Manajemen Psikososial ODHA Terhadap Keberhasilan Konsumsi ARV

50 %
50 %
Information about Manajemen Psikososial ODHA Terhadap Keberhasilan Konsumsi ARV
Education

Published on March 19, 2019

Author: kuecis77

Source: authorstream.com

Manajemen Psikososial ODHA Terhadap Keberhasilan Konsumsi ARV: Manajemen Psikososial ODHA Terhadap Keberhasilan Konsumsi ARV Ahmad Kholid , S.Kep ., Ns., M.Kes . Disampaikan Dalam Seminar Keperawatan : Manajemen Psikososial ODHA Terhadap Keberhasilan Konsumsi ARV Amaris Hotel Semarang , 17 Maret 2019 Situasi HIV/AIDS di Indonesia: Situasi HIV/AIDS di Indonesia Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Juni 2018 sebanyak 301.959 jiwa (47% dari estimasi ODHA jumlah orang dengan HIV AIDS tahun 2018 sebanyak 640.443 jiwa ) Kelompok umur 25-49 tahun dan 20-24 tahun . Provinsi dengan jumlah infeksi HIV tertinggi adalah DKI Jakarta (55.099), diikuti Jawa Timur (43.399), Jawa Barat (31.293), Papua (30.699), dan Jawa Tengah (24.757). ( Kemenkes . RI., 2018) Data HIV di Jawa Tengah: Data HIV di Jawa Tengah Kota Semarang Data AIDS di Jawa Tengah: Data AIDS di Jawa Tengah Kota Semarang 13 Kasus Kategori Resiko Tertinggi di Indonesia: Kategori Resiko Tertinggi di Indonesia Kategori Resiko Penderita HIV Penasun 832 Heteroseksual 10.779 Laki Suka Laki ( LSL) 11.630 Ditjen P2 P Kementerian Kesehatan Ri I., 2017 Masalah Psikososial pada ODHA: Masalah Psikososial pada ODHA Di Indonesia, 60% ODHA yang ditemukan mengalami depresi ( Spiritia , 2013). Penelitian kualitatif yang dilakukan oleh Iskandar (Darwin, 2014) pada 6 orang pasien HIV / AIDS di Jakarta didapatkan keseluruhan informan mengalami depresi . Hasil studi ini juga didukung oleh penemuan Carter ( Vitriawan , 2007), sebagian besar pasien HIV / AIDS Sekitar 72% mengatakan mereka mengalami depresi , 65% mengalami kegelisahan , dan 48% insomnia. Psikososial: Psikososial ialah suatu kondisi yang terjadi pada individu yang mencakup aspek psikis dan sosial atau sebaliknya . Psikososial menunjuk pada hubungan yang dinamis antara faktor psikis dan sosial , yang saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain (Chaplin, 2011). Gangguan psikososial adalah setiap perubahan dalam kehidupan individu baik yang bersifat psikologis ataupun sosial yang mempunyai pengaruh timbal balik dan dianggap berpotensi cukup besar sebagai faktor penyebab terjadinya gangguan jiwa atau gangguan kesehatan secara nyata , atau sebaliknya masalah kesehatan jiwa yang berdampak pada lingkungan sosial ( Keliat , 2011) Psikososial Perubahan Psikososial Pada ODHA: Perubahan Psikososial Pada ODHA Tahap 1 Saat dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS : Putus asa Ingin bunuh diri Rasa Sedih Pemakaian narkoba bertambah Tahap 2 Respon setelah lama terinfeksi HIV/AIDS : Mencari dukungan sesama Membuka status secara terbatas Mampu menerima 1. Perubahan Pada Aspek Psikologis Perubahan Psikososial Pada ODHA (Lanjutan): Perubahan Psikososial Pada ODHA ( Lanjutan ) Tahap 1 Penurunan motivasi pada ODHA : Adanya rasa takut Merasa tidak berguna Merasa putus asa Tahap 2 Peningkatan motivasi pada ODHA : Memiliki penghayatan hidup Memiliki optimisme Memiliki coping yang efektif Tetap menjaga kesehatannya . 