HRM untuk Pegawai Negeri Sipil

0 %
100 %
Information about HRM untuk Pegawai Negeri Sipil
Business & Mgmt

Published on January 1, 2014

Author: billasbi

Source: slideshare.net

PANDUAN FASILITATOR DIKLAT TEKNIS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PEGAWAI NEGERI SIPIL (HUMAN RESOURCE MANAGEMENT) BERSERTI FI KAT

DAFTAR ISI DAFTAR ISI ................................................................................................................. vi BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1 A. Latar Belakang.......................................................................................... 1 B. Kompetensi............................................................................................... 1 BAB II SATUAN ACARA PEMBELAJARAN DAN ALOKASI WAKTU ......... 4 A. Satuan Acara Pembelajaran (SAP) ........................................................... 4 B. Alokasi Waktu ........................................................................................ 23 BAB III METODE DAN SARANA/PRASARANA DIKLAT ............................... 24 A. Metoda Pembelajaran ............................................................................. 24 B. Sarana/Prasarana Diklat.......................................................................... 26 BAB IV EVALUASI................................................................................................... 27 A. Pre-Test dan Post Test ............................................................................ 27 B. Evaluasi Proses dan Hasil Diskusi (Kelompok dan Pleno) .................... 34 BAB V PENUTUP .................................................................................................... 35 LAMPIRAN vi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan berlakunya Undang-undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan kaitannya dengan Undang-undang No. 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 43 Tahun 1999, maka penyerahan sebagian wewenang kepegawaian harus didorong kepada daerah sebagai wujud pelaksanaan desentralisasi. Untuk memberikan landasan yang kuat bagi desentralisasi kepegawaian itu, diperlukan adanya pengaturan kebijakan manajemen Pegawai Negeri, khususnya Pegawai Negeri Sipil secara nasional yang berkenaan dengan norma, standar dan prosedur yang sama dan bersifat nasional sebagai instrumen perekat persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Yang dimaksud Manajemen Pegawai Negeri Sipil tersebut di atas adalah keseluruhan upaya untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas dan derajat profesionalisme penyelenggaraan tugas, fungsi dan kewajiban kepegawaian yang meliputi: perencanaan, pengadaan, pengembangan kualitas, penempatan, promosi, penggajian, kesejahteraan, dan pemberhentian. Pengertian Manajemen Pegawai Negeri Sipil tersebut sekaligus menunjukan tujuan dan arahnya yaitu untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan secara berdayaguna dan berhasilguna dengan dukungan Pegawai Negeri Sipil yang profesional, bertanggung jawab, jujur, dan adil melalui pembinaan yang dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja. Dalam rangka upaya meningkatkan Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana tersebut di atas, Proyek Peningkatan Kapasitas Berkelanjutan untuk Desentralisasi “Sustainable Capacity Building for Decentralization Project”, disingkat SCB-DP, (ADB Loan No. 1964-INO), akan menylenggarakan Diklat Teknis Manajemen Sumber Daya Manusia Pegawai Negeri Sipil (nomor referensi 4.6.3) bagi Pejabat Struktural yang menangani tugas pokok di bidang manajemen Pegawai Negeri Sipil pada satuan unit kerja kepegawaian dari instansi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Ada yang sebagai Kepala Bagian Kepegawaian (Eselon III), juga ada yang sebagai Kepala Sub-Bagian Kepegawaian (Eselon IV) di bawah Eselon III bukan kepegawaian. B. Kompetensi Kompetensi menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil 1

2 berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap-perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya. Standar kompetensi jabatan bagi pejabat struktural yang menangani Manajemen Pegawai Negeri Sipil antara lain adalah: 1. Kemampuan merencanakan formasi Pegawai Negeri Sipil; 2. Kemampuan merencanakan dan memproses pengadaan Pegawai Negeri Sipil; 3. Kemampuan merencanakan dan memproses kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil; 4. Kemampuan merencanakan dan memproses pengangkatan Pegawai Negeri Sipil; 5. Kemampuan merencanakan dan memproses pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; 6. Kemampuan merencanakan dan memproses kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil; dan 7. Kemampuan-kemampuan dalam pengembangan sikap dan perilaku positif sebagai pejabat kepegawaian. Khusus Diklat Teknis Manajemen SDM PNS yang bersertifikat ini, sesuai dengan kesepakatan akhir pada peserta Pilot Testing dari Pemda Kabupaten/Kota, Service Provider, dan Tim ”Technical Review Panel (TRP)” yang beranggotakan tenaga ahli Manajemen SDM PNS dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN), bahwa kemampuan-kemampuan yang perlu dilatihkan (training needs) bagi peserta minimal 3 (tiga) kemampuan sebagai berikut: Pertama : Kemampuan dalam menerapkan pembinaan jiwa korps, kode etik dan disiplin Pegawai Negeri Sipil Kedua : Kemampuan dalam menyusun kompetensi jabatan Pegawai Negeri Sipil Ketiga : Kemampuan dalam menerapkan budaya kerja aparatur. Penulis Modul dari dari Tim Konsultan Paket C.1, SCBD Project dengan persetujuan Tim Technical Review Panel (TRP) dan Core Team SCBD Project menambahkan satu kemampuan (Modul) yang berjudul ”Pembinaan Sumber daya Manusia Berdasarkan Paradigma Pribadi Utuh” sebagai pengantar (payung) dan pembuka wawasan untuk 3 (tiga) kemampuan (modul) tersebut di atas. Sebagai tambahan, jika Pemda Kabupaten/Kota dan atau Service Provider (Paket C.2, SCB-DP) memutuskan diklat teknis ini lengkap atau sebagiannya mencakup semua fungsi manajemen PNS, maka sebaiknya menggunakan kurikulum dan modul-modulnya yang ditetapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Nomor 2 B Tahun 2006, tanggal 10 Februari 2006 tentang Pedoman

3 Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

BAB II SATUAN ACARA PEMBELAJARAN DAN ALOKASI WAKTU A. Satuan Acara Pembelajaran (SAP) 1. Modul 1: Pembinaan Sumber Daya Manusia Berdasarkan Paradigma ”Pribadi Utuh” SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) [L EARNING ACTIVITIES PLAN (LAP)] MODUL 1 A. Modul Diklat : PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA BERDAARKAN PARADIGMA ”PRIBADI UTUH” B. Hasil Belajar : Setelah mengalami proses pembelajaran, peserta diharapkan mampu mengekspresikan paradigma “Pribadi Utuh” dalam Pembinaan Aparatur Pemerintah mencakup penyadaran dan pengembangan keempat kecerdasan manusia Physical Quotient (PQ), Intelligence Quotient (IQ), Emosional Quotient (EQ) dan Spritual Quotient (SQ) ), agar mampu membangun komitmen yang kuat terhadap Visi, Disiplin, Gairah / Semangat / Etos Kerja / Kecintaan dan Pengembangan Nurani untuk senantiasa berpegang pada Prinsip. C. Indikator Hasil Belajar : Setelah mengalami proses pembelajaran, peserta diharapkan dapat : 1. Menjelaskan lima zaman peradaban manusia 2. Menjelaskan Implikasi peninggalan zaman industri pada pembinaan SDM di abad ini. 3. Menerapkan konsep Paradigma ”Pribadi Utuh” meliputi : a. Memahami Latar belakang Paradigma Pribadi Utuh b. Mengekspresikan konsep ”Pribadi Utuh” c. Mengekspresikan konsep Kebebasan dan Kemampuan Memilih d. Mengekspresikan konsep Prinsip-Prinsip Universal e. Mengekspresikan konsep Empat Kecerdasan Alamiah Manusia 4. Mengekspresikan konsep paradigma ”Pribadi Utuh” dalam pembinaan SDM (Aparatur Pemerintah) meliputi : a. Visi 4

5 b. Disiplin c. Gairah d. Nurani D. Pokok Bahasan : 1. Tantangan Zaman Peradaban Manusia dan implikasinya pada pembinaan SDM. a. Lima Zaman Peradaban Manusia b. Implikasi peninggalan zaman Industri pada pembinaan SDM di abad ini 2. Paradima “Pribadi Utuh” a. Latar Belakang Paradigma “Pribadi Utuh” b. Pribadi Utuh c. Kebebasan dan kemampuan Memilih d. Prinsip-Prinsip Universal e. Empat Kecerdasan 3. Mengekspresikan Paradigma “Pribadi Utuh” dalam pembinaan SDM a. Visi b. Disiplin c. Gairah d. Nurani E. Waktu Pembelajaran : 14 Jampel @ 45 menit = 630 menit F. Kegiatan Pembelajaran : Tercantum dalam Tabel berikut ini.

