POPO_Psikologi Forensik_David Canter_Chapter 2

78 %
22 %
Information about POPO_Psikologi Forensik_David Canter_Chapter 2
Education

Published on September 21, 2014

Author: taniatoon

Source: slideshare.net

Description

brief explanation about Psychology Forensic on chapter 2 of David Canter's book ( A Very Short )

“Forensic Psychology A Very Short Introduction” David Canter CHAPTER 1 Tania Savana Sari 190420130048 Rina Sari 190420130055

The Excitement and Challenge of Forensic Psychology • Pada kajian psikologi forensik fokus dan berusaha untuk memahami bagaimana proses tindakan kriminal yang melanggar hukum ini dapat terjadi, serta tindakan yang ditampilkan oleh pelaku maupun korban. Contoh : Pembunuhan, Pencurian, Kekerasan pada anak dll

What is forensic psychology? • Psikologi forensik berusaha menjelaskan interaksi antara psikologi, tindakan kejahatan, dan hukum dalam suatu kesatuan yang berdinamika.

• terkadang psikolog forensik terlibat dengan polisi dalam bekerja, termasuk membantu petugas polisi atau para sipir tahanan untuk menangani tekanan pekerjaan mereka dan bahkan dalam bidang manajemen waktu.

Digunakan untuk menjelaskan berbagai aspek yang relevan yang berkaitan dengan hukum dan proses criminal, seperti: • Menjelaskan kenapa seseorang merencanakan tindakan kejahatan • Pola yang dilakukan oleh seseorang dalam tindakan kejahatan • Kontribusi untuk membantu investigasi tindakan kejahatan • Menangkap pelaku kejahatan • memberikan panduan kepada mereka yang terlibat dalam pengadilan perdata dan proses pidana • menyediakan saksi ahli mengenai perilaku pelaku kejahatan • cara menangani para pelaku tindakan kriminal • menentukan ”treatment” dan rehabilitasi

Beberapa akitivitas profesional adalah mengenai isu-isu psikologi, seperti: • penjelasan berbasiskan aspek psikologis mengenai penjelasan perilaku kejahatan • eksplorasi mengenai pembuatan keputusan yang relevan pada proses investigasi tindakan kejahatan • Studi tentang psikologi memori yang berkaitan dengan proses wawancara saksi. • Pertimbangan mengenai perilaku dan aspek sosial pada proses pengadilan. • Pertimbangan kelayakan dan efektivitas proses rehabilitasi. • Peran gangguan mental dalam tindakan criminal.

• Psikologi forensik berada diantara kriminologi, dan psikiatri forensik. • Menjelaskan juga dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu, seperti hukum sosial, geografi, psikologi klinis, perkembangan, psikologi sosial serta psikometri.

PSIKIATRI PSIKOLOG FORENSIC SCIENCE Fokus pada penyakit/gangguan mental Kulifikasi penanganan medis seperti: memberikan obat psikiatri, Penjelasan status medis Penelitian dan pengkajian perilaku tindakan kejahatan (mempelajari munculnya tindakan kejahatan) dilihat dari berbagai aspek seperti perkembangan, sosial, relasi dan emosi. Pertimbangan dalam memberikan rehabilitasi /treatment bagi pelaku kejahatan yang mengalami gangguan kejiwaan berkaitan dengan kimia, toksikologi, fisika, patologi serta ilmu alam yang terlibat didalamnya. Perbedaannya adalah mengenai kompetensi yang dijalani sebagai ilmuwan yang melakukan otopsi, tes sample darah yang mengandung racun, serta aspek patologi forensik.

Where did forensic psychology come from? • Psikologi dari sejak awal telah dapat menjelaskan mengenai tindakan kejahatan dan bertujuan untuk mengatur tindakan kriminal dengan tujuan mengurangi atau menurunkan tindakan kejahatan.

Dimana Psikologi Forensik Diperlukan?  Lebih dari 100 tahun, Psikologi berkontribusi di ranah hukum  kualifikasi medis.  Profesional berlatar belakang medis  juga menjelaskan hasil asesmen psikologi yang dilakukan orang lain.  Istilah yang dikenal dalam area praktek psikologi forensik : – Investigasi dan pemahaman mengenai pelanggar aturan – Proses dalam pemeriksaan pengadilan dan pengambilan keputusan – Pengelolaan dan percobaan rehabilitasi dalam penjara dan seting institusi lainnya yang terkait atau dalam seting komunitas

Dimana Psikologi Forensik Diperlukan? • Psikologi dalam pengadilan,  pertengahan abad 20 psikolog tanpa kualifikasi medis  dapat memberikan opini mengenai proses mental dan kepribadian Kehadiran psikolog dalam pengadilan membuka jalan lebih lebar untuk membahas mengenai aplikasi ilmu lain, dibandingkan hanya sekedar membahas pemikiran dibalik tindak kriminal  psikolog diminta untuk melakukan asesmen secara lebih luas dari pelaku kriminal.

