Branchless banking enabler for Indonesia

17 %
83 %
Information about Branchless banking enabler for Indonesia
Technology

Published on April 25, 2014

Author: hendrasuryakusuma

Source: slideshare.net

BRANCHLESS BANKING ENABLER Confidential 1 Powered by :

OBJECTIVES  Membangun sebuah sistem yang komprehensif dengan biaya yang efisien untuk membantu pihak perbankan dalam melakukan penetrasi market yang lebih luas terutama untuk masyarakat yang tinggal di rural areas.  Menghadirkan layanan perbankan, khususnya micro banking dengan waktu implementasi yang cepat dan tingkat keberhasilan transaksi dengan SLA 99.8%

BACKGROUND Memberikan kemudahan dan kesempatan bagi UnBankable Communities untuk mendapatkan akses ke dunia perbankan dan dapat melakukan transaksi perbankan dengan mudah dan cepat MISI PEMERINTAH : FINANCIAL INCLUSION

BACKGROUND  UnBankable (20-30%)  Tidak memiliki kemampuan keuangan.  Tidak/belum tertarik melakukan aktifitas perbankan.  Borderline Bankworthy (10-20%)  Memiliki keuangan yg cukup tapi tidak merasa nyaman/sulit bertransaksi.  Bankworthy but Remote (20-30%)  Belum tersentuh perbankan karena kondisi geography dan topography Indonesia. Sumber IFC 2010 – Potential Mobile Banking in Indonesia PROFIL PENDUDUK INDONESIA

BACKGROUND  Penduduk Indonesia +/- 240 juta  Bersumber dr survey IFC, 60% penduduk Indonesia belum berbanking  Sumber dr BI menyatakan di Indonesia :  138 juta penduduk dewasa usia produktif  58 juta memiliki tabungan atau berbanking  80 juta penduduk usia dewasa belum memiliki tabungan DATA DARI BANK INDONESIA

BACKGROUND YOGYAKARTA. (Senin, 22 Oktober 2012) Pemerintah tengah mendorong penerapan branchless banking atawa yang disebut layanan perbankan tanpa mengandalkan kantor cabang. Skema ini merupakan bagian dari strategi nasional pengembangan sektor keuangan inklusif. Dengan skema ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap pelayanan perbankan jadi terasa lebih mudah dan menekan biaya administrasi perbankan. Dia berharap pemerintah bisa bekerjasama dengan pihak swasta dan masyarakat untuk memperluas layanan tanpa kantor cabang ini. Sebagai informasi saja, Bank Indonesia (BI) juga tengah menyiapkan aturan untuk meningkatkan penetrasi program branchless banking ini. Hal yang terpenting dalam aturan tersebut memuat mekanisme transaksinya dan sistem keamanannya. Sistem keamanan adalah faktor paling kursial. Pasalnya setelah program branchless banking diterapkan, masyarakat akan beralih menggunakan teknologi mobile banking dalam bertransaksi. Tak hanya mengatur standar keamanan, ke depan BI juga akan menerapkan sistem agent banking, dimana agen tersebut bertugas untuk memberikan layanan perbankan ke masyarakat. STATEMENT DARI SUSILO BAMBANG YUDOYONO

JAKARTA Indonesia Banking Expo 2012 (IBEX), Rabu (27/6) Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyoroti sejumlah hal yang menjadi tantangan melaksanakan program financial inclusion atau keuangan inklusi. • Faktor pertama ialah persoalan data. Darmin menyebut ketiadaan database penduduk, rekam jejak pengusaha kecil dan mikro. • Faktor Kedua, ketiadaan agunan yang memadai. • Faktor Ketiga, faktor legalitas usaha. • Faktor Keempat, aspek ketersediaan produk dan aspek perluasan akses keuangan hingga ke daerah-daerah terpencil. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa biaya untuk perluasan akses bagi masyarakat akan sangat tinggi dan tidak efisien bagi perbankan. "Oleh karena itu perlu dikembangkan perluasan akses layanan perbankan menggunakan teknologi informasi maupun dengan industri lain yang dikenal dengan nama branchless banking," papar Darmin, saat membuka Indonesia Banking Expo 2012 (IBEX), Rabu (27/6). Ia memaparkan, BI selaku regulator perbankan akan bekerjasama dengan regulator terkait untuk menerapkan kebijakan dan peraturan memadai terkait branchless banking. Ini supaya aspek kehati-hatian dan perlindungan nasabah tetap terjaga. BACKGROUND STATEMENT DARI DARMIN NASUTION

TARGET TabunganKu berharap menjaring sekitar 48 juta penabung tambahan dari kelompok masyarakat antara lain pelajar, mahasiswa, nelayan, petani, buruh, tukang parkir dan pedagang asongan.

