Sistem dokumentasi pelayanan di unit rawat jalan

33 %
67 %
Information about Sistem dokumentasi pelayanan di unit rawat jalan
Education

Published on March 10, 2014

Author: septianraha

Source: slideshare.net

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dibagian rawat jalan akan dibedakan mengenai laporan mengenai pelayanan KIA atau pelayanan ginekologik, begitu juga mengenai pencatatan pelaporan mengenai Keluarga Berencana pun begitu disetiap bagian akan berbeda karena setiap pelayanan memberikan dan membutuhkan data yang berbeda karena kebutuhan yang berbeda. Dari segi pelayanan, data pasien rawat jalan dan pasien rawat dibedakan menjadi dua , yaitu : pasien yang dapat menunggu dan pasien yang segera ditolong. Pasien yang dapat menunggu mendapatkan pelayanan adalah berobat jalan yang datang dengan perjanjian dan pasien yang datang tidak dalam keadaan gawat. Menurut kedatanaganya pasien dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pasien baru dan pasien lama. Pasien baru adalah pasien yang baru pertama kali datang kerumah sakit untuk keperluan pengobatan. Pasien lama adalah pasien yang sebelumnay pernah datang kerumah sakit dapat terjadi karena : dikirim oleh dokter praktek diluar rumah sakit. Dikirim oleh rumah sakit lain, puskesmas atau jenis pelayanan kesehatan lainya atau kemauan sendiri. B. Tujuan 1. Untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan efisien pada semua tim kesehatan yang terlihat, sehingga dapat mencegah tumpah tindih, pengulangan dan kesenjangan dalam pelayanan / asuhan kebidanan. 2. Sebagai sumber informasi bagi setiap petugas kesehatan yang terlibat dalam pelayanan. 3. Sebagai bahan bukti untuk mutu pelayanan dan sekaligus untuk tangung jawab dan tanggung gugat.

2 4. Sebagai sumber data untuk penelitian dan pendidikan. 5. Sebagai dokumentasi yang sah untuk membuktikan bahwa tindakan, obat dan makanan dan sebagainya sedah diberikan sesuai dengan rencana ketentuan yang juga berhubungan dengan penagihan rekening pasien.

3 BAB II PEMBAHASAN A. Prosedur penerimaan pasien rawat jalan 1) Pasien baru Setiap pasien baru diterima ditempat penerimaan pasien dan akan diwawancarai oleh petugas untuk mendapatkan data identitas pasien, hasil anamnesis (keluhan utama, riwayat sekarang, riwayat penyakit yang pernah diderita, riwayat penyakit keluarga), hasil pemeriksaan (fisik, laboratorium, pemeriksaan khusus lainnya), diagnostik dan pengobatan ataupun tindakan. Pencatatan data ini harus diisi selambat-lambatnya 1 x 24 jam setelah pasien diperiksa. Setelah pasien mendapatkan pelayanan yang cukup dari poliklinik, ada mungkin beberapa kelanjutanya, antara lain : 1. Pasien boleh langsung pulang 2. Pasien diminta datang kembali. Pasien diberi slip perjanjian oleh petugas poliklinik untuk datang kembali pada hari dan tanggal yang telah ditetapkan. 3. Pasien dirujuk atau dikirim kerumah sakit lain. 4. Pasien harus dirawat ( menjalani rawat inap) 2) Pasien lama Pasien lama adalah pasien yang datang dengan masalah kesehatan yang sama seperti kunjungan sebelumnya. Pasien lama datang ketempat penerimaan pasien yang telah ditentukan. Kedatangan pasien lama ini dapat dibedakan : 1. Pasien yang datang dengan perjanjian 2. Pasien yang datang dengan tidak dengan perjanjian 3) Pasien gawat darurat Pasien yang datang ke tempat penerimaan gawat darurat yang dibuka selama 24 jam, dimana disini pasien akan lebih dahulu ditolong baru penyelesaiaan administrasinya. Berbeda dengan prodesur pelayanan pasien baru dan pasien lama, pasien gawat darurat ditolong terlebih dahulu.

4 Beberapa kemungkinan kelanjutan dari pasien gawat darurat, antara lain : 1. Pasien bisa langsung pulang 2. Pasien dirujuk dan dikirim ke rumah sakit lain 3. Pasien harus dirawat ( menjalani rawat inap ) B. Sistem Dokumentasi Pelayanan 1. Rawat jalan Dibagian rawat jalan akan dibedakan mengenai laporan mengenai pelayanan KIA atau pelayanan ginekologik, begitu juga mengenai pencatatan pelaporan mengenai Keluarga Berencana pun begitu. setiap bagian akan berbeda karena setiap pelayanan memberikan dan membutuhkan data yang berbeda karena kebutuhan yang berbeda. a. Pasien rawat jalan ada 3 kelompok, yaitu : 1) Pasien baru Setiap pasien baru diiterima ditempatpenerimaan pasien dan akan diwawancarai oleh petugas untuk mendapatkan data identitas pasien, hasil anamnesis (keluhan utama, riwayat sekarang, riwayat penyakit yang pernah diderita, riwayat penyakit keluarga), hasil pemeriksaan (fisik, laboratorium, pemeriksaan khusus lainnya), diagnostik dan pengobatan ataupun tindakan. Pencatatan data ini harus diisi selambat-lambatnya 1 x 24 jam setelah pasien diperiksa. 2) Pasien lama Pasien yang datang untuk melakukan pemeriksaan atau tindakan ulang 3) Pasien gawat darurat Pasien yang datang ke tempat penerimaan gawat darurat yang dibuka selama 24 jam, dimana disini pasien akan lebih dahulu ditolong baru penyelesaiaan administrasinya. b. Tujuan Pencatatan 1) Untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan efisien pada semua tim kesehatan yang terlihat, sehingga dapat mencegah tumpang tindih, pengulangan dan kesenjangan dalam pelayanan atau asuhan kebidanan. 2) Sebagai sumber informasi bagi setiap petugas kesehatan yang terlibat dalam

