Oksigenasi

60 %
40 %
Information about Oksigenasi
Health & Medicine

Published on March 10, 2014

Author: kaurikauri

Source: slideshare.net

Description

Mata Kuliah KDM pada jurusan keperawatan

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Oksigenasi adalah pemenuhan akan kebutuhan oksigen (O2). Kebutuhan fisiologis oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh, untuk mempertahankan hidupnya, dan untuk aktivitas berbagai organ atau sel. Apabila lebih dari 4 menit orang tidak mendapatkan oksigen maka akan berakibat pada kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki dan biasanya pasien akan meninggal. 1.2. Tujuan Penulisan Tujuan umum penyusunan makalah ini adalah agar mahasiswa mengetahui tentang pengkajian keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen. 1.3. Manfaat Penulisan Membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman dan menambah wawasan mahasiswa mengenai oksigenasi.

2 BAB II PEMBAHASAN KONSEP DASAR OKSIGENASI 2.1. Pengertian Oksigenasi Kebutuhan oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang di gunakan untuk kelangsungan metabolism sel tubuh mempertahankan hidup dan aktivitas berbagai organ atau sel. 2.2. Proses Oksigenasi a. Ventilasi. Merupakan proses keluar masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer.Proses ventilasi di pengaruhi oleh beberapa hal, yaitu adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru, semakin tinggi tempat maka tekanan udara semakin rendah, demikian sebaliknya, semakin rendah tempat tekanan udara semakin tinggi. Pengaruh proses ventilasi selanjutnya adalah complienci dan recoil. Complience merupakan kemampuan paru untuk mengembang. sedangkan recoil adalah kemampua CO2 atau kontraksi menyempitnya paru. b. Difusi Gas Difusi gas merupakan pertukaran antara oksigen dialveoli dengan kapiler paru dan co2 di kapiler dengan alveoli.Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh beberapa paktor, yaiti luasnya permukaan paru, tebal membran respirasi / permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial( keduanya dapat mempengaruhi proses difusi apabila terjadi proses penebalan).Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2 (hal ini sebagai mana o2 dari alveoli masuk kedalam

3 darah oleh karena tekanan O2 dalam rongga alveoli lebih tinggi dari tekanan O2 dalam darah vena pulmonalis, masuk dalam darah secara difusi). c. Transfortasi Gas Transfortasi gas merupakan proses pendistribusian O2 kapiler ke jaringan tubuh dan Co2 jaringan tubuh ke kaviler.Transfortasi gas dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu curah jantung (kardiak output), kondisi pembuluh darah, latihan (exercise), perbandingan sel darah dengan darah secara keseluruhan (hematokrit), serta elitrosit dan kadar Hb. 2.3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigenasi a. Saraf Otonomik Rangsangan simpatis dan parasimpatis dari saraf otonomik dapat mempengaruhi kemampuan untuk dilatasi dan konstriksi, hal ini dapat terlihat simpatis maupun parasimpatis. Ketika terjadi rangsangan, ujung saraf dapat mengeluarkan neurotsransmiter (untuk simpatis dapat mengeluarkan norodrenalin yang berpengaruh pada bronkodilatasi dan untuk parasimpatis mengeluarkan asetilkolin yang berpengaruh pada bronkhokonstriksi) karena pada saluran pernapasan terdapat reseptor adrenergenik dan reseptor kolinergik. Semua hormon termasuk derivate catecholamine dapat melebarkan saluran pernapasan. b. Alergi pada Saluran Napas Banyak faktor yang dapat menimbulkan alergi, antara lain debu yang terdapat dalam hawa pernapasan , bulu binatang, serbuk benang sari bunga, kapuk, makanan, dan lain-lain.

