Adidas in 2008 - Case Study

50 %
50 %
Information about Adidas in 2008 - Case Study
Education

Published on February 24, 2014

Author: EscaLuine

Source: slideshare.net

Description

Group Case Study

CASE STUDY ANALYSIS ADIDAS 2008 HAS CORPORATE RESTRUCTURING INCREASED SHAREHOLDER VALUE? STRATEGIC MANAGEMENT IN BUSINESS GROUP MEMBER: CARTER BING MARIA ELISHA HAMDI NIKKO CLASS MB1 YOUNG PROFESSIONAL - BUSINESS MANAGEMENT 2012

Has Corporate Restructuring Increased Shareholder Value? Diawali oleh sejarah perusahaan… Berawal dari dua Dassler bersaudara yang bergabung membuat perusahaan sepatu olahraga bernama “Gebruder Dassler Schuhfabrik” (Dassler Brothers Shoe Factory) pada tahun 1924. Adolph “Adi” Dassler dan Rudolph “Rudi” Dassler, membuat begitu banyak inovasi untuk desain sepatu atletik, yang hingga kini telah menjadi fitur standar dalam sepatu atletik. Tidak kalah menarik, mereka juga berinovasi dalam strategi pemasaran dengan memberikan sepatu mereka untuk dipakai oleh para atlit Jerman dalam Olympic Games. Pada tahun 1937, perusahaan ini telah membuat 30 jenis sepatu untuk para atlit di 11 bidang olahraga. Diferensiasi pada produk yang mereka desain adalah adanya dua strip (garis) pada setiap sisi sepatu, sebagai penanda brand mereka. Sampai pada Perang Dunia II, dimana produksi sepatu olahraga dihentikan dan beralih memproduksi sepatu boot untuk angkatan bersenjata Nazi Germany. Rudi ditunjuk menjadi angkatan bersenjata Jerman dan ditangkap selama beberapa waktu. Pada tahun 1947, setelah Rudi dilepaskan dan pulang, Dassler bersaudara kembali memproduksi sepatu atlit. Namun pada tahun 1948, perseteruan pahit diantara kedua bersaudara tersebut menyebabkan perusahaan bubar. Rudi pindah dan mendirikan perusahaan sepatunya sendiri, Puma fabrik Rudoph Dassler, sedangkan Adi, mengubah nama perusahaannya menjadi “Adidas”. Persaingan antara keduanya sangat ketat dan aura permusuhan sangat kental. Dengan nama baru ini, diferensiasi desain tidak lagi dua strip namun tiga strip, yang mana oleh Adi didaftarkan sebagai trademark pada tahun 1949. Inovasi Adi Dassler juga terus berlanjut. Inovasi-inovasi The Innovation continues... tersebut membawa Adidas menjadi •1949 - Molded Rubber Cleats salah satu brand terfavorit diantara •1952 - Track Shoes with Screw-in Spikes para pengguna sepatu atletik, dengan •1954 - Screw-in studs concept for soccer 75% atlit pengguna pada kompetisi shoes Olympic Games tahun 1960. Tidak puas dengan hanya berinovasi, perusahaan juga mulai memproduksi bola sepak dan pakaian atlit, dengan logo Adidas “three-lobed trefoil”. Kedua produk tersebut menjadi produk populer dikalangan remaja pada tahun 1970-an. Didukung pula dengan munculnya jogging sebagai aktivitas rekreasi yang semakin popular, Adidas menjadi merk terkemuka dari mereka yang menjadi penggemar jogging di U.S. Sepeninggal Adi pada tahun 1978 - yang digantikan oleh putranya, Horst Dassler market share semakin menurun oleh pesaing barunya, Nike. Melihat Adidas dan Puma saling fokus pada perusahaan lawan masing-masing, Nike melaju ke depan lawannya dengan meluncurkan model baru dengan berbagai warna pilihan, ditambah adanya kontrak dari tokoh olahraga terkenal sebagai endorsement, salah satunya ialah Michael Jordan.

