. TEACH FOR INDONESIA 5 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | 11. BINUS Square BINUS Square – Hall of Residence, merupakan hunian yang dibangun oleh BINUS untuk melayani para mahasiswa, dilengkapi dengan fasilitas untuk kenyamanan dan belajar dan bersosialisasi. 12. BINUS Executive Education Program dari BBS ini memberikan kursus singkat bagi peserta baik korporat maupun individu yang bersedia untuk mempertajam keterampilan khusus mereka sebagai eksekutif. Setiap unit memiliki produk mereka sendiri, seperti program studi milik University, kursus oleh BINUS Center, dan lainnya. Seluruh produk BINUS Group berkisar hanya pada area pendidikan dan pelatihan terpadu. I.2. TEACH FOR INDONESIA BINUS Group membentuk komunitas Teach For Indonesia (TFI), pada pertama kalinya pada tahun 2009, untuk melakukan program sosialnya kepada masyarakat yang dinilai membutuhkan, terutama dalam bidang pendidikan dan pengadaan bantuan infrastruktur pendidikan. Gambar I.2. Teach for Indonesia – Together We can Change Indonesia TEACH FOR INDONESIA 6 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | Seluruh kegiatan CSR yang dilakukan oleh BINUS Group dalam lingkup TFI adalah pengamalan dari filosofi Tri dharma Perguruan tinggi yaitu :  Pendidikan  Penelitian dan Pengembangan  Pengabdian pada Masyarakat Poin ketiga, yaitu pengabdian pada masyarakatlah yang menjadi landasan utama kegiatan-kegiatan CSR yang dilakukan oleh BINUS Group, dimana BINUS Group sebagai kumpulan institusi pendidikan yang sudah mapan di Indonesia dan tentu saja memiliki core competency dalam bidang pendidikan dan pelatihan, punya tanggung jawab untuk turut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa di Indonesia di seluruh elemen yang ada, bukan hanya kepada mereka yang sudah mampu, namun juga kepada mereka yang masih kesulitan atau kekurangan. I.2.1. Visi TFI TFI mengajak semua orang yang ingin ikut berpartisipasi dalam program ini. Visi TFI antara lain:  memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik  memberi semangat pembelajaran bagi semua orang yang ingin terlibat dalam program ini  membagikan semangat dan pengetahuan untuk pendidikan yang lebih baik bagi negara dengan menggunakan hati dan waktu mereka  berkontribusi pada program pemerintah untuk memberikan sertifikat kepada para guru dan pengajar yang terlibat. I.2.2. Partner Dalam melaksanakan program sosial ini, Bina Nusantara tidak bekerja sendirian. Mereka juga dibantu serta didukung oleh para rekan lain, seperti:  Dikmenti DKI Jaya  The Global Compact  ORACLE Education Foundation  Rumah Pena  Balai Pustaka TEACH FOR INDONESIA 7 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA |  Perpustakaan Nasional  EndPoverty 2015  Himpsiko  Matoa Albarits  Jamsostek  Bank BRI  Majalah IBU & Anak Setiap industri, organisasi, ataupun individu dapat menjadi partner dan bergabung dengan TFI untuk bekerja-sama melayani pendidikan. I.3. PELUANG DAN TANTANGAN Susenas 2008 memperkirakan bahwa angka putus sekolah di tingkat pendidikan menengah dan atas masih relatif tinggi, yaitu masing-masing sekitar 3 % dan 8 %, di mana kelompok siswa laki-laki memiliki kecenderung yang lebih tinggi untuk meninggalkan sekolah dibandingkan siswa perempuan.1 Dengan banyaknya masyarakat yang belum memiliki pendidikan yang layak, ini adalah panggilan bagi BINUS Group untuk ikut berperan serta meningkatkan kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan yang lebih baik tentu saja berdampak pada meningkatnya jumlah pendapatan dari masyarakat, yang tentu saja meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan ini, BINUS Group berhasrat untuk memaksimalkan manfaat dari pendidikan yang selama ini disempurnakan terus menerus oleh BINUS Group selama 30 tahun dari awal berdirinya. Tantangan yang dihadapi BINUS Group sendiri adalah, bagaimana kegiatan ini bisa dilakukan secara terus menerus dalam jangka panjang agar dapat terlihat hasilnya, karena pendidikan adalah investasi jangka panjang seseorang. Pendidikan tidak dapat terlihat manfaatnya secara langsung dalam waktu dekat. Meski keseluruhan program yang dilakukan oleh TFI sudah mencakup hampir seluruh aspek kompetensi yang mungkin dikembangkan oleh BINUS Group, namun kondisi yang menjadi masalah atau tantangan saat ini adalah TFI masih kekurangan akan jumlah volunteer yang mau ikut serta secara regular dalam setiap kegiatan sosial yang dilakukan oleh BINUS Group, hal ini sebagian besar dikarenakan para 1 Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. “Angka Putus Sekolah”. tt. http://www.menegpp.go.id/aplikasidata/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid= 294&Itemid=115, diakses 17 Februari 2012. TEACH FOR INDONESIA 8 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | BINUSIAN masih belum terlalu aware dengan kegiatan dari TFI ini. Hal ini berbanding terbalik dengan para eksternal stakeholders yang begitu aware dan proaktif dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama dengan TFI. TEACH FOR INDONESIA 9 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | BAB II METODOLOGI PENELITIAN II.1. METODE PENGUMPULAN DATA II.1.1. Dokumentasi Situs Resmi Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui situs resmi BINA NUSANTARA dan Teach For Indonesia. Beberapa situs resmi yang digunakan antara lain: a) BINA NUSANTARA : www.binus.edu : www.binus.ac.id b) Teach for Indonesia : www.teachforindonesia.org c) Situs-situs resmi lain yang mendukung penelitian ini. Data yang diambil dari situs resmi ini adalah data-data fakta dan informasi yang terkait dengan proyek ini, kualitatif maupun kuantitatif. Metode ini kami ambil sebagai metode utama untuk menghemat waktu pengumpulan data dan meminimalkan adanya kesalahan data dari human error (wawancara). II.1.2. Wawancara Wawancara non-formal dilakukan dengan beberapa karyawan BINUS yang terlibat maupun dengan beberapa personil yang pernah mengambil bagian dalam program TFI, yang terkait dengan informasi seputar tema proyek yang diambil. Kami menggunakan metode wawancara ini sebagai alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. II.2. METODE ANALISA DATA Data yang telah dikumpulkan kemudian didiskusikan secara kelompok dalam Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group Discussion. Focus Group Discussion dilakukan dengan tujuan mencari titik temu antara business aspect dan social aspect yang dipengaruhi oleh apa yang sedang dilakukan oleh