advertisement

Litbangyasa PD Telekomunikasi

60 %
40 %
advertisement
Information about Litbangyasa PD Telekomunikasi

Published on September 5, 2008

Author: tatang.taufik

Source: slideshare.net

Description

Bahan pengantar diskusi dalam workshop "Kajian Pendirian Pusat Desain Telekomunikasi" Deperin, 5 September 2008.
advertisement

PERAN LITBANGYASA dalam Pusat Desain Telekomunikasi Workshop “Kajian Pendirian Pusat Desain Telekomunikasi” Departemen Perindustrian - Jakarta, 5 September 2008 Dr. Tatang A. Taufik Direktur PTIK - BPPT

OUTLINE CATATAN PENUTUP KERANGKA STRATEGI SISTEM INOVASI MANFAAT LITBANGYASA PENDAHULUAN : REVIEW TERMINOLOGI

OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI SISTEM INOVASI MANFAAT LITBANGYASA PENDAHULUAN : REVIEW TERMINOLOGI

BEBERAPA TERMINOLOGI & KONSEP Dapat dilihat antara lain pada : UU No. 18/2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Buku “Pengembangan Sistem Inovasi Daerah: Perspektif Kebijakan” (2005, Tatang A Taufik) Beberapa e-file di : http ://www.scribd.com E-file (presentasi) di http://www.slideshare.net/tatang.taufik/ dan http://www.slideshare.net/pemetarencanaan/ Blog di http://sisteminovasi.wordpress.com/

Dapat dilihat antara lain pada :

UU No. 18/2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Buku “Pengembangan Sistem Inovasi Daerah: Perspektif Kebijakan” (2005, Tatang A Taufik)

Beberapa e-file di :

http ://www.scribd.com

E-file (presentasi) di http://www.slideshare.net/tatang.taufik/ dan http://www.slideshare.net/pemetarencanaan/

Blog di http://sisteminovasi.wordpress.com/

UNESCO (1978) Fundamental research: aktivitas eksperimental atau teoritis yang dilakukan terutama untuk mendapatkan pengetahuan baru yang melandasi fenomena dan fakta-fakta yang dapat diteliti, tanpa rencana penerapan khusus atau tertentu. Applied research: penelitian/investigasi original yang dilakukan dalam rangka mendapatkan pengetahuan baru. Hal ini dilakukan dengan arahan terutama pada maksud atau tujuan praktis tertentu. Experimental development: aktivitas sistematik yang didasarkan atas pengetahuan yang ada (existing) yang diperoleh dari riset dan/atau pengalaman praktis, dan diarahkan untuk menghasilkan bahan-bahan, produk atau peralatan (device) baru, menginstalasi proses, sistem atau jasa-jasa baru, atau memperbaiki yang telah dihasilkan/dikembangkan secara signifikan

Fundamental research: aktivitas eksperimental atau teoritis yang dilakukan terutama untuk mendapatkan pengetahuan baru yang melandasi fenomena dan fakta-fakta yang dapat diteliti, tanpa rencana penerapan khusus atau tertentu.

Applied research: penelitian/investigasi original yang dilakukan dalam rangka mendapatkan pengetahuan baru. Hal ini dilakukan dengan arahan terutama pada maksud atau tujuan praktis tertentu.

Experimental development: aktivitas sistematik yang didasarkan atas pengetahuan yang ada (existing) yang diperoleh dari riset dan/atau pengalaman praktis, dan diarahkan untuk menghasilkan bahan-bahan, produk atau peralatan (device) baru, menginstalasi proses, sistem atau jasa-jasa baru, atau memperbaiki yang telah dihasilkan/dikembangkan secara signifikan

NSF ( National Science Foundation) , Amerika Serikat Riset dasar (basic research): riset-riset untuk memperoleh pengetahuan tanpa aplikasi spesifik. Contohnya adalah riset menyangkut subatomic particles, human genome, global climate change; Riset terapan (applied research): riset-riset yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik. Misalnya riset untuk memperbaiki komunikasi pertempuran, tanaman modifikasi genetik; Pengembangan (development): aktivitas untuk menerapkan pengetahuan “yang diarahkan untuk memperoleh bahan, peralatan (devices), sistem, atau metode,” termasuk prototipe, mendemonstrasikan zero-pollution engine, universal verbal-language translation machine.

Riset dasar (basic research): riset-riset untuk memperoleh pengetahuan tanpa aplikasi spesifik. Contohnya adalah riset menyangkut subatomic particles, human genome, global climate change;

Riset terapan (applied research): riset-riset yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik. Misalnya riset untuk memperbaiki komunikasi pertempuran, tanaman modifikasi genetik;

Pengembangan (development): aktivitas untuk menerapkan pengetahuan “yang diarahkan untuk memperoleh bahan, peralatan (devices), sistem, atau metode,” termasuk prototipe, mendemonstrasikan zero-pollution engine, universal verbal-language translation machine.

