advertisement

Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban

60 %
40 %
advertisement
Information about Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Education

Published on January 26, 2009

Author: zomb

Source: slideshare.net

Description

Bahan Kuliah
advertisement

INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN

INFORMASI AKUNTANSI PERTASNGGUNGJAWABAN Informasi akuntansi pertanggungjawaban Tediri dari dua macam : Informasi akuntansi pertanggungjawaban tradisional dan Activity based responsibility accounting system ) Merupakan aktiva, pendapatan dan biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu , menghubungkan informasi akuntansi manajemen dengan wewenang yang dimiliki oleh manajer , didelegasikan dari manajer atas ke manajer bawah (Tradisional) Merupakan informasi aktiva, pendapatan dan biaya yang dihubungkan dengan aktivitas penambah dan bukan penambah nilai ( Activity based costing, responsibility accounting system )

Informasi akuntansi pertanggungjawaban

Tediri dari dua macam : Informasi akuntansi pertanggungjawaban tradisional dan Activity based responsibility accounting system )

Merupakan aktiva, pendapatan dan biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu , menghubungkan informasi akuntansi manajemen dengan wewenang yang dimiliki oleh manajer , didelegasikan dari manajer atas ke manajer bawah (Tradisional)

Merupakan informasi aktiva, pendapatan dan biaya yang dihubungkan dengan aktivitas penambah dan bukan penambah nilai ( Activity based costing, responsibility accounting system )

) INFORMASI AKUNTANSI PERTASNGGUNGJAWABAN Dalam hubungannya dengan wewenang manajer aktiva,pendapatan dan biaya dibagi 3 kelompok : Aktiva,pendapatan dan biaya yang terkendalikan  aktiva,pendapatan dan biaya yang secara signifikan dapat dipengaruhi oleh seorang manajer dalam jangka waktu tertentu Aktiva,pendapatan, dan biaya yang tidak dapat terkendalikan  aktiva,pendapatan dan biaya yang secara signifikan tidak dapat dipengaruhi oleh seorang manajer dalam jangka waktu tertentu

Dalam hubungannya dengan wewenang manajer aktiva,pendapatan dan biaya dibagi 3 kelompok :

Aktiva,pendapatan dan biaya yang terkendalikan  aktiva,pendapatan dan biaya yang secara signifikan dapat dipengaruhi oleh seorang manajer dalam jangka waktu tertentu

Aktiva,pendapatan, dan biaya yang tidak dapat terkendalikan  aktiva,pendapatan dan biaya yang secara signifikan tidak dapat dipengaruhi oleh seorang manajer dalam jangka waktu tertentu

Aktiva terkendalikan

Pendapatan terkendalikan Pendapatan terkendalikan : Pendapatan yang dapat dikendalikan oleh manajer yang bersangkutan Dapat diperoleh tidaknya pendapatan oleh suatu pusat pertanggungjawaban sangat tergantung pada kemampuan pusat pertanggungjawaban bersangkutan Biaya Terkendalikan : Biaya yang terjadi akibat dari pertanggungjawaban atau wewenang yang diserahkan kepada manajemen bersangkutan. Tetapi terkadang terjadinya biaya terkendalikan tidak selalu sebagai akibat terjadinya dari keputusan yang diambil oleh manajer pusat pertangghungjawaban

Pendapatan terkendalikan :

Pendapatan yang dapat dikendalikan oleh manajer yang bersangkutan

Dapat diperoleh tidaknya pendapatan oleh suatu pusat pertanggungjawaban sangat tergantung pada kemampuan pusat pertanggungjawaban bersangkutan

Biaya Terkendalikan :

Biaya yang terjadi akibat dari pertanggungjawaban atau wewenang yang diserahkan kepada manajemen bersangkutan. Tetapi terkadang terjadinya biaya terkendalikan tidak selalu sebagai akibat terjadinya dari keputusan yang diambil oleh manajer pusat pertangghungjawaban

