Menurunya Kualitas Pendidikan Indonesia

33 %
67 %
Information about Menurunya Kualitas Pendidikan Indonesia
Education

Published on March 7, 2014

Author: arvinefriani

Source: slideshare.net

Description

opini

Menurunnya kualitas pendidikan Indonesia Pendidikan, yah kita sekarang tahu bahwa pendidikan adalah salah satu momok utama yang harus dimiliki oleh setiap orang. Kadangkala, setiap orang jika mendengar kata pendidikan mereka akan beranggapan bahwa pendidikan itu harus dilakukan dengan belajar di sekolah, tetapi ternyata itu tidak. Pendidikan itu tidak harus disekolah dan tidak harus diterima ketika berumur 6 tahun tetapi pendidikan itu kita dapat sejak kita lahir di dunia ini, sejak itulah kita mulai menerima pendidikan. Pendidikan seperti itu disebut dengan pendidikan berkarakter, artinya pendidikan yang mengajarkan kita bagaimana bertingkah laku, tata cara menghadapi orang dsb. Contohnya, seperti ketika anak dibawah umur bertemu dengan orang yang lebih tua biasanya orangtua mereka menyuruh untuk sujud kepada orang yang lebih tua tersebut, itu termasuk salah satu contoh pendidikan berkarakter dalam tata cara menghadapi orangtua. Akan tetapi, kebanyakan orang-orang berfikir pendidikan itu tidak lepas dari sekolah. Memang sebenarnya itu termasuk dalam pendidikan tetapi pendidikan untuk pengembangan pikiran dan intelektual siswa dan biasanya itu di selenggarakan di sekolah mulai dari tk, sd, smp, sma, sampai ke perguruan tinggi melalui bidangbidang studi yang mereka pelajari. Disana mereka diajarkan untuk memecahkan soal, berbagai masalah, menganalisis, serta menyimpulkan suatu permasalahan. Pendidikan memang telah lama dikenal oleh banyak orang tetapi semakin tahun pendidikan di indonesia ini semakin memburuk ini terbukti dari data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Menurut catatan mereka dari 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999) dan setiap tahun dapat terlihat penurunannya. Bayangkan, indonesia memiliki 5 pulau besar seperti sumatera, jawa, kalimantan, sulawesi dan papua tetapi bisa kalah dengan negara yang memiliki pulau kecil seperti australia. Mengapa demikian?? Created by : Arvin Efriani,19april94

Seiring dengan perkembangan era globalisasi ini, dengan banyaknya bermunculan teknologi-teknologi baru dari berbagai negara sehingga membuat indonesia dapat merasakan ketertinggalan mereka dalam menciptakan teknologi baru. Ketertingalan itu sebenarnya bukan hanya dari teknologi tetapi dari mutu pendidikannya, baik secara formal maupun imformal. Dan hasil itu diperoleh setelah kita membandingkannya dengan negara lain. Seperti salah satu contohnya yaitu Kemajuan kemajuan teknologi yang dapat menurunkan kualitas pendidikan di indonesia, dengan banyaknya teknologi yang di impor dari luar membuat sumber daya manusia di indonesia menjadi malas berfikir mereka hanya menada tangan karya karya dari luar, hanya sebagian orang yang berfikir untuk seperti itu. Seperti halnya tenaga pengajar sekarang, mereka sebenarnya mungkin tidak memiliki minat untuk mengajar tetapi karena desakan tidak diterima di fakultas lain atau tidak memiliki dana sehingga membuat mereka harus menerima kenyataan. Kecuali tenaga pengajar yang memang tujuan utamanya, mereka pasti memiliki skill , pengalaman yang memang telah mereka cita- citakan. Kalau pendidikan di Indonesia seperti ini terus menerus pendidikannya tidak akan berkembang karena pendidikan menjadi salah satu penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Adapun beberapa penyebab yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia antara lain : kurangnya efektifitas dalam pendidikan, kurangnya efisiensi dalam pengajaran dan standarisasi yang kurang bermutu. Kurangnya efektifitas dalam pendidikan, pendidikaan yang efektif adalah keinginan semua bangsa. Mereka mencita-citakan bangsanya agar dapat menjalankan pendidikan dengan efektif terutama dalam pelajaran agar para siswa-siswa dapat menerima pelajaran dengan baik. Untuk menciptakan itu, haruslah suatu sekolah atau lembaga mempunyai tenaga pengajar yang baik pula agar dapat memproduksi siswa-siswa yang diinginkan. Dengan tenaga pengajar yang demikian, mereka dapat dituntut untuk meningkatkan keefektifan dalam Created by : Arvin Efriani,19april94

