Makromolekul dan Koloid

50 %
50 %
Information about Makromolekul dan Koloid
Education

Published on March 7, 2014

Author: AncaSeptiawan

Source: slideshare.net

Description

Makromolekul dan Koloid, Pengertian Makromolekul dan Koloid

A. MAKROMOLEKUL 1. Definisi Makromolekul Makromolekul adalah molekul yang sangat besar. Polimer baik itu alami maupun sintetik merupakan makromolekul, misalnya hemoglobin. Beberapa senyawa nonpolimer juga Bagaimanapun ada yang juga, termasuk sistem ke dalam makromolekul, jaringan atom besar lainnya misalnya lipid. seperti ikatan kovalen logam tidak dapat dikatakan sebagai makromolekul. Istilah makromolekul ini pertama kali diperkenalkan oleh pemenang hadiah nobel Hermann Staudingersekitar tahun 1920-an. Senyawa-senyawa polimer didapatkan dengan dua cara, yaitu yang berasal dari alam (polimer alam) dan di polimer yang sengaja dibuat oleh manusia (polimer sintetis). Polimer yang sudah ada dialam (polimer alam), seperti : 1. Amilum dalam beras, jagung dan kentang 2. Selulosa dalam kayu 3. Protein terdapat dalam daging 4. Karet alam diperoleh dari getah atau lateks pohon karet Karet alam merupakan polimer dari senyawa hidrokarbon, yaitu 2-metil-1,3-butadiena (isoprena). Ada juga polimer yang dibuat dari bahan baku kimia disebut polimer sintetis seperti polyetena, polipropilena, poly vynil chlorida (PVC), dan nylon. Kebanyakan polimer ini sebagai plastik yang digunakan untuk berbagai keperluan baik untuk rumah tangga, industri, atau mainan anak-anak.

Berikut ini adalah beberapa polimer yang seringkali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu plastik, karet dan serat. Jenis-jenis Utama Plastik Jenis utama plastik diantaranya adalah PE (Poly Etylene), PP (Poly Propylene), PS (Poly Styrene), PET (Poly Etylene Therephtalate), PVC (Poly Vinyl Clhorida). Reaksi Polimerisasi Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekulmolekul kecil (monomer) yang membentuk molekul yang besar. Ada dua jenis reaksi polimerisasi, yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. 1. Polimerisasi Adisi Polimerisasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan tak jenuh (ikatan rangkap dengan melakukan reaksi dengan cara membuka ikatan rangkap (reaksi adisi) dan menghasilkan senyawa polimer dengan ikatan jenuh. Contoh : Pembentukan Polietena (sintesis) Polietena merupakan plastik yang dibuat secara sintesis dari monomer etena (C2H4) menurut reaksi adisi berikut : CH2 = CH2 + CH2 = CH2 CH2 CH2 CH2 CH2 ( CH2 CH2 )n 2. Polimerisasi Kondensasi Pada polimerisasi kondensasi ini, disamping menghasilkan senyawa polimer juga menghasilkan zat lain yang struktur molekulnya sederhana (kecil). Monomer + monomer +..... polimer + zat lain a. Pembentukan Nylon (sintesis) Pembuatan nylon dari monomer asam heksanadionat (asam adipat) dengan 1,6-diamino heksana. Reaksi yang terjadi adalah gugus karboksilat (-COOH) bereaksi dengan gugus amino (-NH2) melalui ikatan peptida (HNCO) dan mengasilkan nylon serta molekul air. b. Pembentukan protein (alami) Protein terbentuk dari asam amino sebagai monomer. Pembentukannya seperti pada nylon yaitu reaksi dari gugus karboksilat (-COOH) dengan gugus amino (-NH2) melalui ikatan peptida (HNCO) dengan menghasilkan protein dan air.