Australian Standard Research Classification/ASRC , 1998 Pure basic research: yang merupakan ativitas eksperimental dan teoritis yang dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan baru tanpa melihat manfaat jangka panjang selain kemajuan pengetahuan. Strategic basic research: aktivitas eksperimental dan teoritis yang dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan baru yang diarahkan pada bidang-bidang luas tertentu dengan harapan diperolehnya temuan-temuan (discoveries) yang bermanfaat. Aktivitas ini memperkuat basis pengetahuan yang luas yang diperlukan sebagai solusi atas persoalan praktis yang diketahui. Applied research: aktivitas original yang dilakukan terutama untuk mendapatkan pengetahuan baru dengan ancangan aplikasi tertentu. Hal ini dilaksanakan baik untuk menentukan kemungkinan penggunaan dari temuan-temuan yang diperoleh dari riset dasar (basic research) atau untuk menentukan cara-cara baru dalam mencapai tujuan-tujuan tertentu. Experimental development: aktivitas sistematik, yang menggunakan pengetahuan yang ada yang diperoleh dari riset atau pengalaman praktis, dan diarahkan untuk menghasilkan bahan-bahan, produk atau peralatan (device) baru, menginstalasi proses, sistem atau jasa-jasa baru, atau memperbaiki yang telah dihasilkan/dikembangkan secara signifikan.

Pure basic research: yang merupakan ativitas eksperimental dan teoritis yang dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan baru tanpa melihat manfaat jangka panjang selain kemajuan pengetahuan.

Strategic basic research: aktivitas eksperimental dan teoritis yang dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan baru yang diarahkan pada bidang-bidang luas tertentu dengan harapan diperolehnya temuan-temuan (discoveries) yang bermanfaat. Aktivitas ini memperkuat basis pengetahuan yang luas yang diperlukan sebagai solusi atas persoalan praktis yang diketahui.

Applied research: aktivitas original yang dilakukan terutama untuk mendapatkan pengetahuan baru dengan ancangan aplikasi tertentu. Hal ini dilaksanakan baik untuk menentukan kemungkinan penggunaan dari temuan-temuan yang diperoleh dari riset dasar (basic research) atau untuk menentukan cara-cara baru dalam mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Experimental development: aktivitas sistematik, yang menggunakan pengetahuan yang ada yang diperoleh dari riset atau pengalaman praktis, dan diarahkan untuk menghasilkan bahan-bahan, produk atau peralatan (device) baru, menginstalasi proses, sistem atau jasa-jasa baru, atau memperbaiki yang telah dihasilkan/dikembangkan secara signifikan.

TEKNOLOGI Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia . ( UU 18 Tahun 2002 Sisnas Iptek ) Arts Berbagai disiplin ilmu pengetahuan ini diwujudkan dalam lima unsur Teknologi yaitu Science Engineering Economics Business Seni Rupa Ilmu Pengetahuan Teknik Ekonomi Bisnis Technology is a perfect fusion of Arts , Science , Engineering , Economics and Business Teknologi adalah pengendalian alam melalui penggabungan kekuatan- kekuatannya menuju suatu rancangan yang bisa diwujudkan oleh pemahaman manusia . Sumber : SDJ, 2007

KEGIATAN TEKNOLOGI Perekayasa Kegiatan Teknologi adalah pentahapan kegiatan yang berkaitan dengan Teknologi yang secara runtun meliputi : Peneliti Mencari informasi , data atau keterangan untuk pembuktian kebenaran atau ketakbenaran suatu hipotesis yang bekaitan dengan subjek ilmu pengetahuan & teknologi Mengembangkan kaidah dan teori yang sudah terbukti benar untuk meningkatkan pemanfaatannya bagi terciptanya suatu produk teknologi Merealisasikan hasil pengembangan dengan menciptakan nilai , produk atau proses produksi dengan mempertimbangkan semua aspek unsur teknologi ( UU No 18 , 2002 , Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan & Teknologi ) Melaksanakan penerapan operasional produk perekayasaan kepada pelanggan Sumber : SDJ, 2007 Research Penelitian Development Pengembangan Engineering Perekayasaan Operation Pengoperasian

KEGIATAN PEREKAYASA Kegiatan Perekayasa dengan demikian dapat dikategorikan sebagai berikut ● Penelitian Terapan : ● Pengembangan : ● Explorasi, Survey, Observasi ● Penelitian lanjut teoritikal, eksperimental ● Studi Kelayakan / Studi Banding Sistem Teknologi ● Pengembangan Parametrik Sistem Teknologi ● Pengembangan Kebijakan ● Rancang Bangun Konseptual SW / HW ● Rancang Bangun awal SW / HW ● Perekayasaan : ● Pengoperasian : ● Rancang Bangun Rinci SW / HW [ uji lab & simul ] ● Prototyping SW / HW [ production & integration ] ● Uji Sertifikasi SW / HW ● Uji Operasional & Evaluasi SW / HW ● Engineering Services SW / HW ● Audit Teknologi SW / HW ● Uji Kinerja Prototip SW / HW ● Modifikasi & Perawatan SW / HW Sumber : SDJ, 2007

