Atresia ani

40 %
60 %
Information about Atresia ani
Health & Medicine

Published on March 11, 2014

Author: Mayah_m4y

Source: slideshare.net

Definisi... •Atresia Ani adalah kelainan kongenital yang dikenal sebagai anus imperforate meliputi anus, rectum atau keduanya (Betz. Ed 3 tahun 2002) •Atresia ani atau anus imperforate adalah tidak terjadinya perforasi membran yang memisahkan bagian entoderm mengakibatkan pembentukan lubang anus yang tidak sempurna. Anus tampak rata atau sedikit cekung ke dalam atau kadang berbentuk anus

Klasifikasi... •Anus imperforata (atresia ani) lesi tinggi: rektum berakhir di atas suspensorium puborektal, kompleks otot utama bertanggung jawab sebagai pengendali sfingter dan kontinensia feses. •Anus imperforata (atresia ani) lesi rendah: rektum melintasi

Anomali Anorektal pada Wanita

Cont... Ladd dan Gross (1996), membagi menjadi 4 golongan yaitu: •Anal stenosis adalah terjadinya penyempitan daerah anus sehingga feses tidak dapat keluar. •Membranosus atresia adalah terdapat membran pada anus. •Anal agenesis adalah memiliki anus tetapi ada daging diantara

Cont... Pasien bisa diklasifikasikan lebih lanjut menjadi 3 sub kelompok anatomi yaitu : – Anomali rendah / infralevator •Rektum mempunyai jalur desenden normal melalui otot puborektalis, terdapat sfingter internal dan eksternal yang berkembang baik dengan fungsi normal dan tidak terdapat hubungan dengan saluran genitourinarius. – Anomali intermediet •Rektum berada pada atau di bawah tingkat otot puborectalis, lesung anal dan sfingter eksternal berada pada posisi yang normal. – Anomali tinggi / supralevator

Etiologi... • Penyebab atresia ani belum diketahui secara pasti tetap ini merupakan penyakit anomaly kongenital (Bets. Ed tahun 2002) • Akan tetapi atresia juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: – Putusnya saluran pencernaan dari atas dengan daerah dubur sehingga bayi lahir tanpa lubang dubur. – Kegagalan pertumbuhan saat bayi dalam kandungan berusia 12 minggu/3 bulan. – Adanya gangguan atau berhentinya perkembangan embriologik didaerah usus, rektum bagian distal serta traktus urogenitalis, yang terjadi antara minggu keempat sampai keenam usia kehamilan.

Manifestasi Klinis... • Bayi muntah-muntah pada umur 24-48 jam dan sejak lahir tidak ada defekasi mekonium. • Pemeriksaan fisik menunjukkan tidak adanya lubang anus eksternal. • Mekonium tidak keluar dalam 24 jam pertama setelah kelahiran. • Tidak dapat dilakukan pengukuran suhu rektal pada bayi. • Mekonium keluar melalui fistula atau anus yang salah letaknya. • Distensi bertahap dan adanya tanda-tanda obstruksi usus bila tidak ada fistula. • Perut kembung.

Patofisiologi... Check This Out!!! ....Pathways Atresia ani.doc

Diagnosis... •Pemeriksaan Fisis Anus tampak merah, usus melebar, kadang-kadang tampak ileus obstruksi. Termometer yang dimasukkan melalui anus tertahan oleh jaringan. Pada auskultasi terdengar hiperperistaltik. •Pemeriksaan Colok Dubur

Cont... Pemeriksaan Penunjang: 1.Pemeriksaan Radiologis 2.USG (Ultrasonografi) 3.Pemeriksaan Sinar-X Lateral Inversi (Teknik Wangensteen-Rice)

USG

Penatalaksanaan... Pra-Pembedahan: •Memantau status hidrasi (tanda-tanda dehidrasi dan keseimbangan cairan). •Mempertahankan kebutuhan sesuai dengan kebutuhan. •Memantau berat badan. •Penatalaksanaan medis dalam rencana pembedahan dengan persiapan sebagai berikut: kaji adanya distensi abdomen dengan mengukur lingkar perut; observasi tanda vital setiap 4 jam; pantau adanya komplikasi usus, seperti adanya perforasi; pantau respons bayi terhadap evakuasi anus, gunakan nasogastrik tube untuk dekompresi lambung; gunakan kateter untuk dekompresi kandung kemih; pertahankan cairan (parenteral); dan pantau respons terhadap pemberian antibiotik.

Cont... Pembedahan: •Terapi pembedahan pada bayi baru lahir bervar iasi sesuai keparahan def ek. Semakin t inggi lesi, semakin rumit prosedur pengobat annya. Unt uk kelainan t inggi dilakukan kolost omi beberapa hari set elah lahir .

