Book report

60 %
40 %
Information about Book report

Published on March 16, 2014

Author: rrrrrrizki

Source: slideshare.net

BOOK REPORT QUANTUM QUOTIENT ( KECERDASAN QUANTUM ) CARA PRAKTIS MELEJITKAN IQ, EQ, DAN SQ YANG HARMONIS Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar Biologi Dosen : Sri Sukaesih, S.Pd, M.Pd dan Siti Alimah, S.Pd, M.Pd Disusun oleh : DEBBIE LINDA FATMA ( 4401412093 ) JURUSAN BIOLOGI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2012

DATA BUKU SUMBER Judul Buku : Quantum Quotient ( Kecerdasan Quantum ) Cara Praktis Melejitkan IQ, EQ, dan SQ yang Harmonis Penulis : Ir. Agus Nggermanto Penerbit : Yayasan Nuansa Cendekia Tahun Terbit : 2002

QUANTUM QUOTIENT ( KECERDASAN QUANTUM ) CARA PRAKTIS MELEJITKAN IQ, EQ, DAN SQ YANG HARMONIS I. PENDAHULUAN Buku dengan judul “ Quantum Quotient (Kecerdasan Quantum) Cara Praktis Melejitkan IQ, EQ, dan SQ yang Harmonis ” mengulas mengenai strategi belajar dengan mengembangkan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia dengan menerapkan teori Quantum Learning. Buku Kecerdasan Quantum ini adalah cuplikan salah satu perjalanan dari penulis dalam menjalani dunia pendidikan dan pengembangan SDM. Buku ini dirulis oleh penulisnya berdasarkan pengalaman yang ia alami di bangku SMA dahulu. Pertemuan penulis dengan Bobbi DePorter, penulis buku Quantum Learning dan penanggungjawab SuperCamp kemudian mendorong penulis untuk memantapkan diri menulis buku ini. Buku Kecerdasan Quantum ini merupakan buku acuan yang baik dan tepat untuk masyarakat Indonesia. Di dalam buku ini dijelaskan berbagai langkah praktis untuk mengembangkan IQ, EQ, dan SQ yang telah teruji. Bukan hanya sekedar teori saja, akn tetapi di dalam buku ini juga langsung dipaparkan cara latihan praktisnya sehingga pembaca dapat langsung menerapkannya ke dalam cara belajar mereka. Buku ini mencoba untuk dapat menuangkan hasil penelitian mengeanai teori Quantum Learning dengan cara sederhana dan praktis. Dipaparkan pula bagaimana memadukan EQ dan SQ yang dipaprkan dengan hati – hati agar pembaca dapat menangkapnya dengan baik. Buku ini berupaya untuk memformulasikan suatu cara untuk meng-quantum-kan berbagai kemampuan intelek yang kita miliki. Dalam meningkatkan berbagai aspek intelegensialnya seseorang diharapkan dapat mengalami loncatan (quantum) intelektual. Dengan peunjuk-petunjuk yang ada di buku ini, pembaca dapat mencoba untuk mulai mencoba meng-quantum-kan intelegensinya.

II. URAIAN ISI Ada pendapat yang mengatakan bahwa hanya manusia pembelajar dan learning organisation yang mampu bertahan dan berkembang di zaman mutakhir ini. Learning organisation adalah organisas yang mampu melakukan proses pembelajaran. Pembelajaran untuk menngkatkan perform organisasi dan individu dalam organisasi. Sedangkan manusia pembelajar adalah manuasia yang mampu belajar efektif sepanjang hidupnya. Untuk meningkatkan Learning organisation dalam karakter individu, perlu dikembangkan kecerdasan quantum (Quantum Quotient). Kecerdasan quantum paling tidak meliputi pengembangan tiga aspek yakni intelektual, emosional, dan spiritual. Intelektual berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan pemikiran yang rasional, logis, dan matematis. Emosional berkaitan dengan emosi pribadi dan antar pribadi guna efektifitas individu dan organisasi. Sedangkan spiritual berkaitan dengan segala sesuatu melampaui intelektual dan emosional, ia lebih substansial meliputi keduanya. Quantum is Quantum Apakah quantum itu? Cara yang paling mudah untuk dapat memahami istilah quantum adalah dengan menulusuri terlebih dahulu awal mula lahirnya istilah ini. Pada awalnya, istilah quantum hanya digunakan oleh pakar fisika modern. Namun kemudian berkembang secara lebih luas ke berbagai bidang kehidupan manusia lainnya. Salah satunya adalah penggunaan quantum dalam bidang pembelajaran yang kemudian dikenal dengan istilah Quantum Learning. Apabila dibandingkan antara fisika quantum dengan quantum learning, maka ketika fisika quantum telah mampu menyelamatkan dunia dari bencana ultraviolet dengan teori yang dikemukakan oleh Max Planck, lalu apa yang bisa diselamatkan oleh quantum learning? Tentu tidak mau kalah dengan fisika quantum, Quantum Learning berperan dalam menyelamatkan generasi muda dan juga tua dari bencana ultrasekolah.

Di era awal millenium ini, banyak sekali orang-orang yang terserang bencana ultrasekolah. Proses belajar hanya dilakukan di ruang kelas saja. Ijasah sekolah dianggap sebagai satu-atunya ukuran keberhasilan belajar seseorang. Dengan demikian, maka belajar menjadi hal yang membebani bagi siswa. Balajar kemudian menjadi suatu hal yang berat untuk dilakukan. Ironisnya, banyak pemuda yang tidak tertarik dengan belajar, malah justru terjerumus ke dalam perbuatan-perbuata yang buruk. Sungguh beruntung Quantum Learning diperkenalkan oleh Bobbi DePorter. Quantum Learning mengungkapkan bahwa setiap orang pada dasarnya memiliki potensi otak yang sama besarnya dengan Albert Einstein. Hanya saja tinggal bagaimana kita dalam mengolah modal yang miliki tersebut. Menurut Qiantum Learning, terdapat tiga tipe modalitas belajar manusia yakni tipe visual, auditorial, dan kinestesial. Apabila seseorang mampu untuk mengenali tipe belajarnya dan melakukan pembelajaran yang sesuai maka belajar akan terasa sangat menyenangkan dan optimal. Pembelajaran dapat dilakukan di berbagai tempat. Tidak harus dalam suatuforum yang resmi seperti di sekolah. Quantum Learning mengerahkan segala usaha untuk belajar secara efektif efisien. Jadi, dengan menggunakan Quantum Learning kita belajar bagaimana cara belajar yang baik. Kita akan mendapatkan bagaimana cara membaca yang cepat, bagaimana cara menghafal yang cepat, dan menjadi kreatif sesuai dengan gaya kita masing-masing. Quantum Learning menjelaskan bagaimana cara belajar efektif sehingga menghasilkan hasil yang setara dengan kecepatan cahaya. Metode membaca quantum, mencatat quantum, mind mapping, mengahfal quantum,dan pemanfaatan kondisi gelombang otak adalah cara Quantum Learning untuk mencapai kecepatan cahaya. Sebagaimana elektron tidak akan bisa melompat quantum ke tingkat energi yang lebih tinggi bila frekuensi ambang belum terlampaui, demikian juga cara belajar konvensional tidak akan menghasilkan lompatan quantum apabila frekuensi psikologis belum terlampaui meskipun dilakukan