4 c. Perkembangan Tahap perkembangan anak dapat memengaruhi jumlah kebutuhan oksigenasi, karena usia organ dalam tubuh berkembang seiring usia perkembangan. d. Lingkungan Kondisi lingkungan dapat memengaruhi kebutuhan oksigenasi, seperti faktor alergi, ketinggian tanah, dan suhu.kondisi tersebut memengaruhi kemampuan adaptasi. e. Perilaku Factor perilaku yang dapat memengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah perilaku dalam mengkonsumsi makanan (status nutrisi). 2.4. Jenis Pernapasan a. Pernapasan Eksternal Pernapasan eksternal merupakan proses masuknya O2 dan keluarnya CO2 dari tubuh, sering disebut sebagai pernapasan biasa.Proses pernapasan ini dimulai dari masuknya oksigen melalui hidung dan mulut pada waktu bernapas, kemudian oksigen masuk melalui trakea dan pipa bronchial ke alveoli, lalu oksigen akan menembus membrane yang akan diikat oleh Hb sel darah merah dan dibawa ke jantung. Setelah itu, sel darah merah dipompa oleh arteri ke seluruh tubuh untuk kemudian meninggalkan paru dengan tekanan oksigen 100 mmHg.

5 b. Pernapasan Internal Pernapasan internal merupakan proses terjadinya pertukaran gas antar sel jaringan dengan cairan sekitarnya yang sering melibatkan proses Semua hormon termasuk derivate catecholamine dapat melebarkan saluran pernapasan. 2.5. Masalah Kebutuhan Oksigen a. Hipoksia Hipoksia merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat difisiensi oksigen atau peningkatan penggunaan oksigen dalam tingkat sel, di tandai dengan adanya warna kebiruan pada kulit (sianosis). Hipoksia dapat dibagi ke dalam empat kelompok yaitu hipoksemia, hipoksia hipokinetik, overventilasi hipoksia dan hipoksia histotoksik. 1. Hipoksemia Hipoksemia adalah kekurangan oksigen di darah arteri. Terbagi atas dua jenis yaitu hipoksemia hipotonik (anoksia anoksik) dan hipoksemia isotonik (anoksia anemik). Hipoksemia hipotonik terjadi dimana tekanan oksigen arteri rendah karena karbondioksida dalam darah tinggi dan hipoventilasi. Hipoksemia isotonik terjadi dimana oksigen normal, tetapi jumlah oksigen yang dapat diikat hemoglobin sedikit. Hal ini terdapat pada kondisi anemia, keracunan karbondioksida. 2. Hipoksia Hipokinetik (stagnat anoksia/anoksia bendunagn) Hipoksia hipokinetik yaitu hipoksia yang terjadi akibat adanya bendunagn atau sumbatan. Hipoksia hipokinetik dibagi kedalam dua jenis yaitu hipoksia hipokinetik ischemic dan hipoksia hipokinetik kongestif. Hipoksia hipokinetik ischemic terjadi dimana kekurangan oksigen pada jaringan disebabkan karena kuarngnya suplai darah ke jaringan tersebut akibat penyempitan arteri. Hipoksia hipokinetik kongestif terjadi akibat penumpukan darah secara berlebihanatau abnormal baik lokal maupun umum yang mengakibatkan suplai oksigen ke

6 jaringan terganggu, sehingga jarinagn kekurangan oksigen. 3. Overventilasi hipoksia Overventilasi hipoksia yaitu hipoksia yang terjadi karena aktivitas yang berlebihan sehingga kemampuan penyediaan oksigen lebih rendah dari penggunaannya. 4. Hipoksia histotoksik Hipoksia histotoksik yaitu keadaan dimana darah di kapiler jaringan mencukupi, tetapi jaringan tidak dapat menggunakan oksigen karena pengaruh racun sianida. Hal tersebut mengakibatkan oksigen kembali dalam darah vena dalam jumlah yang lebih banyak daripada normal (oksigen darah vena meningkat). b. Perubahan pola pernapasan 1. Tachipnea, merupakan pernafasan yang memiliki frekuensi lebih dari 24 kali per menit. 2. Bradypnea, merupakan pola pernapasan yang lambat dan kurang dari 10 kali per menit. 3. Hiperventilasi, merupakan cara tubuh dalam mengompensasi peningkatan jumlah oksigen dalam paru agar pernapasan lebih cepat dan dalam. 4. Kusmaul, merupakan pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat ditemukan pada orang dalam keadaan asidosis metabolic. 5. Hipovontilasi, merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup yang dilakukan pada saat ventilasi alveolar serta tidak cukupnya penggunaan oksigen yang ditandai dengan adanya nyeri kepala, penurunan kesadaran disorientasi, atau ketidakseimbangan elektrolit yang dapat terjadi akibat atelektasis,*lumpuhnya otot-otot pernafasan, defresi

