advertisement

perkembangan pemikiran ilmu manajemen

50 %
50 %
advertisement
Information about perkembangan pemikiran ilmu manajemen
Business & Mgmt

Published on February 28, 2014

Author: massepe

Source: slideshare.net

Description

School of thought in management.
advertisement

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 KAJIAN TERHADAP PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ILMU MANAJEMEN (School of thought management) A.M.Nur Bau Massepe PENDAHULUAN Kapankah manusia mengenal namanya ilmu manajemen? Pada dasarnya manajemen sudah lama dikenal umat manusia. Praktek-praktek manajerial sebenarnya sudah diterapan pada masa-masa revolusi Industri, walaupun banyak kesepakatan bahwa Ilmu Manajemen mulai di bakukan sebagai suatu kerangka pengetahuan (science) setalah terjadi revolusi Industri di Inggris pada abad 18 pertengahan. Mempelajari perkembangan ilmu manajemen sangat beragam dan banyak versi. Namun Sthepen P. Robbin membedakannya kedalam empat pendekatan yakni manajemen ilmiah, pendekatan administrasi, pendekatan kuantitatif, dan perilaku organisasi1. Bila dibuatkan gambar seperti sebagimana di bawah ini. Dalam pendidikan, manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Dipilih manajemen sebagai aktivitas, bukan sebagai individu, agar konsisten dengan istilah administrasi dengan administrator sebagai pelaksananya dan supervisi dengan supervisor sebagai pelaksananya. Kepala sekolah misalnya bisa berperan sebagai administrator dalam mengemban mis atasan, sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan, dan sebagai 1

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar (Pidarta: 1988). Selain makalah ini memberikan penjelasan tentang sejarah dan gambaran bagaimana aliran pikiran manusia tentang manajemen masa lalu, diharapkan dapat bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mempelajari ilmu manajemen lebih lanjut. A. TUJUAN MAKALAH Tujuan Penulisan makalah ini adalah untuk memahami tentang: 1. Sejarah Manajemen. 2. Perkembangan teori manajemen. Secara garis besar penulis menggambarkan kerangka perkembangan pemikiran ilmu manajemen seperti dibawah ini: Peraga.1. Perkembangan ilmu manajemen Teori manajemen Latar belakang sejarah Pra manajemen ilmiah Adam Smith Revolusi Industri 2 Manajemen Ilmiah Pendekatan Administrasi Pendekatan Kuantitatif Perilaku Organisasi Pendukung awal Hugo & Mayo Studi Hawthorne

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 A. Sejarah manajemen Pra Manajemen Ilmiah Pada zaman dahulu kala, yang dikelompokkan sebagai zaman pra revolusi Industri sudah mulai mengenal praktek-praktek manajemen. Pembangunan situs-situs seperti di Cina, Mesir, Persia, Babilionia, Sumeria, dan beberapa negara-negara lainnya yang kita kenal sebagai keajiban dunia dibangun tentu menerapkan yang namanya prinsip-prisip manajemen. Di Mesir ada namanya piramida raksasa, di Cina ada Tembok Cina, di Suria ada pembuatan tembok kota. Di Indonesia ada berdiri dengan kokoh Candi Borobudur, yang terletak di 4 km dari kota Yogyakarta. Candi Borobudur dibangun sekitar 800 tahun masehi oleh para penganut agama Budha. Aspek-aspek yang berkenaan dengan manajemen adalah siapakah yang membangun candi tersebut? Siapa dan bagaimana masing-masing pekerja mengkoordinir dan bekerja sama mulai dari pengadaan bahan baku, mencampur dan menata batu-batu tersebut sehingga dapat berdiri kokoh. Tentu pada zaman dahulu telah di terapkan prinsip-prinsip manajemen walaupun sederhana sehingga dikategorikan sebaga zaman pra manajemen ilmiah. Manajemen sejarah atau zaman pra ilmiah merupakan cikal bakal berkembangnya ilmu manajemen, kemudian pada abad pertangahan juga banyak ditemukan pemikiran-pemikiran yang diduga merupakan konstributorkonstributor yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen. Adam Smith Pada tahun 1776, dikenal seorang pemikir dan tokoh ekonomi ialah Adam Smith. Mengapa Adam Smith dianggap mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen? Hal ini disebabkan Adam Smith menerbitkan sebuah buku yang menjadi doktrin para ahli ekonomi. Bukunya berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (disingkat The Wealth of 3

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 Nations), dimana dia mengemukakan keunggulan ekonomi yang akan diperoleh suatu organisasi, perusahaan terdapat dari pembagian kerja, (division of Labor), yang merinci pekerja ke dalam tugas-tugas yang lebih detail. Dia mencontohkan dalam pembuatan peniti pada pabrik, sepuluh orang masing-masing melakukan pekerjaan khusus secara bersama-sama dapat menghasilkan peniti 48.000 peniti sehari. Namun masing-masing sepuluh orang tersebut diminta membaut peniti sendiri-sendiri maka jumlah peniti maksimal yang mereka hasilkan adalah sepuluh peniti perhari. Sehingga Smith menyimpulkan bahwa pentingnya pembagian kerja karena akan meningkatkan produktifitas dengan meningkatkan ketrampilan dan kecekatan masing-masing pekerja. Kemudian adanya penciptaan mesinmesin akan menghemat waktu dan tenaga kerja yang dipergunaakan dalam proses pembuatan peniti. Revolusi Industri Revolusi Industri yang berlangsung pada abad ke 18 di Inggris merupakan tonggak sejarah umat manusia dimana ditandai dengan penemuan mesin uap oleh James Watt. Penemuan ini menandai digantikannnya tenaga manusia dalam bekerja dengan penggunaan tenaga mesin. Adanya penggunaan mesin-mesin khususnya di pabrik menjadikan praktek-praktek manajemen dibutukan untuk meramalkan permintaan, menjamin banyaknya bahan baku dan ketersediaannya, memberikan tugas kepada orang-orang mengarahkan kegiataan sehari-hari, mengkoordinir berbagai macam pekerjaan, menjamin agar mesin-mesin tetap dalam kondisi yang baik, menemukan pasar bagi produk-produk jadi dan banyak lainnya. Embrio dari dua inti manajemen yakni efisien dan efektifitas dalam organisasi merupakan fase awal yang mulai dikenal dalam revolusi Industri. Dua hal di atas, yakni pemikiran dari Adam Smith dan Revolusi Industri 4