KARAKTERISTIK KEGIATAN PEREKAYASAAN PEREKAYASA Objektif Pre-requisites Methodologi Proses Perencanaan Hasil Risiko Komersil Profesi PRODUK / PROSES baru, Product / process improvement Informasi, Investasi Konstruktif, menggunakan teknologi dan knowledge dengan spektrum yang luas Mempertimbangkan aspek komersial dan limited change DESAIN  Uji coba produk/ proses (prototyping)  Testing Know-how, spesifikasi, blueprint, data, Patent, PRODUK Besar  well planned, well managed & well documented Engineer / Perekayasa broad knowledge experience active and creative KARAKTERISTIK Sumber : SDJ, 2007

Engineer / Perekayasa

broad knowledge

experience

active and creative

OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI SISTEM INOVASI MANFAAT LITBANGYASA PENDAHULUAN : REVIEW TERMINOLOGI

MANFAAT EKONOMI DARI UPAYA LITBANG Contoh Manfaat Manfaat Keluaran (Output) Hasil Litbang Manfaat langsung – karena penggunaan hasil litbang bagi tujuan komersial dan kebijakan pemerintah (penggunaan diketahui) Keluaran yang mempengaruhi aktivitas masa depan Peningkatan pengetahuan dan keahlian Manfaat langsung – karena penggunaan lain dari hasil litbang (penggunaan tidak diketahui) Manfaat sistem inovasi – karena sistem inovasi yang lebih kuat dan/atau lebih efisien Manfaat kompetensi – karena penggunaan pengetahuan dan keahlian bagi pemberian advis dan pemecahan masalah Pengembangan produk baru atas dasar hasil litbang. Pengembangan proses produksi yang baru atas dasar hasil litbang. Hasil litbang yang pada akhirnya digunakan atau penggunaan litbang lain atas dasar hasil litbang yang bersangkutan – untuk pengembangan produk dan proses baru, dan lainnya. Pengembangan peraturan pemerintah atas dasar advis dari peneliti. Pengembangan produk baru atas dasar keahlian yang diperoleh dari proses litbang. Peningkatan aktivitas inovatif sebagai hasil dari keterkaitan yang berkembang selama proses litbang. Pengembangan produk baru menggunakan peralatan dan fasilitas yang tersedia sebagai hasil dari upaya litbang. Sumber : Williams dan Rank ( 1998 ), diadopsi dari Advisory Council on Science and Technology ( http://acst-ccst.gc.ca/intel/report-web2/ ), Diadopsi dari Taufik (2005). Aktivitas Litbang

Pengembangan produk baru atas dasar hasil litbang.

Pengembangan proses produksi yang baru atas dasar hasil litbang.

Pengembangan peraturan pemerintah atas dasar advis dari peneliti.

Pengembangan produk baru atas dasar keahlian yang diperoleh dari proses litbang.

Peningkatan aktivitas inovatif sebagai hasil dari keterkaitan yang berkembang selama proses litbang.

Pengembangan produk baru menggunakan peralatan dan fasilitas yang tersedia sebagai hasil dari upaya litbang.

SIMPLIFIKASI PEMANFAATAN LITBANGYASA OLEH DUNIA USAHA DAN MASYARAKAT LEMLITBANG / PT Dasar + Terapan di Perguruan Tinggi dan Lembaga Litbang Tenaga Terampil ‘ Layanan Berbasis Pengetahuan/ Knowledge Services’ Fasilitas Lisensi Teknologi Perusahaan Pemula Kerjasama Litbang Industri Kebutuhan Teknologi Pendanaan Kerjasama Litbang Pengetahuan Pasar/Industri Produk Barang Jasa Proses yang baru atau yang diperbaiki Pendanaan Layanan Fasilitas Organisasi spesifik industri / daerah INDUSTRI / MASYARAKAT Sumber : McCarthy (2002).

Produk

Barang

Jasa

Proses

yang baru

atau yang

diperbaiki

PDT : MENGATASI KESENJANGAN INOVASI ? Komersialisasi & Pengembangan Lanjut Riset Dasar & Terapan Litbangyasa Strategis; Dukungan Terpadu Industri PT / Lembaga Litbangyasa Pusat Desain Telekomunikasi

CONTOH : Services for Solo Techno Park Tenants SOLO TECHNO PARK Sumber : Bahan pres. Tim Pengemb. Solo Technopark (2008) Business Support Programs Technical and Management Consulting Support of Domestic & Overseas Marketing Law, Patent/Intellectual property rights, etc Recruitment support ITI Assistance Financing and accounting support Training & Education Facilities and Equipment Office Rental Pilot Production Plants Manufacturing Facilities Exhibition Hall International Conference Facilities Office equipment (beam project, digital camera lap-top computers, video editing system etc) Affairs/ Administration Free fax services & express color printers Free website and E-mail account Express Internet access ATMs (Bank operations) Offering office equipment Easy university library access Technical Support Programs Support on technological Innovation Support on Prototype Development Support of R&D Activities Production Quality Testing Common Use of high tech Machinery Domestic & Int’l Technological Transfer

