advertisement

Sekelumit tentang Keadaan Sosial Ekonomi Jawa Timur

44 %
56 %
advertisement
Information about Sekelumit tentang Keadaan Sosial Ekonomi Jawa Timur
Education

Published on March 3, 2014

Author: msuharsa

Source: slideshare.net

Description

Sekelumit tentang Keadaan sosial Ekonomi Jawa Timur 2012 - 2013 ditinjau dari beberapa indikator statistik.
advertisement

SEKELUMIT TENTANG KEADAAN SOSIAL EKONOMI JAWA TIMUR Disampaikan oleh: Muhamad Suharsa, SST., M.Si. Statistisi Muda BPS Provinsi Jawa Timur E-mail: msuharsa@bps.go.id Pada kegiatan: Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Data Hasil Pembangunan Triwulan 4 di Jawa Timur Hotel Prime Royal – Surabaya 27 Februari 2014

Penduduk: adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan untuk menetap.

Jumlah Penduduk Jawa Timur, 1800 - 2013 Laki-laki + Perempuan LPP 1802 1 267,7 - 1815 1 629,6 - 1860 4 532,7 - 1890 8 551,3 - 1900 10 281,5 - 1920 12 470,1 - 1930 14 810,7 - 1961 21 823,0 - 1971 25 517,0 - 1980 29 188,9 - 1990 32 504,0 - 2000 34 783,6 Tahun Laki-laki Perempuan 2010 18 512,6 19 053,2 37 565,8 0,76 2011 18 655,5 19 185,2 37 840,7 0,73 2012 18 793,0 19 313,6 38 106,6 0,70 2013 18 925,1 19 438,1 38 363,2 0,67 2014 19 051,6 19 588,6 38 610,2 0,64 2015 19 172,4 19 672,5 38 847,6 0,61

Paremeter dan Target Parameter Fertilitas 2010 - 2015 Parameter Fertilitas 2010 2015 TFR 2,0 2,0 GRR 1,0 1,0 NRR 1,0 0,9 CBR 16,4 15,1 Jumlah Kelahiran (000) 617,6 585,0

Paremeter dan Target Parameter Mortalitas 2010 - 2015 Parameter Fertilitas 2010 2015 E0 Laki-laki 68,0 68,8 E0 Perempuan 71,9 72,7 E0 L+P 69,9 70,7 IMR Laki-laki 31,2 27,9 IMR Perempuan 21,8 19,8 IMR L+P 26,6 24,0 CDR 8,1 8,2 304,7 317,4 Jumlah Kematian (000)

Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia, 2010 – 2013 97.16 97.24 97.30 97.36 97 98 Terdapat atau orang laki-laki untuk setiap 100 orang penduduk perempuan 2010 2011 2012 2013

Angka Beban Ketergantungan, 2010 – 2013 100 46.09 45.69 45.26 44.85 Setiap orang penduduk usia produktif (15 - 64 tahun) menanggung 44 - 45 2010 2011 2012 2013 sekitar orang penduduk usia non produktif (0 – 14 tahun dan 65 tahun ke atas).

Persentase Penduduk Berumur 7 – 12, 13 – 15 dan 16 – 18 Tahun Terhadap Total Penduduk, 2012 10.93 10.09 Bagaimana dengan 4.56 7 - 12 5.13 13 - 15 Perempuan 4.53 4.79 16 - 18 Laki-laki Partisipasi Sekolah-nya???

92.12 92.73 93.18 93.52 78.30 92.68 93.15 77.78 74.69 71.30 71.55 74.35 APM SMA/ SMK/MA Paket C Perkotaan Perdesaan Perempuan Perkotaan + Perdesaan Perkotaan Perdesaan Perempuan Laki-laki 60.21 Perkotaan + Perdesaan Laki-laki 62.00 51.13 APM SD/MI/Paket A 43.12 Perkotaan APM SMP/MTs/Paket B 44.32 Perdesaan Perempuan 53.08 Perkotaan + Perdesaan Laki-laki

Bekerja: Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lau. Kegiatan termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam sutau usaha/kegiatan ekonomi. Penganggur Terbuka, terdiri atas:  Mereka yang tak punya pekerjaan dan mencari pekerjaan.  Mereka yang tak punya pekerjaan dan mempersiapkan usaha.  Mereka yang tak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.  Mereka yang sudah punya pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja.

Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut Kegiatan Utama, 2011 – 2013 (Ribu Orang) 2011 Jenis Kegiatan Utama/ Indikator Ketenagakerjaan Februari (1) 2012 (6) 1. Angkatan Kerja (AK) - Bekerja - Penganggur 2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 3. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2013 Februari Agustus Februari (4) (5) Agustus (6) 20.252 19.761 19.831 19.901 20.096 20.137 19.406 18.940 19.012 19.081 19.291 19.266 846 821 819 819 804 871 71,39 69,49 69,55 69,62 70,12 69,92 4,18 4,16 4,14 4,12 4,00 4,33 11

Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2011 – 2013 (Ribu Orang) Lapangan Pekerjaan Utama 2011 2012 2013 Agustus Februari Agustus Februari Agustus (2) (3) (4) (5) (6) Pertanian 7.520,07 7.683,22 7.472,20 7.378,05 7.214,22 Industri Pengolahan 2.665,47 2.591,64 2.834,94 2.851,50 2.774,50 Konstruksi 1.158,53 1.036,72 1.251,74 1.224,94 1.046,96 Perdagangan Transportasi, Pergudangan & Komunikasi Jasa Kemasyarakatan 3.908,29 3.869,95 3.834,31 4.007,99 4.047,44 709,84 664,20 674,37 601,76 674,88 2.458,84 2.659,89 2.492,98 2.631,61 3.010,92 519,30 506,610 521,46 595,51 497,53 19.012,23 19.081,99 19.291,37 19.266,46 (1) Lainnya *) Jumlah 18.940,34

TPAK dan TPT Penduduk Jawa Timur Berumur 15 tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin,2013 90.00 TPAK 80.00 70.00 60.00 50.00 2010 2011 Perempuan 2012 2013 Laki-laki 6.00 5.00 4.00 Saat ini LEBIH BANYAK perempuan terjun ke pasar tenaga kerja namun daya serap lapangan kerja masih RELATIF RENDAH 3.00 2.00 2010 2011 Perempuan 2012 Laki-laki 2013 TPT

Persentase Penduduk Jawa Timur Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jenis Kelamin dan Lapangan Pekerjaan Utama, 2013 61.48 57.52 38.52 42.48 Pertanian Industri Perempuan 44.90 50.62 55.10 49.38 Perdagangan Jasa Laki-laki

Persentase penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja menurut Jenis Kelamin dan Status Pekerjaan Utama, 2013 26.94 57.50 74.48 63.34 73.57 73.06 42.50 25.52 1 36.66 2 Perempuan 3 26.43 4 Laki-laki 5 Keterangan: 1. Berusaha sendiri 2. Berusaha dengan dibantu buruh 3. Pegawai/buruh/karyawan 4. Pekerja Bebas 5. Pekerja keluarga/tak dibayar

Persentase penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja menurut Jenis Kelamin dan Jenis Pekerjaan, 2013 46.41 56.37 45.36 53.79 62.05 65.58 90.51 53.59 94.29 43.63 54.64 46.21 37.95 34.42 9.49 1 2 5.71 3 4 Perempuan 5 6 Laki-laki 7 8 Keterangan: 1. Tenaga profesional, teknisi, dan sejenisnya 2. Tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan 3. Tenaga tata usaha dan yang sejenis 4. Tenaga usaha penjualan 5. Tenaga usaha jasa 6. Tenaga usaha pertanian, kehutanan, perburua n, dan perikanan 7. Tenaga produksi, operator alat angkutan, dan pekerja kasar 8. Lainnya

