Statistika dasar

33 %
67 %
Information about Statistika dasar
Education

Published on March 14, 2014

Author: Rfebiola

Source: slideshare.net

STATISTIKA DASAR Disusun oleh : Ratna Febiola ( 06121408023 ) Lidia Chandra dewi (06121408024) Gumarding (06121408026) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Sriwijaya

STATISTIKA DASAR STATISTIK Statistik adalah kumpulan data dalam bentuk angka maupun bukan angka yang disusun dalam bentuk tabel (daftar) dan atau diagram yang menggambarkan atau berkaitan dengan suatu masalah tertentu. Tabel nilai statistika Nilai Frekuensi 5 3 7 6 10 8 Contoh : a. Statistik penduduk adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah penduduk. b. Statistik ekonomi adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah ekonomi. tujuan statistik : 1. mendeskripsikan, menerangkan data mengenai populasi yang diselidiki 2. mengurangi jumlah populasi yang luas kepada ukuran yang lebih pantas untuk dipahami 0 50 100 150 200 250 300 350 400 BanyakPengunjung Hariips matemtika ipa bahasa

3. menetapkan pada kondisi bagaimana suatu hipotesis dapat digunakan atau membantu dalam melakukan sesuatu 4. menyediakan suatu ekstimasi atau model mengenai nilai nilai yang tidak diketahui berdasarkan data yang diselidiki 5. menyediakan suatu ekstimasi mengenai suatu akibat dari suatu hipotesis yang diterima yang digunakan sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan yang akan di jalankan STATISTIKA Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan PERBEDAAN STATISTIKA DESKRIPTIF DAN INFERENSIAL Statistika deskriptif Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna. Pengklasifikasian menjadi statistika deskriptif dan statistika inferensia dilakukan berdasarkan aktivitas yang dilakukan. Statistika deskriptif hanya memberikan informasi mengenai data yang dipunyai dan sama sekali tidak menarik inferensia atau kesimpulan apapun tentang gugus induknya yang lebih besar. Contoh statistika deskriptif yang sering muncul adalah, tabel, diagram, grafik, dan besaran-besaran lain di majalah dan koran-koran. Dengan Statistika deskriptif, kumpulan data yang diperoleh akan tersaji dengan ringkas dan rapi serta dapat memberikan informasi inti dari kumpulan data yang ada. Informasi yang dapat diperoleh dari statistika deskriptif ini antara lain ukuran pemusatan data, ukuran penyebaran data, serta kecenderungan suatu gugus data. Statistika inferensial Statistika inferensial mencakup semua metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data (contoh ) atau juga sering disebut dengan sampel untuk kemudian sampai pada peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan data induknya(populasi). Dalam statistika inferensia diadakan pendugaan parameter, membuat hipotesis, serta melakukan pengujian hipotesis tersebut sehingga sampai pada kesimpulan yang berlaku umum.Metode ini disebut juga statistika induktif, karena kesimpulan yang ditarik didasarkan pada informasi dari sebagian data saja. Pengambilan kesimpulan dari statistika inferensia yang hanya didasarkan pada sebagian data saja sebagian data saja

