Kewirausahaan Week 3 (20 September - 26 September 2018)

50 %
50 %
Information about Kewirausahaan Week 3 (20 September - 26 September 2018)

Published on October 29, 2018

Author: YogiKurniawan19

Source: slideshare.net

1. Kewirausahaan Week 3 (Mengubah Pola Pikir dan Motivasi Berprestasi) 20 September-26 September 2018 FORUM: Bagaimana mengimplementasi: Pola fikir dan motivasi berpertasi dalam berbisnis Contoh Implementasi perubahan pola pokir dan motivasi berprestasi dalam berbisnis, antara lain: • Memberi kalimat-kalimat yang positif pada diri sendiri, agar menghilangkan mindset negatif dan memberikan sugesti pada pikiran bawah sadar untuk menjadi kuat, bersemangat, dan mampu menentukan keputusan yang dapat mempengaruhi bisnis kita, bahkan keputusan yang sulit sekalipun. • Selalu berpikir positif untuk meringankan segala hambatan dan kesulitan, sehingga kita mampu mengatasai hambatan tersebut dengan tenang. Sebaliknya apabila kita selalu berpikir negatif, maka hal-hal negatif akan selalu muncul dan mempengaruhi pola pikir. • Wajar apabila seorang wirausaha memiliki rasa takut dan cemas untuk menghadapi kegagalan terhadap bisnis yang dijalaninya. Hal ini dikarenakan terlalu banyak pikiran negatif yang muncul dan mempengaruhi pola pikir. Maka dari itu beri motivasi pada diri sendiri dan percayalah bahwa rasa takut bisa diatasi apabila kita tidak terlalu menghiraukan hal-hal dan pikiran negatif.

2. • Konsisten dan fokus pada hal-hal positif, sehingga kita mampu melihat dari sudut pandang yang berbeda dan mengubah pemikiran negatif menjadi pemikiran yang lebih positif. QUIZ: Buatkan executive summary tentang: Bagaimana Pola fikir dan motivasi berpertasi RINGKASAN EKSEKUTIF BAGAIMANA POLA PIKIR DAN MOTIVASI BERPRESTASI Setiap inidividu tentu memiliki cara atau metode dalam berperilaku, berkegiatan sehari-hari dan dalam berpola pikir. Seringkali pola pikir tersebut menggambarkan sikap dan karakter pada masing-masing individu. Pembentukan pola pikir seseorang dapat didorong oleh adanya motivasi. Motivasi tersebut menjadi acuan bagaimana seseorang akan membentuk pola pikir mereka masing-masing. Pola Pikir atau mindset adalah sekumpulan kepercayaan (belief) atau cara berpikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang, yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidupnya. (Adi W. Gunawan dalam Yoga, 2008). Adi meyakini bahwa belief menentukan cara berpikir, berkomunikasi dan bertindak seseorang. Dengan demikian jika ingin mengubah pola pikir, yang harus diubah adalah belief atau kumpulan belief. Dweck, 2008, mengatakan bahwa “Pandangan yang orang adopsi untuk dirinya sangat mempengaruhi cara orang tersebut mengarahkan kehidupan”. Artinya kepercayaan atau keyakinan seseorang memiliki kekuatan yang dapat

3. mengubah pikiran, kesadaran, perasaan, sikap, dan lain-lain, yang pada akhirnya membentuk kehidupannya saat ini. Apabila disimpulkan pola pikir itu adalah bagaimana pikiran kita mengolah informasi dari panca indra kita yang akhirnya diubah menjadi tindakan sesuai nilai-nilai, keyakinan yang kita miliki. Poin nilai-nilai, keyakinan atau prinsip yang dimiliki seseorang ini yang menyebabkan pola pikir setiap orang berbeda-beda. Jadi pembentukan pola- pola dalam pikiran kita, akan menghsilkan tindakan yang berbeda. Pola pikir ini bisa terbentuk dari cara orang tua mendidik anaknya saat kecil, teman bergaul kita, pendidikan, pengalaman hidup seseorang, dan lain-lain. Pola pikir itu ada yang positif dan ada pula yang negatif. Contoh pola pikir positif: optimis, berpikiran positif, pantang menyerah. Sedangkan pola pikir negtif contohnya: psimis, berburuk sangka, mudah menyerah. Efeknya sudah pasti sangat berbeda jika menghadapi suatu persoalan atau masalah, yang lebih bisa bertahan tentu orang yang memiliki pola pikir yang positif. Kebanyakan orang pasti sudah mengetahui hal ini, namun dalam praktiknya terkadang masih terasa sulit, butuh pembiasaan, dan latihan terus menerus. Ada pepatah yang mengatakan seseorang itu terbentuk berawal dari pola pikirnya, dari pola pikir akan menghasilkan kebiasaan, dari kebiasaan akan menjadi karakter. Jadi butuh waktu dan ketelatenan untuk mengubah suatu pola pikir. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga pola pikir tetap positif antara lain, bergaul dan mencari lingkungan yang memiliki pola pikir yang positif, belajar dan membuka wawasan, niatkan dalak hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menikmati proses, dan berdoa.

4. Motivasi berprestasi pertama kali diperkenalkan oleh Murray (dalam Martaniah, 1998) yang diistilahkan dengan need for achievement dan dipopulerkan oleh Mc Clelland (1961) dengan sebutan “n-ach”, yang beranggapan bahwa motif berprestasi merupakan virus mental sebab merupakan pikiran yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan dengan lebih baik daripada cara yang pernah dilakukan sebelumnya. Motivasi berprestasi yang terjadi pada masa anak-anak tidak hanya ditentukan oleh orang tua saja, tetapi juga dapat berubah karena proses pendidikan, latihan-latihan dan adanya faktor kematangan dan proses belajar pada masa selanjutnya (Mc Clelland dalam Martaniah, 1984). Motivasi berprestasi merupakan suatu hal yang dipelajari, oleh karena itu pembentukannya sangat ditentukan oleh faktor lingkungan terutama keluarga sebagai lingkungan terdekat. Selain itu karena terbentuk dari lingkungan maka kebutuhan berprestasi bisa berubah sejalan dengan perkembangan yang dialami individu yaitu melalui latihan, pendidikan, kematangan dan proses belajar. Heckhausen (Monks dan Haditono,1999) mengatakan bahwa individu yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan motivasi berprestasi rendah memiliki perbedaan. Individu yang memiliki motivasi berprestasi tinggi mempunyai ciri-ciri antara lain, memiliki rasa percaya diri yang besar, berorientasi kemasa depan, suka pada tugas yang memiliki tingkat kesulitan sedang, tidak membuang-buang waktu, memilih teman yang berkemampuan baik dan tangguh dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Individu yang memiliki motivasi berprestasi rendah memiliki ciri-ciri antara lain, bersikap pesimis, orientasi pada masa lampau, menganggap keberhasilan sebagai nasib mujur, menghindari kegagalan, suka memakai cara yang lama, tidak menyenangi

5. pekerjaan pekerjaan yang menuntut tanggung jawab serta tidak berusaha untuk mencari umpan balik dari pekerjaannya. DAFTAR REFERENSI http://rachmatsoegiharto.blogspot.com/2013/04/apa-sih-pola-pikir-itu.html http://riyansblog.blogspot.com/2016/04/mind-set-pola-pikir.html http://mangihot.blogspot.com/2016/10/pengertian-motivasi-berprestasi- menurut.html

Add a comment