 Sifat Polimer 1. Sifat Thermal Sifat polimer terhadap panas ada yang menjadi lunak jika dipanaskan dan keras jika didinginkan. Polimer seperti ini disebut termoplas. Contohnya : plastik yang digunakan untuk kantong dan botol plastik. Sedangkan polimer yang menjadi keras jika dipanaskan disebut termoset, contohnya melamin. 2. Sifat Kelenturan Polimer akan mempunyai kelenturan yang berbeda dengan Umumnya polimer polimer sintetis. alam agak sukar untuk dicetak sesuai keinginan,sedangkan polimer sintetis lebih mudah dibuat cetakan untuk menghasilkan bentuk tertentu. Karet akan lebih mudah mengembang dan kehilangan kekenyalannya setelah terlalu lama kena bensin atau minyak. 3. Ketahanan terhadap Mikroorganisme Polimer alam seperti wool, sutra, atau selulosa tidak tahan terhadap mikroorganisme atau ulat (rayap). Sedangkan polimer sintetis lebih tahan terhadap mikroorganisme atau ulat. 4. Sifat Lainnya Sifat polimer yang lainnya bergantung pemakainnnya untuk kemasan atau alat-alat industri. Untuk tujuan pengemasan harus diperhatikan : a. Toksisitasnya b. Daya tahan terhadap air,mnyak atau panas c. Daya tembus udara (oksigen) d. Kelenturan e. Transparan  Klasifikasi Polimer Polimer dapat digolongkan berdasarkan asal, jenis monomer pembentuk, serta sifatnya terhadap panas.

a) Penggolongan polimer berdasarkan asalnya. Berdasar asalnya, polimer dibedakan atas polimer alam dan polimer sintetis. Polimer alam adalah polimer yang terdapat dialam, sedangkan polimer sintetikl adalah polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam. Polimer sintetik meliputi semua jenis plastik, serat sintetik, karet sintetik dan nilon. b) Penggolongan Polimer Berdasarka jenis monomernya Penggolongan polimer didasarkan kepada : 1. Jenis monomer, apakah monomernya sama atau berbeda 2. Susunan unit monomer, apakah teratur ataukah tidak 3. Struktur polimer, apakah lurus, bercabag atau network (crosslink). Dari faktor tersebut polimer digolongkan menjadi : 1. Homopolimer Polimer ini terbenuk dari monomer-monomer yang sejenis. M + M + .... -[M-M-M-M]2. Kopolimer Polimer ini terbentuk dari monomer-monomeryang jenisnya berbeda. Dari susunan monomer yang bergabung. Kopolimer dibagi lagi menjadi : a. Kopolimer statistik : kopolimer dengan susunan monomer yang terbentuk tidak beraturan. -[A – B – B – A – A – A – B – A – A – B – B – B] – b. Kopolimer blok : susunan monomer yang terbentuk secara teratur dengan jumlah tertentu. -[A – A – B – B – A – A – B – B – A – A – B – B] c. Kopolimer bergantian : susunan monomer yang terbentuk secara bergantian. -[A – B – A – B – A – B – A – B – A – B – A – B] – d. Kopolimer bercabang : susunan monomer yang merupakan cabang. -[A – A – A – A – A – A – A – A] – | | B B | B

c) Penggolongan Polimer Berdasarkan sifatnya terhadap panas Berdasarkan sifatnya terhadap panas, khususnya plastic, polimer dibedakan atas polimer termoplas dan polimer termoset. Polimer termoplas ( meliat panas ) adalah polimer yang melunak jika dipanaskan. Polimer jenis ini dapat didaur ulang. Contohnya adalah polietilena, PVC dan polipropilen. Polimer thermoseting (memadat panas) adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan. Polimer jenis thermoseting tidak dapat dibentuk ulang. Contohnya adalah bakelit yaitu plastik yang digunakan untuk peralatan listrik. Perbedaan sifat antara polimer termoplas dan polimer termoseting terletak pada strukturnya. Polimer termoplas terdiri atas molekul molekul rantai lurus atau bercabang, sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku.

