Fisiologi endokrin slideterbaru

58 %
42 %
Information about Fisiologi endokrin slideterbaru
Education

Published on February 26, 2014

Author: herdi03121985

Source: slideshare.net

Description

fisiologi endokrin

 Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh.  Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh  sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon,

Struktur Terdapat dua tipe kelenjar yaitu eksokrin dan endokrin.  Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya pada permukaan tubuh, seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus Intestinal.  Sebaliknya, kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah.

KELENJAR ENDOKRIN Kelenjar endokrin termasuk : 1. Pankreas 2. Gonad (ovarium dan testis) 3. Kelenjar adrenal, hipofise, tiroid dan paratiroid, serta timus

Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum 1. Membantu regulasi :- interstitial fluid, keseimbangan energi dan metabolisme, Kontraksi otot tjantung, sekresi glandular, sistim aktivitas umum 2. Mengontrol pertumbuhan 3. Regulasi sistim reproduksi 4. Membantu ritme Circadian

fungsi utamanya adalah : - menghasilkan dan melepaskan hormon hormon secara langsung ke dalam aliran darah. - Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ tubuh.

I.Hypofisis cerebri dan glandula pituitari - Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar kecil, D=1 cm dan Brt= 0,5-1 gram yang terletak di sela tursika, rongga tulang basis otak, dan dihubungkan dengan hipotalamus oleh tungkai hipofisis atau hipofisial. Disebut master endocrine (gland hormon) yang dihasilkan kelenjar ini banyak mempengaruhi kelenjar endokrin lainnya.

Hipothalamus Hypofise

Pituitary Gland Lobus anterior ( adenohypofisis) Tipe sel dari Anterior Pituitari: 1. somatotrop Growth Hormon 2. Tyrototrops- TSH 3. Gonadotrops FSH dan LH 4. Lactotrops Prolactin 5. Corticotrops ACTH

Hormon yang di hasilkan yaitu: a) Hormon Pertumbuhan Meningkatkan pertumbuhan seluruh tubuh b) Adrenokortikotropin (Kortikotropin) Mengatur sekresi beberapa hormon adrenokortikal, yang selanjutnya akan mempengaruhi metabolisme glukosa, protein dan lemak.

c) Hormon perangsang Tiroid (Tirotropin) Mengatur kecepatan sekresi tiroksin dan triiodotironin oleh kelenjar tiroid, dan mengatur reaksi kimia diseluruh tubuh. d) Prolaktin Meningkatkan pertumbuhan kelenjar payudara dan produksi air susu e) Hormon Perangsang Folikel dan Hormon Lutein Mengatur pertumbuhan gonad sesuai dengan aktivitas reproduksinya.

Lobus posterior (Neur0 hypophyse): Menghasilkan hormon-hormon sbb: a) Hormon Antideuretik (disebut juga vasopresin) b) Oksitosin

Pancreas Terdiri kelenjar eksokrin dan endokrin. a. Bagian Eksokrin menghasilkan beberapa enzim yang disekresikan melalui ductus pankreas yang bermuara ke duodenum. - Enzim – enzim tersebut berfungsi untuk mencerna 3 jenis makanan utama = karbohidrat, protein, dan lemak. - Pancreas dapat digolongkan sebagai kelenjar besar, berlobulus, tubuloasinosa kompleks.

 b. Bagian Endokrin Bagian endokrin pancreas, yaitu PULAU LANGERHANS, tersebar di seluruh pancreas 1. Sel A = penghasil glukagon 2. Sel B = penghasil insulin 3. Sel D = penghasil somatostatin 4. Sel F = menghasilkan Pancreatic polypeptida

III. KELENJAR TIROID  Kelenjar tiroid menghasilkan tiga jenis hormon yaitu T3, T4 dan sedikit kalsitonin.  Hormon T3 dan T4 dihasilkan oleh folikel sedangkan kalsitonin dihasilkan oleh parafolikuler.

Fungsi hormon-hormon tiroid antara adalah: a. Mengatur laju metabolisme tubuh. b. Memegang peranan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya pertumbuhan saraf dan tulang c. Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin e. Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah kekuatan kontraksi otot dan menambah irama jantung. f. Merangsang pembentukan sel darah merah. g. Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan sebagai kompensasi tubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolisme h. Bereaksi sebagai antagonis insulinTirokalsitonin mempunyai jaringan sasaran tulang dengan fungsi utama menurunkan kadar kalsium serum dengan menghambat reabsorpsi kalsium di tulang.

IV. Paratiroid  Kelenjar ini terdiri dari dua jenis sel yaitu chief cells dan oxyphill cells.  Chief cells merupakan bagian terbesar dari kelenjar paratiroid, mensintesa dan mensekresi hormon paratiroid atau parathormon disingkat PTH.  Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan posfat tubuh. Organ targetnya adalah tulang, ginjal dan usus kecil (duodenum).  hormone paratiroid (PTH) merupakan regulator mayor homeostatis serum kalsium dan fosfat.