5 pelayanan. 3) Sebagai bahan bukti untuk mutu pelayanan dan sekaligus untuk tangung jawab dan tanggung gugat. 4) Sebagai sumber data untuk penelitian dan pendidikan. 5) Sebagai dokumentasi yang sah untuk membuktikan bahwa tindakan, obat dan makanan dan sebagainya sudah diberikan sesuai dengan rencana ketentuan yang juga berhubungan dengan penagihan rekening pasien. C. Sistem Dokumentasi Rawat Jalan Pasien di rumah sakit, dapat di katagorikan sebagai pasien poliklinik atau rawat jalan dan pasien rawat inap. Dari segi pelayanan, data pasien rawat jalan di bedakan menjadi dua, yaitu : Pasien yang dapat menunggu dan pasien yang harus segera ditolong. Pasien yang menunggu mendapaykan pelayanan adalah pasien yang berobat jalan yang datang dengan perjanjian dan pasien yang tidak dalam keadaan gawat. Menurut jenis kedatangannya pasien dapat di bedakan menjadi dua, yaitu : pasien lama dan pasien baru Pasien baru adalah pasien yang baru pertama kali datang kerumah sakit untuk keperluan berobat, sedangkan pasien lama adalah pasien yang pernah datang sebelumnya kerumah sakit untuk keperluan berobat. Kedatangan pasien kerumah sakit dapat terjadi karena : dikirim oleh dokter praktek di luar rumah sakit, dikirim oleh rumah sakit lain, puskesmas atau jenis pelayanan lainnya atau bahkan datang dngn kemauan sendiri. D. Prosedur Penerimaan Pasien Rawat Jalan a. Pasien baru Setiap Pasien baru di terima di tempat penerimaan pasien (TTP) dan akan memperoleh nomor pasien yang akan di gunakan sebagai kartu pengenal. Kartu pengenal ini harus dibawa pada setiap kunjungn berikutnya kerumah sakit yang sama, baik sebagai pasien rawat jalan ataupun rawat inap.

6 Setiap pasien baru akan di wawancarai oleh petugas untuk mendapatkan data identitas dan akan diisikan pada formulir ringkasan riwayat klinik. Data dari ringkasan klinik di antaranya berisi : dokter penanggung jawab poliklinik, nomor pasien ( nomor rekam medik ), nama pasien, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, status keluarga, agam dan pekerjaan. Ringkasan riwayat klinik juga di pakai sebagai dasar pembuatan kartu indeks utama pasien ( KIUP ). Setelah pasien mendapatkan pelayanan yang cukup dari poliklinik, ada kemungkinan kelanjutannya, yaitu :  Pasien boleh langsung pulang.  Pasien diminta datang kembali, pasiendiberi slip perjanjian oleh petugas poliklinik untuk datang kembali pada hari dan tanggal yang telah ditetapkan.  Pasien dirujuk atau dikirimkerumah sakit lain.  Pasien harus di rawat ( menjalani rawat inap ) b. Pasien lama Pasien lama adalah pasien yang datang dengan masalah kesehatan yang sama seperti pada kunjungan sebelumnya. Pasien lama langsung datang ke tempat penerimaan ppasien yang telah ditentukan, kedatangan pasien lama ini dapat dibedakan :  Pasien yang datang dengan perjanjian  Pasien yang datang tidak dengan perjanjian  Pasien yang gaat darurat Pasien datang ke tempat penerimaan pasien gawat darurat. TTP untuk pien gawat darurat diberikan pelayanan 24 jam. Berbeda dengan prosedur pelayanan pasien baru dan lama, pasien gawat darurat ditolong terlebih dahulu, penyelesaian administrasi dilakukan setelah pasien gawat darurat mendapat pelayanan yang cukup. Beberapa kemungkinan kelanjutan pasien yang gawat darurat adalah :  Pasien bisa langsung pulang  Pasien dirujuk atau dikirim kerumah sakit lain  Pasien harus dirawat (menjalani rawat inap)

