Anggaran penjualan

47 %
53 %
Information about Anggaran penjualan
Education

Published on March 12, 2014

Author: rieandha

Source: slideshare.net

ANGGARAN PARSIALANGGARAN PARSIAL Rahmi Sri Ramadhani, SE.,M.Si.

Anggaran PenjualanAnggaran Penjualan Rencana kerja perusahaan di masa mendatang pada suatu kurun waktu tertentu di bidang penjualan produk perusahaan (Rudianto,2009 :48) Rencana yang lebih rinci mengenai penjualan perusahaan selama periode yang akan datang yang didalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas), harga barang, waktu penjualan, serta tempat/daerah penjualannya (Tendi H & Sri Rahayu , 2007;45).

Anggaran Penjualan dikelompokkanAnggaran Penjualan dikelompokkan berdasarkan :berdasarkan : Wilayah pemasaran Kelompok Konsumen Jenis Produk Kelompok Wiraniaga Waktu terjadinya Penjualan dll

Faktor-faktor yang mempengaruhiFaktor-faktor yang mempengaruhi Penyusunan Anggaran penjualan :Penyusunan Anggaran penjualan : 1. Faktor Internal :  Penjualan tahun-tahun yang lalu  Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah penjualan  Kapasaitas produksi yang dimiliki serta kemungkinan perluasanya.  Tenaga kerja yang tersedia baik jumlah maupun keahliannya  Modal kerja yang dimiliki perusahaan  Fasilitas lain yang menunjang

2. Faktor eksternal  Keadaan Persaingan di pasar  Posisi Perusahaan dalam persaingan  Tingkat Pertumbuhan Penduduk  Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang dihasilkan  Kebijaksanaan pemerintah yang berpengaruh.

Proses Penyusunan AnggaranProses Penyusunan Anggaran PenjualanPenjualan Ramalan Penjualan (Forecast Penjualan) Anggaran Penjualan

Ramalan PenjualanRamalan Penjualan Prediksi volume barang yang akan dijual pada suatu periode tertentu di waktu mendatang (Rudiyanto , 2009;53) Suatu teknik proyeksi tentang tingkat permintaan konsumen potensial pada suatu periode tertentu dengan menggunakan berbagai asumsi tertentu (Tendi h & Sri Rahayu, 2007:35) Proses kegiatan memperkirakan produk yang akan di jual pada waktu yang akan datang dalam keadaan tertentu dan dibuat berdasarkan data yang pernah terjadi dan atau mungkin akan terjadi (Nafarin,2004:31)

Metode PeramalanMetode Peramalan I. Meramal berdasarkan Pendapat (Judgment Method) yakni Metode memproyeksikan penjualan yang berdasarkan pada pendapat salesman, sales manager, para ahli dan survey konsumen. II. Statistical Method A. Analisa Trend, yang terdiri dari : 1. Penerapan garis trend secara bebas 2. Penerapan garis trend metode setengah rata-rata 3. Penerapan garis trend secara matematis, yang terbagi menjadi : a. Metode Moment b. Metode Kuadrat terkecil (least square) c. Metode Kuadrat (Garis Lengkung) B. Analisa korelasi

Metode PeramalanMetode Peramalan III. Specific Purpose Methode , meliputi : A. Analisa Industri B. Analisa Product Line C. Analisa Pengguna Akhir

CONTOH :CONTOH : TAHUN PENJUALAN (UNIT) 1995 8.000 1996 8.800 1997 10.000 1998 9.200 1999 10.400 2000 10.800 2001 12.000 2002 12.400 PERUSAHAAN ROTI BOBOY DATA PENJUALAN SELAMA 8 TAHUN TERAKHIR

Latihan :Latihan : Buat ramalan penjualan berdasaraka data berikut :  Dengan metode Kuadrat terkecil TAHUN PENJUALAN (UNIT) 1997 1500 1998 2116 1999 2500 2000 3240 2001 4500