perusahaan. Dari hasil diskusi akan coba dicarikan rekomendasi yang bisa membuat kegiatan ini menjadi lebih positif dan sustain kedepannya. Diskusi ini juga TEACH FOR INDONESIA 10 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seseorang terhadap fokus masalah yang sedang dianalisa. Pengetahuan dan dasar-dasar yang digunakan untuk melakukan analisa dalam diskusi ini menggunakan sumber buku pengetahuan yang terkait dengan tema. TEACH FOR INDONESIA 11 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | BAB III TEACHING FOR INDONESIA III.1. ANALISA STAKEHOLDER Beberapa defenisi yang penting dikemukakan seperti Freeman (1984) yang mendefenisikan stakeholder sebagai kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu. Sedangkan Biset (1998) secara singkat mendefenisikan stakeholder merupakan orang dengan suatu kepentingan atau perhatian pada permasalahan. Stakeholder ini sering diidentifikasi dengan suatu dasar tertentu sebagimana dikemukakan Freeman (1984), yaitu dari segi kekuatan dan kepentingan relatif stakeholder terhadap isu yang terjadi, Grimble and Wellard (1996), dari segi posisi penting dan pengaruh yang dimiliki oleh mereka. III.1.1. Stakeholder Internal Stakeholder internal-nya adalah seluruh BINUSIAN. BINUSIAN adalah sebutan bagi semua orang yang menjadi bagian dari keluarga besar BINUS Group, yang terdiri dari: a) Board of Management b) Peserta Didik  Early Childhood Year  Early Year  Elementary  Middle School  High School  Undergraduate Program  Graduated Program  Doctorate Program  Course Student c) Staff Akademik  Teachers  Lecturers  Researchers  Principals  Rector TEACH FOR INDONESIA 12 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA |  Lab Assistant d) Staff Non-Akademik  Marketing Directorate  Operation Directorate  Building Management Directorate  Maintenance & Engineering Directorate  IT Directorate  Finance Directorate  Human Capital Directorate  Strategic Planning Directorate e) Alumni III.1.2. Stakeholder Eksternal a) Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Yayasan Cinta Anak Bangsa atau yang biasa disingkat YCAB adalah organisasi non-profit dengan fokus pencegahan dari penyalahgunaan narkoba dan HIV / AIDS. April 2011, BINA NUSANTARA dan YCAB menandatangani nota kesepahaman kerjasama sertifikasi program IT dan Bahasa Inggris untuk Rumah Belajar YCAB. BINA NUSANTARA Group bertindak sebagai pendukung dengan memberikan kursus, melatih calon tenaga pengajar, membuat materi ujian serta memberi kelayakan kelulusan siswa dan memberi sertifikasi. Dengan kerja-sama ini, BINUS berharap di masa datang akan semakin banyak siswa-siswi Rumah Belajar YCAB yang terbantu dan terpacu untuk berprestasi mengingat generasi muda yang berpendidikan dan berkualitas merupakan modal terpenting suatu bangsa.2 b) Pundi Amal SCTV Pundi Amal SCTV selama ini bertindak sebagai salah satu wadah penyaluran dari donasi yang diberikan oleh BINUS Group dalam bendera TFI. 2 http://online.binus.ac.id/News/View.aspx?ID=Pkzvabqkw75JZ8H%2F3lVOHzb%2Bh9pDA4KQOZ QQr3ahpG8%3D&lang=Indonesia TEACH FOR INDONESIA 13 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | Pada bulan Desember 2011, Pundi Amal SCTV bekerjasama dengan gerakan Teach for Indonesia dari Bina Nusantara mengadakan kegiatan penghijauan di Gunung Merapi, Yogyakarta. Kegiatan yang bertemakan “Merapiku Hijau dan Lestari” ini difokuskan pada pelestarian lingkungan dengan melakukan penanaman 32.036 bibit pohon di 60 hektar lahan bantaran sungai untuk mencegah terjadinya banjir.3 Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga melibatkan Bina Nusantara dalam program ‘Teach for Indonesia’ dengan memberikan pelatihan bahasa inggris bagi para remaja di cngkringan sehingga diharapkan di masa yang akan datang para pemuda dapat menjadi guide bagi para wisatawan asing yang berkunjung ke lava tour. Sebelumnya, pada akhir tahun 2010 BINUS Group dengan SCTV sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) yang bertujuan untuk membangun kerja sama meliputi berbagai bidang, dengan fokus utama di bidang pendidikan.4 c) Pemerintah Salah satu institusi pemerintah yang aktif bekerja sama dengan BINUS Group, terutama dalam program TFI adalah Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta, terutama dalam Pengembangan dan Penerapan Program "Teach for Indonesia" di Wilayah DKI Jakarta yang salah satunya adalah Peningkatan Kompetensi Guru dan Siswa. Selain itu ada juga Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam wacana Penyelenggaraan Pembinaan Kemandirian Anak Didik Pemasyarakatan Melalui Kegiatan Pelatihan Pendidikan Komputer, Komisi Pemberantasan Korupsi, dengan Kerjasama Dalam Rangka Pencegahan Tindak Pidana Korupsi, Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, untuk program Pengembangan, Pendidikan dan Penelitian di Bidang Komunikasi dan Informatika, Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam Program Orangtua Asuh untuk Anak Jalanan.5 3 http://www.slemankab.go.id/2883/pundi-amal-sctv-dan-binus-tanam-pohon-di-merapi.slm http://berita.liputan6.com/read/288099/sctvbinus_sepakati_nota_kesepahaman 5 http://web.binus.ac.id/Tentang.Kami/Kerjasama/Institusi.Pemerintah/Indonesia 4 TEACH FOR INDONESIA 14 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | d) External Volunteers (World Wide) Teach For Indonesia sendiri tidak membatasi volunteer yang ingin bergabung dengan TFI yang berasal dari kalangan manapun. Pendaftaran sebagai volunteer dibuka bagi khalayak umum yang perduli dan ingin turut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan oleh TFI. e) Orang tua Orang Tua dari para peserta didik BINUS juga diajak untuk turut serta dalam program yang diadakan oleh TFI, dimana sosialisasi program ini dilakukan melalui parent desk yang dimiliki oleh semua orang tua/wali. Salah satu keikutsertaan yang ditawarkan adalah Program Orangtua Asuh untuk Anak Jalanan. f) Yayasan dan Organisasi NGO Lainnya BINUS Group juga melaksanakan kerjasama dengan beberapa organisasi sosial lainnya seperti, Koperasi Wanita Indonesia (KOPWANI), Program Pelatihan dan Binaan untuk Yayasan Usaha Mulia, Program Pendampingan Start-up Bisnis untuk Mantan Penderita Kusta (Gerakan Peduli Disabilitas dan Lepra Indonesia, BINUS Group bekerja sama dengan Yayasan Hati Nurani Insani dalam Kampanye Indonesia Bersih HIV-AIDS dan Narkoba (GNIB).6 6 http://www.ykai.net/index.php?view=article&id=897:deklarasi-binus-tfi-untuk-indonesia TEACH FOR INDONESIA 15 