KARYA ILMIAH PRODUKSI MEBEL

50 %
50 %
Information about KARYA ILMIAH PRODUKSI MEBEL
Education
ini

Published on March 4, 2014

Author: firdikaarini

Source: slideshare.net

i ABSTRAKSI Diera modern ini, masyarakat banyak sekali yang tidak dapat merawat mebel dengan baik. Padahal untuk di zaman sekarang ini banyak mebel yang berbentuk unik dan menarik. Sekarang inipun tidak banyak ditemukan pengrajin mebel dan orang yang memproduksi mebel. Karena bahan utamanya yang harus diimpor dari luar kota dan harganya pun tidak murah. Masyarakat seharusnya bisa menjaga dan merawat mebel dengan baik supaya mebel tetap bersih dan enak dipandang. Di sekeliling kita, sudah banyak peralatan rumah yang berbahan kayu, salah satu yang sering kita pakai adalah meja dan kursi. Kayu jati memang harganya tidak murah tetapi manfaat yang dapat kita rasakan, jika dapat merawat dengan baik adalah keawatan dan keunikannya. Didalam karya tulis ini kami akan membahas masalah mebel dan bagaimana cara merawatnya. Mebel akan hanya bermanfaat untuk kenyamanan dan kerapian rumah saja tetapi juga mengusung makna sosial yang menegaskan status sosial memang ada kursi yang berfungsi sebagai tempat duduk semata, tetapi ada kursi yang menegaskan kekuasaan. Karena kursi juga mempunyai arti kekuasaan, maka kursi kekuasaan berlainan dengan kursi yang sebagai tempat duduk. Pada zaman sekarang, sudah jarang ada status raja. Kursi bisa dijadikan sarana menyampaikan status ekonomi seseorang. Biasanya mebel mewah itu adalah mebel klasik. mebel minimalis juga bisa mewah jika bahannya mahal, misal dari kayu jati berdiameter besar dan berukuran besar. Tanpa bicara secara verbal, kursi sudah berbicara bahwa pemilik mebel ini adalah orang kaya. saran dari penulis, jaga kebersihan peralatan mebel di rumah kita supaya kemewahannya tetap terjaga dan juga kebersihannya. i

ii PENGESAHAN Karya tulis yang berjudul “Produksi Mebel di Desa Bulung Kulon” ini telah disetujui oleh pembimbing pada : Hari : Tanggal : dan telah diterima sebagai syarat menempuh ulangan kenaikan kelas XI IPS 2 tahun pelajarn 2012 / 2013. Kudus, Februari 2013 Pembimbing I Pembimbing II Sri Fatonah S.Pd Ika Dian Nilasari Mengetahui Kepala Madrasah Dra. Hj. Zulaikah MT, M.PdI NIP. 195812119 198303 2 003 ii

iii MOTTO 1. Do’a, ikhtiar dan tawakal adalah kunci dari kesuksesan 2. Jangan bilang tidak, jika belum mencoba 3. Hidup berawal dari mimpi 4. Kekompakkan, kedisiplinan dan tanggung jawab adalah bekal meraih prestasi. PERSEMBAHAN Karya tulis yang berjudul “Produksi Mebel di Desa Bulung Kulon” ini kami persembahkan untuk wali kelas kami Bapak H. Pandoyo. iii

iv KATA PENGANTAR Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karuniayanya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis yang berjudul “Produksi Mebel di Desa Bulung Kulon” merupakan tugas siswa kelas XI MAN 1 Kudus tahun ajaran 2012 / 2013 . Dalam penyusunan karya tulis ini membutuhkan waktu yang relatif cukup karena banyak media pengetahuan yang kita butuhkan terselesainya karya tulis ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam membantu dalam penyusunan karya tulis ini, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada : 1. Dra. Hj. Zulaikah MT, MPdI selaku Kepala Sekolah atas segala motifasi yang telah diberikan. 2. Ibu Ika Dian Nilasari dan Ibu Sri Fatonah guru pembimbing atas segala arahan dan bimbingan yang telah diberikan. 3. Bapak H. Pandoyo selaku wali kelas kami atas segala dukungannya 4. Ayah, Ibu dan sahabat yang telah memberikan masukan, informasi dan dorongannya yang sangat berguna dalam penyusunan karya tulis ini Harapan penulis, semoga dengan sedikit ilmu pengetahuan yang penulis sampaikan melalui karya tulis ini bisa memberikan wawasan dan iv