Technical and Management Consulting

Support of Domestic & Overseas Marketing

Law, Patent/Intellectual property rights, etc

Recruitment support

ITI Assistance

Financing and accounting support

Training & Education

Office Rental

Pilot Production Plants

Manufacturing Facilities

Exhibition Hall

International Conference Facilities

Office equipment (beam project, digital camera

lap-top computers, video editing system etc)

Free fax services & express color printers

Free website and E-mail account

Express Internet access

ATMs (Bank operations)

Offering office equipment

Easy university library access

Support on technological Innovation

Support on Prototype Development

Support of R&D Activities

Production Quality Testing

Common Use of high tech Machinery

Domestic & Int’l Technological Transfer

OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI SISTEM INOVASI MANFAAT LITBANGYASA PENDAHULUAN : REVIEW TERMINOLOGI

TANTANGAN : PEMBANGUNAN YANG BERBASIS PENGETAHUAN Daya Saing dan Kohesi Sosial Kesejahteraan/Kemakmuran, Kemandirian & Peradaban Bangsa Isu-isu Kontekstual Klaster Industri Sistem Inovasi Kemajuan Iptek, Inovasi Ekonomi Pengetahuan Ekonomi Jaringan Globalisasi Faktor-faktor Lokalitas  Kecenderungan dan Tantangan Universal SDM yang terdidik, kreatif, dan terampil Infrastruktur komunikasi yang dinamis Sistem inovasi yang efektif Pemerintahan, insentif ekonomi dan rejim kelembagaan yang mendukung Knowledge Economy Knowledge Society Sistem informasi dan komunikasi Pembelajaran seumur hidup dan budaya inovasi Sistem inovasi yang efektif Modal sosial Kepemimpinan/kepeloporan dalam pemajuan sosial budaya masyarakat Rejim kebijakan yang kondusif

SDM yang terdidik, kreatif, dan terampil

Infrastruktur komunikasi yang dinamis

Sistem inovasi yang efektif

Pemerintahan, insentif ekonomi dan rejim kelembagaan yang mendukung

Sistem informasi dan komunikasi

Pembelajaran seumur hidup dan budaya inovasi

Sistem inovasi yang efektif

Modal sosial

Kepemimpinan/kepeloporan dalam pemajuan sosial budaya masyarakat

Rejim kebijakan yang kondusif

REVIEW : PENGERTIAN SISTEM INOVASI DAN KEBIJAKAN INOVASI Sistem Inovasi : suatu kesatuan dari sehimpunan aktor, kelembagaan, jaringan, hubungan, interaksi dan proses produktif yang mempengaruhi arah perkembangan dan kecepatan inovasi dan difusi nya (termasuk teknologi dan praktik baik/terbaik), serta proses pembelajaran . Kebijakan inovasi (innovation policy) merupakan kelompok kebijakan yang mempengaruhi kemajuan-kemajuan teknis dan bentuk inovasi lainnya, yang pada dasarnya bertujuan : Membangun/mengembangkan kapasitas inovatif setiap “simpul” (fungsi/kegiatan/proses) dalam sistem inovasi; Meningkatkan/memperlancar aliran pengetahuan dalam dan antarfungsi/kegiatan/proses dalam sistem inovasi (ini juga berarti meningkatkan proses pembelajaran dalam sistem); dan Memperkuat hubungan dan keterkaitan rantai nilai vertikal dan horisontal antar- fungsi/kegiatan/proses produksi, litbang, adopsi dan difusi (termasuk komersialisasi) dan fungsi/kegiatan/proses penunjang dalam sistem inovasi.

Sistem Inovasi : suatu kesatuan dari sehimpunan aktor, kelembagaan, jaringan, hubungan, interaksi dan proses produktif yang mempengaruhi arah perkembangan dan kecepatan inovasi dan difusi nya (termasuk teknologi dan praktik baik/terbaik), serta proses pembelajaran .

Kebijakan inovasi (innovation policy) merupakan kelompok kebijakan yang mempengaruhi kemajuan-kemajuan teknis dan bentuk inovasi lainnya, yang pada dasarnya bertujuan :

Membangun/mengembangkan kapasitas inovatif setiap “simpul” (fungsi/kegiatan/proses) dalam sistem inovasi;

Meningkatkan/memperlancar aliran pengetahuan dalam dan antarfungsi/kegiatan/proses dalam sistem inovasi (ini juga berarti meningkatkan proses pembelajaran dalam sistem); dan

Memperkuat hubungan dan keterkaitan rantai nilai vertikal dan horisontal antar- fungsi/kegiatan/proses produksi, litbang, adopsi dan difusi (termasuk komersialisasi) dan fungsi/kegiatan/proses penunjang dalam sistem inovasi.