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | No. Elemen Against Moderate Plan Pro Stakeholder Internal 1. Board of Management 2. Peserta Didik 3. Staff Akademik  4. Staff nonAkademik  5. Alumni    Stakeholder Eksternal 6. Yayasan Cinta Anak Bangsa  7. Pundi Amal SCTV  8. Pemerintah  9. External Volunteers  10. Orang tua 11. Yayasan & Organisasi NGO lainnya   Melihat dukungan dan antusiasme dari sebagian besar stakeholders, Binus harus menggunakan peluang ini untuk terus meningkatkan CSR ini dengan lebih mendalam sehingga memberikan dampak positif yang makin besar terhadap pendidikan di Indonesia. Sedangkan untuk para peserta didik, mereka cenderung pro namun kurangnya aware terhadap TFI membuat BINUS harus mengupayakan internal campaign secara menyeluruh sehingga para peserta didik aware terhadap TFI agar semakin banyak volunteer dan dukungan yang didapat. Dengan peserta didik yang makin aktif dan aware terhadap TFI, maka diharapkan mereka menjadi alat kampanye untuk para orangtua, sehingga mereka juga dapat mengambil bagian dalam program sosial TFI. Disamping itu, dapat dilakukan sosialisasi dan kampanye sosial terhadap para orang-tua melalui surat, e-mail, SMS, telepon, atau seminar. Tabel III.1. Stakeholder & Shareholder Mapping III.2. PROYEK SOSIAL Proyek sosial yang telah dijalankan oleh BINUS Group mencakup banyak program, dan masing-masing unit mengambil bagian untuk ikut aktif dalam kegiatan sosial tersebut. BINUS Univ & International Workshop Training Beasiswa Donasi BINUS Center BIS Serpong BIS Simprug Corporate Training – YCAB Workshop – YCAB Donasi Beasiswa Beasiswa Beasiswa Community Development Donasi Community Development Donasi Seminar Donasi Tabel III.1. Program Sosial unit BINUS Group TEACH FOR INDONESIA 16 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | III.2.1. Volunteer Jumlah volunteer yang terus aktif terlibat dalam program ini hingga saat ini mencapai 67 orang. Jumlah pelatih mencapai 3 orang. Siapapun dapat menjadi volunteer dalam program TFI ini, dengan melakukan persiapan dan training yang telah diatur oleh TFI, semua yang ingin mengambil bagian dapat ikut serta dan berpartisipasi untuk membantu pendidikan di Indonesia, bersama-sama dengan BINUS. III.2.2. Donasi 1. TFI membuat Perangkat Lunak MiBee Braile Converter (MBC versi 4) untuk membantu masyarakat tuna netra. (Yayasan Mitra Netra – BINUS) 2. Pembuatan CD-CD Ujian untuk siswa/i SMA BINUS bekerja sama dengan PRIMAGAMA dan GANESHA setiap tahunnya dalam membuat dan membagikan 10.000 keping CD Ujian Nasional ke siswa/i SMA. 3. Penyerahan Komputer dan Buku untuk SDN 17 Palmerah (5 Okt ‘07) Di bulan Oktober & November 2007 melalui BINUS ALUMNI CENTER (BAC), BINUS melakukan beberapa kegiatan CSR sebagai wujud nyata dukungan BINUS terhadap perkembangan pendidikan. Kegiatan tersebut antara lain : - Penyerahan komputer sebanyak 20 buah ke SDN 17 Palmerah. - Penyerahan 168 buah buku ke SDN 17 4. Penyerahan 10 Unit Komputer untuk SDN 11 Palmerah (5 Maret ‘09) BINA NUSANTARA Group melalui BINUS Alumni Center menyerahkan 10 unit komputer ke SDN Palmerah 11 Jakarta Barat, pada tanggal 5 Maret 2009. Hal ini untuk memperlancar proses belajar mengajar disana. Melalui penyerahan komputer ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ilmu dan kemampuan khususnya keahlian komputer para murid. 5. Sumbangan untuk Program Psy Care Indonesia sebesar Rp 12.258.750,00 (22 April ‘09) 6. Penyerahan Bantuan Sarana Kantor (14 Juli ’09) Pada 14 Juli 2009 BINUS INTERNATIONAL SCHOOL Serpong menyelenggarakan Seremonia Penyerahan Bantuan Sarana Kantor kepada Kelurahan Lengkong Karya, Serpong Utara. TEACH FOR INDONESIA 17 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menjalin hubungan yang baik dengan komunitas yang ada di sekitar BINA NUSANTARA. BINA NUSANTARA bertekad untuk menjadikan komunitas di sekitarnya sebagai mitra dalam menyelenggarakan pendidikan. 7. Penyerahan 6 unit Komputer untuk MIS Darul Funun El-Syofia (12 Agustus ‘09) Foto III.1. Donasi unit komputer untuk MIS Darul Funin El-Syofia 8. Penyerahan 10 Unit Komputer untuk IGCN - Program Tjahaya (15 September ‘09) 9. Penyerahan Bantuan Untuk Korban Kebakaran (29 September ‘09) Bantuan berupa 10 kardus pakaian layak pakai untuk wanita & pria, pembalut, dan indomie. 10. Penyerahan Bantuan berupa Barang Untuk Korban Gempa Padang dan Sekitarnya (13 Oktober ‘09) Bantuan berupa pakaian layak pakai untuk wanita & pria, pembalut, makanan ringan & instan, sepatu, kaos kaki, dan P3K. Donasi sebesar Rp. 92.321.400,00. 11. Sumbangan Dana Bencana Alam untuk : Merapi - Mentawai Wasior (31 Oktober ’10) Total Donasi s.d Februari 2011 Rp 315.385.900. Khusus untuk area Merapi, memang hingga saat ini baru tersalurkan dalam 2 bentuk yaitu : - Bekerjasama dengan SCTV dalam hal pengobatan (saat kondisi cepat tanggap), diberikan partisipasi sejumlah Rp 20.000.000 yang di transfer langsung ke Rekening Pundi Amal SCTV - Penyaluran perlengkapan sekolah kepada 510 anak korban merapi yang berupa (tas, buku 1 pak, pinsil 1 pak, asahan, penggaris, tempat pinsil) TEACH FOR INDONESIA 18 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | 12. Bantuan Peralatan Sekolah Bagi Pelajar SD Korban Merapi di Jogja (26 Maret ‘11) Bantuan Peralatan Sekolah Bagi Pelajar Sekolah Dasar Korban Merapi di Jogja sebanyak 510 Paket yang terdiri dari :1 buah tas sekolah dasar, 10 buah buku tulis, 12 buah pensil, 1 buah penggaris, 1 buah penghapus, dan 1 buah serutan pensil. 13. Bantuan obat-obatan untuk Korban Merapi senilai Rp 20.000.000,00 14. Bantuan 5 unit Komputer ke SMA Dwi Saka (19 Juli ‘11) 15. Buka Puasa Bersama di Yayasan Cinta Anak Bangsa (5 Agst ’11) BINUS Unviersity berpartisipasi dalam Acara buka puasa bersama dengan anak jalanan yang digagas oleh Kementrian Sosial RI dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI bersama volunterr TFI dan memberikan makanan berbuka puasa sebanyak 300 box. 16. Bantuan Sembako ke Penderita Kusta (27 Agustus ‘11) Penyaluran bahan sembako terdiri dari: Mi Instan 1300 bungkus, Susu Kaleng 180 bh, Gula Pasir 60 Kg, Garam 65 bungkus, Minyak Goreng 96 bungkus, Kecap 96 bungkus, Beras 150 bungkus. 17. Pengumpulan Tabungan Volunteer (16 Des ’11) 18. Penyerahan bantuan berupa barang untuk korban kebakaran penjaringan 19. Penerimaan Donasi Buku sebanyak 2600 buah 20. Donasi 9 Meja Kerja dan 7 Kursi staff untuk Sekolah Bodhi Satta 21. Renovasi Gedung Sekolah SMA Dwisaka Renovasi ini diisi dengan acara workshop Sablon / Melukis di Kaos dari mahasiswa Jurusan T. Informatika 22. Menyalurkan bantuan sekaligus melakukan penanaman pohon berupa gerakan penghijauan lereng gunung merapi yang hangus akibat letusan Merapi. 