Campak

47 %
53 %
Information about Campak

Published on April 27, 2014

Author: AnggUnArryMurtii

Source: slideshare.net

BY : HUSNAWATI, M.Si,Apt. Devi dianda Putri AnggunAstri Murti Bela Ninsih  CAMPAK

PENDAHULUAN  Campak (measles,morbili,rubela) disebabkan oleh virus measles yang termasuk dalam genus Morbillivirus famili Paramyxoviridae.  Campak merupakan penyakit akut yang sangat menular, dan ditandai dengan demam, batuk, coryza (radang pada selaput lendir hidung), konjungtivitis (radang pada selaput mata), dan koplik spot (bintik putih keabuan sebesar pasir), yang diikuti timbulnya ruam makulopapular pada hari ketiga sampai ketujuh.

 Infeksi campak dapat menyebabkan imunitas seumur hidup.  Imunosupresi yang mengikuti campak sering menjadi faktor predisposisi untuk terjadinya otitis media bakterial dan bronkhopneumoni. Kira-kira 0,1% kasus campak dapat menyebabkan encephalitis akut.  Antibodi maternal mempunyai peran penting untuk perlindungan melawan infeksi pada bayi di bawah umur 1 tahun

 Imunisasi diberikan apabila kekebalan terhadap campak yang Ibu berikan padanya selama hamil sudaH hilang.  Hal ini dimulai pada waktu berumur 6 bulan dan hilang seluruhnya saat mencapai umur 9 bulan.  Itu sebabnya, vaksinasi campak direkomendasi pemerintah pada saat anak berumur 9 bulan supaya yakin tidak ada kekebalan ibu yang dapat menetralkan vaksin campak yang diberikan.  Vaksinasi sebaiknya diberikan sewaktu anak dalam keadaan sehat, agar kekebalan yang diperoleh optimal  Jadwal imunisasi menurut IDAI 2 kali, yaitu pada usia 9 bulan dan 6 tahun

patofisiologi  Virus campak disebarkan dalam udara dan memasuki host melalui saluran pernafasan.  Infeksi awal dan replikasi virus terjadi pada sel epitel trakheal dan bronkhial.  Setelah 2-4 hari virus campak menginfeksi jaringan limfatik setempat.  Setelah perbanyakan virus dalam limfonodi regional, kemudian terjadi viremia yang dapat menyebabkan penyebaran virus ke organorgan lain sebelum terjadinya ruam.

 Pada individu dengan defisiensi imunitas seluler virus campak dapat menyebabkan pneumonia yang fatal.  Campak dapat menyebabkan imunosupresi.  Imunosupresi dapat merupakan faktor predisposisi pada pasien untuk infeksi bakterial berat terutama bronkhopneumonia yang merupakan penyebab utama kematian yang berhubungan dengan campak.

Penatalaksanaan Individu  Prinsip dasar: a.Antisipasi komplikasi pada kelompok risiko tinggi b.Perawatan di rumah sakit bagi anak dengan sakit berat c. Pemberian parasetamol bila suhu di atas 390 C d.VitaminA dosis tinggi e. PemberianASI f. Pemberian nutrisi g.Perawatan mata untuk mencegah kebutaan h.Penggunaan antibiotik dengan indikasi yang jelas i. Larutan rehidrasi oral untuk diare j. Perawatan komplikasi pada saat yang sama k.Monitor pertumbuhan secara teratur

Vitamin A  Pemberian vitamin A pada anak dengan campak dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas.  WHO merekomendasikan pemberian vitamin A pada semua anak dengan campak pada komunitas dengan masalah defisiensi vitamin A dan angka kematian yang berhubungan dengan campak melebihi 1%.  Selain itu juga dipertimbangkan pemberian suplemen vitamin A pada anak yang dirawat dengan campak dan komplikasinya (croup, pneumonia, diare).

Dosis:  Bayi < 6 bulan: belum ditetapkan  Bayi 6 bulan – 1 tahun: 100.000 IU p.o dosis tunggal; bila ada bukti oftalmologik defisiensi vitamin A, ulangi pemberian pada hari berikutnya dan pada minggu keempat.  Anak > 1 tahun: 200.000 IU p.o dosis tunggal: bila ada bukti oftalmologik defisiensi vitamin A, ulangi pemberian pada hari berikutnya dan pada minggu keempat.