BI DORONG "BRANCHLESS BANKING" DAN PEMBARUAN TABUNGANKU Kamis, 28 Februari 2013  Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendorong upaya pengembangan layanan perbankan tanpa kantor cabang (branchless banking) secara simultan dengan pembaruan (revisiting) terhadap produk TabunganKu. Produk tersebut adalah tabungan tanpa biaya administrasi dengan setoran awal yang murah.  Deputi Direktur Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Pungky Purnomo Wibowo mengatakan, TabunganKu disasar sebagai basis produk penerimaan nasabah baru dalam financial inclusion. Dia menjelaskan, dengan adanya branchless banking, nasabah TabunganKu akan leluasa melakukan transfer, penarikan, maupun penyetoran uang tanpa harus datang ke cabang.  Saat ini, total rekening TabunganKu dan Tabungan Pelajar mencapai 4,7 juta, dengan jumlah TabunganKu mencapai tiga perempat dari jumlah itu (TabunganKu – 3,5 juta , Target 48 juta)

MENGAPA TARGET TIDAK TERCAPAI.? Perbankan hanya menjaring penabung baru di lokasi-lokasi dimana bank memiliki kantor pelayanan atau dapat dijangkau dengan Kantor Kas Keliling (Mobil Bank)

TELAH DILAKUKAN INDUSTRI PERBANKAN

HAMBATAN LANGKAH INDUSTRI PERBANKAN  Biaya yang diperlukan untuk perluasan wilayah layanan dengan membuka cabang/cabang pembantu/kantor kas/kas keliling, membutuhkan : • Biaya investasi teknologi tinggi, • Biaya operasi yang tinggi, • SDM yang besar dan, • Jika kantor pelayanan tersebar sampai ke pedesaan, pendapatan dari micro transaction tidak seimbang dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh Bank

INTRODUCING INNOVATIVE MOBILE TRANSACTION Mobile Mini ATM (Mobile Teller) (register paten) Sistem bertransaksi melalui Mobile EDC yang memiliki fitur sama dengan ATM dan bertransaksi secara Online Real-Time

ALAT BERTRANSAKSI  Untuk menggunakan mesin gesek kartu (EDC) ada 2 cara yaitu, untuk kartu yang menggunakan pita magnetic/magnetic stripe dan kartu yang sudah menggunakan chip.  Mesin Mobile EDC ini dapat digunakan untuk berbagai transaksi baik untuk penyetoran, penarikan, pembayaran dll.

MMATM TOPOLOGY TELCO & CYBERPORT

Pembayaran Pinjaman secara Tunai maupun non tunai Pembelian Barang MMATM FEATURES

INNOVATIVE MOBILE TRANSACTION Perbedaan yang sangat signifikan antara EDC yang saat ini berjalan dengan Mobile Mini ATM adalah : • Menggunakan jaringan komunikasi USSD (Unstructured Supplementary Service Data) yang memungkinkan transaksi berjalan secara Online Real-time dan mampu memberikan jaminan keberhasilan bertransaksi yang tinggi diseluruh wilayah Indonesia sampai ketingkat Pedesaan selama ada signal GSM • Mobile Application bersifat SENTRALISASI sehingga jika ada perubahan/penambahan fitur tidak memerlukan perubahan pada unit EDC (tidak perlu inject ulang EDC)

INNOVATIVE MOBILE TRANSACTION • Fleksibilitas penempatan fitur pada EDC (menu Kasir, CSR, Micro, Merchant dlsb.) tergantung dari kebutuhan Bank. • Menggunakan standar keamanan lalulintas data perbankan • Plug in Software, mudah untuk koneksi ke GSM Telco operator (USSD Gateway) atau Bank Switching

ILUSTRASI (KOPERASI ATAU BADAN USAHA MILIK DESA MENJADI MITRA/AGEN BANK) ANGSURAN KAMI AMBIL (ProActive Services) KENDARAAN/MOBIL Tidak memerlukan parabola untuk mampu bertransaksi secara Online Real-Time

MANFAAT MITRA BANK  Bank ke Mitra UMKM:  Memberikan peluang usaha sebagai Mitra Bank untuk mendapatkan penghasilan karena berbagai transaksi melalui bagi hasil  Contoh pendapatan perbulan UMKM (Mobile EDC ditempatkan di UMKM/Mitra)  Desa dengan penduduk 2000 rumah tangga  Beli Pulsa setiap bulan 2X maka pendapatan dari fee per transaksi Rp500 = Rp 500,- X 2.000 X 2 = Rp. 2.000.000,-  Bayar Listrik setiap bulan, pendapatan dari fee per transaksi Rp 1.000 = Rp 1.000,- X 2.000 = 2.000.000,-  Pendapatan lainnya per bulan = Rp 500.000,-  Total penghasilan bersih Rp 4.500.000,- per bulan  Belum termasuk fee yg diterima dari Bank sebagai outlet branchless banking