23. Pengumpulan Buku Bekas untuk pelajar di daerah pesisir (3000 buah buku) III.2.3. Training 1. Training Pembawaan Diri - Program Psy Care (13 Maret ’09) Sebagai pembekalan diri untuk Para Volunteer yang akan memberikan Training Mind Map di SDN Palmerah dan Kemanggisan, Teach For TEACH FOR INDONESIA 19 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | Indonesia bekerjasama dengan Mahasiswa dan Jurusan Psikologi telah mengadakan training Pembawaan Diri. Dengan pembekalan training ini, diharap Para Volunteer siap terjun dalam Pelayanan Masyarakat. 2. Training Mind Mapping - Program Psy Care (27 Maret ’09) Training ini diadakan sebagai lanjutan dari Training Pembawaan Diri, dimana training ini mengajarkan bagaimana "Langkah Awal dan Teknik dalam Membuat Mind Map". Dari training ini Para Volunteer akan mambagikan ilmunya untuk Siswa dan Guru SDN Palmerah dan Kemanggisan. 3. Training Program Think Quest (30 April ’09) Program Think Quest ini memiliki target yang akan memberikan trainingnya untuk 50.000 guru SMA se-DKI Jakarta. Program ini terselenggara atas kerjasama antara TFI dengan Oracle Education Foundation dan DIKMENTI. Training ini akan menjadi langkah awal untuk mencari volunteer sebagai assistant trainer. 4. Pembukaan dan Training Program ThinkQuest Batch 1 untuk 200 guru (11 Mei ’09) Teach For Indonesia (TFI) bekerjasama dengan Oracle Education Foundation dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menyelenggarakan suatu training untuk Guru se DKI Jakarta yaitu Program Training ThinkQuest. Peserta training ThinkQuest pada batch pertama ini dihadiri oleh 350 guru dimana sesuai rencana yang akan mendapat training hanya 200 guru, dari sinilah kita bisa melihat antusias para peserta. Dan training ini dibantu oleh 10 Fasilitator dari beberapa SMA dan 10 Asisstent Training yang terdiri dari staff dan mahasiswa BINUS University. 5. Training Bahasa Inggris (19 Mei ’09) Sebagai pembekalan diri untuk 18 Volunteer yang akan memberikan Training Bahasa Inggris di SDN Palmerah dan Kemanggisan, Teach For Indonesia bekerjasama dengan Jurusan Sastra Inggris telah mengadakan serangkaian training 6. Penandatangan MOU BINUS-ORACLE dan Training ThingQuest (16 Juni ’09) BINA NUSANTARA melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Oracle Education Foundation (OEF). MoU antara BINA NUSANTARA dengan Oracle Education ini merupakan TEACH FOR INDONESIA 20 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | salah satu bentuk pengejawantahan TFI. Program ThinkQuest dari Oracle Education Foundation sejalan dengan prakarsa dari Gubernur DKI Jakarta untuk mengembangkan pendidikan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang telah dijalankan sejak Oktober 2008. Dalam rangka membantu Propinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta (DISDIK DKI) untuk mengimplementasikan ThinkQuest di 500 sekolah yang menjangkau 50.000 siswa dan guru, TFI menyediakan fasilitas pelatihan dan volunteer yang berperan sebagai asisten fasilitator dalam penyampaian materi. 7. Pembekalan Bagi Volunteer MindMap (9 Juli ’09) Bagi volunteer MindMap adalah suatu kebanggaan tersendiri karena sebelum mereka terjun untuk mengajar, mereka mendapat pembekalan terlebih dahulu dari Bapak Susanto sebagai Bapak MindMap Indonesia. Gambar III.2. Volunteer MindMap oleh Bapak Susanto 8. Training MindMap-SDN Palmerah 11 Pagi (17 Juli ’09) Gambar III.3. Training MindMap SDN Palmerah 11 9. Rangkaian Training ThinkQuest Pada Bulan Juli, Agustus, September 2009 Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Teach for Indonesia dengan Oracle Education Foundation. TEACH FOR INDONESIA 21 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | Gambar III.4. Training ThinkQuest bulan Juli 2009 Gambar III.5. Training ThinkQuest bulan September 2009 10. Training Komputer bagi SDN Palmerah 11 (3 Agst ’09) Kegiatan training komputer ini dilaksanakan selama bulan Agustus dan September 2009, setiap hari senin, selasa, dan kamis pada pukul 09.0011.00 WIB. Training ini diikuti oleh siswa/i dari kelas 1-6 dan fasilitator dari volunteer TFI. Gambar III.6. Training Komputer SDN Palmerah 11 11. Pembekalan Bagi Volunteer Bahasa Inggris (21 Agst ’09 dan 11 Sept ’09) Sebelum para volunteer terjun untuk mengajar, mereka mendapat pembekalan terlebih dahulu oleh Ibu Wiwik Adriani dan Ibu Rum Hera selaku dosen dari Jurusan Sastra Inggris. Gambar III.7. Pembekalan Volunteer Bahasa Inggris TEACH FOR INDONESIA 22 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | 12. Rangkaian Training Bahasa Inggris di MIS Darul Funun El-Syofia (24 Agst ’09) Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Teach for Indonesia dengan Jurusan Sastra Inggris BINUS University. Gambar III.8. Training Bahasa Inggris di MIS Darul Funun El-Syofia 13. Pelatihan IFRS bagi Guru Guru SMK se DKI Jakarta 14. Pelatihan Komputer bagi Ikatan Wanita Katholik 15. Pelatihan penyusunan laporan keuangan bagi anggota KOWANI 16. Training Komputer Guru di MIS Darul Funun El-Syofia (7 Sept ’09) Pada training ini diajarkan mengenai Microsoft Office dan fasilitator dari volunteer TFI. Gambar III.9. Training Komputer Guru di MIS Darul Funun El-Syofia 17. Pelatihan Bahasa Inggris bagi anak anak di RBCAB, Plumpang 18. Pelatihan Komputer Bagi SMK Karya EKOPIN Jakarta Timur 19. Project Learning Institut II - Oracle dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta 20. Pelatihan Volunteer dalam Hal Penyusunan dan Presentasi Proposal 21. Pelatihan Mind Map bagi Siswa di SDN01 Kemanggisan 22. Pelatihan Character Building untuk siswa di YCAB 23. Pelatihan Pembuatan WEB diberikan kepada peserta dari Rumah Belajar Cinta Anak Bangsa 24. Pelatihan MS Word bagi Guru Guru TK Raudhatuussur 25. Pelatihan Komputer Bagi Karyawan SUDINKES Jakarta Barat TEACH FOR INDONESIA 23 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | 26. Pelatihan Matematika di SMA 98 Jakarta Timur 27. Pelatihan Jaringan Komputer BINUS – YCAB 28. Pelatihan Persiapan Menghadapi Seleksi OSN Bagi Pelajar SMA Prov. DKI Jakarta 29. Pelatihan Web Bagi Guru Guru MGMP TIK DKI Jakarta 30. Pelatihan Komputer bagi 1,000 orang Guru SD se DKI Jakarta 31. Pelatihan Komputer untuk Anggota Yayasan Cipta Mandiri, Bogor 32. Pelatihan Bahasa Inggris dengan Komunitas Kampung Melayu di Teluk Naga Tangerang 33. Training for Trainer untuk Pelatihan 1000 orang Guru se DKI 34. Pelatihan Matematika di Rumah Belajar CInta Anak Bangsa (RBCAB) Plumpang Jakarta Utara 35. Pelatihan Public Speaking - di Rumah Belajar Cinta Anak Bangsa (RBCAB) - Kepa Duri 36. Klinik Arsitektur III.2.4. Gathering 1. MOU Universitas Bina Nusantara - Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta (10 Sept ’08) Gambar III.10. Gathering BINUS dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta 2. Principal Gathering (19 Maret ’09) Teach For Indonesia bekerjasama dengan Marketing BINUS University telah mengadakan Principal Gathering dengan tema "Penerapan SKS dan Moving Class Pada KTSP di Tingkat SMU". Principal Gathering ini mendapat sambutan yang meriah dari 232 Kepala Sekolah yang hadir. 