MAKALAH TUGAS laporan keuangan makalah achmad avandi S2 LAMPUNG UNIVERSITAS SABURAI

40 %
60 %
Information about MAKALAH TUGAS laporan keuangan makalah achmad avandi S2 LAMPUNG...
Education
fax

Published on September 16, 2014

Author: achmadavandi5

Source: slideshare.net

Description

MAKALAH LAPORAN KEUANGAN PASCASARJANA SABURAI LAMPUNG DARI MAHASISWA ANGKATAN 15-ED LAMPUNG UTARA

MAKALAH LAPORAN KEUANGAN EXP.KOPERASI DISAJIKAN PADA MATERI AJAR MANAJEMEN KEUANGAN DOSEN PENGAJAR DARWIN WARISI DISUSUN OLEH 1. 2. 3. ACHMAD AVANDI AGUSTIAWAN DARWIS 136 11011 291 136 11011 290

4. 5. 6. 7. STIABUDI JONI HARIANSYAH NGATINO TUKINI ROHIM PAUZI 136 11011 269 136 11011 331 136 11011 274 136 11011 324 136 11011 393 PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SANG BUMI RUWA JURAI BANDAR LAMPUNG 2014 JL.IMAM BONJOL NO.468 BANDAR LAMPUNG TELP.(0721) 262654 , 261397 , FAX. (0721) 261397 KATA PENGANTAR Dengan Memanjatkan Puji Serta Syukur Ke Hadirat Allah Yang Maha Kuasa, Atas Segala Limpahan Rahmat Dan Karunia-Nya Kepada Kami Sehingga Dapat Menyelesaikan Tugas Laporan Keuangan Koperasi

Terimakasih Kepada Dosen Pengajar Kami Bapak Darwin Warisi Yang Telah Membimbing Kami Sehingga Tugas Laporan Keuangan exp.Koperasi Ini Dapat Kami Selesaikan Sebagai Tugas Mata Kuliah Manajemen Keuangan Tepat Pada Waktunya . Ucapan Terimakasih Juga Kami Sampaikan Kepada Semua Pihak Yang Telah Banyak Membantu Dalam Menyelesaikan Tugas Ini. Kami Menyadari Bahwa Di Dalam Proses Penulisan Tugas Ini Masih Jauh Dari Kesempurnaan Baik Materi Maupun Cara Penulisannya. Namun Demikian, Kami Telah Berupaya Dengan Segala Kemampuan Dan Pengetahuan Yang Kami Miliki Sehingga Dapat Selesai Dengan Baik, Dan Oleh Karena Itu Dengan Rendah Hati, Kami Berharap Kepada Pembaca Yang Budiman Untuk Memberikan Masukan, Saran Dan Kiritik Yang Sifatnya Membangun Guna Penyempurnaan Makalah Ini. Akhirnya Kami Berharap Semoga Tugas Laporan Ini Dapat Bermanfaat Bagi Seluruh Pembaca. BANDAR LAMPUNG, , ,2014 Penulis Kelompok II DAFTAR ISI Halaman Judul .................................................................................................................................. Kata Pengantar ................................................................................................................................