Biaya Terkendalikan Pedoman untuk menetapkan apakah suatu biaya dapat dibebankan sebagai tanggungjawab seorang manajer pusat pertanggungjawaban : Jika seorang manajer memiliki wewenang baik dalam pemerolehan maupun p[enggunaan jasa. Ia harus dibebani dengan biaya jasa tersebut. Seseorang manajer jelas dapat mempengaruhi jumlah suatu biaya jika ia memiliki wewenang dalam memperoleh dan menggunakan jasa. Manajer pemasaran yang mempunyai wewenang memutuskan media promosi dan jumlah biayanya, bertanggungjawab penuh terhadap terjadinya biaya tersebut Jika seorang manajer dapat secara signifikan mempengaruhi biaya tertentu melalui tindakannnya sendiri, ia dapat dibebani dengan biaya tersebut. Seorang manajer mungkin tidak mempunyai wewenang dalam memutuskan dalam memperoleh barang atau jasa , baik harga maupun jumlahnya, namun dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah pemakaiannya, dalam hal ini ia dapat dibebani tanggungjawab pemakaian barang atau jasa tersebut.

Pedoman untuk menetapkan apakah suatu biaya dapat dibebankan sebagai tanggungjawab seorang manajer pusat pertanggungjawaban :

Jika seorang manajer memiliki wewenang baik dalam pemerolehan maupun p[enggunaan jasa. Ia harus dibebani dengan biaya jasa tersebut. Seseorang manajer jelas dapat mempengaruhi jumlah suatu biaya jika ia memiliki wewenang dalam memperoleh dan menggunakan jasa. Manajer pemasaran yang mempunyai wewenang memutuskan media promosi dan jumlah biayanya, bertanggungjawab penuh terhadap terjadinya biaya tersebut

Jika seorang manajer dapat secara signifikan mempengaruhi biaya tertentu melalui tindakannnya sendiri, ia dapat dibebani dengan biaya tersebut. Seorang manajer mungkin tidak mempunyai wewenang dalam memutuskan dalam memperoleh barang atau jasa , baik harga maupun jumlahnya, namun dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah pemakaiannya, dalam hal ini ia dapat dibebani tanggungjawab pemakaian barang atau jasa tersebut.

Model Bisnis Internet 3. Meskipun seorang manajer tidak dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah biaya tertentu melalui tindakan langsungnya sendiri, ia dapat juga dibebani biaya tersebut jika manajemen puncak menghendaki agar ia menaruh perhatian, sehingga ia dapat membantu manajer lain yang bertanggungjawab untuk mempengaruhi biaya tersebut. Contoh biaya revarasi dan pemeliharaan merupakan tanggungjawab bagian bengkel, namun sebenarnya ada dua faktor yang mempengaruhi biaya tersebut yaitu (1) efesiensi pemakaian tenaga kerja dan (2) pemakaian mesin dan ekuipmen ko virtual Faktor pertama menjadi tanggungjawab manajemen bagian bengkel, sedangkan banyaknya frekwensi pekerjaan reparasi dan pemeliharaan dipengaruhi oleh pemakaian mesin dan ekuipmen oleh manajer bagian produksi. Dalam hal ini manajer bagian produksi dapat dibebani biaya reparasi dan pemeliharaan agar ia dapat membantu manajer bagian bengkel dalam mengendalikan biaya

3. Meskipun seorang manajer tidak dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah biaya tertentu melalui tindakan langsungnya sendiri, ia dapat juga dibebani biaya tersebut jika manajemen puncak menghendaki agar ia menaruh perhatian, sehingga ia dapat membantu manajer lain yang bertanggungjawab untuk mempengaruhi biaya tersebut. Contoh biaya revarasi dan pemeliharaan merupakan tanggungjawab bagian bengkel, namun sebenarnya ada dua faktor yang mempengaruhi biaya tersebut yaitu (1) efesiensi pemakaian tenaga kerja dan

(2) pemakaian mesin dan ekuipmen ko virtual

Faktor pertama menjadi tanggungjawab manajemen bagian bengkel, sedangkan banyaknya frekwensi pekerjaan reparasi dan pemeliharaan dipengaruhi oleh pemakaian mesin dan ekuipmen oleh manajer bagian produksi. Dalam hal ini manajer bagian produksi dapat dibebani biaya reparasi dan pemeliharaan agar ia dapat membantu manajer bagian bengkel dalam mengendalikan biaya

