kiamat menurut agama buddha

67 %
33 %
Information about kiamat menurut agama buddha
Education

Published on July 28, 2010

Author: m4t4r4

Source: authorstream.com

Slide 1: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 1 Kiamat Slide 2: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 2 Apakah kiamat akan terjadi pada tahun 2012???? Slide 3: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 3 Proses Kehancuran Bumi dan Isinya Menurut Agama Buddha Slide 4: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 4 Bhikkhu, akan tiba suatu masa setelah bertahun-tahun, ratusan tahun, ribuan tahun, atau ratusan ribu tahun, tidak ada hujan. Ketika tidak ada hujan, maka semua bibit tanaman seperti bibit sayuran, pohon penghasil obat-obatan, pohon-pohon palem dan pohon-pohon besar di hutan menjadi layu, kering dan mati ..... Slide 5: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 5 Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari kedua muncul. Ketika matahari kedua muncul, maka semua sungai kecil dan danau kecil surut, kering dan tiada ..... Slide 6: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 6 Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yanglama, matahari ketiga muncul. Ketika matahari ketiga muncul, maka semua sungai besar, yaitu sungai Gangga, Yamuna, Aciravati, Sarabhu dan Mahi surut, kering dan tiada ..... Slide 7: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 7 Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari keempat muncul. Ketika matahari keempat muncul, maka semua danau besar tempat bermuaranya sungai-sungai besar, yaitu danau Anotatta, Sihapapata, Rathakara, Kannamunda, Kunala, Chaddanta, dan Mandakini surut, kering dan tiada ..... Slide 8: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 8 Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari kelima muncul. Ketika matahari kelima muncul, maka air maha samudra surut 100 yojana*, lalu surut 200 yojana, 300 yojana, 400 yojana, 500 yojana, 600 yojana dan surut 700 yojana. Air maha samudra tersisa sedalam tujuh pohon palem, enam, lima, empat, tiga, dua pohon palem, dan hanya sedalam sebatang pohon palem. Selanjutnya, air maha samudra tersisa sedalam tinggi tujuh orang, enam, lima, empat, tiga, dua dan hanya sedalam tinggi seorang saja, lalu dalam airnya setinggi pinggang, setinggi lutut, hingga airnya surut sampai sedalam tinggi mata kaki. Slide 9: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 9 Para bhikkhu, bagaikan di musim rontok, ketika terjadi hujan dengan tetes air hujan yang besar, mengakibatkan ada lumpur di bekas tapak-tapak kaki sapi, demikianlah dimana-mana air yang tersisa dari maha samudra hanya bagaikan lumpur yang ada di bekas tapak-tapak kaki sapi. Slide 10: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 10 Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari keenam muncul. Ketika matahari keenam muncul, maka bumi ini dengan gunung Sineru sebagai raja gunung-gunung, mengeluarkan, memuntahkan dan menyemburkan asap. Para bhikkhu, bagaikan tungku pembakaran periuk yang mengeluarkan, memuntahkan dan menyemburkan asap, begitulah yang terjadi dengan bumi ini. Slide 11: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 11 Demikianlah, para bhikkhu, semua bentuk (sangkhara) apa pun adalah tidak kekal, tidak abadi atau tidak tetap. Janganlah kamu merasa puas dengan semua bentuk itu, itu menjijikkan, bebaskanlah diri kamu dari semua hal. Slide 12: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 12 Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari ketujuh muncul. Ketika matahari ketujuh muncul, maka bumi ini dengan gunung Sineru sebagai raja gunung-gunung terbakar, menyala berkobar-kobar, dan menjadi seperti bola api yang berpijar. Cahaya nyala kebakaran sampai terlihat di alam Brahma, demikian pula dengan debu asap dari bumi dengan gunung Sineru tertiup angin sampai ke alam Brahma. Slide 13: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 13 Bagian-bagian dari puncak gunung Sineru setinggi 1, 2, 3, 4, 5 ratus yojana terbakar dan menyala ditaklukkan oleh amukan nyala yang berkobar-kobar, hancur lebur. Disebabkan oleh nyala yang berkobar-kobar bumi dengan gunung Sineru hangus total tanpa ada bara maupun abu yang tersisa. Bagaikan mentega atau minyak yang terbakar hangus tanpa sisa. Demikian pula bumi maupun debu tidak tersisa sama sekali. Slide 14: KD 4.2.4 By: Kuntari, S.Ag 14 Jadi… Bagaimanakah kiamat Menurut agama Buddha?

Add a comment

Related presentations

Related pages

Kiamat Menurut Agama Buddha « Buddhism Bar

KIAMAT MENURUT BUDDHA-DHAMMA. Di dalam Buddha-Dhamma dikenal adanya dua siklus dunia tempat kita hidup : 1. Siklus naik. 2. Siklus turun. Satu siklus ...
Read more

Preview DVD Kiamat menurut Agama Buddha - YouTube

Bhikkhu Uttamo menjelaskan kiamat dalam pandangan Agama Buddha. Penjelasan lengkap dapat diperoleh pada DVD "Kiamat Menurut Agama Buddha" yang ...
Read more

capcai blog: Kiamat Menurut Agama Buddha

Tanda-tanda “Akhir-Zaman” menurut Buddha-Dhamma adalah saat timbulnya lima ( 5 ) macam kemerosotan ( kasaya ): 1. Kemerosotan pandangan ( ditthi-sakaya ...
Read more

Kiamat menurut Agama Buddha | Buddhisme

Bhikkhu Uttamo menjelaskan kiamat dalam pandangan Agama Buddha. Beliau menjelaskan tentang pengertian Kiamat, pembagiangian Kiamat dan hakikat kiamat itu ...
Read more

KBMB UNTAN: KIAMAT MENURUT BUDDHA-DHAMMA

KIAMAT MENURUT BUDDHA-DHAMMA Arti kiamat Menurut Kamus besar Indonesia Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Kiamat adalah: 1 n hari kebangkitan ...
Read more

>Kiamat : Versi Buddhis | Agama Buddha

>Kiamat : Versi Buddhis Oleh ... Kiamat atau hancur leburnya bumi kita ini menurut Anguttara Nikaya, ... ← >Keyakinan Dalam Agama Buddha
Read more

TIJAUAN KIAMAT MENEURUT AGAMA BUDHHA DALAM ANGGUTARA ...

Terus berjuang untuk mengapai cita-cita untuk menyebarkan Buddha Dharma
Read more