pemaksaan lebih keras. Quantum Learning melampaui frekuensi psikologis ini dengan metode sugestiologi dari Lazanov. Siswa menjadi lebih bersemangat, berani mneghadapi tantangan, dan mengambl resiko sehingga kemudian terjadilah lompatan quantum. Anehnya Quantum Learning ini dipelopori oleh Bobbi DePorter yang bukan profesor pendidikan. Sama seperti Einstein yang pada waktu itu bukanlah seorang profesor fisika. Quantum Learning tidak mau ketinggalan dengan fisika quantum. Dengan Quantum Learning, seseorang akan mampu meg-quantum-kan kemampuannya. Kemajuan hasil belajar tidak kontinu merambat perlahan akan tetapi melompat ke tingkat yang tinggi, yang tak terbayangkan sebelumnya. Bagaimana Quantum Learning dapat bekerja dengan baik? Quantum Learning bekerja sesuai dengan sistem kerja otak kita. Dengan mind mapping misalnya, kita dapat mencatat buku duapuluh halaman menjadi satu halaman saja. Bahkan dengan pemahaman yang lebih baik dan mudah dihafalkan. 1. Kecerdasan Intelektual (Melampaui IQ) Kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi. Sedangkan untuk mencapai puncak prestasi, kecerdasan spiritual berperan lebih besar. Dengan kata lain, kecerdasan intelektual dan spiritual keduanya perlu dekembangkan untuk mencapai kesuksesan. Sedangkan untuk hasil yang istimewa, perlu dilakukan pengembangan kecerdasan spiritual secara lebih optimal. Kecerdasan intelektual dapat dikembangkan secara optimal dengan memahami bagaimana sistem kerja otak manusia dan beberap latihan. Keajaiban Otak kita Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa otak manuasia tersusun atas bermilyar-milyar sel aktif. Yang menakjubkan adalah pada saat awal kehidupan kita, otak kita berkembang melalui proses belajar dengan kecepatan 3 milyar sambungan perdetik. Sambungan – sambungan ini

adalah kunci kekuatan otak. Sehingga Gordon Dryden mengatakan “ Anda adalah pemilik komputer yang paling hebat di dunia- otak anda “. Dengan kemampuan luar biasa ini otak manusia mampu menghafal seluruh atom yang ada di alam semesta. Kemampuan memori otak kita adalah 10800 sedangkan jumlah atom yang ada di alam semesta adalah sekitar 10100. Yang lebih menakjubkan lagi adalah otak kita terdiri dari berbagai macam hal yakni bagian, fungsi, kemampuan, dan lainnya. Ada empat bagian di dalam otak yakni neuron, dendrit, sel glial dan sistem insulating. Bermacam-macam pusat kecerdasan : otak kiri dan otak kanan. Otakmanuasia memiliki empat panjang gelombang otak. Otak kiri dan otak kanan Dalam proses belajar atau kehidupan sehari-hari, kebanyakan orang hanya menggunakan setengah dari kemampuannya saja yakni otak kiri. Misalnya saja ketika kita belajar di sekolah. Kita lebih sering dituntut untuk berpikir secara urut dan logis saja. Padahal, kita perlu untuk menggunakan setengah kemampuan yang lainnya yakni otak kanan. Perlu sebuah keberanian memang untuk mencoba berpikir menggunakan otak kanan. Bepikir secara acak, menyeluruh dan kreatif. Otak kanan sangat membantu dalam proses membaca secara cepat, menghafal cepat, dan berpikir secara kreatif. Misalnya saja ketika kita hendak menghafalkan nomor telepon, menghafal tahun, atau nomor rekening, kita dapat mencoba untuk menggunakan otak kanan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat cantolan-cantolan dengan cara bebas dan acak, menarik sehingga mudah untuk diingat kembali. Untuk membaca secara cepat, kita dapat berpikir secara holistik. Dengan menarik inti atau maksud utama dari kesatuan bacaan itu. Kemudian baru memahaminya dengan menggunakan otak kiri secara urut dan teliti. Maka denga cara demikian kita akan dapat membaca cepat dan paham. Sedangkan untuk menemukan solusi yang kreatif, dapat menggunakan