Daftar Isi .......................................................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................................ …………..................... B. Rumusan Masalahan........................................................................................................................... C. Tujuan Penulisan .............................................................................................................................. BAB II. PEMBAHASAN A. Laporan Keuangan…………………………………………………………………......................... B. Analisi Laporan Keuagan……..…………………………………………………………………… BAB IV. PENUTUP A. Kesimpulan ............................................................................................................................................ B. Saran .......................................................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................................. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan Budaya Sesuai Dengan Nilai Dan Prinsif Koperasi. (UU No 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian) Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari serangkaian siklus akuntansi. Menurut Accounting Terminology Buletin No 1, akuntansi didefinisikan sebagai seni mencatat, mengklasifikasikan, dan mengikhtisarkan transaksi dan kejadian yang paling tidak sebagian, bersifat keuangan dan dengan cara yang bermakna dan dalam satuan uang, serta menginterpretasikan hasil-hasilnya (Hendriksen dan Van Breda, 2000). Sementara definisi akuntansi menurut Jusup (1994) akuntansi pada dasarnya merupakan serangkaian kegiatan mencatat, menggolongkan, meringkas, melaporkan dan menganalisis data keuangan suatu organisasi. Transaksi merupakan kejadian yang mempunyai nilai ekonomis bagi perusahaan. Kejadian ini dicatat dalam jurnal dan secara periodik dicatat dalam buku besar. Pada akhir periode, saldo-saldo dari semua rekening-rekening di buku besar dihitung dan dicantumkan dalam neraca lajur. Neraca lajur merupakan alat bantu untuk menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan idealnya meliputi laporan neraca, laba rugi, perubahan modal, arus kas, laporan investasi oleh dan distribusi kepada pemilik, dan catatan atas laporan keuangan (Hendriksen dan Breda, 2000). Hal ini dimaksudkan agar laporan keuangan tersebut dapat memberikan gambaran yang sesungguhnya tentang kinerja dan kekayaan suatu perusahaan. Namun biasanya perusahaan membuat laporan keuangan yang terdiri dari laporan neraca, dan laporan laba rugi. Laporan keuangan dibuat dengan dasar kejujuran, dan netral (artinya, laporan keuangan dibuat tidak berdasarkan atas “pesanan” dari pemilik atau manajemen). Ada banyak pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia, 2002), pihak-pihak tersebut antaran lain Investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat.

Setiap laporan yang dibuat oleh perusahaan mengandung arti sehingga bagi mereka yang memperoleh laporan tersebut dapat memahami apa yang terjadi dalam tubuh perusahaan tersebut. Dari laporan keuangan tersebut dapat dilihat kondisi perusahaan sesungguhnya pada saat ini atau pada suatu periode tertentu. Kondisi yang dimaksud adalah kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Agar laporan keuangan yang disajikan dalam angka-angka dapar diartikan, perlu dilakukan analisis yang mendalam. Analisis ini digunakan untuk mengkaji, mengukur dan memahami hal-hal yang tertulis dalam laporan. Dari analisis ini dapat diketahui kondisi dan keadaan perusahaan.Alat analisis yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan rasio-rasio keuangan perusahaan . I. 2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, masalah dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Pengertian, tujuan Laporan Keuangan ? 2. Bagaimana Penyusunan,Analisis Laporan Keuangan ? I. 3 TUJUAN PENULISAN Sebagai Tugas Kelompok Menganalisa Laporan Keuangan Keuangan Pada Koperasi Serba Usaha Surya Indah Untuk Mengetahui Neraca Dan Rasio Liquiditas

BAB 11 PEMBAHASAN 2.1 Laporan Keuangan A. Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan perubahan-perubahannya, serta hasil yang dicapai selama periode tertentu. Laporan keuangan dapat dijadikan media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi kesehatan perusahaan, dimana laporan keuangan tersebut terdiri dari neraca, perhitungan rugi laba, ikhtisar laba ditahan dan laporan posisi keuangan. Berikut ini merupakan pengertian dan definisi laporan keuangan dari berbagai sumber: 1. Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK): Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya : sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral ari laporan keuangan. Di samping itu juga ternasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal : informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2009). 2. Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi dan merupakan informasi histories. Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk membuat pertimbangan dan mengambil keputusan yang tepat bagi pemakai informsi tersebut (M. Sadeli, 2002:2). Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa laporan keuangan mencerminkan semua transaksi usaha sepanjang waktu yang menghasilkan baik peningkatan maupun penurunan bersih nilai ekonomi bagi pemilik modal. Oleh karena itu laporan keuangan

merupakan mediya yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaan. B. Tujuan dan Manfaat Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun memiliki tujuan untuk menyediakan informasi keuangan mengenai suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai pertimbangan dalam pembuatan keputusan-keputusan ekonomi. Syafri (2008:201) berpendapat bahwa, Laporan Keuangan adalah output dan hasil akhir dari proses akuntansi. Laporan keuangan inilah yang menjadi bahan informasi bagi para pemakainya sabagai salah satu bahan dalam proses pengambilan keputusan. Disamping sebagai informasi, laporan keuangan juga sebagai pertanggung jawaban atau accountability. Sekaligus mengambarkan indicator kesuksesan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Standar Akuntansi Keuangan menjelaskan bahwa tujuan laporan keuangan antara lain: 1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. 2. Laporan keuangan disusun memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu. 3. Laporan keuangan yang menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggung jawaban manajemen atas, sumberdaya yang di percayakan kepadanya. C. Pihak-pihak yang Berkepentingan Dalam praktiknya, pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan adalah sebagai berikut 1. Investor penanam modal dan penasihat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut.

Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. 2. Karyawan karyawan dan kelompok yang mewakili merekatertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan, juga tertarik dengan informasi untuk~ menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, imbalan pasca kerja dan kesempatan kerja. 3. Pemberi pinjaman pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjamari serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo. ~ 4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang kewajibannya akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usah berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utam rnereka bergantung pada kelangsungan hidup perusahaan. 5. Pelanggan para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau bergantung pada perusahaan. 6. Pemerintah pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumberdaya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahan, menetapkan kebijakan pajak, dan sebagai dasar menyusun statistik pendapatan nasional dan statisti lainnya D. Jenis-jenis Laporan Keuangan Jenis-jenis laporan keuangan yang ada adalah sebagai berikut : 1. Laporan Rugi Laba

Laporan rugi laba merupakan suatu laporan yang mengilustrasikan pencapaian keberhasilan atau kegagalan yang menimpa suatu usaha dalam jangka waktu (periode) tertentu, yang dinilai atau diukur dengan jumlah satuan uang. Rugi atau laba perusahaan dapat dihitung dengan membandingkan antara jumlah pendapatan dan jumlah beban selama satu periode akuntansi. Jika jumlah pendapatan lebih besar dibandingkan jumlah beban atau hutang maka perusahaan tersebut mendapatkan laba. Sebaliknya, jika jumlah pendapatan lebih kecil dari pada beban, maka usaha tersebut menderita kerugian. Dalam laporan rugi-laba harus mencakup unsur-unsur, antara lain sebagai berikut.  Pendapatan. Pendapatan perusahaan selama satu periode akuntansi harus diperinci, manakah yang termasuk ke dalam pendapatan dari usaha pokok (pendapatan operasional) dan mana yang merupakan pendapatan di luar usaha pokok (pendapatan non operasional).  Beban atau Biaya-biaya. Sama halnya dengan pendapatan, beban yang harus dikeluarkan oleh perusahaan selama satu periode akuntansi harus diperinci mana yang termasuk beban operasional dan mana yang termasuk beban nonoperasional,  Saldo rugi-laba. Saldo rugi-laba kita peroleh dengan cara membandingkan antara jumlah perincian pendapatan dan jumlah perincian beban atau biaya-biaya. Pencatatan laporan rugi laba dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu sebagai berikut.  Laporan rugi laba model single step. Laporan rugi-laba berbentuk single step atau biasa disebut bentuk langsung, merupakan bentuk laporan rugi-laba yang menggabungkan semua unsur pendapatan menjadi satu kelompok dan semua beban menjadi satu kelompok. Cara penyusunannya adalah bagian pertama merupakan perincian pendapatan baik pendapatan operasional maupun non operasional. Kemudian bagian kedua adalah perincian beban baik beban operasional maupun non operasional. Setelah itu, pada bagian ketiga adalah saldo rugi-laba yang merupakan selisih antara jumlah perincian pendapatan dan jumlah perincian beban.  Laporan rugi-laba model multiple step. Model multiple step disebut juga bentuk bertahap, dimana bentuk pencatatan rugi-laba untuk pendapatan dan beban dipisahkan antara usaha operasional dan usaha non operasional. Cara penyusunannya adalah sebagai berikut pada bagian pertama merupakan perincian pendapatan operasional, lalu bagian kedua adalah perincian beban operasional. Kemudian pada bagian ketiga adalah saldo rugi-laba operasional. Bagian keempat untuk memerinci pendapatan maupun beban nonoperasional, lalu bagian terakhir untuk mencari saldo rugi-laba bersih. 2. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal adalah suatu laporan keuangan PT yang mengilustrasikan perubahan-perubahan atas modal yang terjadi pada suatu periode akuntansi. Perubahan modal awal menjadi modal akhir akan terlihat pada laporan perubahan modal ini. Dalam laporan perubahan modal mengandung unsur-unsur, antara lain sebagai berikut.  Modal awal adalah modal yang diinvestasikan pada awal memulai usaha atau bisa juga disebut awal periode akuntansi.  Rugi atau laba perusahaan untuk suatu periode akuntansi tertentu. Jika suatu usaha mendapatkan laba maka akan terjadi penambahan modal awal. Demikian sebaliknya.  Setoran modal atau tambahan investasi merupakan penambahan investasi modal oleh pemilik usaha selama kegiatan usaha berlangsung atau selama periode akuntansi berjalan. Suntikan modal ini akan meningkatkan jumlah nominal modal awal.  Prive (penarikan pribadi pemilik). Suatu saat kadang pemilik mengambil sejumlah aktiva atau laba perusahaan untuk keperluan pribadi. Pengambilan pribadi ini akan mengakibatkan berkurangnya modal awal. 3. Neraca laporan keuangan. Neraca adalah laporan keuangan yang disusun secara sistematis yang mengilustrasikan posisi keuangan pada suatu saat tertentu yang terdiri dari aktiva, utang, dan modal. Penyusunan laporan neraca dapat dilakukan dalam dua bentuk, yaitu sebagai berikut.  Account Form atau neraca yang disusun berbentuk rekening. Neraca yang berbentuk rekening memiliki dua belah kolom, yaitu debit dan kredit. Untuk kolom debit, merinci unsur-unsur aktiva (pemasukan/penerimaan), sedangkan kolom kredit merinci utang dan modal.  Neraca berbentuk laporan (Report Form), biasanya menyusun aktiva, utang, dan modal secara berurut-urut dari atas ke bawah disebut neraca berbntuk laporan. Prinsip penyusunan aktiva, utang, dan modal sama seperti bentuk rekening. 4. Laporan Arus Kas Laporan arus kas (cash flow statement atau statement of cash flows) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan. Laporan arus kas ini memiliki manfaat yang besar bagi mereka yang membutuhkan laporan keuangan. Salah satu manfaat dari laporan arus kas ini adalah untuk melakukan penilaian mengenai kemampuan organisasi tersebut dalam memanfaatkan arus kas yang mereka miliki. Bagi sebuah badan usaha, laporan arus kas ini