7 BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Pasien di rumah sakit, dapat di katagorikan sebagai pasien poliklinik atau rawat jalan dan pasien rawat inap. Dari segi pelayanan, data pasien rawat jalan di bedakan menjadi dua, yaitu : Pasien yang dapat menunggu dan pasien yang harus segera ditolong. Pasien yang menunggu mendapaykan pelayanan adalah pasien yang berobat jalan yang datang dengan perjanjian dan pasien yang tidak dalam keadaan gawat. Menurut jenis kedatangannya pasien dapat di bedakan menjadi dua, yaitu : pasien lama dan pasien baru Pasien baru adalah pasien yang baru pertama kali datang kerumah sakit untuk keperluan berobat, sedangkan pasien lama adalah pasien yang pernah datang sebelumnya kerumah sakit untuk keperluan berobat. Kedatangan pasien kerumah sakit dapat terjadi karena : dikirim oleh dokter praktek di luar rumah sakit, dikirim oleh rumah sakit lain, puskesmas atau jenis pelayanan lainnya atau bahkan datang dngn kemauan sendiri. B. SARAN Makalah ini masih memiliki berbagai jenis kekurangan olehnya itu kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan.

8 TUGAS : DOKUMENTASI KEBIDANAN DOSEN : FITRIA NINGSIH, S.ST SISTEM PENDOKUMENTASI PELAYANAN RAWAT JALAN DI SUSUN OLEH: 1. FATKHY NURANI 2. FIBRIANTI 3. MARIANI 4. SAFIA 5. SINAR HASRI YAYASAN SOWITE AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA KABUPATEN MUNA 2014

9 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena atas berkat, rahmat dan hidayah-Nya kami bias menyelesaikan makalah ini. Makalah ini kami buat guna memenuhi tugas dari dosen. Makalah ini membahas tentang “SISTEM PENDOKUMENTASI PELAYANAN RAWAT JALAN ”, semoga dengan makalah yang kami susun ini kita sebagai mahasiswa Stip Wuna dapat menambah dan memperluas pengetahuan kita. Kami mengetahui makalah yang kami susun ini masih sangat jauh dari sempurna, maka dari itu kami masih mengharapkan kritik dan saran dari bapak/ibu selaku dosen-dosen pembimbing kami serta temen-temen sekalian, karena kritik dan saran itu dapat membangun kami dari yang salah menjadi benar. Semoga makalah yang kami susun ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita, akhir kata kami mengucapkan terima kasih. Raha, Februari 2014 Penyusun

10 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………….....…........ i DAFTAR ISI ………………………………………………………...... ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……………………………….. ………....................... 1 B. Tujuan.....................................................................................................2 BAB II PEMBAHASAN A. Prosedur penerimaan pasien rawat jalan...................................... 3 B. Sistem Dokumentasi Pelayanan.............................................................. 4 C. Sistem Dokumentasi Rawat Jalan....................................................... 5 D. Prosedur Penerimaan Pasien Rawat Jalan............................................. 6 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ………………………………….........……….................... 8 B. Saran....................................................................................................... 8 DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 9

Add a comment

Related presentations

Related pages

Sistem dokumentasi pelayanan di unit rawat jalan - Education

Alur Pelayanan Rawat Jalan ALUR PELAYANAN DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT Dr. ERNALDI BAHAR PELAYANAN RAWAT JALAN JAMSOSKES PESERTA MEMBAWA : Kartu keluarga (KK ...
Read more

Indah Sari: Sistem Dokumentasi' - sindah60.blogspot.com

Sistem dokumentasi dalam pelayanan rawat jalan dan rawat inap merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan di ... telah memasuki unit pelayanan ...
Read more

SISTEM DOKUMENTASI PELAYANAN RAWAT JALAN DAN INAP ~ BAHAN ...

SISTEM DOKUMENTASI PELAYANAN RAWAT JALAN DAN INAP. 23.21 Rafless bencoolen 1. RAWAT JALAN. a. ... jumlah dan sifatnya harus di dokumentasikan ...
Read more

Sistem dokumentasi rawat jalan dan rawat inap - Documents

Sistem Dokumentasi Rawat Jalan dan Rawat Inap KELOMPOK IV 1. 2. 3. 4. 5. 6. ... Sistem dokumentasi pelayanan di unit rawat jalan
Read more

SISTEM DOKUMENTASI PELAYANAN RAWAT JALAN ... - Bahan Makalah

SISTEM DOKUMENTASI PELAYANAN RAWAT JALAN DAN INAP 1. ... Ada kesalahan di dalam gadget ini Total Tayangan Laman. Arsip Blog 2011 (520)
Read more

MAKALAH SISTEM PENGUMPULAN DATA REKAM MEDIK RUMAH SAKIT ...

sistem dokumentasi pelayanan di unit rawat jalan ( urj / irj ) dan unit rawat inap ( uri ) a. unit rawat jalan.
Read more

Indikator Mutu Rekam Medis - scribd.com

... Jumlah rekam medik Unit Rawat Jalan yang tidak lengkap ... Rekam Medik Merupakan Bukti Dokumentasi Semua Upaya Pelayanan Di Rumah ... Sistem Telusur.
Read more

Unit Rawat Jalan - Scribd

UNIT RAWAT JALAN (URJ ... Hal ini perlu dicatat karena penting untuk membangun jaringan pelayanan kesehatan dalam sistem rujukan di wilayah dimana rumah ...
Read more