advertisement

Bab 4 kd 2.1 (lamb & pers reaksi)

50 %
50 %
advertisement
Information about Bab 4 kd 2.1 (lamb & pers reaksi)
Education

Published on March 15, 2014

Author: resmapuspitasari

Source: slideshare.net

Description

RUMUS KIMIA, TATA NAMA,
DAN PERSAMAAN REAKSI
advertisement

Hal 20 BAB 4 RUMUS KIMIA, TATA NAMA, DAN PERSAMAAN REAKSI A. LAMBANG UNSUR Untuk memudahkan mengingat dan memudahkan penulisan terutama dalam penulisan reaksi kimia, seorang ahli kimia Swedia bernama Berzelius mengemukakan penggunaan lambang unsur dengan menggunakan abjad, dengan ketentuan sebagai berikut : Tanda atom ditulis dari huruf pertama nama ilmiah suatu unsur dan ditulis dengan huruf besar (huruf kapital). Nama ilmiah unsur biasanya diambil nama latinnya. Tabel Lambang Unsur dengan Satu Huruf Unsur Lambang Unsur Lambang Hydrogen H Kalium K Oxygen O Sulfur S Carbon C Fluorin F Jika unsur mempunyai nama dengan huruf depan yang sama dengan unsur lain, maka diambil huruf depan nama ilmiah tersebut (ditulis dengan huruf kapital) disertai satu huruf berikutnya yang ditulis dengan huruf kecil. Tabel Lambang Unsur dengan Dua Huruf Unsur Lambang Unsur Lambang Carbon C Nitrogen N Calsium Ca Natrium Na Chlorin Cl Neon Ne B. RUMUS KIMIA Rumus kimia merupakan lambang molekul suatu senyawa atau unsur. Rumus kimia menyatakan jenis dan jumlah atom dalam setiap molekulnya. Rumus kimia dapat berupa : 1. Rumus Empiris (Rumus Perbandingan) Rumus empiris suatu senyawa menyatakan perbandingan jumah atom dalam tiap molekul senyawa itu. Tabel Contoh Rumus Molekul dan Rumus Empiris Senyawa RM Perband Jml Atom RE Glukosa C6H12O6 C:H:O=1:2:1 CH2O Asam Cuka CH3COOH C:H:O=1:2:1 CH2O Asam Oksalat H2C2O4 H:C:O=1:1:2 HCO2 Bila rumus empiris dan massa molekul relatif senyawa diketahui, maka rumus molekul senyawa itu dapat ditentukan.

Hal 21 2. Rumus Molekul Rumus molekul menyatakan jumlah atom yang sebenarnya dalam tiap molekul. Contoh : Rumus molekul glukosa adalah C6H12O6. Hal ini menyatakan bahwa setiap molekul glukosa tersusun atas 6 atom C, 12 atom H, dan 6 atom O. C. TATA NAMA SENYAWA Senyawa Biner (Senyawa yang hanya tersusun dari dua jenis atom yang berbeda). 1. Senyawa biner dari unsur Non logam + Non logam Aturan penamaannya RUMUS: Nama atom ke-1 + Nama atom ke -2 + akhiran ”ida” Bila jumlah kedua jenis atom lebih dari satu maka untuk menyatakan jumlah atom, digunakan awalan yunani : 1 = mono 6 = heksa 2 = di 7 = hepta 3 = tri 8 = okta 4 = tetra 9 = nona 5 = penta 10 = deka Contoh : N2O = dinitrogen monooksida N2O3 = dinitrogen trioksida Awalan mono tidak ditulis untuk atom ke -1 Contoh : PCl3 = Phosphor triklorida (bukan Monophosphor triklorida) CO2 = Karbon dioksida Nama lazim (trivial) tidak mengikuti aturan Contoh : H2O = air NH3 = amonia 2. Senyawa biner Logam dengan Non logam atau senyawa ion, maka senyawanya tersusun dari kation (ion positif) dan anion (ion negatif). Aturan penamaannya RUMUS: Nama kation + Nama anion a. Nama-nama anion : OH- = hidroksida SO3 2- = sulfit ClO- = hipoklorit SO4 2- = sulfat ClO2 - = klorit S2O3 2- = tiosulfat ClO3 - = klorat C2O4 2- = oksalat ClO4 - = perklorat O2- = oksida NO2 - = nitrit PO3 3- = fosfit NO3 - = nitrat PO4 3- = fosfat CN- = sianida S2- = sulfida b. Jenis kation ada dua: (i) Kation dengan muatan hanya satu jenis, penamaannya tanpa angka romawi Contoh kation : Li+ , Na+ , K+ , Be2+ , Mg2+ , Ca2+ , Sr2+ , Ba2+ , Al3+ , Zn2+ , Ag+ , H+ Contoh senyawaannya: NaBr = Natrium bromida BeCl2 = Berilium klorida Al2O3 = Aluminium oksida NaOH = Natrium hidroksida KNO2 = Kalium nitrit NaCl = Natrium klorida