PEMBERDAYAAN UMKM Mendapatkan kesempatan bagi UMKM untuk memperoleh prospek tambahan penghasilan dengan menjadi Agen pelayanan Jasa Perbankan Dan bagi Bank akan mendapatkan tambahan penabung baru dengan memanfaatkan UMKM sebagai perpanjangan tangan pelayanan Bank diseluruh Indonesia sampai ketingkat pedesaan

BANK *) Memberikan kemudahan bagi nasabah bertransaksi dengan memberdayakan UMKM sebagai Transaction Outlet Bank *) Memberikan kemudahan dan kesempatan bagi UnBankable Communities untuk dapat melakukan transaksi perbankan *) Menjadi Agent of Development di INDONESIA karena memberikan kesempatan pada pengusaha UMKM untuk berpartisipasi dalam pelayanan Bank

DATA DEPARTEMEN KOPERASI  Penduduk Indonesia +/- 240 juta  Jumlah Koperasi s/d pertengahan 2012 sebanyak 193.443  Jumlah anggota Koperasi 33,8 juta

berdasarkan jumlah nasabah – mid 2011 (dikutip dari detikfinance) 1.BRI 33.000.000 2.BNI 11.772.000 3.Mandiri 11.300.000 4.BCA 9.700.000 5.BTN 5.000.000 6.Danamon 4.700.000 7.BII 2.800.000 8.CIMB Niaga 2.600.000 9.PermataBank 2.000.000 DAFTAR BANK TERBESAR DI INDONESIA

MANFAAT BRANCHLESS BANKING  Jika Bank bekerjasama dengan koperasi : • Memperluas pelayanan perbankan sampai ketingkat pedesaan tanpa harus membuka cabang • Prospek meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan biaya murah • Prospek meraih penabung baru yang selama ini belum melakukan aktifitas perbankan. • Jika Koperasi dijadikan Agen Bank maka prospek penambahan outlet pelayanan sebanyak jumlah Koperasi (192.443 kantor)

KONDISI SAAT INI eBanking yang saat ini berjalan, menggunakan network • GPRS - Keandalan Jaringan terbatas Jangkauan (keandalan tidak merata) • SMS - Keandalan dan Security diragukan • VSAT - Biaya cukup tinggi • Internet - Wilayah akses masih terbatas dan tidak dapat menerima transaksi Bank lain • Fixed Phone- Investasi Network Access Controller dan berlangganan cukup banyak no. telephone

Mobile Transaction Wireless Technology Online Real-Time Branchless Banking Enabler Atlantica building 2nd Floor Jl. Kuningan Barat No. 7, Jakarta 12710 - Indonesia Phone : +62 21 521 4 521 Fax +62 21 527 9107 Contact Person : Soehardi Wangsadibrata +62 8121 0002908 soehardi@cyberport.co.id Director +62 8787 0002908 Hendra Suryakusuma +62811136348 hendra.suryakusuma@litery.com Powered by

Add a comment

Related presentations

Presentación que realice en el Evento Nacional de Gobierno Abierto, realizado los ...

In this presentation we will describe our experience developing with a highly dyna...

Presentation to the LITA Forum 7th November 2014 Albuquerque, NM

Un recorrido por los cambios que nos generará el wearabletech en el futuro

Um paralelo entre as novidades & mercado em Wearable Computing e Tecnologias Assis...

Microsoft finally joins the smartwatch and fitness tracker game by introducing the...

Related pages

Latest on Branchless Banking from Indonesia | CGAP

Blog > Latest on Branchless Banking from Indonesia. ... This is the first blog of a two part series on branchless banking in Indonesia. Indonesia, ...
Read more

new indonesian ‘Branchless Banking’ and Microfinance Laws ...

new indonesian ‘Branchless Banking’ and Microfinance ... Indonesia has the highest banking margins in Asia. ... New BraNchLess BaNkiNg
Read more

CGAP Regulation of Branchless Banking in Indonesia

Update on Regulation of Branchless Banking in Indonesia January 2010 Note: ... CGAP Regulation of Branchless Banking in Indonesia ...
Read more

Branchless Banking Regulatory Environment in Indonesia ...

Branchless Banking Regulatory Environment in ... / branchless banking in Indonesia. ... issued branchless banking regulations in the last ...
Read more

Branchless Banking Diagnostic Indonesia FINAL - IFC

Regulatory Environment for Branchless Banking in Indonesia Mark Flaming Klaus Prochaska Stefan Staschen June 2009 . 2
Read more

The rise of branchless banking financial services analysis ...

The rise of branchless banking; Financial services. back to landing; Countries. Americas; Argentina; Brazil; ... Indonesia; Japan; Malaysia; New Zealand ...
Read more

Branchless Banking - siteresources.worldbank.org

Mobile Payments Mobile Banking Branchless Banking ‘While there have been successes stories around mobile payments, ...
Read more

E Scenarios for Branchless Banking in 2020 T 1 end of the ...

he growing use of branchless banking channels1 ... Scenarios for Branchless Banking in 2020 No. 57 ... enable expansion through more conventional banking
Read more