Potentia 8(fil eminimizer)

50 %
50 %
Information about Potentia 8(fil eminimizer)

Published on January 28, 2016

Author: vonnywiyani

Source: slideshare.net

1. Editorial 02POTENTIA edisi 8 / X / 2015 Alamat Redaksi POTENTIA Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kantor Humas, Gedung Fransiskus lt. 2 Jl. Dinoyo 42 ‐ 44 Surabaya Telp : 031‐5678478 ext 280/282 email : pr‐office@ukwms.ac.id Selamat berjumpa kembali, tanpa terasa majalah digital POTENTIA telah memasuki edisinya yang kedelapan. Saya ucapkan selamat berkarya, mengisi kehidupan kita dengan semangat Peduli, Komit, Antusias(PeKA). Tema “Young, Wild & Free” yang diangkat pada edisi kali ini mau membuktikan bahwa semangat yang bersumber dari api yang senantiasa menyala memampukan seorang pribadi manusia untuk berkarya melampaui harapan, sekali pun dihadapkan pada berbagai keterbatasan, baik finansial maupun fisik. Hal ini sungguh selaras dengan tema Lustrum XI tahun 2015, yaitu “Melalui kemitraan dengan masyarakat, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya meningkatkan kepedulian akan sumberdayamanusiaIndonesiayangberkualitasdanberkarakter”. Pengalaman belajar mahasiswa ternyata dapat memunculkan berbagai karya inovatif seperti pembuatan Pompa Air Tenaga Hybrid (Fakultas Teknik) dan Robot Kayu Ajarkan Hidrolik (Prodi Pendidikan Fisika). Sebagai seorang pribadi yang masih muda dan penuh energi, sifat 'bebas' dan 'liar' tetap dapat dimaknai secara positif sepanjang mereka dikelola secara baik dan bijaksana. Tidak hanya bersenang‐senang tanpa tujuan, namun mahasiswa dilatih untuk mau dan mampu mengemban tugas dan tanggung jawab bagi kemanfaatan dirinya, keluarganya, bangsa dan negara Indonesia. Pada edisi ini, dilaporkan upaya mereka sebagai generasi prestasi untuk memerdekakan masyarakat dari perilaku negatifsepertikorupsidankonflikberlatarbelakangagama. Bagi para pembaca di luar lingkungan universitas, selamat menikmati suasana akademik yang kondusif di kampus kehidupan ini. Semoga hal ini menginspirasi kehidupan anda sekalian untuk mau menjadipribadiyanglebihbaiksertamenjadikankehidupanandalebihbermaknabagimasyarakat. Semogakampusiniterasasemakindekatdenganmasyarakatdanselaluberadadihatimasyarakat. TuhanYangMahaPengasihdanMahaPenyayangsenantiasamemberkatikitasemua. Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., Ph.D PenasihatDrs.KuncoroFoe,G.Dip.Sc.,Ph.D PimpinanRedaksiVonnyKartikaWiyani,S.Psi.WakilPimpinanRedaksiMonicaFlorencia,S.I.Kom Redaksi Dionisius Novan Andrianto, Sylviani Chandra, Clara Ayu Crisant, Sheilla Palilingan, Eunike Purwoningtiyas, Elvina Soekotjo Layouter SheillaPalilingan, Eunike Purwoningtiyas, Garry Indrakusuma, Elvina Soekotjo, Dionisius Novan Andrianto Fotografer Freddy Nico Tjandra, Bimo Lukito, Tim Humas Kontributor Foto Fakultas Farmasi, Fakultas Keperawatan Kontributor Artikel Lannie Hadisoewignyo, RezaA.A Wattimena,IgnasiusRadixAstadiPraptonoJati Susunan Redaksi Ket. foto cover: Maba 2015 Fak. Teknik menampilkan yel-yel usai apel sore PPK Fotografer: Bimo Lukito Ket. foto editorial: (ki-ka) Kuncoro Foe (Rektor), Erna Susilowati (WR II), Harto Pramono (WR I) Foto: Dok. Humas

2. C O N T E N T Daftar Isi 02 Editorial 04 Pangan Lokal Daya Saing Bangsa 14 19 16 38 24 32 09 Pompa Air Tenaga Hybrid Motivator Afrika Miskin ? Optimalkan Otak melalui meditasi Sambut Kuliah dengan party 03POTENTIA edisi 8 / X / 2015 Robot Kayu ajarkan hidrolik Mengapa Indonesia Menyatu dalam perbedaan

3. rangka menghadiri Association of mahasiswa tersebut adalah Renata Robertus Silveriano dari Fakultas mahasiswa dari Universitas Southeast and East Asian Catholic Seahan dan Valensia Fanny dari Filsafat, Gerarda Sartika dari Fakultas SKatolik Widya Mandala Colleges and Universities (ASEACCU) Fakultas Bisnis,Chai LiangdariFakultas Farmasi, Yulia Vicarista dan Fakultas r d Surabaya (UKWMS) dipilih untuk 23 Annual Conference yang Teknologi Pertanian, Michael Pranata Psikologi, dan Ruth Henny dari berangkat menuju Semarang pada diselenggarakan di Universitas Katolik dan Rosalinda Mintre dari Fakultas FakultasIlmuKomunikasi. tanggal 24 Agustus 2015 lalu dalam Soegijapranata, Semarang. Sembilan Ilmu Pendidikan dan Keguruan, e b a n y a k s e m b i l a n dalam Ilustrasi Foto Kehidupan di Desa Temanggung Semarang Sumber : www.wonoboyo-tmg.blogspot.com Universitas Oleh Chai Liang dan Renata Seahan 04POTENTIA edisi 8 / X / 2015

4. Universitas Kuncoro Foe (Rektor UKWMS) menyanyi diiringi permainan saksofon oleh mahasiswa Unika SoegijapranataKi-ka : Fanny, Gerarda, Renata, Michael, Chai, Ruth, Yulia, Resa, Robertus sebelum tampil dalam Cultural Performance. Konferensi ASEACCU kali ini disorot adalah kehidupan di desa “Kehidupan yang sulit dan cenderung Indonesia. Tujuannya agar para mengusung tema ”Religious Temanggung,Semarang. berkekurangan tidak membuat delegasi Indonesia dapat membantu Inclusiveness and Catholic Higher Di desa inilah para delegasi dari mereka enggan untuk saling memberi para peserta lain untuk dapat Education” dan dihadiri oleh peserta berbagai negara melakukan live in dan menolong, bahkan ditengah berkomunikasi dengan pemilik dari berbagai negara, seperti Jepang, selama dua hari satu malam. kesulitan mereka masih dapat rumah. Filipina, Korea Selatan, Taiwan, “Uniknya, di desa ini terjalin tersenyum dan tertawa lepas. Smile! Pada umumnya, kondisi rumah Australia, dan Indonesia. Kegiatan ini ke h i d u p a n h a r m o n i s a n t a r because your smile can change the di Desa Temanggung hanya berlangsung selama satu minggu masyarakat yang berasal dari 3 agama whole world. (Tersenyumlah, karena beralaskan tanah dengan kondisi dengan berbagai aktivitas yaitu live in, yang berbeda yaitu Islam, Kristen, dan senyumanmu bisa mengubah seluruh kebersihanyangminim. seminar, dan cultural performance Buddha. dunia),” ujar Renata dalam Dapat dibayangkan bahwa dari berbagai negara. Indonesia Kehidupan mereka yang rukun kesempatan presentasi mengenai peserta dari negara-negara dengan merupakan negara yang sangat kaya dan harmonis menjadi pembelajaran acaraliveintersebut. tingkat kebersihan yang tinggi akanbudaya,ras,danagama,sehingga bagi kami para delegasi,” ungkap Dalam kegiatan live in ini peserta seperti Jepang, Korea, dan Australia hidup berdampingan dengan Fanny selaku perwakilan dari Jurusan dibagi menjadi kelompok-kelompok merasa terkejut akan kondisi rumah perbedaan sudah menjadi ciri khas di International Business Management kecil yang terdiri atas tiga orang tersebut. Indonesia. Salah satu contoh yang bisa F a k u l t a s B i s n i s U K W M S . dengan didampingi delegasi dari 05POTENTIA edisi 8 / X / 2015