 Terhadap tulang, PTH mempertahankan resorpsi tulang sehingga kalsium serum : meningkat.  Di tubulus ginjal, PTH mengaktifkan vitamin D. Dengan vitamin D yang aktif akan terjadi peningkatan absorpsi kalsium dan posfat dari intestin. Selain itu hormon inipun akan meningkatkan reabsorpsi Ca dan Mg di tubulus ginjal, meningkatkan pengeluaran Posfat, HCO3 dan Na. karena sebagian besar kalsium disimpan di tulang maka efek PTH lebih besar terhadap tulang. Factor yang mengontrol sekresi PTH adalah kadar kalsium serum di samping tentunya PTSH

V. Adrenal  Kelenjar adrenal adalah sepasang organ yang terletak dekat kutub atas ginjal, terbenam dalam jaringan lemak.  Kelenjar ini ada 2 buah, berwarna kekuningan serta berada di luar (ekstra) peritoneal. Bagian yang sebelah kanan berbentuk pyramid dan membentuk topi (melekat) pada kutub atas ginjal kanan.

 Sedangkan yang sebelah kiri berbentuk seperti bulan sabit, menempel pada bagian tengah ginjal mulai dari kutub atas sampai daerah hilus ginjal kiri. Kelenjar adrenal pada manusia panjangnya 4-6 cm, lebar 1-2 cm, dan tebal 4-6 mm. Bersama-sama kelenjar adrenal mempunyai berat lebih kurang 8 g,

Adrenal lanjutan - terdiri dari dua lapis yaitu bagian korteks dan bagian medulla. Keduanya menunjang dalam ketahanan hidup dan kesejahteraan, namun hanya korteks yang esensial untuk kehidupan.

 a. Korteks adrenal Korteks adrenal esensial untuk bertahan hidup. Kehilangan hormon adrenokortikal dapat menyebabkan kematian. Korteks adrenal mensintesa tiga kelas hormon steroid yaitu mineralokortikoid, glukokortikoid, dan androgen. b. Medula adrenal Menghasilkan adrenalin & nor adrenalin

 Korteks adrenal mensintesa tiga kelas hormon steroid yaitu mineralokortikoid, glukokortikoid, dan androgen  A. Mineralokortikoid - Mineralokortikoid (pada manusia terutama adalah aldosteron)  dibentuk pada zona glomerulosa korteks adrenal↑retensi natrium dan ekskresi kalium membantu dalam mempertahankan tekanan darah normal dan curah jantung. - Defisiensi mineralokortikoid (penyakit Addison’s) mengarah pada hipotensi, hiperkalemia, penurunan curah jantung, dan dalam kasus akut, syok. - Kelebihan mineralokortikoid mengakibatkan hipertensi dan hipokalemia.

b. Glukokortikoid Glukokortikoid dibentuk dalam zona fasikulata. Kortisol merupakan glukokortikoid utama pada manusia. Kortisol mempunyai efek pada tubuh antara lain dalam: metabolisme glukosa (glukosaneogenesis) yang meningkatkan kadar glukosa darah; metabolisme protein; keseimbangan cairan dan elektrolit; inflamasi dan imunitas; dan terhadap stresor

7. Struktur dan Fungsi Kelenjar Gonad Keaktifan kelenjar gonad terjadi pada masa prepubertas dengan meningkatnya sekresi gonadotropin (FSH dan LH) akibat penurunan inhibisi steroid.

a. Testis  Testis mempunyai dua fungsi yaitu sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Menghasilkan hormone testosteron dan estradiol dibawah pengaruh LH.  Testosteron diperlukan untuk mempertahankan spermatogenesis sementara FSH diperlukan untuk memulai dan mempertahankan spermatogenesis.  Estrogen mempunyai efek menurunkan konsentrasi testosteron melalui umpan balik negatif terhadap FSH sementara kadar testosteron dan estradiol menjadi umpan balik negatif terhadap LH.

 Fungsi testis sebagai organ reproduksi berlangsung di tubulus seminiferus.  Efek testosteron pada fetus merangsang diferensiasi dan perkembangan genital ke arah pria.  Pada masa pubertas hormon ini akan merangsang perkembangan tanda- tanda seks sekunder seperti perkembangan bentuk tubuh, pertumbuhan dan perkembangan alat genital, distribusi rambut tubuh, pembesaran laring dan penebalan pita suara serta perkembangan sifat agresif. Sebagai hormon anabolik, akan merangsang pertumbuhan dan penutupan epifise tulang

b. Ovarium  Seperti halnya testis, ovarium juga berfungsi sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Sebagai organ endokrin, ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.  Sebagai organ reproduksi, ovarium menghasilkan ovum (sel telur) setiap bulannya pada masa ovulasi untuk selanjutnya siap untuk dibuahi sperma. Estrogen dan progesteron akan mempengaruhi perkembangan seks sekunder, menyiapkan endometrium untuk menerima hasil konsepsi serta mempertahankan proses laktasi.  Estrogen dibentuk di sel-sel granulosa folikel dan sel lutein korpus luteum.  Progesteron juga dibentuk di sel lutein korpus luteum.

Timus  Terletak disamping sternum  Berperan dalam proses imunitas tubuh  Hormon yang dihasilkan : Timosin, timic factor, timic humoral factor

Add a comment

Related presentations

Related pages

Fisiologi endokrin slideterbaru - Education

Anatomi Fisiologi Metabolisme dan Endokrin Materi kuliah Anatomi Fisiologi Metabolisme dan Endokrin. Meliputi batasan metabolisme, proses anabolisme ...
Read more

Anatomi Fisiologi Metabolisme dan Endokrin - Health & Medicine

Materi kuliah Anatomi Fisiologi Metabolisme dan Endokrin. Meliputi batasan metabolisme, ... Fisiologi endokrin slideterbaru ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA
Read more