otak kanan secara acak untuk menemukan solusi-solusi lain yang berbeda. Tetapi juga cara berpikir yang menyeluruh, holistik. Kemudian ditindak lanjuti menggunakan otak kiri yang teliti. Cara lain mengoptimalkan otak kanan adalah dengan kartu karakter. Kita dapat membuat kartu dengan ukuran sama seperti kartu remi. Masing-masing kart dapat kita beri tulisan karakter otak kanan berbeda. Misalnya kartu pertama diber tulisan acak, kedua: holistik, ketiga: kreatif, keempat: pemberani, kelima: fleksibel, dan seterusnya. Setiap pagi kita ambil satu kartu, kita baca dan renungkan kemudian simpan di saku dan bawa kemana saja kita akan beraktifitas. Dan kita berkomitmen untuk menerapkan karakter otak kanan yang ada di dalam kartu itu. Ketika malam hari sebelum tidu, kita dapat melakukan evaluasi. Keesokan harinya kita dapat melakukan hal yang sama. Lapisan-lapisan otak Sistem pengamanan otak kita terutama dikendalikan oleh stem sistem atau otak-reptil kita. Ia bekerja secara instinctive otomatis. Pada situasi aman ia bekerja dengan cara yan normal. Sedangkan ketika dalam suasana yang berbahaya ia harus bekerja dengan cepat dan mengerahkan seluruh kekuatan untuk menghindari bahaya tersebut. Untuk keperluan belajar dan berpikir kreatif semestinya otak-reptil dikondisikan aman sehingga mampu bekerja dengan baik dan mendukung bagian otak lain untuk belajar. Bahkan dalam kondisi yang aman ini akan memunculkan keberanian untuk dapat menemukan ide- ide baru sehingga berkembanglah pemikiran kreatif. Sebelah lapisan otak-reptil, terdapat otak mamalia (Lymbic system) pada lapisan tengah. Otak mamalia berfungsi mengendalikan emosi dan perasaan kita. Pada situasi yang membosankan dan jenh, otak mamalia bekerja secara negatif. Sebaliknya, bila otak mamalia kita dibuat tergugah, termotivasi, terpancing, dan bersemangat, maka kita kan mampu menyelesaian beragam persoalan dengan lebih baik.

Kemudian lapisan sebelah luar dari otak manusa adalah otak neo- korteks, lapisan terluar ini hanya dimiliki oleh manusia, tidak oleh makhluk lain. Dengan otak neo-komplek ini manusia bisa membaca dan menulis puisi, hingga melakukan penghitungan yang rumit, menyusun rumus dan sebagainya. Otak inilah yang biasanya dikembangkan oleh berbagai macam sekolah dan pelatihan. Satu hal yang penting digarisbawahi adalah otak neo-korteks dapat bekerja secara optimal apabila didukung oleh kedua lapisan otak yang kebih bawah yakni mamalia dan reptil. Neo-cortex dapat berpikir kreatif apabila emosinya senang. Jadi, untuk mengoptimalkan lapisan-lapisan otak kita, buatlah suasana sedemikian rupa sehingga kita merasa aman dan nyaman. Multi-Intelegence Kecerdasan manusia jauh lebih besar dari sekedar IQ. Manusia memiliki kecerdasan multi yang disebut dengan Multiple intelegencies. Multiple intelegencies meliputi kecerdasan logis-matematis, kecerdasan linguistik-verbal, kecerdasan kinestik, kecerdasan visual-spatial, kecerdasan musikal, kecerdasan emosional, kecerdasan naturalis, kecerdasan intuisi, kecerdasan moral, kecerdasan eksistensial, keceerdasan spiritual, dan masih banyak lainnya. Kecerdasan matematis dan linguistik biasanya digolongkan sebagai IQ, sedangkan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal dimasukkan dalam rumpun EQ, dan kecerdasan spiritual dikenal sebagai EQ. Melhat potensi yang begitu besar pada manuasia, maka pasti akan muncul pertanyaan lalu bagaimana cara untuk mengembangkan kecerdasan quantum kita? Pertama, secara sederhana dapat dikatakan bahwa untuk mengembangkan IQ kita perlu melakukan percepatan pembelajaran. Dengan demikian, kita akan belajar bagaimana cara belajar. Termasuk juga dalam hal ini adalah belajar cara membaca cepat

dan paham, menghafal cepat, mencatat efektif, berpikir kreatif, berhitung cepat, optimasi otak kiri-kanan, dan aplikasi lapisan otak. Sementara untuk mengembangkan EQ, kita dapat menempuh dua langkah utama yakni pertama meyakini dan menyadari bahwa emosi itu benar-benar ada dan riil. Kedua, mengelola emosi itu menjadi kekuatan untuk mencapai prestasi terbaik. Untuk dapat menyadari emosi, diperlukan suatu sikap kejujuran dan juga keberanian untuk melakukannya. Mengelola emosi, sebagai tindak lanjut menyadari merupakan langkah yang sangat penting. Karena untuk selanjutnya, ia lalu dapat merenungkan hal-hal apa saja yang dapat dipetik dari kejadian yang telah ia alami itu. Sehinga dapat menjadikan dirinya lebih teguh dan juga dapat memunculkan peluang-peluang positif dan alternatif- alternatif baru dalam menyeesaikan permasalahan. 2. Accelerated Learning (AL) Accelerated Learning atau percepatan pembelajaran adalah program belajar efektif lebih cepat dan lebih paham dibanding dengan metode belajar konvensional. 1. Teknik menghafal cepat Menghafal adalah proses menyimpan data ke memori otak, kemampuan menghafal manusia sangat besar. Sedangkan daya ingat adalah kemampuanmengingat kembali data-data yang telah tersimpan di memori bila diperlukan. Peluang untuk mengingat adalah paling baik ketika informasi meliputi satu dari delapan unsur yakni Indra, Intens, Lain sendiri, Emosional, Kemampuan untuk bertahan, Keutamaan pribadi, Pengulangan, Pertama dan terakhir. Sistem cantol Sistem cantol ini biasanya digunakan oleh pesulap untuk menunjukkan daya hafal dan daya ingat yang luar biasa. Misalnya pada permainan kartu yang mereka acak. Tanpa melihat kartu itu pun pesulap akan mampu menyebutkan kembali kartu pertama sampai

terakhir tanpa tertukar. Cara menggunakan sistem cantol adalah dengan membuat cantolan, mengasosiasikan dengan materi yang dihafal, mengimajinasikan secara kreatif dan mengulanginya bila diperlukan. Dengan sistem cantol ini kita akan memperoleh tiga keuntungan sekaligus yakni menghafal lebih cepat dan melatih kita kreatif yaitu dengan membuat cerita semau kita. Kemudian yang ketiga adalah menambah keberanian untuk memunculkan ide baru, yakni cerita yang kita buat. Belum tentu itu sudah pernah dibuat oleh orang lain. Menyanyi Teknik menyanyi untuk menghafal cepat sudah luas dan sering kita gunakan sedari TK sampai sekarang. Dan pada saat ini, beberapa pesantren juga mengembangkan nasyid untuk mengembangkan daya ingat. Gerakan Menghafal dengan melakukan gerakan juga embantu mengaktifkan memori. Otak kita memiliki pusat kecerdasan yang disebut bodily- kinestethyc-intelegence atau kecerdasan gerak. Teknik menghafal dengan gerakan ini terutama sangat membantu untuk menghafal suatu ungkapan yang harus diungkapkan secara tepat, persis, tanpa ada kesalahan kata demi kata. Konsonan kreatif Konsonan kreatif sangat efektif dikembangkan bagi orang yang berbicara dalam bahasa Indonesia. Pada awalnya, konsonan kreatif digunakan untuk menghafalkan sesuatu yang berhubungn dengan angka-angka. Dalam perkembangan selnjutnya, konsonan kreatif dapat digunakan untuk mengahfalkan satu buku secara kreatif. Kini

