advertisement

Annelida dan molusca

59 %
41 %
advertisement
Information about Annelida dan molusca
Education

Published on September 15, 2014

Author: bondanpradipta

Source: slideshare.net

Description

Pembahasan mengenai annelida dan mollusca disertai latihan soal.
advertisement

ANNELIDA DAN MOLUSCA

ANNELIDA

PENGERTIAN Annelida adalah filum luas yang terdiri dari cacing bersegmen, dengan sekitar 15.000 spesies modern , antara lain cacing tanah ,pacet dan lintah. Filum ini ditemukan di sebagian besar lingkungan basah, seperti air tawar dan di laut. Panjang anggotanya mulai dari di bawah satu milimeter sampai tiga meter. Annelida ada juga yang bersifat ekoparasit dengan cara menempel di tubuh hewan veterbrata dan manusia.

Ciri-Ciri Annelida a) Hewan triploblastik selomata. b) Tubuhnya bertipe simetri bilateral. c) Permukaan tubuhnya tertutup oleh kutikula. d) System pencernaan makanan sempurna. e) System ekskresi terdiri atas nefridium. f) System peredaran darah tertutup. g) Otak berupa sepasang ganglion kepala. h) Pernapasan berlangsung melalui kulit. i) Reproduksi seksual dengan pembuahan silang secara internal oleh annelida hermafrodit.reproduksi aseksual oleh annelida gonokoris dilakukan melalalui pembelahan tubuh.

Klasifikasi Phylum Annellida Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Kelas : a) Kelas Chaetopoda. b) Kelas Archiannelida. c) Kelas Hirudinea.

Kelas Chaetopoda (cacing berambut banyak) Kelas Chaetopoda, merupakan cacing annelid yang hidup dilaut, air tawar dan di darat, dengan ruas-ruas tubuh yang kelihatan nyata, mempunyai skat-sekta antara, bulu kaku dan sebuah rongga tubuh.

Kelas Chaetopoda Kelas Chaetopoda memiliki 2 ordo yaitu : a) Polychaeta b) Oligochaeta

Ordo Polychaeta Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly = banyak, chaetae = rambut kaku) merupakan annelida berambut banyak.Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus. Pada setiap ruas tubuh terdapat sepasang parapodium. Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya. Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas. Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin.

Parapodium Alat gerak dan alat pernapasan karena mengandung pembuluh darah yang halus.

Ciri-ciri Polychaeta a) Tubuh memanjang dan bersegmen b) Tiap segmen mempunyai parapodia semacam kaki yang bentuknya seperti dayung c) Tiap parapodia mempunyai seta, kecuali segmen terakhir d) Warna tubuh menarik e) Respirasi dengan insang f) Di bagian anterior terdapat kepala yang sempurna, disebut prostomium. Pada kepala terdapat mata, antena, sepasang palpus dan mulut di bagian ventral. g) Ruas yang mengandung mulut disebut peristomium. Ruas terakhir ataupigidium mengandung anus. h) Habitat: bahari di lautan, hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut air laut.

Cacing ini terkenal sebagai cacing pendiam. Sistem digesti dimulai dari faring ke esophagus, dan terus ke usus (ventrikulo-intestinum). Ke dalam esophagus itu bermuara dua kantong kelenjar usus berkonstriksi secara teratur. Sistem respirasi dan sirkulasi berlangsung melalui kulit, terutama di parapodia. Darahnya mengandung pigmen merah (hemoglobin), mengalir dalam pembuluh-pembuluh kontraktil yang disebut pembuluh-pembuluh longitudinal dorsal. Darah dalam pembuluh-pembuluh ini mengalir ke anterior, sedangkan darah dalam pembuluh-pembuluh longitudinal ventral mengalir ke posterior.