7 pusat pernafasan, peningkatan tahanan jalan udara, penurunan tahanan jaringan paru, dan toraks, sertta penurunan compliance paru dan toraks. 6. Dispnea, merupakan perasaan sesal dan berat saat pernafasan 7. Orthopnea, merupakan kesulitan bernafas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri dan pola ini sering ditemukan pada seseorang yang mengalami kongestif paru. 8. Cheyne stokes, merupakan siklus pernafasan yang amplitudonya mula- mula naik, turun, berhenti, kemudian mulai dari siklus baru. 9. Pernapasan paradoksial, merupakan pernapasan yang ditandai dengan pergerakan dinding paru yang berlawanan atah dari keadaan normal, seriong ditemukan pada keadaan atelektasis. 10. Biot, merupakan pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes, tetapi amplitudonya tidak teratur. 11. Esteridor, merupakan pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan 2.6. PROSEDUR KERJA OKSIGENASI 1. Pemberian Oksigenasi Melalui Kanal Kanula nasal adalah memberikan oksigen dengan konsentrasi rendah (24-40%) dengan kecepatan aliran 2-4 liter/ menit. Persiapan alat:  Kanula nasal  Selang oksigen  Humidifier  Cairan steril  Tabung oksigen dengan flowmeter  Plester

8 Prosedur 1. Periksa program terapi medik 2. Ucapkan salam terapeutik 3. Lakukan evaluasi / validasi 4. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan 5. Cuci tangan 6. Persiapkan alat 7. Kaji adanya tanda dan gejala hipoksia dan sekret pada jalan napas 8. Sambungkan kanula nasal ke selang oksigen dan ke sumber oksigen 9. Berikan aliran oksigen sesuai dengan kecepatan aliran pada program medis dan pastikan berfungsi dengan baik a. Selang tidak tertekuk dan sambungan paten b. Ada gelembung udara pada humadifier c. Terasa oksigen keluar dari kanula 10. Letakkan ujung kanula pada lubang hidung pasien 11. Atur pita elastik atau selang plastik ke kepala atau ke bawah dagu sampai kanula pas dan nyaman 12. Beri plester pada kanula di kedua sisi wajah 13. Periksa kanula setiap 8 jam 14. Pertahankan batas air pada botol humidifier setiap waktu 15. Periksa jumlah kecepatan aliran oksigen dan program terapi setiap 8 jam 16. Kaji membran mukosa hidung dari adanya iritasi dan beri jelly untuk melembabkan membran mukosa jika diperlukan

9 17. Cuci tangan 18. Evaluasi respon pasien 19. Catat hasil tindakan yang telah dilakukan dan hasilnya 2. Pemberian Oksigen Melalui Face Mask Memberikan oksigen dengan konsentrasi dan kecepatan aliran lebih tinggi dari kanula nasal, 40-60% pada kecepatan 5-8 liter/menit. Persiapan alat  Face mask, sesuai dengan kebutuhan dan ukuran pasien  Selang oksigen  Humudifier  Cairan steril  Tabung oksigen dengan flowmeter  Pita/tali elastik Prosedur 1. Periksa program terapi medik 2. Ucapkan salam terapeutik 3. Lakukan evaluasi / validasi 4. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan 5. Cuci tangan 6. Persiapkan alat 7. Kaji adanya tanda dan gejala hipoksia dan sekret pada jalan napas 8. Sambungkan masker ke selang dan ke sumber oksigen 9. Atur pita elastik ke telinga sampai masker terasa pas dan nyaman 10. Berikan aliran oksigen sesuai kecepatan aliran 11. Periksa masker, aliran oksigen setiap 2 jam atau lebih cepat, tergantung kondisi dan keadaan umum pasien