3. Global Compact Voluntary Day (12 Agustus ’09) Gathering ini merupkan bentuk kepedulian dari anggota IGCN, dimana kita saling berbagi dengan para guru dan siswa di SD MIS Darul Funun El-Syofia. TEACH FOR INDONESIA 24 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | Gambar III.11. Global Compact Voluntary Day 4. Principal Wisdom Update (15 Oktober ’09) Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Teach for Indonesia dengan Marketing BINUS University, dan dihadiri oleh 217 peserta dari 134 Sekolah. Acara ini disi oleh : 1. Implementasi Penerapan SKS dan Moving Class dalam KTSP oleh Dr. Herry Widyastono, APU selaku Kepala Bidang Kurikulum Pendidikan Menengah, Balitbang, Depdiknas. 2. How to Design Effective Training Program oelh Debby Tanamal, S.Kom., M.Trng & Dvt selaku Director Widia Center of Excellence for Teaching and Learning. Gambar III.12. Principal Wisdom Update 5. TFI melakukan aksi bersih lingkungan dengan tema "Saya Peduli Lingkungan" di Kampus Anggrek BINUS University 6. Ikut Serta dalam kegiatan Youth Climate Camp 2011 7. Pembentukan Struktur Organisasi Komunitas Volunteer 8. Tree Planting Event and Evening Tall With Tony Buzan 9. Buka Puasa Bersama BINUS dengan masyarakat Lingkungan sekitar Kampus 10. Social Awareness oleh calon mahasiswa baru TEACH FOR INDONESIA 25 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | 11. TFI Ikut terlibat dalam Pembuatan Video Clip dengan tema Sosialisasi Pendidikan 12. Kunjungan ke Yayasan Usaha Mulia 13. Kunjungan dari Komunitas Getasan, Salatiga 14. Kunjungan Ke Yayasan Cipta Mandiri 15. Pondok Pintar - TFI bekerjasama Carnval SCTV 16. Pemeriksaan Kesehatan, Pengobatan dan Penyuluhan III.2.5. Seminar 1. Seminar Motivasi dan Cara Pembelajaran (6 Juni ’09) Sebagai komitmen Teach For Indonesia (TFI) pada dunia pendidikan, TFI berkesempatan membagi pengetahuan kepada 28 guru di Yayasan Tiara Kasih. 2. Seminar dengan tema "Internet Sehat" bagi kalangan siswa dan Guru di lingkungan Cipanas 3. Seminar dan Penyerahan Hadiah Lomba Poster dan Video Klip dengan Tema Anti Korupsi untuk Tingkat SMP dan SMA 4. Seminar Olimpiade Sains Nasional dan Pelantikan Guru MGMP TIK 5. Environment Seminar 6. Sahabat Helmet Sahabat Selamet III.2.6. Workshop 1. Soft Launching and Introduction Of TFI Program (13 Februari ’09) Selain soft launching TFI, TFI bekerjasama dengan Mahasiswa dan Jurusan Psikologi memperkenalkan program Psy Care. Tema yang diusung dalam program ini yaitu “Pengajaran dengan Metode Mind Map serta Penelitian Mengenai Hubungan Antara Metode Pembelajaran dengan Prestasi Akademik Siswa”. 2. Launching Program Peduli Pendidikan dan Penyehan Donasi (17 Juli ’09) Himpunan Mahasiswa Psikologi BINUS (HIMPSIKO) bekerja sama dengan TFI mengadakan Launching Traning Mind Map. Dalam kesempatan ini TFI juga mengundang Kepala Sekolah/Guru SD, SMP, SMA, dan SMK. Selain Traning Mind Map, TFI juga mengadakan traning Bahasa Inggris yang bekerja sama dengan Sastra Inggris, workshop TEACH FOR INDONESIA 26 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | Visio, Excel, Auto Cad, Pengambilan Keputusan, Studi Kelayakan dan Quality Management (workshop ini kerja sama dengan Teknik Industri). 3. Workshop Microsoft Excel & Study Kelayakan (12 Agustus ’09) Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Teach for Indonesia dengan Jurusan Teknik Industri BINUS University dengan target guru SMA. Gambar III.13. Workshop Microsoft Excel & Study Kelayakan 4. Workshop Pengambilan Keputusan (13 Agustus ’09) Gambar III.14. Workshop Pengambilan Keputusan 5. Workshop Autocad & Workshop Manajemen Kualitas (14 Agst ’09) Gambar III.15. Workshop Autocad & Manajemen Kualitas 6. Kompetisi Pembuatan Komik (19 Agustus ’09) 7. Pengenalan Peta Konsep Pada Teens Go Green (4 Oktober ’09) 8. Workshop Climate Change-MDGs Workshop ini merupakan Rangka Pembuatan Komik Tingkat SMA dan merayakan Hari Lingkungan Hidup 2009. TEACH FOR INDONESIA 27 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | Gambar III.16. Workshop Autocad & Manajemen Kualitas 9. Workshop Microsoft Power Point 2007 (16 Oktober 09) Gambar III.17. Workshop Ms. Power Point 2007 10. Workshop MindMap Bagi Guru SMAK Tiara Kasih (24 Oktober ’09) Gambar III.18. Workshop MindMap Bagi Guru SMAK Tiara Kasih 11. Workshop Microsoft Power Point dan Penilaian Dengan Sistem SKS (6 Nov ’09) Gambar III.19. Workshop Ms.Power Point 2007 & Penilaian Sistem SKS TEACH FOR INDONESIA 28 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | 12. Sharing MindMap dengan HIMMATA (14 Nov ’09) Gambar III.20. Sharing MindMap dengan HIMMATA 13. Peningkatan Kompetensi Guru Matematika SMA dalam Pengajaran Matematika Menggunakan Teknologi Informasi (25 Nov ’09) Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Teach for Indonesia dengan Jurusan Matematika - BINUS University Gambar III.21. Pengajaran Matematika dengan Teknologi Informasi 14. TOT Pendayagunaan Alat pelajaran Berbasis IT 2009 (7 Des ’09) TFI bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Maximus. Target peserta adalah 100 guru SMP se-DKI Jakarta. Gambar III.22. Pengajaran Matematika dengan Teknologi Informasi 15. Workshop Motivation Learning bekerjasama dengan BRISTISH COUNCIL 16. Workshop Pengajaran Adobe Photoshop & Premiere Para Guru BPK Penabur, Serpong 17. Entrepreneurship Workshop 18. Matic 2010 Workshop Geometri Interaktif 19. Penelitian Tindakan Kelas 20. Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus TEACH FOR INDONESIA 29 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | III.2.7. Beasiswa Sangat sederhana namun memberikan dampak besar bagi pendidikan, beasiswa. Beasiswa yang diberikan oleh BINUS Group bukanlah merupakan marketing program yang dijalankan, namun memang murni diperuntukkan untuk CSR, beasiswa yang diberikan sendiri terdiri dari : 1. Inside Out Scholarship  BINUS Talent Kids BINUS Talent Kids Scholarship merupakan salah satu program CSR dari BINA NUSANTARA kepada anak-anak karyawan BINUS dan siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang tinggal di lingkungan sekitar BINUS. Binus Talent Kids Scholarship merupakan agenda rutin Binus yang dilaksanakan sejak 2004. Program ini salah satu wujud kepedulian kepada masyarakat sekitar dengan memberikan beasiswa kepada peserta didik berprestasi dari keluarga kurang mampu yang tinggal di lingkungan sekitar Binus. BINA NUSANTARA mengalokasikan lebih dari Rp 10 milyar untuk berbagai program beasiswa baik bidang akademik maupun nonakademik. Dan melalui TFI, BINUS ingin meningkatkan kualitas pendidikan bangsa lewat upaya kolaboratif antara pemerintah, industri, dan komunitas. Pada akhir 2011 lalu, Yayasan BINA NUSANTARA kembali menyerahkan beasiswa dalam program Binus Talent Kids Scholarship kepada 596 siswa. Penerima beasiswa terdiri dari 450 siswa SD, 73 siswa SMP, dan 73 SMA.7 Gambar III.23. BINUS Talent Kids 7 http://binus.ac.id/2011/11/ratusan-siswa-terima-beasiswa-dari-bina-nusantara/ TEACH FOR INDONESIA 30 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | 2. Outside In Scholarship (Partnership Funding Search)  Program Untukmu Saudaraku Program ini adalah program yang dicanangkan oleh BINUS Group untuk memfasilitasi para masyarakat, organisasi maupun perusahaan yang ingin menyalurkan dana mereka untuk beasiswa bagi para peserta didik yang masih kurang mampu dalam pembiayaan dan fasilitasnya, dimana dari program inilah lahir Beasiswa Vivere dan Beasiswa Triputra.  Beasiswa Vivere Beasiswa Vivere merupakan beasiswa yang diberikan oleh Vivere Group – PT Gema Graha Sarana Tbk, kepada mahasiswa BINUS berprestasi yang terpilih. Vivere for Education merupakan dedikasi sosial jangka panjang kepada siswa Indonesia berprestasi yang memiliki keterbatasan pembiayaan yang diberikan melalui beasiswa pendidikan penuh untuk menyelesaikan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi, yakni perguruan tinggi. Vivere for Education juga disebut sebagai program anak asuh karena komitmennya yang tak hanya mendukung biaya pendidikan tapi juga memantau perkembangan akademisnya hingga anak-anak asuh Vivere Group berhasil menyelesaikan jenjang kesarjanaan dengan membanggakan.8  Beasiswa Triputra Saling terintegrasi demi kemajuan bangsa. Inilah harapan yang ingin diwujudkan BINUS UNIVERSITY dan Triputra Group melalui penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan di Kantor Triputra Group, Menara Kadin Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/4). Program beasiswa ini bertujuan memotivasi calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter kuat dan kompetensi unggul. 8 http://online.binus.ac.id/News/View.aspx?ID=0c4Tj9oFnCC%2FaSoDgqJKXwU0BhX9ZmZqVzf% 2BqF%2F%2BoD0%3D&lang=Indonesia TEACH FOR INDONESIA 31 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | Pengembangan karakter dan kompetensi bagi para penerima beasiswa menjadi fokus agar mereka mampu menjadi future leaders yang dapat membawa Indonesia ke arah lebih baik. Gambar III.24. Beasiswa Triputra  Korean Government Scholarship Program Pada tahun 2012, beasiswa yang sepenuhnya didanai oleh Kementrian Pendidikan Korea ini, diperuntukkan untuk para mahasiswa BINUS yang berminat melanjutkan pendidikan masternya di Woosong University, Korea. 9  Japanese Government (Monbukagakusho) Scholarship program10 g) Program Kedepan Program CSR BINUS ini perlahan-lahan mulai memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya. TFI sendiri juga mulai meningkatkan programprogram yang ada lebih banyak lagi. Akhirnya TFI mulai memikirkan ide dan inovasi kedepan, apa yang dapat mereka berikan lagi terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. 9 http://web.binus.ac.id/io/News/View.aspx?ID=LhCoYb0EtQfECdqPHGSs%2Fonah3MjcG%2F4cM v3pPW3G2k%3D&lang=English 10 http://japanese.binus.ac.id/about-us/achievements/japanese-government-scholarship/ TEACH FOR INDONESIA 32 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | Program kedepan yang akan diluncurkan ialah kampanye. Melihat rendahnya angka partisipasi sekolah, diharapkan program baru ini akan memberikan motivasi dan dorongan kepada para anak-anak, serta memberikan pengetahuan atau kesadaran akan pentingnya pendidikan dini pada para orangtua. III.3. BISNIS DAN PEMBENARAN ETIKA BINUS, sebagai organisasi yang memberikan value berupa service & knowledge tentu sangat bergantung pada publisitas yang baik, terutama di market yang sudah padat di Indonesia. Secara Bisnis, program CSR ini secara tidak langsung bisa menjadi batu loncatan bagi BINUS untuk muncul ke permukaan dari sisi publikasi, sekaligus menanamkan kepada masyarakat bawa BINUS adalah organisasi yang peduli terhadap Indonesia. CSR yang dilakukan oleh BINUS memiliki multiplier dari sisi publikasi, dimana hal ini tentu saja meningkatkan corporate image dari BINUS, sebagai lembaga pendidikan yang benar-benar peduli terhadap pendidikan Indonesia. Secara etika pun, hal ini tergolong cukup baik, dimana ada benefit yang diberikan kepada kedua pihak (BINUS dan Penerima manfaat). Dan para penerima manfaatlah yang merasakan efeknya secara lebih mendalam, karena apa yang mereka terima sangat berpotensi untuk mengubah arah kehidupan mereka menjadi lebih baik, dimana BINUS selalu mencari aspek yang memiliki potensi untuk memberi efek jangka panjang kepada mereka. Ethical CSR Berdasarkan analisa, pengamatan, dan beberapa wawancara informal dengan karyawan Binus, Teach for Indonesia merupakan CSR murni dari BINUS dengan tujuan untuk membantu kualitas pendidikan masyarakat. Tidak ada profit atau tujuan lain dalam pelaksanaan program TFI ini. Ini murni merupakan bentuk tanggungjawab BINUS terhadap komunitas mereka. Terlepas dari apa dampak yang akan terjadi pada publikasi dan citra BINUS melalui program ini, TFI murni memiliki misi untuk mendukung peningkatan pendidikan di Indonesia dengan memberikan fasilitas-fasilitas dan mengajak para rekannya menjadi volunteer, ikut serta bersama BINUS untuk mewujudkan misinya. TEACH FOR INDONESIA 33 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | TFI menyatakan