Pengubahan Biaya Terkendalikan menjadi Tidak Terkendalikan Biaya terkendalikan diubah menjadi biaya tidak terkendalikan melalui 2 cara : Dengan mengubah dasar pembebanan dari alokasi ke pembebanan langsung  Biaya yang dialokasikan kepada suatu pusat pertanggungjawaban dengan sembarang tidak dapat dimintakan kepada manajer yang bukan wewenangnya. Maka biaya tersebut harus dibebankan sedemikan rupa kepada pusat pertanggungjawaban tertentu Dengan mengubah letak tanggunjawab pengambilan keputusan  mendelegasikan wewenang untuk pengambilan keputusan dari manajemen puncak ke manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan, dengan demikian manajer pusat pertanggungjawaban yang sebelumnya tidak mempunyai wewenang untuk mempengaruhi biaya tertentu dengan diterimanya wewenang dari manajemen puncak, akan dapat mempengaruhi biaya tersebut secara signifikan

Biaya terkendalikan diubah menjadi biaya tidak terkendalikan melalui 2 cara :

Dengan mengubah dasar pembebanan dari alokasi ke pembebanan langsung  Biaya yang dialokasikan kepada suatu pusat pertanggungjawaban dengan sembarang tidak dapat dimintakan kepada manajer yang bukan wewenangnya. Maka biaya tersebut harus dibebankan sedemikan rupa kepada pusat pertanggungjawaban tertentu

Dengan mengubah letak tanggunjawab pengambilan keputusan  mendelegasikan wewenang untuk pengambilan keputusan dari manajemen puncak ke manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan, dengan demikian manajer pusat pertanggungjawaban yang sebelumnya tidak mempunyai wewenang untuk mempengaruhi biaya tertentu dengan diterimanya wewenang dari manajemen puncak, akan dapat mempengaruhi biaya tersebut secara signifikan

Anggaran Biaya sebagai Tolak Ukur Pengendalian Biaya Tiap – tiap manajer mengetahui wewenang dan tanggungjawabnya masing-masing Dengan adanya penyimpangan dengan mudah ditunjuk siapa yang bertanggungjawab Anggaran biaya harus disusun sesuai dengan tingkat manajemen dalam organisasi Tiap manajer mengajukan rancangan anggaran biaya yang berada dibawah tanggungjawab masing-masing Kemudian di kombinasikan dan diselaraskan dengan divisi lain Setiap terjadi perubahan harus dirundingkan dan diberitahukan kepada manajer yang lainnya sehingga menciptkan peran serta komitmen dalam mencapai target Dengan demikian setiap manajer akan merasa baghwa anggaran biaya untuk pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya adalah anggrannya dan dia akan bersedia dinilai atas tolak ukur anggaran tersebut

Tiap – tiap manajer mengetahui wewenang dan tanggungjawabnya

masing-masing

Dengan adanya penyimpangan dengan mudah ditunjuk siapa yang

bertanggungjawab

Anggaran biaya harus disusun sesuai dengan tingkat manajemen

dalam organisasi

Tiap manajer mengajukan rancangan anggaran biaya yang berada

dibawah tanggungjawab masing-masing

Kemudian di kombinasikan dan diselaraskan dengan divisi lain

Setiap terjadi perubahan harus dirundingkan dan diberitahukan kepada

manajer yang lainnya sehingga menciptkan peran serta komitmen dalam mencapai target

Dengan demikian setiap manajer akan merasa baghwa anggaran biaya

untuk pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya adalah anggrannya

dan dia akan bersedia dinilai atas tolak ukur anggaran tersebut

Manfaat Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban Informasi akuntansi pertanggungjawaban berupa informasi masa lalu bermanfaat sebagai : 1. Penilaian kinerja manajer pusat pertanggungjawaban 2 . Pemotivasi manajer Informasi akuntansi pertanggungjawaban dalam activity based responsibility accounting system bermanfaat : 1. Mengelola aktivitas, dengan cara mengarahkan usaha menajemen dalam mengurangi dan akhirnya menghilangkan biaya bukan penambahan nilai 2. Memantau efektifitas program pengelolaan aktivitas