menyebabkan sifat tak pasti, memungkinkan terjadi kesalahan dalamn pengambilan keputusan, sehingga pengetahuan mengenai teori peluang mutlak diperlukan dalam melakukan metode-metode statistika inferensia. DATA Data adalah kumpulan informasi atau kejadian yang diangkat dari suatu kejadian nyata ( fakta ) dapat berupah angka-angka,simbol-simbol,huruf,suara,gambar ,maupun yang lainnya . MACAM-MACAM DATA MENURUT SUMBER DAN PENGGUNAANNYA: 1. Data Internal Yaitu data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan suatu badan yang dikumpulkan sendiri dan hasil datanya digunakan oleh badan itu sendiri. Contoh: - Data pengeluaran keuangan untuk membayar biaya produksi perusahaan tekstil - Data hasil produksi pabrik mie “sedaap” 2. Data Eksternal Yaitu data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan di luar badan dan data tersebut tidak terdapat dalam aktivitas intern suatu badan. Contoh: - Bagi perusahaan “LG”, data daya beli masyarakat terhadap barang produksinya (seperti TV “Turbo Swing”) adalah data eksternal perusahaan tersebut - Data tingkat kepuasan masyarakat terhadap barang produksi menjadi tolok ukur dalam mengembangkan daerah pemasaran MENURUT CARA MEMPEROLEHNYA: 1. Data Primer Yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu badan secara langsung serta diterbitkan oleh badan itu pula. Contoh: - Sensus penduduk oleh BPS, dihasilkan data primer langsung dari penduduk - Data pengeluaran beras di gudang penyimpanan BULOG 2. Data Sekunder Yaitu data yang dilaporkan oleh suatu badan sedang badan ini tidak secara langsung mengumpulkan sendiri tapi diperoleh dari pihak lain yang telah mengumpulkannya. Contoh:

- Data kenaikan atau penurunan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dari BEJ - Pemeriksaan dan pendataan ulang barang impor di pelabuhan dari pihak bea cukai MENURUT SIFATNYA: 1. Data Kualitatif Yaitu kemungkinan observasi yang tidak dinyatakan dengan angka-angka. Contoh: - Nilai rupiah sangat kuat - Pengangguran dan kemiskinan meningkat tajam 2. Data Kuantitatif Yaitu serangkaian observasi atau pengajaran yang dapat dinyatakan dengan angka- angka. Contoh: - Nilai rupiah Rp 9.250,00 per US$ di akhir tahun 2006 - Jumlah pengungsi akibat banjir di Jakarta sebanyak 1423 jiwa Data kuantitatif terbagi atas: a. Data Diskrit Yaitu data yang hanya mempunyai sejumlah terbatas nilai-nilai. Contoh: - Jumlah mahasiswa di sebuah universitas - Banyaknya masyarakat yang memakai kendaraan roda dua di daerah Purwokerto b. Data Kontinu Yaitu data yang secara teoritis dapat menjalani setiap nilai. Disebut juga nilai pengamatan kuantitatif kontinyu. Contoh: - Pengukuran debit air di bendungan - Pengukuran tingkat curah hujan di daerah Bandung MENURUT WAKTU PENGUMPULAN: 1. Data Cross Section Yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu yang bisa menggambarkan keadaan atau kegiatan pada waktu tersebut. Contoh: - Data jumlah TKI yang meninggal pada tahun 2006 akibat kekerasan menggambarkan kurangnya perlindungan keselamatan TKI di luar negeri - Bencana meluasnya lumpur lapindo menandakan kurang seriusnya pemerintah dalam menangani korban bencana tersebut. 2. Data Time Series Yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu sehingga ada perkembangannya (trend) yang menunjukkan arah secara umum. Garis trend sangat berguna untuk membuat ramalan (forecasting) yang dibutuhkan bagi perencanaan. Contoh: - Data persebaran penduduk di Indonesia dibutuhkan untuk perencanaan transmigrasi sebagai upaya pemerataan jumlah persebaran di tiap daerah

Add a comment

Related presentations

Related pages

STATISTIKA DASAR | Rustanto Rahardi's Blog

RANCANGAN AKTIVITAS TUTORIAL (RAT) Matakuliah : Statistika Dasar Semester : VII Nama Tutor : Drs. Rustanto Rahardi, M.Si Deskripsi Singkat ...
Read more

Mari Belajar: STATISTIK DASAR

Hafalannya., sekilas memang mirip matematika coz banyak angkanya, tp klo d pelajari lebih lanjut, daripada menghitung, statistik dasar jauh lebih banyak ...
Read more

Statistika - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya ...
Read more

KONSEP DASAR STATISTIK - Direktori File UPI

KONSEP DASAR STATISTIK. Hakikat Statistika 1. Asal Kata • Kata statistika berasal dari kata “status” atau “statista” yang berarti negara
Read more