pembelajaran agar pelajaran tersebut dapat berguna. Tetapi saat ini, pendidikan formal itu hanya sekedar formalitas saja terutama pada sekolah-sekolah negeri. Disana mereka hanya melaksanakan pendidikan dengan ala kadarnya saja dan biasanya hanya menekankan 1 kelas yang terbaik dan kelas kelas yang biasa saja hanya sebagai formalitas . Contohnya saja, ketika di sekolah, ada sebagian guru yang datang ke sekolah hanya memberikan tugas atau catatan setelah itu meningkalkan kelas tanpa ada penjelasan lagi dari pelajaran tersebut dan ketika bel berbunyi ia kembali ke kelas dan mengumpulkan tugas, selain itu biasanya juga waktu-waktu yang digunakan juga habis tanpa hasil, karena kebanyakan siswa-siswa yang apabila gurunya tidak ada di kelas mereka juga meningalkan kelas biasanya itu terjadi pada siswa kelas 7,8,10,11. Sedangkan pada siswa kelas 9 dan 12 disini mereka baru merasakan belajar yang efektif karena untuk menghadapi ujian akhir dan ujian nasional. Tetapi beda dengan sekolah-sekolah swasta, di sekolah swasta pembelajarannya tidak ada perbedaan baik dengan kelas unggulan, kelas 7,8,9,10,11,12. Mereka biassanya belajarnya efektif semua dalam pembelajaran. Tidak tau apa yang membedakannya, mungkin karena sekolah negeri dapat bantuan operasional dan tidak ada tunjangan untuk tenaga pengajarnya sedangkan di sekolah swasta sebaliknya. Serta kita dapat juga melihat kualitas-kualitas tenaga pengajar yang sekarang berbeda dengan yang dahulu. Rendahnya kualitas tenaga pengajar juga merupakan ujung tombak untuk menciptakan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Jika tenaga pengajarnya saja tidak berkualitas bagaimana bisa menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah pertama kali memperhatikan tenaga tenaga pengajar yang layak untuk di terjunkan dalam dunia pendidikan. Agar dapat menciptakan sumber daya manusia yang layak juga. Yang kedua yaitu kurangnya efisiensi dalam pengajaran. Efisiensi dan efektifitas itu saling berhubungan dimana efisiensi itu menghasilkan effektifitas pendidikan. Adapun masalah yang dialami di indonesia dalam efisiensi pengajaran yaitu mahalnya biaya pendidikan dan penggunakaan waktu yang tidak efisien. Kalau berbicara tentang mahalnya biaya pendidikan pasti berhubungan Created by : Arvin Efriani,19april94

dengan uang. Pendidikan itu tidak hanya dengan memilih tempat untuk sekolah tetapi juga harus memikirkan perlengkapan, ongkos, dsb. Memang sekarang ini biaya pendidikan formal di indonesia sudah di gratiskan sampai ke jenjang sma . tetapi, tidak cukup hanya sampai itu saja, karena masih membutuhkan biaya untuk kebutuhan lain seperti membeli buku, seragam, alat tulis dsb. Selain biaya adapun masalah dengan waktu. Waktu itu sangatlah penting dalam segala hal seperti slogan “time is money”, apabila waktu itu tidak digunakan seefisien mungkin itu akan berakibat fatal seperti kurang efisiennya pendidikan di indonesia sehingga berpengaruh pada sumber daya manusia yang di inginkan. Seperti yang dapat kita lihat sekarang ini, pendidikan di indonesia memiliki retan waktu yang lama dibandingkan negara-negara lain tetapi, itu tidak dapat digunakan dengan maksimal. Seperti pada sekolah-sekolah formal negeri, mereka bisa menggunakan waktu hampir 45 jam per minggu atau mulai dari pukul 7 sampai 16.00 wib. Sehingga mengakibatkan peserta didik menjadi jenuh dan tidak bisa mengikuti kegiatan selain di sekolah. Itu pun dapat berakibat pada pendidikan kita. Seharusnya kita dapat mencontoh negara-negara yang penidikannya sudah baik. Seperti pendidikan di finlandia, walaupun mereka memiliki jam belajar yang sedikit tetapi mereka menggunakan waktu itu semaksimal mungkin agar menghasilkan hasil yang baik juga. Disana mereka hanya menggunakan waktu 30 jam per minggu untuk melakukan pembelajaran di sekolah, tetapi walaupun dengan waktu sedikit mereka dapat melaksanakan pendidikan dengan efektif dan bisa menjadi negara dengan pendidikan terbaik di dunia. Tidak hanya dalam waktu saja tetapi juga dalam pembelajaran karena sekolah sekolah disana tidak ada yang membedakan antara kelas ungulan dan biasa, semuanya rata. Mereka ditempatkan di kelas yang sama tanpa memandang kemampuan mereka yang berbeda. Dan disana apabila ada siswa yang belum mahir dengan pelajaran tersebut, tenaga pengajar disana akan menjelaskan sampai siswa-siswanya mengerti semua tanpa terkecuali, serta disana pun jarang diadakan ujian, ujiannya pun untuk tes trakhir apabila ada yang remedial mereka tidak merasa gagal karena mereka mengangap itu sebagai tantangan. Created by : Arvin Efriani,19april94