v pengetahuan yang berguna dan menyadari begitu pentingnya merawat mebel di sekitar kita. Kami menyadari bahwa karya tulis ini belumlah sempurna, maka itu kami sangat menantikan kritik dan saran dari pembaca demi baiknya karya tulis ini. Kudus, 15 Januari 2013 Penulis v

vi LEMBAR PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini, menyatakan beberapa nama, yakni : 1. Lutfatun nikmah 2. Wiwik Ratnasari S. Benar –benar telah melakukan observasi “Produksi Mebel di Desa Bulung Kulon” di rumah Bapak Sutomo di alamat Desa Bulung kulon pada tanggal 03 februari 2013 dalam rangka memenuhi tugas sekolah. Kudus, 03 Februari 2013 Pemilik Usaha Sutomo vi

vii DAFTAR ISI Halaman Judul ……………………………………………………………. i Abstraksi ………………………………………………………………… i Lembar Pengesahan ……………………………………………………… ii Motto dan Persembahan ………………………………………………….. iii Kata Pengantar ……………………………………………………………. iv Lembar Pernyataan ...……………………………………………………… vi Daftar Isi …..……………………………………………………………... vii BAB I PENDAHULUAN .………………………………………………. 1 1.1 Latar Belakang …………………………………………………… 1 1.2 Rumusan Masalah .……………………………………………….. 2 1.3 Tujuan …………………………………………………………….. 2 1.4 Manfaat …………………………………………………………… 2 1.5 Metode Penilitian ..……………………………………………….. 3 1.6 Sistematika Penulisan …………………………………………….. 3 BAB II LANDASAN TEORI ….………………………………………... 4 2.1 Pengertian Desain mebel …………………………………………... 4 BAB III PEMBAHASAN …………………………………………………. 7 3.1 Konsep Desain mebel …..………………………………………… 7 3.2 Proses Pembuatan Mebel ..……………………………………….. 11 3.2.1 Bahan Pembuatan Mebel ....................................................... 11 3.2.2 Alat Pembuatan Mebel ........................................................... 11 3.2.3 Proses PembuatanMebel ........................................................ 12

viii 3.2.4 Modal Awal Pembuatan Mebel ........................................... 13 3.2.5 Laba Pembuatan Mebel .......................................................... 14 3.2.6 Kendala Dalam Pembuatan Mebel ......................................... 14 3.3 Tips Merawat Mebel ..……………………………………………. 17 BAB IV PENUTUP ……………………………………………………… 20 4.1 Simpulan ..……………………………………………………........ 20 4.2 Saran …………..………………………………………………….. 20 Daftar Pustaka ……………………………………………………………. 21 Wawancara ……………………………………………………………….. 22 Lampiran ………………………………………………………………….. 24 viii

ix

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mebel digunakan banyak orang karena kegunaan mabel banyak sekali, antara lain untuk pintu, kursi, jendela dan lain-lain. Pada umumnya, sebuah rancangan mebel lahir karena adanya kebutuhan terhadap fungsi mebel tersebut. Dalam upaya merancang mebel selain beranjak dari berbagai pertimbangan praktis, ada pula pertimbangan rasa, yang mempertimbangkan bagaimana olahan estetik atau bentuk rancangan dari suatu mebel. Perancangan dapat berawal pula dari dorongan kebutuhan akan sesuatu tampilan yang indah. Mebel harganya standart tidak murah dan bisa juga dikatakan tidak mahal. Biasanya pemakai mebel kebanyakan adalah industri rumah tangga. Berapa besar biaya pembuatannya dan juga harga jualnya, serta pada akhirnya memikirkan bagaimana tampilan mebel tersebut akan dibuat. Berkaitan dengan ihwal tampilan, ternyata terdapat banyak sekali sumber yang dapat memberikan inspirasi bagi perancangan sebuah mebel. Namun pada dasarnya, kreativitas si perancanglah yang akan berperan untuk mewujudkan tampilan mebel yang unik. Mebel yang paling mahal dan terbuat dari kayu jati asli adalah almari, almari harga jualnya lebih 500 ribu. Pembuatan mebel tidak mudah, butuh waktu beberapa hari untuk membuatnya. Apalagi kalau musim 1

