Hpp bersama & sampingan

33 %
67 %
Information about Hpp bersama & sampingan
Education

Published on March 13, 2014

Author: rieandha

Source: slideshare.net

Penentuan Harga Pokok Produk Bersama dan Produk Sampingan By: Biana Adha Inapty

Biaya Bersama • Definisi biaya bersama / biaya bergabung (common cost): by overhead bersama (joint overhead cost) yang harus dialokasikan ke berbagai departemen, baik dalam perusahaan yang kegiatan produksinya berdasarkan pesanan maupun masa • Biaya produk bersama (joint cost product) by yg dikeluarkan sejak mula-mula bahan baku diolah sampai dgn berbagai macam produk dpt dipisahkan identitasnya. Ex: BB; TKL; BOP • Biaya bergabung: biaya-biaya untuk memproduksi dua / lebih produk yang terpisah (tidak diolah bersama) dengan fasilitas sama pada saat yang bersamaan. • Beda biaya bergabung & biaya bersama by bergabung  dpt diikuti jejak alirannya ke berbagai macam produk yg terpisah tersebut atas dasar sebab akibat atau dgn cara menelusuri jejak penggunaan fasilitas. Tidak meliputi BB, TKL biaya bersama  tidak dpt diikuti jejak alirannya ke berbagai macam produk yg dihasilkan & meliputi by BB, TKL, BOP. • By bersama  mengolah BB menjadi berbagai macam produk yg dpt berupa: - produk bersama (joint product) - produk sampingan (by product) - produk sekutu (co-product)

• Produk bersama: dua produk atau lebih yang diproduksi secara serentak dengan serangkaian proses atau dengan proses gabungan. nilai jual relatif sama; tidak ada produk utama & sampingan • Produk sampingan: satu produk atau lebih yang nilai jualnya relatif rendah, yg diproduksi bersama dnegan produk lain yang nilai jualnya tinggi. • Produk sekutu: dua produk atau lebih yang diproduksi pada waktu yang bersamaan tetapi tidak dari kegiatan pengolahan yang sama atau tidak berasal dari BB yang sama.

Karakteristik produk bersama; produk sampingan & produk sekutu Produk bersama & produk sekutu: • Merupakan tujuan utama kegiatan produksi • HJ relatif tinggi • Dlm mengolah produk bersama tertentu, produsen tidak dapat menghindarkan diri untuk menghasilkan semua jenis produk bersama, jika ia ingin memproduksi hanya salah satu diantara produk bersama tsb. Produk sampingan : • Dapat dijual setelah terpisah dari produk utama, tanpa memerlukan pengolahan lebih lanjut • Memerlukan proses pengolahan lebih lanjut setelah terpisah dari produk utama

Akuntansi Biaya Bersama Biaya bersama dpt dialokasikan kepada tiap-tiap produk bersama dengan menggunakan 4 metode: 1. metode nilai jual relatif 2. metode satuan fisik 3. metode rata-rata biaya per satuan 4. metode rata-rata tertimbang

Metode nilai jual relatif • Banyak digunakan untuk mengalokasikan biaya bersama kepada produk bersama • Harga jual produk mrp perwujudan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam mengolah produk tersebut. • HJ Produk dapat lebih tinggi dari yang lain karena biaya yang dikeluarkan lebih banyak • Cara logis untuk mengalokasikan biaya bersama berdasarkan nilai jual relatif masing-masing produk bersama

Metode Nilai Jual Relatif Ex: biaya bersama yang dikeluarkan PT.ALMA satu periode Rp.750.000 • Alokasi Biaya Bersama dengan Metode Nilai Jual Relatif • Metode ini menghasilkan % Laba bruto dari hasil penjualan yg besarnya sama untuk tiap jenis produk bersama Produk bersama Jmlh produk yg dihasilkan Harga jual/kg Nilai Jual (1) x (2) Nilai jual relatif Alokasi biaya bersama HPP bersama per Kg (3) : 1000.000 (4) x 750.000 (5) : (1) (1) (2) (3) (4) (5) (6) A 15.000 kg Rp.10 Rp.150.000 15% Rp.112.500 Rp.7,50 B 20.000 17,5 350.000 35% 262.500 13,13 C 25.000 12,0 300.000 30% 225.000 9,00 D 10.000 20,0 200.000 20% 150.000 15,00 70.000 kg Rp.1.000.000 100% Rp.750.000 Alokasi Biaya Bersama = 750.000/1.000.000 x 100% = 75% x nilai jual Dari contoh: 75% x 150.000 = Rp.112.500