SISTEM INOVASI : BERBAGAI ELEMEN PENTING Pusat Desain Telekomunikasi? Sistem Pendidikan dan Litbang Pendidikan dan Pelatihan Profesi Pendidikan Tinggi dan Litbang Litbang Pemerintah Sistem Industri Perusahaan Besar UKM “Matang/ Mapan” PPBT Intermediaries Lembaga Riset Brokers Konsumen (permintaan akhir) Produsen (permintaan antara) Permintaan (Demand) Framework Conditions Kondisi Umum dan Lingkungan Kebijakan pada Tataran Internasional, Pemerintah Nasional, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota Perbankan Modal Ventura Supra- dan Infrastruktur Khusus HKI dan Informasi Dukungan Inovasi dan Bisnis Standar dan Norma Catatan : RPT = Riset dan Pengembangan Teknologi (Research and Technology Development) PPBT = Perusahaan Pemula (Baru) Berbasis Teknologi. Alamiah SDA (Natural Endowment) Budaya Sikap dan nilai Keterbukaan terhadap pembelajaran dan perubahan Kecenderungan terhadap Inovasi dan kewirausahaan Mobilitas Kebijakan Ekonomi Kebijakan ekonomi makro Kebijakan moneter Kebijakan fiskal Kebijakan pajak Kebijakan perdagangan Kebijakan persaingan Kebijakan Industri/ Sektoral Kebijakan Keuangan Sistem Politik Pemerintah Penadbiran (Governance) Kebijakan RPT Kebijakan Promosi & Investasi Infrastruktur Umum/ Dasar Sumber : Taufik (2005)

Budaya

Sikap dan nilai

Keterbukaan terhadap pembelajaran dan perubahan

Kecenderungan terhadap Inovasi dan kewirausahaan

Mobilitas

Kebijakan Ekonomi

Kebijakan ekonomi makro

Kebijakan moneter

Kebijakan fiskal

Kebijakan pajak

Kebijakan perdagangan

Kebijakan persaingan

SISTEM INOVASI : DINAMIKA INTERAKSI Pemerintah Bisnis Litbang & PT Sistem Inovasi Pengetahuan dan Inovasi Interaksi Pembelajaran Keterkaitan dan Jaringan Daerah Sistem Inovasi Daerah (SID)

SISTEM INOVASI : SUBSISTEM DAN KETERKAITAN MULTIDIMENSI Klaster Industri 1-A Klaster Industri 2-C Klaster Industri 3-B Klaster Industri 1-Z Klaster Industri: Klaster Industri 3 Klaster Industri 1 Sektor I Sektor II Sektor III Daerah C Daerah A SID SID Sistem Inovasi Nasional SID : Sistem Inovasi Daerah.

ESENSI 1 Sistem inovasi ~ Pendekatan sistem (system approach) Kebijakan inovasi ~ Kegagalan sistemik (systemic failures)

Sistem inovasi ~ Pendekatan sistem (system approach)

Kebijakan inovasi ~ Kegagalan sistemik (systemic failures)

ESENSI 2 : IMPLIKASI KEBIJAKAN Intervensi untuk mendorong pembangunan yang berbasis pengetahuan : Kebijakan inovasi, dengan kerangka pendekatan sistem . Kebijakan inovasi merupakan proses pembelajaran yang perlu diarahkan pada pengembangan sistem inovasi yang semakin mampu beradaptasi . Kebijakan inovasi tak lagi hanya menjadi ranah monopoli dan tanggung jawab Pemerintah ”Pusat,” tetapi juga Pemerintah ”Daerah.”

Intervensi untuk mendorong pembangunan yang berbasis pengetahuan : Kebijakan inovasi, dengan kerangka pendekatan sistem .

Kebijakan inovasi merupakan proses pembelajaran yang perlu diarahkan pada pengembangan sistem inovasi yang semakin mampu beradaptasi .

Kebijakan inovasi tak lagi hanya menjadi ranah monopoli dan tanggung jawab Pemerintah ”Pusat,” tetapi juga Pemerintah ”Daerah.”

KELOMPOK “SUMBER” KEGAGALAN YANG MELANDASI PERLUNYA KEBIJAKAN Kegagalan Pasar Kegagalan Pemerintah Kegagalan Sistem “ Sedikit ” dibahas/diperhatikan, tetapi sebenarnya sering dihadapi dalam kenyataan. Argumen yang “ sangat/paling luas ” diterima oleh ekonomi “arus utama”. Argumen yang “ mulai muncul ” dan menjadi “ dasar dalam paradigma sistem inovasi ” tetapi belum banyak diterima oleh ekonomi “arus utama”.

ILUSTRASI KETERKAITAN KEBIJAKAN BAGI KERANGKA KEBIJAKAN INOVASI Kebijakan Pendidikan Pengetahuan dan Keterampilan Kreativitas Profesionalisme Kewirausahaan Kebijakan Ekonomi Makro Moneter Fiskal Perdagangan Kebijakan Industri Investasi Perpajakan - Subsidi Insentif Regulasi - Deregulasi Kebijakan Litbang Kebijakan Daerah Kemajuan Industri: Daya Saing, Kapasitas Inovatif, Tingkat Difusi, Pembelajaran, Kewirausahaan Kebijakan Inovasi Perbaikan Bisnis yang Ada Perkembangan Investasi Perkembangan Bisnis Pemula yang Inovatif Kebijakan Sains Kebijakan Teknologi