2 penghujan, para pembuat mebel kesulitan mengeringkan kayu yang akan dirangkai menjadi salah satu mebel dengan harga jual tinggi. Sering kali sebuah status sosial turut menentukan bentuk sebuah mebel. Sebagai contoh adalah bentuk kursi yang akan dipakai raja diruang balairung atau hakim-hakim di ruang sidang pengadilan. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut : 1. 2. Bagaimana prosses pembuatan mebel ? 3. 1.3 Bagaiman konsep desain mebel ? Bagaimana Tips merawat mebel ? Tujuan 1. Untuk memenuhi syarat kenaikan kelas 2. Untuk mengetahui kelebihan mebel dalam kehidupan sehari-hari 3. Untuk menambah wawasan tentang mebel. 1.4 Manfaat Penulisan Manfaat yang bisa diambil dari penulisan karya tulis yang berjudul”Produksi Mebel” antara lain : a. Bagi penulis  Bisa mengetahui dan melakukan penelitian secara langsung  Menambah wawasan b. Bagi pembaca  Memberikan wawasan kepada pembaca mengenai mebel

3  Pembaca dapat mengetahui bagaimana cara memilih mebel yang baik  1.5 Bisa menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari Metode Penelitian Penyusunan karya tulis yang berjudul “Produksi Mebel” menggunakan metode observasi yaitu : 1. Metode wawancara Metode dimana penulis mewancarai kelokasi untuk mengadakan wawancara dan penelitian secara langsung. 2. Metode literatur Metode dengan mengumpulkan data dengan mencari bahan dari buku atau internet. 1.6 Sistematika Penulisan Dalam karya tulis yang berjudul “Produksi Mebel” terdiri dari 4 bab yaitu : Bab 1 pendahuluan, terdiri latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan. Bab II landasan teori, berisi teori-teori yang melandasi pokok permasalahan penulisan karya tulis. Bab III Pembahasan, Dalam bab pembahasan ini terdapat semua masalah yang akan dijabarkan secara sitematis. Bab IV penutup, pada bagian ini terdiri dari simpulan dan saran.

4 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Desain Mebel Istilah desain akan muncul apabila terjadi pertemuan antara seni dengan industri, dan apabila orang mulai membuat keputusan untuk memproduksi benda atau produk yang dibutuhkan. Kata desain berasal dari kata disegno dalam bahasa italia dan diterjemahkan sebagai desain atau menggambar. Istilah designo yang dikenal di eropa, mempunyai arti gambar rancangan pematung atau pelukis sebelum membuat patung atau karya lukisannya. Sedangkan kata design (bahasa inggris) memiliki banyak pengertian, sehingga pemahamannya harus dibatasi sesuai dengan konteksnya. Pengertian desain secara harfiah diterjemahkan menjadi bentuk, model, pola, konstruksi, mode tujuan atau maksud yang berhubungan dengan perencanaan bentuk. Dalam konteks budaya industri, desain adalah suatu upaya penciptaan model, kerangka bentuk, pola atau corak yang direncanakan dan dirancang sesuai dengan tuntutan kebutuhan manusia pemakai, dalam hal ini konsumen akhir. Dengan ungkapan lain, kegiatan desain merupakan suatu kegiatan yang dimulai dari gagsan-gagasan movatif, atau kemampuan untuk menghasilkan karya cipta yang dapat memahami permintaan pasar. Desain yang baik memiliki kecenderungan untuk memenagkan persaingan dan menguasai pasar. 4

5 Pada awalnya desain dibuat untuk menghasilkan produk-produk kerajinan yang menggunakan berbagai hiasan tumbuhan, hewan, manusia atau bentuk tersebut diperoleh dari percobaan yang lama, bahkan memakan waktu bertahun-tahun sehingga kemudian muncul sebagai suatu tradisi saat itu, desain dibuat tanpa bantuan desainer yang terdidik. Meskipun demikian, produk yang dihasilkan sangat indah, terkadang teramat rumit dengan beragam hiasan. Sedangkan proses pembuatannya sangat sederhana. Setelah melalui proses pencairan yang lama tersebut, kemudian timbul suatu ide untuk mempercepat proses pembuatan produk dengan menggunakan gambar skala. Desain digambar dengan teliti terlebih dahulu sebelum proses produksi berlangsung. Jika kita amati secara cermat, dalam kasus desain mebel, realitifitas dalam mendesain mebel memang bukan hanya kerja seni semata namun juga bukan kerja tukang. Terdapat perbedaan diantara keduanya seniman bekerja karena dorongan dari dalam nalurinya. kepekaan naluri artistiknya hadir karena dorongan dari dalam jiwanya sendiri. Sedangkan seorang tukang bekerja karena pesanan orang lain, artinya ia bekerja karena dorongan dari luar dirinya. Berdasarkan perintah dari pihak lain yaitu konsumen. Kerja tukang mengikuti kehendak pemesan. Uniknya, kerja desain meliputi kedua aspek tersebut, walaupun tidak selalu terjadi hubungan kerja yang ideal antara desainer dan konsumennya. Desain mebel termasuk dalam katagori desain fungsional, yaitu desain yang banyak memberikan pelayanan atau fasilitas pada kegiatan hidup

