advertisement

Analisis laporan keuangan (Bentuk Laporan Keuangan)

33 %
67 %
advertisement
Information about Analisis laporan keuangan (Bentuk Laporan Keuangan)
Education

Published on March 4, 2014

Author: hendie23

Source: slideshare.net

advertisement

Analisis Laporan Keuangan “Bentuk Laporan Keuangan” Hendie Cahya Maladewa 11. 03. 3926 Akuntansi/VI

Laporan Neraca • Staffel (Report Form). Bentuk staffel sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan modal di bagian bawahnya. • Scontro (T-Account Form). Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau sebelahmenyebelah

Laporan Laba/Rugi • Multiple Step. Penyusunan laporan laba-rugi dalam bentuk ini disusun secara bertahap mulai dari kelompok pendapatan dan beban usaha, pendapatan luar usaha dan beban luar usaha. Sampai dengan kelompok pendapatan lain-lain dan beban lain-lain. Bentuk multi step ini banyak digunakan di perusahaan dagang atau perusahaan industri. • Single Step. Dalam bentuk single step semua jenis pendapatan (pendapatan usaha, dan pendapatan luar usaha dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam satu kelompok. Kemudian disisihkan dengan jumlah semua jenis beban. Selisih jumlah pendapatan dengan jumlah beban merupakan saldo (sisa) laba atau saldo (sisa) rugi. Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa

Laporan Perubahan Modal

Laporan Arus Kas

Aturan Pendebitan dan Pengkreditan Perkiraan Rill • Pada perkiraan aktiva sisi sebelah kiri perkiraan digunakan untuk mencatat pertambahan dan sisi kanan digunakan untuk mencatat pengurangan. Sedangkan pada perkiraan hutang dan modal adalah berlawanan dengan perkiraan aktiva, sisi kanan untuk mencatat pertambahan dan sisi kiri untuk mencatat pengurangan. AKTIVA Debit Penambahan (+) MODAL Debit Pengurangan (-) HUTANG Kredit Pengurangan (-) Debit Pengurangan (-) Kredit Penambahan (+) Kredit Penambahan (+)

• Untuk semua jenis perkiraan, baik perkiraanperkiraan aktiva, kewajiban, hutang, maupun modal, sisi kiri disebut sisi debet dan sisi kanan disebut sisi kredit. Dengan demikian, sisi debet bisa menunjukkan pertambahan dan bisa juga pengurangan, tergantung pada jenis perkiraannya. Begitu pula sisi kredit bisa menunjukkan penambahan atau pengurangan. Aturan pendebetan dan pengkreditan untuk perkiraan-perkiraan riil dinyatakan sebagai berikut:

DEBET: • Pertambahan (+) untuk perkiraan aktiva. • Pengurangan (-) untuk perkiraan hutang. • Pengurangan (-) untuk perkiraan modal. KREDIT: • Pengurangan (-) untuk perkiraan aktiva. • Pertambahan (+) untuk perkiraan hutang. • Pertambahan (+) untuk perkiraan modal.

Aturan Pendebitan dan Pengkreditan Perkiraan Nominal • Aturan pendebetan dan pengkreditan untuk perkiraan-perkiraan pendapatan dan biaya, didasarkan pada hubungan antara perkiraan-perkiraan tersebut terhadap modal. Laba bersih atau rugi bersih dalam suatu periode seperti yang nampak dalam laporan rugi laba, merupakan pertambahan bersih atau pengurangan bersih atas modal. Agar pengumpulan data untuk menyusun laporan rugilaba dapat dilakukan dengan mudah maka dalam buku besar harus dibuat perkiraan-perkiraan untuk mencatat pendapatan dan biaya. Perkiraan pendapatan menambah modal sedangkan biaya mengurangi modal. Perkiraan modal bertambah pada sisi kredit sedangkan perkiraan modal berkurang pada sisi debet. Maka dalam hubungannya dengan perkiraan modal, aturan debet dan kredit perkiraan nominal (pendapatan dan biaya) adalah sebagai berikut:

DEBET: • Pertambahan (+) untuk perkiraan biaya. • Pengurangan (-) untuk perkiraan pendapatan. KREDIT: • Pengurangan (-) untuk perkiraan biaya. • Pertambahan (+) untuk perkiraan pendapatan.

• Pada akhir periode akuntansi, saldo perkiraan modal dan biaya dilaporkan dalam laporan rugilaba. Saldo perkiraan nominal dalam buku besar kemudian dipindahkan ke perkiraan ringkasan pendapatan dan biaya yang disebut perkiraan Rugi-laba. Saldo perkiraan Rugi-laba yang menggambarkan laba atau rugi periode yang bersangkutan kemudian dipindahkan ke perkiraan modal. Saldo perkiraan-perkiraan aktiva, hutang dan modal dilaporkan dalam neraca, dan saldo perkiraan ini akan dibawa ke periode akuntansi berikutnya.

