advertisement

Sindrom nefrotik

75 %
25 %
advertisement
Information about Sindrom nefrotik
Health & Medicine

Published on March 11, 2014

Author: Mayah_m4y

Source: slideshare.net

advertisement

Sindrom nefrotik adalah suatu manefestasi dari banyak gangguan glomerulus yang ditandai oleh proteinuria, hipoalbuminemia, dan edema, dan kadang-kadang hematuria, hipertensi, dan penurunan laju filtasi glomerulus (Speer, Kathleen Morgan: 2007 hal 179).

Sindrom Nefrotik: Primer (cedera ginjal) Sekunder (penyakit sistemik )

Sekunder: • Infeksi • Keganasan • Penyakit jaringan penghubung • Efek obat dan toksin • Lain-lain Primer: • GN lesi minimal (GNLM) • Glomerulosklerosis fokal (GSF) • GN membranosa (GNMN) • Gn membranoproliferatif (GNMP) • GN proliferatif lain Glomerulonefritis primer atau idiopatik merupakan penyebab sindrom nefrotik yang paling sering

• Sembab ringan: kelopak mata bengkak • Sembab berat: anasarka (penimbunan cairan dalam jaringan tubuh), ascites, pembengkakan skrotum / labia, hidrotoraks, sembab paru. • Kadang-kadang sesak karena hidrotoraks atau diafragma letak tinggi (ascites). • Kadang-kadang hipertensi. Riyadi, Sujono. 2011. Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

• Uji urine • Uji darah • Uji diagnostik (Biopsi ginjal)

• Tirah baring • Pemantauan cairan dengan mengkaji ketidakseimbangan elektrolit, seperti hipokalemia, hiponatremia, dan hypernatremia. • Pemberian nutrisi yang adekuat, yaitu tinggi kalori, tinggi protein dan menurunkan jumlah natrium (mengurangi makanan yang mengandung tinggi natrium). • Pemberian perawatan kulit dengan memandikan anak dengan sering, serta menggunakan bantal penopang untuk menghindari kerusakan pada daerah penonjolan • Penatalaksanaan medis dalam pemberian kortikosteroid, diuretik, dan retriksi natrium.

• Penurunan volume intravaskular (syok hipovolemik) • Kemampuan koagulasi yang berlebihan (trobosis vena) • Gangguan pernafasan (yang berhubungan dengan retensi cairan dan distensi abdomen) • Kerusakan kulit (dari edema berat, penyembuhan buruk) • Infeksi (khususnya selulitis, peritonitis, pneumonia, dan septikemia) • Efek samping terapi steroid yang tak diinginkan • Gagal tumbuh dan keletihan otot (jangka panjang)

1. Kaji tanda-tanda dan gejala kelebihan volume cairan – Edema lokal (periorbital, fasial, genitalia eksternal, abdominal) – Asites dengan ketegangan dan mengilatnya kulit diatas abdomen (kaji lingkar abdomen) – Penambahan berat badan – Penurunan haluaran urin – Urin gelap, berbusa – Anasarka (edema berat, merata) – Kongesti paru, peningkatan usaha bernafas, efusi pleura, edema paru

2. Kaji adanya tanda-tanda ketidakseimbangan elektrolit. – Kaji tanda-tanda hipokalemi – Kardivaskular: aritmia, pendataran gelombang T, penurunan segmen ST, pelebaran QRS, peningkatan interval PR, irama gallop, peningkatan atau penurunan denyut jantung, hipotensi. – Sistem saraf pusat (SSP) dan musculoskeletal: apati, mengantuk, kelemahan otot, kram otot, hiporefleksia – Kaji tanda-tanda hiponatremi akibat penggunaan diuretik. – SSP: apati, kelemahan, pusing, letargi, ensefalopati, kejang – Kardiovaskular: hipotensi – Gastrointestinal (GI): mual, kram abdomen – Kaji tanda-tanda hipernatremi akibat hemokonsentrasi – SSP: disorientasi, kedutan otot, letargi, iritabilitas – GI: sangat haus, membran kering, mual, dan muntah – Lain-lain: kulit kering dan kemerahan, peningkatan suhu, oliguria

3. Kaji adanya kehilangan protein dan status nutrisi. – Pantau protein serum dan ekskresi protein urine – Kaji nafsu makan dan asupan nutrisi – Kaji tanda-tanda memanjangnya hipoalbuminemia: garis-garis putih (Muehrcke) parallel pada lunula – Kaji adanya pucat – Kaji iritabilitas nonspesifik, kelemahan, keletihan

4. Kaji efek samping dari pemberian obat. – Steroid (gambaran chusing, hiperglikemia, infeksi, hipertensi, obesitas, perda rahan GI, retardasi pertumbuhan, demineralisasi tulang, katarak) – Agens pengalkilasi (leukopenia, disfungsi gonad, sterilitas) – Diuretik (penurunan volume intravaskular, pembentukan thrombus, ketidakseimbangan elektrolit) 5. Kaji tanda-tanda penurunan fungsi kardiovaskular (hipotensi, hipertensi, syok, gagal jantung kongestif, disritmia jantung, deficit volume cairan). – Tekanan darah (hipotensi atau hipertensi) – Denyut dan irama jantung (takikardi, aritmia) – Perfusi distal (nadi, pengisian kembali kapiler, suhu, warna) – Hipertrofi ventrikel kiri (aritmia, peningkatan ukuran