6 manusia. Untuk membuat desain mebel diperlukan persyaratan dan prinsip yang berorientasi pada seluruh anatomi dan ukuran manusia, keadaan jasmani, cara bergerak, cara bersikap dan tuntutan selera manusia. Ttiik tolak perencanaan mebel adalah manusia secara keseluruhan yang memiliki beragam kegiatan dengan berbagai tuntutannya. keinginan tidur secara nyaman. Keinginan duduk santai. Keindahan , keinginan keselamatan didalam pekerjaan, lainnya semua itu merupakan tuntutan yang harus dipenuhi secara sistematik. Pada masa sekarang, profesi desainer ditantang untuk memenuhi semua tuntutan manusi, baik secara fisik maupun psikologis. Oleh sebab itu, ketika seseorang desainer akan membuat desain diperlukan pemikiran yang konseptual agar desain yang diciptakan dapat memenuhi pemakainya.

7 BAB III PEMBAHASAN 3.1 Konsep desain Mebel Desain lahir ditengah masyarakat modrn. yaitu masyarakat industri yang berawal dari revolusi industri. Desain hadir sebagai upaya kreativitasnya. Prosed kreatif dan inovativ manusia untuk memenuhi tuntutan kebutuhan aktifitasnya. Proses kreatif dan inovatif ini dihembuskan oleh kekuatan otak kiri dan otak kanan manusia yang diolah oleh alam pikiran manusia itu sendiri. Jadi desain itu ada, karena ada pemikiran kreatif dan inovatif dari dalam diri manusia. Pemikiran kreatif dan inovatif manusia. Pemikiran kreatif dan konsep yang terperogram. Didalamprofesi desain, pemrogaman desain itu dikenal dengan istilah konsep desain. Konsep berasal dari kata concept dalam bahasa inggris yang artinya adalah pengertian, bagan, gambaran atau konsepsi. Konsep nerupakan dasar atau awal dari perencanaan. Konsep merupakan jalan pemecahan masalah secara rasional, yakni untuk mengetahui nilai positif dan negatif dari sebuah pemikiran. Selain itu konsep juga digunakan untuk menghindari kegagalan dalam perencanaan. Konsep berfungsi sebagai alat kontrol untuk melatih disiplin dan tanggung jawab desainer. konsep juga berguna untuk menghindari penyelewengan dan membangun sikap konsekuen erhadap bagan pemikiran yang telah dipilih. jadi konsep adalah gagasan sistematik dan rasional yang dapat disajikan dalam bentuk bagan, sketsa atau kerangka berfikir untuk kemudian 7

8 direalisasikan menjadi bentuk-bentuk serta pola-pola yang optimal. Bentukbentuk tersebut merupakan hasil konsep rasional-rasional yang juga mempertimbangkan unsur emosional berupa nilai-nilai estetika rupa. Konsep desain yang mempertimbangkan unsur rasional dan emosional harus disukung dengan alasan-alasan konkret tentang penciptaan desain. Konsep desain harus disertai gambar kerja lengkap dengan skala ukuran, konstruksi, warna dan bahan-bahan yang digunakan. Konsep sebuah desain adalah suatu jalan yang harus dilalui didalam urutan perencanaan. konsep juga berfungsi untuk mmenghasilkan ekspresi dalam wujud perencanaan. Perencanaan tersebut dioptimalkan semaksimal mungkin sesuai dengan tuntutan selera estetika manusia. Untuk mendukung pemikiran tersebut, dalam konteks ini dipiliah konsep desain yang mengacu pada metode glass box. Prinsip metode glass box adalah cara menganalisisdesain secara sistematik. deseiner berfikir seperti komputertapi bukan sebagai mesin komputer. Sisi rasional – fungsional menggunakan glass box dan sisi kreatif-imajinatif dengan lompatan emosional menggunakan black box. Desainer hendaknya mengambilposisi seimbang antara glass box dan black box. Jones mengungkapkan bahwa desainer yang rasional atau sistematika amat mirip dengan gambaran sebuah komputer manusiawi. Desainer adalah individu yang bekerja atas informasi yang diumpan kepadanya dalam satu siklus analisis, sintesis dan evaluatifsampai memperoleh pemecahan desain yang optimum. Bla box cenderug seperti pesulap yang kreatif, tetapi

