Laporan Kompetisi intra dan ekstra spesies(LIMITED EDITION)

50 %
50 %
Information about Laporan Kompetisi intra dan ekstra spesies(LIMITED EDITION)
Books

Published on March 12, 2014

Author: mulkianeukatjeh

Source: slideshare.net

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Individu tanaman dalam satu komunitas saling berinteraksi, baik interaksi tumbuhan sejenis (intra spesies) maupun interaksi dengan jenis lain (ekstra spesies). Interaksi tersebut dapat saling menguntungkan atau merugikan salah satu daripadanya. Dengan kata lain interaksi tersebut dapat bersifat mutualistic atau kompetitif. Individu tanaman akan berkompetisi satu dengan yang lainnya dalam memanfaatkan sumber daya seperti unsur hara, air, udara, cahaya, ruangan dan sebagainya. Umumnya persaingan antara tumbuhan sejenis lebih ketat dari pada persaingan tumbuhan yang berlawanan jenis. Hal tersebut disebabkan oleh karena kebutuhan terhadap sumber daya yang relative sama dengan jumlah maupun jenisnya. Malah satu jenis dengan jenis lainnya bila tumbuh berdekatan akan saling menguntungkan, sehingga tidak saling terjadi penekanan. Pengaturan populasi tanaman pada hakikatnya adalah pengaturan jarak tanam yang nantinya akan berpengaruh pada persaingan dalam penyerapan zat hara, air, dan cahaya matahari. Jika hal tersebut tidak diatur dengan baik , hasil tanaman akan ikut terpengaruh. Jarak tanam rapat akan mengakibatkan terjadinya suatu kompetisi, baik inter maupun intra spesies. Penelitian tentang jarak tanam menunjukkan bahwa semakin rapat jarak tanam maka semakin tinggi tanaman tersebut dan secara nyata akan berpengaruh terhadap jumlah cabang, luas permukaan daun dan pertumbuhan tanaman. Mengingat pentingnya mengengetahui jarak tanaman ideal untuk pertumbuhan tanaman, maka dilakukan penelitian tentang kompetisi yang terjadi pada tanaman yang sejenis maupun berbeda spesies. Kacang hijau dan jagung merupakan jenis tumbuhan dengan habitat yang berbeda. Akan tetapi, jika keduanya ditanam pada satu media bukan tidak mungkin akan terjadi suatu interaksi. Interaksi tersebut tentu saja berupa kompetisi dimana keduanya tidak hanya memperebutkan tempat tumbuh, tetapi juga saling memperebutkan unsur hara, air dan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Hal ini berarti terjadi tumpang tindih relung ekologi antara kacang hijau dan jagung. Tumpang tindihnya relung ekologi antara kacang hijau dan Jagung akan mempengaruhi pertumbuhan dan daya hidup keduanya. Oleh karena itulah percobaan ini dilakukan sehingga dapat diketahui pengaruh kompetisi terhadap pertumbuhan kacang hijau dan jagung. 1.2. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa mampu mengevaluasi sejauh akan terjadi persaingan antara beberapa tanaman pertanian yang ditanam berdekatan dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas.