Neraca Saldo • Neraca saldo adalah kumpulan dari saldosaldo yang ada pada setiap perkiraan dibuku besar. Pada Kasus ini jumlah dari kolom debit dan kolom kredit harus sama. Jika tidak maka telah terjadi kesalahan pencatatan, mungkin dari jurnal umum atau dari buku besar. itu artinya kita harus menelusuri ulang kebelakang sampai ditemukan kesalahan nya

Hubungan Antara Laporan Keuangan 1. Neraca – Juga disebut laporan posisi keuangan, bisa diibaratkan sebagai foto (baias disebut snapshot) dari suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Laporan keuangan yang satu ini terdiri dari daftar sumber daya kuantitatif yang dipergunakan oleh perusahaan untuk beroperasi. Di sisi lainnya, laporan ini juga mengandung daftar klaim terhadap sumber daya tersebut yang diwakili oleh kreditur dan pemilik. Dalam bentuk laporan pernyataan, sumber daya kuantitatif disebut aktiva (asset), diikuti dengan klaim kreditur dan pemilik. Dalam bentuk rekening pernyataan, aset biasanya disajikan di sebelah kiri dan yang mengklaim aset di sisi kanan dari pernyataan itu. Satu hubungan penting dalam sebuah neraca adalah bahwa klaim terhadap asset selalu sama (seimbangan) persis dengan jumlah aset yang disajikan. Itulah sebabnya mengapa Neraca juga disebut dengan ‘Balance Sheet’

2. Laporan Laba Rugi – Melanjutkan analogi neraca sebagai foto statis dari suatu perusahaan pada titik waktu tertentu, laporan laba rugi kemudian dapat digambarkan sebagai sebuah film bergerak yang mengidentifikasi dimensi-dimensi tertentu dari perusahaan selama periode waktu. Laporan laba rugi didasari oleh prinsip akuntansi yang disebut ‘prinsip kecocokan (the matching principle)’. Pendapatan biasanya dapat dengan mudah dikaitkan dengan aktivitas usaha secara spesifik yang berhubungan dalam periode waktu tertentu. Setelah pendapatan untuk jangka waktu telah diidentifikasi, akuntan kemudian mencoba untuk menelisik dan mengkaitkan pendapatan dengan semua biaya yang berhubungan dengan (1) periode waktu yang sama dan/atau (2) proses pembentukan pendapatan tertentu. Jumlah ini kemudian “dicocokkan (matched),” maksudnya biaya dikurangkan dari pendapatan—untuk menentukan hasil operasi untuk periode tersebut. Hasilnya disebut ‘laba bersih’ jika pendapatan melebihi biaya, dan disebut ‘rugi bersih’ jika biaya-biaya melebihi pendapatan.

3. Pernyataan Perubahan Modal – Juga disebut dengan pernyataan ‘Ekuitas Pemegang Saham’. Sebuah pengungkapan yang diperlukan dalam satu set lengkap laporan keuangan korporasi adalah identifikasi dari perubahan modal (ekuitas) dalam angka-angka dan jumlah saham. Seperti laporan laba rugi, laporan perubahan modal (ekuitas pemegang saham) mencakup periode waktu pada titik waktu tertentu. Di kolom utama dari ekuitas pemegang saham ‘ terdiri dari: kontribusi ekuitas saham pilihan, saham biasa, dan tambahan modal disetor dan laba ditahan. Pernyataan ini dimulai dengan saldo pada akhir periode sebelumnya. Baris dalam pernyataan menunjukkan kegiatan yang mengakibatkan perubahan dalam kategori utama dari ekuitas pemegang saham dari saham biasa, laba bersih, dan dividen. Laba bersih dan dividen hanya mempengaruhi laba ditahan. Laba bersih meningkatkan saldo laba ditahan, dan dividen mengurangi keseimbangan itu.