merupakan salah satu laporan keuangan yang memiliki nilai pokok dalam aktivitas perusahaan mereka. pengklasifikasian pelaporan arus kas dilakukan berdasara aktivitas operasi, investasi serta permodalan. Definisi aktivitas operasi adalah sebuah kegiatan yang menjadi fokus kegiatan utama bagi perusahaan untuk mendapatkan pemasukan. Dimana dalam aktivitas ini terdapat pross pembelian atau pemroduksian barang serta jasa. Disamping itu ada juga aktivitas penjualan serta pendistribusian barang serta jasa pada pelanggan. Aktivitas investasi diartikan sebagai proses pembelian serta penjualan aset yang bersifat mendukung proses aktivitas perusahaan. Seperti tanah, gedung, mesin serta aktiva lain yang pembeliannya tidak dimaksudkan untuk proses penjualan secara rutin. Termasuk dalam aktivitas keuangan ini adalah proses pembelian serta penjualan instrumen keuangan lain, seperti proses pemberian dan penagihan pinjaman. Sementara aktivitas pendaaan merupakan transaksi dan aktivitas dimana kas didapatkan dari serta dibayar kembali kepada pemiliknya serta pada pemberi utang atau kreditur 2.2…ANALISIS LAPORAN KEUANGAN A. Pengertian Analisis Laporan Keuangan Analisis laporan keuangan adalah suatu proses penelitian laporan keuangan beserta unsur-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan atau badan usaha pada masa lalu dan sekarang. Menurut Soemarso S.R (1996), analisis laporan keuangan adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka yang lain yang mempunyai makna/menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena. Angka-angka dalam laporan keuangan akan sedikit artinya kalau dilihat secara sendiri-sendiri. Dengan analisis pemakaian laporan keuangan akan lebih mudah menginterprestasikannya. Laporan keuangan merupakan sumber informasi penting bagi pemakai laporan keuangan. Laporan keuangan dapat dipakai sebagai alat untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang dicapai oleh perusahaan atau badan usaha yang bersangkutan, mengadakan interprestasi atau analisa terhadap laporan finansiil suatu perusahaan akan sangat bermanfaat bagi penganalisa untuk dapat mengetahui keadaan dan perkembangan finansiil dari perusahaan yang bersangkutan (Bambang Riyanto, 1995). Dengan mengadakan interprestasi dan analisa terhadap laporan keuangan akan diperoleh informasi dan data keuangan yang terperinci dan akan diperoleh semua jawaban yang berhubungan dengan masalah posisi keuangan dan hasil-hasil yang dicapai oleh perusahaan atau badan usaha yang bersangkutan (S. Munawir, 1995).