9 irasional. Desain diciptakan manusia dari dua sisi yang berbeda yaitu : rasional – irasional jiwa – raga, atau ying-yang, untuk mencapai keselarasan dan keseimbangan hidup manusia. Oleh sebab itu, desain dibuat sesuai dengan tuntutan kebutuhan aktivitas manusia. Tuntutan kebutuhan manusia bukan hanya tuntutan terhadap selera yang berkaitan secara emosional saja. Yang hanya berpijak pada aspek estetika, akan tetapi juga berupaya untuk memenuhi tuntutan fungsional yang rasional. Dalam hal ini, faktor manusia menjadi tolak ukur sebuah desain. Desain tidak hanya indah, tetapi juga berguna bagi kegiatan manusia, sehingga manusia servive dalam kehidupan yang dijalaninya. Sebelum divisualisasikan, desain direkayasa dibenak disainer dalam bentuk konsep. Konsep dapat pula dipahami sebagai pedoman untuk memvisualisasikan berbagai gagasan desain, agar hasil akhirnya sesuai dengan tuntutan kebutuhan aktivitas manusia pemskainnya. Proses berfikir desain mengacu pada metode glass box dengan sistematika proses sebagai berikut : 1. data diklasifikasikan dan dianalisis,2. dibuat sintesis 3. dievaluasi 4. hasil proses berfikir tersebut dijadikan landasan atau pedoman dalam menciptakan desain. Pedoman atau landasan tersebut bisa disebut sebagai konsep desain.

10 Sepuluh masalah yang diolah dalam proses desain meliputi : 1. Studi aktivitas manusia pemakai 2. Studi gerak manusia dan antropometrika / ukuran / dimensi 3. Studi fungsi dan ergonomi 4. Studi bentuk dasar dan estetika 5. Studi bahan utama dan tekstur 6. Studi warna 7. Studi struktur dan konstruksi 8. Studi ragam hias 9. Studi bahan penunjang 10. Studi gaya (style) dalamdesain Bila sudah dipresentasikan atau di konsultasikan pada pemesan, pelanggan atau pengguna, maka produk mebel yang sudah dievaluasi itu dibuatkan gambar kerja dengan menggunakan skala. Proses terakhir bagi desainer adalah mewujudkan produk tiga dimensional kedalam proses produksi yang sesuai pesanan pelanggan. Perlu kita ingat bahwa selama proses evaluasi, tidak menutup kemungkinan konsep akan bergeser atau direvisi sesuai tuntutan pemesanannya. Usahakan agar tetap konsisten dengan pemikiran yang sudah direncanakan dalam konsep desain sebelumnya.

11 3.2 Proses Pembuatan Mebel 3.2.1 Bahan Pembuatan Mebel Dalam membuat mebel diperlukan bahan kayu jatiglondongan berukuran besar. Setiap bahan (material) memiliki karakter dan juga tekstur (kesan raba) yang berbada - beda pada permukaannya. Bahan juga menampilkan warna asli bawaan dari bahan itu sendiri. Secara garis besar, bahan terbagi menjadi 2 jenis. Pertama, bahan dari alam seperti kayu , rotan , bambu , besi , kulit , pandan , dan sejenisnya . kedua , bahan buatan atau sintetis seperti plastik , fibeglass , upholstery , kulit imitasi , dan sejenisnya . Setiap aktivitas desain membutuhkan pengetahuan tentang karakteristik bahan . bahan harus sesuai dengan fungsi mebel yang dirancang . jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat mebel adalah kayu jati , kayu ramin , kayu nyatoh , meranti , kayu karet , pinus , sono keling , dan masih banyak lagi. Selain itu , bahan kayu juga dapat diolah menjadi kayu lapis (plywood) , blockboard , particleboard , dan MDF. Bahan – bahan olahan dari kayu ini juga dapat digunakan dalam pembuatan mebel , terutama memel – mebel yang dikenal dengan sebutan panelwood . 3.2.2 Alat Pembuatan Mebel Alat yang diperlukan dalam membuat mebel adalah sebagai berikut :