Hal 22 MgCl2 = magnesium klorida K2O = kalium oksida CaO = kalsium oksida (ii) Kation dengan muatan lebih dari satu jenis (logam unsur transisi), penamaannya dengan angka romawi sesuai nilai muatannya. Contoh Kation : Sn2+ timah II Sn4+ timah IV Fe2+ Besi II Fe3+ Besi III Cu+ Tembaga I Cu2+ Tembaga II Pb2+ Timbal II Pb4+ Timbal IV Contoh senyawaanya : CuBr2 = Tembaga(II) bromida CuBr = Tembaga(I) bromida HgCl2 = Hidrargirum(II) klorida atau Raksa(II) klorida SnCl2 = Timah (II) klorida SnCl4 = Timah (IV) klorida FeO = Besi (II) oksida / fero oksida Fe2O3 = Besi (III) oksida / feri oksida 3. Tata nama senyawa asam dan basa a. Asam Asam ialah zat yang mampu melepas H+ ( mengandung atom H ) Penamaan : asam + nama anion Contoh : HCl = Asam klorida H2S = Asam sulfida H2CO3 = Asam karbonat HNO3 = Asam nitrat b. Basa Basa ialah senyawa yang mampu melepas ion OH– penamaan : nama kation + hidroksida Contoh : Ca(OH)2 = Kalsium hidroksida Fe(OH)2 = Besi (II) hidroksida 4. Tata nama senyawa hidrat Senyawa Hidrat adalah senyawa yang mengikat molekul air. Contoh : ** CuSO4 5H2O = Tembaga (II) sulfat penta hidrat FeCl3 2H2O = Besi (III) klorida dihidrat H2C2O4 7H2O = Asam oksalat heptahidrat

Hal 23 LATIHAN SOAL 1. Berilah nama senyawa berikut ! A. P2O5 B. SO3 C. CO D. NO2 E. MgO F. CrBr3 G. Fe2S3 H. KClO2 I. CaC2O4 J. AlPO4 K. Ca3(PO4)2 L. Sn(OH)2 M. Sn(OH)4 2. Lengkapi tabel berikut rumus senyawa yang terbentuk. Cl- OH- O2- SO4 2- PO4 3- Na+ Ca2+ Al3+ Fe2+ Fe3+ Sn4+

Hal 24 D. PERSAMAAN REAKSI Persamaan reaksi adalah suatu persamaan yang menggambarkan perubahan kimia dari zat- zat yang bereaksi (pereaksi) menjadi hasil reaksi (produk). Untuk menuliskan persamaan reaksi berlaku hukum kekekalan massa, artinya jumlah atom tiap unsur sebelum dan sesudah reaksi sama. Untuk melengkapi persamaan reaksi maka fase atau wujud zat ditulis, yaitu : (s) = solid / padat (l) = liquid / cair (g) = gas (aq) = aqueous / terlarut dalam air Contoh : Menulis persamaan reaksi, belerang dibakar menghasilkan belerangdioksida. Persamaan reaksinya : Belerang + Oksigen  Belerangdioksida S(s) + O2(g)  SO2(g) Arti persamaan reaksinya : Tiap satu atom belerang dapat bereaksi dengan satu molekul oksigen menghasilkan satu molekul belerangdioksida. E. PENYETARAAN PERSAMAAN REAKSI KIMIA Berdasarkan hukum Lavoisier (kekekalan massa), yang mengemukakan bahwa jumlah massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama dan perbandingan tetap dari Proust, maka penyetaraan reaksi kimia selalu melibatkan penyetaraan koefisien reaksi. Ada beberapa cara penyetaraan reaksi, antara lain : 1. Cara coba-coba / cara langsung. Cara coba-coba biasanya dilakukan untuk persamaan reaksi yang sederhana. Contoh : Reaksi : Fe (s) + O2 (g) → Fe2O3 (s) Untuk menyetarakannya : Jumlah atom O di kiri tanda panah ada 2, sedangkan di kanan tanda panah ada 3, supaya setara maka di depan molekul O2 ddan Fe2O3 masing-masing perlu ditambahkan koefisien 3 dan 2. Dengan menambahkan koefisien-koefisien tersebut menyebabkan jumlah atom Fe di kiri dan kanan tanda panah menjadi berbeda. Oleh karena itu, supaya setara di depan atom Fe ditambahkan koefisien 4, sehingga persamaan reaksi yang telah setara adalah sebagai berikut : 4 Fe (s) + 3 O2 (g) → 2 Fe2O3 (s) 2. Cara Aljabar/ cara tidak langsung Cara aljabar dapat digunakan untuk menyetarakan persamaan reaksi yang sederhana maupun reaksi yang lebih kompleks. Contoh : Reaksi : Fe(s) + O2(g)  Fe2O3(g) Untuk menyetarakan persamaan reaksi tersebut, koefisien reaksi perlu dimisalkan terlebih dahulu dengan huruf a, b, c, … a Fe(s) + b O2(g)  c Fe2O3(g)