2. Tahapan Spesifik Motivasi ODHA Perubahan Psikososial Pada ODHA (Lanjutan): Perubahan Psikososial Pada ODHA ( Lanjutan ) Tahap 1 Penolakan status pada ODHA : Marah Kecewa Ketidakterimaan Akan Status Tahap 2 Penerimaan status pada ODHA : Penerimaan dari keluarga Adanya perawatan ODHA Peranan & dukungan keluarga 3. Perubahan Aspek Sosial Keluarga Perubahan Psikososial Pada ODHA (Lanjutan): Perubahan Psikososial Pada ODHA ( Lanjutan ) Tahap 1 Penolakan status pada ODHA : Menarik Diri Adanya STIGMA Adanya Diskriminasi Tahap 2 Penerimaan status pada ODHA : Adanya sistem pendukung yang ada Dukungan keluarga Dukungan petugas kesehatan 3. Perubahan Aspek Sosial Masyarakat Perawatan & Dukungan Komprehensif Pada ODHA: Perawatan & Dukungan Komprehensif Pada ODHA CLINICAL CARE (Medical & Nursing) VCT, PMTCT, Terapi Pencegahan (TB, dll ), Perawwatan Palliative, Dukungan gizi , Terapi ARV DUKUNGAN SOSIOECONOMI Dukungan material , Keamanan ekonomi , ketahanan pangan DUKUNGAN HAM & HUKUM Pengurangan Stigma & Diskriminasi, Perencanaan Keberhasilan, Partisipasi ODHA DUKUNGAN PSIKOLOGIS Konseling, Panti Asuhan, Layanan Dukungan Masyarakat, Dukungan Spiritual ODHA Dewasa & Anak-anak Dengan HIV / AIDS - Dukungan Kebijakan & Sosial Lingkungan - Pencegahan - - Dukungan Kebijakan & Sosial Lingkungan - Pencegahan - Kompetensi Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Perawat: Kompetensi Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Perawat Dalam memberikan asuhan keperawatan paliatif pada pasien HIV/AIDS adalah meliputi kompetensi pengetahuan ( knowledge ), ketrampilan ( skill ) dan sikap ( attitude ). Peran Keperawatan dalam Perawatan HIV/AIDS : Peran Keperawatan dalam Perawatan HIV/AIDS Penatalaksanaan penyakit kronis , termasuk pemantauan kesehatan dan manajemen gejala Perawatan akut Promosi dan pendidikan kesehatan Pencegahan penyakit Perawatan paliatif Dukungan kesehatan mental Dukungan / advokasi pasien Manajemen rujukan Pentingnya Peran Keperawatan dalam Perawatan ODHA: Pentingnya Peran Keperawatan dalam Perawatan ODHA Beberapa perawat mungkin merasa peran mereka tidak penting atau mereka " hanya perawat "   Peran perawat dalam merawat ODHA dan keluarga mereka sangat penting untuk perawatan pasien berkualitas tinggi dan kesejahteraan keluarga Perawat adalah garis depan petugas kesehatan terlatih untuk ODHA Peran Perawat Dalam Manajemen Penyakit HIV/AIDS: Peran Perawat Dalam Manajemen Penyakit HIV/AIDS HIV adalah penyakit kronis yang bisa dikelola , namun tidak sembuh . Aspek penting dari manajemen penyakit kronis meliputi : Pengujian dan konseling Pemantauan kesehatan Manajemen gejala Pemantauan kepatuhan pengobatan Promosi kesehatan / pendidikan pasien Memberdayakan pasien untuk membuat pilihan sendiri Peran Keperawatan dalam Pencegahan untuk Pasien HIV/AIDS : Peran Keperawatan dalam Pencegahan untuk Pasien HIV/AIDS Menilai Identifikasi risiko infeksi HIV Campur tangan Penasihat tentang manfaat tes HIV Dididik tentang penularan HIV dan pengurangan risiko Rujuk tes HIV- positif untuk perawatan dan dukungan Didik mereka yang menguji HIV- negatif tentang pencegahan Peran Keperawatan Dalam Kesehatan Mental Pasien HIV/AIDS: Peran Keperawatan Dalam Kesehatan Mental Pasien HIV/AIDS Gangguan psikologis atau mood sering terjadi pada pasien HIV Perawat dapat menilai dan melakukan intervensi pada berbagai masalah kesehatan mental Peran Keperawatan dalam Manajemen Rujukan HIV/AIDS: Peran Keperawatan dalam Manajemen Rujukan HIV/AIDS Sistem rujukan fungsional dengan link ke fasilitas / layanan lainnya dan umpan balik sangat penting untuk melayani semua kebutuhan perawatan menyeluruh