• Dengan Metode momentDengan Metode moment TAHUN PENJUALAN (UNIT) 2005 1.300 2006 1.320 2007 1.350 2008 1.390 2009 1.400 2010 1.450

• Dengan Metode setengah rata-rataDengan Metode setengah rata-rata TAHUN PENUALAN (UNIT) 1999 1.200 2000 1.250 2001 1.350 2002 1.500 2003 1.600 2004 1.750

Fase Penyusunan AnggaranFase Penyusunan Anggaran

Anggaran ProduksiAnggaran Produksi Rencana Perusahaan untuk menghasilkan produk perusahaan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan penjulan dengan mempertimbangkan jumlah persediaan padaawaldan akhir periode tertentu (Rudianto, 2009:80) Dalam arti luas : penjabaran rencana penjualan menjadi rencana produksi yang meliputi perencanaan tentang volume produksi, kebutuhan persediaan, bahan baku, tenaga kerja, dan kapasitas produksi. Dalam arti sempit : perencanaan volume barang yang harus diproduksi perusahaan agar sesuai dengan volume penjualan yang telah direncanakan. (Tendi H & Sri R, 2007:57)

Manfaat Penyusunan Anggaran ProduksiManfaat Penyusunan Anggaran Produksi Menunjang kegiatan bagian penjualan, sehingga barang dapat tersedia sesuai dengan yang direncanakan Menjaga tingkat persediaan yang optimum Mengatur produksi sedemikian rupa sehingga biaya produksi menjadi minimum

Faktor-Faktor Yang MempengaruhiFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anggaran Produksi :Anggaran Produksi : Jumlah barang yang telah direncanakan untuk dijual. Kapasitas mesin dan peralatan pabrik Tenaga Kerja Stabilitas Bahan Baku Modal kerja Fasilitas Gudang Tingkat persediaan barang jadi

Pendekatan Penyusunan Anggaran PoduksiPendekatan Penyusunan Anggaran Poduksi Metode Produksi Stabil Metode Persediaan Stabil Metode Fleksibel Perencanaan Produksi Mencakup Masalah-Perencanaan Produksi Mencakup Masalah- Masalah yang Bersangkutan dengan Penentuan :Masalah yang Bersangkutan dengan Penentuan : • Tingkat Produksi • Kebutuhan Fasilitas-Fasilitas Produksi • Tingkat Persediaan Barang Jadi

Penyusunan Anggaran ProduksiPenyusunan Anggaran Produksi Tingkat Penjualan xxx Tingkat Persediaan akhir xxx + Jumlah/Tingkat Kebutuhan xxx Tingkat Persediaan awal xxx - Tingkat Produksi xxx Anggaran Produksi Anggaran Produksi Anggaran Penjualan Anggaran Penjualan Anggaran Persediaan akhir Anggaran Persediaan akhir Anggaran Persediaan awal Anggaran Persediaan awal Rudianto, 2009:80 Gunawan & Marwan, 1996:183

Contoh…………..Contoh………….. Sebuah perusahaan merencanakan menjual produknya sebanyak 14.200 unit pada tahun 2011. Jumlah persediaan barang pada awal tahun 2011 diperkirakan sebanyak 2.000 unit dan jumlah persediaan barang pada akhir tahun 2011 yang diinginkan sebesar 1.500 unit. Dari total volume penjualan selama 1 tahun,direncanakan akan dijual dalam 12 bulan dengan rincian sebagai berikut :

BULAN VOLUME Januari 1.500 Februari 1.600 Maret 1.600 April 1.400 Mei 1.200 Juni 1.000 Juli 700 Agustus 600 September 900 Oktober 1.100 November 1.200 Desember 1.400 Tabel 1 : Volume Penjualan Tahun 2011Tabel 1 : Volume Penjualan Tahun 2011