6 Tabel NO I. TAHAP KEGIATAN PENDAHULUAN 1. 2. II. PENYAJIAN MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN FASILITATOR Memfasilitasi penciptaan suasana belajar yang dinamis, kondusif dan partisipatif Menjelaskan Hasil belajar dan indikatornya dan minta persetujuan peserta sebagai kontrak belajar 3. Melakukan Pre Test 4. Bagikan Bahan Serahan I (Derita Kita) kepada peserta dan minta peserta untuk mengidentifikasi poin2 mana saja dari Daftar Derita Kita yang dialami oleh peserta atau teman-teman sekerjanya. MOTODE Ice-breaker: - Games - dinamika lompok - anekdot/ceritera yang relevan - dll. Ceramah singkat dan tanya jawab Tes Pilihan Ganda Kerja perorangan ALAT BANTU Infocus Papan Tulis Chart Spidol Infocus Flipchart (dipampangkan di papan tulis di depan kelas) Lembar pre test Alat tulis Bahan Serahan I Infocus Papan Tulis Chart Spidol Infocus Papan Tulis Chart Spidol WAKTU (MENIT) 5 MENIT 5 MENIT 10 MENIT 10 MENIT Minta peserta untuk mengemukakan pendapatnya tentang apa kira-kira yang menyebabkan hal itu terjadi, melalui curah pendapat. Tuliskan pendapat peserta secara berurutan di kertas chart atau papan tulis. 5. Curah Pendapat Minta peserta untuk mendiskusikan dalam kelompok-kelompok kecil untuk menentukan faktor penyebab utama atau akar masalah berdasarkan daftar penyebab hasil curah pendapat Minta perwakilan kelompok untuk mempresentasikannya secara bergiliran Diskusi Kelompok Alat tulis 45 MENIT Presentasi & diskusi Infocus, Papan Tulis Chart, Spidol 40 MENIT 15 MENIT

7 NO TAHAP KEGIATAN KEGIATAN FASILITATOR MOTODE ALAT BANTU WAKTU (MENIT) Berikan komentar tanpa menyalahkan, lanjutkan dengan Kuliah singkat tentang lima Zaman Peradaban Manusia. (II.A). Beri kesempatan peserta untuk bertanya 7. Infocus Papan Tulis Chart Spidol 45 MENIT Bagikan Bahan Serahan I (Derita Kita) kepada peserta dan minta peserta untuk mengidentifikasi poin2 mana saja dari Daftar Derita Kita yang dialami oleh peserta atau teman-teman sekerjanya. Kerja perorangan Bahan Serahan I Infocus Papan Tulis Chart Spidol 10 MENIT Minta peserta untuk mengemukakan pendapatnya tentang apa kira-kira yang menyebabkan hal itu terjadi, melalui curah pendapat. Tuliskan pendapat peserta secara berurutan di kertas chart atau papan tulis. 6. Tanggapan Kuliah Singkat Tanya Jawan Curah Pendapat Infocus Papan Tulis Chart Spidol 15 MENIT Diskusi Kelompok Alat tulis 45 MENIT Presentasi & diskusi Infocus, Papan Tulis Chart, Spidol Infocus Papan Tulis Chart Spidol 40 MENIT Alat Tulis Infocus Papan Tulis Chart Spidol 15 MENIT Minta peserta untuk mendiskusikan dalam kelompok-kelompok kecil untuk menentukan faktor penyebab utama atau akar masalah berdasarkan daftar penyebab hasil curah pendapat 8. Minta perwakilan kelompok untuk mempresentasikannya secara bergiliran 9. Berikan komentar tanpa menyalahkan, lanjutkan dengan Kuliah singkat tentang lima Zaman Peradaban Manusia. (II.A). Beri kesempatan peserta untuk bertanya Bagikan Bahan Serahan III (5 Skenario) kepada peserta untuk dipelajari dan minta masing-masing peserta secara bergiliran untuk menyampaikan pilihannya. Catat pilihan peserta pada Daftar Rekap Pilihan Peserta dan jumlahkan setiap pilihan peserta pada setiap Nomor. Tanggapan Kuliah Singkat Tanya Jawan Kerja perorangan Curah Pendapat 45 MENIT

8 NO TAHAP KEGIATAN KEGIATAN FASILITATOR Minta peserta untuk memberikan tanggapan terhadap hasilnya. Catat tanggapan peserta di papan di papan tulis atau kertas chart. 10. Berikan komentar atas tanggapan peserta tanpa menyalahkan pendapat mereka, lanjutkan dengan Penjelasan singkat Pokok Bahasan : Pengertian, latar-belakang dan konsep Paradigma Pribadi Utuh. Beri kesempatan peserta untuk bertanya. 11. Ajak peserta untuk melakukan perenungan bersama “Mendengarkan Suara Hati” Minta tanggapan, pendapat atau kesimpulan peserta terhadap hasil perenungan. Catat pendapat peserta di papan tulis. 12. Berikan komentar terhadap tanggapan peserta tanpa menyalahkan, dan bagikan Bahan Serahan IV”Mendengarkan Suara Hati” kepada peserta Kuliah singkat tentang Konsep Kebebasan Memilih, Prinsip Universal dan 4 Kecerdasan Manusia. Beri kesempatan peserta untuk bertanya 13. Membagikan Lembar Penilaian Sementara Hasil Belajar 14. Bagikan Bahan Serahan V : ”Kisah Muhammad Yunus” dan minta Peserta untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor keberhasilan kasus Muh. Yunus dengan Grameen Bank-nya melalui pisau analisis Paradigma ”Pribadi Utuh” dalam diskusi kelompok Masing-masing kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi 15. Berikan komentar terhadap Hasil Presentasi Peserta tanpa menyalahkan dengan Kuliah singkat penjelasan Pokok Bahasan : Mengekspresikan MOTODE Curah Pendapat Tanggapan Kuliah singkat Tanya jawab. Simulasi ”Perenungan” Curah Pendapat ALAT BANTU Infocus Papan Tulis Chart Spidol Infocus Papan Tulis Chart Spidol Infocus Sound System Infocus,Papan Tulis Chart, Spidol WAKTU (MENIT) 15 MENIT 45 MENIT 30 MENIT 15 MENIT Tanggapan untuk Pemantapan Infocus 10 MENIT Kuliah singkat Tanya Jawab Infocus Papan Tulis Chart Spidol Lembar penilaian diri sendiri & alat tulis Infocus Papan Tulis Chart Spidol 45 MENIT Infocus, Papan Tulis Chart, Spidol Infocus, Papan tulis, Chart, 40 MENIT Penilaian diri sendiri (check list) Diskusi Kelompok Presentasi Tanya Jawab Tanggapan Kuliah singkat Tanya jawab 10 MENIT 45 MENIT 45 MENIT

9 NO III. TAHAP KEGIATAN PENUTUP KEGIATAN FASILITATOR Pribadi Utuh (Visi, Disiplin, Gairah, Nurani dan Panggilan Jiwa). Beri kesempatan peserta untuk bertanya 16. Membagikan Lembar Penilaian Sementara Hasil Belajar 17. Memfasilitasi untuk menyimpulkan atau merangkum Hasil Belajar para peserta 18. Memfasilitasi peserta untuk menyusun rencana penerapan hasil belajar di dinas / instansinya masing-masing. 19. Post Test 20. Memberitahukan Tindak lanjut atau pembelajaran berikutnya, dan menutup kegiatan pembelajaran SAP tersebut. JUMLAH WAKTU MOTODE ALAT BANTU WAKTU (MENIT) Spidol Penilaian diri sendiri (check list) Diskusi terfokus Diskusi terfokus dan kerja mandiri Tes Pilihan Ganda Pemberian informasi Lembar penilaian diri sendiri & alat tulis White board Flipchart Infokus White board Flipchart Infokus Lembar Post Test Alat tulis 10 MENIT 15 MENIT 30 MENIT 15 MENIT 10 MENIT 630 MENIT

10 2. Modul 2 : Pembinaan Jiwa Korps, Kode Etik, Dan Disiplin Pegawai Negeri Sipil SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) [L EARNING ACTIVITIES PLAN (LAP)] MODUL 2 A. Modul Diklat : PEMBINAAN JIWA KORPS, KODE ETIK, DAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL B. Hasil Belajar : Setelah mengalami proses pembelajaran, peserta diharapkan mampu: 1. Memahami peraturan tentang Pembinaan Jiwa Korps PNS; 2. Menganalisis masalah, penyebab masalah, dan alternatif pemecahan masalah dala pembinaan jiwa korps PNS; 3. Memahami peraturan tentang Pembinaan Kode Etik PNS; 4. Menganalisis masalah, penyebab masalah, dan alternatif pemecahan masalah dalam pembinaan kode etik PNS; 5. Memahami peraturan disiplin PNS; 6. Menganalisis masalah, penyebab masalah dan alternatif pemecahan masalah dalam pembinaan disiplin PNS. C. Indikator Hasil Belajar : Setelah mengalami proses pembelajaran, peserta diharapkan dapat: 1. Menjelaskan pengertian jiwa korps PNS, 2. Menjelaskan maksud pembinaan jiwa korps Pegawai Negeri Sipil, 3. Menjelaskan tujuan pembinaan jiwa korps Pegawai Negeri Sipil, 4. Menjelaskan ruang lingkup pembinaan jiwa korps Pegawai Negeri Sipil, 5. Menjelaskan nilai-nilai dasar bagi Pegawai Negeri Sipil, 6. Mengidentifikasi masalah dan penyebabnya dalam pembinaan jiwa korps Pegawai Negeri Sipil, 7. Menetapkan alternatif pemecahan masalah pembinaan jiwa korps Pegawai Negeri Sipil dan merencanakan tindakan pemecahan masalahnya, 8. Menjelaskan pengertian kode etik Pegawai Negeri Sipil, 9. Menjelaskan kewajiban Pegawai Negeri Sipil

11 D. Pokok Bahasan tentang etika, 10. Menjelaskan etika dalam bernegara, 11. Menjelaskan etika dalam berorganisasi, 12. Menjelaskan etika dalam bermasyarakat, 13. Menjelaskan etika terhadap diri sendiri, 14. Menjelaskan etika terhadap sesama Pegawai Negeri Sipil, 15. Menjelaskan cara penegakan kode etik, 16. Menjelaskan pembentukan, keanggotaan, dan keputusan Majelis Kode Etik, 17. Mengidentifikasi masalah dan penyebabnya pembinaan kode etik Pegawai Negeri Sipil, 18. Menetapkan alternatif pemecahan masalah pembinaan kode etik Pegawai Negeri Sipil dan merencanakan tindakan pemecahan masalahnya, 19. Menjelaskan kewajiban Pegawai Negeri Sipil tentang disiplin, 20. Menjelaskan larangan yang tidak boleh dilanggar Pegawai Negeri Sipil, 21. Menjelaskan pembatasan berusaha, 22. Menjelaskan pelanggaran disiplin, 23. Menjelaskan hukuman disiplin, 24. Menjelaskan pejabat yang berwenang menghukum, 25. Menjelaskan penjatuhan hukuman disiplin, 26. Menjelaskan keberatan atas hukuman disiplin, 27. Menjelaskan berlakunya keputusan hukuman disiplin, 28. Mengidentifikasi masalah dan penyebabnya dalam penegakan peraturan disiplin Pegawai Negeri Sipil, 29. Menetapkan alternatif pemecahan masalah dalam penegakan Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan merencanakan tindakan pemecahan masalahnya. : 1. Pembinaan Jiwa Korps Pegawai Negeri Sipil a. Pengertian jiwa korps Pegawai Negeri Sipil, b. Maksud pembinaan jiwa korps Pegawai Negeri Sipil, c. Tujuan pembinaan jiwa korps Pegawai Negeri Sipil, d. Ruang lingkup pembinaan jiwa korps Pegawai Negeri Sipil, e. Nilai-nilai dasar bagi Pegawai Negeri

