Pasar Persaingan Sempurna

100 %
0 %
Information about Pasar Persaingan Sempurna
Education

Published on December 3, 2008

Author: zomb

Source: slideshare.net

Description

Bahan Kuliah

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna Produk yang dihasilkan oleh industri adalah homogen (homogeneous product). Produsan dan konsumen memilki pengetahuan / informasi sempurna (perfect knowlegde). Keluaran sebuah perusahaan relatif kecil dibanding dengan keluaran pasar (small relatively output). Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker). Semua perusahaan bebas keluar / masuk pasar (free entry and exit).

Produk yang dihasilkan oleh industri adalah homogen (homogeneous product).

Produsan dan konsumen memilki pengetahuan / informasi sempurna (perfect knowlegde).

Keluaran sebuah perusahaan relatif kecil dibanding dengan keluaran pasar (small relatively output).

Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker).

Semua perusahaan bebas keluar / masuk pasar (free entry and exit).

Penentuan Keseimbangan dan Laba Perusahaan Penentuan keseimbangan pasar persaingan sempurna akan terjadi apabila penerimaan marjinal (Marginal Revenue / MR) adalah sama dengan biaya marjinal (Maginal Cost / MC). Perusahaan akan mendapatkan laba lebih (excess profit) apabila kurva permintaan semakin tinggi dari titik minimum biaya total rata-rata (Average Total Cost / ATC). Keadaan ini tentunya akan menarik perusahaan lain untuk masuk kedalam pasar, akibatnya keseimbangan yang stabil terjadi pada titik terendah ATC dimana pada kondisi ini tidak terjadi entry dan exit, sedangkan semua perusahaan mendapatkan laba normal (normal profit).

Penentuan keseimbangan pasar persaingan sempurna akan terjadi apabila penerimaan marjinal (Marginal Revenue / MR) adalah sama dengan biaya marjinal (Maginal Cost / MC).

Perusahaan akan mendapatkan laba lebih (excess profit) apabila kurva permintaan semakin tinggi dari titik minimum biaya total rata-rata (Average Total Cost / ATC).

Keadaan ini tentunya akan menarik perusahaan lain untuk masuk kedalam pasar, akibatnya keseimbangan yang stabil terjadi pada titik terendah ATC dimana pada kondisi ini tidak terjadi entry dan exit, sedangkan semua perusahaan mendapatkan laba normal (normal profit).

Permintaan Diagram 8.1.a. tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Diagram 8.1.b. jumlah output perusahaan relatif sangat kecil dibanding output pasar, maka berapapun yang dijual perusahaan, harga relatif tidak berubah. Permintaan dan Penerimaan Dalam Pasar Persaingan Sempurna

Permintaan Diagram 8.1.a. tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Diagram 8.1.b. jumlah output perusahaan relatif sangat kecil dibanding output pasar, maka berapapun yang dijual perusahaan, harga relatif tidak berubah.

Permintaan dan Penerimaan Dalam Pasar Persaingan Sempurna

Penerimaan diagram 8.2.a. menunjukan Kurva Permintaan (D) sama dengan Kurva Penerimaan Rata-rata (AR), sama dengan Kurva Penerimaan Marjinal (MR) dan sama dengan Harga (P). Diagram 8.2.b  Kurva penerimaaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif, bergerak mulai dari titik (0).

Penerimaan diagram 8.2.a. menunjukan Kurva Permintaan (D) sama dengan Kurva Penerimaan Rata-rata (AR), sama dengan Kurva Penerimaan Marjinal (MR) dan sama dengan Harga (P).

Diagram 8.2.b  Kurva penerimaaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif, bergerak mulai dari titik (0).

Penawaran Pasar Persaingan Sempurna Kurva Penawaran Jangka Pendek Diagram 8.7.a  Menunjukkan jika harga di bawah P0,  perusahaan tidak mau berproduksi (tidak ada penawaran) karena harga masih lebih kecil dari biaya variable per unit yang paling rendah (AVC berpotongan dengan MC) Diagram 8.7.b  Dalam pasar persaingan sempurna kurva MC setelah melewati titik potong dengan minimum kurva AVC adalah juga kurva penawaran jangka pendek. 

Kurva Penawaran Jangka Pendek

Diagram 8.7.a  Menunjukkan jika harga di bawah P0,  perusahaan tidak mau berproduksi (tidak ada penawaran) karena harga masih lebih kecil dari biaya variable per unit yang paling rendah (AVC berpotongan dengan MC)

Diagram 8.7.b  Dalam pasar persaingan sempurna kurva MC setelah melewati titik potong dengan minimum kurva AVC adalah juga kurva penawaran jangka pendek. 