Sistem ekskresi dalam tiap segmen, kecuali yang terakhirvdan yang pertama, terdapat sepasang nefridium untuk membersihkan segmen disebelah anterior dari segmen tempat nefridium terdapat. Sistem saraf terdapat ganglion serebral atau ganglion suprasofageas, dapat juga disebut otak yang terletak di sebelah dorsal kepala. Ganglion suprasofegeal itu dihubugnkan dengan ganglion subesofageal oleh 2 buah saraf sirkumesofageal. Dari ganglion subesofageal itu mengalir ke belakang saraf ventral. Dalam tiap metamer (segmen), batang saraf ventral itu membuat tonjolan sebagai segmen ganglion. Batang saraf ventral bercabang-cabang lateral.

Sistem reproduksi, dimana Nereis ini bersifat diesius. Testis atau ovarium terbentuk pada dinding selom, dan tersusun segmental (beberapa atau banyak segmen). Gamet tua keluar dengan paksa melalui dinding tubuh. Luka pada dinding akibat keluarnya gamet itu segera tertutup kembali. Fertilisasi terjadi di dalam air dan zigot tumbuh menjadi trokofor.

Klasifikasi Polychaeta  Kigdom : Animalia  Phylum : Chaetopoda  Ordo : Polycheta  Familia : Nereidae  Genus : Nereis  Spesies : Nereis vireis

Ordo Oligochaeta Oligochaeta (dalam bahasa yunani, oligo = sedikit, chaetae = rambut kaku) yang merupakan annelida berambut sedikit. Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen. Contoh dari Oligochaeta yang paling terkenal adalah cacing tanah. Jenis cacing tanah antara lain adalah cacing tanah Amerika (Lumbricus terrestris), cacing tanah Asia (Pheretima), cacing merah (Tubifex), dan cacing tanah raksasa Australia (Digaster longmani). Cacing tanah, yang cenderung memiliki sedikit setae yang bergerombol secara langsung dari tubuhnya. Cacing tanah memiliki kepala atau parapodia yang kurang berkembang. Pergerakannya dengan gerak terkoordinasi dari otot-otot tubuh dibantu dengan setae. Cacing tanah tinggal dalam tanah lembab, karena badan yang lemnan digunakan untuk pertukaran udara. Cacing tanah mempunyai bentuk tubuh memanjang, gilig, dengan segementasi Nampak jelas dari luar sebagai lipatan-lipatan kutikula. Cacing ini memakan oarganisme hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah.

Ciri-Cri dari Oligochaeta: a) Kepala tereduksi b) Tidak mempunyai parapodia c) Memiliki setae d) Memiliki klitelium pada segmen ke XIII-XVII, Klitelium ini berfungsi untuk menyekresikan coccon yang digunakan untuk melindungi atau sebagai kulit telur dari cacing tanah.

Oligochaeta dibedakan menjadi dua macam, yaitu mikrodrile dan megadrile. Mikrodrile merupakan spesies yang hidup di air, berukuran 1- 30 mm, berdinding tubuh tipis, dan agak transparan. Megadrile merupaka spesies yang hidup di darat, berdinding tubh tebal, pada umumnya memiliki panjang tubuh 5-30 cm dan ada yang mencapai 3 meter.

Oligochaeta bersifat hermafrodit, tetapi melakukan perkawinan silang. Oligochaeta memiliki klitelum, yaitu ruas-ruas reproduktif yang berdinding tebal. Pada klitelum terdapat banyak sel kelenjar yang menghasilkan lendir untuk perkawinan, juga bahan untuk membuat dinding kokon dan albuminn untuk melekatkan telur dalamkokon. Perkawinan terjadi antara dua individu dengan saling bertukan sperma. Setelah melakukan perkawinan, klitelum menghasilkan lendir yang menyelubungi ruas-rua anterior dan dinding kokon. Telur keluar dari gonopori betina ke dinding kokon. Dinding kokon yang mengandung telur kemudian meluncur ke muara spermateka untuk mendapatkan sperma hasil pertukaran sebelumnya. Pembuahan terjadi di lapisan albumin dinding kokon. Di dalam diding kokon , embrio berkembang hingga menetas dan keluarlah cacing dari kokon.