12 Sipil. 2. Pembinaan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (PNS) a. Pengertian kode etik Pegawai Negeri Sipil. b. Kewajiban Pegawai Negeri Sipil tentang etika. c. Etika dalam bernegara. d. Etika dalam berorganisasi. e. Etika dalam bermasyarakat. f. Etika terhadap diri sendiri. g. Etika terhadap sesama Pegawai Negeri Sipil. h. Penegakan Kode Etik. i. Majelis Kode Etik. 3. Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) a. Kewajiban Pegawai Negeri Sipil. b. Larangan Pegawai Negeri Sipil. 1) Larangan yang tidak boleh dilanggar Pegawai Negeri Sipil, 2) Pembahasan berusaha. 3) Pelanggaran disiplin. c. Hukuman disiplin. d. Pejabat yang berwenang menghukum. 1) Presiden. 2) Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. 3) Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. 4) Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. 5) Pendelegasian wewenang penjatuhan hukuman disiplin. e. Penjatuhan Hukuman Disiplin 1) Pemeriksaan pelanggaran disiplin. 2) Tata cara pemeriksaan pelanggaran disiplin. 3) Kewajiban melapor. 4) Keputusan hukuman disiplin. 5) Penyampaian keputusan disiplin. 6) Penyampaian keputusan hukuman disiplin. f. Keberatan terhadap keputusan hukuman disiplin. g. Berlakunya keputusan hukuman disiplin. 1) Hapusnya kewajiban menjalankan hukuman disiplin. 2) Pelanggaran disiplin oleh Calon

13 Pegawai Negeri Sipil. 3) Kartu hukuman E. Waktu Pembelajaran : 16 Jampel @ 45 menit = 720 menit F. Kegiatan Pembelajaran : Tercantum dalam Tabel berikut ini.

14 Tabel Kegiatan Pembelajaran Modul 1 No I II Tahap Kegiatan PENDAHULUAN PENYAJIAN MATERI PEMBELAJARAN PENYAJIAN MATERI PEMBELAJARAN Kegiatan Fasilitator/Pelatih 1. Menjelaskan Indikator Keberhasilan (Tujuan Pembelajaran Khusus) dan minta persetujuan peserta sebagai kontrak belajar. 2. Menguraikan tahapan dan atau proses pembelajaran dari awal sampai akhir 3. Melakukan Pre Test 4. Menjelaskan Pembinaan Jiwa Korps Pegawai Negeri Sipil 5. Menugaskan para peserta peserta menilai hasil belajarnya (on going evaluation) dalam pembinaan Jiwa Korps Pegawai Negeri Sipil 6. Merangkum Pembinaan Jiwa Korps Pegawai Negeri Sipil 7. Menjelaskan Pembinaan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil 8. Menugaskan para peserta peserta menilai hasil belajarnya (on going evaluation) dalam Pembinaan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil 9. Merangkum Pembinaan Pembinaan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil 10. Menjelaskan Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 11. Menugaskan para peserta peserta menilai hasil belajarnya (on going evaluation) dalam Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 12. Merangkum Penegakan Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 13. Menugaskan para peserta melakukan studi kasus ”Pembinaan Jiwa Korps Pegawai Negeri Sipil” a. Tahap Pertama; mengidentifikasi masalah dan penyebabnya: Metode Alat Bantu Waktu (menit) Ceramah & Tanya Jawab Infocus & Flipchart 5’ Ceramah & Tanya Jawab Infocus & Flipchart 5’ Tes tertulis Kertas & Alat Tulis 15’ Ceramah & Tanya Jawab Infocus & Flipchart 20’ Tes tertulis Kertas & Alat Tulis 5’ Ceramah Singkat Infocus & Flipchart 10’ Ceramah & Tanya Jawab Infocus & Flipchart 35’ Tes tertulis Kertas & Alat Tulis 5’ Ceramah Infocus & Flipchart 20’ Ceramah Singkat Infocus & Flipchart 35’ Tes tertulis Kertas & Alat Tulis 5’ Ceramah Singkat Infocus & Flipchart 20’

15 Tahap Kegiatan Metode Alat Bantu Studi Kasus Studi Kasus Flipchart Flipchart Waktu (menit) 45’ 45’ Studi Kasus Studi Kasus Flipchart Flipchart 45’ 45’ Studi Kasus Studi Kasus Flipchart Flipchart 45’ 45’ Studi Kasus Studi Kasus Flipchart Flipchart 45’ 45’ 15. Menugaskan para peserta melakukan studi kasus ”Penegakan Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil” a. Tahap Pertama; mengidentifikasi masalah dan penyebabnya: 1) Diskusi Kelompok 2) Diskusi Pleno No Studi Kasus Studi Kasus Flipchart Flipchart 45’ 45’ b. Tahap kedua; menetapkan alternatif pemecahan masalah dan merencanakan tindakan pemecahan masalahnya 1) Diskusi Kelompok 2) Diskusi Pleno 16. Post-Test Studi Kasus Studi Kasus Tes tertulis Flipchart Flipchart Kertas & Alat Tulis 45’ 45’ 15’ Kegiatan Fasilitator/Pelatih 1) Diskusi Kelompok 2) Diskusi Pleno b. Tahap kedua; menetapkan alternatif pemecahan masalah dan merencanakan tindakan pemecahan masalahnya 1) Diskusi Kelompok 2) Diskusi Pleno 14. Menugaskan para peserta melakukan studi kasus ” Pembinaan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil” a. Tahap Pertama; mengidentifikasi masalah dan penyebabnya: 1) Diskusi Kelompok 2) Diskusi Pleno b. Tahap kedua; menetapkan alternatif pemecahan masalah dan merencanakan tindakan pemecahan masalahnya 1) Diskusi Kelompok 2) Diskusi Pleno III PENUTUP JUMLAH WAKTU 720’

16 3. Modul 3: Kompetensi Jabatan Pegawai Negeri Sipil SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) [LEARNING ACTIVITIES PLAN (LAP)] MODUL 3 A. Modul Diklat : KOMPETENSI JABATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL B. Hasil Belajar : Setelah mengalami proses pembelajaran, peserta diharapkan mampu: 1. Memahami pengertian, unsur utama dan klasifikasi kompetensi. 2. Memahami Kompetensi Jabatan PNS. 3. Memahami Prosedur penyusunan standar Kompetensi Jabatan (SKJ) PNS. 4. Menganalisis masalah, penyebab masalah dan alternatif pemecahan dalam penyusunan standar kompetensi jabatan (SKJ) PNS. Setelah mengalami proses pembelajaran, peserta : diharapkan dapat: C. Indikator Hasil Belajar 1. Menjelaskan kompetensi; pengertian dan unsur utama 2. Menjelaskan klarifikasi kompetensi; 3. Menjelaskan jenis kompetensi dan profesi; 4. Menjelaskan struktur isi keputusan Kepala Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 46 A Tahun 2003 tentang Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktural PNS; 5. Menjelaskan pengertian dan klasifikasi Jabatan PNS; 6. Menjelaskan rumus kompetensi jabatan; 7. Menjelaskan prosedur pengumpulan data untuk penyusunan SKJ - PNS; 8. Menjelaskan Jabatan; prosedur Identifikasi Kompetensi 9. Menjelaskan prosedur penyusunan daftar sementara kompetensi jabatan; 10. Menjelaskan prosedur validasi kompetensi jabatan; 11. Menjelaskan jabatan; prosedur penentuan kompetensi 12. Menganalisis masalah dan penyebabnya dalam

17 penyusunan SKJ-PNS; D. Pokok Bahasan 13. Menetapkan alternatif pemecahan masalah dalam penyusunan SKJ-PNS. : Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil. 1. Pengertian, unsur utama dan klasifikasi Kompetensi a. Pengertian dan unsur utama Kompetensi. b. Klasifikasi Kompetensi. c. Jenis Kompetensi dan Profesi. 2. Kompetensi Jabatan PNS. a. Struktur isi Keputusan Kepala BKN Nomor 46 A Tahun 2003. b. Pengertian dan Klasifikasi Jabatan PNS. c. Ramus Kompetensi Jabatan. 3. Prosedur Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan PNS. a. Pengumpulan Data. b. Identifikasi Kompetensi Jabatan. c. Penyusunan Daftar Sementara Kompetensi Jabatan. d. Validasi kompetensi Jabatan. e. Penentuan Kompetensi Jabatan. E. Waktu Pembelajaran : 9 Jampel @ 45 menit = 405 menit F. Kegiatan Pembelajaran : Tercantum dalam Tabel berikut ini.