B. Tujuan dan Manfaat Analisis Laporan Keuangan Analisis laporan keuangan bertujuan untuk mengetahui apakah keadaan keuangan, hasil usaha kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan. Analisis dilakukan dengan mengukur hubungan antar unsur-unsur laporan keuangan dan bagaimana perubahan unsur-unsur itu dari tahun ke tahun dan untuk mengetahui arah perkembangannya Secara lengkap menurut Harahap (2004 : 195 ) kegunaan analisis laporan keuangan ini dapat dikemukakan sebagi berikut :  Dapat memberikan informasi yang lebih luas,lebih dalam dari pada yang terdapat pada laporan keuangan biasanya.  Dapat mengali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (eksplisit) dari suatu laporan keuangan atau yang berada dibalik laporan keuanngan (implicit).  Dapat mengetahui kesalahan-kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.  Dapat membongkar hal-hal yang bersifat konsisten dalam hubungannya dengan suatu laporan keuangan maupun kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan.  Mengetahui sifat-sifat hubungan akhirnya dilapangan untuk prediksi dan peningkatan (rating).  Dapat menentukan peringkat (rating) perusahaan menurut criteria tertentu yang sudah dikenal dalam dunia bisnis.  Dapat membendingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain dengan periode sebelumnya atau dengan standart industri normal atau standart ideal.  Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan dan sebagainya ;  Bisa juga memprediksi potensi apa yang mungkin dilakukan perusahaan di masa yang akan datang.  Dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan.  Dengan perkataan lain apa yang dimaksudkan dari suatu laporan keuangan merupakan tujuan analisis laporan keuangan juga antara lain: Dapat menilai Prestasi perusahaan Dapat memproyeksikan kauangan perusahaan. Dapat menilai kondisi masa lalu dan masa sekarang dari aspek waktu tertentu. Posisi keuangan Hasil-hasil perusahaan Liquiditas ; Solvabilitas ; Aktivitas : Rentabilitas dan Prifitabilitas ; Indikator pasar modal

C. *Rasio Keuangan Untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan keuangan suatu perusahaan perlu diadakan interpretasi atau analisa terhadap data keuangan dari suatu perusahaan, dan data keuangan tersebut tercermin dalam laporan keuangan. Dalam mengadakan interpretasi dan analisa laporan keuangan suatu perusahaan, maka diperlukan adanya ukuran tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisa keuangan adalah rasio keuangan. Berikut ini merupakan beberapa pengertian dan definisi rasio keuangan dari beberapa sumber: 1. Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandigan dari suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (bararti). Misalnya antara hutang dan modal, antara kas dan total asset, antara harga pokok produksi dengan total penjualan dan sebagainya (Syafri, 2008:297). 2. Rasio keuangan merupakan salah satu alat untuk menilai kinerja dan kondisi keuangan perusahaan (Sawir, 2009:6). *Analisa Rasio Keuangan Analisa rasio keuangan dapat memungkinkan manajer keuangan memperkirakan reaksi para kreditur dan investor dan memberikan pandangan tentang bagaimana kira-kira dana dapat diperoleh. Analisa rasio keuangan meliputi dua jenis perbandingan yaitu: 1. Analisa dalam memperbandingkan rasio sekarang dengan yang lalu dan yang akan datang untuk perusahaan yang sama (perbandingan internal). Jika rasio keuangan disajikan dalam bentuk suatu daftar untuk periode beberapa tahun, analisa dapat mempelajari komposisi perubahan-perubahan dan menetapkan apakah telah terdapat suatu perbaikan atau bahkan sebaliknya didalam kondisi keuangan dan prestasi perusahaan selama jangka waktu tersebut. Rasio keuangan juga dapat diperhitungkan berdasarkan laporan keuangan performa atau proyeksi dan diperbandingkan dengan rasio sekarang atau masa lalu. 2. Perbandingan meliputi perbandingan rasio perusahaan dengan perusahaan lainnya yang sejenis atau dengan rata-rata industri pada suatu titik yang sama (perbandingan eksternal). Perbandingan tersebut dapat memberikan gambaran relatif tentang kondisi keuangan dan prestasi perusahaan hanya dengan cara membandingkan rasio keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis seorang analis dapat memberikan pertimbangan yang realistis.