Metode Produksi StabilMetode Produksi Stabil Ikhtisar Produksi Penjualan 1 tahun 14.200 unit Persediaan akhir tahun 1.500 unit + Kebutuhan 1 tahun 15.700 unit Persediaan awal tahun 2.000 unit - Tingkat produksi 1 tahun 13.700 unit Produksi per bulan = 13.700 unit = 1.141,67 = 1.100 unit 12 Kekurangannya : 13.700- (1.100x12) = 500 unit Dialokasikan pada bulan-bulan dengan tingkat penjualan tinggi, masing- masing : 500 unit = 100 unit 5

Anggaran Produksi tahun 2011Anggaran Produksi tahun 2011 Bulan Renc Penjualan Persd akhir Kebutuhan Persd awal Renc Produksi Jan 1.500 1.700 3.200 2.000 1.200 Feb 1.600 1.300 2.900 1.700 1.200 Mar 1.600 900 2.500 1.300 1.200 Apr 1.400 700 2.100 900 1.200 Mei 1.200 600 1.800 700 1.100 Jun 1.000 700 1.700 600 1.100 Jul 700 1.100 1.800 700 1.100 Agust 600 1.600 2.200 1.100 1.100 Sept 900 1.800 2.700 1.600 1.100 Okt 1.100 1.800 2.900 1.800 1.100 Nov 1.200 1.700 2.900 1.800 1.100 Des 1.400 1.500 2.900 1.700 1.200 Total 14.200 1.500 15.700 2.000 13.700

Metode Persediaan StabilMetode Persediaan Stabil Persediaan awal = Pesediaan akhir Persediaan awal = 2.000 unit Persediaan akhir = 1.500 unit Selisih 500 unit Selisih dialokasikan pada bulan Januari-Mei masing- masing 100 unit.

Bulan Renc Penjualan Persd akhir Kebutuhan Persd awal Renc Produksi Jan 1.500 1.900 3.400 2.000 1.400 Feb 1.600 1.800 3.400 1.900 1.500 Mar 1.600 1.700 3.300 1.800 1.500 Apr 1.400 1.600 3.000 1.700 1.300 Mei 1.200 1.500 2.700 1.600 1.100 Jun 1.000 1.500 2.500 1.500 1.000 Jul 700 1.500 2.200 1.500 700 Agust 600 1.500 2.100 1.500 600 Sept 900 1.500 2.400 1.500 900 Okt 1.100 1.500 2.600 1.500 1.100 Nov 1.200 1.500 2.700 1.500 1.200 Des 1.400 1.500 2.900 1.500 1.400 Total 14.200 15.700 13.700 Anggaran Produksi tahun 2011Anggaran Produksi tahun 2011

Metode FleksibelMetode Fleksibel  Metode produksi di mana perusahaan menetapkan volume produksi yang berubah dari bulan ke bulan. Metode ini mengakibatkan volume persediaan dan volume produksi menjadi tidak stabil.  Metode ini menggunakan volume produksi dan persediaan sesuai dengan keinginan perusahaan atau kebijakan manajemen.

MisalnyaMisalnya manajemen mengambilmanajemen mengambil kebijakan seperti :kebijakan seperti : Tingkat produksi tidak boleh berfluktuasi lebih dari 15 % di atas atau di bawah rata- rata bulanan. Tingkat persediaan tidak boleh lebih dari 1.600 unit dan tidak boleh kurang dari setengahnya persediaan maksimal Produksi bulan Juli, agustus, September boleh dikurangi 30 % dari tingkat produksi normal.