18 Tabel : Kegiatan Pembelajaran SAP Modul 3 I II Tahap Kegiatan PENDAHULUAN PENYAJIAN MATERI PEMBELAJARAN Metode Alat Bantu Waktu (menit) 1. Menjelaskan Indikator Keberhasilan (Tujuan Pembelajaran Khusus) dan minta persetujuan peserta sebagai kontrak belajar. Ceramah & Tanya Jawab Infocus & Flipchart 10’ 2. Menguraikan tahapan dan atau proses pembelajaran dari awal sampai akhir No Ceramah & Tanya Jawab Infocus & Flipchart 5’ Tes tertulis Kertas & Alat Tulis 15’ Ceramah & Tanya Jawab Infocus & Flipchart 45’ Tes tertulis Kertas & Alat Tulis 5’ Ceramah Singkat Infocus & Flipchart 15’ Diskusi White Board & Flip Chart 15’ Ceramah dan Tanya Jawab Infocus & Flipchart 45’ Tes tertulis Kertas dan Alat tulis 5’ Ceramah singkat Infocus & Flipchart 10’ Diskusi Flipchart 15’ Kegiatan Fasilitator/Pelatih 3. Melakukan Pre-Test 4. Menjelaskan Pokok Bahasan II 5. Menugaskan para peserta peserta menilai hasil belajarnya (on going evaluation) Pokok Bahasan II 6. Merangkum Pokok Bahasan II 7. Menjadi fasilitator diskusi kelas Pokok Bahasan II 8. Menjelaskan Pokok Bahasan III 9. Menugaskan para peserta menilai hasil belajarnya ”Pokok Bahasan III” 10. Merangkum Poko Bahasan III 11. Menjadi fasilitator diskusi kelas Pokok Bahasan III

19 Alat Bantu Waktu (menit) Ceramah & Tanya Jawab White Board & Infocus 90’ Tes Tertulis Kertas &Alat Tulis 10’ Ceramah Infocus & Flipchart 15’ 15. Menugaskan para Peserta diskusi kelompok Tahap Kegiatan Metode 14. Merangkum ”Pokok Bahasan IV” No Diskusi White Boart & Flipchart 45’ Diskusi Pleno Flipchart 45’ Tes tertulis Kertas & Alat Tulis 15’ Kegiatan Fasilitator/Pelatih 12. Menjelaskan Pokok Bahasan IV 13. Menugaskan para peserta menilai hasil belajarnya ”Pokok Bahasan IV” 16. Menjadi Fasilitator diskusi Pleno III PENUTUP 17. Melakukan Post-Test JUMLAH WAKTU 405’

20 4. Modul 4: Pengembangan Budaya Kerja Aparatur SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) [LEARNING ACTIVITIES PLAN (LAP)] MODUL 4 A. Modul Diklat : PENGEMBANGAN APARATUR B. Hasil Belajar : Setelah mengalami proses pembelajaran, peserta diharapkan mampu: 1. Memahami kebijakan pengembangan budaya kerja aparatur; 2. Memahami nilai-nilai dasar, penerapan dan sosialisasi budaya kerja aparatur; 3. Menganalisis masalah, penyebab masalah, dan alternatif pemecahan masalah dalam pengembangan budaya kerja aparatur. : Setelah mengalami proses pembelajaran, peserta diharapkan dapat: C. Indikator Hasil Belajar BUDAYA KERJA 1. Menjelaskan sejarah budaya kerja; 2. Menjelaskan Pengertian Budaya Kerja; 3. Menjelaskan arah kebijakan pengembangan budaya kerja aparatur; 4. Menjelaskan manfaat pengembangan budaya kerja aparatur; 5. Menjelaskan syarat keberhasilan dan pengembangan budaya kerja aparatur; 6. Menguraikan aparatur; nilai-nilai dasar budaya metode kerja 7. Menjelaskan bagaimana cara penerapan nilai-nilai dasar budaya kerja aparatur; 8. Menjelaskan begaimana cara melakukan sosialisasi pengembangan budaya kerja aparatur; 9. Mengidentifikasi masalah dan penyebabnya dalam pengembangan budaya kerja aparatur; D. Pokok Bahasan 10. Menetapkan alternatif pemecahan masalah dalam pengembangan budaya kerja aparatur. 1. Kebijakan Pengembangan Budaya Kerja Aparatur : a. Sejarah Budaya Kerja b. Pengertian Budaya Kerja c. Arah Kebijakan Pengembangan Budaya Kerja Aparatur

21 d. Manfaat Pengembangan Budaya Kerja Aparatur e. Syarat Keberhasilan dan Metode Pengembangan Budaya Kerja Aparatur 2. Nilai-Nilai Dasar, Penerapan dan Sosialisasi Budaya Kerja Aparatur a. Nilai-Nilai dasar Budaya Kerja Aparatur b. Penerapan Nilai-Nilai Dasar Budaya Kerja Aparatur c. Sosialisasi Pengembangan Budaya Kerja Aparatur E. Waktu Pembelajaran : 13 Jampel @ 45 menit = 585 menit F. Kegiatan Pembelajaran : Tercantum dalam Tabel berikut ini.

22 Tabel : Kegiatan Pembelajaran SAP Modul 4 PENDAHULUAN Alat Bantu Waktu (menit) 1. Menjelaskan Indikator Keberhasilan (Tujuan Pembelajaran Khusus) dan minta persetujuan peserta sebagai kontrak belajar. Ceramah & Tanya Jawab Infocus & Flipchart 10’ 2. Menguraikan tahapan dan atau proses pembelajaran dari awal sampai akhir Ceramah & Tanya Jawab Infocus & Flipchart 5’ Tes tertulis Kertas & Alat Tulis 15’ Ceramah & Tanya Jawab Infocus & Flipchart 90’ Tes tertulis Kertas & Alat Tulis 10’ Ceramah Singkat Infocus & Flipchart 25’ Diskusi Pleno White Board & Flipchart 30’ Ceramah & Tanya Jawab Infocus & Flipchart 90’ Tes tertulis Kertas &Alat Tulis 10’ Ceramah Singkat Infocus & Flipchart 15’ Kasus White Board & Flipchart 135’ 12. Menjadi fasilitator Diskusi Pleno membahas 3 Studi kasus I Tahap Kegiatan Metode 11. Menugaskan para peserta diskusi 3 studi kasus (Diskusi Kelompok) No Kasus White Board & Flipchart 135’ Tes tertulis Kertas & Alat Tulis 15’ Kegiatan Fasilitator/Pelatih 3. Mengadakan Pre-Test 4. Menjelaskan Pokok Bahasan Bab II 5. Menugaskan para peserta peserta menilai hasil belajarnya (on going evaluation) Bab II 6. Merangkum Bab II II PENYAJIAN MATERI PEMBELAJARAN 7. Menjadi fasilitator Diskusi Pleno untuk Bab II 8. Menjelaskan Pokok Bahasan III 9. Menugaskan para peserta menilai Hasil Belajar, Bab III 10. Merangkum Bab III III PENUTUP 13.Mengadakan Post-Test JUMLAH WAKTU 585’

23 B. Alokasi Waktu Dapat dilihat dari 4 (empat) SAP diatas, alokasi waktu untuk pelaksanaan Diklat Teknis ini selama 52 jam pelajaran yang terdiri dari pemaparan materi Modul (ceramah dan tanya jawab) 20 jam pelajaran dan lainnya (partisipasi aktif peserta) 32 jam pelajaran @ 45 menit; Penetapan jumlah atau lama hari diklat ini berlangsung tergantung keputusan penyelenggara Diklat di daerah.

BAB III METODE DAN SARANA/PRASARANA DIKLAT A. Metoda Pembelajaran Didalam Metoda Pembelajaran/pelatihan sangat perlu diketahui oleh fasilitator/ trainer tentang Prinsip-Prinsip Cara Pendekatan Belajar Orang Dewasa baik dalam memberikan ceramah, bertanya, diskusi kelompok dan lain-lain, dengan berbagai contoh penerapannya. Berbagai metoda pelatihan dapat dikembangkan dalam program pelatihan ini, antara lain: 1. Metoda pendekatan yang bertitik tolak pada aktivitas peserta (Participant-centred approach) Sebagai penyaji fasilitator pertama-tama penekanannya pada partisipasi peserta dalam proses pembelajaran ini dan fasilitator hanya memfasilitasi peserta dengan memanfaatkan sebanyak-banyaknya peran aktif peserta (activity-based strategies). Dengan cara ini pada awalnya kemungkinan susah untuk mengajak peserta langsung merespon apa yang kita anjurkan, karena mungkin sebagian peserta belum terbiasa, karena hal ini merupakan hal baru bagi mereka, atau kemungkinan peserta terbiasa dengan selalu dijejali informasi sementara mereka sendiri tetap pasip saja untuk menerimanya. Bagaimanapun juga, metoda ‘a participant-centred approach’ akan berdampak pada lebih aktifnya dan lebih efektifnya pembelajaran, lebih memicu peserta untuk mengembangkan diri dalam menelusuri pengetahuan dan ide-ide mereka serta akan menerapkan hasil pembelajarannya tersebut. 2. Metoda pembelajaran secara aktif (Active Learning) Untuk menggunakan metoda pembelajaran secara aktif, peserta harus digiring untuk berani terlibat dalam diskusi, berani debat serta berani mengemukakan ide-ide mereka. Berbagai pendapat perlu direspon baik oleh ‘presenter’ maupun oleh peserta lainnya. Fasilitator harus dapat mengatur agar suasana belajar dapat diciptakan sedemikian rupa sehingga para peserta merasa tidak kaku dan timbul rasa percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya. 3. Metoda Pembelajaran Sendiri (Individual Learning Styles) Metoda pembelajaran sendiri akan memerlukan banyak macam cara penyampaian termasuk diantaranya grup diskusi; tim kerja; berperan sebagai tokoh; refleksi diri; serta penggunaan berbagai alat bantu visual/audio visual. 24