10 12. Lakukan prosedur 14-19 seperti pada pemberian oksigen melalui kanula nasal. 2.7. ASUHAN KEPERAWATAN STUDY KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DENGAN GANGGUAN OKSIGENASI DI RUANG IGD RUMAH SAKIT BHAKTI ASIH Tanggal Masuk RS : 11 november 2013 Tanggal Pengkajian : 11 november 2013 Diagnosa Medis : Dispnea No. RM : Ruang : IGD A. IDENTITAS 1. Identitas Pasien Nama Lengkap : Ny. S Jenis Kelamin : Perempuan Usi : 45 th Status : Nikah Agama : Islam Pekerjaan : Dosen Alamat : Luwungragi 2. Identitas Penanggung Jawab Nama : Tn. B Usia : 60 th Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Luwungragi Hubungan dengan pasien : Suami

11 B. RIWAYAT KESEHATAN a. Keluhan utama : Pasien mengatakan sesak nafas b. Riwayat Kesehatan Sekarang Pada waktu pasien datang ke IGD, pasien mengatakan sesak nafas dan lemas sudah satu hari yang lalu akibat kelelahan. Keluarga klien memutuskan untuk di bawa ke rumah sakit, pada tanggal 10 juli sampai pengkajian. Pada waktu di lakukan pengkajian di IGD didapat data sesak nafas pasien sudah agak berkurang, tetapi masih lemas. Pasien banyak Tanya tentang penyakitnya. c. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien mengatakan sebelumnya sudah sering merasakan sesak nafas apabila kelelahan, tetapi pasien belum pernah pergi ke rumah sakit. d. Riwayat Penyakit Keluarga Pasien mengatakan dari pihak keluarga tidak ada yang menderita penyakit seperti yang dideritanya sekarang ini., D. PEMERIKSAAN FISIK a. Pemeriksaan Umum 1. Keadaan Umum : lemah 2. Kesadaran : Sadar 3. Tanda – Tanda Vital : Takanan Darah : 120/70 mmhg Nadi : 95 x / menit Suhu : 36,5 0 c Pernafasan : 37 x / menit b. Pemeriksaan Hand To Toe 1. Kepala : bentuk kepala simetris, rambut lebat dan hitam 2. Muka : bentuk muka simetris, ekspresi wajah gelisah 3. Mata : kedua mata simetris, tidak ada sekres, bola mata normal, menggunakan kaca mata. 4. Hidung : memiliki hidung simetri dan tidak ada pendarahan 5. Mulut : mukosa kering, tidak ada luka, gigi bersih 6. Telinga : kudua telinga simetris, tidak ada sekres, pendengaran normal 7. Leher : tidak ada pembengkakan tyiroid 8. Dada : bentuk dada simetris antara kanan dan kiri • Jantung : irama jantung regular, tidak ada nyeri tekan, suara perkusi sonor • Paru : irama pernafasan tidak teratur, tidak ada nyeri tekan, suara perkusi hipersonor 9. Abdomen : bentu simetris, tidak ada nyeri tekan, tidak ada luka