Imunoglobulin Indikasi:  Anak dengan immunocompromised  Usia 6-12 bulan  Anak dengan infeksi HIV yang terpapar campak Dosis  0,25 mL/kg i.m  0,5 mL/kg i.m untuk anak dengan infeksi HIV  Tidak lebih dari 15 mL/dosis i.m

 Antibiotik  Penggunaaan antibiotik masih kontroversial  Argumen penggunaan: risiko tinggi terjadinya infeksi bakterial sekunder pada campak yang dapat menyebabkan kematian  Argumen kontra: biaya & risiko komplikasi ®diare, drug reaction,resistensi obat  Meta analisis: antibiotik profilaksi tidak bermanfaat untuk menurunkan kematian pada campak (Shann F, 1997)

PENATALAKSANAAN MASYARAKAT  Campak dimungkinkan untuk dieradikasi, karena satu-satunya pejamu (host) atau reservoir campak hanya pada manusia dan adanya vaksin dengan efikasi yang cukup tinggi yaitu 85%.

 TheWHO/UNICEF Global Measles Mortality Reduction and Regional Elimination Strategic Plan 2001-2005 merumuskan 4 elemen utama, yaitu:  Pencapaian cakupan imunisasi yang tinggi (90%) di setiap kabupaten secara nasional dengan vaksin dosis pertama yang dibeikan pada pelayanan kesehatan rutin pada anak usia 9 bulan  Imunisasi kedua pada semua anak  Pelaksanaan surveilans yang efektif  Meningkatkan penatalaksanaan klinis campak, termasuk pemberian vitamin A.

 Program imunisasi campak di Indonesia dimulai pada tahun 1982 dan masuk dalam pengembangan program imunisasi.  Tahapan pemberantasan Campak  Tahap Reduksi. 1.Tahap pengendalian campak. Pada tahap ini terjadi penurunan kasus dan kematian, cakupan imunisasi >80%, dan interval terjadinya KLB berkisar antara 4 – 8 tahun. 2.Tahap pencegahan KLB. Pada tahun ini cakupan imunisasi dapat dipertahankan tinggi dan merata terjadi penurunan tajam kasus dan kematian, dan interval terjadinya KLB relatif lebih panjang.

 Tahap Eliminasi Cakupan imunisasi sudah sangat tinggi (>95%), dan daerah-daerah dengan cakupan imunisasi rendah sudah sangat kecil jumlahnya. Kasus sudah jarang dan KLB hampir tidak pernah ternadi.Anak- anak yang dicurigai tidak terlindung (susceptible) harus dimonitor dan mendapat imunisasi tambahan.  Tahap Eradikasi Cakupan imunisasi tinggi dan merata, dan kasus sudah tidak ditemukan.Transmisi virus sudah dapat diputuskan, dan negara- negara di dunia sudah memasuki tahap eliminasi. Indonesia berada pada tahap reduksi dengan pencegahan terjadinya KLB.

Tujuan Reduksi Campak  Menurunkan angka insidensi campak sebesar 90% dan angka kematian campak sebesar 95% dari angka sebelum program imunisasi campak dilaksanakan

Strategi Reduksi Campak.  Imunisasi Rutin 2 kali, pada bayi 9-11 bulan dan anak Sekolah Dasar Kelas I (belum dilaksanakan secara nasional) dan ImunisasiTambahan atau Suplemen.  Surveilans Campak  Penyelidikan dan Penanggulangan KLB  Manajemen Kasus  Pemeriksaan Laboratorium

IMUNISASI CAMPAK  Menggunakan vaksin dari virus yang sudah dilemahkan  Dosis 0,5 ml secara subkutan/intramuskular.  Salah satu indikator pengaruh vaksin terhadap proteksi adalah penurunan angka kejadian kasus campak sesudah pelaksanaan program imunisasi.

 Pada saat ini di negara berkembang angka kejadian campak masih sangat tinggi dan sering dijumpai komplikasi, maka WHO merekomendasikan pemberian imunisasi campak pada bayi berumur 9 bulan.  Di negara maju imunisasi campak (MMR) dianjurkan pada anak berusia 12-15 bulan.

 Kejadian ikutan paska imunisasi campak telah menurun dengan digunakannya vaksin campak yang dilemahkan.  Demam lebih dari 390 C Ruam ensefalitis dan ensefalopati paska imunisasi.