B. KOLOID 1. Definisi Koloid Koloid adalah suatu sistem campuran yang berada diantara larutan dan campuran kasar (suspensi). Koloid terdiri dari fase terdispersi dan medium pendispersi . fase terdispersi memiliki ukuran tertentu . zat yang didispersikan disebut fase terdispersi , sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium pendispersi. Koloid termasuk kedalam salah satu jenis sistem dispersi. Jenis sistem dispersi lainnya adalah Larutan sejati dan suspensi. Perbedaan antara ketiganya dapat terlihat pada tabel di bawah ini : Pembeda Larutan Sejati Sistem Koloid Suspensi Kasar Jumlah fase 1 2 3 Homogen Heterogen Heterogen < 10–7 cm 10–7 – 10–5 cm > 10–5 cm Distribusi partikel Ukuran partikel Tidak dapat disaring, Penyaringan TidakdapatDisaring kecuali dengan Dapat disaring penyaring ultra Kestabilan Contoh Stabil, Stabil, tidak memisah Tidak stabil, Memisah - Larutan gula - Tepung dalam air Campuran pasir dalam - Larutan gula - Susu air tidakMemisah Tabel perbedaan larutan sejati, koloid dan suspensi 2. Contoh Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari Ada banyak sekali benda-benda disekitar kita yang menggunakan serta memanfaatkan sistem koloid untuk berbagai keperluan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh koloid dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut : 1. Zat Terdispersi : Gas Zat Pendisspersi : Cair Wujud Koloid : Busa Contoh : Busa sabun, krim kocok. 2. Zat Terdispersi : Gas Zat Pendisspersi : Padat Wujud Koloid : Busa Padat Contoh : Batu apung, karet busa. 3. Zat Terdispersi :Cair Zat Pendisspersi : Gas Wujud Koloid : Aerosol cair Contoh : Kabut, awan, aerosol, spray.

4. Zat Terdispersi : Cair Zat Pendisspersi : Cair Wujud Koloid : Emulsi Contoh : Susu cair, cokelat cair, saos. 5. Zat Terdispersi : Cair Zat Pendisspersi : Padat Wujud Koloid : Emulsi Padat Contoh : Keju, mentega, jeli. 6. Zat Terdispersi : Padat Zat Pendisspersi : Gas Wujud Koloid : Aerosol padat Contoh : Asap, debu. 7. Zat Terdispersi : Padat Zat Pendisspersi : Cair Wujud Koloid : Sol Contoh : Cat, selai, gelatin. 8. Zat Terdispersi : Padat Zat Pendisspersi : Padat Wujud Koloid : Sol Padat Contoh : Kaca rubi, obatan-obatan. Partikel koloid disebut sebagai fasa terdispersi dan mediumnya disebut sebagai medium pendispersi. Gambar Contoh Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari: Contoh koloid dalam kehidupan sehari-hari

Add a comment

Related presentations

Related pages

Makromolekul dan Koloid - Education - dokumen.tips

Makromolekul dan Koloid, Pengertian Makromolekul dan Koloid ... 1. A. MAKROMOLEKUL 1. Definisi Makromolekul Makromolekul adalah molekul yang sangat besar.
Read more

Jenis-Jenis Koloid | Ilmu Kimia

Halaman ini menjelaskan macam-macam koloid ditinjau dari sifat fisik fase terdispersi, interaksi antar fase, dan tipe partikel fase pendispersi.
Read more

KOLOID | PEMBELAJARAN KIMIA

MAKROMOLEKUL. POLIMER; KARBOHIDRAT; PROTEIN; LIPID; TABEL PERIODIK; ... Dikenal dua macam koloid, yaitu koloid bermuatan positif dan koloid bermuatan negatif.
Read more

Sistem Koloid | rahmiola

A. Pengertian dan Jenis-jenis Koloid Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar).
Read more

KOLOID - ml.scribd.com

Pengertian Larutan, Koloid, dan Suspensi a. Larutan Larutan merupakan campuran homogen ... makromolekul itu tetapi dapat ditembus oleh molekul air atau
Read more

Chemistry: Sistem Koloid - kimiamania11.blogspot.com

Koloid Makromolekul. Koloid Makromolekuler adlah koloid yang terbentuk dari molekul tunggal yang sangat besar ... Koloid Liofil dan Koloid Liofob.
Read more

Laporan Kimia Dasar II Pembuatan Dan Sifat Koloid (Dimas)

Laporan Kimia Dasar II Pembuatan dan Sifat Koloid. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai zat yang sukar ...
Read more

PPT – KOLOID PowerPoint presentation | free to view - id ...

KOLOID RELINA NOVITASARI 100331404564 Penjelasan mengenai aplikasi koloid 1. Pemutihan Gula Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. – A free ...
Read more

MAKROMOLEKUL | PEMBELAJARAN KIMIA

Makromolekul BAB 7 Polimer (ppt) Standar Kompetensi : 4. Memahami senyawa organik dan reaksinya, benzena dan turunannya dan makromolekul.
Read more