12 10. Luka : kulit pasien berwarna sawo matang, tidak bengkak, lembab E. DATA PENUNJANG EKG : dalam batas normal tidak ada kelainan F. TERAPI Rl 20 tetes / menit lewat IV O2 5 liter / menit DATA FOKUS No DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF 1 2 3 pasien mengatakan sesak nafas pasien mengatakan lemas pasien mengatakan kurang tahu tentang penyakitnya 1 2 3 4 5 6 7 8 pasien keliatan lemas terpasang O2 5 liter / menit nadi 95 x / menit, pernafasan 37 x / menit bibir kering, wajah tampak pusat ekspresi wajah gelisah mukosa kering irama pernafasan tidak teratur suara perkusi hipersonor ANALISA DATA NO DATA ETIOLOGI MASALAH 1 DS : Pasien mengatakan sesak nafas DO : - RR = 37 / menit, nadi 95 x / menit, terpasang oksigen, ekspresi wajah gelisah, irama pernafasan tidak teratur, suara perkusi hipersonor DS : Pasien mengatakan lemas DO : wajah tampak pucat, bibir kering Pola nafas tidak efektif, berhubungan dengan penurunan energy / kelelahan Pola nafas tidak efektif, berhubungan dengan penurunan energy / kelelahan Kekurangan volume cairan, berhubungan dengan kegagalan dalam mekanisme pengaturan Kurangnya pengetahuan, berhubungan dengan kurangnya informasi

13 lemah kelelahan DS : pasien mengatakan kurang tahu tentang penyakitnya DO : dulu dan sekarang pasien mengalami penyakit yang sama Kurang informasi Kurang pengetahuan DIAGNOSA KEPERAWATAN No Diagnosa keperawawatan Tanggan ditemukan Tanggal teratasi 1 Pola nafas tidak efektif, berhubungan dengan penurunan energy / kelelahan 11 novembert 2013 - 2 Kekurangan volume cairan, berhubungan dengan kegagalan dalam mekanisme pengaturan 11 novembert 2013 - 3 pengetahuan, berhubungan dengan kurangnya informasi 11 novembert 2013 - INTERVENSI Hari, tanggal No. Dx Tujuan dan kriteria hasil Intervensi Senin, 11 november 2013 1 dilakukan tindakan 1 x 20 menit, diharapkan pasien dapat bernafas dengan normal, dengan criteria hasil : Nafas tidak sesak Ekspresi muka tidak gelisah Irama nafas normal Posisikan pasien untuk memudahkan bernafas monitor pola nafas saran untuk melakukan batuk efektif

14 Suara perkusi sonor RR normal auskultasi suara nafas catat pergerakan dada Senin, 11 november 2013 2 Setelah dilakukan pengkajian selama 1x20 menit, diharapkan pasien dapat terpenuhi cairannya, dengan criteria hasil : Badannya tidak lemas Bibir tidak kering Muka tidak pucat Anjurkan istirahat yang cukup kaji kemampuan pasien dalam beraktivitas monitor intake nutrisi untuk penambah energi monitor TTV bantu pasien untuk memenuhi kebutuhan diri Senin, 11 november 2013 3 Setelah dilakukan pengkajian selama 1x20 menit, diharap- kan pasien dapat mengetahui tentang penyakitnya, dengan kriteria hasil : Pasien tidak terkena penyakit yang sama lagi Pasien bisa menjaga kesehatannya Terangkan proses penyakit terangkan penyebab penyakit terangkan pengobatan penyakit ajarkan tanda dan gejala penyakit ajarkan pencegahan penyakit IMPLEMENTASI Hari, tanggal No. Dx Implementasi Respon Senin, 11 november 2013 1 Memosisikan pasien untuk memudahkan bernafas memonitor frekuensi; ritme; kedalaman pernafasan, melakukan fisioterapi dada, mengauskultasi suara nafas, menyarankan tarik nafas dalam Pasien mau melakukan fisioterapi dada dan tarik nafas dalam Senin, 11 november 2013 2 Anjurkan istirahat yang cukup mengkaji kemampuan perawatannya Pasien terpenuhi cairannya

