Kurikulum sadar lingkungan cegah kebakaran1;WORO HANDAYANI SPd

50 %
50 %
Information about Kurikulum sadar lingkungan cegah kebakaran1;WORO HANDAYANI SPd

Published on September 14, 2015

Author: worohandayani1

Source: slideshare.net

1. (NASKAH) JUDUL MEMUNCULKAN KURIKULUM SADAR LINGKUNGAN CEGAH BAKAR SAMPAH, DAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN GUNA MENANAMKAN MIDSET ANTI PEMBAKARAN PERKEBUNAN/HUTAN Dengan kerendahan hati penulis bukan bermaksud menggurui, namun sebagai wujud keprihatinan sebagai warga Provinsi Jambi yang sedang dilanda bencana asap kebakaran lahan perkebunan, penulis berusaha memberikan sumbang saran dan sikap yang dapat ditempuh oleh berbagai pihak, dengan harapan Provinsi Jambi bebas dari bencana asap Ny.WORO HANDAYANI,SPd,MPd Jambi, September 2015

2. 2 MEMUNCULKAN KURIKULUM SADAR LINGKUNGAN CEGAH BAKAR SAMPAH, DAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN GUNA MENANAMKAN MIDSET ANTI PEMBAKARAN PERKEBUNAN/HUTAN Oleh Woro Handayani,SPd,MPd. Perlu diketahui bersama bahwa kondisi udara Kota Jambi pada saat ini terasa menyesakkan pernafasan pada setiap warga Jambi, penyakit ISPA sudah menjangkiti masyarakat, demam, batuk, tenggorokan terasa panas, sakit, dan mata terasa pedih apabila berada dihalaman ataupun dijalan raya. Hal ini menunjukkan bahwa Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dalam kondisi semakin meningkat dan sepertinya sudah barang tentu dalam kategori berbahaya, sebagaimana yang telah informasi oleh BLHD Provinsi Jambi. Peningkatan ISPU ini akan terus terjadi dalam beberapa hari ini bahkan diprediksi akan terus berlangsung selama 1(satu) bulan kedepannya. Peningkatan ISPU cukup meningkat drastis, kondisi seperti ini terpantau pada tanggal 3 September 2015 ISPU berada pada level 162 dengan kategori tidak sehat, Kemudian pada hari Senin tanggal 6 September 2015 ISPU berada pada angka capaian 183 dengan kategori tidak sehat, berlanjut lagi pada hari Selasa tanggal 7 September 2015 ISPU berada pada angka 216 dalam kategori tidak sehat. Hari Rabu tanggal 9 September 2015 posisi ISPU diangka 324, kemudian hari Kamis tanggal 10 September 2015 peringkat ISPU pada angka 306, Bahkan terjadi peningkatan ISPU berlanjut pada hari berikutnya ISPU mencapai angka 291 sampai dengan angka 324 pada hari Jumat tanggal 11 September 2015 capaian ISPU pada angka 360, hari Sabtu tanggal 12 September 2015 angka ISPU menjadi 409 dengan kategori berbahaya. Berdasarkan keterangan BLHD Prov. Jambi angka capaian ISPU kategori diatas 300 adalah kualitas udara yang berbahaya dan tentunya akan sangat merugikan bagi kesehatan warga Prov.Jambi, mengganggu kegiatan penerbangan dan pelayaran, aktifitas belajar mengajar (pendidikan) siswa dan guru menjadi terhenti akibat sekolah diliburkan, mengganggu usaha dan budidaya perikanan serta pertanian, mengganggu perekonomian masyarakat yang sekarang ini sedang dilanda krisis ekonomi.

3. 3 ISPU didapat dari alat HVAS yang dioperasionalkan di Kota Baru Jambi, kegiatan Update secara berkala setiap pukul 15.00 wib, Terpantau berdasarkan laporan BLHD Prov Jambi Seringnya kita lihat dijalan, sekolahan, perkantoran instansi pemerintahan, lokasi pasar malam dan komedi putar, lokasi wisata, terminal, bandara, pelabuhan, diatas kendaraan umum (bus, travel, kereta api dll) terpantau orang, oknum, warga membuang sampah sembarangan, demikian pula ada yang sadar menyapu dan membersihkan sampah dihalaman masing-masing warga, lokasi perkantoran, sekolah, pasar yang mereka lakukan adalah menyalakan api dan membakar sampah dilokasi tersebut, bayangkan apabila yang membakar lebih dari 100.000 (seratus ribu) warga masyarakat pastilah akan menimbulkan masalah asap terhadap lingkungan. Setiap individu keluarga sudah barang tentu mereka memiliki anak, apabila keberadaan ayah bundanya sering membakar sampah didepan mata sang anak tentulah hal ini merupakan proses pembelajaran dan proses percontohan yang akan selalu melekat pada diri sanubari anak tersebut sampai akhir hayat. Kebiasaan rajin membakar sampah dilingkungan perumahan warga adalah kebiasaan yang menyertai pada setiap anak (kecuali diperkotaan elit /pemukiman kelas atas yang sudah tertata manajemen sampahnya dan prosentase lebih kecil), artinya ada yang salah dalam pola perilaku warga, hal ini merupakan kebiasaan yang memang tidak disadari akan berakibat merugikan dan mencemari udara yang akhirnya berbalik merugikan warga itu sendiri. Kondisi seperti ini sudah barang tentu siapapun tidak mau dipersalahkan, langkah yang kurang bijak apalagi mencari kambing hitam atau dengan kata lain sasaran atau korban yang harus dihujat , atau dipersalahkan. Mengambil sikap politik marah, sikap emosional yang meledak dan menyalahkan pihak-pihak terkait tidak akan menyelesaikan permasalahan bahkan cenderung akan memperkeruh suasana kebatinan, yang pada ujungnya adalah terbentuknya sikap cerai berai, masa bodoh, serta tidak kompak dalam mengatasi situasi serius ini diperlukan langkah tindakan yang berani, cepat, tanggap dan taktis, serta membutuhkan penanganan cepat tanggap darurat. Dengan segala kerendahan hati, penulis bukan bermaksud menggurui kepada siapapun, namun sebagai wujud keprihatinan penulis sebagai warga Provinsi Jambi yang sedang dilanda kesedihan akibat dari bencana asap akibat

