Laporan Praktikum Kimia Hidrolisis Beberapa Garam

44 %
56 %
Information about Laporan Praktikum Kimia Hidrolisis Beberapa Garam
Education

Published on May 9, 2014

Author: UlquiorraSchifferEspada04

Source: slideshare.net

X I . I P A . C I B I Page 1 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA “HIDROLISIS BEBERAPA JENIS GARAM” Oleh : - Delitha Juleitha (05) - Dewi Audina Silamba (06) - Estevani Linggi Tambane (08) - Fawcet Jenusdy Makay (09) - Imanuella Pani Eka Putri (11) - Tuty Awaliyah Arma (26) SMA NEGERI 1 RANTEPAO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

X I . I P A . C I B I Page 2 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya. Sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini. Dalam pembuatan laporan ini tak sedikit kesulitan yang kami alami, akan tetapi usaha keras, bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak serta ketekunan, ketabahan dan kesabaran disertai dengan doa kunci kesuksesan yang di Anugrahkan Tuhan, karena takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Kami sadar bahwa materi yang kami sajikan dalam bentuk laporan ini jauh dari kesempurnaan disebabkan karena keterbatasan kami baik itu informasi, maupun waktu. Namun dalam penulisan ini kami pun tidak kenal lelah untuk bisa menyelesaikannya. Tim Penyusun Kelompok 5

X I . I P A . C I B I Page 3 DAFTAR ISI Halaman Judul………………………………………………………………………………………………………………… 1 Kata Pengantar………………………………………………………………………………………………………………. 2 Daftar isi………………………………………………………………………………………………………………………….. 3 Pendahuluan…………………………………………………………………………………………………………………….. 4 A. Latar Belakang B. Tinjauan Praktikum C. Tujuan Praktikum D. Manfaat Praktikum Tinjuan Pustaka……………………………………………………………………………………………………………… 6 Pembahasan……………………………………………………………………………………………………………………… 9 A. Tujuan B. Alat dan Bahan C. Langkah Kerja D. Data Pengamatan E. Pertanyaan dan Jawaban Penutup……………………………………………………………………………………………………………………………. 15 A. Kesimpulan B. Saran

X I . I P A . C I B I Page 4 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Garam telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat luas. Garam di dalam kimia Di dalam kehidupan sehari-hari, garam dikenal sebagai bumbu masak yang memberi rasa asin pada masakan. Sementara itu, di dalam konsep kimia, garam merupakan senyawa ion yang terbentuk dari penggabungan ion negatif sisa asam dengan ion positif sisa basa. Karena merupakan gabungan dari ion-ion sisa asam dan sisa basa, maka garam umumnya berbentuk larutan. Dalam konsep kimia, dikenal tiga jenis garam yaitu: 1. Garam yang bersifat netral, berasal dari asam kuat dan basa kuat. 2. Garam yang bersifat asam, berasal dari asam kuat dan basa lemah. 3. Garam yang bersifat basa, berasal dari asam lemah dan basa kuat. dan 4. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah. Hidrolisis garam berdasarkan reaksi hidrolisis, yaitu reaksi zat dengan air, garam- garam bila direaksikan dengan air akan menghasilkan beberapa zat. Hidrolisis garam yang bersifat asam akan menghasilkan ion H3O+ yang bersifat asam. Sementara hidrolisis garam yang bersifat basa akan menghasilkan ion OH- yang bersifat basa. Hidrolisis garam netral tidak menghasilkan zat apapun. Garam dapur yang telah banyak dikenal juga merupakan senyawa ion dengan rumus kimia NaCl. Bentuk padat garam ini diperoleh melalui proses kristalisasi. Garam ini berasal dari asam kuat HCl dan basa kuat NaOH, sehingga termasuk garam netral. Karena hidrolisis garam netral tidak menghasilkan zat apapun, maka garam ini (NaCl) bisa dikonsumsi karena tidak mengubah keseimbangan asam basa di dalam tubuh.

X I . I P A . C I B I Page 5 2. Rumusan Masalah Ada beberapa larutan garam yang akan diuji, dari larutan garam tersebut dibuktikan bahwa larutan garam memiliki sifat yang berbeda – beda tergantung PH nya. 3. Tujuan Praktikum Mengetahui sifat asam / basa beberapa larutan garam. 4. Manfaat Praktikum Dapat diketahui sifat asam atau basa dari beberapa larutan garam.