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 menurut Sthepen P.Robin merupakan dua hal yang menjadi latar belakang sejarah berkembangnya manajemen sebagai ilmu pengetahuan, sehingga dari sanalah mulai dijabarkan. Manajemen Ilmiah Manajemen ilmiah berprinsip dalam menggunakan masalah-masalah manajemen digunakan secara prinsip-prinsip ilmiah. Adapun tokoh-tokoh yang dianggap berpengaruh seperti Frederick Winslow Taylor (1856-1915), Henry L. Gantt (1861-1919), The Gilbreths (Frank B. Gilbreth : 1868-1924 dan Lilian Gilbreth : 1878-1972). Frederick Winslow Taylor (1856-1915) Pada tahun 1903 menyusun buku dengan judul Shop Management, tahun 1911 menyusun buku dengan judul The Principles of Scientific Management dan pada tahun 1912 menyusun buku yang berjudul Testimory Before Special House Committee. Ketiga buku tersebut digabungkan dalam sebuah buku dengan judul Scientific Management pada tahun 1947. Bukunya disusun di Perusahaan Midvale & Betlehem Steel. Co di Pensilvania, Amarika Serikat. Di Perusahaan tersebut dia sebagai seorang insinyur mekanis. Karya besarnya itulah membuat dia dikenal sebagai Bapak Manajemen Ilmiah. Taylor, yang terkenal dengan manajemen ilmiahnya berupa peningkatan produktivitas karena mahalnya biaya buruh terampil di Amerika Serikat pada awal abad ke 20. Gerakannya terkenal dengan gerakan efisiensi kerja. Untuk menjawab berbagai pertanyaan seperti apakah ada satu cara kerja terbaik the one best way of doing job dia mengajukan sekelompok prinsip-prinsip yang menjadi intinya manajemen ilmiah. Taylor terkenal dengan rencana pengupahan yang merangsang differential rate system, yang 5

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 menghasilkan turunnya biaya dan meningkatnya produktivitas, mutu, pendapatan pekerja dan semangat kerja karyawan. Filsafat dibelakang konsep Taylor terletak diatas 4 prinsip yang dikenal dengan Empat Prinsip Dasar Taylor” yaitu :  Pengembangan Manajemen Ilmiah yang benar dapat di gunakan untuk menentukan metode terbaik untuk menjalankan setiap tugas.  Seleksi karyawan dengan cara ilmiah, karyawan diberi tanggung jawab atas tugas yang sesuai dengan keterampilannya.  Pendidikan dan pengembangan karyawan dengan cara ilmiah.  Hubungan kerjasama yang erat antara manajemen dan karyawan. Untuk menerapkan keempat prinsip ini, Taylor mensyaratkan perlunya satu revolusi mental dikalangan manajer dan karyawan. Prinsip-prinsip dasar yang menurut dia mendasari pendekatan manajemen ilmiah adalah :  Menggantikan cara yang asal-asalan dengan ilmu (pengetahuan yang sistematis).  Mengusahakan keharmonisan dalam gerakan kelompok dan bukannya perpecahan.  Mencapai kerjasama manusia dan bukanlah individualisme yang kacau.  Bekerja untuk keluaran yang maksimum dan bukan keluaran yang terbatas.  Mengembangkan semua karyawan sampai taraf yang setinggitingginya, untuk kesejahteraan maksimum mereka sendiri dan perusahaan mereka. Taylor dikenal dengan metode yang ditemukannya yang dikenal dengan time and motion studies (studi waktu dan gerakan) yang intinya adalah penetapan standar kerja yang didasarkan pada perhitungan waktu. 6

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 Ide ini berangkat dari kenyataan bahwa para pekerja diperusahaan bekerja dibawah standar dari apa yang sebenarnya yang mampu mereka kerjakan. Pendapat dari Tyalor ialah untuk mencapai tujuan perusahaan yakni meningkatkan profit (laba), maka produktifitas harus ditingkatkan. Produktifitas dapat diukur dengan tingkat output dan prestasi kerja. Produktifitas yang optimal dapat dicapai bila menghasilkan output yang sesuai dengan target, baik dari segi jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan dimana standar yang diberlakukan. Taylor kemudian memperkenalkan sistem upah insentif yang diperlukan untuk meningkatkan prestasi kerja. Dengan upah tersebut diharapkankan memberi motivasi kerja bagi karyawan yang akan berdampak pada naiknya output produksi. Sistem pengupahan Taylor dinamakan sistem upah insentif (piecework by system) yaitu upah yang diberikan kepeada pekerja berdasarkan kemampuan dalam memenuhi standar yang telah ditetapkan. Bagi mereka yang mampu memenuhi standar diberikan upah yang lebih, bagi yang tidak maka akan diberikan upah yang dibawah standard. Illustrasi berikut akan memberikan penjelasan bagaimana konsep pengupahan itu. Misalkan diketahui standar pengerjaan output adalah 3 unit/jam. Jam kerja standar perhari adalah 8 jam, maka standar kerja perhari adalah 24 unit (8 X 3). Tarif upah yang diberikan sesuai standar atau lebih misalnya Rp.2.000 perunit. Bila dikerjakan dibawah standar maka upahnya Rp.1.750. Jika seorang buruh A mampu mengerjakan 25 unit output perhari dan seorang buruh B mampu mengerjakan 20 unit perhari dan seorang buruh C mampu mengejerkan 24 unit maka adupun jumlah upah yang diterima sebagai berikut : Pekerja A Mampu bekerja 25 unit 25 x Rp 2.000 7 Upah yang diperoleh Rp.50.000

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) Pekerja B Mampu bekerja 20 unit 2011 Upah yang diperoleh Rp.35.000 20 x Rp 1.750 Pekerja C Mampu bekerja 24 unit Upah yang diperoleh Rp.45.000 24 x Rp 2.000 Pengalaman Taylor sangat luas dan beragam setelah sukses bekerja di Midlave Steel Company, Taylor pun berpindah pekerjaan yang memperkaya pemikiran dan pengalamannya dibidang manajemen. Perusahaan yang ditempati bekerja misalnya Simond Roling Machine Company dan Bethelem Steel Company. Dari beberapa tempat bekerja tersebut kembali Taylor memberi konstribusi dengan memperkenalkan konsep desain pekerjaan, cuti untuk pemulihan produktifitas kerja. Jasa-jasa Taylor terhadap sumbangsih dibidang manajemen itulah sehingga Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah. Henry L. Gantt (1861-1919) Gantt mempertimbangkan kembali sistem perangsang Taylor, dengan memperkenalkan sistem bonus harian dan bonus ekstra untuk para mandor. Setiap pekerja yang dapat menyelesailan tugas yang dibebankan kepadanya dalam sehari berhak menerima bonus. Dia juga memperkenalkan system charting yang terkenal dengan Gantt Chart yang memuat jadwal kegiatan produksi karyawan supaya tidak terjadi pemborosan. Setiap kemajuan karyawan dicatat pada kartu pribadi untuk menilai pekerjaan mereka. Gantt menekankan pentingnya mengembankan minat timbal balik antara manajemen dan karyawan, yaitu kerjasama yang harmonis. Dia menggaris bawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian 8