Bulan Renc Penjualan Persd akhir Kebutuhan Persd awal Renc Produksi Jan 1.500 1.600 3.100 2.000 1.100 Feb 1.600 1.300 2.900 1.600 1.300 Mar 1.600 1.000 2.600 1.300 1.300 Apr 1.400 900 2.300 1.000 1.300 Mei 1.200 950 2.150 900 1.250 Jun 1.000 1.200 2.200 950 1.250 Jul 700 1.305 2.005 1.200 805 Agust 600 1.510 2.110 1.305 805 Sept 900 1.415 2.315 1.510 805 Okt 1.100 1.565 2.665 1.415 1.250 Nov 1.200 1.600 2.800 1.565 1.235 Des 1.400 1.500 2.900 1.600 1.300 Total 14.200 15.700 13.700 Anggaran Produksi tahun 2011Anggaran Produksi tahun 2011

Anggaran Bahan BakuAnggaran Bahan Baku Bahan Baku dalam Proses produksi dikelompokkan dalam : 1.Bahan Baku Langsung (direct material), Yaitu bahan yang yang membentuk suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan produk jadi dan merupakan komponen utama dari suatu produk. 2.Bahan Baku Tidak Langsung (Inderect Material), Yaitu bahan pelengkap yang melekat pada suatu produk

Tujuan PenyusunanTujuan Penyusunan 1. Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku langsung. 2. Memperkirakan jumlah pembelian bahan Baku langsung yang diperlukan. 3. Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembelian bahan baku langsung 4. Sebagai dasar penentuan harga pokok produksi yakni memperkirakan komponen harga pokok pabrik karena penggunaan bahan baku langsung dalam proses produksi. 5. Sebagai dasar melaksanakan fungsi pengendalian bahan baku langsung.

Anggaran Bahan Baku :Anggaran Bahan Baku : 1. Anggaran Kebutuhan Bahan Baku 2. Anggaran Pembelian Bahan Baku 3. Anggaran Persediaan Bahan Baku 4. Anggaran Biaya bahan Baku habis digunakan dalam produksi (pemakaian bahan baku)

Anggaran Kebutuhan Bahan BakuAnggaran Kebutuhan Bahan Baku Disusun untuk merencanakan jumlah fisik bhan baku yang diperlukan. Anggaran ini mencantumkan : a. Jenis barang jadi yang akan dihasilkan b.Jenis bahan baku yang akan digunakan c. Bagian-bagian yang akan dilalui dalam proses produksi d.Standar penggunaan bahan baku (standart usage rate/SUR) adalah bilangan yang menunjukkan berapa satuan bahan baku yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan produk jadi. e.Waktu penggunaan bahan baku

Anggaran Pembelian Bahan BakuAnggaran Pembelian Bahan Baku  Rencana kuantitas bahan baku yang harus dibeli oleh perusahaan dalam periode waktu mendatang.  Jumlah Pembelian yang paling ekonomis (Economical Order Quantity/EOQ), yaitu jumlah pembelian yang paling optimal. Dengan syarat/asumsi : a. Bahan tidak mudah rusak dan pengiriman bahan tidak terlambat b. Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan per unit konstan c. Kebutuhan bahan baku relatif stabil sepanjang tahun (periode) d. Harga beli bahn baku per uni konstan e. Setiap bahan baku diperlukan selalu tersedia di pasar f. Bahan baku yang dipesan tidak terikat dengan bahan baku yang lain

Rumus EOQRumus EOQ Keterangan : R = Jumlah bahan baku yang akan dibeli dalam suatu periode tertentu S = Biaya Pemesanan P = Harga per unit bahan baku I = Biaya penyimpanan yang dinyatakan dalam persentase dari persediaan rata-rata dalam satuan mata uang (carrying cost) (P.I) = Besarnya biaya penyimpanan per unit IP SR EOQ . ..2 =

Biaya yang bersifat variabel :Biaya yang bersifat variabel : 1. Biaya Pemesanan, yaitu biaya yang dikeluatkan sehubungan dengan kegiatan pemesanan bahan baku. biaya ini berubah sesuai dengan frekuensi pemesanan.biaya ini meliputi biaya persiapan pemesanan, biaya administrasi, biaya pengiriman pesanan biaya penerimaan pesanan dan biaya proses pembayaran. 2. Biaya Penyimpanan, yaitu biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan penyimpanan bahan baku yang telah dibeli.biaya ini meliputi biaya penyimpanan, biaya pemeliharaan bahan baku, biaya asuransi, biaya pajak, dan lain-lain