Rata-rata Upah/Gaji Bersih (Rupiah) Buruh/Karyawan Menurut Jenis Kelamin, 2012 – 2013 (dalam Ribuan Rupiah) 1,622.6 1,452.5 1246.3 1082.8 Rata-rata upah/gaji bersih buruh/karyawan perempuan LEBIH RENDAH dari buruh/karyawan laki-laki 2012 Perempuan 2013 Laki-laki

DEFINISI UMUM KEMISKINAN • Kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang, tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. • Hak-hak dasar antara lain: – terpenuhinya kebutuhan pangan, – kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumberdaya alam dan lingkungan hidup, – rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan – hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik KEMISKINAN ADALAH MASALAH MULTI DIMENSIONAL. Sulit mengukurnya perlu kesepakatan “pendekatan pengukuran” yg dipakai.

2. DATA KEMISKINAN MAKRO      Konsep: Kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach) Didasarkan pada Garis Kemiskinan: Makanan (2100 kkal per kapita perhari ) + Non Makanan Sumber data: Susenas (sample) Data menunjukkan jumlah dan persentase penduduk miskin di setiap daerah berdasarkan ESTIMASI Berguna untuk perencanaan dan evaluasi program kemiskinan dengan target geografis Tidak dapat menunjukkan siapa dan dimana alamat penduduk miskin sehingga tidak operasional di lapangan

KONSEP KEMISKINAN MAKRO Konsep yang dipakai BPS dan juga beberapa negara lain adalah kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach) “ Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan (diukur dari sisi pengeluaran)” Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita perbulan di bawah Garis Kemiskinan.

● ● ● Tidak Miskin Garis Kemiskinan: Visual ● ● ● ● Hampir Miskin ● Miskin ●B ● Sangat Miskin (kronis) ●A ● ● Garis Kemiskinan

INDIKATOR KEMISKINAN Headcount Index: Indeks Kedalaman Kemiskinan/ Poverty Gap Index • mengukur persentase penduduk miskin terhadap total penduduk • merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin thd garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan. Indeks Keparahan • semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran diantara Kemiskinan/ Poverty penduduk miskin Severity Index Ukuran tingkat kemiskinan: Formula Foster –Greer- Thorbecke [FGT]

Banyak penduduk yang hidup di sekitar garis kemiskinan nasional. Mereka tidak tergolong miskin tetapi sangat rentan terhadap kemiskinan. KONSEKWENSINYA? 49,0% penduduk hidup dibawah 2 US$ PPP per hari 16,7% penduduk hidup dibawah GK Nas (1,55 US$ PPP per hari) (Maret 2007) 7,4% penduduk hidup dibawah 1 US$ PPP per hari NOTE:PPP masih dihitung dengan tahun dasar lama

MENGAPA ANGKA KEMISKINAN BPS BERBEDA DENGAN ANGKA KEMISKINAN WORLD BANK? • Untuk membandingkan angka kemiskinan antar negara, World Bank menghitung garis kemiskinan dengan menggunakan estimasi konsumsi yang di konversi kedalam US$ PPP (Purchasing Power Parity/ paritas daya beli), bukan nilai tukar US$ resmi • Angka konversi PPP menunjukkan banyaknya rupiah yang dikeluarkan untuk membeli sejumlah kebutuhan barang dan jasa di mana jumlah yang sama tersebut dapat dibeli seharga US$1 di Amerika. • Angka konversi ini dihitung berdasarkan harga dan kuantitas di masing-masing negara yang dikumpulkan dalam suatu survei yang biasanya dilakukan setiap lima tahun sekali

Garis Kemiskinan dan Persentase Penduduk Miskin di Indonesia, 2006 (BPS dan World Bank) Sumber BPS Garis Kemiskinan Garis Kemiskinan Persentase per Hari per Bulan Penduduk Miskin Rp. 151.997,- 17,8 US$1 PPP ≈ Rp. 3.240,60,World Bank Rp. 5.066,57,≈ US$1.55 PPP ≈ Rp. 97.218,- 7,4 US$2 PPP ≈ Rp. 6.481,30,- ≈ Rp. 194.439,- 49,0 Sumber: BPS dan World Bank (Making the New Indonesia Work for the Poor, 2006) Note: Tabel diatas dihitung dengan PPP1993. Sekarang diupdate dengan PPP 2005. US$ 1 PPP≈ Rp. 5763.