Klasifikasi Oligochaeta  Kingdom : Animalia  Phylum : Annelida  Classis : Chaetopoda  Ordo : Oligochaeta  Familia : Lumbricidae  Genus : Lumbricus  Species : Lumbricus terrestris

Kelas Archiannelida Kelas Archiannelida merupakan Annelida laut yang kecil tidak mempunyai setae, tidak mempunyai parapoda. Ruas-ruas tubuhnya tak dapat dibedakan dari luar. Prostomiumnya mempunyai sepasang tentakel. Lubang mulutnya terletak dibagian bawah dari ruas pertama dan lubang anusnya di ruas terakhir. Sepasang celah berbulu getar masing-masing di sisi prostomium. Rongga tubuh terbagi-bagi menjadi ruang-ruang oleh sekat-sekat. Alat-alat dalam diulang-ulang keberadaannya sehingga hamper setiap tuas memiliki rongga tubuh, otot longitudinal, sepasang nefridia, sepasang gonad, satu bagian dari saluran pencernaan dan bagian dari benang saraf ventral.

Anggota-anggota kelas ini hidup di laut, struktur tubuh masih sederhana. Bersifat diesius atau hermafrodit. Contoh spesiesnya dalah Polygordius sp. Dimana hewan ini hidup disepanjang pantai, bentuknya menyerupai larva poliketa yang primitive atau sebagai poliketa yang telah mengalami degenerasi. Alat-alat tubuh dalam seperti pada polikata umumnya, tetapi lebih sederhana. Selom dibagi ke dalam kompartemen-kompartemen, tiap kompartemen dilengkapi dengan sepansang nefridia. Sistem saraf terletak dalam epidermis. Perkembangan-biakan Polygordius mencakup Larva berbentuk trokofor, somit-somit terbentuk di bagian posterior selama proses metemorfosis. Dewasanya tubuh melalui perpanjangan ujung anus. Perpanjangn menjadi beruas-ruas dan dengan pertumbuhan yang berkelanjutan akhirnya menjadi hewan dewasa.

Kelas Hirudinea Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit. Hewan ini tidak memiliki arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya. Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing. Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak. Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya.Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia.Hirudinea parasit hidup denga mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput.

Contoh spesies Hirudinea parasit adalah Hirudo medicinalis (lintah). Linta mencapai panjang 5-8 cm, pipih dorsoventral, dengan 26 metamer, tetpai dari luar nampak tiap metamer itu mempunyai 2-5 anulasi (cincin yang melingkari tubuh). Pada sebelah anterior terdapat sebuah penghisap oral, dan pada sebelah posterior ada lagi sebuah, kedua penghisap itu untuk menempel pada inang waktu mneghisap darah. Mulut mempunyai 3 buah ranah dari kitin yang tersusun dalam segitiga. Tiap rahang tertutup dengan sersi (gigi-gigi kecil seperti pada gergaji). Segemen 9-11 berfungsi sebagai klitelium. Pada Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit), sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan. Setelah ada lubang, lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin. Sebagaian besar lintah penghisap darah memiliki kelenjar ludah yang menghasilkan antikoagulan hirudin yang berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah mangsa, sehingga lintah dapat menghisap darah sebanyak mungkin.

Lintah bersifat hermafrodit dan melakukan perkawinan silang untuk saling bertukar sperma. Kokon diletakkan pada substrat dan sedikit dibenamkan dalam lumpur. Ada juga lintah yang mengerami telurnya. Setelah menetas anak-anak lintah akan menempel pada induknya untuk beberapa hari. Lintah dewasa berumur 3-5 tahun. Umur maksimal lintah dapat mencapai 15 tahun.

Klasifikasi  Kingdom : Animalia  Phylum : Annelida  Classis : Hirudinea  Ordo : Holoturoidea  Familia : Hirudoaceae  Genus : Hirudo  Species : Hirudo medicinalis

Peranan dari Annelida Merugikan : a) Pacet (Haemadipsa) dan lintah air (Hirudo medicinalis) menghisap darah hewan dan manusia. b) Polydora bisa mengebor cangkang tiram untuk membuat liang, sehingga menurunkan harga jual.