Kurva Penawaran Jangka Panjang 2.1. Industri skala biaya konstan (Constant cost indutry) . 2.2. Industri skala biaya naik (Increasing cost industry) . 2.3. Industri skala biaya turun (Decreasing cost industry) .

Kurva Penawaran Jangka Panjang

2.1. Industri skala biaya konstan (Constant cost

indutry) .

2.2. Industri skala biaya naik (Increasing cost

industry) .

2.3. Industri skala biaya turun (Decreasing cost

industry) .

2.1. Industri skala biaya konstan (Constant cost indutry) . Penambahan penggunaan  faktor produksi karena masuknya perusahaan baru, tidak akan menaikkan harga faktor produksi Diagram 8.8.a. Diagram 8.8.b  Bila permintaan pasar meningkat (kurva permintaan D1 bergeser ke D2), harga output meningkat ke P2

2.1. Industri skala biaya konstan (Constant cost

indutry) .

Penambahan penggunaan  faktor produksi karena masuknya perusahaan baru, tidak akan

menaikkan harga faktor produksi Diagram 8.8.a.

Diagram 8.8.b  Bila permintaan pasar meningkat (kurva permintaan D1 bergeser ke D2),

harga output meningkat ke P2

2.2. Industri skala biaya naik (Increasing cost industry) . Masuknya perusahaan – perusahaan baru menyebabkan harga faktor produksi naik, sehingga terjadi perubahan stuktur biaya dan pergeseran titik keseimbangan. Diagram 8.9.a  Struktur biaya sebelum masuknya perusahaan lain. Diagram 8.9.b  Struktur biaya setelah masuknya perusahaan lain. Diagram 8.9.c  Menunjukkan peningkatan permintaan (D1 – D2). 

2.2. Industri skala biaya naik (Increasing cost

industry) .

Masuknya perusahaan – perusahaan baru menyebabkan harga faktor produksi

naik, sehingga terjadi perubahan stuktur biaya dan pergeseran titik keseimbangan.

Diagram 8.9.a  Struktur biaya sebelum masuknya perusahaan lain.

Diagram 8.9.b  Struktur biaya setelah masuknya perusahaan lain.

Diagram 8.9.c  Menunjukkan peningkatan permintaan (D1 – D2). 

2.3. Industri skala biaya turun (Decreasing cost industry) . Masuknya perusahaan – perusahaan lain ke dalam indistri justru  menurunkan harga faktor produksi karena efisiensi skala besar ( large scale economies ). Akibatnya struktur biaya jadi lebih murah (Diagram 8.10.a ke Diagram 8.10.b). Diagram 8.10.c  Meningkatnya permintaan (D1—D2) menaikkan harga jual ke P2 yang  mengundang masuknya perusahaan lain.

2.3. Industri skala biaya turun (Decreasing cost

industry) .

Masuknya perusahaan – perusahaan lain ke dalam indistri justru  menurunkan harga

faktor produksi karena efisiensi skala besar ( large scale economies ). Akibatnya struktur

biaya jadi lebih murah (Diagram 8.10.a ke Diagram 8.10.b).

Diagram 8.10.c  Meningkatnya permintaan (D1—D2) menaikkan harga jual ke P2

yang  mengundang masuknya perusahaan lain.

Analisa Laba Maksimal Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek. Diagram 8.3. memperlihatkan bahwa kondisi MR=MC (titik E) tercapai pada saat output sejumlah Q*

Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek.

Diagram 8.3. memperlihatkan bahwa kondisi MR=MC (titik E) tercapai pada saat output sejumlah Q*

Diagram 8.4. kondisi impas terjadi bila Biaya Rata-rata samadengan Harga, dimana Laba perunit sama dengan nol. Diagram 8.5. menunjukan bahwa pada saat MR=MC, perusahaan mengalami kerugian sebesar BE perunit. Sehingga kerugian total adalah seluas bidang PAEB. Kerugian ini adalah kerugian minimum

Diagram 8.4. kondisi impas terjadi bila Biaya Rata-rata samadengan Harga, dimana Laba perunit sama dengan nol.

Diagram 8.5. menunjukan bahwa pada saat MR=MC, perusahaan mengalami kerugian sebesar BE perunit. Sehingga kerugian total adalah seluas bidang PAEB. Kerugian ini adalah kerugian minimum

Agar kondisi tersebut diatas dapat tercapai, maka: Perusahaan sebaiknya hanya berproduksi bila (setidaknya), Biaya Variabel (Variabel Cost, VC) adalah sama dengan Peneimaan Total (Total Revenue, TR) atau Biaya Variabel Rata-rata (Average Variable Cost, AVC) adalah sama dengan Harga (Price, P). Perusahaan berproduksi pada saat MR=MC agar tercapai laba maksimum atau jika dalam kondisi terburuk, maka kerugiannya akan minimum.