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Jawa Timur Menurut Daerah Tempat Tinggal, Sept’ 2012 – Sept’ 2013 Jumlah Penduduk Miskin (ribuan) Tahun Persentase Penduduk Miskin (%) Kota Desa K+D Kota Desa K+D Sept’ 2012 1.605,96 3.354,58 4.960,54 8,90 16,88 13,08 Maret 2013 1.550,46 3.220,80 4.771,26 8,57 16,15 12,55 Sept’ 2013 1.622,03 3.243,79 4.865,82 8,90 16,23 12,73 Perubahan Sept’12-Sept13 16,07 -110.79 -94,72 0,00 -0,65 -0.35 Perubahan Mar13-Sept13 71,57 22.99 94,56 0,33 0,08 0.18

Perkembangan Persentase Penduduk Miskin di Jawa Timur Tahun 2005 - 2013 25 21,09 19,98 19,95 18,51 20 16,68 Persentase 15,26 15 14,23 13,85 13,40 13,08 12,55 12,73 10 5 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Mar 2011 Sept 2011 Mar 2012 Sept 2012 Mar 2013 Sept 2013 27

Garis Kemiskinan di Jawa Timur Menurut Komponen, Maret 2013- September 2013 Garis Kemiskinan (Rp/Kap/Bulan) Sumbangan Garis Kemiskinan (%) Tahun Makanan Bukan Makanan Total Makanan Bukan Makanan Total Maret 2013 188.306 69.205 257.510 73,13 26,87 100 Sept’ 2013 201.683 72.075 273.758 73,67 26,33 100 Perubahan (%) 7,10 4,15 6,31 - - -

Garis Kemiskinan di Jawa Timur Menurut Daerah dan Komponen, Maret 2013- September 2013 Garis Kemiskinan (Rp/Kap/Bulan) Kota Tahun Desa Makanan Bukan Makanan Total Makanan Bukan Makanan Total Maret 2013 187.350 77.853 265.209 189.172 61.358 250.530 Sept’ 2013 200.620 78.033 278.653 202.651 66.643 269.294 Perubahan (%) 7,08 0,23 5,07 7,13 8,61 7,49

Komoditi Makanan yang Memberi Pengaruh Besar Pada Kenaikan Garis Kemiskinan (September 2013) Komoditi Perkotaan (%) Perdesaan (%) 1.Beras 37,51 39,31 2.Rokok kretek filter 14,99 11,60 3.Gula Pasir 4,96 5,22 4.Tempe 4,74 4,62 5.Tahu 4,14 4,05

Komoditi Bukan Makanan Yang Memberi Pengaruh Besar Pada Kenaikan Garis Kemiskinan (September 2013) Komoditi Perkotaan (%) Perdesaan (%) 1.Bensin 18,50 22,25 2.Listrik 10,92 9,45 3.Pakaian jadi anak-anak 9,87 7,51 4.Pakaian jadi laki-laki dewasa 7,41 7,25 5.Pakaian jadi perempuan dewasa 6,77 6,67

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Jawa Timur menurut Daerah, Maret 2013 – September 2013 Tahun Kota Desa Kota+Desa Maret 2013 1,31 2,32 1,84 September 2013 1,42 2,66 2,07 Maret 2013 0,33 0,52 0,43 September 2013 0,34 0,66 0,50 P1 P2