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 tentang sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan bahwa “dalam segala masalah manajemen unsur manusia yang paling penting”. Gantt paling terkenal karena mengembangkan metode grafis dalam menggambarkan rencana-rencana dan memungkinkan adanya pengendalian manajerial yang lebih baik. Dia juga menekankan pentingnya waktu maupun biaya dalam merencanakan dan mengendalikan pekerjaan. Hal ini menghasil kan yang namannya terciptanya Gantt Chart yang terkenal itu. The Gilbreths (Frank B. Gilbreth : 1868-1924 dan Lilian Gilbreth : 18781972). Pasangan suami istri ini bekerjasama mempelajari aspek kelelahan dan gerak (fatique and motion studies). Menurut Lilian, sasaran akhir manajemen ilmiah adalah usaha membantu karyawan menampilkan kemampuannya yang penuh sebagai mahluk manusia. Konsep Gilbreth : Gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap langkah yang dapat menghasilkan gerak dapat mengurangi kelelahan, hal ini dapat meningkatkan semangat karyawan. Pasangan ini juga terkenal dengan konsep Three Position Plan of Promotion (rencana tiga kedudukan untuk suatu promosi). Menurut konsep ini setiap karyawan memiliki tiga peran yaitu sebagai pelaku, pelajar, dan pelatih yang senantiasa mencari kesempatan baru. Pada saat yang sama karyawan melakukan pekerjaan saat ini, ia juga mempersiapkan diri untuk jabatan yang lebih tinggi dan sekaligus melatih penggantinya (be a doer, a learner and teacher). 9

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 Perhatian Lilian Gilbreth tertuju pada aspek manusia dari kerja dan perhatian suaminya pada efisiensi yaitu usaha untuk menemukan cara satusatunya yang terbaik dalam melaksanakan tugas tertentu. Dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen ilmiah, harus memandang para karyawan dan mengerti kepribadian serta kebutuhan mereka. Ketidakpuasan diantara pekerja karena kurang perhatian dari pihak manajemen terhadap pekerja. Banyak manfaat dan jasa yang diberikan oleh Manajemen Ilmiah, namun satu hal yang dilupakan oleh manajemen ini, yaitu kebutuhan sosial manusia dalam berkelompok, karena terlalu mengutamakan keuntungan dan kebutuhan ekonomis dan fisik perusahaan dan karyawan. Aliran ini melupakan kepuasan pekerjaan karyawan sebagai manusia biasa. B. PENDEKATAN ADMINISTRASI Perbedaan mendasar dengan manajemen ilmiah adalah cara pandang terhadap peningkatan produktifitas organisasi tidak hanya dapat dicapai ketika produktivitas individu ditingkatkan, dan tetapi harus dilakukan secara menyeluruh dalam sistem organisasi. Tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam pendekatan ini adalah Henry Fayol, (1841-1925), Lyndal Urwick (1891-1983), dan Max Weber (186-1920). Henry Fayol (1841-1925) Fayol adalah seorang Industrialis yang berasal dari Prancis. Dia hidup satu zaman dengan Taylor, namun karena perbedaan konsep yang ditawarkan mengenai hal produktifitas dalam organisasi akhirnya dia dipisahkan dengan para pemikir manajemen ilmiah. Perbedaannya adalah Taylor berfokus terhadap manajemen pada tingkatan terendah yakni individu dan menggunakan metode ilmiah sedangkan Fayol memiliki perhatian terhadap kegiatan ke semua level manajemen (departemen). Menurut pengalaman Fayol, manajemen sangat memerlukan proses pengarahan yang 10

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 diperlakukan secara sistematis diantara para pekerja dan manajer bukan individu saja. Pada tahun 1916, Fayol menyusun buku yang berjudul Administration Industrielle et Generalle dan dalam bahasa Inggris General and Industrial Management terkenal dengan teori manajemen klasiknya yang tidak hanya memperhatikan produktivitas pabrik dan karyawan saja, tetapi dia memperhatikan manajemen bagi suatu organisasi yang kompleks, sehingga dia mampu menampilkan satu ajaran manajemen yang lebih utuh sebagai satu bentuk cetak biru. Fayol memiliki kenyakinan bahwa keberhasilan para manajer tidak ditentukan oleh mutu pribadinya, tetapi oleh karena adanya peramalan yang ilmiah dan penggunaan metode manajemen yang tepat. Sumbangan terbesar dari Fayol adalah pandangannya yang menyatakan bahwa manajemen itu bukanlah keterampilan pribadi, tetapi merupakan satu keterampilan yang dapat diajarkan segera setelah dipahami prinsip-prinsip pokoknya dan teori umumnya yang sudah dirumuskan. Dalam mengembangkan ilmu manajemen, Fayol membagi kegiatan dan operasi perusahaan ke dalam enam macam yaitu : 1. Technical (teknis), perusahaan menghasilkan dan membuat barangbarang produksi. 2. Commercial (perdagangan), perusahaan membeli bahan mentah dan menjual hasil produksi. 3. Financial (keuangan), perusahaan mencari dan menggunakan dana (modal) secara optimum. 4. Security (keamanan), perusahaan menjaga keselamatan dan kekayaan perusahaan. 11

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 5. Accounting (akuntansi termasuk statistik), perusahaan mencatat dan melaporkan biaya, laba, hutang, dan penyusunan neraca serta berbagai data statistik. 6. Management (manajerial) atau fungsi manajemen yang terdiri dari lima fungsi :  Planning (perencanaan) berupa penetuan langkah yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuannya.  Organizing (pengorganisasian) dalam arti mobilisasi bahan material dan sumber daya manusia guna melaksanakan rencana.  Commanding (memerintah) dengan memberi arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas pekerjaan mereka.  Coordinating (pengkoordinasian) dengan memastikan sumber daya dan kegiatan organisasi berlangsung secara harmonis dalam mencapai tujuannya.  Controlling (pengendalian) dengan memantau rencana untuk membuktikan apakah rencana itu sudah dilaksana kan sebagaimana mestinya Fayol menyusun 14 macam prinsip manajemen sebagai berikut :  Division of labor (pembagian kerja) Semakin seseorang menjadi spesialis, maka pekerjaannya semakin efisien.  Authority and responsibility (wewenang dan tanggung jawab) Manajer harus memberi perintah/tugas supaya orang lain dapat bekerja.  Discipline (disiplin) Setiap anggota organisasi harus menghormati peraturan/ketentuan dalam organisasi. Kepemimpinan yang baik berperan penting bagi 12

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) kepatuhan ini dan juga kesepakatan yang adil, 2011 seperti penghargaan terhadap prestasi serta penerapan sangsi hukum secara adil terhadap yang menyimpang.  Unity of command (kesatuan komando), Setiap karyawan hanya menerima perintah kerja dari satu orang dan apabila perintah itu datangnya dari dua orang atau atasan atau lebih akan timbul pertentangan perintah dan kerancuan wewenang yang harus dipatuhi.  Unity of direction (kesatuan pengarahan) Sekelompok kegiatan yang mempunyai tujuan yang sama yang harus dipimpin oleh seorang manajer dengan satu rencana kerja.  Sub ordination of individual interest to the common good (pengutamaan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi). Kepentingan perorangan (karyawan) dikalahkan terhadap kepentingan organisasi secara keseluruhan.  Remuneration of personnel (pemberian upah karyawan) Imbalan yang adil antara karyawan dan pengusaha.  Centralization (sentralisasi/pemusatan) Manajer adalah penanggung jawab terakhir dari keputusan yang diambil walaupun demikian manajer juga harus memberi wewenang yang cukup kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas (desentralisasi).  Scalar chain (rantai skalar/garis wewenang) Garis wewenang yang tersusun dari tingkat atas sampai ke tingkat terendah seperti tergambar pada bagan organisasi.  Order (tata tertib) Tertibnya penempatan barang dan orang pada tempat dan waktu yang tepat. 13

