Group 8 phylum aves

54 %
46 %
Information about Group 8 phylum aves
Education

Published on May 7, 2014

Author: MamanSulaeman1

Source: slideshare.net

Created by: Fawaz Alkadri; Rakha Rasyid R; Yovie Cikal M Teacher: Maman Sulaeman, S.Pd

Karakteristik Kelas Morfologi & Fisiologi

Karakteristik Aves  Aves adalah vertebrata dengan tubuh yang ditutupi oleh bulu (asal epidermal), sedangkan hewan lainnya tidak ada yang berbulu. Aves adalah vertebrata yang dapat terbang, karena mempunyai sayap yang merupakan modifikasi anggota gerak anterior. Sayap pada aves berasal dari elemen-elemen tubuh tengah dan distal. (Pada fosilPterodactyla = reptilian dan Chiroptera = mammalian terbang, sayap berasal dari elemen-elemen tubuh distal). Kaki pada aves digunakan untuk berjalan, bertengger, dan berenang (dengan selaput interdigital). Karakteristik tengkorak meliputi tulang-tulang tengkorak yang berfunsi kuat, paruh berzat-tanduk. Aves tidak bergigi. Mata besar, kondil oksipetal tuggal. Telinga tengah mempunyai sebuah osikel auditori. Ada sebuah meatus auditori eksternal. Mata berkembang baik, dengan kelopak mata dan membran niktilans. Pada mata terdapat struktur vascular yang disebut pekten yang terletak dalam rongga humor vitreus. Mempunyai kelenjar air mata. Otak mempunyai serebrum dan lobus optikus yang berkembang baik, mempunyai 12 pasang saraf kranial. Respirasi dengan paru-paru yang berhubungan dengan sejumlah kantung- kantung udara sebagai alat pernapasan tambahan.

Kelas Pada Aves Sub - kelas Archaeornithes ( burung bengkarung ) Sub - kelas Neonithes

Sub-kelas Archaeornithes (burung bengkarung)  Burung-burung bergigi, telah punah. Hidup dalam periode Jurrasik. Metacarpal terpisah. Tidak ada pigostil. Vertebrata kaudal masing-masing dengan bulu-bulu berpasangan. Contoh :Archaeopterygiformes

Sub-kelas Neonithes  Ada yang telah punah, tetapi ada yang termasuk burung modern. Bergigi atau tidak bergigi. Metacarpal bersatu. Vertebrata kaudal tidak ada yang mempunyai bulu berpasangan. Kebanyakan mempunyai pigostil. Sternum ada yang berlunas, ada pula yang rata. Mulai ada sejak zaman Kretaseus. a. Odontognathae. Contoh : Hesperornis dan Ichthyornis, keduanya telah punah. Bergigi. Ditemukan di Amerika Serikat b. Palaeognathae. Burung berjalan atau sedikit saja terbang. Tulang sternum tidak berlunas. Semua dengan tulang vomer yang membentuk jembatan pada tulang langit-langit. Tidak ada gigi, vertebrata kaudal bebas, tulang korakoid dan scapula kecil. o Ordo Struthioniformes. Contoh : burung unta (Struthio camelus, tinggi 2,5 m, berat 150 kg, hidup bergerombol, sophagu, seekor jantan mempunyai 4-5 betina. Berasal dari Afrika dan Arabia. o Ordo Rheiformes. Contoh : burung rea (Rhea sp.) Tidak dapat terbang, tidak berlunas. Tinggi 1,2 m. Berasal dari Amerika Latin.

o Ordo Casuariiformes. Contoh : burung kasuari (emu). Tidak dapat terbang, tidak berlunas, sayap kecil, tinggi 1,7 m, kepala dan leher tidak berbulu. Banyak terdapat di Australia dan Irian. o Ordo Dinornithiformes. Burung moa. Terdapat di Selandia Baru o Ordo Aepyornithiformes. Terdapat di Malagasi o Ordo Apterygiformes. Burung Kiwi. Terdapat di Selandia Baru. o Ordo Tinamiformes. Burung tinamu. Sayap dapat digunakan untuk terbang. Berlunas. Biasanya berlarinya sedikit terbang. Contoh :Tinamus sp., Rhynchotus sp. Terdapat di Amerika Latin. c. Impennes. Burung penguin. Sayap (anggota gerak anterior) digunakan untuk berenang, tidak dapat terbang. Metatarsus bersatu, tetapi tidak sempurna. Empat buah jari terarah ke muka, jari-jari dengan selaput kulit. Bulu kecil-kecil menutup seluruh tubuh. Di bawah kulit terdapat lapisan lemak tebal. Berdiri tegak pada metatarsus. Dapat dengan cepat menyelam. Terdapat 20 jenis dari golongan ini. Ordo Sphenisciformes. Contoh : Aptenodytes forsteri, penguin raja diraja. Tinggi 1m lebih. Jenis yang lain kecil.

