Materi SI Kelas X - Kedatangan Deutro

60 %
40 %
Information about Materi SI Kelas X - Kedatangan Deutro
Education

Published on March 13, 2014

Author: clarariadnn

Source: slideshare.net

Description

Materi SI Kelas X - Kedatangan Deutro oleh Ibu Ike Sholawati, diposkan repost oleh saya

Kedatangan Deutro & Proto-Melayu

Tujuan Pembelajaran • Melalui tayangan power point peserta didik mampu menjelaskan pengertian asal daerah nenek moyang bangsa Indonesia • Peserta didik mampu menganalisis migrasi dan penyebaran ras asal usul nenek moyang bangsa Indonesia • Melalui studi pustaka peserta didik dapat menganalisis keterkaitan antara rumpun bangsa Proto, Deutero Melayu dan Melanesoid dengan asal usul nenek moyang bangsa Indonesia

Perhatikan istilah dibawah ini !  Ras adalah golongan masyarakat luas yang terdiri dari berbagai rumpun, misalnya ras Kaukasoid yang menurunkan beberapa rumpun bangsa  Rumpun adalah golongan besar dari bangsa-bangsa yang sama asalnya, misalnya rumpun Melayu  Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasa terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum dan menempati wilayah tertentu, misalnya India, Cina, atau Indonesia yang terdiri atas berbagai suku  Suku (atau suku-bangsa) adalah kesatuan sosial yang disatukan oleh identitas kebudayaan, khususnya dari identitas bahasa, misalnya Dayak di Kalimantan atau Dani di Papua

Teori Asal Usul Manusia Praaksara di Indonesia • Teori Afrika • Teori Yunan • Teori Nusantara

Prof. Dr. H. Kern  Ilmuwan asal Belanda  Menurutnya, nenek-moyang bangsa Indonesia menggunakan perahu-perahu bercadik menuju kepulauan Indonesia.  Pendapat Kern ini didukung oleh adanya persamaan nama dan bahasa yang dipergunakan di daerah Campa dengan di Indonesia, misalnya kata “kampong” yang banyak digunakan sebagai kata tempat di Kamboja. Selain nama geografis, istilah-istilah binatang dan alat perang pun banyak kesamaannya. Tetapi pendapat ini disangkal oleh K. Himly dan P. W. Schmidt berdasarkan perbendaharaan bahasa Campa

Van Heine  Mengatakan bahwa sejak 2000 SM yang bersamaan dengan zaman Neolitikum sampai dengan tahun 500 SM yang bersamaan dengan zaman perunggu mengalirlah gelombang perpindahan penduduk dari Asia ke pulau-pulau sebelah selatan daratan Asia ke Indonesia.  Sekitar tahun 1500 SM, mereka terdesak dari Campa kemudian pindah ke Kampuchea dan melanjutkan perjalanan ke Semenanjung Malaka.  Sementara itu, bangsa yang lainnya masuk ke pulau- pulau di sebelah selatan Asia tersebut,yakni Austronesia (austro artinya selatan, nesos artinya pulau)

 Bangsa yang mendiami daerah Austronesia disebut bangsa Austronesia  Bangsa Austronesia mendiami daerah sangat luas, meliputi pulau-pulau yang membentang dari Madagaskar (sebelah barat) sampai Pulau Paskah (sebelah timur) dan Taiwan (sebelah utara) sampai Selandia Baru (sebelah selatan).  Pendapat Van Heine Geldern ini diperkuat dengan penemuan peralatan manusia purba berupa beliung batu yang berbentuk persegi di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi di bagian barat. Beliung seperti itu juga banyak ditemukan di Asia, yakni di Malaysia, Birma (Myanmar), Vietnam, Kampuchea, dan terutama di daerah Yunan (daerah Cina Selatan).

Seorang pria pedalaman Siberut yang bertato; tato merupakan ciri khas dari bangsa Austronesia.

Peta persebaran bahasa Austronesia.