Menguntungkan : a) Cacing wawo (Lycidice sp) dan cacing palolo ( Eunice viridis) dapat dimakan dan berprotein tinggi. b) Tubifex untuk makanan ikan dan burung. c) Cacing tanah Pheretima sp dan Lumbricus sp memakan detritus bahan organik dan menyuburkan tanah. d) Lintah (Hirudo medicinalis) sebagai pengobatan tradisional penghilang racun gigitan atau sengatan hewan. e) Lintah menghasilkan zat hirudin atau zat antikoagulan atau zat anti pembekuan darah.

Mollusca

MOLLUSCA Mollusca (latin, molluscus = lunak) adalah hewan bertubuh lunak, tidak beruas-ruas, triploblastik, dan selomata (berongga tubuh sejati).

A. CIRI-CIRI PHYLUM MOLLUSCA CIRI-CIRI PHYLUM MOLLUSCA ADALAH SEBAGAI BERIKUT: 1. BERTUBUH LUNAK,NON-METAMERIS PADA DASARNYA BERSIFAT SIMETRIS BILATERAL,TETAPI PADA GASTROPODA DAN BEBERAPA CEPHALOPODA VISERA DAN CANGKANG TERGULUNG SEPERTI GELUNG RAMBUT WANITA, ADA TIGA LAPISAN BENIH TIDAK BERUAS, EPITHELIUM SATU LAPIS, SEBAGIAN BESAR BERBULU GETAR DAN DENGAN KELENJAR LENDER. 2. TUBUH BIASANYA PENDEK, TERBUNGKUS DALAM MANTEL DORSAL TIPIS YANG MENGELUARKAN BAHAN PEMBENTUK CANGKANG BERUPA SATU, DUA ATAU DELAPAN BAGIAN. 3. TUBUH KERANG, KEPAH DAN SIPUT BISANYA TERSIMPAN DALAM CANGKOK SEHINGGA TAK NAMPAK DARI LUAR. 4. MOLLUSCA TERSEBAR LUAS DALAM HABITAT LAUT, AIR TAWAR DAN DARAT, TETAPI LEBIH BANYAK TERDAPAT DALAM LAUTAN.

B. REPRODUKSI MOLLUSCA MOLLUSCA TERMASUK HEWAN HERMAPRODIT, YAITU MEMPUNYAI ALAT KELAMIN JANTAN DAN BETINA DALAM SATU INDIVIDU (BERUMAH SATU), TETAPI ADA JUGA YANG ALAT KELAMINNYA TERPISAH (GONOKORIS). MOLLUSCA BEREPRODUKSI SECARA SEKSUAL DAN MASING-MASING ORGAN SEKSUAL SALING TERPISAH PADA INDIVIDU LAIN.FERTILISASI DILAKUKAN SECARA INTERNAL DAN EKSTERNAL UNTUK MENGHASILKAN TELUR. TELUR BERKEMBANG MENJADI LARVA DAN BERKEMBANG LAGI MENJADI INDIVIDU DEWASA.

C. KLASIFIKASI MOLLUSCA MOLLUSCA BERDASARKAN SIMETRI KAKI, CANGKOK, MANTEL, INSANG DAN SISTEM SYARAFNYA TERBAGI ATAS LIMA KELAS YAITU: KELAS POLYPLACOPHORA (AMPHINEURA), KELAS GASTROPODA, KELAS SCAPOPODA, KELAS CEPHALOPODA DAN KELAS PELECHYPODA ATAU BIVALVIA.