5. Universitas Seluruh delegasi mahasiswa Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Pusaka “Walau begitu agama yang berbeda mampu berkumpul seperti pempek palembang, kambing universitas Katolik, dengan senang hati saya Temanggung merupakan orang-orang untuk merayakan hari raya dari masing- guling, sate padang, dan berbagai akan menjawab bahwa saya telah yang sangat ramah. Setiap kali masing agama. Ketika hari raya Idul Fitri makanan lain yang mengundang selera berkembang menjadi seorang Muslim yang mengunjungi rumah tetangga, mereka tiba, maka semua penduduk tak parapeserta. lebih baik di Universitas Katolik melalui selalu menyediakan makanan,” ujar terkecuali yang beragama lain, akan Acara ditutup dengan penyampaian programini,”ujarJamal. Sugano Kenta yang berasal dari Jepang. berkumpul bersama-sama untuk testimoni oleh seorang peserta dari Lebih lanjut Jamal menyampaikan, Dari hal tersebut terlihat para penduduk bersilahturahmi. Demikian pula Filipina yang bernama Nur Jamal. Jamal “saya akan membawa perasaan dan Desa Temanggung sangat suka berbagi dilakukan oleh penduduk desa tersebut adalah seorang mahasiswa yang berasal perubahan ini ke tempat saya berasal dan walaupun mereka berada ditengah ketika hari raya Natal dan Waisak dari daerah Mindanao di Filipina. Pemuda sekuat tenaga menyebarkannya pada kekurangan, dan hal ini merupakan nilai berlangsung. berperawakan gempal namun bersuara masyarakat di sana, agar mereka tahu kebudayaan Indonesia yang sangat baik Jika ASEACCU tahun-tahun lembut ini menggugah perasaan ratusan betapa indahnya kebersamaan dalam untukdipelajari. sebelumnya para peserta selalu peserta melalui pidato testimoninya. kerukunan yang terbentuk apabila kita Seusai kegiatan live in, para peserta menyajikan penampilan atau cultural “Seperti yang mungkin kalian tahu, saling terbuka, menerima dan paham akan membagikan pengalamannya melalui performance dari negara masing- daerah tempat asal saya sedang ramai perbedaan masing-masing.” Pidato Jamal presentasi yang disusun dalam kelompok- masing, kali ini Indonesia menampilkan dibicarakan oleh dunia karena konflik disambut meriah oleh para peserta yang kelompok kecil. “Saya sangat mengagumi tariandariberbagaibudayadiIndonesia, antar agama yang terjadi di sana. Sebagai sontak berdiri seraya bertepuk tangan. keramahan dari penduduk Indonesia yang seperti poco-poco dan ampar-ampar seorang Muslim dan mahasiswa, saya Semoga kesempatan ini menjadi pelajaran dengan senang hati mau menerima orang pisang. Tiga puluh satu orang delegasi memperoleh pengalaman berharga di hidup yang akan terus mengiringi generasi asing di dalam rumahnya,” ujar salah dari berbagai Universitas Katolik di ASEACCU ini, terutama mengenai muda agar tetap menjadikan perbedaan seorang peserta yang baru pertama kali Indonesia pun bersatu untuk pentingnya kerukunan antar masyarakat sebagai suatu keindahan yang berharga merasakan hidup kekeluargaan di memberikan penampilan yang terbaik. yang berbeda agama. Jika teman saya bagidunia. Indonesia. Selain itu, mereka juga sangat Selain cultural performance disajikan bertanya mengapa sebagai seorang kagum bagaimana penduduk dengan pula makanan-makanan khas Indonesia, Muslim saya mau mengikuti acara penduduk Desa Foto : Dok. Humas 06POTENTIA edisi 8 / X / 2015

6. 07POTENTIA edisi 8 / X / 2015 OUTING APOTEKER Ilustrasi : Orang memanjat tebing Sumber : lh3.googleusercontent.com Fakultas

7. Oleh: Lannie Hadisoewignyo Seluruh peserta outbond berfoto bersama Dekan, Wakil Dekan, dan Kajur Apoteker Foto: Dok. Farmasi Fakultas 08POTENTIA edisi 8 / X / 2015

8. Bangsa Fakultas 09POTENTIA edisi 8 / X / 2015 Pangan Lokal Daya saing Oleh Ignasius Radix Astadi Praptono Jati sumber : indochinekitchen.com ilustrasi : tumpeng untuk perayaan

9. 10POTENTIA edisi 8 / X / 2015 I ndonesia diberka dengan ketersediaan bahan pangan yang beraneka ragam dan dalam jumlah yang mencukupi. Lahan pertanian di Indonesia yang subur dapat menghasilkan berbagai macam komoditas pangan sumber energi seper beras, jagung, ketela, ubi jalar, dan umbi‐umbian lain, sumber protein seper kedelai dan kacang‐kacangan, serta sumber vitamin dan mineral yaitu berbagai jenis sayur‐sayuran dan buah. Beberapa bahan pangan tersebut banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan menjadi bagian budaya lokal diantaranya berbagai jenis umbi seper uwi, gembili, ganyong, garut, dan ubi jalar, beberapa jenis beras berwarna seper beras merah dan beras hitam, sertavarietaskedelaihitam. Dewasa ini, pola konsumsi masyarakat Indonesia mulai bergeser m e n g i k u t r e n y a n g b a n y a k berkembang di dunia, salah satunya adalah mengkonsumsi makanan siap saji ( f a s t f o o d ) . D e n g a n s e m a k i n meningkatnya popularitas makanan siap saji, posisi pangan lokal semakin tergeser dan perlahan mulai jarang dikonsumsi masyarakat. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk mengeksplorasi kekayaan bahan pangan lokal Indonesia sehingga dapat meningkatkan perha an masyarakat untuk mengkonsumsinya. Salah satu caranya adalah dengan menginves gasi keunggulan dari bahan pangan lokal dari segi kandungan gizi serta sifat fungsional berkaitan dengan kesehatan tubuh. Dengan meningkatnya perha an masyarakat pada pangan lokal makaakandapatberkontribusiterhadap pelestarian budaya serta meningkatkan dayasaingbangsa. Pangan lokal dan pelestarian budaya Lebih dari sekedar pangan untuk mengisi perut hingga kenyang, menyediakan energi bagi ak vitas manusia, serta khasiat kesehatannya, pangan lokal di beberapa daerah di Indonesia memiliki fungsi sosial sebagai sarana bagi masyarakat untuk bertemu, saling menyapa dan memperha kan satu dengan yang lain sehingga tercipta suasanayangdamaidantenteram. Salah satu kebudayaan Jawa yang mempergunakan bahan pangan lokal, sangat populer, dan menjadi lambang kuliner tradisional Indonesia adalah tumpeng. Tumpeng adalah sesajen dari nasi berwarna kuning atau pu h, serta berbentuk gunung. Bentuk gunung dipercaya sebagai lambang hubungan manusia dengan Tuhan di tempat ter nggi. Tumpeng ada di hampir semua upacara tradisional Jawa. Mulai dari kelahiran, pernikahan, maupun kema an (Koentjaraningrat, 1985). Tumpeng disajikan bersama lauk pauk yang berjumlah tujuh yang dalam bahasa Jawa adalah pitu yang berar pitulungan atau pertolongan. Masing‐ masing lauk pauk maupun cara penyajiannyamemilikimaknatersendiri. Tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan memiliki makna relasi atau hubungan antara manusia dengan Tuhan, relasi antar manusia dalam masyarakat, dan relasi manusia dengan lingkungan. Dalam sesajen slametan, Tu m p e n g b e r m a k n a s e b a g a i persembahan pada Tuhan. Hal ini melambangkan manusia yang harus sadar bahwa dirinya adalah makhluk yang kecil dan rendah serta dak sebanding dengan Tuhan (Musa, 2011). Oleh karena itu, tumpeng selalu dibuat dengan bentuk yang indah dan dengan cita rasa yang enak. Peran tumpeng dalam relasi antar masyarakat adalah menciptakan kondisi rukun dan harmonis. Masyarakat percaya Tuhan hanya akan memberi berkat ke ka manusia hidup rukun dengan sesamanya. Kerukunan ini tercermin mulai dari persiapan tumpeng dan acara makan yang dilakukan secara bersama‐sama. Apabila ada tetangga yang berhalangan hadir, maka tumpeng akan d i a n t a r k a n k e r u m a h . Tumpeng dipotong oleh pemimpin masyarakat dan diberikan kepada generasi tua sebagai bentuk rasa hormat. Sedangkan peran tumpeng dalam relasi dengan lingkungan dilambangkan oleh bentuk tumpeng seper gunung yang berar ucapan syukur karena gunung sebagai tempat persemayaman Tuhan telah memberikan tanah yang subur dan sumberairbersihkepadamasyarakat. Dalam kaitannya dengan teknologi pangan dan gizi, tumpeng dipergunakan sebagai sarana untuk mempromosikan konsumsi gizi seimbang. Pada tahun 2 0 0 9 p e m e r i n t a h I n d o n e s i a mempergunakan bentuk tumpeng untuk memperkenalkan program pangan gizi seimbang (Soekirman, 2011). Fakultas

10. 11POTENTIA edisi 8 / X / 2015 Untuk berak vitas dengan op mal seseorang harus mengkonsumsi diet yang seimbang, yang terdiri dari sumber karbohidrat, sayuran, buah‐ buahan, dan sumber protein naba dan hewani. Selain itu mengkonsumsi air minum dalam jumlah yang memadahi juga sangat pen ng. Penggunaan tumpengsebagaisarana pendidikan gizi bagi masyarakat cukup berhasil karena masyarakat sudah mengenal tumpeng dalam kehidupan sehari‐hari, sehingga konsep gizi seimbang tersebut mudah diterimadandimenger . Peranan pangan lokal sebagai bagian dari budaya yang memberikan nilai luhur sekaligus penopang kerukunan dalam hidup bermasyarakat menjadi esensial dan pen ng. Oleh karena itu, keberadaan budaya pangan l o k a l h a r u s d i l e s t a r i k a n d a n di ngkatkan. Pangan lokal dan peningkatan dayasaingbangsa Selain berpotensi untuk kesehatan dan pelestarian budaya, pangan lokal juga dapat berkontribusi untuk meningkatkan daya saing bangsa. Daya saing tersebut dapat berupa daya saing produkmaupunekonomimasyarakat. Daya saing produk merupakan kemampuan produk dari Indonesia untuk bersaing di level global. Bahan pangan lokal maupun hasil olahannya yang diketahui memiliki efek kesehatan dapat dikembangkan menjadi pangan fungsional. Sebagai contoh, umbi‐ umbian lokal dapat diolah menjadi tepung dan dipergunakan untuk inovasi produk‐produk pangan yang dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes karena memiliki indek glisemik yang rendah (Marsono, 2002). Beras hitam dan beras merah juga dapat diolah menjadi minuman serbuk kaya antosianin. Selain itu, kulit kedelai hitam dapat dicampur dengan daun teh dan dikemas menjadi teh celup yang memilikimanfaatkesehatan. Popularitas pangan Indonesia yang semakin meningkat juga membuka peluang ekspor ke pasar global dengan mempergunakan ilmu dan teknologi pangan yang tepat. Sebagai contoh, menciptakan gudeg sebagai makanan tradisional dalam kemasan kaleng siap saji yang dapat dikirim ke seluruh dunia. Produk lain seper rendang, kedelai hitam, dan beras hitam dalam kaleng juga merupakan produk yang potensial untukdikembangkan. Potensi pangan lokal juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing ekonomi terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Pangan lokal yang berharga murah dapat dikembangkan menjadi produk baru dengan menerapkan inovasi yang tepat dan menarik sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis produk. Misalnya jenis umbi‐umbian seper garut yang dapat diolah menjadi emping dan dikemas dengan baik sehingga meningkatkan nilai jualnya. Ubi jalar ungu dan oranye juga dapat diolah menjadi produk‐produk yang lebih menarik dan bernilai jual nggi. Berbagai bahan pangan lokal lain juga sangat potensial untuk dikembangkan. Apabila potensi pangan lokal dapat dimaksimalkan maka akan memberikan nilai lebih untuk meningkatkan daya saingbangsaIndonesia. Fakultas sumber : indochinekitchen.com ilustrasi : nasi tumpeng