 Imunisasi ulangan;pada usia masuk sekolah (6- 7 tahun) melalui program BIAS.  Imunisasi ulangan juga dianjurkan pada:  Mereka yang mendapat imunisasi sebelum umur 1 tahun dan terbukti bahwa potensi vaksin yang digunakan kurang baik.  Apabila terdapat KLB maka anak SD, SLTP dan SLTA diberikan imunisasi ulangan.  Setiap orang yang pernah imunisasi campak dengan vaksin dari virus yang dimatikan (vaksin inaktif)  Setiap orang yang pernah memperoleh imunoglobulin  Seseorang yang tidak dapat menunjukkan catatan imunisasinya.

Contoh Kasus  Ibu Feni punya dua anak.Anak pertama bernamaAsni, 5 tahun, dan anak kedua bernama Andi, 9 bulan. Saat dibawa ke posyandu, oleh petugas,Andi disarankan untuk mengikuti imunisasi campak. Bu Feni ragu karenaAsni, yang dahulu juga diimunisasi campak pada usia 9 bulan ternyata tidak kebal, sehingga masih dapat menderita campak pada usia 3 tahun.Apalagi pernah ada anak tetangganya yang setelah mendapatkan imunisasi malah panas.Ada lagi anak lain yang di tempat suntikan imunisasinya malah terjadi radang.Ada juga yang imunisasinya tidak berhasil karena anak kurang gizi.  Masalahnya, Edi, anak tetangga lain yang sering main ke rumah Bu Feni sekarang sedang menderita campak. Bu Feni takut anaknya tertular, tetapi Bu Feni masih meragukan apakah setela imunisasi Andi bisa terhindar dari penyakit campak. Kenapa imunisasi campak tidak diberikan sejak lahir saja, dan bagi Edi yang sedang menderita penyakit campak, apa harus diimunisasi lagi?

KESIMPULAN  Vaksin campak diberikan saat anak berusia 9 bulan, karena pada usia tersebut kekebalan bawaan yang didapat dari ibu sudah berkurang.  Panas dan radang adalah mekanisme fisiologis akibat masuknya antigen pada proses imunisasi.  Faktor yang mempengaruhi keberhasilan imunisasi dibagi menjadi faktor pejamu, faktor vaksin itu sendiri, dan proses pelaksanaan imunisasi.  Kemungkinan infeksi campak berulang terjadi karena efikasi vaksin tidak 100%, tidak berhasilnya imunisas karena faktor tertentu, dan kesalahan diagnosis (sebenarnya bukan campak, hanya penyakit yang lain yang mirip dengan campak).

 SARAN Sebaiknya Andi segera diimunisasi sebelum tertular campak. Namun sebelum diimunisasi, harus dipastikan bahwa Andi benar-benar sehat.  Sebaiknya Edi tidak bermain di luar rumah, lebih banyak istirahat dan dilaksanakan terapi sesuai dengan simptom.

Add a comment

Related pages

Campact - bewegt Politik! - Campact

Aktuell, kritisch, aktiv! Mischen Sie sich ein und gestalten Sie Politik! Nirgendwo geht das so umfassend und schnell wie bei Campact.
Read more

CAMPAK, INC. Your Packaging Solutions Company 973-597-1414

The Model “RM” is a wrap-around packer for cartons or sleeves from open blanks. Wrapping is performed directly around the product, ensuring the ...
Read more

CamPak - Home

CamPak has a reputation for delivering quality commercial and residential developments, public utilities, education, health and specialist technical and ...
Read more

CAMPAK, INC. Your Packaging Solutions Company 973-597-1414

Brian Oliver : Sales Engineer : Brian@campak.com Briancampak@aol.com: 973-597-1414 - Phone 973-992-4713 - Fax : TERRITORY: Alabama, Arkansas, Arizona ...
Read more

CAM Automatic Machines

Innovative wrap-around case by CAM : Soap packaging line with high format-handling capacity and bundle configurations : Delegation from the “Ecole ...
Read more

www.Campak.de

In Deutschland, rangiert Campak.de auf Platz 6.345.424, mit geschätzten < 300 Besuchern im Monat. Klicken Sie hier um mehr Informationen zu dieser ...
Read more

CAMPAK | Keluarga Sehat Keluarga Bahagia

sumber : NAKITA. Bila anak tak perlu dirawat di rumah sakit, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua tatkala merawat anak campak, diantaranya:
Read more

Gejala Campak

Gejala Campak Pada Anak – gejala campak pada anak adalah beberapa tanda tanda atau ciri ciri yang bisa menyebabkan penyakit campak ini terjadi.
Read more