pencapaian mereka apabila kegiatan yang dilakukan berhasil membantu guru, pengajar, dan anak didiknya, serta memberikan dampak positif bagi pembelajaran mereka. Ini menjadi salah satu pembuktian bahwa tujuan mereka bukanlah profit atau nama/citra, bukan pula publikasi, namun murni melakukan kegiatan sosial untuk meningkatkan sektor pendidikan di Indonesia. TEACH FOR INDONESIA 34 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI IV.1. KESIMPULAN Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh TFI sampai saat ini berdampak cukup baik, namun belum memiliki efek dalam area yang cukup luas. Saat ini diakrenakan keterbatasan dari sumber daya yang dimiliki, maka kegiatan baru dilakuakan mayoritas pada area jakarta raya. kegiatan yang dilakukan pun belum banyak variasinya. Namun, untuk kedepannya, kegiatan yang sudah dilakukan bisa menjadi pondasi bagi penerusnya untuk melakukan peningkatan dan inovasi dari value yang diberikan kepada masyarakat dan stakeholdersnya. IV.2. REKOMENDASI Melihat tantangan bahwa kondisi pendidikan di wilayah ibukota yang padat ini masih kurang baik, BINUS bisa memperluas area jangkauannya ke pinggiran kota, seperti Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Program-program yang bisa dilaksanakan secara intensif dan tepat guna disesuaikan dengan sekolah/komunitas yang dituju. Pengerjaan program ini bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan beberapa organisasi LSM maupun NGO yang memang memiliki visi dan tujuan yang sama, sehingga dengan adanya resource yang lebih besar, maka dampak yang dihasilkan pun akan meningkat lebih luas lagi. Ada beberapa program yang mungkin bisa dijalankan secara jangka panjang, antara lain: 1. Pelatihan guru, untuk meningkatkan kemampuan individual guru agar mereka lebih mudah mendapatkan sertifikasi pemerintah, yang bertujuan juga meningkatkan taraf hidup para guru. Pelatihan ini bisa diadakan secara massal dan berkala disertai dengan evaluasi agar tingkat kemajuan yang diharapkan bisa diukur perkembangannya. 2. Pemberian materi tambahan kepada siswa, terutama SMK, yang umumnya berasal dari kelas ekonomi menengah kebawah dan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Siswa SMK bisa diberikan pelatihan praktek dengan materi yang umumnya diberikan kepada mahasiswa/course dari training center yang telah disesuaikan dengan kurikulum dan kebutuhan industri dewasa ini. Hal ini bisa dilaksanakan dengan bekerja sama dengan pihak sekolah terkait untuk TEACH FOR INDONESIA 35 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | bisa mengintegrasikan program ini kedalam jam sekolah, sehingga pelatihan berkala ini bisa memberikan dampak yang lebih nyata kedepannya. 3. Care for Community. BINUS bisa memberikan aksi-aksi care terhadap komunitas tertentu seperti komunitas lansia di panti jompo, yatim piatu, komunitas cacat, dsb. dimana progam ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan rasa care dan antusiasme dari para volunteer untuk mau berbuat lebih banyak lagi untuk lingkungan sekitarnya. hal ini pun bisa meningkatkan rasa solidaritas mereka sesama volunteer untuk terus memultiplikasi efek dari kegiatan yang sudah mereka lakukan. 4. Meningkatkan internal campaign untuk volunteer dan keberadaan TFI sendiri. Hal yang paling dasar yang perlu dilakukan adalah membangun kesadaran akan keperdulian sosial dari internal BINUS Group sendiri, sehingga kelangsungan jangka panjang dari program ini bisa terus dijaga. BINUS Group melalui internal media dan kegiatan internal lainnya, bisa melakukan internal campaign terhadap seluruh BINUSIAN dan mengajak mereka untuk berpartisipasi dan turut serta memberikan dukungan berupa ide, moril, dan materiil untuk mengembangkan TFI lebih lanjut lagi. Dengan dukungan dari para BINUSIAN yang jumlahnya melebihi 30 ribu orang, maka kami yakin bahwa TFI bisa diangkat ke level yang lebih tinggi lagi untuk memberikan dampak yang lebih luas dan dalam lagi. Program ini kedepannya bisa dikembangkan untuk diimplementasikan diluar pulau jawa dengan memanfaatkan jaringan BINUS yang berada di luar kota, baik itu perwakilan resmi BINUS, maupun jaringan franchise dari BINUS Center yang tersebar di berbagai kota-kota besar di Indonesia. TEACH FOR INDONESIA 36 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | REFERENSI Buku pedoman: Ghillyer. 2012. Business Ethics Now. New York: McGraw-Hill. Situs Resmi: www.teachforindonesia.org, diakses terakhir pada 17 Februari 2012. www.binus.edu, diakses terakhir pada 17 Februari 2012. www.binus.ac.id, diakses terakhir pada 21 Februari 2012. http://www.menegpp.go.id, diakses terakhir pada 17 Februari 2012. Sumber artikel: Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. “Angka Putus Sekolah”.http://www.menegpp.go.id/aplikasidata/index.php?option=com_docman& task=doc_download&gid=294&Itemid=115, diakses 20 Februari 2012. BINUS University International Office. “2012 Korean Government Scholarship Program”. http://web.binus.ac.id/io/News/View.aspx?ID=LhCoYb0EtQfECdqPHGSs%2Fonah 3MjcG%2F4cMv3pPW3G2k%3D&lang=English, diakses 20 Februari 2012. BINUS University Japanese. “Japanese Government Scholarship”. http://japanese.binus.ac.id/about-us/achievements/japanese-governmentscholarship/, diakses 20 Februari 2012. BINUS University Online Learning. “Mahasiswa BINUS Dapatkan Beasiswa Pendidikan Penuh“.http://online.binus.ac.id/News/View.aspx?ID=0c4Tj9oFnCC%2FaSoDgqJK XwU0BhX9ZmZqVzf%2BqF%2F%2BoD0%3D&lang=Indonesia, diakses 20 Februari 2012. BINUS University. “Ratusan Siswa Terima Beasiswa dari BINA NUSANTARA”. http://binus.ac.id/2011/11/ratusan-siswa-terima-beasiswa-dari-bina-nusantara/, diakses 20 Februari 2012. BINUS University Online Learning. “BINUS Hadiri Forum Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama”.http://online.binus.ac.id/News/View.aspx?ID=Pkzvabqkw75JZ8H%2F3lV OHzb%2Bh9pDA4KQOZQQr3ahpG8%3D&lang=Indonesia, diakses 21 Februari 2012. Pemerintah Kabupaten Sleman. “Pundi Amal SCTV dan Binus Tanam Pohon Di Merapi“ http://www.slemankab.go.id/2883/pundi-amal-sctv-dan-binus-tanampohon-di-merapi.slm, diakses 21 Februari 2012. Haryono, Willy. “SCTV - Binus Sepakati Nota Kesepahaman“. http://berita.liputan6.com/ read/288099/sctvbinus_sepakati_nota_kesepahaman, diakses 21 Februari 2012. BINUS University. “INSTITUSI PEMERINTAH”. http://web.binus.ac.id/Tentang.Kami/ Kerjasama/Institusi.Pemerintah/Indonesia, diakses 21 Februari 2012. TEACH FOR INDONESIA 37 BINA NUSANTARA