1. POLYPLACOPHORA POLYPLACOPHORA MERUPAKAN SATU DARI LIMA KELAS DALAM FILUM MOLLUSCA. POLYPLACOPHORA MEMILIKI BENTUK BULAT TELUR, PIPIH, DAN SIMETRI BILATERAL. MULUT TERLETAK DI BAGIAN ANTERIOR TETAPI TIDAK BERKEMBANG DENGAN BAIK. SEDANGKAN ANUSNYA BERADA DI BAGIAN POSTERIOR. POLYPLACOPHORA TIDAK MEMILIKI TENTAKEL DAN MATA. ALAT EKSKRESI BERUPA SEPASANG NEFRIDIUM YANG BESAR. ALAT INDRA BERUPA ORGAN SUBRADULA AESTESHES YANG DIGUNAKAN UNTUK MENCARI MAKANAN. ALAT REPRODUKSI BERSIFAT GRONOKORIS DAN PEMBUAHAN TERJADI DILUAR ATAU DIDALAM TUBUH INDUK. CONTOH :CHITON SP.

2. PELECYPODA PELECYPODA MEMILIKI KAKI PIPIH SEPERTI KAPAK, MEMILIKI DUA BUAH CANGKANG SEHINGGA DISEBUT DENGAN BIVALVIA, DAN MEMILIKI LEMPENGAN-LEMPENGAN INSANG SEHINGGA DISEBUT JUGA LAMELLI BRANCHIATA. MANTELNYA MENEMPEL PADA CANGKANG. DI TEPI CANGKANG, MANTEL TERSEBUT SECARA TERUS-MENERUS MEMBENTUK CANGKANG BARU SEHINGGA CANGKANG MAKIN LAMA MAKIN BESAR DAN MENGGELEMBUNG. PELECYPODA DIKENAL SEBAGAI KERANG, REMIS, TIRAM, KIJING, ATAU SCALLOP.

CANGKANG PELECYPODA TERDIRI ATAS TIGA LAPISAN, YAITU LAPISAN NAKREAS, LAPISAN PRISMATIK, DAN PERIOSTRAKUM . LAPISAN NAKREAS MERUPAKAN LAPISAN TERDALAM. LAPISAN INI SERING DISEBUT LAPISAN MUTIARA, ATAU DISEBUT JUGA MOTHER OF NACRE, BERUPA KRISTAL-KRISTAL HALUS YANG MENGANDUNG KALSIUM KARBONAT, MENGKILAT BILA TERKENA CAHAYA. NAMUN DEMIKIAN TIDAK SEMUA ANGGOTA PELECYPODA BISA MEMBUAT MUTIARA.

DI LUAR NAKREAS TERDAPAT LAPISAN PRISMATIK, TERDIRI ATAS ZAT KAPUR YANG TEBAL BERBENTUK PRISMA. DI LUAR LAPISAN PRISMATIK TERDAPAT PERIOSTRAKUM, YAITU LAPISAN TIPIS DAN BERWARNA GELAP, TERSUSUN OLEH ZAT TANDUK DAN MUDAH MENGELUPAS. CONTOH ANGGOTA KELAS INI ADALAH KERANG AIR TAWAR (ANADONTA SP.), KERANG MUTIARA (PINCTADA MARGARITIVERA), MYTILUS SP., DAN KIMA RAKSASA (TRIDACNA MAXIMA).

MUTIARA MUTIARA YANG SERING DIGUNAKAN SEBAGAI PERHIASAN OLEH MANUSIA SEBENARNYA ADALAH HASIL SEKRESI GETAH NAKREAS DARI KERANG MUTIARA, ANGGOTA KELAS PELECYPODA. SECARA ALAMI, PEMBENTUKAN MUTIARA MERUPAKAN RESPONS KERANG TERSEBUT TERHADAP MASUKNYA BENDA ASING, MISALNYA BUTIRAN PASIR. BUTIRAN INI AKAN TERGULUNG OLEH JARINGAN MANTEL DAN BERBENTUK BULAT.