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi)  2011 Equity (keadilan) Sikap persaudaraan keadilan (keakraban) para manajer terhadap bawahan nya.  Stability of penury of personnel (kestabilan staf) Tidak banyak pergantian karyawan yang keluar masuk organisasi (stabil). Mutasi karyawan yang terlalu tinggi menunjukkan tidak efisiennya suatu organisasi.  Initiative (inisiatif) Memberi kebebasan kepada bawahan untuk berprakarsa dalam menyelesaikan pekerjaannya walaupun akan terjadi kesalahankesalahan.  Esprit de corps (semangat kelompok) Meningkatkan semangat berkelompok dan bersatu seperti dengan lebih banyak menggunakan komunikasi langsung dari pada komunikasi formal dan tertulis. Lyndall F. Urwick (1891-1983) Urwick mencoba mengintegrasikan pemikiran-pemikran beberapa tokoh dalam manajemen seperti Taylor, Fayol, Mooney dan beberapa penulis lainnya. Dalam bukunya yang berjudul The Element of Administration yang terbit tahun 1943. Pertama-tama dia menganalisa dan mengidentifikasikan kembali fungsi-fungsi administrasi dari Fayol. Dia mengemukakan enam fungsi administrasi forecasting, planning, organizing, coordinating, commanding, dan controlling. Dia tidak menggunakan istilah manajemen, tetapi menggunakan istilah administrasi walaupun hakekatnya sama. Dalam pandangan Urwick fungsi-fungsi tersebut dapat dihubungkan menurut prinsipprinsip proses dan efek. Uriwck dikenal sebagai seorang konsultan manajemen dalam kegiatan organisasi. Setelah menyelesaikan karirnya sebagai kepala angkatan 14

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 bersenjata di Inggris, Urwick lebih dikenal sebagai ahli dan konsultan manajemen. Diantara konstribusinya yang lahir dalam karya-karyanya intinya semacam panduan atau guideline bagi pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam organisasi. Sehingga dia hanya dikenal sebagai seseorang yang mampu menggabungkan teori-teori dari kelompok-kelompok manajemen terdahulu daripada konstribusinya mengenai fungsi-fungsi manajemen dalam organisasi. Max Weber (1864-1920) Weber dikenal sebagai seorang sosiolog, namun karyakaryanya yang banyak mengupas tentang organisasi dan birokrasi sehingga dia dianggap memiliki pengaruh terhadap ranah manajemen. Hal yang ditekankan oleh Weber adalah pentingnya membangun birokrasi dalam sebuah organisasi khususnya bagi organisasi publik (pemerintah). Menurutnya, birokrasi dan prosedur merupakan kegiatan dalam manajemen yang harus diterapkan untuk tercapainya suatu keberhasilan organisasi. Birokrasi juga merupakan suatu alat untuk mengintegrasikan keseluruhan struktur dalam sebuah organisasi sehingga antara satu sama lainnya dapat berjalan ke arah tujuan yang sama. Max Weber mengembangkan teori Manajemen Birokrasi. Ia menekankan pada kebutuhan akan penetapan hirarki yang sempurna ditentukan oleh penetapan peraturan dan garis wewenang yang jelas. Birokrasi adalah bentuk organisasi yang bercirikan adanya pembagian kerja, hirarki yang teridentifikasi dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan impersonal lainnya. Teori-teorinya banyak menjadi referensi desain struktural modal bagi banyak organisasi sekarang. Pemikiran Weber juga akhirnya banyak diadposi oleh pemerintahan di suatu negara dan juga perusahaan-perusahaan besar (korporasi) yang 15

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 menyadari perlunya mengembankan yang namanya birokrasi sebagai suatu kesatuan dalam manajemen. Walaupun pada akhirnya menjelang abad ke dua puluh satu banyak ditentang oleh manajer-manajer karena merasa adanya tekanan birokrasi membuat organisasi menjadi kaku, tidak lincah menghadapi perubahan zaman yang saat ini begitu dinamis. Birokrasi juga dinilai menjadikan karyawan tidak kreatif, membuat organisasi lamban dalam merespon perubahan zaman. C. PENDEKATAN KUANTITATIF Pendekatan ini mulai tumbuh setelah terjadi perang dunia ke dua dipertengan tahun 90-an. Banyaknya penggunaan teknik kuantitatif untuk memecahkan persoalan-persoalan militer diadopsi juga ke dalam organisasi moderen saat itu. Pendekatan kuantitatif dikenal juga sebagai pendekatan riset atau pendekatan operasional. Pendekatan kuantitatif memiliki ciri dimana pendekatan manajemen dilandasi dengan penerapan model-model statistik dan matematika, model optimasi, simulasi komputer terhadap aktifitas manajemen. Programan linear misalnya adalah teknik yang dapat digunakan para manajer untuk memperbaiki suatu keputusan pengalokasian sumber daya yang dimiliknya. Selain itu pendekatan kuantitatis juga berpengaruh terhadap aspek perencanaan dan pengendalian. Contoh lainya adalah ketika manajer membuat penganggaran, penjadwalan, pengendalian mutu, dan keputusan serupa, yang dilakukan secara kuantitatis. Apalagi di zaman komputerisasi saat ini penggunan metode kuantitatif makin banyak diterapkan dalam kegiatan manajemen dan bisnis moderen. Perusahan seperti Du Pont dan General Electric (GE) adalah perusahaan yang awal-awal menerapkan pendekatan ini kedalam proses bisnisnya. Hal-hal yang dilakukan adalah penentuan jumlah pekerja, 16