X I . I P A . C I B I Page 6 TINJAUAN PUSTAKA Ada Empat Jenis Garam, Yaitu; 1. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Kuat. Asam kuat dan basa kuat bereaksi membentuk garam dan air. Kation dan anion garam berasal dari elektrolit kuat yang tidak terhidrolisi, sehingga larutan ini bersifat netral, Ph =7. Contoh : Larutan KCl berasal dari basa kuat KOH terionisasi sempurna membentuk kation dan anionnya. KOH terionisasi menjadi H+ dan Cl- . Maing-masing ion tidak beraksi dengan air, reaksinya dapat ditulis sebagai berikut : KCl (aq) K+ (aq) + Cl- (aq) K+ (aq) + H2O(l) Cl- (aq) + H2O (l) 2. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Lemah. Garam yang terbentuk dari asam kuat dengan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian (parsial) dalam air. Garam ini mengandung kation asam yang mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat asam, pH <7. Contoh : Amonium klorida (NH 4 Cl) merupakan garam yang terbentuk dari asam kuat, HCl dalam basa lemah NH 3 . HCl akan terionisasi sempurna menjadi H + dan Cl - sedangkan NH 3 dalam larutannya akan terionisasi sebagian membentuk NH 4 + dan OH - . Anion Cl - berasal dari asam kuat tidak dapat terhidrolisis, sedangkan kation NH 4 +berasal dari basa lemah dapat terhidrolisis. NH 4 Cl (aq) → NH 4 + (aq) + Cl - (aq) Cl - (aq) + H 2 O (l) → NH 4 + (aq) + H 2 O (l) → NH 3(aq) + H 3 O + (aq)

X I . I P A . C I B I Page 7 Reaksi hidrolisis dari amonium (NH 4 + ) merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi ini menghasilkan ion oksonium (H 3 O + ) yang bersifat asam (pH<7). Secara umum reaksi ditulis: BH + + H 2 O → B + H 3 O + 3. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Kuat Garam yang terbentuk dari asam lemah dengan basa kuat mengalami hidrolisis parsial dalam air. Garam ini mengandung anion basa yang mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat basa (pH > 7). Contoh : Natrium asetat (CH 3 COONa) terbentuk dari asam lemah CH 3COOH dan basa kuat NaOH. CH 3 COOH akan terionisasi sebagian membentuk CH 3 COO - dan Na + . Anion CH 3 COO - berasal dari asam lemah yang dapat terhidrolisis, sedangkan kation Na + berasal dari basa kuat yang tidak dapat terhidrolisis. CH 3 COONa (aq) → CH 3 COO - (aq) + Na + (aq) Na + (aq) + H 2 O (l) → CH 3 COO - (aq) + H 2 O(l) → CH 3 COOH (aq) + OH - (aq) Reaksi hidrolisis asetat (CH 3 COO - )merupakan reaksi kesetimbangannya. Reaksi ini menghasilkan ion OH - yang bersifat basa (pH > 7). Secara umum reaksinya ditulis: A - + H 2 O → HA + OH – 4. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Lemah Asam lemah dengan basa lemah dapat membentuk garam yang terhidrolisis total (sempurna) dalam air. Baik kation maupun anion dapat terhidrolisis dalam air. Larutan garam ini dapat bersifat asam, basa, maupun netral. Hal ini bergantung dari perbandingan kekuatan kation terhadap anion dalam reaksi dengan air.

X I . I P A . C I B I Page 8 Contoh Suatu asam lemah HCN dicampur dengan basa lemah, NH 3 akan terbentuk garam NH 4 CN. HCN terionisasi sebagian dalam air membentuk H + dan CN - sedangkan NH 3 dalam air terionisasi sebagian membentuk NH4+ dan OH-. Anion basa CN - dan kation asam NH4 + dapat terhidrolisis di dalam air. NH 4 CN (aq) → NH 4 + (aq) + CN - (aq) NH 4 + (aq) + H 2 O → NH 3(aq) + H 3 O (aq) + CN - (aq) + H 2 O (e) → HCN (aq) + OH - (aq) Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya (Ka dan Kb) - Jika Ka < Kb (asam lebih lemah dari pada basa) maka anion akan terhidrolisis lebih banyak dan larutan bersifat basa. - Jika Ka > Kb (asam lebih kuat dari pada basa) maka kation akan terhidrolisis lebih banyak dalam larutan bersifat asam.

X I . I P A . C I B I Page 9 PEMBAHASAN A. Tujuan : Menentukan ciri-ciri beberapa jenis garam yang dapat terhidrolisis di dalam air B. Alat dan Bahan : No. Alat dan Bahan Gambar 1 Tabung reaksi 2 Pipet tetes 3 Kertas Lakmus Merah & Biru

X I . I P A . C I B I Page 10 4 Larutan NaCl 0,1 M 5 Larutan KCl 0,1 M 6 Larutan CH3COONa 0,1 M

X I . I P A . C I B I Page 11 7 Larutan Na2CO3 0,1M 9 Larutan NH4Cl 0,1 M C. Langkah kerja : 1. Bersihkan alat dan bahan. 2. Masukkan setiap larutan ke dalam tabung reaksi masing-masing 5mL. 3. Celupkan kertas lakmus merah ke dalam setiap larutan. Amati perubahan kertas lakmus merah. 4. Celupkan kertas lakmus biru ke dalam setiap larutan. Amat perubahan kertas lakmus biru.