| TEACH FOR INDONESIA | Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia. “Deklarasi BINUS TFI untuk Indonesia”.http://www.ykai.net/index.php?view=article&id=897:deklarasi-binus-tfiuntuk-indonesia, diakses 21 Februari 2012. TEACH FOR INDONESIA 38 BINA NUSANTARA

Add a comment

Related presentations

Related pages

Teachers’ Questioning in Reading Lessons: A Case Study ...

Teachers’ Questioning in Reading Lessons: A Case Study in Indonesia 81 nence of teaching reading in English in Indonesia is to develop comprehension skills.
Read more

Case studies | The Case Centre, for educators

Information about the range management and business case studies available through The Case ... support the case teacher. ... Indonesia Business Case ...
Read more

Case Studies A - ITCD

return to Case Studies ... Simulations & Questions for Students Case A | Case B | Teaching ... Rational of Indonesian Government and ...
Read more

A National Case Study on Early Childhood: INDONESIA

A National Case Study on Early Childhood: INDONESIA February, ... or Indonesian Kindergarten Teacher’s Association. ... In the case of Indonesia, ...
Read more

Teaching Articles | Asian EFL Journal

... in Rural and Disadvantaged Schools in Indonesia: A Case Study ... of Education in Teaching English: a case study of Shinawatra ... Teaching Articles. 1.
Read more

Transmigration in Indonesia by - UK Teaching Resources - TES

Good basis but more case study material would be helpful to go with this.
Read more

"Teacher professional development in an online learning ...

Recommended Citation. Sari, E. R. (2012). Teacher professional development in an online learning community : a case study in Indonesia. Retrieved from http ...
Read more

Case study - Wikipedia, the free encyclopedia

... offers the following definition of case study: "Case studies are analyses of persons ... teaching case studies have become increasingly popular in ...
Read more

Indonesian Teacher’s Network - Sidney Myer Fund & The ...

Back; About Us An overview of Myer family philanthropy. Our Approach to Philanthropy How we engage with the community. History Sidney Myer’s story and ...
Read more