Hal 25 Oleh karena jumlah atom di kiri dan tanda panah harus sama, maka akan diperoleh serangkaian persamaan : a = 2c 2b = 3c Selanjutnya dengan memisalkan salah satu koefisien dengan harga 1 (misalnya a = 1), akan diperoleh : a = 2c  1 = 2c, c = 1/2 2b = 3c  2b = 3.1/2, b = ¾ sehingga persamaan reaksi menjadi : Fe(s) + 3/4 O2(g)  1/2 Fe2O3(s) Untuk menyatakan koefisien reaksi yang berupa bilangan bulat maka perlu dikalikan dengan faktor 4, sehingga diperoleh persamaan reaksi setara sebagai berikut : [ Fe(s) + 3/4 O2(g)  1/2 Fe2O3(s)] x 4 4 Fe(s) + 3 O2(g)  2 Fe2O3(s)

Hal 26 SOAL ESAI Setarakan persamaan reaksi berikut ! 1. KClO3(aq)  KCl(aq) + O2(aq) 2. Al(s) + HCl(aq)  AlCl3(aq) + H2(g) 3. N2O5(g) + H2O(l)  HNO3(aq) 4. C8H8(l) + O2  CO(g) + H2O(g) 5. C2H5OH(aq) + O2(g)  CO2(g) + H2O(g) 6. Fe2O3(s) + HBr(aq)  FeBr3(aq) + H2O(l) 7. I2(aq) + NaOH(aq)  NaI(aq) + NaIO3(aq) + H2O(l) SOAL PILHAN GANDA 1. Yang terbentuk dari ion klorat adalah senyawa: A. KCl B. NaClO4 C. MgCl2 D. KClO3 E. Cl2O5 2. Pada reaksi (belum setara) H2SO4 + HI  H2S + I2 + H2O Satu molekul asam sulfat dapat bereaksi dengan asam iodida sebanyak … molekul. A. 1 B. 3 C. 5 D. 7 E. 8 3. Reaksi pembakaran pirit : 2 FeS2 + a O2  2 FeO + b SO2 merupakan reaksi sempurna bila A. a = 3, b= 2 B. a = 3, b= 3 C. a = 4, b= 3 D. a = 4, b= 5 E. a = 5, b= 4 4. Rumus molekul fosfor dalam wujud gas adalah…. A. P B. P2 C. P4 D. P6 E. P8 5. Di antara zat-zat di bawah ini yang termasuk unsur adalah … A. nikrom B. tembaga C. kuningan D. bauksit E. perunggu 6. Di antara gas-gas di bawah ini yang bukan molekul diatomik adalah … A. hidrogen B. oksigen C. nitrogen D. helium E. klorin 7. Di antara zat-zat berikut yang termasuk senyawa adalah … A. air raksa B. air jeruk C. air murni D. air klor E. air gula 8. Di dalam senyawa Al2(SO4)3.10H2O terdapat A. 6 atom belerang B. 6 atom alumunium C. 10 atom oksigen D. 12 atom oksigen E. 20 atom hydrogen 9. Yang terbentuk dari ion Cl- adalah senyawa: F. KCl G. NaClO4 H. MgCl2 I. KClO3 J. Cl2O5 10. Nama senyawa di bawah ini yang tidak benar adalah A. N2O : dinitrogen monoksida B. Cu2O : tembaga (I) oksida C. NO2 : nitrogen dioksida D. N2O : nitrogen oksida E. KBr : kalium bromide