Contoh 2 - bila memerlukan biaya pengolahan tambahan setelah saat terpisah (split off) - nilai jual produk bersama dpt diketahui setelah produk bersama tsb mengalami pengolahan lebih lanjut. Saat terpisah produk bersama belum memiliki nilai jual - alokasi biaya bersama dgn hit.nilai jual hipotesis (Nilai jual – biaya-biaya yg dikeluarkan) Perhitungan Persentase Laba Bruto Tiap Produk Produk A B C D Jumlah Satuan yang terjual 10.000 15.000 20.000 8.000 53.000 Hasil penjualan Rp.100.000 Rp.262.500 Rp.240.000 Rp.160.000 Rp.762.500 HPokok penjualan 75.000 196.875 180.000 120.000 571.875 Laba bruto Rp.25.000 Rp.65.625 Rp.60.000 Rp.40.000 Rp.190.625 % laba bruto dari hasil penjualan 25% 25% 25% 25% 25%

Contoh 3 • Ex: biaya bersama satu periode akuntansi Rp.3.000.000. produk A setelah terpisah dari produk B memerlukan biaya tambahan (separable cost) sebesar Rp.100 per kg. • Alokasi Biaya Bersama dengan mempertimbangkan biaya-biaya yang dikeluarkan setelah saat produk bersama terpisah Produk bersama Harga jual per kg By.pengolaha n per kg setelah saat terpisah Nilai jual hipotesis (1) – (2) Jumlah yang diproduksi Nilai jual hipotesis x jml yg diproduksi (3) x (4) Nilai jual hipotesis relatif (%) (5) : 4.500.000 Alokasi Biaya bersama (6) x 3.000.000 HPP per Kg (7) : (4) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Rp Rp Rp Kg Rp % Rp Rp A 400 100 300 10.000 3.000.000 66,7 2.000.000 200 B 200 - 200 6.000 1.500.000 33,3 1.000.000 167

Metode Satuan Fisik - menentukan HPP bersama sesuai dgn manfaat yg ditentukan masing-msaing produk akhir - dialokasikan berdasarkan koefisien fisik: kuantitas bahan baku yang terdapat pada masing-masing produk (dinyatakan dalam satuan berat, volume, atau ukuran lain) -produk bersama ditentukan dengan ukuran yang sama, jika beda harus ditentukan koefisien ekuivalensi • Hasil Pengolahan Tiap 10.000 Barrels Minyak Mentah Produk Kuantitas (barrels) Persentase Gasoline 2.600 26,52 Bensin 200 2,04 Kerosin 1.000 10,21 Minyak Pelumas 300 3,06 Minyak Bakar 5.000 51,03 Gas 300 3,06 Produk-produk lain 400 4,08 Jumlah 9.800 100,00 Jumlah yang hilang dalam proses 200 10.000 % = 2600 / 9800 = 26,52%

EX: selama pengolahan 10.000 barrels minyak mentah, HP bahan baku yang dipakai Rp.15.000.000 • Alokasi Biaya Bersama dengan metode satuan fisik Produk Kuantitas (tidak termasuk jumlah yang hilang) dalam barrels Persentase (2) Alokasi Harga Pokok bahan baku (2) x 15.000.000 Gasoline 2.600 26,52 Rp.3.978.000 Bensin 200 2,04 306.000 Kerosene 1.000 10,21 1.531.500 Minyak Pelumas 300 3,06 459.000 Minyak bakar 5.000 51,03 7.645.500 Gas 300 3,06 459.000 Produk-produk lain 400 4,08 512.000 9.800 100,00 Rp.15.000.000