D. Jenis-jenis Rasio Keuangan Rasio keuangan didesain untuk memperlihatkan hubungan antara item-item pada laporan keuangan (neraca dan laporan rugi-laba). Ada 5 jenis rasio keuangan yaitu (Lukas Prasetya, 2001 : 415): 1. Leverage ratios, memperlihatkan berapa hutang yang digunakan untuk perusahaan 2. Liquidity ratios, mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo. 3. Asset Management Ratios, mengukur seberapa efektif peusahaan mengelola aktivanya. 4. Profitability Ratios, mengukur kemampuan peusahaan menghasilkan laba. 5. Market-Values Ratios, memperlihatkan bagaimana perusahaan dinilai oleh investor di pasar modal. Beberapa rasio memiliki aplikasi umum dalam analisis keuangan, sementara lainnya bersifat unik untuk situasi atau industri yang spesifik. Analisis rasio dalam bagian ini diterapkan dalam tiga area penting analisis laporan keuangan (J Wild John, K R Subramanyam, dan Robert F Halsey, 2005:38-39): a. Analisis Kredit (Risiko) 1. Likuiditas, untuk mengevaluasi kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek 2. Struktur Modal dan Solvabilitas, untuk menilai kemampuan memenuhi kewajiban jangka panjang. b. Analisis Profitabilitas 1. Tingkat pengembalian atas investasi (Return On Investment-ROI). Untuk menilai kompensasi keuangan kepada penyedia pendanaan ekuitas dan utang. 2. Kinerja Operasi, untuk mengevaluasi margin laba dari aktivitas operasi 3. Pemanfaatan aktiva (Asset Utilization), untuk menilai efektivitas dan intensitas aktiva dalam menghasilkan penjualan, disebut pula perputaran (Turn Over) BERIKUT INI ADALAH LAPORAN ANALISI LAPORAN KEUANGAN PADA KOPERASI SERBA USAHA INDAH :



BAB I11 PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat dirumuskan adalah Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan Budaya Sesuai Dengan Nilai Dan Prinsif Koperasi. (UU No 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian) Laporan keuangan merupakan laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan perubahan-perubahannya, serta hasil yang dicapai selama periode tertentu laporan keuangan mencerminkan semua transaksi usaha sepanjang waktu yang menghasilkan baik peningkatan maupun penurunan bersih nilai ekonomi bagi pemilik modal. Oleh karena itu laporan keuangan merupakan mediya yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaan. Laporan keuangan disusun memiliki tujuan untuk menyediakan informasi keuangan mengenai suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai pertimbangan dalam pembuatan keputusan-keputusan ekonomi. Pihak-pihak yang Berkepentingan 1. Investor 2. Karyawan 3. Pemberi pinjaman 4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya 5. Pelanggan 6. Pemerintah Analisis laporan keuangan adalah suatu proses penelitian laporan keuangan beserta unsur-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan atau badan usaha pada masa lalu dan sekarang.