d. Neognathae. Burung-burung modern. Berlunas, metatarsus bersatu. Vomer kecil dan tidak membentuk jembatan pada langit-langit. o Ordo Gaviiformes, Burung lun. Kaki pendek pada ujung tubuh. Jari-jari penuh dengan membran kulit. Patella kecil-kecil. Terbang cepat melayang- layang, dan menukik. Makan ikan. Contoh : Gavia immer, di belahan bumi utara o Ordo Podicipitiformes. Burung grebe. Ekor berbulu kapas. Kaki jauh di bagian belakang tubuh. Dapat menyelam dengan cepat (hilang sekejap mata). Hidup di air tawar atau pantai laut. Omnivore. Contoh :Podicepsauritus, Podilymbus podiceps. o Ordo Procellariiformes. Burung albatross. Hidup di lautan. Bertelur di pulau- pulau. Contoh : Diomedea exulans. Albatross berkelana ikut perahu di laut selatan, sayap 3 m. Oceanodroma sp. Albatross kecil. o Ordo Pelecaniformes. Burung pelican, burung gannet. Morus bassana banyak terdapat di daerah tropis (burung camar). o Ordo Ciconiiformes. Hidup di sawah: burung blekok, flamingo. Leher panjang, kaki panjang. Makanannya ikan dan hewan air lainnya. Hidup berkoloni. Contoh: Ardea Herodias (blekok biru), Butorides virescens(blekok hijau), Phoenicopterus ruber (flamingo), Casmerodius albus(blekok putih).

Morfologi dan Fisiologi Sistem Organ a. Sistem skeleton dan muscular Tulang kuadrat dari tengkorak mempunyai 2 permukaan artikular dorsal. Semua tulang pelvis bersatu. Ada sebuah pigostil. Sternum mempunyai 4 buah takik (celah) posterior. Otot pektoralis mayor dimulai pada lunas tulang sternum, dan menarik tulang humerus ke bawah (berarti menarik sayap ke bawah). Sebaliknya, otot pektoralis minor menarik sayap ke atas. b. Sistem Pencernaan Saluran pencernaan terdiri dari esophagus, proventrikulus (lambung, kelenjar), empedal (gizzard), usus halus, dan usus besar. Pada merpati (burung umumnya) tidak mempunyai kandung empedu, walaupun mungkin terdapat pada beberapa jenis. Sebuah tembolok bermuara pada sophagus. Sel- sel pelapis tembolok itu mudah lepas dan membentuk “susu merpati” yang dipakai sebagai makanan anak-anaknya. Ada 2 buah sekum (caecum) pada permulaan usus besar. c. Sistem respirasi trakea melanjut sebagai 2 buah bronki pada siring (alat suara). Paru-paru dilengkapi dengan kantung- kantung udara (ada 9 buah, 4 berpasangan, dan 1 median). Fase aktif respirasi itu adalah ekspirasi dan fase pasif adalah inhalasi. d. Sistem sirkulasi Sistem peredaran darah tipikal pada burung, yaitu seperti pada mammalia, bedanya hanya lengkung arteri tunggal yang terletak pada sebelah kanan, sedangkan pada mammalia terletak di sebelah kiri.

e. Sistem ekskresi Ginjal bertipe metanefros, berwarna coklat tua. Saluran ureter bermuara langsung pada kloaka. Tidak ada kandung kemih. Ekskret semisolid (mengandung urat). f. Kelenjar endokrin Kelenjar pituitary (hipofisis) terletak di dasar otak. Kelenjar tiroid di bawah vena jugularis dekat permulaan arteri subklavia dan karotis. Pankreas terdiri atas pulau-pulau Langerhans. Kelenjaradrenal sepasang, dengan panjang 8-10 cm, pada permukaan ventral ginjal. Sekret dari gonad mengatur karakteristik seksual sekunder (bulu, jengger, dan gembel), misalnya vila ovarium dibuang, bulu akan berubah warnanya, dan sebagainya. g. Sistem saraf dan sensori Bentuk otak dan bagian-bagiannya tipikal pada burung. Lobus olfaktorius kecil, serebrum besar sekali. Pada ventro-kaudal serebrum terletak serebellum, dan ventral lobus optikus. Lubang telinga Nampak dari luar, dengan meatus auditori eksternal terus ke membran timpani (gendang telinga). Telinga tengah dan saluran-saluran semisirkular terus ke koklea. Pendengaran burung dara baik. Dari telinga tengah ada saluran Eustachius menuju ke faring dan bermuara pada langit-langit bagian belakang. Hidung sebagai organ pembau dimulai dengan 2 lubang hidung yang berupa celah pada dorsal paruh. Indera pencium pada burung kurang baik. Mata besar dengan pekten, yaitu sebuah membran, bervaskulasi, dan berpigmen yang melekat pada mangkok optic, dan melanjut ke dalam humor vitreus. Saraf optic memasuki sklera mata di tempat yang disebut bingkai skleral. Mata dengan kelenjar air mata. Penglihatan terhadap warna sangat tajam dan cepat berakomodasi (berfokus) pada berbagai jarak. Organ perasa di langit-langit mulut dan sisi lidah. Pemilihan makan-makanan mungkin hanya tergantung pada organ perasa itu.

h. Reproduksi dan perkembangan Fertilisasi internal. Tidak ada organ kopulasi khusus. Ovarium hanya satu yang sebelah kiri. Sebelum telur dikeluarkan mendapat penutup albumin dan cangkang dalam oviduk. Masa inkubasi 16-18 hari. Burung muda yang baru menetas berada dalam kondisi yang sangat lemah, disebut kondisi altrisial (pada ayam, itik, disebut kondisi prekosial). Anak merpati yang baru menetas sedikit sekali bulu kapasnya. Merpati muda dapat terbang setelah 4 minggu kemudian.

Next to Reptilia 

Add a comment

Related presentations