Psikologi dalam seting perlakuan forensik Institusi yang biasa dikenal di Inggris sebagai ‘rumah sakit khusus’, apabila di Amerika dikenal sebagai lembaga pemasyarakatan menjadi bagian dari sistem dalam penjara,  lebih menekankan pada perubahan perilaku seseorang  Pelaku kriminal diperlakukan sebagai pasien

Pelayanan psikologi telah berkembang jauh. asesmen intelegensi dan pemeriksaan kepribadian membimbing mereka melalui proses hukuman dalam penjara,; mengukur resiko dan hal penting lainnya yang berkaitan dengan penjaminan bersyarat; macam-macam tahapan selama dan setelah dipenjara Evaluasi program, aturan, bantu rencanakan perubahan organisasi, pelatihan staf Harapan : bantu kurangi timbulnya pelanggaran Psikologi dalam penjara dan masa percobaan

Psikologi dan Investigasi Psikolog forensik memiliki kontribusi yang paling dikenal dalam membantu polisi untuk menginvestigasi Tokoh fiksi yang pandai dan memiliki kemampuan luar biasa  memahami pemikiran pelaku kriminal Lie to Me Sebuah tim yang melihat mikroekspresi seseorang. Serial Criminal Mind The Behavioral Science Unit dari FBI

Psikologi dan Investigasi • Tidak hanya mengetahui “isi pikiran” pelaku kriminal. • Menekankan pada proses pengambilan keputusan seorang pelaku kejahatan • mengembangkan teknik wawancara pada para polisi • memberi saran terhadap karakteristik pelaku kriminal, yang mengarahkan keadaan dimana pelaku dapat ditemukan melaui catatan/ rekam jejak di kepolisian. • Secara medis, profil orang yang melakukan kejahatan adalah orang yang memiliki ketertarikan pada kriminal dan merupakan orang yang sakit jiwa. – Namun, seringkali analisa tersebut jauh dari kenyataannya. Tidak selalu orang yang mengalami sakit jiwa • Disiplin ilmu baru  bermunculan subdisiplin ilmu lain – psikologi penjara, psikologi investigasi, psikologi hukum, dan aspek forensik dari psikologi klinis Dengan psikologi dapat membantu untuk menolong para pelaku kriminal keluar dari kehidupan kriminal

Tantangan Psikologi Forensik • Berkembang pesat, dan cukup banyak tantangannya. – Akses ke area kriminal yang sebenarnya, – ke para juri untuk melakukan penelitian, – ke para saksi atau ke petugas polisi, selalu di batasi oleh hukum dan menjadi area yang berbahaya pula • Untuk keperluan penelitian, studi yang dilakukan dalam seting buatan dan terbatas  less field work

Tantangan Psikologi Forensik • Bekerja dengan pelaku kriminal di penjara banyak batasan • Pihak otoritas juga melarang adanya kegiatan penyelidikan terhadap pelaku kriminal • Tantangan yang dihadapi juga untuk keperluan perlakuan atau wawancara penyelidikan. – Psikolog menggunakan kuesioner khusus dan prosedur lain. Harapan dan asumsi psikolog, pelaku dapat dgn sukarela dan jujur. Kenyataannya tidak semudah itu • Hanya bahas topik tertentu, trauma, mungkin juga berbohong • Psikolog disewa oleh pengadilan atau pengacara pihak tertentu – Psikolog tergoda untuk memberikan kesaksian yang cenderung ‘berpihak’ dan lebih subjektif.

Tantangan Psikologi Forensik • Kriminalitas kompleks dan beragam • Tindak kriminal  latar belakang psikologis tidak jelas • Psikolog forensik berpegang teguh untuk mencari tahu dengan apa yang sebenarnya mereka lakukan, bukan pada apa yang dituduhkan pada mereka. – mengesampingkan kejahatan dan menganggap pelaku sebagai klien • betapa pentingnya melihat lebih jauh dari laporan-laporan kriminal dan motif pelaku  Penyembuhan • Pertimbangan lain  bentuk analisa lain  dari pertanyaan-pertanyaan. – Misalnya: “mengapa seorang perampok, selain merampok rumah korban, juga buang air di atas kasur milik korban? ” • Pertanyaan  menentukan bagaimana pelaku kejahatan melihat diri dan peran mereka sendiri dengan aksi kejahatan yang mereka lakukan

Menjembatani Kebudayaan Psikolog • Psikolog memberi pejelasan mengenai kejahatan sebagai suatu proses diluar kontrol pelaku • Psikolog akan melihat mengenai orang itu sendiri; menarik dimensi yang berbeda beda pada setiap orang; atau mendiagnosa seseorang pada kategori tertentu. Di mata hukum • Hanya pemikiran yang melatarbelakangi tindak kriminal sebagai perhatian utama ketika terdakwa di sidangkan • fokus menilai orang yang sesuai dengan yang dihadapan mereka saja (terdakwa dan kasus). Psikologi dan Hukum berbeda dan seringkali tumpang tindih. Jika bekerja secara efektif bersama, akan dapat saling membantu sama lain.

Criminal Mind

Criminal Mind

Criminal Mind

Lie to Me

Lie to Me

Lie to Me

Carl Jung said, “The healthy man does not torture others. Generally, it is the tortured who turn into torturers.” Dale Turner mused “Some of the best lessons are learned from past mistakes. The error of the past is the wisdom of the future.” Paul Boese "Forgiveness does not change the past, but it does enlarge the future."

Add a comment

Related presentations