tengah dikembangkan konsonan kreatif untuk menghafalkan satu kitab suci. Cara untuk menguasai konsonan kreatif ini sangat sederhana. mula- mula, kita dapat mengganti angka-angka yang akan dihafal dengan konsonan huruf mati. Dari konsonan ini kemudian dapat kita bentuk kata-kata atau kalimatyang menarik dan mudah untuk dihafalkan. 2. Teknik berpikir kreatif Berpikir kreatif menurut James C. Coleman dan Coustance L. Hammen (1974:452), yang diungkap kembali oleh Jalaludin Rahmat, yakni “thinking which produces new methods, new concepts, new understandings, new inventions, new work of art.” Berpikir kreatif harus memnuhi tiga syarat. Yang pertama yakni kreativitas melibatkan respon atau gagasan yang baru, atau yang secara statistik jarang terjadi. Yang kedua adalah memecahkan ersoalan secara realistis. Dan yang ketiga adalah kreativitas merupakan usaha untuk mempertahankan in-sight yang orisinal, menilai dan mengembangkannya sebaik mungkin. Ketika seseorang berpikir kreatif, jenis pikiran yang sering digunakan oleh orang tersebut adalah berpikir analogis. Berpikir induktif sering dipergunakan justru karena tidak selogis cara berpikir deduktif. Berpikir evaluatif membantu kreativitas karena menyebabkan menilai gagasan-gagasan secara kritis. Berpikir kreatif akan dapat dikembangkan apabila didukung oleh faktor personal dan situasional diantaranya adalah kemampuan kognitif. Ini dapat kita penuhi dengan cara mengoptimalkan potensi otak, salah satunya adalah dengan cara accelerated learning. Kedua adalah sikap terbuka. Orang yang kreatif akan selalu mempersiapkan dirinya untuk menerima stimuli internal dan eksternal. Saat kita memiliki sikap terbuka, maka akan banyak informasi dan kesempatan yang dapat kita manfaatkan untuk menjadi kreatif. Ketiga adalah sifat yang bebas, otonom, dan percaya pada diri sendiri. Orang yang kreatif

tidak akan senang digiring. Ia akan selalu berkeinginan menampilkan diri semampu dan semaunya. Ia tidak terlalu terikat dengan konvensi- konvensi sosial. Kreativitas dalah keterampilan. Artinya, siapa saj yang berniat untuk menjadikreatif dan ia mau melakukan latihan-latihan yang benar maka ia akan bisa menjadi kreatif. Kreatif bukan hanya sekedar bakat yang dimiliki. Cara paling praktis untuk menjadi kreatif adalah keyakinan bahwa diri kita kreatif dan bertindaklah sebagai seseorang yang kreatif. Kunci untuk menjadi kreatif adalah yakin bahwa kita sendiri berpotensi untuk kreatif, telah banyak bukti yang kita alami. Dan berikutnya adalah bertindak secara kreatif dari yang sederhana, tahap demi tahap menuju yang lebih kompleks. 3. Teknik membaca cepat Tony Buzan, mendefinisikan membaca adalah hubungan timbal balik individu secara total dengan informasi simbolik. Membaca biasanya merupakan aspek visual belajar dan berisi tujuh langkah berikut : pengenalan, asimilasi, intra-integrasi, ekstra-integrasi, penyimpanan, mengingat dan komunikasi. Yang menarik adalah tidak ada yang membatasi arti membaca hanya pada mengeja huruf. Tetapi juga memperluas hingga transfer informasi. Pemahaman inilah yang melandasi dikembangkannya membaca aktif, lebih cepat, dan lebih efektif. Kecepatan alamiah orang Indonesia membaca rata-rata 200 sampai 300 kata per-menit. Setelah mengikuti pelatihan, kecepatannya meningkat menjadi 800 sampai 2400 kata per-menit. Yang lebih mengagumkan adalah mampu membaca dengan kecepatan tinggi dan pemahaman prima. Ada banyak orang yang mengalami masalah kronis dalam membaca. Mengapa demikian? Ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang potensi diri dan otak, juga adanya kesalahan pendekatan pembelajaran dari awal membaca. Sehingga hal ini

menyebabkan berkembangnya mitos membaca dengan kecepatan rata- rata adalah alamiah dan oleh karena itu adalah yang terbaik. Ini merupakan pendapat yang salah. Salah satu cara untuk mengatasi masalah membaca adalah dengan mempercepat kemampuan membaca. Keuntungan membaca cepat adalah memperkecil pekerjaan fisik (mata), menyelaraskan pemhaman, meningkatkan keaktifan, memperbesar kesempatan, dan meningkatkan kepuasan. Cara mempercepat membaca dapat dilakukan yang pertama yakni dengan melompat ke belakang dan regresi dapat dihilangkan dengan hanya mempertimbangkan kata- kata yang perlu. Kedua, waktu untuk setiap fiksasi dapat dikurangi mendekati ¼ detik. Dan yang ketiga adalah dengan ukuran fiksasi yang diperluas. Berikut ini adalah langkah-langkah dalm penerapan membaca yang cepat : 1. Membaca hanya kata-kata yang penting saja yaitu judul, dan subjudul. Kemudian mencatat yang diperoleh dalam bentuk peta pemikiran. 2. Merenungkan apa yang telah diperoleh dari langkah pertama. 3. Bacalah kembali hanya kata-kata yang perlu, yaitu satu kalimat pertama untuk setiap paragraf. 4. Kemudian renungkan kembali apa yang bisa kita peroleh sampai pada tahap ini. Biasanya kita sudah memahami isi tulisan secara umum dan menyeluruh. 5. Bacalah bagian bacaan yang meurut kita perlu atau menarik. Boleh membaca secara acak dan tidak urut. 4. Teknik berhitung cepat Ada banyak cara atau teknik menghitung cepat. Diantaranya yakni menurut Alkhawarizmi, Trachtenberg, Onde-onde millenium, sempoa, dan Sapu Tangan. Kita dapat memilih salah satu atau kesemuanya untuk membantu kita dalam menghitung lebih cepat.