Informasi akuntansi pertanggungjawaban berupa informasi masa lalu

bermanfaat sebagai :

1. Penilaian kinerja manajer pusat pertanggungjawaban

2 . Pemotivasi manajer

Informasi akuntansi pertanggungjawaban dalam activity based responsibility accounting system bermanfaat :

1. Mengelola aktivitas, dengan cara mengarahkan usaha menajemen

dalam mengurangi dan akhirnya menghilangkan biaya bukan

penambahan nilai

2. Memantau efektifitas program pengelolaan aktivitas

Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban Memungkinkan Pengelolaan aktivitas Dengan menyajikan informasi biaya yang dipisahkan kedalam biaya-biaya penambah dan bukan penambah nilai, manajemen dapat : Memperoleh informasi biaya bukan penambah nilai yang menggambarkan besarnya pemborosan yang sekarang dilami oleh perusahaan da;am memenuhi kebutuhan customer Memperoleh biaya bukan penambah nilai yang memungkinkan mereka memusatkan pengendalian mereka terhadap aktivitas-aktivitas penambah nilai Memperoleh informasi biaya penambah nilai yang memungkin kan mereka melakukan penyempurnaan efesiensi aktivitas penambah nilai

Dengan menyajikan informasi biaya yang dipisahkan kedalam biaya-biaya penambah dan bukan penambah nilai, manajemen dapat :

Memperoleh informasi biaya bukan penambah nilai yang menggambarkan besarnya pemborosan yang sekarang dilami oleh perusahaan da;am memenuhi kebutuhan customer

Memperoleh biaya bukan penambah nilai yang memungkinkan mereka memusatkan pengendalian mereka terhadap aktivitas-aktivitas penambah nilai

Memperoleh informasi biaya penambah nilai yang memungkin kan mereka melakukan penyempurnaan efesiensi aktivitas penambah nilai

Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban Memungkinkan Pemantauan Efektifitas Program Pengelolaan Dengan menyajikan informasi biaya yang dipisahkan kedalam biaya penambah dan bukan penambah nilai dalam bentuk perbandingan dari periode ke periode, manajemen dapat Memantau efektifitas program pengelolaan aktivitas. Untuk mengurangi dan akhirnya menghilangkan aktivitas penambahn nilai, diperlukan jangka waktu panjang yang hasilnya harus diwujudkan dalam bentuk pengurangan biaya bukan penambah nilai dalam bentuk perbandingan antar periode akuntansi Merumuskan keputusan-keputusan strategik. Program pengelolaan aktivitas memberi gambaran beberapa penghematan biaya yang dapat dicapai dalam waktu tertentu. Berdasarkan informasi penghematan biaya yang diperoleh dari program pengelolaan aktivitass, manajemen dapat merumuskan keputusan strategik, seperti penentuan harga jual produk, pemilihan tekhnologi manufacture yang digunakan untuk menjadikan aktivitas penambah lebih efesien ,

Dengan menyajikan informasi biaya yang dipisahkan kedalam biaya penambah dan bukan penambah nilai dalam bentuk perbandingan dari periode ke periode, manajemen dapat

Memantau efektifitas program pengelolaan aktivitas. Untuk mengurangi dan akhirnya menghilangkan aktivitas penambahn nilai, diperlukan jangka waktu panjang yang hasilnya harus diwujudkan dalam bentuk pengurangan biaya bukan penambah nilai dalam bentuk perbandingan antar periode akuntansi

Merumuskan keputusan-keputusan strategik. Program pengelolaan aktivitas memberi gambaran beberapa penghematan biaya yang dapat dicapai dalam waktu tertentu. Berdasarkan informasi penghematan biaya yang diperoleh dari program pengelolaan aktivitass, manajemen dapat merumuskan keputusan strategik, seperti penentuan harga jual produk, pemilihan tekhnologi manufacture yang digunakan untuk menjadikan aktivitas penambah lebih efesien ,