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) penentuan lokasi perusahaan, hingga peraturan 2011 pergudangan dan persediaan. Tokoh yang terkenal antara lain Robert Mc Namara yang dikenal sebagai President dari Ford dan beberapa pejabat bank dunia seperti Charles Thirnton dan beberapa orang yang bekerja diperusahaan besar lainnya yang tidak dikenal banyak oleh para masyarakat disebabkan begitu banyaknya dan juga dianggap penemuan mereka bukan sesuatu hal yang baru lagi. Pendekatan kuantitatif memberikan sumbangan penting terutama dalam perencanaan dan pengendalian. Model-model yang dikembangkan sangat sesuai untuk fungsi tersebut. Sebagai contoh lainnya, model CPM (Critical Path Method) bermanfaat untuk perencanaan dan pengendalian proyek. Pendekatan tersebut juga membantu memahami persoalan manajemen yang kompleks. Penggunaan model matematika membantu persoalan yang kompleks dapat disederhanakan menjadi sebuah model. Meskipun nampaknya model matematika dengan formula-formula yang sulit dimengerti sangat kompleks, tetapi model tersebut bermaksud menyederhanakan dunia nyata yang sangat kompleks ini. Dengan model matematika, faktor-faktor yang penting dapat dilihat dan diberi perhatian ekstra. Dalam dunia manajemen saat ini kita mengenal Six Sigma yang diterapkan perusahaan Mottorolla pada akhir tahun 90-an yang mengadopsi model statistika untuk meningkatkan produktifitas dan mutu produk perusahaan terhadap barang-barang cacat. Namun pendekatan kuantitatif ini memiliki keterbatasan, khususnya dikaitkan mengenai masalah perilaku manusia dalam organisasi yang kadang sulit dipahami dan tidak bisa dikuantitatifkan. Para ahli manajemen berikutnya banyak yang mengkritik bahwa manajer tidak harus fokus pada perhitungan, 17

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 manajer harus kembali kemakna dari pada ukuran-ukuran itu sendiri dalam menjalankan aktifitas manajerial. D. PENDEKATAN PERILAKU Para manajer (praktisi) dan ilmuwan bekerja sama untuk terus menerus mengembangkan pengetahuan dibidang manajemen melalui serangkain riset dan diskusi secara terus menerus. Sebagaimana titik tolak manajemen yang menekankan aspek perilaku manusia dalam organisasi atau dikenal dengan manajemen sumber daya manusia, maka aspek perilaku manusia dan organisasi menjadi sorotan utama. Sehingga pendekatan kuantitatif sering juga dinamakaan pendekatan hubungan manusia dan membahas aspek perilaku manusia dalam organisasi Pendukung-pendukung Awal Meskipun dari uraian awal dipaparkan tentang manajemen yakni tahun 18001900-an yang menyadari pentingnya faktor manusia bagi keberhasilan organisasi, ada empat orang yang menonjol sebagai pendukung awal 2. Mereka itu adalah Robert Owen, Hugo Musterberg, Mary Parker Foller, dan Chester Bernard. Mereka berasumsi sama bahwa manusia atau orang merupakan aset organisasi yang paling penting harus dikelola secara tepat. Ide-ide mereka menjadi landasan praktek manajemn seperti prosedur seleksi karyawan, program motivasi karyawan, time kerja karyawan dan teknik manajemen lingkunan eksternal. Aliran perilaku muncul karena dalam pendekatan klasik, efisiensi produksi dan keserasian kerja tidak dapat dicapai. Para manajer masih menghadapi kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola-pola perilaku yang rasional. Oleh karena itu dicari upaya untuk 2 Robbins, Stephen P. 2003. Manajemen. Edisi Indonesia. PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta. 18

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 membantu manajer mengatasi masalah organisasi melalui sisi perilaku karyawan. Aliran perilaku memandang organisasi pada hakikatnya adalah manusia (human). Aliran ini memandang aliran klasik kurang lengkap karena tidak mewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dan keharmonisan di tempat kerja. Manusia dalam organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan tingkah lakukanya, karena sering juga tidak rasional. Karena itu para manajer perlu dibantu dalam menghadapi manusia, antara lain dengan sosiologi dan psikologi. Pelopor aliran perilaku ada 2 (dua) orang yaitu Hugo Munsterberg dan Elton Mayo. Hugo Munsterberg (1863-1916) Munsterberg yang melahirkan psikologi industri, sering disebut sebagai bapak psikologi industri. Sumbangan yang penting adalah berupa pemanfaatan psikologi untuk mewujudkan tujuan-tujuan pro duktivitas seperti juga teori-teori manajemen lainnya. Penerapan faktor-faktor psikologi dalam membantu peningkatan produksi. Melalui bukunya dengan judul Psychology and Industrial Efficiensy, Munsterberg menyarankan 3 (tiga) cara untuk meningkatkan produktivitas yaitu : 1. Mendapatkan orang/karyawan terbaik (best possible person), yang paling sesuai/cocok dengan pekerjaan yang akan dikerjakan. 2. Menciptakan kondisi kerja yang terbaik (best possible work), yang memenuhi syarat-syarat psikologis untuk memaksimalkan produktivitas. 3. Menggunakan pengaruh psikologis guna memperoleh dampak yang paling tepat dalam memotiovasi karyawan (best possible effect). 19

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 Elton Mayo (1880-1949) Ia terkenal dengan eksperimen tentang perilaku manusia dalam disimpulkan situasi bahwa kerja. Eksperimen perhatian khusus ini dapat menyebabkan seseorang meningkatkan usahanya. Gejala ini disebut Hawrthorne effect yaitu karyawan akan lebih giat bekerja jika mereka yakin bahwa manajemen memikirkan kesejahteraan mereka. Hasil percobaan Mayo dengan Roethlisberger dan Dickson ialah rangsangan uang tidak menyebabkan membaiknya produktivitas. Yang justru mampu meningkatkan produktivitas itu adalah satu sikap yang dimiliki karyawan yang merasa manajer dan atasanya memberkan perhatian yang cukup terhadap kesejahteraan mereka. Selain itu juga ditemukan pengaruh kehidupan lingkungan sosial dalam kelompok yang lebih informal lebih besar pengaruhnya terhadap produktivitas. Karena itu, Mayo yakin terhadap konsepsinya yang terkenal dengan social man yang dimotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan sosial dalam hubungan-hubungan pengendalian yang lebih manajemen dalam efektif arti daripada konsep pengawasan social man dan (manusia sosial/manusia dapat dimotivasi dengan pemenuhan kebutuhan sosial melalui hubungan kerja), dapat menggantikan konsep rational man (manusia rasional/manusia hanya dapat di motivasi dengan pemenuhan kebutuhan ekonomis). Konsep rational man yang di dorong semata-mata oleh kebutuhan ekonomis pribadi yang terkenal dengan julukan rational economic man. Istilah terkenal yang tadinya diutarakan oleh Robert Owen yaitu vital machines menemukan bentuk dan peluang barunya dengan munculnya konsep social man dari Mayo. Dalam pendidikan dan latihan bagi para 20