Terdapat beberapa contoh menghitung perkalian yang cepat. Yang perlu ditekankan disini adalah kesadaran bahwa terdapat beragam alternatif untuk menyelesaikan persoalan. Mungkin kita dapat menjadi lebih bijak dengan wawasan yang luas dan mampu memilih alternatif yang beragam. 3. Kecerdasan Emosional (EQ) Secara sederhana, diungkapkan bahwa IQ menentukan sukses seseorang sebesar 20%. Sedangkan 80% sisanya ditentukan oleh EQ. Kabar baiknya adalah kecerdasan emosi seseorang dapat dikembangkan lebih baik, lebih menantang, dan lebih prospek dibanding IQ. Kecerdasan emosi dapat diterapkan secara luas untuk bekerja, belajar, mengajar, mengasuh anak, persahabatan, dan rumah tangga. Terlebih perkembangan EQ membuka pintu bagi kemajuan kecakapan manusia yang lebih substansial SQ. Istilah kecerdasan emosi baru dikenal secara luas pertengahan 90- an dengan diterbitkannya buku Daniel Goleman yakni Emotional Intelligence. Goleman menjelaskan kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Menurut Hogward Gardner, kecerdasan emosi terdiri dari dua kecakapan yaitu intrapesonal intelligence dan interpersonal intelligence. Kecerdasan emosi ini selaras dengan ajaran tokoh spiritual terbesar, pendiri Filsafat Illuminasi, Syihabbudin Suhrawardi al-Maqtul. Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik, yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang dapat diukur dengan IQ. Setinggi apapun kecerdasan IQ, namun apabila kecerdasan EQ rendah maka hal ini tidak banyak membantu. Banyak ditemukan kasus orang yang IQ-nya tinggi malah justru bekerja menjadi bawahan orang dengan IQ yang lebih rendah karena kalah dalam hal kecerdasan EQ. Dua macam

kecerdasan yang berbeda yakni kecerdasan intelektual dan emosi mengungkapkan aktivitas bagian-bagian yang berbeda dalam otak. Kecerdasan intelektual terutama didasarkan pada kerja neokorteks. Sedangkan pusat-pusat informasi berada di bagian otak yang lebih dalam, dalam subkorteks yang dalam subkorteks yang secara evolusi lebih kuno. Mengukur Kecakapan Para Bintang Kecakapn dalam kehidupan sehari-hari terdiri atas dua tingkat. Sehingga model untuk kecakapan ini juga ada dua macam. Satu mengukur kecakapan ambang (kecakapan yang diperlukan agar seseorang mampu melakukan suatu pekerjaan). Model pekerjaan dalam jenis kedua menggambarkan kecakapan ostimewa yakni kemampuan yang membuat bintang di tempat kerja berbeda dengan orang biasa. Yang dimaksudkan adalah kecakapan-kecapan yang diperlukan agar seseorang yang telah menduduki suatu posisi dapat menghasilkan prestasi yang istimewa. Inilah kecerdasan emosi. Tes IQ sampai saat ini telah tersebar luas. Sehingga apabila kita hendak mengukur IQ seseorang kita dapat melakukannya dengan berbagai cara yang tingkat akuransinya baik. Akan tetapi untuk mengukur EQ seseorang sampai saat ini belum adacara yang objektif untuk pengukuran EQ yang akurat. Meskipun begitu, kita dapat menentukan ukuran EQ seseorang dengan cara subyektif yakni dengan mengukur EQ diri sendiri menggunakan quesioner atau memperkirakan EQ seseorang dari kehidupan sehari-harinya. Ada salah satu cara terbaik untuk mengukur EQ seseorang yakni dengan menggunakan parameter kerangka kerja kecerdasan emosi yang dirancang oleh Daniel Goleman. Terdiri dari lima kerangka utama yakni kesadaran diri, terdiri dari kesadaran emosi diri, penilaian pribadi, dan percaya diri. Pengaturan diri terdiri dari pengendalian diri, dapat dipercaya, waspada, adaptif, dan inovatif. Motivasi terdiri dari dari

dorongan berprestasi, berkomitmen, inisiatif, dan optimis. Empati terdiri dari memahami orang lain, pelayanan, mengembangkan orang lain, mengatasi keragaman, dan kesadaran politis. Keterampilan sosial merupakan pengaruh, komunikasi, kepemimpinan, katalisator perubahan, manajemen konflik, pengikat jaringan, kolaborasi dan koperasi, serta kerja tim. Pengembangan EQ gaya Agus-Steiner Cara mengembangkan kecerdasan emosi banyak diusulkan oleh para praktisi dan penulis. Salah satu yang terbaik adalah usulan Claude Steiner. Usulan Steiner ini akan diberikan beberapa modifikasi agar lebih cocok dengan budaya kita agar dapat mendapatkan hasil yang maksimal. Ada tiga langkah utama mengembangkan EQ yakni : 1. Membuka hati. Hati merupakan simbol pusat emosi. Kita mulai dengan membebaskan pusat perasaan kita dari impuls dan pengaruh yang membatasi kita untuk menunjukkan cinta satu sama lain. Tahapan membuka hati : latihan untuk memberikan stroke kepada teman, meminta stroke, dan memberikan stroke sendiri. 2. Menjelajahi dataran emosi. Kita dapat melihat kenyataan dn menemukan peran emosi dalam kehidupan setelah kita membuka hati. Kita paham hambatan dan aliran emosi kita. Kita mulai memahami bagaimana emosi berinteraksi. 3. Mengambil tanggung jawab. Untuk memperbaiki dan mengubah kerusakan hubungan, kita harus mengambil tanggungjawab. Setiap orang harus mengerti permaslahan, mengakui kesalahan dan keteledoran yang terjadi, membuat perbaikan, dan memutuskan bagaimana mengubah segala sesuatunya. Pengembangan EQ Agus-Gottmann Cara ini sangat efektif dan praktis terutama untuk membina kerjasama yang saling pengertian dengan orang lain. Seperti yang telah diapaparkan diatas, penulis juga melakukan modifikasi dalam cara ini.