Asumsi Perilaku Dalam Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban Sistem akuntansi pertanggungjawaban tradisional dirancang berdasarkan atas beberapa asumsi tentang perilaku manusia : Pengelolaan berdasarkan penyimpangan , merupakan pengendalian operasi secara efektif yang memadai Pengelolaan berdasarkan tujuan , akan menghasilkan anggaran yang disepakati, biaya standar, sassaran organisasi, dan rencana yang dapat dilaksanakan Struktur pertanggungjawababn sesuai dengan struktur hirarki organisasi Manajer dan bawahannya bersedia untuk menerima tanggungjawab yang dibebankan kepada mereka melalui hirarki organisasi Sistem akuntansi pertanggungjawaban mendorong kerjassama, bukan kompetensi .

Sistem akuntansi pertanggungjawaban tradisional dirancang berdasarkan atas beberapa asumsi tentang perilaku manusia :

Pengelolaan berdasarkan penyimpangan , merupakan pengendalian operasi secara efektif yang memadai

Pengelolaan berdasarkan tujuan , akan menghasilkan anggaran yang disepakati, biaya standar, sassaran organisasi, dan rencana yang dapat dilaksanakan

Struktur pertanggungjawababn sesuai dengan struktur hirarki organisasi

Manajer dan bawahannya bersedia untuk menerima tanggungjawab yang dibebankan kepada mereka melalui hirarki organisasi

Sistem akuntansi pertanggungjawaban mendorong kerjassama, bukan kompetensi

.

Karakteristik Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban Tradisional Adanya identifikasi pusat pertaggungjawaban  Sistem akuntansi pertanggungjawaban disini (a) mengidentifikasi pusat pertanggungjawaban sebagai unit organisasi seperti departemen, keluarga produk, time kerja atau individu.(b)Membebankan tanggungjawab kepada individu yang diberi wewenang (c), tanggungjawab dibatasi dalam satuan keuangan (seperti biaya) 2. Standar ditetapkan sebagai tolak ukur kinerja manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu  Setelah pusat pertanggungjawaban diidentifikasi dan ditetapkan, kemudian menghendaki ditetapkannya biaya standar sebagai dasar untuk menyusun anggaran. Anggaran berisi biaya standar yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan . Biaya standar dan anggaran merupakan ukuran kinerja manajer pusat pertanggungjawaban dalam mewujudkan sasaran yang ditetapkan dalam anggaran.

Adanya identifikasi pusat pertaggungjawaban

 Sistem akuntansi pertanggungjawaban disini (a) mengidentifikasi pusat pertanggungjawaban sebagai unit organisasi seperti departemen, keluarga produk, time kerja atau individu.(b)Membebankan tanggungjawab kepada individu yang diberi wewenang (c), tanggungjawab dibatasi dalam satuan keuangan (seperti biaya)

2. Standar ditetapkan sebagai tolak ukur kinerja manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu

 Setelah pusat pertanggungjawaban diidentifikasi dan ditetapkan, kemudian menghendaki ditetapkannya biaya standar sebagai dasar untuk menyusun anggaran. Anggaran berisi biaya standar yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan . Biaya standar dan anggaran merupakan ukuran kinerja manajer pusat pertanggungjawaban dalam mewujudkan sasaran yang ditetapkan dalam anggaran.

Karakteristik Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban Tradisional 3. Kinerja manajer diukur dengan membandingkan realisasi dengan anggaran  Penggunaan sumberdaya ini diukur dengan informasi akuntansi pertanggungjawaban yang mencerminkan kinerja manajer pusat pertanggungjawaban dalam mencapai sasaran anggaran. Individu hanya dimintai pertanggungjawaban atas wewenang yang dimilikinya Manajer secara individual diberi penghargaan atau hukuman berdasarkan kebijakan manajemen yang lebih tinggi .  Sistem penghargaan dan hukuman dirancang untuk memacu para manajer dalam mengelola biaya, untuk mencapai target standar biaya yang dicantumkan dalam anggaran. Atas dasar evaluasi penyebab terjadinya penyimpangan biaya direalisasikan dari biaya yang dianggarkan, para manajer secara individual diberi penghargaan atau hukuman menurut sistem penghargaan dan hukuman yang ditetapkan