II. TINJAUAN PUSTAKA Faktor-faktor lingkungan akan mempengaruhi fungsi fisiologis tanaman. Respons tanaman sebagai akibat faktor lingkungan akan terlihat pada penampilan tanaman. Tumbuhan menyesuaikan diri dengan lingkungannya, disini terlihat bahwa tumbuhan saling mempengaruhi dengan lingkungannya. Begitu pula biasanya vegetasi yang tumbuh disekitar ekosistem tersebut juga spesifik atau tertentu. Karena hanya tumbuhan yang sesuai dan cocok saja yang dapat hidup berdampingan. Tumbuhan pun mempunyai sifat menolak terhadap tumbuhan yang tidak disukainya, yaitu dengan mengeluarkan zat kimia yang dapat bersifat bagi jenis tertentu. Sifat tersebut dinamakan allelopati (Irwan,2007). Kompetisi adalah interakksi antar individu yang muncul akibat kesamaan kebutuhan akan sumberdaya yang bersifat terbatas, sehingga membatasi kemampuan bertahan (survival), pertumbuhan dan reproduksi individu penyaing, sedangkan kompettisi didefinisikan sebagai interaksi antar individu yang berakibat pada pengurangan kemampuan hidup mereka. Kompetisi dapat terjadi antar individu (intraspesifik) dan antar individu pada satu spesies yang sama atau interspesifik. Kompetisi dapat didefenisikan sebagai salah satu bentuk interaksi antar tumbuhan yang saling memperebutkan sumber daya alam yang tersedia terbatas pada lahan dan waktu sama yang menimbulkan dampak negatif terhadap pertumbuhan dan hasil salah satu jenis tumbuhan atau lebih. Sumber daya alam tersebut, contohnya air, hara, cahaya, CO2, dan ruang tumbuh (Kastono,2005). Secara teoritis ,apabila dalam suatu populasi yang terdiri dari dua spesies , maka akan terjadi interaksi diantara keduanya. Bentuk interaksi tersebut dapat bermacam-macam,salah satunya adalah kompetisi. Kompetisi dalam arti yang luas ditujukan pada interaksi antara dua organisme yang memperebutkan sesuatu yang sama. Kompetisi antar spesies merupakan suatu interaksi antar dua atau lebih populasi spesies yang mempengaruhi pertumbuhannya dan hidupnya secar merugikan.Bentuk dari kompetisi dapat bermacam-macam. Kecenderungan dalam kompetisi menimbulkan adanya pemisahan secara ekologi , spesies yang berdekatan atau yang serupa dan hal tersebut di kenal sebagai azaz pengecualian kompetitif ( competitive exclusion principles ) .Kompetisi dalam suatu komunitas dibagi menjadi dua , yaitu kompetisi sumber daya (resources competition atau scramble atau exploitative competition ), yaitu kompetisi dalam memanfaatkan secara bersama-sama sumber daya yang terbatas Inferensi (inference competition atau contest competition), yaitu usaha pencarian sumber daya yang menyebabkan kerugian pada individu lain, meskipun sumber daya tersebut tersedia secara tidak terbatas. Biasanya proses ini diiringai dengan pengeluaran senyawa kimia (allelochemical) yang berpengaruh negatif pada individu lain (Noughton,1990).

III. METODOLOGI PERCOBAAN 3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum kompetisi ekstra dan intra spesies ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas syiah kuala pada hari rabu tanggal 3.2. Alat dan bahan 1) Benih (kacang hijau dan jagung manis) 2) Pupuk kandang, pupuk urea, SP 36 dan KCL 3) Insektisida dan fungisida 4) Alat (cangkul, gembor, meteran, timbangan dan lain-lain 3.3. Prosedur kerja 1) Setiap kelompok terdiri dari 6 orang, cangkul tanah sedalam ± 20 cm, selanjutnya buatlah bedengan dengan ukuran 2 m x 1 m. setiap grup sebanyak 3 bedeng, yaitu untuk kacang hijau, jagung manis (monokultur) dan untuk tumpang sari jagung dan kacang hijau. 2) Dua hari sebelum tanam taburkan pupuk kandang yang sudah terdekomposisi sempurna ke atas bedengan selanjutnya aduk rata dengan tanah lapisan atas. Dosis pupuk kandang adalah 10 ton/ha (3 kg/bedeng). 3) Pemupukan Pupuk urea untuk jagung manis monokultur dan tumpang sari 250 kg/ha (100 g/plot) pupuk SP 36 dan KCL dengan dosis 150 kg/ha (60 g/bedeng). Pupuk urea diberikan 2 tahap untuk jagung, dosis pada saat tanam dan ½ dosis lagi umur 30 HST. Pupuk SP 36 dan KCL seluruh dosis diberikan pada saat tanam. Cara pemupukan diberikan dengan membuat larikan disamping tanaman (lubang tanam). 4) Buatlah lubang pada setiap bedeng dengan alat tugal,jarak tanam untuk jagung manis adalah 80 cm x 40 cm, kacang hijau 20 cm x 20 cm, tanam kacang hijau diantara jagung, setiap lubang tanam ditanam 3 benih (untuk jagung maupun kacang hijau). Pada umur 10 hari setelah tanam (HST) dilakukan penjarangan, yaitu setiap lubang tanam tinggalkan 2 tanaman yang bagus pertumbuhannya. Denah bedengan penanaman jagung dan kacang hijau adalah sebagai berikut : 5) Pemeliharaan Segera setelah penanaman lakukan penyiraman, penyiraman dilakukan setiap hari kecuali hari hujan. Penyiangan rumput dilakukan pada umur 15 dan 30 hari setelah tanam atau tergantung pada keadaan di lapangan, pada saat itu juga dilakukan pembumbunan dan penggemburan tanah di sekitar tanaman.