15 pasien dalam beraktivitas memonitor intake nutrisi untuk penambah energy memonitor TTV membantu pasien memenuhi kebutuhan Senin, 11 november 2013 3 Menerangkan tentang proses penyakit penyebab penyakit pengobatan penyakit tanda dan gejala penyakit dan pencegahan penyakit Pasien mendengarkan apa yang di ajarkan EVALUASI Hari, tanggal No. Dx Evaluasi Minggu / 10 juli 2011 1 / 2 / 3 S : pasien mengatakan masih sesak nafas, lemas, dan belum paham tentang penyakitnya O : RR = 37x/menit, tidak banyak bergerak,pasien kebingungan A : masalah belum teratasi P : lanjutkan intervensi

16 BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Kebutuhan oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang di gunakan untuk kelangsungan metabolism sel tubuh mempertahankan hidup dan aktivitas berbagai organ atau sel. Proses Oksigenasi : • Transfortasi Gas • Ventilasi • Difusi Gas Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigenasi • Saraf Otonomik • Alergi pada Saluran Napas • Perkembangan • Perilaku • Lingkungan Jenis Pernapasan • Pernapasan Eksternal • Pernapasan Internal

17 3.2. Saran • Dengan selesainya makalah ini disarankan kepada para pembaca agar dapat lebih memperdalam lagi pengetahuan tentang pemenuhan kebutuhan oksigeni pada Rumah Sakit serta dapat mengaplikasikannya dalam dunia keperawatan. • Diharapkan perawat serta tenaga kesehatan lainnya mampu memahami dan mendalami Kebutuhan fisiologis oksigenasi yang merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat mendasar.

18 DAFTAR PUSTAKA Allen. CarolVestal. 1998. MemahamiProses Keperawatan DenganPendekatan Latihan. Jakarta. A.Aziz Alimul H. Pengantar Kebutuhan DasarManusia. SalembaMedika. 2006 . Jakarta. Greven. Ruth. 1999. Fundamental of Nursing: human health and function. Philadelphia: lippincott. bahasa Cristantie Effendy. Jakarta: EGC

Add a comment

Related presentations

Related pages

OKSIGENASI - Scribd

KETERAMPILAN KLINIKAndan Firmansyah S.Kep., Ners. An-& 31783® PembekalanKDPK D3 Kebidanan 21, 22, 23 Juli 2008 Sekolah T...
Read more

Konsep Oksigenasi | Hidayat2's Blog

OKSIGENASI 1. PENGERTIAN Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel ...
Read more

KEBUTUHAN OKSIGENASI ~ MAKALAH KEPERAWATAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Oksigenasi adalah pemenuhan akan kebutuhan oksigen (O2). Kebutuhan fisiologis oksigenasi merupakan...
Read more

KDM_ Oksigenasi - scribd.com

LAPORAN PENDAHULUAN. OKSIGENASI A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Oksigen merupakan salah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme, untuk ...
Read more

Medical: KEBUTUHAN OKSIGENASI MANUSIA

Kebutuhan oksigenasi merupakan salah satu kebutuhan dasar pada manusia yaitu kebutuhan fisiologis. Pemenuhuan kebutuhan oksigenasi ditujukan untuk menjaga ...
Read more

Materi Ilmu Dasar Keperawatan: Pemasangan Oksigenasi

Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. Oksigenasi ...
Read more

laporan pendahuluan oksigenasi

LAPORAN PENDAHULUAN KEBUTUHAN OKSIGENASI A. DEFENISI Oksigen adalah salah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan ...
Read more

AKPER SANDI KARSA MAKASSAR: Oksigenasi

AKPER SANDI KARSA MAKASSAR Makassar, sulawesi Selatan, Indonesia YAYASAN PENDIDIKAN KARYA ANAK BANGSA MAKASSAR (SANDI KARSA) : MEMBINA 5 PROGRAM STUDI 1.
Read more

OKSIGENASI ~ ahlinya asuhan keperawatan

4. P erubahan pola napas. Hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan), dyspnea (kesulitan bernapas, misal pada pasien asma),sianosis (perubahan warna ...
Read more

Pemberian Oksigen - YouTube

Tugas KDPK pembuatan video cara pemakaian oksigen Mahasiswi Tri Mandiri Sakti Bengkulu.
Read more