pasien . Contoh layanan meliputi layanan berbasis komunitas dan rumah dan kelompok pendukung ODHA Sistem rujukan harus memasukkan umpan balik ke dokter rujukan untuk menentukan apakah kebutuhan pasien terpenuhi Peran Keperawatan dalam Perawatan End-of-Life Care : Peran Keperawatan dalam Perawatan End-of-Life Care Perawatan paliatif dimulai pada saat diagnosis dan memberikan kenyamanan dan manajemen gejala sepanjang hidup . Perawatan akhir hidup difokuskan untuk membantu pasien dan keluarga memiliki kualitas hidup tertinggi Peran Perawat direalisasikan: Empat Langkah untuk " Getting It Right " : Peran Perawat direalisasikan : Empat Langkah untuk " Getting It Right " Luangkan waktu untuk pasien Gunakan pendekatan yang terbuka , mendukung dan tidak menghakimi Pertahankan pengetahuan terkini Percaya pada pentingnya peran Anda Asuhan Keperawatan HIV/AIDS: Asuhan Keperawatan HIV/AIDS Asuhan keperawatan paliatif merupakan suatu proses atau rangkaian kegiatan praktek keperawatan yang langsung diberikan kepada pasien paliatif dengan menggunakan pendekatan ; Metodologi proses keperawatan Dilandasi etika profesi Tanggung jawab perawat yang mencakup seluruh proses kehidupan Pendekatan yang holistik mencakup pelayanan biopsikhososiospiritual yang komprehensif Bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien . Prinsip Asuhan Keperawatan Paliatif pada pasien HIV/AIDS: Prinsip Asuhan Keperawatan Paliatif pada pasien HIV/AIDS Melakukan pengkajian secara cermat , mendengarkan keluhan dengan sungguh - sungguh Menetapkan diagnosis / masalah keperawatan dengan tepat sebelum bertindak Melaksanakan tindakan / asuhan pemberian obat , perawatan luka dll secara tepat dan akurat Mengevaluasi perkembangan pasien secara cermat Pengkajian Keperawatan: Pengkajian Keperawatan 1. Pengkajian fisik . Perawat melakukan pengkajian kondisi fisik pasien secara keseluruhan dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. 2. Pengkajian psikhososiospiritualkultural : Fungsi sosial Kondisi mental / emosional Hubungan interpersonal Kegiatan yang dilakukan Konfik dalam keluarga Peran sistem budaya Spiritual & aspek religius Sumber keuangan Komunikasi Kepribadian /personality Adat istiadat / pembuat keputusan Aspek religius / kepercayaan Pertahanan / koping Sistem nilai Hubungan antar anggota keluarga juga stresor Masalah Keperawatan: Masalah Keperawatan Masalah Keperawatan yang sering muncul pada perawatan paliatif pasien HIV/AIDS, adalah : Gangguan body image Gangguan hubungan seksual Gangguan pelaksanaan fungsi peran dalam keluarga Gangguan komunikasi Kurang pengetahuan / informasi Gangguan pola tidur Gangguan interaksi sosial Koping pasien / keluarga yang tidak efektif Intervensi Keperawatan: Intervensi Keperawatan PERAWATAN PALIATIF INTERVENSI Umum Penilaian holistik terhadap kebutuhan fsik, emosi,sosial, dan spiritual dan keluarganya. Sistem rujukan untuk menghubungkan klien yang dapat membantu mengatasi masalah yang telah teridentfkasi. Fisik Penilaian , pencegahan , dan pengobatan rasa sakit Penilaian,pencegahan dan pengobatan gejala lain Pengajaran kemampuan perawatan diri untuk mengelola gejala efek samping di rumah dan mengetahui tanda-tanda bahaya Pemperhatikan kebutuhan fsik dalam masa ahir kehidupan Perwatan oleh pengasuh kelompok dukungan konsultasi Dukungan dalam berdukacita , konsultasi untuk membantu keluarga dala kesedihan dan perencana masa depan Intervensi Keperawatan (Lanjutan) : Intervensi Keperawatan ( Lanjutan ) PERAWATAN PALIATIF INTERVENSI Sosial Bantuan dalam pengelolaan stigma dan diskriminasi Dukungan dengan isu-isu hukum seperti mempersiapkan surat wasiat Bantuan terhadap kebutuhan keuangan , kebutahan gizi perumahan dan pendidikan . Spiritual Konsultasi spiitual Konsultasi harian untuk aktiftas ruhani Pemakanan dan tugas-tugas kehidupan Implementasi: Implementasi Langkah-langkah strategis dalam pengembangan implementasi perawatan paliatif berdasarkan Evidence Based Nursing Practice meliputi : Menentukan target group , Mengembangkan   quality indicators , Mengidentifikasi hambatan dan fasilitas secara nasional serta cara pemenuhannya , Menentukan strategi dan   rodmap   untuk implementasi perawatan paliatif .  Strategi Implementasi Meningkatkan Kualitas Hidup ODHA dan Keluarga : Strategi Implementasi Meningkatkan Kualitas Hidup ODHA dan Keluarga Sumber : www.aidsmap.com Hambatan Makro Perawatan ODHA: Hambatan Makro Perawatan ODHA Hambatan makro yang dihadapi dalam pelaksanaan perawatan paliatif meliputi : Pembiayaan perawatan paliatif , Fragmentasi pelayanan dan pergantian pemberi pelayanan kesehatan , Problem komunikasi dan peroses pelayanan kesehatan , Dinamika kelompok pemberi pelayanan kesehatan . Hambatan Mikro Perawatan ODHA: Hambatan Mikro Perawatan ODHA Hambatan mikro yang sering dijumpai adalah : Knowledge, attitude and skills , Individual professional: attitude, behavioral routine . Sebagaimana diketahui bahwa salah satu karakteristik dari perawatan paliatif adalah durasi perawatan yang panjang dan bersifat rutin . Karakteristik ini membutuhkan attitude yang khusus dari pemberi pelayanan kesehatan termasuk perawat . Catatan Penting: Catatan Penting Mengembangkan perawatan pada ODHA yang komprehensif diperlukan 2 hal mendasar : 1) Sistem , 2) Keterlibatan dan komitmen pemangku kepentingan dalam setiap tahap pengembangan perawatan paliatif .  Referensi :: Referensi : AETC, (2014). Palliative Care & HIV Journal , America : AIDS Education & Training Center Program – National Coordinating Resource Center. Dinkes. Provinsi Jateng (2018), Buku Saku Kesehatan – Tri Wulan 3 – 2017 Chaplin, J.P.. 2011. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajagrafindo Persada. Darwin PA, 2014. Imunologi dan Infeksi. Padang : Andalas University Press; 2014. Keliat , Budi Anna, 2011. Manajemen Kasus Gangguan Jiwa CMHN (Intermediate Course). Jakarta: EGC. Kemenkes. RI., (2018 ), Laporan Situasi Perkembangan HIV-AIDS & PIMS di Indonesia, Januari – Desember 2017 : Ditjen P2 P Kementerian Kesehatan R I. Kemenkes. RI., (2017), Panduan Perawatan Orang Dengan HIV AIDS Untuk Keluarga dan Masyarakat : Ditjen P2 P Kementerian Kesehatan R I. KPA (2015), Strategi dan Rencana Aksi Nasional 2015-2019, Penanggulangan HIV Dan AIDS di Indonesia : Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS Nasional. Myra, (2013). From Evidence In To Practice In Palliative Care , UMC : Radbout University Netherlands . Yayasan Spiritia . (2013). Pedoman Nasional Tatalaksana Klinis Infeksi HIV dan Terapi Antiretroviral Pada Orang Dewasa . Kementerian Kesehatan Republik Indonesia diakses dari http://spiritia.or.id/Dok/pedomanart2011.pdf. Vitriawan . 2007. Pengalaman Pasien Pertama Kali Terdiagnosis HIV/AIDS: Studi Fenomenologi dalam Perspektif Keperawatan . Jurnal Keperawatan Indonesia, Volume 11, No.1, Maret 2007; hal 6-12.

Add a comment

Related presentations