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur dan Nasional Tahun 2008 - 2013 8.00 7.22 6.68 7.00 6.00 7.27 5.94 6.01 6.22 6.55 6.49 6.26 5.78 5.01 5.00 4.63 4.00 3.00 2008 2009 2010 Jawa Timur 2011 Nasional 2012 2013

 PDRB Jawa Timur kumulatif triwulan I-IV tahun 2013 atas dasar harga Rp 1.136,33 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp 419,43 triliun. berlaku mencapai  Secara Kumulatif (Triwulan I-IV) tahun 2013 SEMUA sektor ekonomi tumbuh.  Pertumbuhan Tertinggi Selama Tahun 2013: Pengangkutan dan Komunikasi (10,43 persen) Bangunan (9,08 persen) Perdagangan, Hotel, dan Restoran (8,61 persen)

Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Jawa Timur Menurut Lapangan Usaha Januari-Desember Tahun 2013 (persen)

PDRB Jawa Timur Menurut Lapangan Usaha ADHB dan ADHK 2000 Triwulan IV dan Januari-Desember Tahun 2013 (Miliar Rupiah)

PDRB Jawa Timur Menurut Penggunaan ADHB dan ADHK 2000 Triwulan IV dan Januari - Desember 2013 (Miliar Rupiah) Komponen Penggunaan (1) 1. Konsumsi Rumahtangga Atas Dasar Harga Berlaku Trw IV 2013 Jan - Des 2013 (2) (3) Atas Dasar Harga Konstan Trw IV 2013 Jan - Des 2013 (5) (6) 204.940,10 765.998,23 76.465,10 294.177,19 1.812,34 6.885,73 678,97 2.643,85 3. Konsumsi Pemerintah 21.954,88 75.373,62 7.628,44 26.821,60 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 61.398,44 224.397,53 20.278,03 76.018,81 5. Perubahan Inventori (7.015,49) 9.943,04 (2.779,71) 3.906,60 6. Ekspor Barang dan Jasa 158.745,20 585.517,21 56.628,07 213.783,61 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 146.210,75 531.788,49 52.874,73 197.923,20 295.624,71 1.136.326,87 106.024,16 419.428,45 2. Konsumsi Lbg Swasta Nirlaba PDRB

Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Jawa Timur Menurut Penggunaan Januari – Desember Tahun 2013 (persen) Komponen Penggunaan (1) Jan-Des Sumber Trw IV 2013 Sumber Trw IV 2013 thd Sumber 2013 Thd Pertumbu Thd trw IV 2012 Pertumbuhan trw III 2013 Pertumbuhan Jan-Des han (y-on-y) (y-on-y) (q-to-q) (q-to-q) 2012 (c-to-c) (c-to-c) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Konsumsi Rumahtangga 8,20 5,81 2,37 1,66 7,38 5,14 2. Konsumsi Lbg Swasta Nirlaba 4,12 0,03 1,68 0,01 4,15 0,03 3. Konsumsi Pemerintah 2,93 0,22 6,67 0,45 2,27 0,15 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 7,66 1,44 5,30 0,95 6,67 1,21 5. Perubahan Inventori 64,92 -1,10 -307,19 -3,85 -41,76 -0,71 6. Ekspor Barang dan Jasa 5,25 2,83 4,94 2,49 6,47 3,30 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 6,05 3,02 5,54 2,59 5,38 2,57 PDRB 6,21 6,21 -0,89 -0,89 6,55 6,55

 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI): Salah satu indeks yang mengukur tentang tingkat pembangunan manusia yang diukur dari tiga indikator, yaitu: kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan  Indeks Ketimpangan Gender (IKG) atau Gender Inequality Index (GII): Salah satu indeks yang menggambarkan ketimpangan gender dalam tiga dimensi, yaitu: kesehatan, reproduksi, dan pemberdayaan perempuan