11. emperinga Hari Jadi (Dies Natalis) ke‐50, Fakultas Bisnis (FB) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) mengadakan rangkaian acara mulai dari donor darah, senam massal, lomba menghias tumpeng hingga aneka seminar. Sebagai perwujudan kepedulian FB UKWMS terhadap pencegahan korupsi, maka diselenggarakan Roundtable Discussion (Diskusi Meja Bundar) dengan tema "Pencegahan Korupsi di Indonesia dengan Peran Perguruan Tinggi dalam Pendidikan Budi Peker dan Agama". Diadakan pada Rabu (9/9) di Auditorium Benedictus acara tersebut dihadiri oleh ratusan peserta mahasiswa dan puluhan mitra usaha dan pendidikan FB. Menurut Prof. Dr. Wilopo, Ak., CA., CFE selaku Chairman ACFE (Associa on of Fraud Examiners), sebanyak 75 % pelaku fraud (termasuk ndak korupsi) di dunia dan bahkan 82% di Indonesia adalah lulusan pendidikan nggi. Mo vasi utama mereka adalah perilaku living beyond means (keserakahan, mengambil lebih banyak dari yang diperlukan dalam hidup) dan extravaganza lifestyle. “Lalu bagaimana proses pendidikan di Indonesia untuk menghasilkan lulusan yang menekankan pada sikap budi peker dan agama yang baik? Ini menjadi tugas bagi kita semua sebagai insan pendidikan nggi di Indonesia,” ungkap Wilopo, salah satu dari empat orang pembicara dalam diskusi tersebut. Fakultas 12POTENTIA edisi 8 / X / 2015 Wilopo (Chairman ACFE), Rektor UKWMS, Dekan Fakultas Bisnis Fotografer : Novan

12. “Kami ingin memas kan pendidikan so skill yang diberikan oleh FB UKWMS terimplementasi dengan baik setelah lulus. Sedari awal, kami tanamkan nilai‐nilai PeKA (Peduli, Komit, dan Antusias) kepada mahasiswa, dan kami s e n a n a s a b e r u s a h a memaparkan mereka terhadap acara‐acara seper ini agar mereka memahami langsung pen ngnya pencegahan korupsi langsung dari pakarnya," ungkap Dr. Lodovicus Lasdi, MM, Ak selaku Dekan FB UKWMS. Ia menuturkan bahwa sejauh ini, pendidikan an fraud telah diintegrasikan dalam matakuliah internal audit di FB. Lebih lanjut, pria berdarah Flores dan Madura tersebut juga menandaskan perlunya p e n d i d i k a n a n ko r u p s i dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikandiIndonesia. Hal senada disampaikan pula oleh Prof. Akh. Muzakki, MAg Grand, Dipl, SEA, MPhil, PhD (sekretaris Pengurus Wilayah NU Ja m dan Guru Besar FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya) yang menjadi pembicara ke ga. “Perilaku kita dak seluruhnya didasarkan oleh pengetahuan, tapi juga oleh perasaan. Contohnya, orang merokok meski tahu akibatnya dak baik, alasannya karena enak. Hal yang sama berlaku pula dalam hal korupsi, mau dibuat seribu aturan melarang korupsi, mungkin dak akan bisa mengalahkan aspek afeksi yang mbul karena korupsi itu dirasa enak,” ujar Muzakki. Inilah kenapa pendidikan b u d i p e ke r i t u p e r l u , tandasnya. Pembelajaran agama seharusnya menjadi instrumentasi perangkat lunak yang mengajarkan orang nilai‐ nilai pen ngnya menjalani kehidupan yang baik, tentu saja h a r u s a d a d u k u n g a n intrumentasi perangkat keras berupa pengawasan atau aturan. Pria yang pernah bersekolahdiAustraliaitulantas m e n c o n t o h k a n , “sederhananya, mau mengajari anak kecil untuk membuang sampah pada tempatnya, kita h a r u s s e d i a k a n d u l u tempatnya.” Selainituhadirpulasebagai pembicara adalah perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia, Azriel Zah (Fungsional Direktorat G r a fi k a s i K e d e p u a n Pencegahan Korupsi). “Korupsi terjadi karena krisis iden tas dan orientasi kemanusiaan, k e g a g a l a n p e n d i d i k a n , lemahnya kontrol keluarga, dan a g a m a b e r s i f a t t e r l a l u norma f,” tutur Azriel. Semua itu mengarah pada adanya kesempatan, niatan untuk korupsi dan integritas yang rendah. Dalam kasus gra fikasi, m a sya ra kat ata u ra k yat memberikan segala bentuk pemberian kepada pejabat yang m e m i l i k i w e w e n a n g . “Kelihatannya kecil, tapi sebenarnya itu menambah biaya bagi pelaku usaha, m a sya ra kat , ra k yat d a n sebagainya atas sesuatu yang seharusnya memang menjadi tugas mereka sebagai pelayan publik, jangan lupa, mereka digaji oleh uang rakyat. Jadi dak seharusnya mendapatkan uang lebih untuk melaksanakan tugas, apapun bentuknya, ” urai Azriel. Akibat dari ndak gra fikasi ini bisa meluas pada meningkatnya ongkos produksi barang, yang menaikkan harga jual, pada gilirannya harga kebutuhan jadi mahal. “Kalau sudah begitu, perekonomian yang terkena imbas, itulah perlunya kita harus dengan tegas menolak gra fikasi!” Azriel menekankan pada seluruh peserta di akhir presentasinya.(Red) Fakultas “Korupsi terjadi karena krisis identitas dan orientasi kemanusiaan, kegagalan pendidikan, lemahnya kontrol keluarga, dan agama bersifat terlalu normatif” ‐Azriel Zah‐ (Fungsional Direktorat Gratifikasi Kedeputian Pencegahan Korupsi) Sumber : priestsforlife.org Ilustrasi : dua orang melakukan tindak KKN 13POTENTIA edisi 8 / X / 2015

13. POMPA AIR TENAGA HYBRID e k e r i n g a n m e l a n d a dari penelitian di bidang Teknik Elektro, nusantara. Beberapa tempat bersama dengan Ir. Rasional Sitepu, Kpunya solusinya, beberapa M.Eng, Andrew pun membuat inovasi yang lain tidak bisa menyediakan solusi "Pompa Air Tenaga Hybrid". Dengan karena keterbatasan sumber daya. "Pada mengintegrasikan sistem penyedia dasarnya, selama ada air di dalam tanah, energi tenaga surya ke dalam pompa maka pompa air dapat dipergunakan. listrik, Andrew dan Sitepu menghasilkan Namun itu juga harus disesuaikan sebuah inovasi pompa air yang sanggup dengan kondisi kerasnya tanah, letak menghasilkan air sebanyak 1 liter per kedalaman air tanah dan kemampuan detik. "Kalau kita bicara pompa, pipa maupun pompa serta energi umumnya ada sedotan bawah dan atas, penunjangnya untuk menyedot dan ada yang celup, ini tipe yang masuk ke menyemburkan air dari dalam tanah," dalam tanah. Total 'head' dari masuknya ujar Andrew Joewono ST., MT., dosen pompahinggakeluarairadalah30meter. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Pompa yang kami pilih harus memiliki Universitas Katolik Widya Mandala daya yang bisa disuplai dan sesuai Surabaya(UKWMS). ke b u t u h a n s e r ta ke m a m p u a n Ingin menyediakan alternatif solusi masyarakat,"ungkapnya. Fakultas Andrew Juwono menunjukkan kinerja pompa air tenaga hybrid Foto : Dok. Humas 14POTENTIA edisi 8 / X / 2015