X I . I P A . C I B I Page 12 D. Data Pengamatan Larutan Perubahan warna Kesimpulan Lakmus Merah Lakmus Biru NaCl 0,1 M Merah Biru Berasal dari basa kuat dan asam kuat sehingga pH = 7 (Netral) KCl 0,1 M Merah Biru Berasal dari basa kuat dan asam kuat sehingga pH = 7 (Netral) CH3COONa 0,1 M Biru Biru Berasal dari asam lemah dan basa kuat sehingga pH > 7 (Basa) Na2CO3 0,1 M Biru Biru Berasal dari asam lemah dan basa kuat sehingga pH > 7 (Basa) NH4Cl 0,1 M Merah Merah Berasal dari basa lemah dan asam kuat sehingga pH < 7 (Basa)

X I . I P A . C I B I Page 13 E. Pertanyaan & Jawaban 1. Sebutkan larutan yang mengandung asam lemah. Jelaskan alasan Anda Jawab : Larutan yang mengandung asam lemah adalah - CH3COONa Garam ini terbuat dari CH3COOH + NaOH  CH3COONa + H2O Yang mengandung asam lemah CH3COOH yang merupakan basa lemah. - Na2CO3 Garam ini terbuat dari NaOH + H2CO3  Na2CO3 + H2O Yang mengandung asam lemah H2CO3 yang merupakan asam lemah. 2. Sebutkan larutan yang mengandung basa lemah. Jelaskan alasan Anda Jawab : Larutan yang mengandung basa lemah adalah - NH4Cl Garam ini terbuat dari HCl + NH4OH  NH4Cl. Yang mengandung asam lemah NH4OHyang merupakan basa lemah. 3. Sebutkan larutan yang terhidrolisis beserta reaksinya Jawab : Larutan yang terhidrolisis adalah larutan yang mengandung asam lemah atau basa lemah, maka larutan yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Larutan yang terhidrolisis adalah - NH4Cl Akan mengion menjadi NH4Cl  NH4 + + Cl – Dan hidrolisis terjadi pada ion NH4 + NH4 + + H2O  NH4OH + H+. Pelepasan ion H+ tersebut membuat larutan menjadi bersifat asam.

X I . I P A . C I B I Page 14 - CH3COONa Akan mengion menjadi CH3COONa  CH3COO- + Na+ Dan hidrolisis terjadi pada ion CH3COO- CH3COO- + H2O  CH3COOH + OH-. Pelepasan ion OH- tersebut membuat larutan menjadi bersifat basa. - Na2CO3 Akan mengion menjadi Na2CO3  CO3 2-+ 2Na+ Dan hidrolisis terjadi pada ion CH3COO- CO3 2-+ H2O  H2CO3 + OH-. Pelepasan ion OH- tersebut membuat larutan menjadi bersifat basa. .

X I . I P A . C I B I Page 15 PENUTUP A. Kesimpulan Sifat asam atau basa beberapa larutan garam yang di uji, dapat diketahui dengan menggunakan kertas lakmus. Dan dari percobaan ini kita dapat mengetahui bahwa tidak semua garam dapat terhidrolisis, hanya garam yang mengandung asam lemah dan basa lemah saja yang dapat terhidrolisis. Dan juga garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral (pH = 7) B. Saran Bagi para pembaca yang berminat untuk melakukan eksperimen mengenai “Pengaruh perubahan konsentrasi terhadap pergeseran kesetimbangan” - Diperlukan kesabaran dan ketelitian dalam melakukan praktikum, agar meminimalisir kesalahan yang terjadi . - Sebelum melakukan praktikum kita harus memperhatikan kebersihan alat dan bahan . - Sangat diperlukan partisipasi dari anggota kelompok saat melakukan praktikum agar semua anggota dapat menambah wawasan yang mereka dapat dalam melakukan praktikum tersebut.

Add a comment

Related presentations

Related pages

All About My Life: Laporan Praktikum "Hidrolisis Garam"

Laporan Praktikum "Hidrolisis Garam" ... Beberapa jenis garam berdasarkan komponen asam basa pembentuknya. ... Rumus Kimia. Sifat. Rumus Kimia.
Read more

SatuDuaTiga: Laporan Praktikum Kimia Hidrolisis Garam

Laporan Praktikum Kimia Hidrolisis Garam. LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA. HIDROLISIS GARAM. Disusun oleh : ... Hidrolisis Beberapa Jenis Garam. A. TUJUAN.
Read more

perislentheng

... sehingga laporan berjudul “Hidrolisis Garam ... basa beberapa larutan garam. Dan semoga laporan ini ... LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA Hidrolisis Garam ...
Read more

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA PH ASAM-BASA DAN GARAM

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ... pada garam yang mengalami hidrolisis terdapat ... 6.1 Kesimpulan Ada beberapa kesimpulan dari hasil praktikum ini ...
Read more

Praktikum kimia, hidrolisis - Scribd

Praktikum kimia, hidrolisis ... Hidrolisis garam sebenarnya adalah ... 2.1 TUJUAN Dalam eksperimen ini akan diselidiki sifat beberapa larutan garam di ...
Read more