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 manajer terasa semakin pentingnya people management skills dari pada engineering atau technical skills. Konsep dinamika kelompok semakin penting dalam praktek manajemen dari pada manajemen atas dasar kemampuan pekerja secara perseorangan. Kelemahan temuan Mayo ditunjukan oleh orang-orang yang beranggapan kepuasan karyawan bersifat kompleks, karena selain ditentukan oleh lingkungan sosial, juga oleh faktor-faktor lain seperti tingkat gaji, menarik tidaknya pekerjaan, struktur dan kultur organisasi, hubungan karyawan manajemen dan lain-lain. Menghadapi keterbatasan gerakan hubungan manusiawi ini, muncul pemikir-pemikir lain yang juga tergolong aliran perilaku yang lebih maju.  Sumbangan aliran hubungan manusiawi (human behavior). Aliran hubungan manusiawi menyadarkan pentingnya kebutuhan sosial. Dengan demikian aliran ini menyeimbangkan konsep lama yang menekankan ekonomi/rasionalitas manusia. Suasana kerja menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pelatihan-pelatihan yang kemudian banyak yang memfokuskan pada upaya memperbaiki hubungan kerja antar manajer dengan karyawan. Aliran ini mempelopori studi baru dalam bidang dinamika kelompok, dimana perhatian ditunjukan tidak hanya pada individu, tetapi juga pada proses dan dinamika kelompok.  Keterbatasan aliran perilaku/human behavior/behavior school Meskipun demikian ada beberapa keterbatasan teori ini. Disain, metoda dan analisis penelitian yang dilakukan oleh Mayo sampai saat ini masih menjadi kontroversi. Konsep manusia sosial yang dikembangkan ternyata tidak menjelaskan sepenuhnya perilaku manusia. Usaha perbaikan-perbaikan kondisi kerja ternyata tidak mampu menaikkan prestasi kerja. Sebagai contoh, perbaikan 21

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 kondisi kerja disuatu perkebunan, tidak menaikan prestasi kerja, malah cenderung menurunkan prestasi kerja karena pekerja cenderung menjadi lebih santai dalam kerja. Tidak ada tekanan untuk bekerja keras seperti sebelumnya. Tentunya ada faktor lain, selain faktor sosial, yang mendorong prestasi kerja. Faktor ekonomi (gaji), kemampuan kerja karyawan, budaya, dan struktur organisasi, serta banyak faktor lain mempengaruhi prestasi kerja karyawan. Aliran hubungan manusia belum mampu melakukan prediksi perilaku manusia dengan akurat. Suatu hal yang dapat dimengerti karena faktor sosial merupakan hasil emosi manusia yang lebih sulit diukur. Contoh lain, kepuasan kerja sering dikatakan sebagai pendorong prestasi kerja. Tetapi hubungan tersebut diragukan bahkan logika sebaliknya tampaknya lebih kuat : prestasi kerja akan menyebabkan kepuasan kerja. The Howthoren Studies Terlibatnya perusahaan-perusahaan tingkat korporasi dalam mensistesa pengetahuan yang berbasis empiris (studi lapangan) kemudian dilakukan dengan riset secara ilmiah (kuantitatif) menghasilkan suatu pendekatan ilmu pengetahuan baru. Adalah perusahaan Western Electric di Hothorne antara tahun 1927-1932 melakukan studi yang dilakukan oleh beberapa insinyur industri disana yang mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan (lampu) terhadap produktifitas kerja. Studi ini terdiri dari dua eksperimen, pertama dilakukan bagi kelompok kerja yang memperoleh manipulasi atas penerangan ditempat kerjanya. Sedangkan eksperimen kedua dilakukan bagi kelompok kerja yang memasang telepon di bank-bank. Eksperimen pertama dilakukan dengan menempatkan dua kelompok kedalam dua ruangan yang berbeda-beda. Satu ruangan memperoleh penerangan yang tetap, dimana kondisi lampu dan pencahayaannya tetap. 22

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 Ruangan kedua yang berisi kelompok kerja kedua mendapakan penerangan (lampu) yang berubah-ubah. Para peneliti yang kemudian di bantu oleh Elthon Mayo membuat eksperimen dengan mengubah tingkat penerangan atau nyala lampu di ruang kedua. Ternyata hasil akhir dari percobaan tersebut adalah terdapat perbedaan tingkat produktifitas yang berbeda antara satu kelompok yang mendapat pencahayaan tetap dengan kelompok yang mendapat penerangan yang berubah-ubah. Kelompok yang mendapat pencahayaan yang berubah-ubah ternyata memiliki tingkat produktifitas yang lebih baik dari pada kelompok yang mendapat cahaya lampu secara tetap. Setelah dikaji lebih dalam ternyata produktifitas tersebut ditentukan bukan oleh nyala lampu yang diberikan akan tetapi adanya persaan diawasi dan merasa di perhatikan dalam proses bekerja bagi kelompk tersebut. Eksperimen kedua dilakukan terhadap sembilan orang pekerja yang diberi tugas untuk memasang sambungan telepon di bank yang lokasinya berbeda-beda. Setiap pekerja akan diberi insentif yang lebih jika mampu memasangkan sambungan telepon lebih banyak. Artinya semakin banyak sambungan telepon yang dihasilkan akan semakin tinggi pula insentif yang diberikan kepada pekerja. Ternyata hasil dari penelitian tersebut menyimpulkan para pekerja seolah-olah tidak memerlukan insentif yang ditawarkan, dan mereka seolah-olah memiliki kesepakatan mengenai jumlah sambungan telepon yang harus dipasang oleh masing-masing pekerja. Mereka sendiri seolah-olah memiliki angapan bahwa mereka yang berlebihan dalam memasang sambungan telepon sebagai ”tidak kompak” dan ”ingin menonjolkan diri” sehingga masing-masing dari mereka memasang sambungan telepon dengan jumlah yang hampir sama. Studi Howthorne merupakan salah satu dari sekian banyak studi yang memfokuskan diri terhadap aspek perilaku manusia dalam manajamen (organisasi). Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa ternyata 23

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 pemberian insentif dan juga nyala lampu atau penerangan tidak menentukan produktifitas para pekerja. Akan tetapi adanya perlakuan yang sama oleh manajer serta perhatian khusus yang akan menentukan produktifitas para pekerja. Tentu tidak berarti bahwa mereka tidak memerlukan upah atau insentif atau penerangan yang cukup dalam bekerja akan tetap perhatian dan penerimaan sosial rupanya menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku mereka dalam bekerja pada organisasi daripada faktor insentif dan faktor individu. E. TEORI MANAJEMEN KONTEMPORER Dalam persfektif yang ditawarkan diatas dimana pendekatan terakhir adalah pendekatan perilaku, namun hingga saat ini perkembangan ilmu manajemen masih terus berkembang. Walauun belum banyak literatur yang terbaru lagi tapi setelah pendakatan perilaku, ada dua pendekatan lagi yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen saat ini. Kedua pendekatan itu adalah pendekatan sistem dan pendekatan kontingensi. Pendekatan Sistem Pendekatan sistem dibentuk dengan mengacu pada konsep sistem itu sendiri. Sistem yang didefiniskan sebagai satu kesatuan elemen-elemen dalam organisasi yang memiliki fungsi-fungsinya masing-masing , terintegrasi satu sama lain sevara menyeluruh dan melalui sebuh proses diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Pendekatan sistem pada dasarnya berupaya mewujudkan tujuan organisasi berupa output yang bermanfaat bagi lingkungan dengan melakukan proses transformasi dari faktor-faktor input yang diperoleh dari lingkungan. Pandangan sistem memiliki konsep dasar sebagai berikut; sistem (system), masukan (input), proses transformasi, keluaran (output), umpan balik (feed back). Sistem merupakan suatu hubungan dari bagina-bagian yang saling berhubungan atau saling tergantung satu sama lain. Komponen dari input 24