Analisis laporan keuangan bertujuan untuk mengetahui apakah keadaan keuangan, hasil usaha kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan. Agar laporan keuangan yang disajikan dalam angka-angka dapar diartikan, perlu dilakukan analisis yang mendalam. Analisis ini digunakan untuk mengkaji, mengukur dan memahami hal-hal yang tertulis dalam laporan. Dari analisis ini dapat diketahui kondisi dan keadaan perusahaan.Alat analisis yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan rasio-rasio keuangan perusahaan . Ada 5 jenis rasio keuangan yaitu (Lukas Prasetya, 2001 : 415): 1. Leverage ratios, memperlihatkan berapa hutang yang digunakan untuk perusahaan 2. Liquidity ratios, mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo. 3. Asset Management Ratios, mengukur seberapa efektif peusahaan mengelola aktivanya. 4. Profitability Ratios, mengukur kemampuan peusahaan menghasilkan laba. 5. Market-Values Ratios, memperlihatkan bagaimana perusahaan dinilai oleh investor di pasar modal. 3. 2 Saran Dari uraian di atas, saran yang dapat kelompok kami berikan adalah : Agar kiranya Setiap Perusahaan Maupun Organisasi Pemerintah Menyusun Laporan Keuangan Dengan Lebih Baik Lagi Agar Dapat Diketahui Kondisi Dan Keadaan Keuangan Organisasi Lebih Baik Lagi

DAFTAR PUSTAKA Ikatan Akuntansi Indonesia, 2009, Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. M. Sadeli, lili, 2002. Dasar-dasar Akuntansi, PT. Bumi Aksara, Jakarta. Sawir, Agnes, 2009. Analisa Kinerja Keuangan dan Perencanaan keauangan Perusahaan, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Syafri Harahap, Sofyan, 2008. Analisa Kritis atas Laporan Keuangan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Sumber Internet : Ahira, Anne. Laporan Keuangan. http://www.anneahira.com/laporan-keuangan-pt.htm. Diunduh tanggal 17 Mei 2013 Bayu. Analisis Laporan Keuangan. http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/06/makalah-analisis-laporan- keuangan.html. Diunduh tanggal 17 Mei 2013 Wikipedia. http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_arus_kas. Diunduh tanggal 17 Mei 2013 Wikipedia. http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_arus_kas. Diunduh tanggal 13 April 2014 www.google.com achmadavandisemm@gmail>com Diunduh tanggal 13 April 2014

Add a comment

Related presentations

Related pages

MAKALAH TUGAS laporan keuangan makalah achmad avandi S2 ...

×Close Share MAKALAH TUGAS laporan keuangan makalah achmad avandi S2 LAMPUNG UNIVERSITAS SABURAI
Read more

Makalah Tugas Laporan Keuangan Makalah Achmad Avandi S2 ...

Makalah tugas laporan keuangan makalah achmad avandi s2 lampung universitas saburai 1. makalah laporan keuangan exp.koperasi disajikan pada materi ajar.
Read more

makalah tugas laporan keuangan makalah achmad avandi s2

Here i will explain about makalah tugas laporan keuangan makalah achmad avandi s2 . Many people have talked about Makalah tugas laporan keuangan makalah ...
Read more

Analisa Laporan Keuangan Kuliah Akuntansi | Download PDF

Makalah tugas laporan keuangan makalah achmad avandi s2. ... Makalah tugas laporan keuangan makalah achmad avandi s2 lampung universitas saburai 1 makalah ...
Read more

Analisa Laporan Keuangan Kuliah Akuntansi - masteroon.com

Makalah tugas laporan keuangan makalah achmad avandi s2 lampung universitas saburai 1 ... Read more on Makalah tugas laporan keuangan makalah achmad avandi ...
Read more

Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen Imam | Share ...

Makalah tugas laporan keuangan makalah achmad avandi s2, Makalah tugas laporan keuangan makalah achmad avandi s2 lampung universitas saburai 1. makalah ...
Read more

Download Analisa Laporan Keuangan Program Akuntansi ...

Makalah tugas laporan keuangan makalah achmad avandi s2 lampung universitas saburai 1 makalah laporan keuangan expkoperasi disajikan pada materi ...
Read more

Judul Akuntansi Pada Koperasi Kami Facebook - IklanGratiz

MAKALAH TUGAS laporan keuangan makalah achmad avandi S2 LAMPUNG UNIVERSITAS SABURAI 1. MAKALAH LAPORAN KEUANGAN EXP.KOPERASI DISAJIKAN PADA MATERI AJAR .
Read more

watch movies online 5 List of Laporan Pertanggung Jawaban ...

Makalah tugas laporan keuangan makalah achmad avandi s2 lampung universitas saburai 1. makalah laporan keuangan exp.koperasi disajikan pada materi ajar.A ...
Read more