14. Pompa yang dipergunakan "Pengoperasiannya butuh sama. Sekalipun satu sumber habis dalam inovasi ini adalah pompa listrik, dan kita tahu saat ini listrik airnya, apabila masih ada sumber listrik 1 fase daya 370 watt, dipilih masih belum betul-betul merata yang bekerja di suatu daerah karena umumnya masyarakat dapat dipergunakan oleh airnya akan bisa dibagi hingga menggunakan jenis tersebut. masyarakat kita yang tinggal di beberapa desa, cukup dengan Panel surya yang dipergunakan pelosok. Itu sebabnya saya membangun instalasi pompa ini di sanggup menghasilkan daya menggunakan sistem elektrik beberapa tempat yang kriterianya hingga 500 watt per hari dengan hybrid dengan sumber PLN dan sesuai. “Biaya yang dibutuhkan catatan mendapat radiasi dari energi matahari. Apabila sedang untuk membuat pompa ini adalah matahari secara langsung selama tidak ada listrik, maka pompa bisa sekitar16JutaRupiah,danitukami minimal 4 jam penuh. Daya yang langsung mengambil cadangan peroleh dari Dikti untuk penelitian dihasilkan oleh panel surya itu tenaga dari panel surya sehingga dan pengabdian masyarakat. Kalau kemudian disimpan di dalam dua dapat tetap bekerja," urai Andrew ditanggung secara perorangan buah aki kering yang diletakkan di yang mendapatkan inspirasi untuk memang itu terdengar mahal, tapi bawah instalasi panel surya. inovasinya ini dari pengalaman kalau itu bisa bermanfaat untuk Inovasiinijugamelibatkanotomasi blusukan ke dusun-dusun sekitar satu dusun atau beberapa dalam pengalihan daya, sehingga Blora, Bojonegoro dan Madiun sekaligus, akan menjadi lebih apabila semula pompa ditunjang yanggersang. ringan,” tutur Andrew pada saat dengan listrik dari PLN, apabila Tujuan akhir pompa air tenaga memeragakan cara kerja pompa terjadi mati listrik ataupun daya hybrid ini adalah agar mereka air tenaga hybrid di Gedung tidak cukup, mesin akan secara (masyarakat pelosok) bisa Gregorius Kampus Kalijudan otomatis mengambil daya dari aki menghasilkan air sendiri sehingga UKWMS.(Red) yangtelahterisitenagasurya. tidak sampai kekeringan bersama Fakultas Andrew sedang mengatur kinerja instalasi tenaga surya pompa air tenaga hybrid 15POTENTIA edisi 8 / X / 2015

15. Motivator Afrika Sebagian besar peserta kuliah tamu merupakan maba Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Foto: Elvina Fakultas 16POTENTIA edisi 8 / X / 2015

16. Bukan sekedar kuliah tamu: Daniel juga sharing dan memberikan motivasi bagi mahasiswa Foto: Elvina Fakultas 17POTENTIA edisi 8 / X / 2015 Pada kesempatan ini ia hadir untuk memberikan materi motivasi dengan tema “Make Your Choice”. Kuliah tamu ini dihadiri oleh enam puluh tiga mahasiswa baru dan juga sembilan mahasiswa angkatan lama. Kuliah tamu ini bertujuan untuk memotivasi para mahasiswa baru di awal perkuliahan sekaligus memberikan English Language Exposure bagi mahasiswa yang memilih program studi bahasa inggris. Daniel yang sedang mengenyam pendidikan S‐3 di salah satu universitas negeri ternama di Surabaya ini tak henti‐hentinya memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk lebih percaya diri, terus berusaha mewujudkan mimpi dan tak pantang menyerah. “You are unique,” ujarnya dengan tegas berulang kali. Ia menekankan bahwa sebagaimanusiakitatakperluminder dengan siapapun karena tiap orang selalu mempunyai keunikan masing‐ masingyangtakdimilikioranglain. Pria yang fasih berbahasa Indonesia ini juga berinteraksi secara langsung dengan para mahasiswa lewat sesi tanya jawab. “Bila kalian diberi uang banyak, apa yang akan kalian lakukan; berfoya‐foya, menabung, atau memberikannya kepada teman?” Menurutnya, jawaban‐jawaban yang diberikan oleh para mahasiswa tersebut diluar ekspetasinya salah satunya berfoya‐ foya, memberikan kepada teman lalu ditabung. Tak hanya seputar tanya jawab, ia juga menampilkan video motivasi dari Andrea Bocelli. Video tersebut menunjukkan seorang yang buta tetapi bisa berjuang untuk bertahan hidup hingga menjadi seorang penyanyi seriosa yang terkenaldidunia. Ini bukan kali pertama Daniel datang ke FKIP UKWMS. Pada tahun 2013, ia datang bersama Toma Svazaitze yang tak lain merupakan seorang pengajar Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris saat itu. Di tahun yang sama, Daniel juga sempat membawakan General Talk bagi para mahasiswa FKIP UKWMS. Ingin mengulang kesuksesan dua tahun silam, Maria Josephine K. S., M.Pd yang akrab dipanggil Ice selaku koordinator mata kuliah Intensive Course pun menjadikan Daniel sebagai pembicara pada tahun ini karena penampilan yang bagus dan kemampuannya menarik perhatian mahasiswa. “Knowledge is a power,” ucap Daniel dengan tegas. Ia selalu menekankan bahwa pengetahuan adalah segala kekuatan yang bisa membangun sebuah negara. “Sebagai contoh, Afrika masih jauh untuk menjadi negara maju karena kebanyakan warga Afrika masih minim pengetahuan. Sedangkan Singapore bisa melaju menjadi negara yang besar karena sumber daya manusia yang ada di dalamnya kaya akan wawasan dan ilmu pengetahuan,”ungkapDaniel. Di akhir materinya Daniel mengatakan bahwa ia sangat mencintai UKWMS. Ia merasa bangga karena diundang untuk memberikan materi dalam kuliah tamu. Lebih l a n j u t , i a m e n g a k u s e l a l u membanggakan UKWMS saat diundang untuk memberikan materi di negara‐negara lain. “I love You”, ujarnya kepada para mahasiswa s e s a a t s e t e l a h m e n e r i m a cinderamata dari Dra. M.G. Retno Palupi M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UKWMS. “Saya berharap mahasiswa mendapatkan wawasan yang juga dapat menginspirasi mereka mengenai bagaimana cara mengelola diri sendiri dan bertanggung jawab terhadap perkuliahan sebagai manusiamuda,”ucapIcesaatditemui seusaiacara.(ccc/red)

17. Bukan perkara mudah untuk menawarkan suatu produk baru kepada masyarakat. Perlu strategi dan perencanaan media yang benar‐benar akurat. Berawal dari topik tersebut, Auditorium 301 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), menjadi tempat diskusi singkat dalam kegiatan Kuliah Tamu bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) UKWMS bersama PT. Nutrifood Indonesia, Kamis (3/9) lalu. “Tujuan dari digelarnya kegiatan ini adalah supaya mahasiswa dak asal membuat perencanaan media sebuah produk dan benar‐benar matang menghitung serta menganalisa pasar untuk produk yang akan dipasarkan, sehingga produk tersebut sesuai target pasar yang diharapkan,” ujar Theresia Intan selaku dosen pengampu saat membukakuliahtamu. Selain kuliah tamu, mahasiswa juga akan membuat iklan dan membuat perencanaan mediadaridua produk besar yaitu L‐Men Water dan Tropicana Slim sebagai tugas akhir mereka. Pertanyaan kri s dari mahasiswa satu persatu dilontarkan kepada narasumber yang hadir yakni Andre Se awan Omarhadi selaku Marke ng Promo on Manager PT. Nutrifood Indonesia dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interak f. “Mahasiswa sangat antusias, pertanyaannya pun cukup kri s, dan s aya c u ku p te r ke s a n d e n ga n mahasiswa fikom”, ujar pria yang akrab disapaMasAndreini. Andre juga berharap semoga apa yang telah ia sampaikan berguna bagi para mahasiswa dalam membuat perencanaan media nan nya. “Perencanaan media yang dibuat sekarang akan menjadi bekal buat temen‐temen semua ke ka nan nya terjun menjadi perencana media di dunia nyata. Tidak ada kiat‐kiat khusus untuk menjadi ahli dalam menyusun perencanaan media. Hanya saja harus lebih dalam melakukan analisa pasarnya supaya tahu riset‐riset pasar seper apa, dan nan nya sesuai segmentasi yang diarah. Jangan terlalu cepat dalam mengambil keputusan, in nya harus lebih dalam MoU ke ka melakukananalisapasar,”ujarAndre. Tanggapan posi f juga diberikan salah satu mahasiswa saat usai menghadirikuliahtamu.“Selamadisini saya mendapatkan ilmu tentang bagaimana sebuah produk itu dipasarkan, hingga mendapatkan nama di benak masyarakat. Dimana strategi pemasaran sangat pen ng dan s t r a t e g i k o m u n i k a s i u n t u k memasarkan juga sangat pen ng, agar penjualan bisa meningkat dan awareness terhadap produk bisa melekat diha masyarakat,” ujar Agung sebagai peserta mahasiswa semesterlima.(epb) Fakultas Bekal Sukses Perencanaan Media 18POTENTIA edisi 8 / X / 2015 Ilustrasi : bentuk-bentuk media

18. 19POTENTIA edisi 8 / X / 2015 Fakultas Fotografer : Freddy Oleh Reza A.A Wa mena Foto: Penjual rempah bumbu di pasar saat menerima pembayaran