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 antara lain; sumber daya manusia, bahan bakui, informasi, modal (uang), kemudian komponen proses transformasi yang dimaksud adalah sistem administrasi, sistem operasi, teknologi dan sistem kontrol. Sedangkan hasil akhir berupa output yakni barang atau jasa, output informasi, maupun perilaku pekerja. Diharapkan lingkungan akan memberi umpan balik atau tanggapan apa yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan sesuai dengan permintaan atau keinginan mereka. Peraga 3.2. Perspektif sistem dalam manajemen INPUT SDM, bahan baku,finansial, informasi Proses Transformasi System operasi, administrasi, TI, pengendalian OUTPUT Produk/jasa; Perilaku, pekerja informasi Feed back Pendekatan sistem pada dasarnya berupaya mewujudkan tujuan organisasi berupa output yang bermanfaat bagi lingkungan dengan melakukan proses transformasi dari faktor-faktor input yang diperoleh dari lingkungan. Pandangan sistem memiliki konsep dasar sebagai berikut; sistem (system), masukan (input), proses transformasi, keluaran (output), umpan balik (feed back). Sistem merupakan suatu hubungan dari bagina-bagian yang saling berhubungan atau saling tergantung satu sama lain. Komponen dari input antara lain; sumber daya manusia, bahan bakui, informasi, modal (uang), kemudian komponen proses transformasi yang dimaksud adalah sistem 25

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 administrasi, sistem operasi, teknologi dan sistem kontrol. Sedangkan hasil akhir berupa output yakni barang atau jasa, output informasi, maupun perilaku pekerja. Diharapkan lingkungan akan memberi umpan balik atau tanggapan apa yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan sesuai dengan permintaan atau keinginan mereka. James Stoner menyatakan dengan mengunakan pendekatan sistem, manjaer diberikan pemahaman untuk memandang organisasi sebagai keseluruhan dan bahkan sebagai bagian dari lingkungan sebagai sistem global3. Pendekatan sistem memberitahukan kepada manajer dalam mengelola kegiatan keorganisasian, bagian manapun dari sebuah organisasi mempengaruhi kegiatan dari tiap bagian yang lain dan bahkan ada saling pengaruh antara organisasi dengan lingkungannya. Dengan perspektif sistem manajer, dapat lebih mudah mempertahankan keseimbangan antara variabel-variabel dan hubungannya dnegan variabel-variabel eksternal, keseimbangan kebeutuhan dan tujuan antara bagian-bagian organisasi dengan kebutuhan dan tujuan organisasi sebagai keseluruhan. Pendekatan Kontingensi Kata lain dari pendekatan kontingensi (contingency approach) adalah pendekatan situasional. Pendekatan ini berkembanga sekitar tahun 1960-an. Pendektan ini dikembangkan oleh manejer-manejer dan yang lain yang telah mencoba ketidakberhasilan menerapkan konsep-konsep tradisional, perilaku dan sistem untuk mnegatasi masalah-msalah manajerial di lingkungan kerja. Inti dari pendekatan ini adalah memandang setiap organisasi berbeda, setiap individu dalam organisasi berbeda maka pendekatan manajemen yang diterapkan juga harus berbeda-beda. Misalnya dalam aspek kepemimpinan dapat dikatakan pendekatan demokratis cukup baik digunakan dalam sebuah 3 Silalahi, Ulbert. 1996. Pemahaman Praktis : Asas-asas Manajemen. CV.Mandar Maju, Bandung. 26

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 perusahaan, karena memberikan kesempatan kepada semua karyawan untuk memberikan pandangannya dan terlibat aktif dalam proses kemajuan organisasi. Akan tetapi suatu saat pendekatan kepemimpinan demokratis akan tidak relevan lagi bila itu diterapkan dalam organisasi militer. Akan timbul suatu kekacauan bila setiap personel dalam organisasi militer itu dimintai inisiatif sendiri untuk melakukan suatu penyerangan tertentu. Dalam organisasi militer yang paling tepat adalah sistem komando atau dikenal otoriter demi kebaikan organisasi tersebut. Pandangan situasional menekankan “there is no one best way of managing all situatuion” atau ”itt all depends” yang berarti praktek manajemen organisasi tergantung pada faktor-faktor kontingensi yang ada, terpenting adalah adanya penyatuan antara organisasi dengen lingkungannya. Pendekatan kontingensi dapat lebih baik dimengerti melalui penganalisaan determinan-determinan yang ada. Praktek-praktek manajemen harus konsisten dengan variabel-variabel kunci yang terdiri dari lingkungan teknologi yang digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa. F. BEBERAPA ISU-ISU KONTEMPORER SEPUTAR PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN Pendekatan dan perkembangan ilmu manajemen saat in begitu cepat berkembangnya, apalagi sejak semaki majunya sistem teknologi komputer dan teknologi komunikasi yang menjadi tulang punggu (back bone) perusahaan saat ini menjadikan kajian-kajian yang komperensif dibidang manajemen akan masih terus berlangsung sehingga akan sulit dilacak lagi dan terdefinisi apalagi untuk dikelompok-kelompokan karena sifat penemuan tersebut telah lintas bidang. Misalnya saja pendekatan perilaku adalah penggabungan ilmu manajemen dengan ilmu psikologi, pendekatan sistem 27

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 tak lain adalah penggabungan ilmu manajemen dengan sistem informasi. Bisa saja penulis menyimpulkan perkembangan ilmu manajemen akan menyentuh seluruh ranah ilmu pengetahuan baik yang sifatnya ilmu pasti (excat), dan tentunya induknya sendiri yaitu ilmu-ilmu sosial sehingga untuk mempelajari manajemen kedepan akan sangat kompleks dan luas. Diantara isu-isu seputar ilmu manajemen adalah konsep-konsep yang populer diakhir abad ke 21 ini atau tahun 1980-an sampai saat ini. Beberapa isu tersebut antara lain globalisasi, diversity management (manajemen keberagaman angkatan kerja), kewirausahaan (entrepreneurship), Sistem informasi manajemen, Total Quality managemen (manajemen mutu terpadu), organisasi pembelajar dan manajemen pengetahuan (learned organization and knowledge management). Globalisasi Pada saat dimulainya kesadaran untuk melakukan perdagangan internasional (internasional trade) maka timbullah kesadaran bahwa ilmu manajemen harus dapat mengadopsi nilai-nilai global tersebut. Kini banyak perusahaan-perusahaan dari negara lain membuka perusahaan di negara kita. Mau tidak mau membutuhkan manajemen perusahaan untuk skala global. Para manajer dalam organisasi diseluruh dunia dihadapkan sebuah tantangan dan peluang untuk beroperasi dipasar global. Hal ini akan memunculkan suatu permasalahan dalam mengelola perusahaan global tersebut, misalnya saja perbedaan kultur, budaya, politik, dan sebagainya. Fenomena globalisasi ekonomi yang dilaksanakan setiap negara mendorong perusahan-perusahaan untuk saling menjajaki kerjasama perdagangan, sehingga kesemuaan itu akan menjadikan pengelolaan manajemen yang lebih komplek dan luas serta lebih universal. Diversity manajemen 28