Hal 27 11. Penulisan persamaan reaksi yang paling tepat jika serbuk belerang dibakar sempurna menghasilkan gas belerang trioksida atau belerang (VI) oksida adalah: A. 2 Be(s) + 3 O2(g)  2 BeO2(g) B. 2 S(s) + 3 O2(g)  2 SO3(g) C. S(s) + 3 O2(g)  2 SO2(g) D. 2 Be(s) + 3 O2(g)  2 BeO(g) E. 2 S(s) + 2 O2(g)  2 SO2(g) 12. Dalam reaksi : 3X(OH)n + nH3PO4  X3(PO4)n + 3nH2O Bila n=2, maka kemungkinan X adalah A. kalium B. aluminium C. germanium D. barium E. scandium 13. Di antara kelompok zat berikut ini yang ketiganya tergolong unsur adalah … A. besi, kapur, gula B. belerang, seng, besi C. gula, garam, besi D. kapur, belerang, seng E. garam, gula, kapur 14. KMnO4 memiliki nama … A. kalsium manganat B. kalsium permanganat C. kalium manganat D. kalium permanganat E. kalium mangan oksida 15. H2S memiliki nama … A. hidrogen sulfit B. hidrogen sulfat C. asam sulfit D. asam sulfat E. asam sulfida 16. Senyawa Fe2(SO4)3 memiliki nama … A. ferro sulfit B. ferro sulfat C. ferri sulfit D. ferri sulfat E. ferri sulfida 17. Kalsium bromida memiliki rumus molekul: A. KBr B. CaBr C. CaBr2 D. KBrO E. Ca(BrO)2 18. Senyawa CuSO45H2O memiliki nama: A. Tembaga sulfat hidrat B. Tembaga I sulfat penta hidrat C. Tembaga II sulfat penta hidrat D. Monotembaga sulfat penta hidrat E. Tembaga sulfat penta hidrat 19. Antara ion Sn4+ bereaksi dengan ion PO4 3- membentuksenyawa dengan rumus kimia : A. SnPO4 B. Sn2PO4 C. Sn2(PO4)3 D. Sn3(PO4)4 E. Sn3PO4 20. Senyawa HClO4 memiliki nama … A. asam klorida B. asam hipoklorit C. asam klorit D. asam klorat E. asam perklorat

Add a comment

Related presentations

Related pages

Bab 4 kd 2.1 (lamb & pers reaksi) - Education

1. Hal 20 BAB 4 RUMUS KIMIA, TATA NAMA, DAN PERSAMAAN REAKSI A. LAMBANG UNSUR Untuk memudahkan mengingat dan memudahkan penulisan terutama dalam penulisan ...
Read more

Kimia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi ... Reaksi kimia adalah transformasi ... sebesar 2.1% dari total ...
Read more

BAB I

penentuan kriteria ketuntasan minimal per kd dan ... nilai kkm untuk kd bab ... sk 1 sk 2 sk 3 kd kd kd 1.1 1.2 dst 2.1 2.2 dst 3 ...
Read more

kd lamp | eBay - Electronics, Cars, Fashion, Collectibles ...

Find great deals on eBay for kd lamp k d lamp ... NICE Pair Vintage Bullet Glass Lenses KD Lamp Co. AMBER 2 1/4" Harley Rat ... Items per page: 50; 25;
Read more

vintage kd lamp | eBay - Electronics, Cars, Fashion ...

vintage kd lamp 92 listings. Follow ... NICE Pair Vintage Bullet Glass Lenses KD Lamp Co. AMBER 2 1/4" Harley Rat Rod. $17.00; ... Items per page: 50; 25 ...
Read more

Lamp Iran

... per 200 gram berat badan ... 4# 1ambar 12. Tabung Reaksi 1ambar 13. Rak tabung reaksi ... 2),# '.,1 12.,2 3#,) Tikus
Read more