12 1. Pasah listrik 2. Gergaji 3. Palu 4. Meteran lipat , meteran panjang 5. Meteran teleskop. 3.2.3 Proses Pembuatan Mebel Dan proses pmbuatan mebel sangat singkat antara lain : 1. Proses penggergajian dengan mesin gergaji menjadi lembaran papan 2. Dilanjutkan dengan proses pengeringan berdiri dan diangin – anginkan selama kurang lebih 3 hari . 3. Selanjutnya kayu jati dimasukkan kedalam oven untuk pengeringan lanjutan dengan suhu yang menengah sehinngga kayu tidak pecah dan akan kering sempurna . 4. Tahap yang selanjutnya adalah penyemprotan zat penguat dan pemendaman dalam cairan ramah lingkungan untuk memperkuat kayu. 5. Proses pengerjaan menjadi furniture dan dilanjutkan dengan finishing untuk meningkatkan daya ikat , ketahanan goresan dan menajamkan warna dengan pliture , cat duco , maupun cat warna natural . 6. Penyortiran produk yang terbaik dilempar kepasar luar negeri dan kualitas 2 digunakan untuk pasar domestik.

13 3.2.4

14 No Tahun Nama Pemilik Keterangan 1 2000 s/d 2003 Sumaji Pemilik utama 2 2003 s/d 2005 Sulikin Adik Sumaji 3 2005 s/d 2007 Wakerso Keponakan Sumaji 4 2007 s/d 2010 Yono Keponakan Sulikin 5 2010 s/d sekarang Sutomo Adik Ipar Bp. Wakerso 3.2.5 Laba Pembuatan Mebel Laba dalam membuat mebel setiap tahunnya tidak tentu. bisa naik bisa turun. berikut laba setiap tahun No Tahun Pemilik Bulan Laba Ket 1 2000 s/d 2003 Sumaji Jan-Des Rp 24.000.000 2 2003 s/d 2005 Sulikin Jan-Nov Rp. 20.000.000 11 bulan 3 2005 s/d 2007 Wakerso Des-Okt Rp. 26.000.000 10 bulan 4 2007 s/d 2010 Yono Nov-Des Rp 10.000.000 2 bulan 5 2010 s/d sekarang Sutomo Jan-Feb Rp. 5.000.000 2 bulan 3.2.6 12 bulan Kendala Dalam Pembuatan Mebel Tidak begitu banyak kendala yang di hadapi dalam membuat mebel. Hanya saja kalau masa finishing para pekerja tidak hati-hati

15 bisa jadi mengerikan mebel yang sudah di plitur dan akan mengulur waktu pembuatan. Pemasaran juga salah satu kendala dalam membuat mebel, di masyarakat sudah dikasih harga terjangkau tapi, menurut mereka sangat mahal dan pemasaran di masyarakat sangat sulit. Pemasaran yang cepat laku habis melalui media online ( internet ). di sana banyak kolngmerat memesan mebel yang antik dengan harga jual tinggi. Setiap aktivitas desain membutuhkan pengetahuan tentang karakteristik bahan dan tekstur. Keduanya harus sesuai dengan fungsi mebel yang dirancang. Jenis bahan yang dipergunakan untuk membuat mebel selain kayu jati adalah kayu ramin, nyatoh, meranti, kayu karet, pinus, sono keling dan nasih banyak lagi. Selain itu, bahan kayu juga dapat diolah kayu lapis (Plywood), (blockboard), (particleboard), dan MDF. Bahan-bahan olahan darikayu ini juga dapat digunakan dalam pembuatan mebel, terutama mebel yang dikenal dengan sebutan panelwood furniture. Modal yang pertama kali dalam memulai usaha mebel sekitar 10 juta. Itu saja bisa dikatakan tidak cukup. Memang memulai sebuah usaha biaya modalnya tidak sedikit apalagi usaha mebel yang kayu jatinya sangat mahal. Selain modal yang cukup dalam membuat usaha mebel yang akan juga kreativitas yang tinggi dalam

16 membentuk mebel yang akan dijadikan prabot rumah tangga yang perlu dirawat dengan baik. Sesungguhnya pentingnya prabot merupakan dalam satu kesadaran pemilik akan ruangan, dengan cara mempertahankan bangunan lama, prabot lama menjadi daya tarik sendiri. Beberapa mebel lama yang antik, seperti peninggalan atau bangunan lama yang hingga kini masih bisa dinikmati keindahannya, misalnya gedung sekaligus interiornya, merupakan hasil karya yang abadi, makin lama menjadi makin disukai dan makin dicari. Penting untuk diperhatikan dalam melahirkan sebuah mebel adalah bentuk secara keseluruhan, serat kayu dan tampak dari depan serta konstruksiyang sesuai dengan keadaan yang diharapkan, artinya konstruksi dapat knok down (bongkar pasang) atau mati, dapat didorong atau berdiri tetap itu semua harus dipikirkannya sebelum mebel diproduksi . Proses penyedian bahan mebel mulai dari bahan gelondongan kayu/kayu bulat menjadi bahan mebel adalah kayu gelondongan digergaji dengan ukuran sesuai dengan perencanaan menghasilkan bahan mentah kayu masip, sedang sisanya / limbahnya dapat diproses menjadi bahan block. Satu bagian benda kerja serta bahan yang terkait diselesaikan secara bersama-sama dan satu kali jalan, misalnya bahan dasar, lis-