19. 20POTENTIA edisi 8 / X / 2015 Fakultas engapaIndonesiamiskin?Pada‐ hal, jumlah rakyatnya banyak. Mereka berbakat, cerdas, dan mau bekerja keras untuk mengembangkan diri dan bangsanya. Kekayaan alam pun berlimpah ruah. Kita memiliki minyak, gas, ragam logam sebagai sumber daya alam, tanah yang subur siap ditanami beragam jenis tanaman, dan hutan luas b i s a ya n g m e n o p a n g b e ra ga m kehidupan. Lalu, mengapa kita masih miskin,jikakitamemilikiitusemua? Di balik itu, sebagian orang hidup dengan amat berkelimpahan, sementara sebagian besar lainnya hidup dalam kemiskinan. Mereka kesulitan untuk mencari pekerjaan yang layak. Mereka harus menerima fakta, bahwa pekerjaan mereka bersifat sementara. Upahnya pun dak menentu untuk memberikan kehidupan layak. Akibatnya, mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasarmereka. LembagadanMentalitas Kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin begitu besar dan terasa kental di Indonesia. Jika dibiarkan, hidup bersama dalam kerukunan akan sulit terwujud. Kehidupan sehari‐hari akan dipenuhi ketegangan, kecurigaan dan rasa takut. Dan tak hanya itu, kriminalitas punmeningkat. Di Indonesia, lembaga‐lembaga publik, seper perwakilan rakyat, penegak hukum dan lembaga‐lembaga negara lainnya, dak bekerja dengan baik. Banyak uang rakyat digunakan untuk keperluan pribadi ataupun golongan semata. Akibatnya, banyak program untuk pengembangan kesejahteraan bersama dak berjalan. L e m b a g a ‐ l e m b a g a i n i t e l a h mengkhiana kepercayaan rakyat. M e r e k a m e n g i n g k a r i a l a s a n keberadaannya demi kesejahteraan rakyat. Padahal, pimpinan‐pimpinan utama mereka dipilih langsung oleh rakyat. Di berbagai negara yang makmur, lembaga publik berkembang lintas generasi. Mereka sudah berfungsi sejak ratusan tahun yang lalu. Banyak hal telah dipelajari, sehingga kini mereka bisa berfungsi baik. Mentalitas dan budaya yang sudah tercipta di berbagai lembaga publik tersebut mendukung proses‐ proses kerja mereka. Namun, ini belum terjadi di Indonesia. Mentalitas dan budaya lembaga yang ada hancur, akibat penjajahan ratusan tahun oleh Belanda, Inggris, Spanyol, Portugis dan Jepang, terutamasaatOrdeBaruSoeharto. PenjajahanAsing Sejujurnya, penjajahan asing belum berakhir di Indonesia. Infrastruktur ekonomi dan budaya kita masih amat tergantung pada asing. Mayoritas perusahaan, pengelolaan sumber daya alam hingga manajemen pun masih dimiliki oleh orang asing. Perjanjian kerja yang dibuat antara pemerintah dan perusahaan asing terkait kerap kali dak adil. Di beberapa tempat, mereka menggunakankekerasanuntukmenekan para pekerja. Para penegak hukum Indonesia pun disuap untuk diam, dan bahkan mendukung ke dakadilan yang ada. Lebih mengherankan lagi adalah soal struktur mata uang. Mengapa orang Eropa bisa dengan mudah liburan ke Indonesia, sementara kita sulit sekali untuk liburan ke Eropa? Yang jelas, mereka dak lebih cerdas ataupun rajin, jika dibandingkan dengan orang Indonesia. Ini terjadi, karena struktur matauangduniayang dakstabil. Jika diperha kan seksama, itu sistem warisan masa penjajahan dahulu, ke ka bangsa‐bangsa Eropa secara agresif menyerbu berbagai negara lain di dunia. Sistem mata uang dunia adalah sistem yang secara inheren dak adil dan berbau penindasan. Ini memberikan kerugian yang amat besar untuk Indonesia, sekaligus keuntungan yang berlimpah ruah untuk negara‐negara EropadanAmerikaSerikat. MengapaKita“Miskin”? Sebagai bangsa, kita tetap “miskin”, karena lembaga publik kita dak memiliki mentalitas dan budaya yang cocok untuk melayani rakyatnya. Kita juga hidup dalam bayang‐bayang asing, baik dalam poli k, ekonomi maupun tata nilai (Barat dan Timur Tengah). Secara kualita f, mutu berpikir dan kemauan bekerja orang Indonesia setara dengan beragam negara lainnya, bahkan mungkin lebih baik dalam banyak hal. Jika kita bisa “memaksa” lembaga publik kita untuk menjalankan fungsinya sebaik mungkin, dan bersikap kri s terhadap ragam pengaruh asing yang masuk, maka jalan menuju keadilan dan kemakmuran bersama di Indonesia terbuka luas. Tungguapalagi? M Ilustrasi: Aneka potret kemiskinan di Indonesia Sumber: google.com

20. Sebagai salah satu fakultas muda di Surabaya, penandatanganan dilakukan (mahasiswa program studi profesi lingkungan Universitas Katolik Widya oleh Prof. W.F. Maramis, dr, SpKJ (K) dokter), penelitian (skripsi), dan Mandala Surabaya (UKWMS), Fakultas selaku Dekan FK UKWMS dan drg. F. pengabdian masyarakat. Saat ini pun Kedokteran (FK) UKWMS terus menjalin Henry Christianto selaku Direktur RS bahkan sudah ada mahasiswa FK kerjasama dengan berbagai pihak Paru Surabaya. RS Paru Surabaya sendiri UKWMS yang melakukan penelitian di te r u ta m a R u m a h S a k i t ( RS ) . adalah RS khusus yang menangani RSParuSurabaya. Melanjutkan kerjasama yang telah masalah kesehatan terutama Melalui adanya penandatanganan terjalin dengan Dinas Kesehatan pernapasan dan masih berada dalam MoU ini diharapakan menjadi sarana Propinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim), FK gariskoordinasiDinkesJatim. bagi dokter muda untuk mendapatkan U K W M S m e n a n d a t a n g a n i Penandatanganan kerjasama yang ilmu dan pembelajaran lebih mendalam Memorandum of Understanding (MoU) diprakarsai oleh Dekanat FK UKWMS ini di RS Paru Surabaya terutama mengenai dengan RS Paru Surabaya pada Kamis akan mencakup bidang pengajaran penyakitpernapasan.(red) (20/8) lalu. Bertempat di RS Paru khususnya bagi dokter muda Kontinuitas Dinkes & UKWMS Kerjasama Fakultas Illustrasi Kostum Dokter & Stetoskop Sumber : mediad.publicbroadcasting.net 21POTENTIA edisi 8 / X / 2015

21. Go International Delapan orang ners yang baru dilantik berfoto bersama Dekanat dari jajaran dosen keperawatan Foto : Dok. Keperawatan Fakultas 22POTENTIA edisi 8 / X / 2015

22. ersaingan dalam dunia medis yang Psemakin berat, terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut calon perawat di Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (F.Kep UKWMS) untuk menjadi perawat yang profesional. Selasa (29/9) Bertempat di Ruang Multifunction UKWMS Kampus Pakuwon City, sebanyak 8 orang ners telah dilantik dalam upacara pelantikannerske‐6dengandipimpinDekanFakultas Keperawatan dr. Bonaventura Handoko Daeng, SpKJ (K). “Walau yang dilantik hanya 8 orang namun kehadiran keluarga ners dan undangan extern ataupun rekanan lahan praktek membuat kami sebagai tenaga pengajar semakin semangat untuk mencetak lulusan perawat yang profesional,” ujar MariaManungkalitselakuKetuaPanitia. Upacara pelantikan berjalan sangat khidmat. Selain dituntut menjadi perawat yang profesional, mereka juga diharapkan selalu ingat dengan almamaternya dan tetap menjalin hubungan yang baik dengan jejaring alumni. Terlebih berkarya untuk masyarakat yang membutuhkan. Mereka juga tetap harus meningkatkan karirnya melalui pendidikan formaldanmeraihkesuksesandalamkehidupankarir dankeluaga. Salah satu ners berhasil menorehkan prestasi dan menjadi kebanggaan. Ana Dyah Purbosari, S.Kep.,Ns. telah lulus dan diterima disalah satu Rumah Sakit terkenal di Jepang. Lulus dengan IPK 3.74 membuatnya menjadi mahasiswa terbaik peringkat ke‐2. Tak hanya ditahun ini saja, di tahun yang akan datang tentunya akan ada lagi bibit‐bibit perawat yang akan Go International dan membawa namaharumuntukalmamater. “Cuma aku sendiri yang dari UKWMS, jadi harus banyak bertanya ke teman dari universitas lain sampai datang ke kampus Universitas Airlangga Surabaya (Unair) minta dikasih penjelasan sama kakak tingkat mereka yg dulu lolos. Belajar sendiri, setiap malam ngomong sama tembok (latihan wawancarasendiri)hehehehe,”canda Ana. Perjuangan wanita asli Ngawi ini berawal dari adanya program tahunan pemerintah bernama G to G. Mengawali perjuangannya, ia mencari info ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan segera mempersiapkanberkas‐berkasnya. Berlanjut hingga ia berhasil lolos administrasi dan pada bulan Juli mengikuti tes keperawatan yang diselenggarakan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dari Universitas Indonesia (UI). Lolos interview, medical check up dan Japanese quiz yang diselenggarakan oleh Japan International Corporation Welfare Services pada bulan Agustus tak lantas membuatnya tenang, karena ia harus menunggu sampai mendapatkan kepastian dimana iaakanditempatkan. Ana tak sendiri, saat ini ia bersama dua orang lainnya yang juga berasal dari Jawa Timur, tengah mempersiapkan untuk pelatihan bahasa di Jakarta Selatan dan akan tinggal di asrama selama enam bulan. Dukungan keluarga sangat memotivasi dirinya, terlebih teman‐teman yang cukup membantu dan ikutmengantarkanmembuatpaspor,sertadukungan dari dosen yang memberi lampu hijau dan memberi ijin mengikuti tes meskipun saat itu tengah praktik profesi.(epb) Fakultas Penyematan tanda keanggotaan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang diwakili Agustin Nugrahani S.Kep. Ns. dan disematkan kepada perwakilan ners baru Petrus Andrianto Bell, S.Kep., Ket Foto : 23POTENTIA edisi 8 / X / 2015