4. 4 dari kebakaran perkebunan, penulis berusaha memberikan sumbang saran dan sikap yang harus ditempuh oleh para pemangku kebijakan dibidang pendidikan, antara lain adalah sebagai berikut : 1). Dalam rekrutmen tenaga pendidik, prioritaskan mereka yang memiliki skill /keahlian pengetahuan tentang kesadaran terhadap lingkungan, utamakan para pelopor cinta lingkungan. 2). Lakukan monitoring dan Evaluasi pada setiap kegiatan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan pendidik/mutu guru yang telah kita lakukan, siapkan skill ahli lingkungan. 3). Sebagai pemangku kebijakan dibidang pendidikan mempunyai tugas memanusiakan manusia sehingga dalam setiap diri anak didik diupayakan cinta lingkungan alam, terpatri dalam sanubari anak didik untuk mempunyai jiwa yang peduli terhadap mahluk lain sehingga memahami akan perbuatan yang merugikan terhadap orang lain seperti empati terhadap penderitaan masyarakat yang terkena bencana asap akibat membakar lading perkebunan / hutan. 4) memasukan dalam kurikulum pendidikan tentang pentingnya kelestarian hutan,reboisasi dan penanggulangan bencana kebakaran hutan sehingga generasi yang akan datang mempunyai kesadaran akan arti pentingnya menjaga kelestarian tanaman, lingkungan hidup/ hutan, taman hutan kota, taman nasional Kerinci Seblat, taman nasional Bukit Dua Belas, taman nasional Bukit Tiga Puluh sebagai paru-paru dunia dan bumi bergantung pada hutan sebagai penjaga suhu bumi agar tetap stabil (mencegah global warming). 5). Menerapkan pendidikan tentang cinta alam dan arti pentingnya lingkungan mulai dari pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi. Kita semua bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup alam, bertanggung jawab menjaga lingkungan hidup, menanamkan budaya perilaku hemat air bersih dan daur ulang dimulai dengan yang paling sederhana, menanamkan midset perilaku untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menanamkan kebiasaan/ kultur untuk menanam pohon. 6). Terobosan kreatatif (breakthrough) dalam mencari formula mendidik anak untuk cinta tanaman, cinta lingkungan hidup tidak buang dan membakar sampah sembarangan. Siswa didik merasa nyaman dan tidak terpaksa dalam menerima doktrin cinta tanaman, lingkungan hidup, rela dan ikhlas untuk merubah kultur buang dan membakar sampah sembarangan yang mereka terima dari lingkungan masyarakat dimana mereka tinggal.

5. 5 Ingat pepatah, ”jangan menjadi pemadam kebakaran pada setiap kasus bencana, lebih baik mengedepankan upaya cegah tangkal atau upaya preventif dalam capaian solusi tuntas”, menerapkan kurikulum yang berpihak ke alam lingkungan, yang berpihak terhadap kelestarian hutan, siswa-siswi memahami hukum sebab akibat (causalitas) bahwa bencana asap kebakaran adalah karena ulah manusia, oleh karena itu peristiwa kebakaran lahan hutan dan perkebunan menjadi pembelajaran yang sangat mahal bagi kita semua, artinya seharusnya kejadian karlahut sekiranya tidak terulang pada setiap tahunnya karena peristiwa tersebut akan berdampak buruk dan merugikan umat manusia dan semua mahkluk yang ada dimuka bumi ini, merusak ekosistem lingkungan, menambah suasana kekeringan. Semoga sumbang saran yang kami persembahkan menjadi bermanfaat. Amin.

6. 6 KEADAAN DARURAT BENCANA ASAP KARLAHUT YANG MELANDA PROVINSI JAMBI DAN WILAYAH LAINNYA

Add a comment

Related pages

Data Ormas Dan Lsm 2010 s.d 2011

... MM Dadang Darmawan, M. Si Surtrisno, SPd ... SE : Sri Handayani, Amd : H.Z ... UTARA LEMBAGA PEMUDA SADAR LINGKUNGAN LEMBAGA PENDIDIKAN DAN ...
Read more

November 2013 ~ Dian, Guru SD Menulis

Lingkungan sekolah dapat menguatkan kemampuan berpikir anak. ... Semoga para guru sadar untuk selalu menjadi guru murni, ... Di cegah. Yang ...
Read more

Budisan's Blog: Kurikulum 2013, Naif Pusat

BELAKANGAN ramai diperbincangkan pelaksanaan Kurikulum 2013. ... Internet dan Lingkungan Hidup (Rainy MP Hutabarat) Quo Vadis Paket Kebijakan ...
Read more

Budisan's Blog: Ekonomi Kreatif dalam Kurikulum 2013

... serta bisa bertahan hidup dalam lingkungan yang ... Porsi yang kurang dalam kurikulum kita selama ini ... , Ririn Handayani.
Read more