3. GASTROPODA GASTROPODA BERARTI HEWAN YANG MENGGUNAKAN PERUTNYA SEBAGAI KAKI (GASTROS: PERUT DAN PODOS: KAKI). KELAS INI MERUPAKAN KELAS DENGAN ANGGOTA TERBESAR. TEMPAT HIDUPNYA DI LAUT, AIR TAWAR, MAUPUN DI DARATAN. SEBAGIAN BESAR BERCANGKANG, SEHINGGA TUBUHNYA MEMBELIT MENYESUAIKAN DENGAN BENTUK CANGKANGNYA. PADA KEPALANYA TERDAPAT DUA PASANG TENTAKEL, SEPASANG TENTAKEL PENDEK SEBAGAI ALAT PEMBAU DAN SEPASANG LAINNYA LEBIH PANJANG SEBAGAI ALAT PENGLIHAT. HEWAN INI BERSIFAT HERMAPRODIT, TETAPI TIDAK PERNAH TERJADI PEMBUAHAN SENDIRI. CONTOH ANGGOTA KELAS INI YAITU ACHATINA FULICA (BEKICOT), PILLA AMPULACEA (SIPUT SAWAH), CYPRAEA SP., DAN CONUS SP.

HEWAN INI MEMILIKI CIRI KHAS BERKAKI LEBAR DAN PIPIH PADA BAGIAN VENTREL TUBUHNYA.GASTROPODA BERGERAK LAMBAT MENGGUNAKAN KAKINYA.

4. CEPHALOPODA CEPHALOPODA BERARTI HEWAN YANG MENGGUNAKAN KEPALANYA SEBAGAI ALAT GERAK/KAKINYA, (CEPHALE BERARTI KEPALA DAN PODOS BERARTI KAKI), TUBUHNYA BILATERAL SIMETRIS SEBUAH KAKI YANG TERBAGI MENJADI LENGAN-LENGAN YANG DILENGKAPI ALAT PENGHISAP DAN SISTEM SARAF YANG BERKEMBANG BAIK TERPUSATKAN DIKEPALA. KELOMPOK HEWAN INI BERBADAN LUNAK DAN TIDAK MEMPUNYAI CANGKANG SEPERTI KELAS YANG LAIN. MANTELNYA MENYELIMUTI SKELILING TUBUH, MEMBENTUK KEARAH AGAK LONGGAR PADA BAGIAN LEHER. SEBUAH SIFON YANG MENYEDOT AIR LEWAT INSANG TERLETAK DI BAWAH MANTEL.

CONTOH SPESIES HEWAN INI ADALAH CUMI-CUMI (LOLIGO PEALII), GURITA (OCTOPUS SP.) DAN SOTONG (SEPIA SP.). HEWAN INI MEMILIKI CIRI KHAS, YAITU MEMPUNYAI TENTAKEL YANG DILENGKAPI DENGAN ALAT PENGISAP. ALAT INI TERDAPAT PADA KEPALA YANG BERGUNA UNTUK MENANGKAP MANGSA. NAUTILUS BELAUENSIS

5. SCAPHOPODA SCAPHOPODA MEMILIKI CANGKANG, BERBENTUK SILINDER YANG KEDUA UJUNGNYA TERBUKA. HIDUPNYA DI LAUT DAN TERPENDAM DI DALAM PASIR ATAU LUMPUR. KEPALA RUDIMETER, KAKI LANCIP, BERLOBUS DAN BERGUNA UNTUK MENGGALI LUMPUR. TUBUHNYA SIMETRI BILATERAL, DILINDUNGI OLEH CANGKANG TUBULAR (SEPERTI TARING ATAU TEROMPET) YANG TERBUKA DI KEDUA UJUNGNYA. KEPALANYA MEMILIKI BEBERAPA TENTAKEL, TIDAK MEMILIKI INSANG. CONTOH SEPSIESNYA YAITU DENTALIUM VULGARE

DENTALIUM VULGARE - DISEBUT DENTALIUM KARENA CANGKANG CANGKANGNYA MENYERUPAI GIGI-GIGI(DENTIS). PANJANG TUBUHNYA BIASANYA 2,5-5CM. ADA YANG HANYA 4MM, TAPI ADA PULA YANG PANJANGNYA 25CM. SIRKULASI AIR UNTUK PERNAFASAN DI GERAKAN OLEH KAKI DAN SILIA. PERTUKARAN GAS TERJADI DI MANTEL. KELAMIN TERPISAH. PERKEMBANGAN MELALUI LARVA TROKOFOR DAN VILIGER. HEWAN INI BERNAPAS DENGAN MANTEL.