Cont... Pasca-Pembedahan: •Penatalaksanaan pasca-pembedahan untuk klien ini adalah sebagai berikut: •Melakukan pemantauan bising usus, apabila sudah mulai terdengar suaranya, berikan cairan. •Memberikan diet lanjutan lengkap sesuai dengan toleransi. •Memantau asupan parenteral, enteral, atau oral. •Melakukan pemantauan berat badan. •Melakukan penggantian pada balutan dan perhatikan adanya drainase, kemerahan, serta inflamasi. •Membersihkan daerah anus untuk mencegah kontaminasi fekal.

Cont... Pasca-Pembedahan: •Mengganti posisi bayi tiap 2 jam. •Memantau tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal. •Melakukan pemberian antibiotik. •Memberikan rendam duduk pasca-pembedahan 1 minggu lebih. •Memberikan posisi yang nyaman sesuai dengan kebutuhan pasien. •Memberikan zinkum oksida pada daerah kulit yang mengalami iritasi. •Pemberian analgetik.

Cont... Keperawatan: Kepada orang tua perlu diberitahukan mengenai kelainan pada anaknya dan keadaan tersebut dapat diperbaiki dengan jalan operasi. Operasi akan dilakukan 2 tahap yaitu tahap pertama hanya dibuatkan anus buatan dan setelah umur 3 bulan dilakukan operasi tahapan ke 2, selain itu perlu diberitahukan perawatan anus buatan dalam menjaga kebersihan untuk mencegah infeksi serta memperhatikan kesehatan bayi.

Komplikasi... • Asidosis hiperkloremik • Infeksi saluran kemih yang terus-menerus • Kerusakan uretra (akibat prosedur bedah) • Ko m plikasi jang ka panjang a) Eversi mukosa anus b) Stenosis (akibat kontraksi jaringan parut dari anastomosis) c) Impaksi dan konstipasi (akibat dilatasi sigmoid) d) Masalah atau kelambatan yang berhubungan dengan toilet training e) Inkontinensia (akibat stenosis anal atau impaksi) f) Prolaps mukosa anorektal (menyebabkan inkontinensia dan rembesan persisten) g) Fistula kambuhan (karena tegangan di area pembedahan dan infeksi) (Sodikin,2011)

Rencana Asuhan Keperawatan... Pengkajian: •Lakukan pengkajian bayi baru lahir, terutama pada area perianal. •Lakukan pengkajian area anus. •Observasi adanya pasase mekonium (perhatikan bila ada mekonium tampak pada orificium yang tidak tepat). •Observasi feses seperti karbon pada bayi yang lebih besar atau anak kecil yang memiliki riwayat mengalami kesulitan defekasi atau distensi abdomen. •Lakukan prosedur diagnostik seperti endoskopi atau radiografi.

Diagnosa--NANDA Pre Operasi •Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b.d mual/muntah. •Konstipasi b.d gangguan pasase feses, feses tidak transit lama di kolon. •Ketidakefektifan pola nafas b.d distensi abdomen. •Risiko kekurangan volume cairan b.d kehilangan cairan aktif. •Mual b.d distensi lambung. •Risiko infeksi b.d pengeluaran

Cont... Post Operasi •Nyeri akut b.d trauma jaringan post operasi. •Gangguan rasa nyaman b.d trauma jaringan post operasi. •Perubahan proses keluarga b.d perawatan anak dengan defek fisik, hospitalisasi

Intervensi Keperawatan (NIC NOC) ....Makalah Atresia Ani.doc

Add a comment

Related presentations

Related pages

Atresia Ani in Dogs and Cats - InTechOpen

11 Atresia Ani in Dogs and Cats Lysimachos G. Papazoglou 1 and Gary W. Ellison 2 1Department of Clinical Sciences, Faculty of Veterinary Medicine,
Read more

Surgical Management of Atresia Ani in a cow calf

Surgical Management of Atresia Ani in a cow calf D.N. Suthar*, S.R. Chaudhary, P.B. Patel, J.N. Mistry, J.B. Patel and S.S.Nerurkar Department of ...
Read more

Atresia ani - Definition - gesundheit.de

das angeborene Fehlen der Afteröffnung infolge Fortbestehens der embryonalen Kloakenmembran; oft kombiniert mit Fehlbildungen des Darms (z.B. mit Atresia ...
Read more

Behandlung von Atresia ani Typ I mittels Ballondilatation ...

Journal Club 01.12.2011 Behandlung von Atresia ani Typ I mittels Ballondilatation bei fünf Katzen- und einem Hundewelpen. Klinik: Tenesmus, fehlender ...
Read more