17 lis sisi, kelengkapan. Keuntungannya adalah penyelesaian yang lebih fleksibel pada suatu proses kerja. Penyelesaian secara blok memberikan informasi tentang volume dan keterangan suatu benda kerja yang nyata. Terutama pada pekerjaan seri dapat dilaksanakan pengerjaan tanpa gambar kerugiannya adalah tercampurnya kelompok bahan. Modal sangat penting dalam pembelian bahan mebel adalah kayu jati yang bagus, tetapi keuntungan yang diperoleh dari usaha mebel tidak tentu, kalau sedang banyak pembeli juga banyak, tetapi kalau sedang tidak ada sangat sedikit. 3.3 Tips Merawat Mebel Mebel furniture antik yang kita miliki tidak harus berusia puluhan tahun atau ratusan tahun, tetapi bisa juga hasil reproduksi dengan gaya dan bentuk furniture pada suatu era atau memang produksi baru yang tetap mempertahankan keaslian desain. Tetapi untuk perawatan sama saja. Mebel jati antik tetap dapat kinclong setelah bertahun-tahun kita miliki apabila dirawat dengan baik. Mebel Furniture harus mendapatkan penanganan tepat, berikut beberapa tips untuk menjaga mebel jati kita agar tetap baik dan awet : 1. Jagalah permukaan furniture dengan baik, menghindari adanya goresan, noda maupun warna yang semakin kusam, misalnya dengan selalu menggunakan taplak diatas permukaan meja atau kursi dan sofa diberi busa sebagai alasnya. Taplak tersebut dapat meminimalkan

18 kemungkinan-kemungkinan yang dapat merusak mebel antik secara perlahan. 2. Tempatkanlah furniture antik ditempat yang memiliki suhu normal dan tidak lembab. Usahakan pula agar furniture tersebut tidak terkena matahari atau sumber panas lainnya secara langsung, karena dapat membuat mebel terlihat kusam, lapisan retak atau melengkung. 3. bersihkan sela-sela ukiran atau sudut mebel jati atau teak furniture dengan menggunakan kuas halus berukuran kecil. Di titik-titik inilah debu dan jamur sering bersarang. Kuas kecil akan menyapu sudut-sudut yang susah dijangkau dengan kain lap. Sapukan kuas dengan halus sampai bersih. 4. Gunakan pledge untuk membersihkan permukaan furniture Indonesia. Semprotkan pledge kepermukaan mebel dan sela-sela mebel kayu. Semprotkan seperlunya, jangan sampai berlebihan. Pledge bisa anda dapatkan ditoko furniture atau pasaran. 5. Permukaan mebel jati yang sudah dibersihkan dengan pledge harus dibersihkan dengan kain ball. Kemudian dibiarkan kering. Kain ball bisa dibeli ditoko material. 6. Bersihkan mebel jati antik dengan cara diatas paling tidak satu bulan sekali. untuk membersihkan Wood Furniture harian, sukup sapu permukaan mebel atau meja kayu dengan kemoceng secara rata. 7. Setiap penanganannya juga harus dilakukan dengan hati-hati misalnya, cara memindahkan sebuah kursi antik harus diangkat dari bagian

19 dudukannya, bukan digeser atau hanya dipegang dari bagian lengan atau sandarannya saja. karena anda tidak akan pernah tahu, apabila sambungan kursi tersebut tidak sekuat sebelumnya. 8. Memoles ulang furniture antik, setidaknya 2 – 3 tahun sekali untuk membuatnya tetap menawan. Dengan perawatan rutin tersebut dijamin furniture jati anda baik yang minimalis maupun ukiran akan awet sepanjang masa sehingga menjadi perabot warisan keluarga.