Beberapa pakar yang mengemukakan teori asal usul manusia di kepulauan Indonesia

Dr. N.J. Krom Percaya bahwa nenek moyang Indonesia berasal dari Cina Tengah.

Drs. Moh. Ali  Menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan, China  Mengemukakan bahwa leluhur orang Indonesia berasal dari hulu-hulu sungai besar yang terletak di daratan Asia dan mereka berdatangan secara bergelombang  Gelombang pertama berlangsung dari 3.000 hingga 1.500 SM (Proto Melayu) dan gelombang kedua terjadi pada 1.500 hingga 500 SM (Deutro Melayu).  Ciri-ciri gelombang pertama adalah kebudayaan Neolitikum dengan jenis perahu bercadik-satu, sedangkan gelombang kedua menggunakan perahu bercadik-dua.

Gelombang kedua ……………………(lanjutan)  Perpindahan penduduk pada gelombang ke-2 terjadi sekitar 500 SM bersamaan dengan zaman perunggu. Perpindahan ini membawa kebudayaan perunggu, seperti kapak sepatu dan nekara atau genderang yang berasal dari daerah Dongson sehingga disebut kebudayaan Dongson.  Pendukung kebudayaan Dongson adalah orang-orang Austronesia yang tinggal di pulau-pulau di Benua Asia dan Australia.  Nenek moyang bangsa Indonesia meninggalkan daerah Yunan di sekitar hulu Sungai Salween dan Sungai Mekong yang tanahnya subur sehingga mereka pandai bercocok tanam, berlayar, dan berdagang.

 Orang-orang Austronesia yang memasuki wilayah Nusantara dan kemudian menetap di Nusantara tersebut mendapat sebutan bangsa Melayu Austronesia atau bangsa Melayu Indonesia.  Mereka yang masuk ke daerah Aceh menjadi suku Aceh, yang masuk ke daerah Kalimantan disebut suku Dayak, yang ke Jawa Barat disebut suku Sunda, yang masuk ke Sulawesi disebut suku Bugis dan Tanah Toraja, dan mereka yang masuk ke daerah Jambi disebut suku Kubu (Lubu).

Perahu bercadik satu

Perahu bercadik dua

Bangsa Melayu Ada pendapat yang menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah orang-orang Melayu. Bangsa Melayu ini telah mendiami Indonesia bagian barat dan Semenanjung Melayu (Malaysia) sejak dulu. Para ahli membagi 2 bangsa Melayu ini: Proto Melayu atau Melayu Tua Deutro Melayu atau Melayu Muda

Melayu Tua (Proto Melayu)  Keturunan Proto Melayu ini sampai kini masih berdiam di Indonesia bagian timur, seperti di Dayak, Toraja, Mentawai, Nias, dan Papua  Sementaraitu, bangsa kulit hitam (Ras Negrito) yang tidak mau bercampur dengan bangsa Proto Melayu lalu berpindah ke pedalaman atau pulau terpencil agar terhindar dari pertemuan dengan suku atau bangsa lain yang mereka anggap sebagai “peganggu”. Keturunan mereka hingga kini masih dapat dilihat meski populasinya sedikit, antara lain orang Sakai di Siak, orang Kubu di Palembang, dan orang Semang di Malaka.

Orang Mentawai di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, sebelah selatan Sumatera. Diduga orang Mentawai dan Nias merupakan penduduk yang lebih dahulu mendiami wilayah Indonesia dibanding masyarakat Indonesia lain.

Melayu Muda (Deutro Melayu) Kebudayaan mereka lebih maju daripada bangsa Proto Melayu. Mereka telah pandai membuat benda-benda logam (perunggu). Kepandaian ini lalu berkembang menjadi membuat besi. Kebudayaan Melayu Muda ini sering disebut kebudayaan Dong Son. Nama Dong Son ini disesuaikan dengan nama daerah di sekitar Teluk Tonkin (Vietnam) yang banyak ditemukan benda- benda peninggalan dari logam. Daerah Dong Son ini ditafsir sebagai tempat asal bangsa Melayu Muda sebelum pergi menuju Indonesia. Hasil-hasil kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia di antaranya adalah kapak corong (kapak sepatu), nekara, dan bejana perunggu.