4. Laporan Arus Kas – Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran dalam bentuk kas selama periode waktu tertentu sama dengan konsep waktu pada Laporan Laba Rugi. Dalam bentuk yang paling sederhana, laporan arus kas hanya menunjukkan sumber kas utama perusahaan dan cara perusahaan menggunakan uang tunai itu. Perubahan-perubahan ini disajikan dengan cara merekonsiliasi perubahan kas dari awal sampai akhir periode akuntansi. Laporan Arus Kas disajikan dalam tiga kategori: (1) arus kas dari aktivitas operasi; (2) arus kas dari aktivitas investasi; dan (3) arus kas dari aktivitas pendanaan. Di ujung bawah laporan, perubahan bersih kas disajikan dalam angka rekonsiliasi untuk menunjukan saldo kas bersih antara saldo awal dengan akhir—baik itu dalam keadaan meningkat maupun menurun. Empat laporan keuangan ini berasal dari transaksi dasar yang sama dan pengukuran keuangan yang sama. Keempatnya diperlukan oleh pembaca laporan keuangan untuk mendapatkan pemahaman lengkap, sebisa mungkin melalui media laporan keuangan.

Mencoba untuk menunjukkan hubungan dari empat laporan keuangan ini, dalam ilustrasi tunggal adalah pekerjaan yang mustahil. Tetapi untuk referensi ringkas, saya mencoba manyajikannya dalam grafik tunggal (mudahmudahan bermanfaat) khusus beberapa hubungan penting yang mendasari empat laporan keuangan: neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal (ekuitas pemegang saham), dan pernyataan arus kas:

Kedelapan hubungan diidentifikasi oleh nomor dalam tanda kurung: (1) Pendapatan dan biaya, yang disajikan dalam laporan laba rugi, mengakibatkan perubahan dalam aktiva dan kewajiban dalam neraca. (2) Laba bersih mengalir ke dalam laporan perubahan modal (ekuitas pemegang saham) dan merupakan determinan penting dari saldo akhir periode laba ditahan. (3) Saldo akhir akun modal (ekuitas) memberikan kontribusi dalam laporan ekuitas sesuai dengan jumlah yang sama di pemegang saham bagian ekuitas pada neraca. (4) Saldo akhir dari laba ditahan dalam laporan ekuitas sesuai dengan saldo laba ditahan pada pemegang saham ‘bagian ekuitas pada neraca.

(5) Saldo akhir kas dalam laporan arus kas sesuai dengan jumlah uang tunai disajikan di neraca. (6) Arus kas dari aktivitas operasi dalam laporan arus kas mencerminkan efek kas dari transaksi-transaksi termasuk dalam penentuan laba bersih. Rekonsiliasi laba bersih dan arus kas bersih dari aktivitas operasi disajikan sebagai bagian dari laporan arus kas. (7) Aktivitas investasi dalam laporan arus kas mencerminkan arus kas positif dan negatif dari perubahan dalam aset yang berakhir saldo termasuk dalam neraca. (8) Pembiayaan kegiatan dalam laporan arus kas mencerminkan arus kas positif dan negatif dari hutang dan ekuitas transaksi pembiayaan. Akhir-dari periode saldo utang dan ekuitas disajikan dalam neraca.

Add a comment

Related presentations

Related pages

Analisis Rasio Laporan Keuangan - scribd.com

MANAJEMEN KEUANGAN. LAPORAN KEUANGAN POKOK, ANALISIS ... masing pos yang terdapat di dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio posisi keuangan ...
Read more

Analisis laporan keuangan (Bentuk Laporan Keuangan ...

Bentuk laporan keuangan Laporan Keuangan adalah informasi keuangan yang disajikan dan disiapkan oleh manajemen dari suatu perusahaan kepada pihak internal ...
Read more

4. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN - scribd.com

Analisis laporan keuangan merupakan analisis mengenai ... Rasio Keuangan merupakan penulisan ulang data akuntansi ke dalam bentuk perbandingan dalam rangka ...
Read more

Analisis Laporan Keuangan - ml.scribd.com

analisis laporan keuangan perbankan by bpusparini in Types > School Work and analisis laporan keuangan perbankan. ... (Laporan bentuk awam) : ...
Read more

Analisis Laporan Keuangan: Analisis Laporan Keuangan

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (ALK). Gambaran Umum Analisis ini membahas mengenai cara membuat analisis laporan keuangan . Manfaat Setelah selesai ...
Read more

Analisis+laporan+Keuangan - pt.scribd.com

Distorsi ini muncul dalam setidaknya tiga bentuk. Analisis akuntansi meliputi ... Analisis Laporan Keuangan Komparatif Analisis ini dilakukan ...
Read more

Analisis Laporan Keuangan (Bentuk bentuk laporan keuangan)

Analisis laporan keuangan dalam bentuk rasio untuk mengukur kinerja perusahaan Management Keuangan
Read more

Analisa Laporan Keuangan | Kuliah Akuntansi

... persediaan, modal manusia(karyawan& manajer), system informasi) dan aktiva keuangan dalam bentuk efek ... Analisis laporan keuangan memerlukan ...
Read more