6) Pengamatan a) Amatilah tinggi tanaman jagung manis dan kacang hijau pada umur 2, 4, 6 dan 8 minggu setelah tanaman diukur mulai dari pangkal batang sampai ujung daun tertinggi masing-masing 10 tanaman sampel. b) Jumlah daun jagung umur 2, 4, 6 dan 8 minggu setelah tanam. c) Jumlah cabang untuk tanaman kacang hijau pada umur 2, 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam. d) Berat tongkol jagung berkelobot dan tanpa kelobot pertanaman serta panjang tongkol. e) Jumlah polong kacang hijau pertanaman dan berat biji kering per tanaman. f) Hitung berat tongkol berkolot per hektar dan berat biji kering kacang hijau perhektar. g) Hitung nisbah kesetaraan lahan. h) Hitung indeks kompetisi.

4.2 Pembahasan Faktor-faktor yang mempengaruhi kompetisi antar tumbuhan dapat berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internalnya yaitu kemampuan biji atau tumbuhan tersebut untuk bertahan hidup berdampingan dengan tumbuhan lain.Faktor eksternal yang menjadi perebutan antar tanaman diantaranya intensitas cahaya, unsur hara, suhu, air, oksigen , dan karbondioksida. Selain faktor yang menjadi perebutan, ada juga faktor yang mempengaruhi keadaan fisiologis pertumbuhan tanaman diantaranya kondisi tanah, kelembaban tanah, udara,angin, dan gangguan dari spesies-spesies tertentu di suatu habitat juga dapat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan fisiologis tumbuhan. Biji suatu tanaman dapat mengakhiri masa dormansinya apabila terdapat faktor-faktor yang mengukung pemutusan dormansi. Beberapa hal yang berpengaruh terhadap pemutusan dormansi biji adalah struktur biji itu sendiri, sedangkan faktor lingkungan yang berpengaruh adalah kadar air, kelembaban tanah, suhu tanah, intensitas cahaya dan faktor fisik lainnya. Ruang merupakan faktor yang penting dalam persaingan antar spesies karena ruang sebagai tempat hidup dan sumber nutrisi bagi tumbuhan. Ruang yang besar dapat menyebabkan tingginya tingkat persaingan. Faktor utama yang memengaruhi persaingan antar jenis tanaman yang sama diantaranya adalah kerapatan. Pengaruh kerapatan tanaman terhadap diameter dan tinggi tanaman yaitu semakin besar kerapatan tanaman maka semakin kecil diameter dan tinggi tanaman dan semakin kecil kerapatan tanaman maka semakin besar diameter dan tinggi tanaman yang ada. Hal ini disebabkan karena kerapatan yang besar berarti jumlah tanaman sejenis banyak tumbuh di ruang sempit, saling berkompetisi untuk mendapatkan air, dan nutrisi yang jumlahnya terbatas. Kompetisi intra adalah persaingan yang terjadi pada tanaman yang ditanam pada tempat yang sama. Kompetisi dapat terjadi karena tumbuhan tersebut saling memperebutkan unsur hara yang terdapat dalam tanah dimana kedua tanaman tersebut ditanam. Terjadinya kompetisi antara tanaman sejenis tersebut mengakibatkan pertumbuhannya terhambat.