25 4. Pelatihan Pembelajaran Orang Dewasa (Andragogy) Sebagai seorang penyaji, fasilitator wajib menerapkan cara-cara pendekatan pembelajaran orang dewasa dalam melaksanakan diklat, disain kursus maupun penggunaan Bahan Ajar serta penyampaiannya kepada peserta. Prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa sebagaimana dikembangkan oleh IASTP III Training (adult learning principles) yang digunakan sebagai bagian dari metoda pelatihan dicantumkan dibawah ini: a. Orang dewasa akan memperkaya pengetahuannya melalui pengalamannya dalam pembelajaran. Panduan pembelajaran: Gali pengalaman dan keterampilan peserta. Gunakan pengalaman peserta sebagai kasus dari pembicaraan. b. Orang dewasa cenderung untuk mengawasi apa yang mereka pelajari. Panduan Pembelajaran: Cari titik-titik yang merupakan cerminan yang paling kritis dan kurang pas dari asumsi yang digunakan dalam pembelajaran ini. c. Orang dewasa cenderung belajar dalam lingkungan yang bernuansa kerjasama. Panduan Pembelajaran: Jadikan pembelajaran ini sebagai ajang kegiatan bersama. Ciptakan hubungan kerjasama antar peserta dengan dasar saling menghormati, keterbukaan dan kesetaraan. d. Orang dewasa selalu ingin melihat keterkaitan antara training ini dengan pekerjaan dan kehidupannya. Panduan Pembelajaran: Tunjukan bahwa apa yang mereka pelajari merupakan kegiatan yang bisa diterapkan dalam pekerjaan dan kehidupannya. e. Orang dewasa selalu punya kebutuhan pribadi yang ingin dikaitkan dengan yang mereka terima. Panduan Pembelajaran: Maksimalkan keterlibatan peserta dam proses pembelajaran ini. f. Kumpulan orang dewasa punya kepribadian yang berbeda, cara belajar yang beragam serta strategi belajar yang macam-macam. Panduan Pembelajaran: Buatlah opsi cara pembelajaran untuk pilihan peserta training. g. Perhatikan bahwa tujuan pekerjaan masing-masing peserta yang tidak lain mereka adalah orang dewasa bisa berbeda. Panduan Pembelajaran: Gunakan basis pekerjaan mereka sebagai kasus pembelajaran.

26 h. Biasanya orang dewasa punya masalah dari luar yang bisa mempengaruhi waktu dan cara belajar mereka. Panduan Pembelajaran: Tunjukkan dan jelaskan pada mereka bahwa training ini akan ada manfaatnya bagi mereka dimasa depan dan siapa tahu akan mengubah kearah yang lebih baik dari sisi kehidupan kita. B. Sarana/Prasarana Diklat 1. Sarana Sarana Diklat yang dipergunakan dalam pelaksanaan Diklat Teknis ini antara lain adalah: a. Papan tulis/White board; b. Flipchart; c. Overhead Projector; d. Infocus (Tampilan Powerpoint), Komputer/notebook(Laptop) e. Sound system; f. Modul; dan g. Multimedia antara lain Audio Visual Aids (AVA) dan Internet (Komputer). 2. Prasarana Prasarana yang dipergunakan dalam penyelenggaraan Diklat Teknis ini antara lain adalah: a. Ruang kelas; b. Ruang diskusi; c. Ruang kantor; d. Ruang kebugaran; e. Asrama bagi peserta; f. Perpustakaan ; g. Ruang makan; h. Fasilitas olahraga; i. Unit kesehatan; dan j. Tempat ibadah

BAB IV EVALUASI Evaluasi dalam Panduan Fasilitator ini hanya mengenai penilaian terhadap peserta diklat. Evaluasi terhadap peserta Diklat terdiri dari 2 (dua) Tahap yaitu Evaluasi Awal (PreTest) dan Evaluasi Akhir (Post-Test). Pada prinsipnya Pre-Test dan Post Test adalah sama. Pre-Test diadakan sebelum proses pembelajaran, sedangkan Post-Test diselenggarakan sesudah proses pembelajaran. Disamping Pre-Test dan Post-Test, Fasilitator/Widyaiswara juga menilai proses dan hasil diskusi (kelompok dan pleno) untuk setiap peserta Diklat. Jika dipandang perlu, Fasilitator/Widyaiswara dapat juga memberikan evaluasi akhir sebagai penilaian kompetensi. A. Pre-Test dan Post Test 1. Pre-Test dan Post-Test untuk Modul 1. 1.a b c d 2.a b c d 2.a b IQ (Intelligence Quotient atau Kecerdasan Intelektual) seseorang adalah unsur yang paling menentukan keberhasilan hidup seseorang. IQ adalah belahan Otak Kanan yang bertanggungjawab dan berkaitan dengan gambar, warna, musik, emosi, seni/artistik, imajinasi, kreativitas, dan intuitif. IQ adalah Kunci untuk mempertahankan otoritas moral yang tinggi Selama ini IQ berkuasa di dunia, itu karena kita membiarkannya berbuat demikian, dan bila kita membiarkannya ia berkuasa, itu berarti kita telah memilih penguasa yang buruk. PQ (Physical Quotient atau Kecerdasan Fisik) adalah kecerdasan yang dimiliki oleh hewan. PQ (Physical Quotient atau Kecerdasan Fisik), adalah kecerdasan yang dimiliki oleh hewan dan manusia yang IQ-nya rendah PQ (Physical Quotient atau Kecerdasan Fisik) adalah kecerdasan yang membangun kemampuan fisik seseorang untuk menjadi sehat Kecerdasan Fisik (PQ) adalah kecerdasan yang dimiliki oleh tubuh untuk menjalankan kesisteman dalam tubuh kita yang begitu kompleks. PQ (Physical Quotient atau Kecerdasan Fisik) adalah kecerdasan yang dimiliki oleh hewan. PQ (Physical Quotient atau Kecerdasan Fisik), adalah kecerdasan yang dimiliki oleh hewan dan manusia yang IQ-nya rendah 27

28 c d 3.a b c d 4.a b c d 5.a b c d PQ (Physical Quotient atau Kecerdasan Fisik) adalah kecerdasan yang membangun kemampuan fisik seseorang untuk menjadi sehat Kecerdasan Fisik (PQ) adalah kecerdasan yang dimiliki oleh tubuh untuk menjalankan kesisteman dalam tubuh kita yang begitu kompleks. EQ (Emotional Quotient atau Kecerdasan Emosional) adalah belahan Otak kiri yang bertanggung jawab untuk “”pekerjaan” verbal, kata-kata, bahasa, matematika, urut-urutan, logika, analisa dan penilaian dengan cara berpikir linier. EQ (Emotional Quotient atau Kecerdasan Emosional) adalah kemampuan yang dimiliki orang-orang yang intensif melatih perasaan dan mengabaikan pikiran-pikirannya. EQ (Emotional Quotient atau Kecerdasan Emosional) yang tinggi pada seseorang dan menjadikan orang itu menjadi sensitif (peka) dan reaktif EQ (Emotional Quotient atau Kecerdasan Emosional) adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi. SQ (Spiritual Quotient atau Kecerdasan Spiritual) satusatunya kecerdasan yang bersifat manusiawi, tidak dimiliki oleh hewan dan hanya sebahagian kecil manusia yang memilikinya. SQ (Spiritual Quotient atau Kecerdasan Spiritual) adalah kemampuan seseorang yang hanya bisa diperoleh melalui keyakinan agamanya yang kuat SQ (Spiritual Quotient atau Kecerdasan Spiritual) sangat bersifat transendental sehingga sangat bersifat pribadi sehingga kurang tepat untuk diterapkan dalam kehidupan organisasi. SQ (Spiritual Quotient atau Kecerdasan Spiritual) adalah sesuatu yang kita pakai untuk mengembangkan kemampuan dan kerinduan kita akan makna, visi dan nilai. Kecerdasan ini memungkinkan kita untuk bermimpi dan berjuang. Orang yang memiliki Pribadi Utuh adalah orang yang sehat secara fisik maupun mental. Orang yang memiliki Pribadi Utuh adalah orang yang selalu mampu mempertahankan pendiriannya benar atau salah, karena salah dan benar itu ditentukan oleh pribadi masing-masing. Pribadi Utuh adalah orang yang mampu mewujudkan keinginannya menjadi kenyataan Orang yang memiliki Pribadi Utuh adalah orang yang bisa mengatasi tantangan dan akan memasuki berbagai kemungkinan tak terbatas.

29 2. Pre-Test dan Post-Test untuk Modul 2. Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik, serta Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Untuk menilai kemampuan anda dalam memahami cara Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik, serta Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil, harap anda menjawab pertanyaan-pertanyaan Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice Test) berikut ini. Beri tanda X atau v pada salah satu pilihan (a), (b), atau (c) yang paling tepat/benar. (1) Jiwa Kors Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah: (a) Kemampuan, karakter dan rasa memiliki organisasi PNS dalam NKRI. (b) Hidup dan berkembangnya rasa memiliki organisasi PNS dalam NKRI. (c) Rasa kesatuan dan persatuan, kebersamaan, kerjasama, tanggung jawab, disiplin, kreatifitas, kebanggaan dan rasa memiliki organisasi PNS dalam NKRI. (2) Pembinaan Jiwa Korps Pegawai Negeri Sipil dimaksudkan untuk: (a) Meningkatkan perjuangan, pengabdian, kesetiaan dan ketaatan PNS kepada NKRI. (b) Meningkatkan karier dan prestasi kerja dan ketaatan PNS kepada NKRI. (c) Meningkatkan kesetiaan Korps dan ketaatan PNS kepada NKRI. (3) Pembinaan Jiwa Korps Pegawai Negeri Sipil bertujuan antara lain untuk: (a) Membina karakter/watak dan mendorong etos kerja PNS. (b) Membina jiwa nasionalisme dan mendorong etos kerja PNS. (c) Membina karier, dan mendorong etos kerja PNS. (4) Ruang lingkup pembinaan jiwa korps PNS mencakup antara lain: (a) Peningkatan etos kerja dalam rangka mendukung produktivitas kerja dan profesionalisme PNS. (b) Peningkatan disiplin kerja dalam rangka mendukung produktivitas kerja dan profesionalisme PNS. (c) Peningkatan kerjasama dalam rangkat mendukung produktifitas kerja dan profesionalisme PNS. (5) Nilai-nilai dasar bagi PNS antara lain adalah: (a) Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. (b) Kemanusiaan yang adil dan beradab. (c) Keadilan Sosial.

