Gastroenteritis

60 %
40 %
Information about Gastroenteritis
Health & Medicine

Published on March 11, 2014

Author: Mayah_m4y

Source: slideshare.net

Gastroenteritis OLEH KELOMPOK 5

DEFINISI... Gastroenteritis (GE) adalah radang pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare, dengan atau tanpa disertai muntah, dan sering kali disertai peningkatan suhu tubuh. Diare yang dimaksudkan adalah buang air besar berkali-kali (dengan jumlah yang melebihi 4 kali, dan bentuk feses yang cair, dapat disertai dengan darah atau lendir) (Suratun dan Lusianah, 2010). Penggunaan istilah diare sebenarnya lebih tepat daripada gastroenteritis, karena istilah gastroenteritis memberikan kesan seolah-olah penyakit ini hanya disebabkan oleh infeksi dan walaupun disebabkan oleh infeksi, lambung tidak selalu mengalami peradangan (Staf Pengajar IKA FKUI, 2000).

ETIOLOGI.. 1. Faktor infeksi 2. Faktor malabsorbsi 3. Faktor makanan 4. Faktor psikologis

1. Faktor infeksi A. Infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak, meliputi:  Infeksi bakteri: Vibrio, E.coli, Salmonella, Shinghella, Campylobacter, Yersina, Aeromonas, dll.  Infeksi Virus: Enterovirus (virus ECHO, Coxsackie, Poliomyelitis), Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus, dll.  Infeksi parasit: Cacing (Ascaris, Trichuiris, Oxyuris, Strongyloides), Protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia lambia, Tricomonas hominis), Jamur (Candida albicans).

Cont... B. Infeksi parenteral yaitu infeksi dibagian tubuh lain di luar alat pencernaan, seperti Otitis Media Akut (OMA), Tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berusia dibawah 2 tahun.

2. Faktor malabsorbsi  Malabsorbsi karbohidrat : disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering adalah intoleransi laktosa.  Malabsorbsi lemak  Malabsrobsi protein 3. Faktor makanan : makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan 4. Faktor psikologis : rasa takut dan cemas. Walaupun jarang dapat menimbulkan diare terutama pada anak yang lebih besar.

Manifestasi klinis Gambaran awal dimulai dengan bayi atau anak menjadi cengeng, gelisah, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare. Feses makin cair, mungkin mengandung darah dan atau lendir, dan warna feses berubah menjadi kehijauan karena bercampur empedu. Akibat seringnya defekasi, anus dan area sekitarnya menjadi lecet karena sifat feses makin lama menjadi asam, hal ini terjadi akibat banyaknya asam laktat yang dihasilkan dari pemecahan laktosa yang tidak dapat diabsorbsi oleh usus. Gejala muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare. Apabila penderita telah banyak mengalami kehilangan air dan elektrolit, maka terjadilah gejala dehidrasi. Gejala klinis biasanya menyesuaikan dengan derajat atau banyaknya kehilangan cairan (Sodikin : 227, 2011).

Cont.. Menurut Suratun dan Lusianah (2010) manifestasi klinis dari gastroenteritis (GE) sebagai berikut :  Muntah-muntah dan/atau suhu tubuh meningkat, nafsu makan berkurang  Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair, tenesmus, hematochezia, nyeri perut atau kram perut  Tanda-tanda dehidrase muncul bila intake cairan lebih kecil daripada outputnya. Tanda-tanda tersebut adalah perasaan haus, berat badan menurun, mata cekung, lidah kering, tulang pipi menonjol, turgor kulit menurun dan suara serak. Hal ini disebabkan deplesi air yang isotonik  Frekuensi napas lebih cepat dan dalam (pernapasan kussmaul) terjadi bila syok berlanjut dan terdapat asidosis.  Anuria karena penurunan perfusi ginjal dan menimbulkan nekrosis tubulus ginjal akut, dan bila tidak teratasi, klien beresiko menderita gagal ginjal akut.

Pemeriksaan penunjang Menurut Suratun dan Lusianah (2010) pemeriksaan diagnostik yang diperlukan untuk gastroenteritis adalah :  Pemeriksaan tinja  pemeriksaan kimiawi darah (ureum, kreatinin), kadar elektrolit darah (natrium, kalium, klorida, fosfat), analisa gas darah dan pemeriksaan darah lengkap perlu dilakukan pada kasus diare berat Pemeriksaan colok dubur dan sigmoidoskopi (Sodikin : 230, 2010). Pemeriksaan Laboratorium yang dapat dilakukan menurut Staff Pengajar IKA FKUI (2000) :  Pemeriksaan tinja : pH dan kadar gula dalam tinja dengan kertas lakmus dan tablet clinitest, bila diduga terdapat intoleransi gula  Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam-basa dalam darah, dengan menentukan pH dan cadangan alkali atau lebih tepat lagi dengan pemeriksaan analisa gas darah menurut ASTRUP  Pemeriksaan intubasi duodenum untuk mengetahui jenis jasad renik atau parasit secara kualitatif dan kuantitatif, terutama dilakukan pada penderita diare kronik