V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan interaksi antara satu populasi dengan populasi lain atau antara satu individu dengan individu lain adalah bersifat persaingan (kompetisi). Persaingan terjadi bila kedua individu mempunyai kebutuhan sarana pertumbuhan yang sama sedangkan lingkungan tidak menyediakan kebutuhan tersebut dalam jumlah yang cukup. Faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan intraspesifik dan interspesifik adalah kepadatan atau jarak tanaman, luas lahan tanam, jenis tanaman, dan waktu lamanya tanaman hidup. Semakin rapat jarak suatu tanaman maka pertumbuhannya akan semakin terhambat karena persaingan mendapatkan sumber daya atau unsur hara dari tanah semakin ketat. Cepat atau lambatnya perkecambahan pada tanaman juga berpengaruh terhadap menangnya suatu tanaman dalam berkompetisi. Terjadinya kompetisi antar tanaman dapat menyebabkan tanaman mati. 5.2 Saran Praktikan sebaiknya sungguh-sungguh diikuti dan harus memahami materi dengan baik serta menjaga ketertiban agar praktikum dapat berjalan dengan lancar.

DAFTAR PUSTAKA Irwan.2007.Prinsip-Prinsip Ekologi. Jakarta: Bumi Aksara. Kastono.2005.Ekologi Hutan. Bumi Aksara: Jakarta Noughton.1990.Ekologi Umum edisi Ke 2. UGM Press Yogyakarta Soemarwoto.1983.Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Penerbit Djambatan. Jakarta Fadlah,S.2011.Laporan praktikum biologi (http://syara-fadlah.blogspot.com/2011/11/laporan- praktikum-ekologi-kompetisi.html)

LAMPIRAN 1). Masa pertumbuhan jagung dan kacang hijau dari hari ke hari

2). Pertumbuhan jagung dan kacang hijau siap panen

3). Pasca Panen

4). Penimbangan

Add a comment

Related presentations

Related pages

Headspace

Headspace is helping cause a cultural shift in how we think and talk about meditation. Meditation for the masses. Andy Puddicombe is doing for meditation ...
Read more

FanDuel: Daily Fantasy Football, MLB, NBA, NHL Leagues for ...

“A normal week on FanDuel... has $2* Million up for grabs” *Now $75 Million projected avg. TechCrunch
Read more

Individual | Define Individual at Dictionary.com

to number individual copies of a limited edition. 8. ... a set of individual coffee ... individuum was used in sense of "individual member of a species ...
Read more

Lamborghini Gallardo - Wikipedia, the free encyclopedia

These were based on the limited edition Gallardo SE. ... sounded better under full throttle and the extra power and lower gearing ... driven by Dan ...
Read more

Max Muscle Sports Nutrition

Max Muscle, established in 1990, ... MAXPRO ELITE Limited Edition. EggNog & Pumpkin Spice in stores this month! LEARN MORE! Find A Store. Hot Product.
Read more

Home | Pernod Ricard

limited edition voted by its fans. Read ... Pernod Ricard encourages responsible consumption that favors conviviality and discourages abuse and ...
Read more

Paranoia (role-playing game) - Wikipedia, the free ...

Paranoia Second Edition: Dan ... A limited edition (100 copies) of Paranoia: ... ran an article about Paranoia as one of their "Extra Life" columns ...
Read more

Google

Account Options. Log ind; Søgeindstillinger; Webhistorik ×
Read more