Kebijakan Pendidikan

Pengetahuan dan Keterampilan

Kreativitas

Profesionalisme

Kewirausahaan

Kebijakan Ekonomi Makro

Moneter

Fiskal

Perdagangan

Kebijakan Industri

Investasi

Perpajakan - Subsidi

Insentif

Regulasi - Deregulasi

KERANGKA PEMETAAN INSTRUMEN KEBIJAKAN INOVASI Karakteristik Pengaruh/Dampak Tatanan Kelembagaan (Institutional Setting) Lingkup Tujuan Eksplisit Implisit Faktor Kontekstual Sisi Obyek/Aktor yang Dipengaruhi Sisi Penyediaan (Supply Side) Sisi Permintaan (Demand Side) Bidang Keterkaitan (Linkage Area) Spesifik Fungsional Harus semakin jelas exit policy -nya Dampak Fungsi dan Variabel Sistem Inovasi Fungsi, Aktivitas dan Aktor Sistem Inovasi Tujuan Kebijakan Isu Kebijakan Agenda Strategis

KRITERIA KEBIJAKAN Efektivitas. Efisiensi. Memiliki daya bangkitan yang signifikan (significant leveraging effects). Kelayakan cakupan (adequacy of scope). Memenuhi kaidah pasar (conforming to the market mechanisms). Konsistensi. Koherensi. Keterbukaan dan akuntabilitas. Komitmen kebijakan.

Efektivitas.

Efisiensi.

Memiliki daya bangkitan yang signifikan (significant leveraging effects).

Kelayakan cakupan (adequacy of scope).

Memenuhi kaidah pasar (conforming to the market mechanisms).

Konsistensi.

Koherensi.

Keterbukaan dan akuntabilitas.

Komitmen kebijakan.

KERANGKA UMUM POLA KOORDINASI Prakarsa Tematik dan/atau Spesifik Kondisi Umum (Framework Conditions) Dimensi Daerah Dimensi Nasional N A S I O N A L D A E R A H Kerangka Kebijakan Inovasi

ESENSI 3 : KOHERENSI KEBIJAKAN Kerangka kebijakan (policy framework) Governance : termasuk kelembagaan, kewenangan, tugas & fungsi Willingness : Political will & komitmen dari pembuat kebijakan Good will dan komitmen dari pelaku dan stakeholders lain Kemampuan, untuk bertindak saling mengisi, saling melengkapi, saling memperkuat sehingga menghasilkan sinergi positif Perubahan mindset .

Kerangka kebijakan (policy framework)

Governance : termasuk kelembagaan, kewenangan, tugas & fungsi

Willingness :

Political will & komitmen dari pembuat kebijakan

Good will dan komitmen dari pelaku dan stakeholders lain

Kemampuan, untuk bertindak saling mengisi, saling melengkapi, saling memperkuat sehingga menghasilkan sinergi positif

Perubahan mindset .

Kerangka dan Elemen Penting bagi Perkembangan Sistem Inovasi Pengetahuan “Lokal” Embodied Disembodied ( tacit dan yang terkodifikasi) Pengetahuan “Global” (Nasional & Internasional) Embodied Disembodied ( tacit dan yang terkodifikasi) Kebutuhan “Pasar” Lokal Global (antardaerah, nasional, internasional) Lembaga/Organisasi lain yang Terkait dengan Daerah (pemerintah, swasta, dan non-pemerintah, termasuk lembaga internasional) Sistem Pembiayaan bagi Aktivitas Inovasi Pendanaan litbang Modal berisiko Perbankan Jasa keuangan lain Pasar modal Infrastruktur dan Dukungan Khusus dan/atau Terspesialisasi Litbang (& rekayasa) Lab. Khusus (& Taman Iptek) Inkubator & PJPB/BDSP Jasa legal, bisnis/ manajemen, kewirausahaan SDM Organisasi profesi & bisnis Jaringan khusus Bisnis Yang telah ada Baru dan/atau pemula Investasi Ke daerah Ke luar daerah Infrastruktur Dasar Kerangka Kebijakan (kerangka dan instrumen, termasuk regulasi daerah) Keterkaitan, Jaringan & Interaksi Produktif Permintaan pengetahuan/ inovasi: Akses Adopsi Pemanfaatan Pengembangan Penyediaan pengetahuan/ inovasi: Penciptaan/ pengembangan Alih Kewirausahaan, Komersialisasi & Difusi

Pengetahuan “Lokal”

Embodied

Disembodied ( tacit dan yang terkodifikasi)

Pengetahuan “Global” (Nasional & Internasional)

Embodied

Disembodied ( tacit dan yang terkodifikasi)

Kebutuhan “Pasar”

Lokal

Global (antardaerah, nasional, internasional)

Sistem Pembiayaan bagi Aktivitas Inovasi

Pendanaan litbang

Modal berisiko

Perbankan

Jasa keuangan lain

Pasar modal

Infrastruktur dan Dukungan Khusus dan/atau Terspesialisasi

Litbang (& rekayasa)

Lab. Khusus (& Taman Iptek)