1. Langkah pertama : menyadari emosi anak. Orang tua dapat sadar secara emosional, dengan demikian orang tua siap untuk menjadi pelatih emosi tanpa bersikap ekspresif, tanpa merasa seolah-olah mereka merasa hilang kendali. 2. Langkah kedua : mengakui emosi sebagai kesempatan 3. Langkah ketiga : mendengarkan dengan empati. Para pendengar dengan empati menggunakan mata mereka untuk mengamati petunjuk fisik emosi-emosi anak mereka. 4. Langkah keempat : menangkap nama emosi 5. Langkah kelima : membantu menemukan solusi 6. Langkah keenam : jadilah teladan. Menurut kacamata Quantum Teaching, keteladanan tindakan paling ampuh dan efektif yang dapat dilakukan oleh seorang pelatih emosi. 4. Kecerdasan Spiritual (SQ) Dimensi spiritual adalah inti kita, pusat kita, komitmen pada sistem nilai kita. Daerah yang amat pribadi dari kehidupan dan sangat penting. Dimensi ini memanfaatkan sumber yang mengilhami dan mengangkat semangat kita. Mengikat kita pada kebenaran mengenai aspek humanitas. Pembaharuan dan pengembangan spiritual memerlukan waktu. Apabila kita meluangkan waktu untuk memanfaatkan pusat kepemimpinan dari kehidupan kita, maka pusat itu menaungi seperti payung di atas segalanya. Ia memperbaharui kita, khususnya jika kita memiliki komitmen ulang padanya. Menurut Danah Zohar, kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhbungan dengan kearifan di luar ego, atau jiwa sadar. Inilah kecerdasan yang kita gunakan. Bukan hanya untuk mengetahui nilai-nilai yang ada, melainkan juga untuk secara kreatif menemukan nilai-nilai baru. Menurut Sinetar, kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang mendapat inspirasi, dorongan, dan efektivitas yang terinspirasi, theis-ness atau penghayatan kehutanan yang di dalamnya kita semua menjadi

bagian. IQ seseorang dipengaruhi oleh materi otaknya, yang ditentukan oleh faktor genetika. Sedangkan EQ adalah kecerdasan manusia yang terutama digunakan manusia untuk berhubungan dan bekerja sama dengan manusia lainnya. Dipengaruhi oleh kondisi dalam dirinya dan masyarakatnya. Kemudian SQ adalah kecerdasan manusia yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan. Potensi SQ setiap orang sangat besar, dan tak dibatasi oleh faktor keturunan, lingkungan atau materi lainnya. Dukungan ilmu pengetahuan kepada SQ semakin hari semakin kuat. Dukungan kepada SQ lebih dari sekedar bukti-bukti ilmiah. Dalam siaran singkat di sebuah televisi swasta baru-baru ini, Dr.Dimitri Mahayana menunjukkan beberapa ciri orang yang memiliki SQ tinggi. Beberapa diantaranya adalah memiliki prinsip dan visi yang kuat, mampu melihat kesatuan dalam keragaman, mampu memaknai setiap sisi kehidupan, dan mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan. Prinsip dan Visi Prinsip adalah pedonman berperilaku yang terbukti mempunyai nilai yang langgeng dan permanen. Prinsip bersifat mendasar, tidak dapat disangkal karena dengan sendirinya telah jelas adanya. Beberapa prinsip dalam bahasan ini diantaranya : 1. Prinsip kebenaran. Kebenaran adalah sesuatu yang paling nyata. Setiap hari kita berhadapan dengan kebenaran. Karena begitu dekatnya kebenaran dengan kita, terkadang seseorang tidak merasakan keberadaannya. Kita harus hidup selaras dengan prinsip kebenaran. Karena hidup dengan kebenaran akan menuntuk kita ke arah kesempurnaan. Mungkin seseorang dapat melanggar prinsip kebenaran, tetapi prinsip kebenaran tidak akan rusak, bahkan orang yang melanggar tersebut yang justru malah rusak karena melanggarnya.

2. Prinsip keadilan. Keadilan adalah memberikan sesuatu sesuai dengak haknya. Prinsip keadilan adalah prinsip yang sangat mendasar dalam sistem kehidupan. Ketika kita belajar secara benar dan adil maka akan diperoleh hasil yang optimal. Kita belajar menggunakan otak kiri dan kanan secara seimbang dan adil maka akan kita peroleh hasil belajar yang bagus. Hidup selaras dengan prinsip keadilan berarti konsisten melangkah di jalan kebenaran. 3. Prinsip kebaikan. Yakni memberikan lebih dari haknya. Yang perlu ditekankan di sini adalah kebaikan prinsip yang sangat penting dengan syarat selaras dengan prinsip kebenaran dan keadilan. Hidup selaras dengan prinsip kebaikan berarti hidup dengan mental berkelimpahan. Suatu keyakinan bahwa masih melimpah ruah karunia kenikmatan di sini dan di sana. Sehingga satu sama lain dapat saling membantu dan memberikan kebaikan Berikutnya setelah prinsip adalah visi. Visi yang benar adalah melihat sesuatu sebagaimana adanya sesuatu. Maka diperlukan adanya transformasi dalam titik visi terdalam dari subjek yang mengetahui, bukan pada objek-objek yang dilihat. Memiliki visi dalam jangka panjang, membantu kita berjalan di atas prinsip kebenaran. Menghindarkan kita dari jebakan kenikmatan-kenikmatan sesaat. Menerapkan SQ SQ telah menyalakan kita unuk menjadi manusia seperti adanya sekarang dan memberi kita potensi untuk menyala lagi. Kita menggunakah SQ untuk menjadi kreatif. Kita menghadirkannya ketika ingin menjadi lebih berwawasan luas atau spontan secara aktif. Kita menggunakan SQ untuk berhadapan dengan masalah ekstensial, yaitu saat kita secara pribadi merasa terpuruk, terjebak oleh kebiasaan, kekhawatiran, dan menjadikan kita sadar bahwa kita memiliki masalah dan membuat kita mampu mengatasinya.