30 (6) Kode Etik Pegawai Negeri Sipil antara lain adalah: (a) Peraturan Disiplin PNS di dalam melaksanakan tugasnya dan pergaulan hidup sehari-sehari. (b) Tata karma dan sopan santun PNS di dalam melaksanakan tugasnya dan pergaulan hidup sehari-hari. (c) Pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan PNS di dalam melaksanakan tugasnya dan pergaulan hidup sehari-hari. (7) Etika dalam bernegara bagi PNS antara lain adalah: (a) Melaksanakan sepenuhnya Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. (b) Melaksanakan tugas pokok dan fungsi jabatannya. (c) Melaksanakan amanat penderitaan rakyat. (8) Etika dalam berorganisasi bagi PNS antara lain adalah: (a) Melaksanakan tugas dan wewenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (b) Melaksanakan tugas dan wewenang tanpa pamrih. (c) Melaksanakan tugas dan wewenang dengan pamrih. (9) Etika dalam bermasyarakat bagi PNS antara lain adalah: (a) Memeberikan pelayanan dengan pamrih yang akan atau telah diterima. (b) Memberikan layanan dengan prioritas kepada perempuan/wanita. (c) Memberikan pelayanan secara adil serta tidak diskriminatif. (10) Etika terhadap diri sendiri bagi PNS antara lain adalah: (a) Berinisiatif untuk menambah penghasilan dengan bekerja sambilan sebagai tenaga ahli (konsultan). (b) Berinisiatif untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, keterampilan, dan sikap. (c) Berinisiatif untuk mencari dukungan agar mendapat promosi dan atau jabatan yang lebih tinggi. (11) Etika terhadap sesama PNS antara lain adalah: (a) Berhimpun dalam wadah Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). (b) Berhimpun dalam suatu partai politik. (c) Berhimpun dalam suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). (12) Pegawai Negeri Sipil yang melanggar Kode Etik PNS selain dikenakan sanksi moral, juga dapat dijatuhi: (a) Hukuman Pidana. (b) Hukuman Perdata. (c) Hukuman Disiplin PNS.

31 (13) Majelis Kode Etik untuk setiap Dinas/Instansi dibentuk dan ditetapkan oleh: (a) Pejabat Pembina Kepegawaian. (b) Kepala Dinas/Instansi. (c) Kepala Badan Kepegawaian Daerah. (14) Kewajiban PNS yang utama antara lain adalah: (a) Setia dan taat sepenuhnya kepada amanat penderitaan rakyat. (b) Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara, dan Pemerintah. (c) Setia dan taat sepenuhnya kepada atasan dan atau pejabat tanpa reserve. (15) Larangan PNS yang utama antara lain adalah: (a) melakukan bisnis diluar jam kantor (b) mengikuti pendidikan di luar jam kantor. (c) Menyalahgunakan wewenangnya. (16) Hukuman Disiplin Ringan antara lain adalah: (a) Pernyataan tidak puas secara tertulis. (b) Penundaan gaji berkala. (c) Penurunan pangkat. (17) Hukuman Disiplin Sedang antara lain adalah: (a) Teguran tertulis. (b) Penundaan kenaikan pangkat. (c) Pembebasan dari jabatan. (18) Hukuman Disiplin Berat antara lain adalah: (a) Penurunan Pangkat. (b) Penurunan Gaji (c) Pernyataan tidak puas secara tertulis. (19) Pejabat yang berwenang menghukum untuk Hukuman Disiplin PNS di Daerah Kabupaten/Kota adalah: (a) Kepala Dinas/Instansi yang bersangkutan. (b) Kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) (c) Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. (20) Setiap pejabat yang berwenang menghukum sebelum menjatuhkan hukuman disiplin harus terlebih dahulu: (a) Memeriksa PNS yang melakukan pelanggaran disiplin. (b) Memeriksa saksi-saksi. (c) Mempelajari dokumen kepegawaian (track record) PNS yang melakukan pelanggaran disiplin.

32 (21) Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin dapat mengajukan keberatan atas keputusan hukuman disiplin, kecuali terhadap hukuman disiplin: (a) tingkat ringan. (b) tingkat sedang. (c) tingkat berat. (22) Hukuman Disiplin Ringan berlaku: (a) terhitung mulai saat keputusan hukuman disiplin disampaikan oleh pejabat yang berwenang menghukum. (b) mulai hari ke lima belas sejak penyampaian hukuman disiplin. (c) mulai hari ke tiga puluh sejak penyampaian hukuman disiplin. 3. Pre-test dan Post-Test untuk Modul 3: Kompetensi Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Untuk menilai kemampuan anda dalam memahami Cara Penyusunan Standar kompetensi Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil, harap anda menjawab pertanyaan-pertanyaan Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice Test) berikut ini. Beri tanda (x) atau (v) pada salah satu pilihan (a), (b), atau (c) yang paling tepat/benar. (1) Standar Kompetensi Jabatan adalah persyaratan kompetensi (a) minimal… (b) maksimal…. (c) optimal…. yang harus dimiliki seorang PNS dalam pelaksanaan tugas jabatan struktural. (2) Kompetensi Dasar adalah Kompetensi (a) yang menjadi dasar dalam pelaksanaan tugas jabatan struktural. (b) yang wajib dimiliki oleh setiap pejabat struktural. (c) yang menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas jabatan struktural. (3) Kompetensi Bidang adalah kompetensi yang diperlukan oleh setiap pejabat struktural sesuai dengan: (a) keahliannya. (b) pendidikannya. (c) bidang pekerjaannya. (4) Ikhtisar Jabatan adalah uraian tugas yang disusun secara ringkas dalam bentuk satu kalimat yang mencerminkan: (a) tanggung jawab jabatan. (b) wewenang jabatan. (c) pokok-pokok tugas jabatan.

33 (5) (6) Tim Analis Kompetensi Jabatan PNS (TAKJ) dibentuk pada setiap jenjang: (a) Eselon I (b) Eselon II (c) Eselon III (7) 4. Kamus Kompetensi Jabatan adalah (a) kumpulan kompetensi dasar. (b) kumpulan kompetensi jabatan. (c) kumpulan kompetensi bidang khusus. Tahap akhir dalam proses penyusunan Standar Kompetensi Jabatan adalah: (a) Penentuan Kompetensi Jabatan (b) Penyusunan Daftar Sementara Kompetensi Jabatan. (c) Validasi Kompetensi Jabatan. Pre-Test dan Post-Test untuk Modul 4: Budaya Kerja Aparatur Untuk menilai kemampuan Anda dalam memahami budaya kerja organisasi Pemerintah, harap Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan Test Pilihan Ganda (Multiple Choice Test) berikut ini. Beri tanda (x) atau (v) pada salah satu pilihan (a), (b), atau (c) yang paling tepat/benar. (1) Budaya kerja merupakan cara pandang Pegawai Negeri Sipil terhadap bidang yang ditekuninya dan: a. prinsip-prinsip moral yang dimilikinya. b. prinsip-prinsip budaya yang berlaku di lingkungannya. c. prinsip-prinsip kerja yang berlaku di instansinya. (2) Nilai-nilai dasar budaya kerja harus ................ oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk menumbuhkan motivasi dan tanggungjawab terhadap peningkatan produktivitas dan kinerja. a. dipelajari b. diajarkan c. dipraktekkan (3) Implementasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam organisai Pemerintah menuntut gaya kepemimpinan a. Lebih banyak mengajak daripada memerintah. b. Lebih banyak memerintah daripada mengajak. c. Sama banyak mengajak dan memerintah. (4) Manfaat budaya kerja Organisasi Pemerintah antara lain adalah; a. Menjamin kesetiakawanan korps Pegawai Negeri Sipil. b. Menjamin kesehatan kerja korps Pegawai Negeri Sipil c. Menjamin hasil kerja dengan kualitas yang lebih baik.

34 (5) Budaya kerja diharapkan dapat terwujud sebagai; a. ”Standard Operating Procedure (SOP)”. b. Standar Jabatan Struktural. c. Standar evaluasi kinerja.. (6) Internalisasi dan institusionalisasi nilai-nilai budaya kerja ke dalam proses dan sistem pelaksanaan setiap tugas dan pekerjaan sehari-hari di setiap Unit Kerja instansi Pemerintah melalui; a. Indoktrinasi pengembangan budaya kerja. b. Sosialisasi pengembangan budaya kerja. c. Diklat indoktrinasi pengembangan budaya kerja.. B. Evaluasi Proses dan Hasil Diskusi (Kelompok dan Pleno) Untuk setiap latihan dari masing-masing Modul Diklat, Fasilitator/ Widyaiswara menilai melalui pengamatan keaktifan dan partisipasi peserta dengan nilai: A (4) B (3) C (2) D (1) = = = = Sangat Baik/Sangat Aktif berpartisipasi. Baik/Aktif berpartisipasi. Cukup. Kurang.

