advertisement

Metode-metode Pembelajaran Matematika

40 %
60 %
advertisement
Information about Metode-metode Pembelajaran Matematika
Education

Published on February 15, 2014

Author: herilengari

Source: slideshare.net

Description

Review jurnal internasional
Tugas mata kuliah: Problematika pendidikan matematika sekolah 1
Dosen pembimbing: Prof.Drs.Gatot Muhsetyo,M.Sc
Oleh: Hyronimus Lado
Pascasarjana UM Malang
2014
advertisement

RESUME RESUME INI DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PROBLEMA PENDIDIKAN MATEMATIKA SEKOLAH 1 Dosen Pembimbing: Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc DISUSUN OLEH : Nama: Hyronimus Lado NIM: 130311818887 JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2014 1

REVIEW JURNAL Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang oleh Taro Fujita & Shinya Yamamoto, adalah bagaimana upaya guru dalam mengembangkan pemahaman siswa terhadap pola bilangan dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran ini berdasarkan konteks Learning Environment Substansial (SLE) dengan bantuan tunas bambu. Model SLE khusus ini disebut “Bilangan Bambu” (Bamboo Numbers). Hal ini didasarkan pada pola deret Fibonacci tetapi dengan aturan tertentu misalnya pola Inti dalam penelitian ini adalah mengajak siswa berpikir matematis, membuat koneksi yang bermakna, membuat prosedur yang logis, mengidentifikasi keperluan dan kebutuhan kalau memang mau diperluas dengan model SLE dan Taksonomi SOLO. Penelitian lain yang dilakukan di Inggris oleh Chronoula Voutsina & Qaimah Ismail, menemukan bahwa pemahaman konseptual yang rendah dalam aritmatika. Penelitian ini, menunjukkan bahwa anak-anak yang terlalu mengandalkan strategi menghitung menunjukkan ketidakpekaan terhadap hubungan komposisi penjumlahan dan ini membatasi perkembangan mereka dari pemahaman konseptual. Komposisi yang dimaksudkan kesetaraan bilangan jika dijumlahkan. Sebagai contoh 5 + 7 = 5 + 6 + 1. Inti dalam penelitian ini adalah meningkatkan kepekaan bilangan (since of number). Seperti contoh di atas, siswa yang peka terhadap bilangan 5 maka diarahkan untuk 5 + 7 itu setara dengan 5 + 5 + 2 sehingga dengan mudah dijawabnya. Penelitian lain yang dilakukan di Inggris oleh Sue Gifford & Freda Rockliffe, kesulitan dalam pembelajaran matematika adalah apakah satu pendekatan cocok untuk semua siswa? Seperti; Dyscalculia adalah orang yang kesulitan mengerjakan perhitungan aritmatika, kesulitan mengingat, memahami, dan memanipulasi angka-angka; Disleksia adalah 2

orang yang kesulitan dalam mengolah kata dan kesulitan membaca angka-angka yang disebabkan oleh faktor bawaan dari lahir, faktor genetis; Dyspraxia orang yang mengalami gangguan syaraf diseluruh otak yang mengakibatkan gangguan pada memori dan keterampilan kognitif lainnya; Akakulia orang yang mengalami gangguan syaraf akibat kecelakaan. Oleh karena itu, guru perlu melakukan langkah-langkah seperti alur diagram berikut; Guru melakukan Refleksi diri analisis perlakuan siswa Mencari penyebab terjadinya Untuk melatih anak membaca dan berhitung dikenalkan bentuk lollipop tujuh dan anak disuruh mengamati dan sekaligus membaca dan menghitung, setelah anak sudah mahir kemudian diberi bentu yang lain. Untuk membantu mereka menghubungkan konsep numerosity , agar jumlah satu dan kurang satu dapat di hubungkan, Yeo menemukan pola dot yang paling mudah dikenali karena mereka mengoptimalkan kombinasi jumlah kecil. Alat tes yang dikembangkan untuk anak dyscalculia adalah Dyscalculia Screener. Penelitian lain yang dilakukan di Inggris oleh Margaret Brown, Peter Brown & Tamara Bibby, dilakukan berdasarkan pernyataan yang dilontarkan seorang siswi dalam menanggapi pertanyaan “apakah anda suka belajar matematika” ia menyatakan “I Would Rather Die” yang artinya lebih baik mati dari pada belajar matematika. Hal ini menandakan bahwa minat siswa untuk belajar matematika sangat rendah, ini didukung dengan data dari beberapa lembaga yang menandakan bahwa setiap tahun minat siswa untuk memilih jurusan matematika mengalami penurunan. Karena dianggap oleh peneliti bahwa matematika itu berguna dengan alasan, ekonomi orang bisa meningkat kalau orang memahami matematika, maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan memperoleh informasi minat siswa terhadap pelajaran matematika. Penelitian lain yang dilakukan di Inggris oleh Cathy Smith, Ia menilai bahwa dalam memperoleh pekerjaan, yang dilihat dari yang dimiliki seseorang adalah nilai matematika pada jenjang pendidikan, sehingga tidak sulit dalam memperoleh bekerja. Ia juga menilai bahwa majunya ekonomi negara itu yang menjadi faktor utama adalah pengetahuan matematika dari penduduknya. Namun data yang diberikan OECD sangatlah tidak memuaskan. 3