Metode Rata-Rata Biaya per satuan • Hanya dapat digunakan bila produk bersama yang dihasilkan diukur dalam satuan yang sama. • Hasilkan beberapa produk yang sama dari satu proses bersama tetapi mutunya berlainan • HP masing-masing produk dihit.sesuai proporsi kuantitas yang diproduksi. Ex: Perusahaan penggergajian kayu menghasilkan berbagai macam mutu kayu: jumlah produksi = 762.000 m³ ; biaya bersama Rp.22.860.000 Rata – rata biaya per 1.000 m³ = Rp.22.860.000 : 762 = Rp.30.000 rata-rata biaya per 1.000 m³ menghitung HP berbagai kayu yang mempunyai mutu yang berbeda-beda sesuai dengan proporsi kuantitasnya masing-masing.

Metode Rata-Rata Biaya per satuan • Alokasi Biaya Bersama dengan metode Rata-rata biaya per satuan Mutu Kayu Kuantitas yang diproduksi (1) Rata-rata Biaya per 1.000 meter³ (2) Harga pokok produk (1) x (2) Utama 76.200 Rp.30.000 Rp.2.286.000 No.1 381.000 30.000 11.430.000 No.2 152.400 30.000 4.572.000 No.3 152.400 30.000 4.572.000 762.000 Rp.22.860.000

Metode Rata-Rata Tertimbang Contoh 5 • Angka penimbang tiap produk ditentukan berdasarkan jumlah bahan yang dipakai; sulitnya pembuatan produk; waktu yang dikonsumsi; pembedaan jenis tenaga kerja yang dipakai tiap jenis produk yang dihasilkan • Jika angka penimbangnya: HJ produk maka metode alokasinya metode harga jual • Alokasi biaya bersama dnegan metode rata-rata tertimbang • Ex: biaya bersama yang dikeluarkan selama satu periode akuntansi Rp.64.500.000 Jmlh yg diproduksi x angka penimbang (1) x (2) Alokasi Biaya Bersama Jumlah yang diproduksi Angka Penimbang ((3) : 215.000) x 64.500.000 Produk (1) (2) (3) (4) A 40.000 3 120.000 Rp.36.000.000 B 35.000 2 70.000 21.000.000 C 25.000 1 25.000 7.500.000 215.000 Rp.64.500.000

Biaya Bersama dan Keputusan Manajemen Tujuan alokasi biaya bersama: untuk perhitungan laba Alokasi Biaya Bersama Dengan Metode rata-rata biaya satuan Perhitungan Laba Produk Bersama Produk Jumlah Satuan Produk Biaya Rata-rata Per kg Alokasi Biaya Bersama A 15.000 Kg Rp.15 Rp.225.000 B 10.000 15 150.000 25.000 Kg Rp.375.000 Produk A Produk B Jumlah Hasil Penjualan Rp.247.500 Rp.145.000 Rp.392.500 Hasil Pokok Penjualan 225.000 150.000 375.000 Laba (rugi) Rp.22.500 (Rp.5.000) Rp.17.500

Akuntansi Produk Sampingan Metode akuntansi untuk memperlakukan produk sampingan dibagi menjadi dua golongan: 1. Metode Tanpa harga pokok (non cost methods) metode yang tidak menghitung HPP sampingan atau persediaannya, tetapi memperlakukan pendapatan produk sampingan sbg pendaapatan atau pengurangan biaya produksi. 2. metode harga pokok (cost Methods) mengaloksaikan sebagian biaya bersama kepada produk sampingan & menentukan harga pokok persediaan produk atas dasar biaya yang dialokasikan tersebut.