6. Kaji tanda-tanda ketidakefektifan pola pernapasan dan infeksi paru. – Frekuensi dan pola pernapasan (takipnea, pola tidak teratur) – Penggunaan otot-otot tambahan (retraksi, mengangkat bahu) dan pengembangan cuping hidung – Perlunya duduk tegak atau peninggian kepala tempat tidur – Bunyi nafas abnormal (bising, ronki, penurunan bunyi nafas pada lobus bawah – Radiografi dada abnormal – Sianosis, penurunan saturasi oksigen – Asidosis respiratorik

7. Kaji tanda-tanda infeksi. – Demam – Peningkatan hitung sel darah putih – Hasil kultur positif (sekresi paru, urine, darah, atau cairan tubuh lain) – Tanda-tanda selulisitis: pembengkakan lokal, kemerahan, nyeri tekan – Tanda-tanda pneumonia – Tanda-tanda peritonitis: merah, nyeri tekan abdomen – Septicemia/syok septik 8. Kaji tanda-tanda kerusakan kuulit dari edema berat 9. Kaji tingkat kenyamanan dan kemampuan anak untuk menoleransi aktivitas. Atasi kekhawatiran dan ketakutan anak dan keluarga yang berkaitan dengan penyakit dan perubahan citra tubuh.

10. Kaji respons koping anak dan keluarga terhadap penyakit. – Kaji fungsi keluarga yang berkaitan dengan iritabilitas anak dan perubahan alam perasaan – Kaji koping yang berkaitan dengan perubahan citra tubuh dari edema berat dan pucat – Kaji respons anak dan keluarga terhadap tirah baring dan pembatasan aktivitas

Diagnosa Keperawatan • Kelebihan volume cairan b.d proses penyakit • Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b.d penyakit • Nyeri akut b.d agen cedera fisik • Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d hipertensi • Resiko infeksi b.d imunosupresi • Resiko kerusakan integritas kulit b.d edema dan imobilitas

Diagnosa Keperawatan NOC NIC Kelebihan volume cairan b.d proses penyakit Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam anak tidak memperlihatkan tanda-tanda kelabihan volume cairan, dengan indikator: 1) Terbebas dari edema, efusi, anasarka 2) Haluaran urine 1-2 ml/kg/jam. 3) Anak akan mempertahankan keseimbangan cairan-elektrolit dan asam-basa dalam batas yang tepat Pantau dan pertahankan keseimbangan cairan. Aktivitas keperawatan: 1. Kaji status hidrasi secara sering 2. Pantau asites dengan memantau lingkar abdomen 3. Pantau area edema secara ketat, laporkan perubahan sesuai indikasi 4. Ukur dan catat berat badan setiap hari, laporkan perubahan sesuai indikasi 5. Catat asupan dan haluaran secara akurat 6. Berikan diuretik sesuai program dan kaji keefektifannya 7. Ganti cairan yang hilang karena adanya perpindahan cairan intestinal 8. Pantau jenis dan kecepatan pemberian cairan untuk menghindari kelebihan cairan dan edema serebral saat mempertahankan volume sirkulasi yang adekuat 9. Tingkatkan tirah baring selama periode edema berat dan periode kehilangan berat badan cepat selama diuresis 10. Lakukan pengukuran untuk mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit sesuai indikasi

Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b.d penyakit Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam anak mengalami peningkatan asupan nutrisi, dengan indikator: 1. Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi 2. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi 3. Mengkonsumsi makanan, sekurang-kurangnya 80% porsi makanan setiap kali makan 4. Pertumbuhan optimal 5. Perkembangan optimal. Beri dorongan dan dukung asupan dan status nutrisi yang sesuai. Aktivitas keperawatan: 1. Pantau nafsu makan dan asupan nutrisi secara kontinu 2. Hitung kalori lengkap dan tapis nutrisi sesuai indikasi 3. Berikan diet tinggi kalori dan protein 4. Turunkan asupan natrium (hindari makanan yang mengandung tinggi natrium, diet tanpa tambahan garam) 5. Hindari pembatasan garam yang berlebihan atau makanan yang terlalu banyak mengandung protein, karena mungkin tidak disukai anak dan/atau dapat menimbulkan masalah paradoksikal 6. Izinkan anak memilih diet sebanyak mungkin, berikan makanan kesukaan anak sesuai yang diperbolehkan 7. Berikan makanan dalam jumlah sedikit dengan cara yang menarik 8. Berikan dukungan kepada keluarga dalam memberikan suasana yang tenang, santai selama waktu makan (hindari makan dengan tekanan atau kejadian yang mengganggu) 9. Pertimbangkan pemberian makan intravena, nasogastric, atau nasojejunal jika klien tidak dapat mempertahankan status nutrisi yang tepat 10. Lakukan kolaborasi dengan ahli nutrisi klinis sesuai indikasi