20 BAB IV PENUTUP 4.1 Simpulan Mebel bukan hanya bermanfaat untuk kenyamanan dan kerapian rumah saja tetapi juga mengusung makna-makna sosial yang menegaskan status sosial yang menegaskan status sosial. Memang ada kursi yang berfungsi sebagai tempat duduk semata, tetapi ada kursi yang menegaskan kekuasaan. dan di istana, kursi raja paling bagus dan paling besar. Merawat mebel juga sangat penting dalam kehidupan kita, supaya mebel yang kita miliki tetap awet. 4.2 Saran Mari kita tingkatkan pemakaian mebel jati dalam negeri untuk membantu melestarikan seni ukir dan mebel serta mengembangkannya sebagai salah satu kekayaan produk asli Indonesia. 20

21 Daftar Pustaka Agus Sachri, ed . Paradigma Desain Indonesia . Jakarta : CV. Rajawali , 1986 Bagas Prasetyo Wibowo . Desain Produk Industri . Bandung : Yayasan Delapan sepuluh , 1999 Umar Kayam . Seni, Tradisi, Masyarakat .jakarta : Sinar Harapan , 1981 Holztechnik-Fachkundle, Dipl , Ing Wolfgang Nutsch, 2005 21

22 Wawancara Lutfatun : Assalamu’alaikum Pak, Maaf mengganggu waktu Bapak, saya akan tanya-tanya tntang mebel Pak, khususnya kursi. Sutomo : Oh iya silahkan. Lutfatun : Sejak kapan Bapak mulai usaha mebel ini ? Sutomo : Sejak tahun 2000 Lutfatun : Berapa modal pertama Bapak memulai usaha mebel ini ? Sutomo : Masalah pemasaran terutamanya, dipasaran harga mebel sudah terjangkau tapi banyak masyarakat yang kurang memahami keadaan tersebut. Lutfatun : Oh, gitu Pak, lalu apa saja alat dan bahan yang Bapak butuhkan dalam membuat mebel ? Sutomo : Pasah, gergaji, palu, meteran. Lutfatun : Keuntungan yang Bapak peroleh dalam membuat mebel setiap bulanya berapa ? Sutomo : Tidak tentu Lutfatun : Kerugian yang Bapak alami ? Sutomo : Barang rusak, jatuh, kadang dalam proses finishing jatuh dan patah dan sangat rugi. 22

23 Lutfatun : Apakah Bapak mengalami kesulitan dalam membuat mebel kursi ? Sutomo : Kalau hujan sulit untuk mengeringkan, dan para pekerja tidak bisa bekerja. Lutfatun : Terima kasih Bapak sudah meluangkan waktu untuk saya wawancarai. Pemirsi Pak, assalamu’alaikum. Sutomo : Oh iya sama-sama, wa’alaikumsalam.

24 LANGKAH – LANGKAH MEMBUAT KURSI 25

26 25

Add a comment

Related presentations

Related pages

KARYA ILMIAH PRODUKSI MEBEL - Education

KARYA ILMIAH PRODUKSI MEBEL. by firdika-arini. on Jun 27, 2015. Report Category: Education. Download: 1 Comment: 0. 9,906. views. Comments. Description.
Read more

Karya Tulis Ilmiah Tentang Produksi dan Distribusi Meubel ...

Karya Tulis Ilmiah Tentang Produksi dan Distribusi Meubel, ... Produksi mebel Pak Kemat sudah cukup terkenal dan diminati oleh masyarakat sekitar.
Read more

KARYA ILMIAH - scribd.com

KARYA ILMIAH. SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DAN PEMASARAN MEBEL MENGGUNAKAN PROGRAM VB NET PADA PT. ... produksi mebel seperti mebel kitchen set, ...
Read more

Contoh Karya Tulis - Kegagalan Itu Satu Paket dengan ...

Kata Kunci: mebel,wilayah,produksi UD Jaya ... Demikian juga karya ilmiah ini tidak berisi satupun pikiran-pikiran orang lain, ...
Read more

Penerapan Perencanaan untuk meningkatkan Produksi pada ...

Penerapan Perencanaan untuk meningkatkan Produksi pada Usaha Mebel Karya ... Usaha Mebel Karya untuk hasil ... kumpulan KARYA ILMIAH ini Hanya ...
Read more

Contoh Kumpulan Karya Ilmiah Lengkap - pendidikann.info

Karya ilmiah juga terdapat spesifikasinya antara lain yaitu laporan penelitian, makalah seminar, simposium dan artikel jurnal. Namun pada dasarnya itu ...
Read more

Contoh Karya Ilmiah Lengkap Terbaru | Berita Unik Terbaru ...

Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuan yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, ... Globalisasi bidang ekonomi sektor produksi.
Read more

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI (HPP)

Kesalahan dalam perhitungan harga pokok produksi dapat mengakibatkan penentuan harga jual pada suatu perusahaan menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Read more