23. emiliki otak yang mampu bekerja secara Moptimal merupakan hal yang penting agar dapat mendukung kegiatan manusia sehari- hari. Namun, tidak semua orang memiliki pengetahuan mengenai bagaimana otak bekerja. Padahal ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar otak kita dapat bekerja secara optimal. 24POTENTIA edisi 8 / X / 2015 Fakultas Optimalkan Otak sumber : keypersonofinfluence.com ilustrasi : orang bermeditasi

24. Hal itulah yang dibahas pada kuliah tamu bertajuk Neuroscience and Higher Brain Func oning pada Kamis (20/8) lalu. Bertempat di Ruang Teater lantai 1 Tower Barat Kampus Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Pakuwon City para mahasiswa dari Fakultas Psikologi, Kedokteran, Keperawatan, Filsafat, serta Farmasi berkumpul menjadi peserta. Tepat pukul 9 pagi pembahasan mengenai Brain Func oning pun dimulai. Terdapat 3 pembicara pada kuliah ini, diantaranya Dr. Frederick Travis dari Maharishi University of Management, Iowa, Amerika Serikat, dr. I Gus Ngurah Gunadi SpKJ dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dan yang terakhir Professor Dr. Russel D'Souza dari Melbourne, Australia yang merupakan Execu ve Director Global Opera ons of Totem Interna onal Ins tute for Execu ve and Well‐ being. Pada kesempatan ini Dr. Frederick Travis membahas mengenai fungsi otak, “otak memiliki kondisi yang berbeda pada saat bangun, dur, dan bermimpi. Kita dapat pula mengalami kondisi otak dimana kita memiliki self‐awareness atau kesadaran diri dan pada saat yang sama mengalami dak ada pikiran”. Ekspresi tanda tanya pun muncul di wajah para mahasiswa, bagaimana mungkin kita dak berpikir dalam keadaan sadar? Tidak ada pikiran dalam hal ini merupakan saat dimana pikiran kita menjadi sangat tenang. Beliau menjelaskan ada satu prak k meditasi yang dapat membawa kita pada kondisi tersebut atau yang disebut pure consciousness. Prak k tersebut bernama Transcendental Medita on (TM). Materi TM dijabarkan lebih lanjut oleh dr. I Gus Ngurah Gunadi SpKJ yang menyampaikan bahwa prak k TM ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Namun, baru disebarkan ke seluruh dunia 50 tahun belakangan oleh Maharishi Mahesh. TM dapat membawa pikiran kita menjadi lebih damai dan tenang karena TM merupakan teknik yang mengajak manusia untuk melihat ke dalam pikiran mereka. Pada saat TM itulah kita bisa mencapai keadaan yang disebut pure consciousness dimana kita akan masuk ke dalam kondisi yang lebih dalam daripada dur. “Bila ru n dilakukan TM juga bisa menjadikan kita tampak lebih awet muda,” ujar dokter yang sudah berusia 63 tahunini. Selanjutnya pembicaraan pun berlanjut mengenaiCompassionataukebaikan.Dr.Russel D'Souza menyampaikan bahwa compassion dapat membuat emosi kita menjadi lebih posi f, sehingga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan jiwa. “Compassion dapat diprak kkan dalam bentuk perbuatan baik dan efeknya sama seper melakukan meditasi, yakni membuat jiwa kita lebih damai, tenang, dan bahagia,” ujarnya. Materi ini perlu disampaikan, pasalnya seluruh peserta merupakan calon prak si kesehatan masa depan dan sangat pen ng bagi mereka untuk menumbuhkan compassion agar mampu melayani masyarakat. “Consider your role as a caring professional in health care” pesan Russel kepadaparapeserta.Sesitanyajawabyangak f antara para mahasiswa, dosen, dan pembicara menutup kuliah siang itu. Para peserta kuliah tamu meninggalkan ruangan dengan segumpal ilmu baru yang siap untuk diprak kkan agar mampu menjadi prak si kesehatan profesional dimasadepan.(SCH) 25POTENTIA edisi 8 / X / 2015 Melalui Meditasi dan Perbuatan Baik Fakultas Sumber : pranayogadenville.com Ilustrasi : seorang wanita bermeditasi

25. Pascasarjana Mengalur Mundur Kurikulum Bahasa Selain backward design, menyusun gelar merupakan hal yang biasa, namun di k u r i k u l u m b a h a s a j u g a p e r l u kultur timur seperti Indonesia hal memperhatikan beberapa hal seperti tersebut bisa menjadi salah satu bentuk kesesuaian kurikulum dengan standar tidak adanya sopan santun,” ungkap kurikulum bahasa yang berlaku serta Juliana. harus relevan dengan kebutuhan belajar Dari seluruh materi tersebut Juliana siswa di abad 21 ini. Adapun dalam mencoba menjelaskan bahwa dalam menyusun kurikulum program bahasa menyusun kurikulum program bahasa, asing memiliki standar yang dapat ada banyak hal yang perlu diperhatikan digunakan, salah satunya National dan disesuaikan. Tidak hanya dari segi Standards for Foreign Languages: 5Cs standar atau aturan yang ada, namun (Communication, Cultures, Connections, aspek suatu negara seperti kultur, cara Comparisons, Communities). “Sebagai berkomunikasi, hubungan, perbandingan contoh pada poin kultur, jika di kultur terhadap pembelajaran bahasa di lokasi barat memanggil guru atau dosen tanpa asalnya serta komunitas perlu menggunakan sapaan pak dan bu atau diperhatikan.(red) Juliana Wijaya, Ph.D dari UCLA saat menjadi pembicara dalam Linking Standards and Proficiency Into Language Curriculum Foto : Dok. Humas urikulum dibutuhkan dalam Tujuannya mengetahui siapa saja setiap jenjang pendidikan yang hadir, juga sebagai usaha untuk Kmulai dari Kelompok Bermain mengingat siapa saja nama para peserta. hingga Perguruan Tinggi. Namun, M e n g a w a l i m a t e r i J u l i a n a menyusunkurikulumterutamakurikulum menyatakan,“merancang kurikulum bahasa tidak bisa dilakukan secara bahasa, kita harus punya tujuan atau hasil sembarangan. Menyadari peran penting akhir apa yang ingin kita capai. Jangan adanya kurikulum terutama kurikulum lupa pelajari juga target kita. Salah satu bahasa dalam dunia pendidikan, Program desain kurikulum bahasa yang dapat Pascasarjana Universitas Katolik Widya digunakan adalah backward design, yakni Mandala Surabaya (UKWMS) menggelar setelahkitamenentukantujuankitaturun Kuliah Tamu dengan topik 'Linking lagi untuk melihat apa yang bisa Standards and Proficiency Into Language dikembangkan dan kemudian menyusun Curriculum'. Bertempat di Auditorium metode atau langkah apa yang akan kita 201 Kampus UKWMS Dinoyo, hadir gunakanuntukmencapaitujuan tersebut. sebagai pembicara adalah Juliana Wijaya, Sehingga masing-masing tahapan akan Ph.D. dari University of California, Los saling terhubung dan itulah yang kita Angeles(UCLA). sebut dengan linking,” ujar pengajar Berbeda dengan narasumber pada bidang Bahasa dan Budaya Indonesia di umumnya, sebelum memulai materi UCLA tersebut. Backward design sendiri J u l i a n a m e m i n t a p e s e r t a memaksa tenaga pendidik untuk fokus memperkenalkan diri serta menyebutkan pada tujuan akhir dari kurikulum bahasa motivasimerekamengikutikuliahtamu. yangtelahdisusun. 26POTENTIA edisi 8 / X / 2015

26. Edukasi, erlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN mulai Desember 2015 menawarkan Bberbagai tantangan dan peluang. Pasar bebas ASEAN ini berlaku untuk arus barang, jasa dan ketenagakerjaan. Hal ini menjadikan persaingan antar negara ASEAN semakin ketat. Berdasarkan World Economic Forum's Global Competitiveness Index 2014 – 2015, Indonesia berada di urutan ke 34 dari 144 negara di dunia. Posisi ini masih lebih rendah dibandingkan beberapa negara anggota ASEAN lainnya, yakni Singapura di urutan ke-2, Malaysia di urutan ke-20, dan Thailand di urutan ke-31. Namun posisi Indonesia ini masih lebih tinggi dibandingkan posisi negara Flipina yang berada di urutan ke-52 dan Vietnam di urutan ke- 68. Posisi ini dijadikan salah satu acuan bagi para pembuat kebijakan, baik pemerintah maupun swasta, untuk menyusun pentingnya manajemen strategi agar Indonesia dapat lebih unjuk kerja di pasar global khususnyaASEAN. Pascasarjana Prof. Mark Wilson saat menyampaikan materi tentang “ Fotografer : Novan Strategi dan Evaluasi Untuk Mencapai Keunggulan Bersaing Yang Berkelanjutan” Strategi & Evaluasi 27POTENTIA edisi 8 / X / 2015