Nyeri akut b.d agen cedera fisik Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam didapatkan status tingkat kenyamanan optimal, dengan indikator: 1. Anak akan mempertahankan tingkat kenyamanan yang optimal dan melakukan koping terhadap penyakit Pantau nyeri dan berikan tindakan penghilang nyeri sesuai kebutuhan. Aktivitas keperawatan: 1. Bantu anak untuk menemukan posisi yang nyaman 2. Berikan analgesik sesuai kebutuhan 3. Gunakan metode pengurangan nyeri nonfarmakologis bila diperlukan 4. Evaluasi kembali keefektifan tindakan pengurangan nyeri secara kontinu Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d hipertensi Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam didapatkan status perfusi jaringan perifer normal, dengan indikator: 1. Tekanan darah sesuai usia 2. Tidak ada sakit kepala dan kejang 3. Waktu pengisian kembali kapiler selama 3-5 detik 1. Pantau tekanan darah anak setiap 4 jam 2. Lakukan kewaspadaan serangan kejang berikut: 3. Beri obat-obatan antihipertensi, sesuai program

Resiko infeksi b.d imunosupresi Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam anak tidak mengalami infeksi, dengan indikator: 1. Infeksi tidak ada 2. Suhu tubuh kurang dari 37,8oC 3. Tidak ada drainase purulent, batuk, dan nyeri tenggorok. 1. Jangan izinkan seorang pun yang mengidap infeksi akut untuk mengunjungi anak 2. Beri obat antibiotik, sesuai program 3. Pantau anak setiap hari untuk deteksi tanda serta gejala infeksi, termasuk batuk, demam, hidung tersumbat, drainase purulent, dan nyeri tenggorok. Resiko kerusakan integritas kulit b.d edema dan imobilitas Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam anak tidak memperlihatkan tanda atau gejala kerusakan kulit, dengan indikator: 1. Tidak ada kemerahan 2. Tidak ada iritasi 3. Tidak ada kelelahan otot 1. Bantu anak mengubah posisi tubuhnya setiap 2 jam 2. Lakukan perawatan kulit yang tepat, termasuk mandi harian dengan menggunakan sabun pelembab, masase, pengubahan posisi, dan penggantian linen serta pakaian kotor 3. Kaji kulit anak untuk melihat bukti iritasi dan kerusakan seperti kemerahan, edema, dan abrasi, setiap 4-8 jam 4. Topang atau tinggikan area-area yang mengalami edema, seperti lengan, tungkai, dan skrotum, dengan menggunakan bantal atau linen tempat tidur. Gunakan bedak untuk area ini 5. Tingkatkan jumlah aktivitas anak, seiring edema mereda

Discharge Planning • Proses penyakit: termasuk perkiraan perkembangan klinis dan tanda-tanda kekambuhan • Pengobatan: dosis, rute, jadwal, efek samping, dan komplikasi • Nutrisi: ikuti petunjuk diet tinggi protein, rendah garam • Pencegahan infeksi: hindari vaksinasi virus hidup dan kondisi lain yang dapat mengarah pada infeksi saat menerima steroid atau terapi imunosupresif dosis tinggi. • Perawatan kulit: kaji kerusakan, cegah kerusakan • Penatalaksanaan nyeri: lakukan tindakan pengurangan nyeri nonfarmakologis dan berikan analgesik • Aktivitas: batasi bila diperlukan , tingkatkan pengembalian aktivitas ke normal seiring penyembuhan gejala. • Perawatan tindak lanjut: berikan sesuai indikasi

Add a comment

Related presentations

Related pages

Nephrotic syndrome - Wikipedia, the free encyclopedia

Nephrotic syndrome has many causes and may either be the result of a glomerular disease that can be either limited to the kidney, called primary nephrotic ...
Read more

sindrom nefrotik

sindrom nefrotik - Free download as PDF File (.pdf), Text file (.txt) or read online for free. sindrom nefrotik
Read more

Sindrom Nefrotik, Rusaknya Pembuluh Darah dalam Organ ...

Sindrom nefrotik merupakan suatu jenis gangguan yang menyerang organ ginjal. Ini bukan suatu penyakit, melainkan menjadi pertanda bahwa organ ginjal Anda ...
Read more

Sindrom Nefrotik - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter

Sindrom nefrotik adalah gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein di dalam urine. Meski jarang terjadi, sindrom ...
Read more

SINDROM NEFROTIK - Scribd

SINDROM NEFROTIK - Free download as Powerpoint Presentation (.ppt / .pptx), PDF File (.pdf), Text file (.txt) or view presentation slides online. fk
Read more

Sindrom Nefrotik Pada Anak | Info Kesehatan

Sindrom nefrotik pada anak dibagi menjadi sindrom nefrotik yang masih sensitive terhadap steroid dan yang sudah resisten terhadap steroid, Karena, respon ...
Read more

SINDROM NEFROTIK ANAK - Scribd - Read Unlimited Books

SINDROM NEFROTIK. I. PENDAHULUAN Sindrom nefrotik, adalah salah satu penyakit ginjal yang sering dijumpai pada anak, merupakan suatu kumpulan gejala-gejala ...
Read more