3. Kinerja manajer diukur dengan membandingkan realisasi dengan

anggaran

 Penggunaan sumberdaya ini diukur dengan informasi akuntansi pertanggungjawaban yang mencerminkan kinerja manajer pusat pertanggungjawaban dalam mencapai sasaran anggaran. Individu hanya dimintai pertanggungjawaban atas wewenang yang dimilikinya

Manajer secara individual diberi penghargaan atau hukuman berdasarkan kebijakan manajemen yang lebih tinggi .

 Sistem penghargaan dan hukuman dirancang untuk memacu para manajer dalam mengelola biaya, untuk mencapai target standar biaya yang dicantumkan dalam anggaran. Atas dasar evaluasi penyebab terjadinya penyimpangan biaya direalisasikan dari biaya yang dianggarkan, para manajer secara individual diberi penghargaan atau hukuman menurut sistem penghargaan dan hukuman yang ditetapkan

Dasar-Dasar yang MelandasiLaporan Pertanggungjawaban Tradisional Jenjang terbawah yang diberi laporan ini adalah tingkat manajer bagian Manajer jenjang terbawah diberi laporan pertanggungjawaban biaya yang berisi rincian realisasi biaya dibandingkan dengan anggaran biaya yang disusunnya Manajer jenjang diatasnya diberi laporan menghenai biaya pusat pertanggungjawaban sendiri dan ringkasan realisasi biaya yang dikeluarkan oleh manajer-manajer yang berada dibawah wewenangnya, yang disajikan dalam bentuk perbandingan dengan anggaran biaya yang disusun oleh masing-masing manajer yang bersangkutan Semakin ke tas, laporan pertanggungjawaban semakin ringkas

Jenjang terbawah yang diberi laporan ini adalah tingkat manajer bagian

Manajer jenjang terbawah diberi laporan pertanggungjawaban biaya yang berisi rincian realisasi biaya dibandingkan dengan anggaran biaya yang disusunnya

Manajer jenjang diatasnya diberi laporan menghenai biaya pusat pertanggungjawaban sendiri dan ringkasan realisasi biaya yang dikeluarkan oleh manajer-manajer yang berada dibawah wewenangnya, yang disajikan dalam bentuk perbandingan dengan anggaran biaya yang disusun oleh masing-masing manajer yang bersangkutan

Semakin ke tas, laporan pertanggungjawaban semakin ringkas

Format Umum Laporan Pertanggungjawaban Biaya Nomor kode akuntansi biaya Jenis biaya atau pusat pertanggungjawaban Realisasi biaya bulan ini Anggaran biaya bulan ini Penyimpangan biaya bulan ini Realisasi biaya sampai dengan bulan ini Anggaran biaya sampai dengan bulan ini Penyimpangan biaya sampai dengan bulan ini

Nomor kode akuntansi biaya

Jenis biaya atau pusat pertanggungjawaban

Realisasi biaya bulan ini

Anggaran biaya bulan ini

Penyimpangan biaya bulan ini

Realisasi biaya sampai dengan bulan ini

Anggaran biaya sampai dengan bulan ini

Penyimpangan biaya sampai dengan bulan ini

Sistem Biaya Kepada Manajer Yang Bertanggung Jawab Laporan pertanggungjawaban Biaya –Manajer Bagian. Laporan ini disajikan untuk para manajer bagian Laporan pertanggungjawaban Biaya-Manajer Departemen. Laporan ini disajikan untuk para manajer Departemen Laporan Pertanggungjawaban Biaya Direksi. Laporan ini disajikan kepada Direktur Utama. Direktur Produksi dan Direktur Pemasaran

Laporan pertanggungjawaban Biaya –Manajer Bagian. Laporan ini disajikan untuk para manajer bagian

Laporan pertanggungjawaban Biaya-Manajer Departemen. Laporan ini disajikan untuk para manajer Departemen