Waktu Pembelian Bahan BakuWaktu Pembelian Bahan Baku Lead time : Jangka waktu sejak dilakukannya pemesanan sampai saat datangnya bahan baku yang dipesan dan siap untuk digunakan dalam proses produksi Reorder point : saat harus melakukan pemesanan kembali bahan baku langsung yang dibutuhkan Extra carrying cost : biaya yang terpaksa harus dikeluarkan akibat bahan baku langsung datang terlalu awal Stock out cost ; biaya yang terpaksa harus dikeluarkan akibat keterlambatan datangnya bahan baku langsung.

Bentuk Dasar Anggaran PembelianBentuk Dasar Anggaran Pembelian Bahan Baku :Bahan Baku : Kebutuhan Bahan Baku yyy Persediaan akhir yyy + Jumlah kebutuhan yyy Persediaan awal yyy - Pembelian Bahan Baku yyy Harga per unit Rp yyy x Nilai Rp yyyy

Anggaran Persediaan Bahan BakuAnggaran Persediaan Bahan Baku  Tujuan : pengawasan terhadap penggunaan bahan baku.  Kebijakan tentang penilaian persediaan dikelompokkan menjadi : 1. Kebijaksanaan FIFO (Frist in Frist out) 2. Kebijaksanaan LIFO (Last in Frist Out)

Besarnya bahan baku yang tersedia untukBesarnya bahan baku yang tersedia untuk kelancaran proses produksi tergantung padakelancaran proses produksi tergantung pada beberapa faktor :beberapa faktor : 1. Volume produksi selama satu periode tertentu (anggaran produksi) 2. Volume bahan baku minimal, yang disebut safety stock (persediaan besi/persediaan pengaman/penyangga) 3. Besarnya pembelian yang ekonomis 4. Estimasi tentang naik turunya harga bahan mentah pada waktu-waktu mendatang 5. Biaya-biaya penyimpanan dan pemeliharaan 6. Tingkat kecepatan bahan baku menjadi rusak

Safety Stock/Iron StockSafety Stock/Iron Stock Persediaan minimal bahan baku yang harus dipertahankan untuk menjamin kelasungan proses produksi. Persediaan pengaman tidak boleh dipakai kecuali dalam keadaan darurat. Persediaan engaman bersifat permanen dan termasuk dalam kelompok aktiva tidak lancar.

Faktor-faktor yang mempengaruhiFaktor-faktor yang mempengaruhi besarnya safety stock :besarnya safety stock : 1. Kebiasaan laveransir menyerahkan bahan baku yang dipesan 2. Jumlah bahan baku yang dibeli setiap kali pemesanan 3. Dapat diperkirakan atau tidaknya kebutuhan bahan baku secara tepat. 4. Perbandingan antara biaya penyimpanan (carrying cost) dan biaya ekstra karena kehabisan bahan baku (stockout cost)

Bentuk Anggaran Persediaan Bahan BakuBentuk Anggaran Persediaan Bahan Baku Bulan/ Kuartal Bahan Baku A Bahan Baku B Nilai (Rp) Unit Harga Jumlah Unit Harga Jumlah Persediaa n awal : Januari Februari Maret Kuartal II Kuartal III Kuartal IV Persediaa n Akhir tahun

Anggaran Biaya Bahan Baku Yang Habis DigunakanAnggaran Biaya Bahan Baku Yang Habis Digunakan 2 hal yang menyebabkan tidak semua bahan baku habis digunakan dalam proses produksi : 1. Perlu adanya persediaan akhir 2. Perlu adanya safety stock/iron stock Manfaat anggaran ini ; 1. Untuk keperluan product costing yaitu perhitungan harga pokok barang yang dihasilkan perusahaan 2. Untuk keperluan pengawasan penggunaan bahan baku.