BAB V PENUTUP 1. Fasilitator perlu meriview dan menelaah setiap Modul yang akan dia ajarkan. 2. Fasilitator perlu menambah wawasannya dengan mempelajari referensi baik yang tercantum dalam Daftar Pustaka maupun yang relevan dengan judul/pokok bahasan Modul yang akan dia ajarkan. 3. Fasilitator sebaiknya mempelajari lampiran Panduan ini yang bersumber dari buku ”Becoming A Supertrainer”, Cara Tepat Menjadi Trainer Hebat, karangan DR. Akram Ridha, Penerjemah Engkos Kosasih, Lc, M.Ag., Penerbit PROGRESSIO, Bandung, Tahun 2006. 4. Fasilitator perlu mempersiapkan Powerpoint (Infocus) atau Flipchart untuk presentasi atau ceramah. 5. Fasilitator sebaiknya meriview kembali pendekatan Andragogy atau Pendidikan Orang Dewasa (POD). 35

LAMPIRAN 1. KUNCI JAWABAN UNTUK PRE TEST DAN POST TEST Kunci Jawaban Untuk Pre Test dan Post Test Modul 1 Pembinaan Sumber Daya Manusia Berdasarkan Paradigma “Pribadi Utuh” 1 d 2 d 3 d 4 d 5 d Kunci Jawaban Untuk Pre Test dan Post Test Modul 2 Pembinaan Jiwa Korps, Kode Etik, Dan Disiplin Pegawai Negeri Sipil c 1. c 12. a 2. a 13. b 3. a 14. c 4. a 15. a 5. a 16. b 6. c 17. a 7. a 18. c 8. a 19. a 9. c 20. b 21. a 10. a 22. a 11. Kunci Jawaban Untuk Pre Test dan Post Test Modul 3 Kompetensi Jabatan Pegawai Negeri Sipil 1. a 2. b 3. c 4. c 5. b 6. b 7. a Kunci Jawaban Untuk Pre Test dan Post Test Modul 4 Pengembangan Budaya Kerja Aparatur 1. a 2. c 3. a 4. c 5. a 6. c

DELAPAN PETUNJUK AGAR ORANG MENDENGARKAN ANDA 1) Rumuskanlah tujuan pembicaraan Anda! Tentukan dengan jelas jenis jawaban yang Anda inginkan dari pendengar Anda sebelum memulai pembicaraan. Tanyalah diri Anda bagaimana Anda menghendaki ia merasakan emosi atau bertindak sebagai hasil dari mendengar pembicaraan Anda? Dengan kata lain, bagaimana mengubah pendengar sesuai dengan apa yang Anda inginkan? 2) Kenalilah pendengar Anda! Siapakah mereka'? Apa latar belakang mereka? Detil-detil apa yang mereka inginkan? Pengalaman apa yang pernah mereka alami sebelum sampainya pembicaraan Anda? Apakah mereka menaruh perhatian terhadap tema pembicaraan Anda? Apakah mereka antusias dengan apa yang Anda katakan? 3) Kenali diri Anda sebagai trainer! Setiap makhluk hidup memiliki cara tertentu dalam berdialog. Demikian juga dengan gaya dialog Anda? Bagaimana nilai, cara berpikir, kosa kata, alunan suara, adat-istiadat, rasa dan bahasa tubuh Anda itu memengaruhi respons para pendengar? 4) Letakan pendengar Anda dalam ingatan Anda! Gunakanlah bahasa yang penuh dengan vitalitas. Ceritakanlah cerita itu sampai selesai. Buatlah gambaran sempurna kepada pendengar sehingga mereka bisa "melihat" dengan telinga-telinga mereka. Gunakanlah contoh-contoh, perumpamaan-perumpamaan, clan alunan suara yang jelas. Gunakanlah kata-kata yang lebih sedikit tetapi merefleksikan gambaran-gambaran tertentu dan yang jelas, serta hindari penggunaan kata-kata yang bertele-tele 5) Persuasiflah terhadap pendengar Anda! Perlihatkanlah kemampuan persuasif dan vitalitas Anda melalui alunan suara dan bahasa tubuh Anda. Janganlah menggambarkan sesuatu melebihi esensinya atau membuat pendahuluan yang melebihi batas. Jauhilah sikap berlebih-Iebihan. Berdialoglah dengan pendengar tentang hal-hal yang menarik perhatian mereka karena mereka akan bertanya terus-menerus, "Apa manfaat yang bisa diambil dari semua ini?" 6) Bersikaplah lembut kepada mereka! Biarkan mereka merasa puas atas diri mereka maupun diri Anda. Jadilah penolong mereka. Jangan pernah meremehkan kondisi mereka, termasuk prediksi dan pendapat-pendapatnya. Simaklah dengan baik segala yang dikatakan pendengar. Panggillah mereka dengan nama-namanya. Jadikan mereka senang ketika mendengarkan pembicaraan Anda. 7) Kendalikanlah waktu dan tempat pembicaraan berlangsung! Bicaralah ketika para pendengar siap mendengar, bukan ketika Anda sudah merasa ingin berbicara. Pilihlah tempat yang tepat, sehingga bisa memperkuat arti yang diinginkan Anda.

8) Evaluasilah segala hasil pembicaraan dan berikanlah respons! Apa hasil pembicaraan Anda dengan pendengar? Apakah mereka memahami pembicaraan Anda? Mengapa jawaban Anda "ya" dan mengapa "tidak"? Apa yang akan Anda lakukan pada masa mendatang? HAMBATAN-HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI 1. Penggunaan istilah-istilah tertentu yang berkaitan dengan pekerjaan. Istilah-istilah yang berkaitan dengan tugas Anda terkadang asing bagi orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan Anda tersebut. Perhatikanlah hal ini agar tidak membuat mereka gelisah. Gunakanlah istilah-istiah pekerjaan Anda hanya di dalam kantor Anda saja. Isyarat Anda kepada nomor file Anda atau masalah tertentu di depan publik tidaklah bermanfaat sedikit pun dan menjadi bukti ketidakpedulian Anda terhadap orang lain. 1) Sikap tergesa-gesa dalam bicara. Memperbanyak sikap seperti itu hanya akan menyebabkan pesan komunikasi menjadi kabur atau dipahami tidak sesuai dengan pemahaman yang Anda maksud. Di samping itu, sikap tersebut tidak disenangi banyak orang. 2) Penggunaan istilah-istilah asing. Berbicaralah dengan mereka sesuai bahasa yang dipahami. Jangan menggunakan istilah asing yang jauh dari bahasa, pemahaman, dan lingkungan mereka karena itu akan merugikan Anda sendiri. 4) Penggunaan bahasa prokem atau "gaul". Bahasa seperti ini tidak berguna dalam banyak kesempatan. Maka, perhatikanlah dengan baik. Penggunaan bahasa seperti ini akan memberikan kesan bahwa Anda sebagai seorang yang tidak intelek. Oleh karena itu, hindarilah! 5) Penggunaan kata-kata yang provokatif. Jauhilah kata-kata yang provokatif karena hal itu akan mempengaruhi emosi banyak orang. Kata-kata provokatif akan menyebabkan orang terfokus pada katakata tersebut, bukan pada substansinya. 6) Penggunaan kata-kata yang samar dan tidak akurat. Kosa kata pembicaraan Anda harus jelas dan akurat karena kalau tidak demikian akan menyebabkan pembicaraan Anda itu samar. 7) Penggunaan ungkapan yang sulit. Usahakan berbicara dengan kata-kata sederhana yang mudah dipahami. Jauhi katakata yang sulit dicerna sehingga akan dekat dengan mereka. 8) Pemakaian bentuk-bentuk ungkapan sastra yang samar. 9) Pengucapan kata-kata ejekan, baik dari perorangan atau lembaga. 10) Saya ... saya ... saya ...

Latihan Berbahasa Tubuh Ini adalah latihan tanpa harus bicara yang dikenal dengan bahasa tubuh. Mari kita mengenalnya! 1) Mata Mata adalah anggota badan yang paling banyak melakukan komunikasi. Dengan mata, seseorang bisa terlihat apakah bahagia atau sedih, bersemangat atau loyo, jujur atau berbohong, dan lain-lain. Andalah yang bisa menentukan pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh kedua mata Anda. 2) Wajah Wajah bisa bermuka masam atau ceria, muram atau banyak senyum, mengekspresikan kebanggaan atau kegagalan, sedih atau bahagia. Pipi-pipi wajah seseorang bisa lahir dari vitalitas dan energik atau gagal dan pemalu. 3) Rambut Sebagian orang menilai kepribadian orang lain itu dengan memerhatikan sisiran atau warna rambut dan apakah rambut dan warnanya itu alami atau tidak. Sisiran rambut biasanya mencerminkan nilai, tradisi, keyakinan agama, kedudukan ekonomi dan sosial seseorang. 4) Parfum Parfum yang dipakai itu melahirkan kesan positif tentang seseorang. Sebaliknya, keengganan memakai parfum menimbulkan kesan negatif. 5) Tubuh Masyarakat kita mendasarkan pandangan tentang orang itu melalui tubuh-tubuh mereka tinggi-pendeknya, gemuk-kurusnya. 6) Cara berdiri Berdiri yang santai atau tegak, terkadang melahirkan kesan tertentu dalam benak orang. 7) Isyarat Isyarat kedua tangan, mata atau kepala bisa berarti mendukung atau menolak pendapat pembicara. Ini semuanya bisa dipakai sebagai alternatif efektif dalam berbicara. 8) Pakaian Pakaian yang dikenakan seseorang bisa memberikan kesan tertentu dalam banyak kesempatan tentang kepribadian dan status seseorang. 9) Suara Alunan suara, ritmenya, kekuatannya, kecepatannya dan cara berbicaranya adalah pesan-pesan yang memiliki kekuatan dan petunjuk.