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 Keberagaman angkatan kerja ini taklain dipicu oleh semangat globalisasi. Disebuah perusahaan multinasional akan terdiri dari berbagai macam angkatan kerja, misalnya perbedaan jenis kelamin, ras, entnis, usia, karakteristik lainnya. Konsep manajemen diversity ini tentang bagaimana mengelola perusahaan yang memiliki perbedaan yang disebutkan diatas tadi. Salah satu isu penting juga adalah manajemen lintas budaya. Kewirausahaan (Entrepreneurship) Makin sulitnya memperoleh lapangan pekerjaan, mendorong sebagian orang lain untuk beralih menjadi wirausaha, atau menjalan usaha kecil menengah. Menurut pakar kewirausahaan, John Kao, kewirausahaan adalah suatu upaya menciptakan nilai melalui penegenalan pasar, peluang bisnis, manajemen pengambilan resiko yang sesuai dengan peluang dan komunikasi yang terampil serta manajemen untuk memobilisasi sumber daya manusisa, keuangan dan material yang di perlukan agar suatu proyek sukses. Perlu direnungkan bahwa wirausahaan selalu mengacu pada sifat keberanian dan kehandalan mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan diri sendiri. Unsur penekanan untuk berdiri sendiri, selalu mencari peluang kemudian meresponnya dan menjadikannya sebagai peluang merupakan kunci utama. Adanya fenomena tersebut mendorong juga para wirausaha menerapkan prinsip-prinsip manajemen dalam pengelolaan usahanya yang tentu berbeda dengan menggunakan kaidahkaidan manajemen korporasi. Manajemen Pengetahuan. Semakin ketatnya persaingan bisnis dewasa ini memaksa perusahaan untuk meningkatkan kompetensinya dengan berbasis ilmu pengetahuan. Para ahli percaya organisasi (perusahaan) yang unggul adalah organisasi 29

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 yang bertumpu pada aset-aset yang bersifat tangible atau yang tidak kelihatan yaitu aset pengetahuan. Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) Manajemen pengetahuan adalah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi. Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management) Paham ini lahir terhadap kesadaran manusia menggunakan produkproduk yang berkualitas. Tokoh yang mempengaruhi lahirnya konsep TQM ini adalah Edward Deming dan Joseph Juran ditahun 1950-an dan kemudian mulai banyak diadopsi oleh perusahan-perusahaan Amerika ditahun 19801990-an. Konsep kualitas dipercaya akan menentukan kompetensi dan kemampuab berkompetisi dengan yang lain., disamping itu juga kualitas juga akan menurunkan biaya dalam jangka panjang. TQM merupakan pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba memaksimumkan daya saing organisasi (perusahaan) melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya. Sistem Teknologi Informasi Manajemen Perkembangan yang sangat oesat diseputar teknologi informasi memunculklan berbagai macam media informasi dan komunikasi seperti internet, website, e-mail, chatting dan lainnya. Adanya teknologi komunikasi dan informasi ini memungkinkan perubahan berkomunikasi atau berhubungan antara pelanggan dan produsen, antara karyawan dan manajer, 30

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 sehingga jalur interaksi semakin singkat dan pendek. Adanya perubahan ini memunculkan konsep baru dalam berdagangan yang dikenal dengan ecommerce atau electronic commerce, yang dimana berbagai pihak tidak harus lagi melakukan transaksi bisnis (dagang) ditempat tertentu, tetapi dimana saja, dan kapan saja para pelaku bisnis dapat melakukan melalui internet atau saluran komunikasi lainya. Perkembangan baru ini tentunya memberi tantangan baru bagi para praktisi manajemen untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan diseputar teknologi informasi ini. 31

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 DAFTAR PUSTAKA 1. Robbins, Stephen P. 2003. Manajemen. Edisi Indonesia. PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta. 2. Silalahi, Ulbert. 1996. Pemahaman Praktis : Asas-asas Manajemen. CV.Mandar Maju, Bandung. 3. Sule, Ernie Trisnawati, Kurniawan Saefulloh. 2005. Pengantar Manajemen. Jakarta: Prenada Media Group. 4. http://www.vectorstudy.com/management_schools/classical_school.ht m(diakses tanggal Fevruari 2012) 5. www.cbe.wwu.edu/.../rprnts.historyofmanagementthought.pdf 32

Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (tidak dipublikasi) 2011 MAKALAH Kajian Terhadap Perkembangan Pemikiran Ilmu Manajemen (School Of Thought Management) Oleh Andi Nur Bau Massepe Mappanyompa NIP: 19780428.200912.1.001 FAKULTAS EKONOMI & BISNIS UNIVERSITAS HASANUDDIN 2012 33

Add a comment

Related presentations

Canvas Prints at Affordable Prices make you smile.Visit http://www.shopcanvasprint...

30 Días en Bici en Gijón organiza un recorrido por los comercios históricos de la ...

Con el fin de conocer mejor el rol que juega internet en el proceso de compra en E...

With three established projects across the country and seven more in the pipeline,...

Retailing is not a rocket science, neither it's walk-in-the-park. In this presenta...

What is research??

What is research??

April 2, 2014

Explanatory definitions of research in depth...

Related pages

Manajemen - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen ... Daniel Wren membagi evolusi pemikiran manajemen dalam empat fase, yaitu pemikiran awal, era manajemen sains, ...
Read more

PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN

BAB III PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN T U J U A N Mengetahui secara umum perkembangan dalam ilmu manajemen. 2. Mengetahui kelompok besar pemikiran yang ...
Read more

Manajemen: Perkembangan Ilmu Manajemen

Ilmu manajemen mempunyai sejarah perkembangan sendiri seperti ilmu-ilmu lain. Didalam ilmu manajemen dikenal tiga aliran pemikiran manajemen yang masing ...
Read more

Perkembangan pemikiran ilmu manajemen (school of thought ...

Berisi pemaparan tentang perkembangan pemikiran (school of thought) ilmu manajemen.
Read more

Contoh Makalah : Perkembangan Teori Manajemen ~ Mbegedut Blog

Perkembangan Teori Manajemen Contoh Makalah Perkembangan Teori Manajemen - Selamat berkunjung kembali di blog Kumpulan Ilmu dan Seputar Informasi Terkini.
Read more

Perkembangan Konsep Manajemen 2 - Scribd - Read Unlimited ...

Perkembangan Konsep Manajemen. PERKEMBANGAN KONSEP MANAJEMEN TUGAS I Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar Manajemen dan Bisnis Disusun oleh ...
Read more