Bentuk Dasar AnggaranBentuk Dasar Anggaran Anggaran bahan baku yang habis digunakan, memperinci hal-hal : a.Jenis bahan baku yang digunakan b.Jumlah masing-masing bahan baku yang habis digunakan untuk produksi c.Harga per unit masing-masing jenis bahan baku d.Nilai masing-masing bahan baku yang habis digunakan untuk produksi e.Jenis barang yang dmenggunakan bahan baku f.Waktu penggunaan bahan baku

Bahan baku & Waktu Barang A Barang B Nilai Keb. BB (Unit) Harga Jumlah Keb. BB (Unit) Harga Jumlah Unit Rp Bahan baku X Januari Februari Maret Kuartal II Kuartal III Kuartal IV Bahan baku Y Januari Februari Maret Kuartal II

ANGGARAN TENAGA KERJAANGGARAN TENAGA KERJA Rencana kebutuhan tenaga kerja langsung yang diperlukan untuk memproduksi jenis dan kuantitas produk yang direncanakan dalam anggaran produksi.dan penentuan harga pokok produk per unit. Manfaat Anggaran Tenaga Kerja Langsung : a. Penggunaan tenaga kerja lebih efisien b. Biaya tenaga kerja dapat direncanakan dan diatur secara lebih efisien c. Harga pokok produk dapat dihitung secara tepat. d. Sebagai alat pengawasan biaya tenaga kerja.

Proses Penyusunan AnggaranProses Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja :Tenaga Kerja : Meaning table : merupakan daftar kebutuhan tenaga kerja yang menjelaskan : a. Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan b. Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut pada berbagai tingkat kegiatan. c. Bagian-bagian yang membutuhkan. Menghitung jam tenaga kerja langsung (Direct Labor Hour) untuk masing-masing jenis barang yang dihasilkan atau masing-masing bagian tempat mereka bekerja.atau mencari berdasarkan analisis gerak dan waktu. Waktu standar

Tingkat upah rata-rata (Average Wage Rate) : membagi jumlah rupiah yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja langsung dengan jumlah jam tenaga kerja langsung yang diperlukan.

contohcontoh Dalam sebuah perusahaan, tenaga kerja langsung pada pabrik digolongkan menjadi 3 tingkatan yakni golongan I, II dan III. Upah per jam buruh langsung masing-masing golongan adalah : Golongan I : Rp 150 per orang DHL II : Rp 200 per orang DHL III : Rp 250 per orang DHL Jumlah masing-masing golongan adalah : Golongan I = 50 orang II = 20 orang III = 5 orang Jumlah 75 orang

Tingkat upah rata-rata tenaga kerja langsung perusahaan (per orang per DLH) dapat dihitung sebagai berikut : Golongan Tingat upah per jam (RP) Jumlah (orang) Jumlah DLH Jumlah (Rp) I 150 50 100 750.000 II 200 20 400.000 III 250 5 125.000 75 100 1.275.000 DHLperRpratarataupahTingkat 170 500.7 000.275.1 ==−

Contoh 2Contoh 2 PT Mekar Sari mempunyai 3 bagian produksi, yakni bagian I, II dan III. Ada dua macam barang yang diproduksi yakni Sabun cuci super soft dan sabun cuci biasa. Saun cuci super soft melalui ketiga bagian, sedangkan sabun cuci biasa hanya melalui bagian I dan III saja. Rencana jam buruh per unit barang adalah : Bagian DLH per unit barang Sabun cuci soft Sabun cuci biasa I 0,4 0,2 II 0,2 - III 0,4 0,2

Rencana tingkat Upah Rata-rata adalah : Rencana tingkat produksi tahun 1983 sbb : Bagian Tingkat upah per DHL I Rp 20,- II Rp 15,- III Rp 10,- Bulan/Kuartal Produk (000) Sabun Cuci Soft Sabun cuci biasa Januari 70 34 Februari 80 36 Maret 80 38 Kuartal I 240 140 Kuartal II 230 127 Kuartal III 260 145 Jumlah 960 520