Agar kondisi tersebut diatas dapat tercapai, maka:

Perusahaan sebaiknya hanya berproduksi bila (setidaknya), Biaya Variabel (Variabel Cost, VC) adalah sama dengan Peneimaan Total (Total Revenue, TR) atau Biaya Variabel Rata-rata (Average Variable Cost, AVC) adalah sama dengan Harga (Price, P).

Perusahaan berproduksi pada saat MR=MC agar tercapai laba maksimum atau jika dalam kondisi terburuk, maka kerugiannya akan minimum.

Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang. Diagram 8.6.a. menunjukan keseimbangan industri jangka panjang terjadi di titik E dimana tingkat adalah P0 dan output adalah Q0. Diagram 8.6.b. memperlihatkan apabila terdapat perusahan baru yang masuk kedalam pasar, maka akan terjadi penambahan penawaran. Terlihat dalam diagram bahwa Kurva Shortrun Margin Cost (SMC) , Longrun Margin Cost (LMC) , Shortrun Average Cost (SAC) dan Longrun Average Cost (LAC) berpotongan pada titik E

Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang.

Diagram 8.6.a. menunjukan keseimbangan industri jangka panjang terjadi di titik E dimana tingkat adalah P0 dan output adalah Q0.

Diagram 8.6.b. memperlihatkan apabila terdapat perusahan baru yang masuk kedalam pasar, maka akan terjadi penambahan penawaran. Terlihat dalam diagram bahwa Kurva Shortrun Margin Cost (SMC) , Longrun Margin Cost (LMC) , Shortrun Average Cost (SAC) dan Longrun Average Cost (LAC) berpotongan pada titik E

Kondisi tersebut diatas dapat tercapai dengan catatan: Perusahaan harus bekerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar tercapai keadaan yang paling optimal. Tidak mengalami keugian (not suffering loss) agar dapat mengganti barang modal yang digunakan dalam produksi. Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk / keluar karena laba nol (zero profit) yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama. Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi pada saat SAC=LAC

Kondisi tersebut diatas dapat tercapai dengan catatan:

Perusahaan harus bekerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar tercapai keadaan yang paling optimal.

Tidak mengalami keugian (not suffering loss) agar dapat mengganti barang modal yang digunakan dalam produksi.

Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk / keluar karena laba nol (zero profit) yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama.

Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi pada saat SAC=LAC

 

Add a comment

Related presentations

Related pages

Pasar Persaingan Sempurna | Muri Wandany

Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya ...
Read more

Pasar Persaingan Sempurna - YouTube

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA KEL 1 MANJEMEN A STIE YPM SIDOARJO - Duration: ... Persaingan Pasar Monopolistik STIE YPM MULIA SIDOARJO ...
Read more

Pasar Persaingan Sempurna by Sadono Sukirno

Pasar Persaingan Sempurna by Sadono Sukirno - Free download as PDF File (.pdf), Text File (.txt) or read online for free.
Read more

Pasar Persaingan Sempurna - YouTube

Stop Motion From Srikandi 17 SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Complete information From Text To song XMIA 2 by: Ed, Hellena, Estera, Desi.
Read more

persaingan pasar sempurna - Google Sites

BAB I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada pasar ini kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dapat bergerak secara leluasa. Ada pun harga yang ...
Read more

Pasar persaingan sempurna - Wikipedia bahasa Indonesia ...

Pasar persaingan sempurna (penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk ...
Read more

Vebby Agustian: Pasar Persaingan Sempurna (Pasar Sempurna)

Dalam persaingan sempurna pembeli dan penjual berjumlah banyak. Artinya, jumlah pembeli dan jumlah penjual sedemikian besarnya, sehingga masing-masing ...
Read more

Pasar monopoli,Pasar persaingan sempurna,dan pasar oligopoli

Pasar monopoli berasal dari bahasa Yunani: monos, satu dan polein, menjual adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar.
Read more

pasar persaingan sempurna | Andi Sofian

« Rangkuman Matakuliah Kewirausahaan .. Soal & Jawaban Quiz Kewirausahaan » Pengertian Struktur Pasar Posted by Pratama Rus Ramdhani pada Oktober 31, 2010
Read more

Pasar Persaingan Sempurna dan by Victor Kaseger on Prezi

Notes Ideas Ideas Ideas Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna Pengertian Pasar Arti Sempit Tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk transaksi ...
Read more