 Indeks Pembangunan Gender (IPG) atau Gender Development Index (GDI): Sama seperti IPM tetapi komponen pembentuknya dibedakan menurut jenis kelamin sehingga dapat menjelaskan perbedaan pencapaian antara laki-laki dan perempuan  Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) atau Gender Empowerment Measure (GEM): Salah satu indeks yang digunakan untuk mengukur persamaan peranan antara perempuan dan laki-laki dalam pengambilan keputusan di bidang politik maupun di bidang manajerial

 Indikator untuk mengukur IPM:  Angka Harapan Hidup / Expected of Life (e0)  Angka Harapan Lama Sekolah / Expected Years of Schooling (EYS)  Rata-rata Lamanya Sekolah / Mean Years of Schooling (MYS)  Pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan / Purchasing Power Parity (PPP)

 Nilai IKG berkisar 0 sampai dengan 1  berkisar 0 berarti lakilaki dan perempuan memiliki kehilangan kesempatan yg sama; berkisar 1 berarti perempuan lebih banyak kehilangan kesempatan dibanding laki-laki  Indikator untuk mengukur IPM:  Tingkat Kematian Ibu / Maternal Mortality Rate (MMR)  Tingkat Kesuburan Remaja / Adolescent Fertility Rate  Indikator untuk mengukur IDG:  Proporsi kursi di parlemen yang dipegang oleh laki-laki atau perempuan  Pencapaian pendidikan menengah dan tinggi oleh perempuan ataupun laki-laki

Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Timur Tahun 2008 - 2012 71,06 71,62 2009 2010 72,18 72,83 70,38 2008 2011 2012

Data tentang Pembangunan Manusia Berbasis Gender di Jawa Timur

Sekian dan Terima Kasih Informasi terkait proyeksi penduduk 2010 – 2035, dapat dilihat di: http://demografi.bps.go.id/proyeksi Untuk informasi tentang data statistik Jawa Timur silahkan kunjungi: http://jatim.bps.go.id

Add a comment

Related presentations

Related pages

Sekelumit tentang Keadaan Sosial Ekonomi Jawa Timur ...

Sekelumit tentang Keadaan sosial Ekonomi Jawa ... 2013 ditinjau dari beberapa indikator statistik. Sekelumit tentang Keadaan sosial Ekonomi Jawa Timur ...
Read more

Sekelumit tentang Social Progress Index - Education

Sekelumit tentang Keadaan Sosial Ekonomi Jawa Timur Sekelumit tentang Keadaan sosial Ekonomi Jawa Timur 2012 ...
Read more

Muhamad Suharsa - HubSlide

Sekelumit tentang Keadaan Sosial Ekonomi Jawa Timur Sekelumit tentang Keadaan sosial Ekonomi Jawa Timur 2012 -... 6 months ago. Education.
Read more

Catatan si Wiro Sableng: Sekelumit tentang bali old story

Sekelumit tentang bali ... dapat dilepaskan dari perkembangan aspek-aspek sosial ekonomi ... Teguh di Jawa Timur. Keadaan demikian ...
Read more

Sekelumit Pikiran dari Mutya: Resensi Buku: "Kebudayaan ...

Sekelumit Pikiran dari Mutya. Nullius ... Medang a.k.a Mataram Kuno periode Jawa Timur. ... bahwa Nitisruti mengungkapkan tentang ilmu sosial kontemporer ...
Read more

PRIMADONANEWS BERITA ONLINE: Sekelumit Sejarah Kerajaan ...

... Surabaya yang memerintahkan raja-raja Jawa Timur dan Palembang untuk ... serta kondisi sosial, politik ... merevisi UU No. 32 tahun 2002 tentang ...
Read more

Ritual di Seputar Alur Kehidupan Masyarakat Petani ...

Bagian kedua berisi kajian teoretis tentang kegiatan ekonomi masyarakat ... Jawa Timur 4. Ruwat ... dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai ...
Read more

Penggambaran Etika Jawa Dalam Relief Wiracarita Ramayana ...

menggambarkan kehidupan sosial-ekonomi, ... menyelidiki keadaan sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pada ... di Jawa Timur tersebut antara ...
Read more