27. Tanoto Foundation, Kebudayaan Republik Indonesia dengan tempat tinggal mereka. Bukan berarti menyelenggarakan sebuah seminar Tanoto Foundation sebagai sponsor ujian nasional itu salah, tapi kami ingin “ S t r a t e g i d a n sekaligus Kuliah Perdana bagi para utama. Tanoto Foundation sendiri adalah menyampaikan perlunya ada alat ukur manajemenstrategitidaksajadiperlukan m a h a s i swa b a r u D o kto r I l m u sebuah organisasi nirlaba dari yang mampu mengevaluasi dengan lebih oleh organisasi dalam lingkup mikro Manajemen bertajuk: STRATEGI DAN perusahaan yang bergerak di berbagai menyeluruh,” ungkap Rahmat H tetapi juga diperlukan oleh organisasi E VA L UA S I U N T U K M E N C A PA I bidang bisnis seperti kertas, minyak Setiawan selaku Program Manager Pelita yang lebih luas dalam lingkup KEUNGGULAN BERSAING YANG goreng, dan lainnya yang sangat PendidikanTanotoFoundation. pemerintah, dilaksanakan baik oleh BERKELANJUTAN. mempedulikan bidang edukasi di Dalam kesempatan wawancara organisasi yang berorientasi laba MenghadirkanpembicaraProf.Mark Indonesia sebagai bagian dari wujud sebelum kuliah perdana, Mark maupun oleh organisasi nirlaba. Teori Wilson (seorang guru besar bidang nyataprogramkesejahteraanmasyarakat menyampaikan pandangannya tentang manajemen strategi telah berkembang pengukuran dan statistik terapan dari (corporatesocialresponsibility). evaluasi pendidikan dasar, “kita ingin ke domain perusahaan atau organisasi University of California, Berkeley) serta “Kami memiliki 320 sekolah semua anak untuk mencapai standar sebagai cara untuk mendapatkan Badri Munir Sukoco Ph.D. (seorang pakar kerjasama, 90% diantaranya merupakan tertentu namun belum tentu itu bisa k e u n g g u l a n k o m p e t i t i f y a n g manajemen stratejik dari Universitas sekolah dasar yang menggunakan mengangkat potensi asli dari anak-anak berkelanjutan,” ujar Dr. Mudjilah Rahayu Airlangga), seminar dengan peserta metode pengajaran yang mana itu. Kita harus memberikan cara selaku Ketua Program Studi Doktor Ilmu ratusan orang tersebut dilaksanakan kemampuan pelajar tidak bisa diukur pengukuran yang tepat dalam mengukur Manajemen di Program Pascasarjana pada Rabu, 19 Agustus 2015. Mark juga dengan standar pengukuran umum potensi anak-anak, bukan berarti tidak Universitas Katolik Widya Mandala menjadi pembicara utama dalam seperti ujian nasional. Metode boleh menggunakan metode tertentu, Surabaya (UKWMS). Hal senada tentu Seminar “Penilaian Dalam Reformasi pembelajaran yang kami lakukan tapi kita harus tahu jenis assesment berlaku pula dalam dunia edukasi. E v a l u a s i P e n d i d i k a n ” y a n g melibatkan alam sekitar dan disesuaikan mana saja yang akan cocok untuk Program Pascasarjana UKWMS dalam diselenggarakan pada Kamis, 20 Agustus pula dengan kebutuhan serta mengukurpotensimereka”. kesempatan ini, bekerjasama dengan 2015 di Kementerian Pendidikan dan karakteristik lingkungan dan budaya Pascasarjana Suasana kuliah tamu bersama P dari University of California, Berkeley (UCLA) rof. Mark Wilson 28POTENTIA edisi 8 / X / 2015

28. Pascasarjana Lebih lanjut, Mark yang juga Direktur operasional suatu strategi memberi umpan disesuaikan pula dengan tingkatan mengembangkan strategi serta dapat BEAR Center, University of California balik untuk mencapai tujuan organisasi kemampuan anak yang diuji,” ujar Prof. memanfaatkan pengetahuan sebagai Berkeley ini memaparkan tentang salah sehingga diperlukan pengukuran secara Anita Lie selaku Direktur Pascasarjana dasar dalam menentukan cara-cara satu metode evaluasi yang paling sering kuantitatif maupun kualitatif untuk UKWMS. Dari segi organisasi, isu tentang meningkatkan daya saing melalui digunakan, yakni multiple choice test (tes menentukan tingkat presisi dalam evaluasi strategi tersebut menimbulkan pertanyaan kemampuan operasionalisasi yang tepat p i l i h a n g a n d a ) . “ K i t a p u n y a strategi yang tepat. Hasil pengukuran dan menarik yaitu kemampuan manajemen sesuai dengan dinamika lingkungan,” kecenderungan untuk mengukur evaluasi akan dapat menentukan untuk menghasilkan inisiatif-inisatif besar ungkapAnita.(red/pasca) penguasaan pengetahuan mereka atas kemampuan sebuah perusahaan atau yang dituangkan dalam strategi serta standar yang sudah kita tentukan, bukan organisasi mempunyai keunggulan ketepatan evaluasi dan pengukuran dalam mengukur apa yang sebenarnya mereka bersaing yang berkelanjutan. Sejalan mencapai tujuan organisasi pada miliki. Apa yang bagus di suatu tempat, dengan hal tersebut, Badri memaparkan lingkungan yang dinamis untuk belum tentu bagus di tempat lain. Anak berbagaijenissekolahdalammaterinya. mendapatkan sustainable competitive “Para sarjana dan konsultanyang terukur baik di suatu bidang, belum advantage bagi for-profit maupun not-for- pendidikan harus mampu berpikir lebihtentu dia juga baik di bidang lainnya, profitorganizationssesuaidenganharapan luas dari 'sempitnya' metode pengajaransebaliknya yang buruk nilainya di suatu stakeholders. “Besar harapan kami agar dari jenis-jenis sekolah atau institusibidang belum tentu benar-benar jelek. peserta dapat memiliki wawasan yang pendidikan yang ada. Mereka harus tahuKita tidak boleh terjebak pemikiran lebih luas bagaimana formasi strategi secarasempit dalam menilai kemampuan dalam menyeluruh, sehingga tidak sampai sepertiseorang anak. Seharusnya kita dapat lima orang buta yang berusahamengukur apa yang mampu mereka mendeskripsikan seekor gajah tanpa benar-lakukan, bukannya mengajar mereka benar mengetahui hal seperti apa yangmelakukan apa yang mau kita ujikan,” sebenarnya ada di hadapan mereka.ungkap Wilson yang pernah meneliti F o r m a s i s t r a t e g i m a n a y a n gmengenai metode dan cara belajar anak menggabungkan keunggulan dari setiapusia10dan15tahundiSumatera. Strategi pengukuran suatu jenis sekolah seharusnya akan bekerja pencapaian haruslah sesuai dengan dengan lebih baik,” urai Badri karakteristik dari orang maupun m e n y i m p u l k a n m a t e r i y a n g organisasi yang akan diukur. Operasional disampaikannya dalam seminar s e b u a h s t r a t e g i m e m e r l u k a n tersebut. “Dalam hal edukasi, antara apapengendalian serta pengkajian atas yang diajarkan dengan yang diujikanketepatannya sebagai cara untuk itu harus sama. Apabila apa yangmencapai tujuan organisasi. Strategi diajar tak teruji maka harusbersifat dinamis karena harus d i e v a l u a s i k e m b a l imenyesuaikan dengan dinamika relevansinya. Caralingkungan baik yang bersifat internal mengevaluasi harusmaupun eksternal. Hasil dari evaluasi Ilustrasi Unggulkan Strategi & Evaluasi sumber : www.cdn.bussiness2community.com 29POTENTIA edisi 8 / X / 2015

29. BERDIRI DI ATAS KARYA SENDIRI sebagai Entrepreneur Royce saat membagikan pengalamannya di A301 UKWMS Ki-ka : Royce, Fitri, Monica Ajeng Foto: Elvina Sivitas Akademika 30POTENTIA edisi 8 / X / 2015