Meninggalnya Hoest Dassler yang tidak diduga-duga pada tahun 1987, mengakibatkan Nike menjadi pemimpin pasar sepatu atletik di U.S., dengan penjualan per tahun melebihi $1 milyar. Sementara Nike melejit ke atas, tidak begitu dengan Adidas, tanpa adanya inovasi, kualitas, dan arah yang jelas, perusahaan semakin memburuk, hingga pada tahun 1990, Adidas menempati posisi ke-8 di pasar sepatu atletik U.S. dan hanya memiliki 2% dari market share. Setelah Hoest Dassler meninggal, terjadi beberapa perubahan dalam manajemen dan kepemimpinan - saham mayoritas di perusahaan diakuisisi oleh sekelompok investor yang dipimpin oleh Marketing Executive dari Perancis, Robert Louis-Dreyfus. Ia mengubah perusahaan secara drastis dengan memotong biaya, meningkatkan style, meluncurkan model baru, dan melakukan kontrak dengan atlit-atlit popular seperti Kobe Bryant, Anna Kournikova, dan David Beckham sebagai endorsement. Pada akhir 1994, Adidas telah meningkatkan penjualan sebesar 75% dari tahun sebelumnya dan menjadi penjual sepatu atlit ketiga terbesar di U.S., hanya tertinggal oleh Nike dan Reebok. Adidas berakuisisi dengan Salomon SA… Walaupun menempati urutan ketiga terbesar di U.S., namun hasil penjualan sangatsangat jauh dari pesaingnya, Nike. Penjualan Nike di tahun 1997 sebesar $9.2 milyar, tiga kali lebih besar daripada penjualan Adidas. Mencoba meningkatkan penjualannya dan bersaing dengan Nike, Adidas melakukan merger sebesar €1.5 milyar dengan Salomon SA, pabrik peralatan olahraga dari Perancis. Dengan merger ini, Adidas melakukan diversifikasi dari hanya sepatu dan pakaian, bertambah dengan peralatan ski, klub golf, komponen sepeda, dan pakaian olahraga musim dingin. Ski equipment Bicycle components Footwear + apparel Golf equipment Snowboard apparel Skateboard apparel Akuisisi ini membuahkan hasil dengan meningkatnya posisi Adidas menjadi nomor dua terbesar dalam industri peralatan olahraga dengan jumlah penjualan meningkat mencapai €5.1 milyar di tahun 1998. Walaupun begitu, saham Adidas jatuh setelah akuisisi diberitakan. Investor merasa bahwa Adidas tidak piawai dalam bidang pembuatan peralatan olahraga, dan akuisisi ini justru akan memberikan kesulitan bagi

Adidas. Terbukti, pada awal 9 bulan pembukuan tahun 1998, Adidas-Salomon mengalami kerugian sebesar $164 juta. Dengan saham yang semakin anjlok pada tahun 1999, Louis Dreyfus akhirnya mengundurkan diri dari Adidas-Salomon pada tahun 2000, dan digantikan oleh Herbert Hainer, pimpinan pemasaran untuk kawasan Eropa dan Asia. Dibawah kepemimpinannya, perusahaan memotong biaya, memperkenalkan produk pakaian dan sepatu baru, meningkatkan iklan perusahaan, menandatangani kontrak dengan beberapa atlit tambahan untuk endorsement, dan membuka ritel-ritel baru sebagai perpanjangan dari toko perusahaan. Adidas’s Broad Restructuring Plan… Merger antara Adidas dengan Salomo AS terbukti tidak dapat meningkatkan penjualan perusahaan dan harga saham semakin menurun. Sehingga pada tahun 2005 dan 2006, Adidas mengambil dua langkah besar dalam akuisisinya dengan perusahaan lain. YEAR 2005 Mengurangi Unit Bisnis Salomon Oktober 2005, perusahaan melepas seluruh merk dari peralatan olahraga musim dingin dan Mavic kepada Amer Sports Corporation, sehingga dari akuisisi 1998 sebelumnya hanya tersisa TaylorMade Golf. Adidas mengubah nama perusahaannya menjadi adidas AG. Akuisisi Reebok International Ltd. Agustus 2006, adidas mengakuisisi Reebok International Ltd. sebesar €3,1 milyar. Restrukturisasi ini akan membuat fokus perusahaan kembali ke lini bisnis utamanya yakni sepatu dan pakaian. Dengan akuisisi ini, penjualan perusahaan terus meningkat dan pada tahun 2006 penjualan mencapai €10,1 milyar. YEAR 2006 Strategi akuisisi ini telah mendorong adidas dan Reebok, masing-masing memposisikan brand mereka. "Technologically superior shoe designed for serious athlete" "Leisure shoe that would sell at middle price points" BRANDS’ POSITION