OECD merupakan organisasi negara-negara yang melihat kaitan ekonomi negara masing-masing dalam rangka pengembangan. Tujuan penelitian ini adalah melihat kepuasan dan keluhan yang merupakan kunci untuk memperoleh informasi seperti hal-hal negatif yang muncul pada diri siswa berupa cemas dengan matematika, phobia dengan matematika. Sehingga guru harus menyadari bahwa setiap murid tidak selamanya suka matematika. Oleh karena itu anak harus dibiarkan mencoba sendiri menyelesaiakan tugasnya ketika belajar, kecuali kalau dianya sendiri minta untuk dibantu barulah boleh diberi bantuan. Penelitian lain yang dilakukan di Inggris oleh Jeffrey Choppin, masalah pokok dalam penelitian ini adalah guru terlalu mengandalkan buku teks, buku teks tidak telefan, dan guru bingung merancang tugas, guru hanya mengajarkan materi yang mudah, sedangkan yang sulit dibiarkan. Ia mengemukakan pentingnya teori lokal dalam konteks tertentu yang menyebabkan pemahaman siswa lebih meningkat, namun tidak terlepas dari teori-teori yang telah dikemukan seperti teori bruner yang menekankan pada kontruktivisme. Sehingga lokal teori ini lebih sering terjadi pada pembelajaran dengan konteks RME. Sebagai contoh untuk menjelaskan perkalian, sering dinyatakan dalam beberapa buku sumber sebagai penjumlahan berulang. Hal ini bertentangan ketika perkaliannya melibatkan pecahan atau bilangan negatif, sehingga diperlukan konsep atau teori lokal. Sebagai contoh, diperlihatkan perkalian a b d 4 1  = .... 3 4 c e 4

f 4 1 4 jadi   langkah-langkah seperti di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 3 4 12 a). Buat satu kotak, (b) karena 4 dari 3 bagian maka bagi kotak itu menjadi 3 bagian (c) karena hanya terdapat 3 bagian maka perlu ditambahkan lagi 1 kotak dan dibagi lagi menjadi 3 bagian seperti pada langkah b (d) pada langkah ini, diarsir 4 bagian dari 6 bagian yang ada (e) kotak tadi dibagi lagi secara baris menjadi 3 baris dan diarsir (f) perpotongan garis itu, merupakan hasil perkaliannya. Penelitian lain yang dilakukan di Belanda oleh Monique Pijls & Rijkje Dekker, yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah, bagaimana agar pembelajaran kolaboratif itu dapat dikatakan efektif? Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran kolaboratif, ditunjukkan pada tabel sebagai berikut: Tabel: Mengatur kegiatan dan aktivitas inti Pengaturan kegiatan aktivitas-aktivitas inti Siswa meminta satu sama lain untuk menunjukkan hasil pekerjaan mereka Siswa saling bertanya untuk menjelaskan hasil pekerjaan mereka Siswa kritik hasil pekerjaan masing-masing Siswa saling menunjukkan hasil pekerjaan mereka Siswa menjelaskan hasil pekerjaan mereka satu sama lain Siswa membenarkan hasil pekerjaan mereka Siswa menunjukkan kembali hasil pekerjaan mereka Dalam pembelajaran kolaboratif dengan cara diskusi kelompok yang dikembangkan dalam penelitian ini, bertujuan untuk melihat bantuan yang dapat dilakukan oleh guru saat diskusi berlangsung. Bantuan-bantuan ini berupa, bantuan proses adalah bagaimana cara siswa memperoleh rumus atau menyimpulkan sesuatu dari beberapa contoh yang diberikan oleh guru, 5