SQ adalah pedoman di saat kita berada di ujung masalah-masalah ektensial yang paling menantang dalam hidup. Kita dapat menggunakan SQ untuk menjadi lebih cerdas secara spiritual dalam beragama. SQ membawa kita ke jantung segala sesuatu. SQ mampu menghubungkan kita dengan makna dan ruh esensial di belakang semua agama besar. SQ memungkinkan kita untuk menyatuhan hal-hal yang bersifat intrapersonal dan interpersonal serta menjembatani kesenjangan antara diri sendiri dan orang lain. SQ adalah yang embuat kita menjadi memiliki pemahaman tentang siapa diri kita dan apa makna segala sesuatu bagi diri kita. Kita menggunakan SQ untuk mencapai perkembangan diri yang lebih utuh karena kita memiliki potensi untuk itu. Masing-masing dari kita membentuk suatu karakter melalui gabungan antara apa yang benar benar kita lakukan. Langkah Praktis Mengembangkan SQ 1. Kita harus menyadari dimana kita sekarang. 2. Jika renungan kita mendorong kita untuk merasa bahwa kita, perilaku, hubungan, kehidupan, atau hasil kerja kita dapat lebih baik, kita harus ingin berubah. 3. Kini di dibutuhkan tingkat perenungan yang lebih dalam. Kita harus mampu mengenali diri sendiri. Letak pusat kita dan motivasi kita paling dalam. 4. Membuat daftar penghambat dan mengembangkan pemahaman tentang bagaimana kita dapat menyingkirkan penghalang- penghalang ini. 5. Praktikkan disiplin apa yang seharusnya kita ambil. 6. Menetapkan hati pada satu jalan dalam kehidupan berusaha menuju pusat sementara kita melangkah di jalan itu. 7. Sementara kita melangkah di jalan yang kita pilih sendiri, tetaplah sadar bahwa masih ada jalan-jalan yang lain. 5. Selamat Menapaki QQ

Ada beberapa langkah praktis yang dapat membantu kita untuk menapaki QQ sampai ke puncak optimal yakni : 1. Komitmen untuk memulai. Langkah pertama paling penting untuk mengembangkan QQ adalah keberanian dan ketangguhan kita untuk berkomitmen. Dengan memulai ini, maka akan membuka peluang- peluang baru untuk menapaki langkah berikutnya. Apabila diperlukan, maka lakukanlah peneguhan komitmen berulang-ulang. 2. Satu manfaat. QQ dibangun oleh beragam teori dan praktik dari intelektual sampai spiritual. Ambillah saja satu manfaat yang dianggap paling mudah. Setelah memperoleh manfaat maka motivasi kita akan semakin bertambah besar. 3. Biasakan manfaat. Setelah kita memperoleh manfaat dari langkah kedua, cobalah menerapkan lebih luas lagi, mungkin disesuaikan dengan kebutuhan kita sehari-hari. Jadikan manfaat ini sebagai kebiasaan. 4. SQ pagi - malam. Bacalah sebagian SQ satu paragraf setiap pagi. Renungkan maknanya, pikirkan bagaimana kira-kira agar dapat diterapkan hari ini. Malam harinya, renungkanlah paragraf yang sama. Maknai apa yang diperoleh hari ini. Maka akan diperoleh kemajuan yang signifikan. 5. Integrasi QQ. Selanjutnya cobalah mengembangkan QQ secara utuh dari bagian awal sampai akhir. 6. Kritik QQ. Berusahalah untuk memberikan usulan perbaikan terhadap konsep QQ yang telah dilaksanakan. Dapat direnungkan sendiri maupun didiskusikan dengan teman atau orang lain. 7. Jadilah diri sendiri. Pada suatu saat kita akan sendirian. Kita berhadapan dengan diri terdalam kita. Kita sendirian menghadap Tuhan. Jadilah diri anda sendiri sebaik mungkin nanti, jadiah diri anda sebaik mungkin kini.

III. KESIMPULAN Berdasarkan uraian buku yang berjudul “ Quantum Quotient (Kecerdasan Quantum) Cara Praktis Melejitkan IQ, EQ, dan SQ yang Harmonis” dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Kecerdasan quantum adalah kecerdasan manusia yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi diri secara seimbang, sinergi, dan komperhensif meliputi kecerdasan intelektual, emosional,dan spiritual. 2. Awal langkah QQ adalah mengembangkan kecerdasan intelektual meliputi pengenalan potensi otak manusia yang sangat besar serta penyeimbangan otak kiri yang berpikir urut, parsial, dan logis dengan otak kanan yang berpikir acak, holistik, dan kreatif. 3. Multi intelligence meliputi IQ, EQ, SQ. Accelerating untuk mngembangkan IQ, mengenali emosi kemudian mengelolanya secar kreatif untuk meningkatkan EQ, refleksi transendensi dan realisasi adalah langkah utama mengasah SQ. 4. Dimensi spiritual dalah pusat QQ, pusat perenungan diri kita, pemaknaan dan transendensi yang perlu dibiasakan sebagai tindak lanjut transendensi. 5. QQ memberikan bebrapa teori dasar dan seperangkat latihan praktis agar memeroleh hasil belajar yang efektif.