Metode Tanpa Harga Pokok • Pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai penghasilan diluar usaha • Pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai tambahan pendapatan penjualan produk utama • Pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai pengurang harga pokok penjualan • Pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai pengurang total biaya produksi

Akuntansi Produk Sampingan • Pendapatan Penjualan Produk sampingan diperlakukan sebagai penghasilan diluar usaha Tepat untuk perusahaan: - jika produk sampingan tidak begitu penting - penggunaan metode yang lebih teliti memerlukan biaya yang tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh - saat terpisahnya produk sampingan dari produk utama tidak begitu jelas & pembebanan HPP sampingan kepada produk utama tidak mengakibatkan perbedaan yang mencolok pada HPP utama. Pendapatan Penjualan Produk Utama (25.000 unit @ Rp.4) Rp.100.000 Harga Pokok Penjualan: Biaya produksi bersama (30.000 unit @ Rp.2) HP.Persediaan akhir (5.000 unit @ Rp.2) Laba Bruto Rp.60.000 10.000 50.000 50.000 Biaya Usaha: Biaya Pemasaran Biaya pemasaran & Administrasi Laba Bersih Usaha 20.000 10.000 30.000 Rp.20.000 Penghasilan di Luar Usaha: Pendapatan Penjualan Produk sampingan Laba bersih sebelum PPh 4.000 34.000

Keberatan metode ini • Kesulitan penilaian Akhir periode  jika ada produk sampingan. Umumnya tidak ada penilaian; jika ada maka nilai pasar PS dilaporkan dalam neraca sebagai catatan kaki • Mengakibatkan penandingan pendapatan dengan biaya tidak dalam periode yang tepat. Saat selesai diproduksi PS tidak dijurnal & baru dijurnal jika dijual • Tidak ada pengawasan PS • Meskipun nilai jual PS kecil, namun memberikan gambaran yang menyeluruh tentang hasil usaha perusahaan.

• Pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai tambahan penjualan produk utama - tidak ada alokasi biaya bersama ex: 100.000 + 4.000 = 104.000 • Pendapatan penjualan produk sampingan dipeerlakukan sebagai pengurang HP penjualan. Ex: 50.000 – 4.000 =46.000; Laba Bruto 100.000 – 46.000 = 54.000

Pendapatan produk sampingan dikurangi dari total biaya produksi Pendapatan Penjualan Produk Utama (25.000 unit @ Rp.4) Rp.100.000 Harga Pokok Penjualan: Biaya produksi bersama: (30.000 unit @ Rp.2) di (-) hasil penjualan produk sampingan By produksi bersih produk utama di (-) persed.akhir produk utama ( 5.000 x Rp.1,87) Rp.60.000 4.000 Rp.56.000 9.350 46.650 Laba Bruto Rp.53.350 Biaya Usaha: Biaya pemasaran Biaya Administrasi & Umum Rp.20.000 10.000 30.000 Laba Bersih Usaha Rp.23.350 * 1,87 = Rp.56.000/Rp.30.000)

Pendapatan Bersih Produk sampingan di(-) dari total biaya produksi Pendapatan penjualan produk utama: (25.000 unit @ Rp.4) Rp.100.000 Harga Pokok Penjualan: By.produksi bersama: (30.000 unit @ Rp.2) Rp.60.000 Dikurangi: pendapatan penjualan produk sampingan by.pemasaran, adm & umum (taksiran) By.produksi bersih produk utama di(-) HP persediaan akhir produk utama 5.000 x Rp.1,88* Rp.4.000 500 3.500 Rp.56.500 9.400 47.100 Laba Bruto Rp.52.900 Biaya – biaya usaha: Biaya administrasi & umum 29.500 Laba bersih usaha Rp.23.400

Metode Nilai Pasar atau Reversal Cost Methode Nilai pasar produk sampingan Taksiran Biaya Pemasaran Produk sampingan Taksiran Biaya Administrasi & Umum Produk Sampingan Taksiran Biaya Pengolahan setelah saat terpisah Taksiran Laba Bruto Taksiran Biaya produk sampingan pada saat terpisah