sedangkan bantuan hasil adalah guru langsung memberikan rumus dan siswa berusaha untuk menyelesaikan masalah atau contoh yang diberikan. Diskusi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah, siswa dibagi dalam beberapa kelompok dimana dalam satu kelompok terdiri dari 5-7 orang. Satu kelompok yang terdiri dari 5 orang misalnya A, B, C, D, dan E, selanjutnya guru mengajukan sebuah pertanyaan untuk dijawab kelompok tersebut. Pertanyaan ditujukan pada si A. Misalnya si A belum menemukan jawaban, biarkan si A berpikir dulu dan pertanyaan tersebut dialihkan ke si B. Jika si B juga belum menemukan jawaban, biarkan si B berpikir dulu dan pertanyaan tersebut dialihkan dan setrusnya sehingga terjadi siklus. Jika pertanyaan tersebut pada siklus-siklus selanjutnya ternyata sudah dipahami oleh si A dan B, maka si A dan B bertugas untuk menjelaskan jawabannya kepada si C, D, dan E. Hal yang dapat disimpulkan dalam pembelajaran kolaboratif dengan cara diskusi ini adalah, interaksinya bukan hanya terjadi antara guru dengan siswa, tetapi juga terjadi antara siswa dengan siswa itu sendiri seperti tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran kolaboratif. Penelitian lain yang dilakukan di Australia oleh Tom Lowrie, Carmel M. Diezmann dan Tracy Logan, yang melandasi penelitian ini adalah di Australia dalam dua dekade terakhir, soal ujian pada Kurikulum Matematika Sekolah Dasar lebih banyak menggunakan grafik. Tingkat kesulitan yang dialami siswa dari soal grafik yang diberikan terjadi karena beberapa faktor diantaranya konteks grafik, penggunaan istilah khusus, penempatan simbol dalam grafik, fitur persepsi seperti kerumitan grafik dan penyorotan kata dalam teks (menandai yang penting). Oleh karena itu, jika grafik dihubungkan dengan soal matematika dan tidak didesain dengan baik maka mungkin hasilnya tidak dapat diandalkan untuk menunjukkan pemahaman siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kerangka kerja yang dapat dimanfaatkan untuk mengetahui bagaimana siswa menyelesaikan soal grafik dan secara khusus untuk mengetahui elemen yang membentuk komposisi soal grafik. Karena itu guru dituntut agar dalam membelajarkan siswa perlu adanya media pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami grafik. Sebagai contoh grafiknya diberi warna, komponen-komponen yang tidak penting dalam grafik dihilangkan. 6

Penelitian lain yang dilakukan di Belanda oleh Kai-Lin Yang & FauLai Lin, mereka menemukan bahwa pembuktian geometri merupakan salah satu topik yang dianggap siswa sulit. Siswa kesulitan dalam menuliskan bukti-bukti ke dalam simbol-simbol karena mereka tidak memahami argumen-argumen dari soal. Oleh karena itu, berbagai pendekatan telah diterapkan oleh beberapa ahli untuk mengatasi kesulitan siswa tersebut. Pemahaman membaca bukti geometri (RCGP) merupakan kemampuan dalam memahami makna pada pembuktian geometri. Sehingga dalam pembelajaran geometri perlu memperhatikan 5 aspek yaitu, pengetahuan dasar (basic knowledge) adalah kemampuan memahami istilah, gambar dan simbol-simbol; pernyataan logis (status logic) adalah kemampuan mengenali pernyataan dari suatu argumen; sumarisasi (sumarization) adalah kemampuan memahami yang diketahui, klaim, atau ide bukti kritis (hubungan logis antara premis, sifat dan konklusi); generalisasi (generality) adalah kemampuan mengenali akurasi bukti dan bagaimana bukti itu cukup dan penerapan (aplication) adalah kemampuan menerapkan proposisi pada situasi yang berbeda. Pembelajaran perlu didesain untuk memperbaiki kemampuan membaca dengan mengajarkan strategi kognitif, seperti membuat pertanyaan, klarifikasi, penyimpulan, dan menduga. Hasil dari penelitian ini adalah strategi pengajaran berorientasi membaca memberikan pengaruh jangka panjang pada aspek RCGP kecuali pada aspek terapan. Melalui pengajaran berorientasi membaca siswa mampu merekam lebih lama pengalaman belajar mereka. Dari hasil-hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran matematika perlu memanfaatkan kesalahan siswa sebagai dasar atau patokan untuk menentukan metode pembelajaran yang tepat, pengembangan bahan ajar dan media yang relevan dengan pengetahuan dan keadaan siswa, perlu adanya koneksi dalam pembelajaran terutama pada pemecahan masalah yang realistik dengan kehidupan siswa sehingga pembelajaran yang dihasilkan benar-benar bermakna. 7