Inkubator & PJPB/BDSP

Jasa legal, bisnis/ manajemen, kewirausahaan

SDM

Organisasi profesi & bisnis

Jaringan khusus

Bisnis

Yang telah ada

Baru dan/atau pemula

Investasi

Ke daerah

Ke luar daerah

Permintaan pengetahuan/ inovasi:

Akses

Adopsi

Pemanfaatan

Pengembangan

Penyediaan pengetahuan/ inovasi:

Penciptaan/ pengembangan

Alih

OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI SISTEM INOVASI MANFAAT LITBANGYASA PENDAHULUAN : REVIEW TERMINOLOGI

MENENTUKAN PERAN ~ CONTOH PERAN GENERIK Fasilitasi pembiayaan 8. Akses Pembiayaan Pemberian sertifikasi dan/atau akreditasi tertentu 9. Legitimasi Layanan informasi 7. Akses Informasi Technology brokering Fasilitasi jasa pembiayaan, termasuk bank dan non bank (pembiayaan berisiko/ risk capital ) Fasilitasi akses sumber daya pasar dan lainnya 10. Intermediasi Pelatihan khusus Pengembangan kewirausahaan 4. Pengembangan SDM Penggunaan fasilitas khusus ~ MSTQ, perkantoran Penggunaan multipurpose facilities 5. Akses Fasilitas Pengembangan Perusahaan Baru/Pemula yang Inovatif 3. Inkubasi Bisnis/Teknologi Kemitraan bisnis & teknologi Kerjasama litbang Forum fasilitasi 11. Jejaring Kepakaran Konsultansi khusus Bantuan teknis (technical assistance) 6. Akses Keahlian Prototyping Lisensi teknologi (alih teknologi) 2. Pengembangan Teknologi Jasa konsultansi peningkatan produktivitas Jasa pengembangan keuangan & non-keuangan 1. Pengembangan Bisnis Fungsi Utama (Contoh) Peran

Fasilitasi pembiayaan

Pemberian sertifikasi dan/atau akreditasi tertentu

Layanan informasi

Technology brokering

Fasilitasi jasa pembiayaan, termasuk bank dan non bank (pembiayaan berisiko/ risk capital )

Fasilitasi akses sumber daya pasar dan lainnya

Pelatihan khusus

Pengembangan kewirausahaan

Penggunaan fasilitas khusus ~ MSTQ, perkantoran

Penggunaan multipurpose facilities

Pengembangan Perusahaan Baru/Pemula yang Inovatif

Kemitraan bisnis & teknologi

Kerjasama litbang

Forum fasilitasi

Kepakaran

Konsultansi khusus

Bantuan teknis (technical assistance)

Prototyping

Lisensi teknologi (alih teknologi)

Jasa konsultansi peningkatan produktivitas

Jasa pengembangan keuangan & non-keuangan

CONTOH AKTIVITAS Infrastruktur Litbangyasa Diklat/Peningkatan Kapasitas SDM Program Litbangyasa Pengembangan Teknologi Difusi Teknologi Inkubasi & Dukungan Perusahaan Pemula Hub Inovasi Setempat Panduan Jaringan Informasi Alih Teknologi Komersialisasi dan Pengembangan PPBT/PPBI PDT ?

TANTANGAN - KONTEKS ISU SPESIFIK “Ketergantungan” Indonesia pada produk dan teknologi luar Pembangunan TIK (khususnya telekomunikasi) ~ pembangunan sosial ekonomi & budaya – digital devide Konvergensi TIK Open system ~ open standard Emerging technology in ICT

“Ketergantungan” Indonesia pada produk dan teknologi luar

Pembangunan TIK (khususnya telekomunikasi) ~ pembangunan sosial ekonomi & budaya – digital devide

Konvergensi TIK

Open system ~ open standard

Emerging technology in ICT

CATATAN PENUTUP Pemecahan dari dimensi organisasional, pemasaran, teknologis, dan lainnya perlu dirumuskan bersama pada tataran organisasi (perusahaan) ~ memahami kebutuhan dan tantangan nyata dunia usaha (dan implikasi sosial, ekonomi dan budaya); Pendekatan kebijakan perlu bergeser dari sekedar yang berbasis perusahaan secara individual kepada kebijakan yang mendukung secara sistemik untuk mendorong bisnis yang inovatif; Kebijakan yang terfragmentasi/parsial akan memerlukan waktu yang terlampau lama untuk mencapai “masa kritis dan daya ungkit yang signifikan” dalam mendorong bisnis yang inovatif; Pembangunan ekonomi melalui technopark dapat dipercepat melalui upaya dan dukungan kolaborasi sinergis banyak pihak (lintas pembuat kebijakan, kalangan litbangyasa/akademisi, dan dunia usaha).