10) Attitude Orang akan memantau sikap Anda terus-menerus sampai mereka bisa mendapatkan maksud utama dari kata-kata yang disembunyikan Anda. 11) Dekat dan jauh Jarak antara Anda dan pembicara dalam banyak kesempatan adalah memiliki indikasi tertentu. Ini tentu saja bergantung pada perbedaan lingkungan dan orang yang Anda ajak berkomunikasi. Jarak komunikasi yang dekat mengindikasikan keakraban antara dua orang. 12) Tempat Penampilan umum tempat yang akan dijadikan pertemuan itu membantu memperkuat pesan yang ingin Anda sampaikan. 13) Waktu Upaya Anda untuk benar-benar menggunakan waktu, tibanya Anda dengan tepat ke tempat tertentu, dan perhatian Anda terhadap waktu orang lain itu, semuanya merupakan pesan-pesan yang memiliki isyarat yang jelas. No Ungkapan 1 Saya mudah mengekspresikan ideide saya kepada orang lain Para lawan bicara saya selalu membantu mengajarkan saya dengan berbagai kata ketika saya berbicara dengan mereka. Dalam berbicara dengan orang lain, saya membahas masalah yang menjadi perhatian semua pihak. Dalam berbicara, saya berusaha memposisikan diri saya pada tempat lawan bicara Dalam berbicara, saya lebih banyak bicara daripada lawan bicara Saya mengetahui alunan suara yang bisa memengaruhi orang lain. Saya sulit menerima kritikan Saya meminta maaf kepada orang yang pernah saya sakiti perasaannya Saya susah berpikir jernih ketika memendam kemarahan kepada seseorang Ketika terjadi perselisihan antara saya dan orang lain, maka saya mendiskusikannya tanpa rasa marah Saya selalu bermuka masam dan cemberut jika diejek seseorang Saya sulit memberikan basa-basi dan pujian kepada orang lain. Saya membantu lawan Saya bicara untuk memahami 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Tidak Kadangkadang Jarang Biasa Selalu 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5

No 14 15 16 17 18 19 20 Ungkapan maksud saya dengan menjelaskan ide, emosi, dan keyakinan saya Saya berusaha mengubah tema pembicaraan ketika perbincangan sudah menyentuh emosi saya Dalam konteks pembicaraan, saya membiarkan lawan bicara untuk menyelesaikan pembicaraannya sebelum saya memberikan komentar Saya selalu menyimak dengan baik agar saya bisa memahami maksud pembicara Ketika berdiskusi, saya bisa membedakan mana perkataan pembicara dan emosinya Ketika berbicara, saya dapat mengetahui respons orang lain terhadap pembicaraan saya Saya mengisyaratkan kepercayaan diri saya bahwa pendapat saya itu benar. Saya mengakui kesalahan jika benar·-benar salah Tidak Kadangkadang Jarang Biasa Selalu 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 Komunikasi Anda dalam Tabel Tingkat Statistik Kelompok usia 17-21 : Antara 60-80 : > 80 : 63 poin 22-25 26-ke atas < 60 Tingkat indikasi 72 poin 76 poin Anda tidak usah menyerah. Pengalaman Anda sedikit, sehingga Anda membutuhkan tambahan kemahiran berkomunikasi dengan pihak lain. Rasional, tetapi Anda harus banyak belajar dari Rasul. Anda benar-benar sukses.

Bagaimana Langkah Menjadi Trainer yang Efektif? 1. Praktik lapangan. Ini penting dilakukan agar memberikan kesempatan kepada para trainee mempraktikkan segala sesuatu yang telah dipelajarinya, sehingga bisa mengubah berbagai penyimpangan yang terjadi. 2. Fokus. Penting sekali menggunakan kemampuan terbaik panca indra untuk menerima segala yang baru karena bisa mendidik ketelitian dalam menerima informasi. Selain itu, penting juga berpartisipasi aktif melalui diskusi dan memperlihatkan berbagai pandangan yang berbeda. 3. Memerhatikan kebutuhan trainee. Di sini diperlukan adanya identifikasi pengetahuan dan skill baru yang dibutuhkan trainee, sehingga bisa membangkitkan semangat mereka dan memancing sikap koperatif mereka terhadap semua proses training. 4. Pemenuhan kepuasan dalam training. Pentingnya memberikan kepuasan ini akan berperan dalam membujuk trainee untuk aktif dalam segala program training, seperti: - Mendapatkan job dengan upah yang lebih besar sebagai hadiah atas usaha dan proses belajar trainee. - Pengakuan atas prestasi trainee akan menjadikan pendorong bagi sebagian trainee. 5. Memerhatikan perbedaan kondisi individu. Ini dilakukan karena mengingat bahwa trainee memiliki latar belakang pendidikan, pengalaman, dan kecenderungan pribadi yang berbeda satu sama lain. Allah juga berfirman, "Tidaklah Allah memberikan beban kepada seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya". Oleh karenanya, diharuskan mendukung individu-individu dengan pengetahuan dan skill yang sesuai dengan mereka. 6. Berangsur-angsur dalam transfer pengetahuan, yaitu mulai dari yang mudah menuju yang sulit, dari yang mudah diketahui ke yang tidak mudah diketahui, dari pasal ke bab, dan lain-lain. 7. Pengujian hasil training secara akurat. Seorang trainer harus tahu sejauh mana kemajuan yang telah dicapai dalam jobnya, setiap selesai satu program yang diikutinya. 8. Teliti dalam memilih trainer dan trainee. Seorang trainer harus memiliki syaratsyarat, seperti: - setuju dengan urgensi training; - menguasai berbagai jenis dan training tools; - Pandai menggunakan segala training tools; - telah mendapatkan sertifikat training terlebih dahulu.

Sementara itu, trainee juga diharuskan memiliki syarat-syarat, - memerhatikan karakter job-nya, sehingga ia bisa akrab dengan materi training; - memerhatikan umur dan skill serta waktu dan tempat training. 9. Materi training. Materi training haruslah berkualitas, baru, dan sesuai dalam kuantitatif, jenis, dan bahasanya. 10. Training tools. Sarana-sarana training ini harus memiliki beberapa prasyarat, yaitu: - tidak memiliki sebab-sebab hilangnya penerimaan informasi, seperti mengakibatkan informasi simpang-siur dan tidak jelas; - memiliki bentuk yang tepat, seperti papan tulis; - menarik., - sesuai dengan materi dan tingkat trainee, dari segi waktu, - usaha dan biaya. Memberikan support untuk presentasi, bukan diskusi. Mengajukan proyek dan implementasinya bukanlah seperti menjelaskan peta. Menjelaskan diagram, bukanlah seperti materi tercetak, bukan pula seperti penjelasan dalam adegan film. Demi terwujudnya efektivitas training Anda, pilihlah jawaban dari kolom B yang sesuai untuk pertanyaan pada kolom A! A 1. Agar mendapat skill dan pengembangan kekuatan aplikatif, maka mutlak diperlukan kesempatan berpartisipasi dalam program training supaya ………………………………… 2. Untuk menerima segala individual pengetahuan, skill dan pengalaman baru, haruslah menyediakan sebanyak mungkin ………………………………… 3. Agar trainer menguasai segala skill yang dibutuhkan, mudah dilatih dan dipraktekkan, maka ia ....………………………... 4. Agar trainee setuju terhadap program training, sehingga bisa mewujudkan eksistensi dan memenuhi kebutuhan informasi dan skill mereka, maka diperlukan tersedianya ……………… 5. Tidakkah Allah memberikan beban kepada seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya, maka haruslah memperhatikan …………………… 6. Langkah terbaik untuk mewujudkan efektivitas dalam proses training harus terlaksana dalam rentang waktu tertentu dan fokus terhadap ………..................................................... 7. Di antara pemenuhan kepuasan training dan yang berperan dalam menambah efektifitas adalah ………………………... 8. Trainer dan trainee memainkan peranan besar dalam menyampaikan informasi dan skill dalam proses training. Oleh karena itu, haruslah ………… ………………………… 9. Seluruh sarana training dan yang lainnya itu berperan besar dalam mempermudah transfer pengalaman dan pengembangan skill. Maka, hal itu dipandang sebagai …….. 10. Di antara hal

Add a comment

Related presentations

Related pages

Hrm Untuk Pegawai Negeri Sipil Upload Share And | Share ...

Hrm Untuk Pegawai Negeri Sipil Upload Share And Related Posts. Advertisment
Read more

Manajemen Pegawai Negeri Sipil - Scribd - Read books ...

MANAJEMEN PEGAWAI NEGERI SIPIL ... “Strategic Human Resource Management is the ... Kebutuhan pegawai per jenis keahlian sulit untuk dihitung ...
Read more

PNS - Pegawai Negeri Sipil

... Pegawai Negeri Sipil. 70 likes · 1 talking ... Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menyelenggarakan seleksi untuk memilih THP sebanyak ...
Read more

08 - Pedoman Umum HRM Pegawai Negeri Sipil - Certified ...

... SUMBER DAYA MANUSIA PEGAWAI NEGERI SIPIL ... HRM Pegawai Negeri Sipil ... Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dimaksudkan untuk meningkatkan ...
Read more

Gaji pegawai pencatatan sipil kota magelang non

Non Pegawai Negeri Sipil Badan Layanan Umum Daerah Kota Mataram; . ... pelatihan guru, subsidi untuk keluarga non-pegawai negeri sipil . .
Read more

Pegawai negeri - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia ...

Pegawai Negeri Sipil yang sebelumnya dikenal ... sehingga tujuan untuk mewujudkan Pegawai Negeri Sipil sebagai aparatur negara yang berdaya guna ...
Read more

Pegawai Negeri Sipil - Yahoo! Groups

Pegawai Negeri Sipil adalah alat negara dalam pelaksanaan ... Adapun pelatihan TPA dan TOEFL merupakan persyaratan Mutlak bagi Bapak/Ibu guna untuk ...
Read more

Pegawai Negeri Sipil - Yahoo! Groups

Pegawai Negeri Sipil adalah alat negara dalam pelaksanaan pembangunan bangsa ... Di buka peluang untuk menjadi distributor dan juga Disediakan Therapy ...
Read more

Lulus Kuliah Pilih Jadi Karyawan Swasta atau Jadi Pegawai ...

... menjadi karyawan swasta atau pegawai negeri sipil? mana yang lebih ... kesempatan untuk mengembangkan diri lebih terbuka di swasta daripada di ...
Read more