DAFTAR PUSTAKA Cathy Smith. Choosing more mathematics: happiness through work? Homerton College, Cambridge and IPSE , London Metropolitan. University, UK. Published online: 05 Aug 2010. Chronoula Voutsina & Qaimah Ismail. The use of additive composition in arithmetic: the case of children classified as low attainers. School of Education, University of Southampton, UK. Published online: 21 Nov 2011. Jeffrey Choppin. The role of local theories: Teacher knowledge and its impact on engaging students with challenging tasks. University of Rochester. Published in the Mathematics Education Research Journal. The final publication is available at www.springerlink.com. The University of Rochester, Department of Teaching and Curriculum, Dewey Hall 1-160K, Box 270425, Rochester, NY 14627; phone: (585) 273-4913; email: jchoppin@warner.rochester.edu Kai-Lin Yang & Fou-Lai Lin. Effects of reading-oriented tasks on students’ reading comprehension of geometry proof. Mathematics Education Research Journal. June 2012, Volume 24, Issue 2, pp 215-238 Margaret Brown, Peter Brown & Tamara Bibby. “I would rather die”: reasons given by 16year-olds for not continuing their study of mathematics. Department of Education and Professional Studies, King's. College London, London, UK. Institute of Education, University of London, London, UK. Published online: 19 Sep 2008. Monique Pijls & Rijkje Dekker. Students discussing their mathematical ideas: the role of the teacher. Math Ed Res J (2011) 23:379–396. DOI 10.1007/s13394-011-0022-3. Received: 28 September 2009/Revised: 25 September 2010/Accepted: 3 April 2011/ Published online: 1 December 2011. The Author (s) 2011. This article is published with open access at Springerlink.com Sue Gifford & Freda Rockliffe. Mathematics difficulties: does one approach fit all?. Publishing models and article dates explained. Published online: 22 Feb 2012 Taro Fujita & Shinya Yamamoto. The development of children's understanding of mathematical patterns through mathematical activities. School of Education, University of Plymouth, UK Faculty of Education, University, Japan. Published online: 21 Nov 2011. Tom Lowrie, Caramel M. Diezmann & Tracy Logan. A framework for mathematics graphical tasks: the influence of the graphic element on student sense making. Mathematics Education Research Journal, June 2012, Volume 24, Issue 2, pp 169-187 8

Add a comment

Related presentations

Related pages

Macam-macam Pendekatan, Model, Metode, Dan Strategi ...

Macam - macam pendekatan pembelajaran Matematika 1) Pendekatan Induktif Pendekatan induktif pada awalnya dikemukakan oleh filosof Ingris Prancis Bacon (1 ...
Read more

METODE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

§ Tidak ada metode metode lain yang mungkin ... Kesimpulan metode tanya jawab dalam pembelajaran matematika adalah cara pembelajaran matematika ...
Read more

Metode Metode Pembelajaran

Metode – Metode Pembelajaran Metode Ceramah : Ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. ... Pada prinsipnya matematika bersifat deduktif.
Read more

Metode - metode pembelajaran:ADMINISTRASI SEKOLAH DASAR

Metode - metode pembelajaranADMINISTRASI SEKOLAH ... METODE - METODE PEMBELAJARAN . ... sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan ...
Read more

Metode-metode pembelajaran - scribd.com

METODE-METODE PEMBELAJARANMetode Pembelajaran Efektif [8/31/2008 04:38:00 AM ... sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.
Read more

Macam-Macam Metode Pembelajaran - belajarpsikologi.com

Macam-Macam Metode Pembelajaran. Seorang guru harus menerapkan macam-macam metode pembelajaran yang efektif, yaitu metode pembelajaran yang mengarah pada ...
Read more