LAMPIRAN 1 REFLEKSI TERHADAP ISI BUKU Buku dengan judul “ Quantum Quotient (Kecerdasan Quantum) Cara Praktis Melejitkan IQ, EQ, dan SQ yang Harmonis “ ini menjadi sebuah buku yang menarik bukan hanya untuk golongan pendidik saja tetapi juga dapat digunakan oleh semua kalangan masyarakat. Hal ini karena di dalam buku ini disampaikan berbagai macam cara untuk mengembangkan kecerdasan yang dimiliki manusia. Setiap manusia pastilah inguin yang terbaik bagi dirinya. Pengembangan berbagai elemen kecerdasan tentu membantu seseorang dalam pencapaian yang dicita-citakan. Maka buku ini membantu untuk hal tersebut karena buku ini menguraikan dengan jelas modal kecerdasan yang dimiliki oleh manusia dan juga cara untuk mengembangkannya. Kalimat yang dipakai dalam buku ini bukan merupakan kalimat yang terlalu baku dan sulit dimengerti. Sehingga mudah untuk menangkap maksud dari buku ini. Berbagai cerita mengenai kejadian yang berkaitan dengan masing- masing kecerdasan juga dituangkan dalam buku ini. Penjelasan dengan langsung menganalogikan pada kejadian nyata nyata membuat materi yang disampaikan oleh buku ini dapat ditangkap dengan baik dalam otak. Ditambah dengan gambaran mind mapping yang disertakan dalam buku ini membuat kesan seolah- olah sangatlah mudah memahami isi buku. Karena kita dapat mengetahui gambaran umumnya melalui mind mapping tersebut. Ini merupakan salah satu penerapan Quantum Learning. Bukan hanya mengungkapkan teori-teori saja, buku ini juga mengungkapkan cara-cara apa saja yang dapat kita lakukan utuk mengembangkan berbagai komponen kecerdasan yang kita miliki. Sehingga pembaca dapat langsung menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari. Ini dapat membuat pembaca secara langsung melakukan uji coba terhadap keberhasilan teori quantum yang ia terapkan dan langsung mengevaluasinya. Hanya saja mungkin cara-cara ini diambil yang umum-umum saja, yang

sekiranya dapat diterapkan kepada setiap orang. Pada kenyataannya, tidak semua orang dapat melakukan cara belajar yang sama. Karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Dalam kehidupan di jaman sekarang, Quantum Learning ini sangat diperlukan. Karena di jaman sekarang ini makin banyak saja hal yang dapat mengalihkan perhatian siswa dari belajar. Teknologi komunikasi dan transportasi yang semakin berkembang membuat siswa menjadi semakin meremehkan arti penting belajar. Mereka lebih senang bersikap konsumtif saja tanpa mau belajar untuk dapat lebih mengembangkan IPTEK di kemudian hari. Padahal ini penting bagi mas depannya kelak. Dengan teori quantum ini, maka muncullah terobosan baru di bidang pendidikan mengenai bagaimana cara melakukan kegiatan belajar mengajar yang baik, menyenangkan akan tetapi efektif dan efisien. Melalui Quantum Learning ini, pendidik dapat menumbuhkan rasa minat dan cinta para siswa terhadap proses belajar. Ini pada akhirnya nanti akan menuntun para siswa pada keberhasilan mereka. Dalam pembelajaran biologi misalnya. Banyak sekali kajian materi biologi yang memang harus para siswa kuasai. Hal ini terkadang membuat siswa merasa stress. Karena materi yang begitu banyak hafalan dan harus mereka kuasai dalam waktu yang lebih sedikit. Oleh sebab itu, banyak sisa yang pada akhirnya memilih untuk tidak mendalami materi biologi. Padahal biologi merupakan ilmu yang mengkaji tentang alam. Sehingga ini penting untuk dipelajari demi kelangsungan hidup manusia di masa mendatang. Hal ini memunculkan tugas baru bagi seorang guru biologi. Bagaimana cara untuk memunculkan minat siswa dalam belajar biologi. Teori quantum ini apat dijadikan jawabannya. Dengan teori quantum ini, maka proses pembelajaran akan terasa lebih luwes. Tidak terpaku pada proses pembelajaran resmi di sekolah saja namun siswa lebih dapat aktif bereksperimen sesuai dengan kemampuannya. Pembelajaran biologi yang sebagian besar hafalan dapat didalami siswa dengan nerbagai metode menghafal cepat. Dapat diaplikasikan dengan lagu, dengan cantolan, maupun dengan gerakan. Atau

siswa juga dapat menerapkan sistem mind mapping. Dengan menggunakan mind mapping. Pemikiran siswa akan lebih mudah dan terstruktur. Sehingga proses pemahaman terhadap materi biologi juga dapat dilakukan dengan baik. Dengan penerapan metode Quantum Learning pada pembelajaran biologi, akan dapat meningkatkan tingkat keberhasilan proses pembelajaran karena metode-metode yang dipakai lebih kreatif, inovatif, efektif dan efisien.

Add a comment

Related presentations

Related pages

How to Write a Better Book Report - Homework/Study Tips ...

Teachers love to assign book reports. Did you ever wonder why? Sure, you could think of it as a cruel attempt to force you to read. But it might ...
Read more

Book report - Wikipedia, the free encyclopedia

A book report is an essay discussing the contents of a book, written as part of a class assignment issued to students in schools, particularly in the ...
Read more

Book Reports - abcteach: Printable Worksheets for Teachers ...

Download free book reports for fiction, nonfiction, fantasy, and mystery. Find templates for important concepts, including setting, plot, and main ...
Read more

How to Write a Book Report (with Sample Reports) - wikiHow

How to Write a Book Report. Most students will have to write a book report. But writing a book report isn't always easy. It is best to enjoy the book and ...
Read more

Book Report - Transform Your KDP Sales Dashboard

“Book Report is the most elegant and useful KDP reporting solution I’ve ever seen. Your information stays local, so it’s just as safe as checking ...
Read more

How to Write a Book Report – Middle & High School level

Book reports and book reviews are similar. Book reports tend to be a little more descriptive (What is this book about?) and book reviews are usually more ...
Read more

How to Write a Book Report | Kids.gov

How to Write a Book Report. Writing a book report can be a lot of fun. It gives you a chance to read a new book and then tell your teacher and friends what ...
Read more

Writing a Book Report - TeacherVision.com

Writing a Book Report Book reports can take on many different forms. Three types of effective book reports are plot summaries, character analyses, and ...
Read more

Libraries - How to write a book report and a book review ...

A book report presents the content and structure of a book as objectively as possible, without comparison. It provides not only a summary of content but ...
Read more

Purdue OWL: Book Report - Welcome to the Purdue University ...

Writing a Book Report. Summary: This resource discusses book reports and how to write them. Contributors:Purdue OWL Last Edited: 2011-11-09 09:09:39.
Read more