30. erbeda dari hari pertama Byang membahas studi lanjut, seminar karir hari kedua membahas bagaimana jika ingin bekerja langsung sebagai wirausahawan atau entrepreneur. Melihat jumlah wirausaha di Indonesia adalah 1.6% dari total penduduk, sedangkan total pengangguran sebanyak 7,5 juta lebih, bagaimana kita bisa melihat peluang usaha, jika tidak bekerja ikut orang? Itulah yang mendasari tema e n t r e p r e n e u r s h i p i n i . D u a pembicaranya adalah Fitri Irawan S.Si.Apt dan Royce Marchel Justry Putra, S.E., dengan Monica Ajeng Erwita, S.Sos., M.M., selaku moderator. Acara ini dibuka dengan penampilan band UKM 3 pukul 13.00 WIB di Auditorium A301, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Seminar Karir ini merupakan kegiatan wajib yang ditujukan untuk mahasiswa UKWMS semester enam ke atas yang akan segera terjun ke dunia kerja, terutama untuk menjadi seorang wirausahawan. “Semoga dapat memberikan pengetahuan baru tentang dunia usaha. Bagaimana memulai suatu usaha yang benar‐benar merupakan passion kita”, kata Ajeng sebelum kedua pembicara memulai sharing pengalamannya. Fitri merupakan owner atau pemilik produk kosmetik Bio Sea Mineral Beauty. Menurut Fitri, dalam dunia wirausaha ada istilah menjual diri, jangan takut mengeksplorasi kemampuan diri sendiri. Awalnya sebelum bekerja sendiri, ia juga bekerja dibawah pimpinan orang lain. Namun 'bekerja ikut orang' ini dinilai penting, karena melatih bagaimana bersosialisasi dengan orang lain, meningkatkan rasa empati, dan juga bisa merasakan bagaimana cara mempekerjakan karyawannya. “Cara memulai menjadi wirausahawan adalah pertama, harus membuat sesuatu yang beda atau unik. Dan yang kedua, produknya bisa cerita sendiri atau punya 'soul'“, ungkap alumni jurusan FarmasiUKWMSini. Tidak jauh berbeda dengan Fitri, Royce sebagai owner dari Bond's Event Organizer juga mempunyai prinsip menjadi wirausahawan. Pekerjaan diawali dari kesukaan. “Yang penting suka dulu, karena kalau nggak suka, pasti nggak nyaman”, katanya. Alumni jurusan Manajemen UKWMS ini juga menuturkan, bahwa tidak hanya menyukai pekerjaan, inovasi juga menjadi faktor nomor dua untuk menjadi wirausahawan. Faktor terakhiradalahtuntutanataudengan kata lain memiliki cita‐cita atau target untuk biaya hidup, jadi tidak asal menjalankanusahasaja.“Harusmaju terus. Kalaupun harus sampai nabrak, tabrak dulu baru putar balik. Tapi setelah itu jangan tidur, melainkan harus belajar, banyak‐ banyakbacabuku”,imbuhnya. “Bekerjaituberbedadengancari uang. Cari uang itu menciptakan peluang untuk menghasilkan uang”, kata Fitri. Pengalamannya bekerja dibawah pimpinan orang lain membuat dia memiliki banyak pengalaman dan modal untuk membuka usaha. Fitri mengatakan, “Kerja ikut orang jangan lama‐lama. Perubahan harus dilakukan saat 'enak' jadi masih punya modal dan punya energi”. Ada usaha yang diperlukan untuk branding atau pengenalansuatuprodukbaru. Tidak jauh berbeda dengan menjual produk, hanya saja yang membedakan adalah pelayanan. “ A d a b a r a n g a d a j a s a . Karakteristiknya berbeda. Dalam jasa, tidak ada nilai ukur suatu barang, melainkan pelayanan”, kata Royce. Royce pun menyampaikan, “cari banyak relasi karena itu ada manfaatnya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dan kita bisa belajar dari sana. Yang dinilai adalah waktu dan proses karena merekatidakdapatdibeli”.(elv) Ilustrasi : simbol keluar dari zona nyaman Sumber : thumbs.dreamstime.com 31POTENTIA edisi 8 / X / 2015 Sivitas Akademika

31. ebanyakan mahasiswa baru (maba) merasa was-was dengan masa orientasi yang dihadapi di kampus, namun tidak demikian halnya dengan maba di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Rasa lelah mereka setelah mengkuti Pekan Pengenalan Kampus (PPK) selama empat hari berturut-turut terbayar lunas dengan ”pesta” yang diadakan pada malam puncak PPK. “ P P K seja nya adalah sebuah pengenalan akan pendidikan nggi, bukan sekedar ospek, sehingga semua hal yang disampaikan dirancang agar mahasiswa merasa nyaman. Kami juga menyesuaikan dengan dinamika g e n e r a s i s e k a r a n g , u n t u k menyampaikan informasi dengan gaya mereka yang Fun. Itulah sebabnya kami berusaha memfasilitasi krea fitas dan h a s r a t p o s i f m e r e k a u n t u k mengembangkan diri dak hanya di bidang akademik, tapi juga di bidang so skill mereka. Seni, merupakan salah satu wujud yang paling dekat dengan mereka, itulah sebabnya kami hadirkan dalam bentuk acara puncak yang gemerlap ibarat pesta” ujar Johanes Nugroho Widodo, S.Kom selaku Ketua Pani a PPK 2015 UKWMS.

32. Seluruh maba dari 10 fakultas yang ada di UKWMS berkumpul di lapangan Kampus UKWMS Pakuwon City pada Jumat (14/8). Mereka hadir dengan mengenakan seragam PPK angkatan bewarna pu h yang dipadukan dengan warna merah pada kerah. Ribuan mahasiswa tersebut berbaris memenuhi halaman utama untukmengiku apelsoredan dilanjutkandengan acara Widya Mandala Great Party (WMGP). Sebelum apel sore, mahasiswa angkatan 2015 tersebut menampilkan yel‐yel fakultas dengan penuhsemangatsecarabergan an. Sama seper tahun sebelumnya, yel‐yel fakultas ini dinilai oleh juri untuk dilombakan. Setelah satu persatu fakultas unjuk gigi menampilkan yel‐yel, apel sore pun dimulai dengan dipimpin Drs. Koencoro Foe, G. Dip., Ph.D. selaku Rektor UKWMS sebagai inspektur apel. Pada apel sore yang berlangsung khidmat tersebut, para Ketua Organisasi Mahasiswa (ormawa) dari ap fakultas periode 2015‐2016 dilan k. Para Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Badan Ekseku f Mahasiswa (BEM) dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dilan k dan dikukuhkan secara resmi oleh Rektor UKWMS. Para dekan dari ap fakultas pun hadir untuk mengalungkan medali sebagai simbol bagi Pemimpin Organisator tersebut. Hadir pula Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) periode 2014‐2015 untuk melakukan serah terima jabatan kepada Ketua BPMU periode2015‐2016. Seusai apel sore, para mahasiswa baru disuguhkan penampilan atrak f dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di UKWMS. UKM Taekwondo, pencak silat, Unit Kesehatan Mahasiswa,PaduanSuaraCantateDominoadalah beberapa yang hadir menampilkan aksi di depan para mahasiswa baru. Decak kagum para mahasiswa baru tak hen mengalir melihat aksi dari UKM‐UKM tersebut. Tak berhen disitu, saat acara puncak yang ditunggu‐tunggu oleh para maba tersebut mulai, mereka segera merapat memada panggung. Mereka berebut untuk mendapatkan posisi terdepan agar tak ke nggalan keseruan acara tersebut. Tahun ini, dengan mengusung tema Young, Freedom and Wild, WMGP yang ru n di ebagai puncakadakan s PPK kembali berhasil mend mpat tersendiriapat te diha paramahasiswa. Dari tahun ke tahun, para maba selalu antusiasmenyambutacaraini.Penampilandance, band, fashion show, dan beberapa UKM disuguhkan untuk membuat maba tetap se a berdiri di depan panggung dan tertarik bergabung. Sebelum acara penutupan, salah seorang mahasiswa Fakultas Psikologi UKWMS angkatan 2014 yang juga penyandang disabilitas, Rendy Agus no mempersembahkan sebuah lagu dari grup band ternama My Chemical Romance – I don't love you. “Saya memilih lagu itu karena menurut saya paling mudah dinyanyikan dan banyak yang mengenalinya,” ujar Rendy yang juga piawai memainkan keyboard kenda kedua tangannya dak dalam kondisi normal. Antusiasme Rendy ditanggapi oleh peserta PPK dengan penuh sorak sorai. Gemuruh kata‐kata “We want more! We Want More!” segera terdengarusaiRendymenyanyisolo. Acara ditutup dengan Disco Time yang membuat WMGP tak terlihat sebagai rangkaian dari Pekan Perkenalan Kampus. “Ospek di UKWMS itu memang melelahkan, tapi banyak manfaatnya,dandiakhirospekkitadapatsuguhan yang menyenangkan dari Universitas, senang sekali rasanya”, ujar Milka salah satu mahasiswa baru dari Fakultas Bisnis jurusan Manajemen. (ccc/SMAP)

33. BUKANLAH Ki-ka: Victor, Maria dan Vita, saat ditemui di lab. Bahasa Inggris, kampus UKWMS Kalijudan. Foto: Dok. Humas Bahasa MOMOK Prestasi 34POTENTIA edisi 8 / X / 2015

34. engikuti lomba debat Mapalagi dalam Bahasa Inggris memang menjadi momok yang membuat nyali menciut. Akhirnya setiap ada lomba debat Bahasa Inggris lagi‐lagi yang ditunjuk adalah yang dianggap sudah fasih berbahasa Inggris. Itulah yang dirasakan Christanto Victor atau yang akrab disapa Victor, Sylvitia Krisnanta atau Vita dari Program Studi Pendidikan (PSP) Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FKIP UKWMS) dan Maria Jessica dari International Business Management (IBM) Fakultas Bisnis UKWMS yang baru saja selesai mengikuti ajang lomba debat bergengsi, National University Debating Championship 2015 pada bulan Agustus lalu. “Awalnya, aku cuma di‐sms sama Mr. Rey (koordinator IBM), katanya aku sudah harus di ruangan ini, jam segini karena ada acara debat, aku nggak dikasih tahu bahwa ada lomba,” ungkap Maria Jessica yang akrab disapa MJ ini menceritakan awal mengikuti seleksi tingkat universitas pada bulan Maret lalu. Victor dan Vita sendiri merupakan mahasiswa perwakilan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang dikirim dalam seleksi ini karena pengalaman mereka dalam ajang lomba debat. Para juri dalam seleksi tahap universitas yang terdiri dari Wakil Rektor 1, Y.G. Harto Pramono, Ph.D., M.Pd, Drs, dosen FKIP yaitu Johanes Taloko, M.Sc., dan Albert Christianto, mantan debater dari FKIP menilai para peserta secara individual. Setelah berbagai tahap akhirnya terpilihlah Victor dan MJ sebagai debater dan Vita sebagai adjudicator

Add a comment