Walaupun penjualan setelah akuisisi Reebok meningkat, namun banyak pihak yang meragukan kemampuan duo ini untuk mengalahkan Nike sebagai perusahaan “sporting goods” terbesar di dunia. Strategi di tahun 2008… Pada tahun 2008, bisnis adidas terbagi menjadi 3 merk utama: adidas, Reebok, dan TaylorMade Golf. Strategi ke depannya adalah menciptakan produk inovasi dan diferensiasi bagi masing-masing segmen, memperluas ruang controlled retail dan mencapai efisiensi dalam proses dan aktifitas supply chain secara keseluruhan. Inovasi-Differensasi Controlled Retail Space •Menciptakan citra tersendiri untuk adidas dengan menampilkan atlit yang berkompetisi di pertandingan musim dingin, atletik, sepakbola, basket, tenis, dan golf •Bekerjasama dengan acara-acara olahraga besar di seluruh dunia •Melengkapi ritel-ritelnya dengan layanan konsumen yang unggul, seperti on- time deliveries. •pemahaman fitur produk •POS experience •mono-branded retail stores •lokasi "shop-in-shop" •toko factory outlet •toko pakaian tim di stadion ato arena Efisiensi dalam supply chain •95% produksi outsource •World Class Supply Chain (koordinasi, kecepatan, d an low cost) •pengurangan jumlah supplier memudahkan kontrol terhadap pemesanan •mempercepat putaran waktu dari desain produk ke pasar Sales Adidas Footwear & Apparel …..  Kategori  Sport Performance: running, soccer, basketball, general traning  Sport Style: athletic apparel Sport Style 20% Sport Perfor mance 80%  Inovasi  AdiSTAR cushion system for running shoes  TECHFIT athletic apparel design, yang berguna untuk meningkatkan aliran darah selama beraktifitas

Adidas Footwear & Apparel …..  Dukungan dan sponsor:  Para atlit secara pribadi: Kevin Garnett, Dwight Howard, Tracy McGrady, David Beckham, Lionel Messi, dll.  Liga: liga dan klub sepakbola, dll  Menjadi sponsor resmi dari German national women’s team dan tim liga sepakbola UEFA.  Partner resmi Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012.  Sport Style Group  Marjin laba tinggi karena biaya R&D tidak besar  Terbagi 2 segmen: adidas Originals dan Y-3 adidas Originals untuk para hip-hop, surfer/skater, termasuk warm-up suit, T-shirt dan versi terbaru dari classic adidas court shoes. adidas Y-3 koleksi busana siap pakai, dikembangkan dalam kolaborasi dengan desainer Yohji Yamamoto. Reebok …..  Reebok International brand:  Reebok athletic footwear & apparel  Rbk & CCM hockey skates, uniforms, and gear  Rockport men’s shoes  Greg Norman golf apparel  Keempatnya diakuisisi oleh adidas pada tahun 2006, namun setelah proses akuisisi selesai, adidas melepas Greg Norman.  Memiliki pengikut setia di kalangan perempuan yang ikut serta dalam latihan fitnes, berjalan-jalan, dan aerobik.  Dukungan dan Sponsor:  Atlit pria: Peyton & Eli Manning, Allen Iverson, Yao Ming, David Ortiz, Vince Young.  Official outfitter untuk Liga Sepakbola Nasional, apparel partner dengan Major League Baseball