Laporan Pertanggungjawaban Biaya Direksi. Laporan ini disajikan kepada Direktur Utama. Direktur Produksi dan Direktur Pemasaran

Activity Based Responsibility Accounting Syistem Activity Based Responsibility Accounting System menitik beratkan pada pertanggungjawaban aktivitas bukan biaya. Biaya terjadi sebagai adanya aktivitas, oleh karena itu fokus biaya pengendalian diubah dari yang semual dipusatkan pada biaya. Karena aktivitas tidak dibatasi oleh pusat pertanggungjawaban, seperti departemen, maka Activity Based Responsibility Accounting System bersifat menyeluruh dan merupakan pendekatan menyeluruh dalam pengendalian biaya Sistem akuntansi pertanggungjawaban tradisional memfokuskan pada manajer pusat pertanggungjawaban secara individual, Activity Based Responsibility Accounting System memfokuskan aktivias yang dilaksanakan oleh beberapa manajer, menembus batas-batas pusat pertanggungjawaban. Maksimalisasi pengendalian biaya setiap pusat pertanggungjawaban secara individual tidak selalu maksimalisasi pengendalian biaya secara keseluruhan

Activity Based Responsibility Accounting System

menitik beratkan pada pertanggungjawaban aktivitas bukan biaya. Biaya terjadi sebagai adanya aktivitas, oleh karena itu fokus biaya pengendalian diubah dari yang semual dipusatkan pada biaya. Karena aktivitas tidak dibatasi oleh pusat pertanggungjawaban, seperti departemen, maka Activity Based Responsibility Accounting System bersifat menyeluruh dan merupakan pendekatan menyeluruh dalam pengendalian biaya

Sistem akuntansi pertanggungjawaban tradisional memfokuskan pada manajer pusat pertanggungjawaban secara individual, Activity Based Responsibility Accounting System memfokuskan aktivias yang dilaksanakan oleh beberapa manajer, menembus batas-batas pusat pertanggungjawaban. Maksimalisasi pengendalian biaya setiap pusat pertanggungjawaban secara individual tidak selalu maksimalisasi pengendalian biaya secara keseluruhan

Rekayasa Akuntansi Pertanggungjawaban dalam akuntansi pertanggungjawaban tradisional Merupakan keluaran sistem akuntansi pertanggungjawaban yang merupakan sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga pengumpulan dan pelaporan biaya dan pendapatan dilakukan sesuai dengan pusat pertanggungjawaban dalam organisasi, dengan tujuan agar dapat ditunjuk orang atau kelompok orang yang bertanggungjawab atas penyimpangan biaya dan pendapatan yang dianggarkan

Add a comment

Related presentations

Related pages

INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN - Yosephine Endah ...

Menurut mulyadi (1997:214), Sistem akuntansi pertanggungjawaban tradisional adalah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga pengumpulan ...
Read more

Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban

Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban (Responcibility Information Accounting) Disusun Oleh : 1. Muhammad Shofiu Zamani 2. Mohamad Anis 3. Nanda Ikbal ...
Read more

AKUNTANSI MANAJEMEN - Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban

Efisiensi Dan Keefektifan Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Alat ian Dan Evaluasi Kinerja Manajemen ( Studi Kasus Pada PT. Asuransi Jiwasraya ...
Read more

Akuntansi Pertanggungjawaban | Kuliah Akuntansi

Akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting) adalah system yang mengukur berbagai hasil yang dicapai oleh setiap pusat pertanggungjawaban ...
Read more

Pengertian Akuntansi Pertanggungjawaban, Makalah, Jurnal ...

Pengertian Akuntansi Pertanggungjawaban, Makalah, Jurnal, Fungsi, Informasi, Konsep, Penerapan Serta Berdasarkan Strategi dan Aktivitas
Read more

AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN - Santai.com

Sedangkan informasi akuntansi pertanggungjawaban yang berupa informasi masa lalu bermanfaat sebagai penilai kinerja manajer pusat ...
Read more

Noken Kreatif: AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN

Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan salah satu tipe informasi akuntansi manajemen. Dalam membahas informasi akuntansi penuh ...
Read more