Penatalaksanaan  Penggantian cairan dan elektrolit  Pemberian Antibiotik  Pemberian ASI ekslusif (pemberian makanan berupa ASI saja pada bayi umur 4- 6 bulan).  Menghindari penggunaan susu botol  Memperbaiki cara penyiapan dan penyimpanan makanan pendamping ASI (untuk mengurangi paparan ASI dan perkembangbiakan bakteri).  Penggunaan air bersih untuk minum  Mencuci tangan baik sesudah buang air besar dan membuang feses bayi sebelum menyiapkan makanan atau saat makan

Komplikasi  Kehilangan cairan / dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik, atau hipertonik) dan kelainan elektrolit memicu syok hipovolemik dan kehilangan elekttolit seperti hipokalemia (kalium <3 Meq/liter) dan asidosis metabolik  Tubular nekrosis akut dan gagal ginjal pada dehidrasi yang berkepanjangan.  Artritis  Disritmia jantung berupa takikardi atrium dan ventrikel, fibrilasi ventrikel dan kontraksi ventrikel prematur akibat gangguan elektrolit terutama oleh karena hipokalemia  Intoleransi laktosa sekunder  Kejang  Malnutrisi energi protein.

Diagnosa Keperawatan  Ketidakseimbangan volume cairan: Kurang dari kebutuhan tubuh b/d output melalui rute normal (diare berat, muntah), status hipermetabolik dan pemasukan cairan yang terbatas.  Diare b/d inflamasi, iritasi dan malasorbsi usus, adanya toksin dan penyempitan segemental usus.  Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d gangguan absorbsi nutrien, status hipermetabolik.

Patofisiologi  Klik disini

NIC-NOC Klik disini.

Thank kyu...

Add a comment

Related presentations

Related pages

Gastroenteritis – Wikipedia

Als Gastroenteritis , wörtlich: Magen-Darm-Entzündung – umgangssprachlich Magen-Darm-Grippe, Brechdurchfall oder Bauch-Grippe – wird ganz allgemein ...
Read more

Gastroenteritis - DocCheck Flexikon

1 Definition. Die Gastroenteritis ist eine Schleimhaut entzündung von Magen und Dünndarm . Mitunter kann auch der Dickdarm mit einbezogen sein. 2 Ursachen
Read more

Magen Darm Grippe - Gastroenteritis - netdoktor.at

Bei einer akuten Gastroenteritis handelt es sich meist um eine Infektion mit einem Magen-Darm-Virus. Viel trinken ist dabei oberstes Gebot.
Read more

Gastroenteritis - medizinfo.de

Top Ursachen: Lesen Sie auch "Rotavirusinfektion" bei MedizInfo®Gastrologie: Eine Magen-Darm-Entzündung oder Gastroenteritis ist die häufigste Ursache ...
Read more

HausMed | Gastroenteritis | Entstehung

Definition. Unter Gastroenteritis wird eine Entzündung der Magen- und Dünndarmschleimhaut verstanden, die oftmals mit einem Brechdurchfall einhergeht.
Read more

Gastroenteritis - Wikipedia, the free encyclopedia

Gastroenteritis viruses: A = rotavirus, B = adenovirus, C = norovirus and D = astrovirus. The virus particles are shown at the same magnification to allow ...
Read more

Gastroenteritis, akute - INFEKTIONSNETZ

Anamnese Besondere Bedeutung der Anamnese und Klinik, da initiale therapeutische Maßnahmen einer mikrobiologischen oder serologischen Identifikation des ...
Read more

Magen-Darm-Grippe (Gastroenteritis, Magen-Darm-Infekt ...

Eine Magen-Darm-Grippe (Gastroenteritis, Magen-Darm-Infekt) ist unangenehm, aber meist von kurzer Dauer. Wann bedeutet sie ein Risiko und wie werden Sie wieder
Read more

MedlinePlus - Gastroenteritis

Stomach flu (gastroenteritis) is an inflammation of the intestines that causes diarrhea, pain, vomiting or fever. Learn what you can do to prevent it.
Read more

Gastroenteritis: MedlinePlus en español

La gastroenteritis es una inflamación de la membrana interna del intestino causada por un virus, una bacteria o parásitos. La gastroenteritis viral es la ...
Read more