Melayu Muda (Deutro Melayu) Benda-benda logam ini umumnya terbuat dari tuangan (cetakan). Keturunan bangsa Deutro Melayu ini selanjutnya berkembang menjadi suku-suku tersendiri, misalnya Melayu, Jawa, Sunda, Bugis, Minang, dll. Kern menyimpulkan hasil penelitian bahasa yang tersebar di Nusantara adalah serumpun karena berasal dari bahasa Austronesia Perbedaan bahasa yang terjadi di daerah-daerah Nusantara seperti bahasa Jawa, Sunda, Madura, Aceh, Batak, Minangkabau, dll merupakan akibat dari keadaan alam Indonesia sendiri yang dipisahkan oleh laut dan selat.

Melayu Muda (Deutro Melayu) Di samping dipisahkan oleh selat dan samudera, perbedaan bahasa pun disebabkan karena setiap pulau di Indonesia memiliki karakteristik alam yang berbeda-beda. Semula bahasa bangsa Deutro Melayu ini sama, namun setelah menetap di tempat masing-masing mereka pun mengembangkan bahasa tersendiri. Kosakata yang dulu dipakai dan masih diingat tetap digunakan, sedangkan untuk menamai benda-benda yang baru dilihat di tempat tinggal yang baru (Indonesia) mereka membuat kata-kata mereka sendiri. Jadi, jangan heran, bila ada sejumlah kata yang terkadang sama bunyinya di antara dua suku namun memiliki arti yang berbeda sama sekali, tak ada hubungan.

Melayu Muda (Deutro Melayu) Ada pula kata yang memiliki arti yang masih berhubungan meski tak identik,seperti kata “awak”. Kata awak bagi orang Minang berarti “saya”,sedangkan menurut orang Sunda berarti “badan”. Selanjutnya, bangsa Melayu Muda inilah yang berhasil mengembangkan peradaban dan kebudayaan yang lebih maju daripada bangsa Proto Melayu dan bangsa Negrito yang menjadi penduduk di pedalaman. Hingga sekarang keturunan bangsa Proto Melayu dan Negrito masih bermasyarakat secara sederhana, mengikuti pola nenek moyang mereka, dan kurang bersentuhan dengan budaya luar seperti India, Islam, dan Eropa. Sedangkan bangsaDeutero Melayu mampu berasimilasi dengan kebudayaan Hindu, Budha, Islam, dan Barat.

Add a comment

Related presentations

Related pages

Materi SI Kelas X - Kedatangan Deutro - Education

Materi SI Kelas X - Kedatangan Deutro oleh Ibu Ike Sholawati, diposkan repost oleh saya
Read more

Rangkuman Materi Kelas X - Education - Discover, share ...

Materi SI Kelas X - Kedatangan Deutro Materi SI Kelas X - Kedatangan Deutro oleh Ibu Ike Sholawati, diposkan repost oleh saya View more ...
Read more

Kelas_10_SMA_Sejarah_Siswa - Scribd - Read books ...

Prakarya kelas X semester 2 CRC.pdf. BUKU SEJARAH KELAS 10(UNTUK SISWA) BUKU SEJARAH KELAS 10(UNTUK SISWA)
Read more

Materi Kisi-kisi Kelas X - Documents - Discover, share ...

Materi SI Kelas X - Kedatangan Deutro Materi SI Kelas X - Kedatangan Deutro oleh Ibu Ike Sholawati, diposkan repost oleh saya View more ...
Read more

Materi Sejarah Indonesia (Wajib) Kelas X SMA/MA Kurikulum ...

Materi Sejarah Indonesia (Wajib) Kelas X SMA/MA Kurikulum 2013 Sahabat sekalian kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru ... I. Kedatangan Deutro dan ...
Read more