D. PERANAN PHYLUM MOLLUSCA BAGI MANUSIA UMUMNYA MOLLUSCA MENGUNTUNGKAN BAGI MANUSIA, NAMUN ADA PULA YANG MERUGIKAN. PERAN MOLLUSCA YANG MENGUNTUNGKAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT : 1. SUMBER MAKANAN BERPROTEIN TINGGI, MISALNYA TIRAM BATU (AEMAEA SP.), KERANG (ANADARA SP.), KERANG HIJAU (MYTILUS VIRIDIS), TRIDACNA SP., SOTONG (SEPIA SP.) CUMI-CUMI (LOLIGO PEALII), REMIS (CORBICULA JAVANICA), DAN BEKICOT (ACHATINA FULICA). 2. PERHIASAN, MISALNYA TIRAM MUTIARA (PINCTADA MARGARITIFERA) 3. HIASAN DAN KANCING, MISALNYA DARI CANGKANG TIRAM BATU, NAUTILUS, DAN TIRAM MUTIARA. 4. BAHAN BAKU TERASO, MISALNYA CANGKANG TRIDACNA SP. MOLLUSCA YANG MERUGIKAN BAGI MANUSIA: 1. MISALNYA BEKICOT DAN KEONG SAWAH YANG MERUPAKAN HAMA DARI TANAMAN. 2. SIPUT AIR ADALAH PERANTARA CACING FASCIOLA HEPATICA.

QUIZ.............!!! TIME

1) Annelida dibagi menjadi 3 kelas, sebutkan! 2) Bagaimana cara hidup annelida ? 3) Ciri dari annelida adalah ? 4) Apa yang dimaksud dengan ekoparasit? 5) Apa yang dimaksud parapodium? 6) Sebutkan klasifikasi polychaeta dari bagian familia! 7) Sebutkan peranan annelida yang merugikan! 8) Sebutkan peranan annelida yang menguntungkan! 9) Apa perbedaan mikrodrile dengan megadrile? 10) Contoh annelida yang menguntungkan!

TERIMA KASIH

Add a comment

Related presentations

Related pages

My Daily Activities: ANNELIDA dan MOLLUSCA

ANNELIDA dan MOLLUSCA Phyllum. Apa itu Annelida ? Annelida adalah filum luas yang ... Molusca terdiri dari tiga bagian utama yaitu: Kaki
Read more

Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasi ...

Ciri-Ciri: 1. Ukuran dan bentuk tubuh Mollusca bervariasi. 2. Bertubuh lunak dan tidak beruas-ruas. 3. Hewan triplobastik selomata. 4. Tidak mempunyai ...
Read more

Annelida dan Molusca by Rizka Annisa on Prezi

annelida adalah cacing yang memiliki bentuk seperti sejumlah cincin kecil yang diuntai,bersifat tripoblastik dan selomata. Annelida Annelida dan Molusca
Read more

Filum Mollusca : Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi ...

Artikel dan Makalah tentang Filum Mollusca : Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh. Dapatkan Jurnal, Artikel ilmiah, Dongeng, dan Cerita ...
Read more

Belajar Bersama: makalah biologi annelida dan mollusca

Dan salah satu yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah Filum Annelida dan Mollusca, yang keduanya tergolong triplobastik selomata, ...
Read more

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Mollusca | Ilmu Pengetahuan

Secara bahasa Mollusca berasal dari bahasa yunani yang artinya lunak. Jadi Mollusca merupakan kelompok hewan invertebrata yang bertubuh lunak dan multiseluler.
Read more

Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Mollusca - Janualdi

Molusca terdiri dari tiga bagian utama yaitu: Kaki ... dan sistem syarafnya, Filum Mollusa terbagi menjadi lima kelas yaitu: 1. Polyplacophora.
Read more