Yang ketiga adalah membuat standarisasi yang lebih bermanfaat untuk ke depan. Standarisasi merupakan patokan tenaga pengajar untuk mengajarkan siswa-siswanya tetang materi yang diajarkan. Dengan adanya standarisasi pengajaran biasanya dapat berlangsung dengan tertata. Biasanya setiap tahun itu standarisasinya semakin baik tetapi, berbeda dengan negara kita. Mungkin para pejabat memikirkan standarisasi pendidikan itu baik dengan mencontoh negaranegara dari luar tetapi itu juga bisa membunuh negara kita sendiri. Mengapa demikian?? Ya karena akan menghasilkan generasi yang tidak jujur. Maksudnya, seperti pada ujian nasional. Pada ujian nasional kita tahu bahwa kita akan lulus tingkatan apabila mencapai nilai yang telah dibuat oleh pemerintah, apabila tidak mencapai nilai tersebut kita dianggap gagal dan harus mengulang tahun depan dan mengakibatkan sekolahnya menjadi malu. Oleh karena itu biasanya pihak sekolah mengambil tindakan agar sekolah sekolah mereka tidak terjebak dijurang tersebut. Alhasil, mengakibatkan generasi muda menjadi malas dan tidak jujur untuk masa depannya. Seandainya saja standarisasi pendidikannya seperti dahulu sebelum diberlakukannya ujian nasional yang masih dikenal dengan sistem NEM para anak didik disini akan berlaku jujur, menjadi rajin dan menghasilkan generasi yang pintar dan bermutu. Karena mereka berusaha dengan sungguh-sungguh untuk lulus dari tingkatan tersebut tanpa adanya bantuan dari orang lain. Itu dapat kita rasakan sekarang ini. Dengan adanya 3 penyebab diatas yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di indonesia, kita telah tahu bahwa kita adalah penerus bangsa, maka dari itu kita sebagai mahasiswa mahasiswi harus memiliki peran aktif untuk menciptakan negara kita untuk lebih maju bukan untuk merosot menjadi buruk, oleh karena itu, berdasarkan contoh-contoh diatas, kita semua pasti dapat merasakan sendiri gejolak gejolak yang telah timbul sekarang, tetapi sebaiknya kita mengambil sisi positifnya saja yaitu belajar dengan rajin, mencontoh pendidikan di negara lain yang bersifat untuk dapat memajukan pendidikan kita, dan berusaha menciptakan sumber daya manusia yang bermutu. Created by : Arvin Efriani,19april94

Serta penulis menyarankan agar pendidikan di indonesia ini dapat diperbaiki lagi baik dalam efektifitas, efisiensi dan standarisasi. Dengan cara memilih tenaga pengajar yang layak untuk di terjunkan dalam dunia penidikan, bukan tenaga pengajar yang hanya memakan gaji buta. Mencontoh penddikan di negara luar dengan mengggunakan waktu seefisien mungkin serta buatlah standarisasi yang bermutu atau menghapuskan ujian nasional dan membuat ujian yang sejujurnya. Created by : Arvin Efriani,19april94

Add a comment

Related presentations

Related pages

MENURUNYA KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA. | STISI Telkom ...

MENURUNYA KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA Makalah diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang diampu oleh Moch.
Read more

kualitas pendidikan di indonesia menurun ~ Global News Com

Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Kualitas ...
Read more

kumpulan makalah: PROSES INOVASI PENDIDIKAN

Pada dasarnya banyak hal yang menuntuk di adakannya inovasi pendidikan di indonesia, ... Menurunya kualitas pendidikan .
Read more

Miris! Menurunya Kualitas Pendidikan di Indonesia | KASKUS

Menurunya Kualitas Pendidikan di Indonesia :berdukas Seperti yang dapat di ketahui, menurunnya kualitas pendidikan di Indonesia saat ini semakin memburuk.
Read more

Contoh Tugas Makalah Landasan Pendidikan

Kualitas pendidikan Indonesia sangat memprihatinkan. Berdasarkan analisa dari badan ... 1.3 Faktor Penyebab Menurunya Kualitas Pendidikan di Indonesia
Read more

Sejarah Pengembangan Teknologi Pendidikan: Makalah Anti ...

Indonesia merupakan salah satu negara terkaya di Asia dilihat ... , misalnya menurunya kualitas ... Pendidikan anti korupsi bagi mahasiswa dapat ...
Read more

Print rendahnya kualitas pendidikan di indonesia - Documents

rendahnya kualitas pendidikan di indonesia oleh kelompok 5 nama anggota : ikhwan listiyanto mei arum risa kumala asri nidya nurhaida ely kusuma tris ...
Read more

Paradigma Pendidikan Indonesia Di Masa Depan - pt.scribd.com

Paradigma Pendidikan Indonesia Di Masa Depan - Free download as Word Doc ... Menurunya Kualitas Pendidikan Di Indonesia. Makalah Tugas Tafsir Tarbawi.
Read more

Pendidikan Di Indonesia « Tomyalfaruq’s Weblog

Pendidikan Di Indonesia BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan sering dinyatakan sebagai aset bangsa yang paling berharga ...
Read more