Pemecahan dari dimensi organisasional, pemasaran, teknologis, dan lainnya perlu dirumuskan bersama pada tataran organisasi (perusahaan) ~ memahami kebutuhan dan tantangan nyata dunia usaha (dan implikasi sosial, ekonomi dan budaya);

Pendekatan kebijakan perlu bergeser dari sekedar yang berbasis perusahaan secara individual kepada kebijakan yang mendukung secara sistemik untuk mendorong bisnis yang inovatif;

Kebijakan yang terfragmentasi/parsial akan memerlukan waktu yang terlampau lama untuk mencapai “masa kritis dan daya ungkit yang signifikan” dalam mendorong bisnis yang inovatif;

Pembangunan ekonomi melalui technopark dapat dipercepat melalui upaya dan dukungan kolaborasi sinergis banyak pihak (lintas pembuat kebijakan, kalangan litbangyasa/akademisi, dan dunia usaha).

Thinking smart is not about applying a specific model for innovation. It is about assessing our own circumstances and culture and then determining how we can develop a unique approach that addresses needs and adds value to ideas we can draw from others . . . (McDougall, 2005).

Thinking smart is not about applying a specific model for innovation. It is about assessing our own circumstances and culture and then determining how we can develop a unique approach that addresses needs and adds value to ideas we can draw from others . . . (McDougall, 2005).

Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Gedung BPPT II, Lt 21 Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta 10340 Telp. (021)-3169813 Fax. (021)-3169811 E-mail: tatang@ceo.bppt.go.id, tatang@inn.bppt.go.id http: // www.inn.bppt.go.id Catatan : Bahan-bahan terkait dapat diunduh (download) pada taut (links) di http://sisteminovasi.wordpress.com/ Terimakasih

A. BEBERAPA DEFINISI INOVASI Inovasi adalah aplikasi komersial yang pertama kali dari suatu produk atau proses yang baru (lihat misalnya Clark dan Guy, 2001); Inovasi merupakan suatu proses kreatif dan interaktif yang melibatkan kelembagaan pasar dan non-pasar (OECD, 1999); Innovation is a locally driven process, succeeding where organizational conditions foster the transformation of knowledge into products, processes, systems, and services. (Malecki, 1997; Dikutip dari Jelinek dan Hurt, 2001). Inovasi adalah transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru; tindakan menggunakan sesuatu yang baru (Rosenfeld, 2002); Inovasi merupakan eksploitasi yang berhasil dari suatu gagasan baru ( the successful exploitation of a new idea; (Mitra, 2001 dan the British Council , 2000), atau dengan kata lain Inovasi merupakan (“proses atau hasil”) mobilisasi pengetahuan, keterampilan teknologis dan pengalaman untuk menciptakan produk, proses dan jasa baru ; Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 tahun 2002).

Inovasi adalah aplikasi komersial yang pertama kali dari suatu produk atau proses yang baru (lihat misalnya Clark dan Guy, 2001);

Inovasi merupakan suatu proses kreatif dan interaktif yang melibatkan kelembagaan pasar dan non-pasar (OECD, 1999);

Innovation is a locally driven process, succeeding where organizational conditions foster the transformation of knowledge into products, processes, systems, and services. (Malecki, 1997; Dikutip dari Jelinek dan Hurt, 2001).

Inovasi adalah transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru; tindakan menggunakan sesuatu yang baru (Rosenfeld, 2002);

Inovasi merupakan eksploitasi yang berhasil dari suatu gagasan baru ( the successful exploitation of a new idea; (Mitra, 2001 dan the British Council , 2000), atau dengan kata lain

Inovasi merupakan (“proses atau hasil”) mobilisasi pengetahuan, keterampilan teknologis dan pengalaman untuk menciptakan produk, proses dan jasa baru ;

Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 tahun 2002).

INNOVATION : The successful exploitation of a new idea Markets Technology Opportunity Creativity Sumber: Mitra (2001). INOVASI : Eksploitasi (= pendayagunaan) yang berhasil dari suatu gagasan baru

Add a comment

Related pages

RKPD 2014 Perubahan - Scribd - Read books, audiobooks, and ...

Penyiaran, Kegiatan Penyelenggaraan Sarana Telekomunikasi dan Desiminasi Informatika, Kegiatan Fasilitasi Pemantauan Isi Siaran Radio dan ...
Read more

Life Is Not Begin At Forty

• Ibu Hamidah Ma'ruf, S.Pd. Selaku ... fasilitas litbangyasa yang tersebar di berbagai ... standar yang digunakan dalam industri telekomunikasi.
Read more

RPJMN 2010-2014, BUKU II: Matriks Rencana Tindak K/L

BUKU II: MEMPERKUAT SINERGI ANTAR BIDANG PEMBANGUNAN, MATRIKS RENCANA TINDAK KEMENTERIAN/LEMBAGA by Parjoko MD in Types > Business/Law > Court Filings
Read more

Budisan's Blog: Rekam Jejak Nuklir RI

Batan bertanggung jawab melaksanakan kegiatan litbangyasa dan promosi penggunaan teknologi ... A controversial tale of two parties PD and ...
Read more

DEPUTI BIDANG PENGINDERAAN JAUH

Litbangyasa. Data; Pemanfaatan; Otomatisasi Sistem Pelaporan Penerimaan Data Landsat-8 18-11-2014. Koreksi Radiometrik Data Satelit Spot-6 17-11-2014.
Read more