Anggaran Biaya Tenaga KerjaAnggaran Biaya Tenaga Kerja LangsungLangsung Bulan / Kuartal Sabun Cuci Soft Sabun Cuci Biasa Prod uksi DHL per unit Total DHL TK upa h Jum lah Prod uksi DHL per unit Total DHL TK upah Jum lah Januari Bagian I 70 0,4 20 34 0,2 20 Bagian II 70 0,2 15 - - - - Bagian III 70 0,4 10 34 0,2 10 Jumlah

Anggaran Jam buruh langsungAnggaran Jam buruh langsung Jenis barang yang dihasilkan oleh perusahan Bagian-bagian yang turut dalam proses produksi Jumlah DHL yang diperlukan untuk tiap jenis barang Waktu produksi

ANGGARAN OVERHEADANGGARAN OVERHEAD Seluruh biaya produksi selain biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung, yang direncanakan akan dibayarkan salam satu periode tertentu. Penyusunan anggaran biaya overhead ditetapkan berdasarkan jam kerja per unit atau biaya per unit produk berdasarkan persentase tertentu dari biaya produksi.

Tarif biaya overheadTarif biaya overhead 1. Jumlah jam Kerja : a. Jumlah jam kerja langsung : besarnya biaya overhead total yang dianggarkan dibagi dengan jam kerja total yang direncanakan. Hasilnya adalah tarif biaya overhead per jam kerja langsung b. Jumlah jam kerja mesin : besarnya biaya overhead total yang dianggarkan dibagi dengan jam kerja mesin total yang direncanakan. Hasilnya adalah tarif biaya overhead per jam kerja mesin 2. Volume produk yang dihasilkan : maka besarnya biaya overhead total yang dianggarkan dibagi dengan volume produksi yang dianggarkan. Hasilnya adalah tarif biaya overhead per unit produk.

Add a comment

Related presentations

Related pages

ANGGARAN PENJUALAN - Scribd

ANGGARAN PENJUALAN. A. DEFINISI ANGGARAN PENJUALAN Anggaran penjualan menyajikan informasi tentang perkiraan jumlah barang jadi yang akan dijual oleh ...
Read more

Anggaran Penjualan - REFERENSI ANGGARAN

Definisi Anggaran Penjualan Oleh Hendra Poerwanto Pada umumnya kemampuan yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk menjual hasil produksinya adalah ...
Read more

Penyusunan Konsep Anggaran Penjualan - REFERENSI ANGGARAN

Penyusunan Konsep Anggaran Penjualan Oleh Hendra Poerwanto Penyusunan konsep anggaran penjualan dapat di katakan mencakup segala kegiatan di ...
Read more

ANGGARAN PENJUALAN PERUSAHAAN - Azizullah Personal Website

Anggaran Penjualan Perusahan ialah Budget ( anggaran ) yang merencakan secara lebih terinci tentang Penjualan Perusahaan selama periode yang akan datang ...
Read more

RISKY MAHIRA: Anggaran Penjualan

“ Anggaran penjualan merupakan rencana tertulis yang dinyatakan dalam angka dari produk yang akan dijual perusahaan pada periode tertentu ”.
Read more

ANGGARAN PENJUALAN - id.scribd.com

Peramalan Dan Anggaran Penjualan. Ramalan Penjualan. ANGGARAN PENJUALAN. Materi Penganggaran Anggaran Produksi. Jawaban Soal SP Penganggaran Perusahaan.
Read more

ANGGARAN PENJUALAN | Rajad's Blog

visit : www.raja.yukbisnis.com Peranggaran Perusahaan Peranggaran/Anggaran perusahaan yaitu suatu proses perencanaan dan pengendalian keuangan kegiatan ...
Read more