Metode Harga Pokok Metode Biaya Pengganti (Replacement cost method) Perlakuan produk sampingan Produk utama Produk sampingan Biaya bersama Taksiran pendapatan penjualan produk sampingan (500 kg x Rp.80) Rp.6.400.000 Rp.400.000 Dikurangi dengan: taksiran laba bruto 15% x Rp.400.000 taksiran biaya pemasaran (5% x hasil penjualan by. Pengolahan produk sampingan stlh saat terpisah Rp.60.000 20.000 70.000 150.000 taksiran biaya produk sampingan pada saat terpisah 250.000 Taksiran biaya tambahan setelah produk sampingan terpisah dari produk utama 70.000 Harga pokok produk sampingan Rp.320.000 Nilai produk sampingan yang harus dikurangkan dari biaya bersama (taksiran biaya produk sampingan pada saat terpisah) 250.000 Harga pokok produk utama Rp.6150.000 Harga pokok produk utama per satuan Rp.6.150.000 : 40.000 kg Rp.153,75 kg Harga pokok produk sampingan per satuan (Rp.320.000 : 5.000 kg Rp.64 / kg

Contoh 10 Laporan laba rugi dengan Replacement Cost Method dalam Perlakuan terhadap produk Sampingan Pendapatan penjualan produk utama Rp.45.000 Harga Pokok penjualan: biaya produksi 18.000 x Rp.1,50 dikurangi: biaya pengganti produk sampingan di (-): persediaan akhir 3.000 kg x Rp.1,40* Rp.27.000 1.800 Rp.25.200 4.200 21.000 Laba Bruto Rp.24.000 Biaya Pemasaran & administrasi & umum 4.000 Laba Bersih sebelum PPh Rp.20.000 * Rp.25.200 : 18.000 = Rp.1,40

Latihan Soal Produk Bersama & biaya bersama, serta biaya tambahan setelah saat terpisah Produk F G H Jumlah Unit yang diproduksi 8.000 4.000 2.000 14.000 Biaya bersama ? ? Rp.18.000 Rp.120.000 Nilai jual pada saat terpisah Rp.110.000 ? ? Rp.200.000 Biaya tambahan setelah saat terpisah Rp.14.000 Rp.3.750 Rp.7.250 Rp.25.000 Nilai jual jika diproses lebih lanjut Rp.140.000 Rp.60.000 Rp.50.000 Rp.250.000

Diminta: • Hitung berapa produk F akan menerima alokasi biaya bersama, jika dalam mengalokasikan biaya bersama menggunakan metode nilai jual relatif • Berapa nilai jual relatif produk G pada saat terpisah (spilt - off point) • Hitung biaya bersama yang dialokasikan untuk produk H, jika menggunakan atas dasar nilai jual hipotesis • Hitung harga pokok produk F per unit setelah diproses lebih lanjut, jika biaya bersama dialokasikan kepada produk bersama berdasarkan nilai jual relatif pada saat terpisah • Hitung biaya bersama yang dialokasikan kepada produk G, jika metode fisik yang digunakan dalam alokasi biaya bersama

Add a comment

Related presentations

Related pages

Hpp bersama & sampingan - Education

Hpp bersama & sampingan 1. Penentuan Harga Pokok Produk Bersama dan Produk Sampingan By: Biana Adha Inapty 2. Biaya Bersama • Definisi biaya bersama ...
Read more

Penyelesaian :

BAB V. PENENTUAN HPP BERSAMA DAN. PRODUK SAMPINGAN. DEFINISI. Biaya Produk Bersama (Joint product cost) dapat diartikan sebagai biaya yang dikeluarkan ...
Read more

Makalah harga pokok produk bersama dan produk sampingan

MAKALAH HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN. ... Harga pokok produk sampingan Jumlah unit yang diproduksi HPP/unit 800 1.845 100 130 - 2.
Read more

HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN | Yabez ...

Sifat Produk Bersama, Produk Sampingan Dan Produk ... Jumlah unit 5.000 10.000 Harga unit 1000 800 Nilai jual Rasio Alokasi HPP/ unit 5.000.000 8 ...
Read more

Makalah harga pokok produk bersama dan produk sampingan ...

MAKALAH HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Biaya 2 Dosen Pengampu : Drs.Sukardi Ikhsan, M.Si ...
Read more

koleksi artikel/tugas: produksi sampingan dan bersama

Sebelum membahas produk bersama dan produk sampingan maka harus membahas biaya bersama terlebih dahulu karena pembagian produk menjadi produk bersama dan ...
Read more