Reebok …..  Reebok CCM Hockey States  Rekanan dengan National Hockey League, the American Hockey League, the Canadian Hockey League  CCM memposisikan diri sebagai premium skate brand dan Rbk memposisikan diri sebagai general hockey equipment & apparel brand.  Rockport  Meningkatkan penjualan di luar Amerika Utara, seperti Asia, Eropa, dan Amerika Latin.  Memperluas jaringan distribusi dan retail bagi Reebok, termasuk mendistribusikan keluar Amerika, seperti Russia dan China. TaylorMade-adidas Golf …..  Pada tahun 2000-2007, industri perlengkapan golf mengalami penurunan, yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti:  Berkurangnya pemain golf di U.S. dari tahun 1998 sampai 2007  Adanya aturan dari pemerintah (USGA) dan (R&A) yang membatasi inovasi teknologi dalam peralatan golf yang dipercaya dapat mengancam permainan tersebut.  Inovasi:  (2008) r7 driver  Dukungan dan sponsor:  Kontrak dengan PGA Tour dan tur profesional lainnya (70 pemain golf)  Kontrak dukungan dari pemain golf terkenal seperti: Sergio Garcia, Natalie Gulbis, Paula Creamer, dan Retief Goosen.  Kompensasi bagi staff tur untuk menggunakan bola golf TaylorMade, TP Red atau TP Black selama turnamen.  Kontrak terbatas dengan 40 pemain golf lainnya.  Meningkatkan penjualan produk di Asia. Berlanjut ke 2009… Melihat kemajuan di tahun 2008, dengan penjualan meningkat sebesar 12%, diperkirakan bahwa strategi diatas telah membawa peningkatan finansial yang cukup berarti bagi adidas AG. Dengan peningkatan penjualan yang cukup tinggi di China, membawa China menjadi pasar terbesar kedua bagi perusahaan setelah Eropa.

Adidas AG melakukan satu akuisisi lagi dengan Ashworth Inc, untuk mendukung TaylorMade Golf dalam mengembangkan produk pakaian golf mereka. Sebagian besar peningkatan memang terjadi apabila dibandingkan dengan sebelum dilakukannya akuisisi dengan Reebok International Ltd., namun satu yang perlu diperhatikan dan dicermati adalah turunnya market share Adidas di Amerika Utara dalam pasar sepatu atletik, oleh Nike. “Our goal as a Group is to lead the sporting goods industry with brands built upon a passion for sports and a sporting lifestyle. To anticipate and respond to our customers' needs, we continuously strive to create a culture of innovation. By harnessing this culture, we push the boundaries of products, services and processes to strengthen our competitiveness and maximize the Group’s operational and financial performance. This, in turn, will drive long-term value creation for our shareholders.” ANALISA SWOT… 1. Strenghts  Adidas memiliki brand recognition dan brand equity yang sangat baik secara mendunia.  Memiliki jaringan luas yang terdiri dari 1.003 retailers. 288 factory outlets dan 142 concept stores di Amerika Serikat.  Adidas mengakuisisi Reebok seharga € 3.1 billion dan Taylor Made Golf yang akhirnya menaikan total keuntungan serta memperluas market share dari Adidas.  Tetap mampu terus menghasilkan satu produk andalan per tahun, untuk menjaga tingkat eksklusifitas produk Adidas.  Melakukan promosi yang intensif, dengan secara berkala menjadi sponsor pada acara-acara olahraga.  Mengakomodir 2 segmen pasar (menengah dan atas) dengan merek Reebok dan Adidas.  Membuat segmen baru dengan produk streetwear, yang diperuntukkan bagi konsumen yang sporty namun bukan seorang atlit yang mana menyumbang 20% dari keseluruhan profit dari Adidas.  Berkembang pesat, hingga 50% per tahun di pasar eropa timur dan asia.  Memiliki efisiensi yang baik dengan menerapkan outsourcing yang berpusat di Asia.  Memiliki endorser yang baik dalam setiap cabang olahraga (Anna Kournikova, Alen Iverson, David Beckham, Kevin Garnet, Lionel Messi, Natalie Gulbis,Sergio Garcia, dan Yao Ming)

2. Weakness  Atas dampak banyaknya akuisisi, terjadi kesulitan integrasi manajemen perusahaan.  Mengalami tingkat kerugian yang sangat besar atas divestasi dari Salomon SA. 3. Opportunity  Akuisisi Reebok membuka chance untuk masuk lebih dalam pada pasar sepatu untuk wanita.  Semakin banyak event olahraga membuat semakin banyaknya atlit yang dapat didorong (endorsement) untuk menggunakan produk Adidas, selain masyarakat umum –non atlit- yang menyukai olahraga juga semakin banyak (increase in market demand).  Adanya kerjasama antara penyedia teknologi seperti Apple dengan Nike (lifestyle fitness), membuka peluang untuk inovasi baru terhadap produk dari Adidas untuk lebih berkembang dan menguatkan positioning –Adidas : "Technologically superior shoe designed for serious athlete" 4. Threats  Mendapat perlawanan ketat dari Nike dalam bidang footwear  Proses akuisisi Adidas dan Reebok yang belum sempurna.  Turunnya peminat dan popularitas dari olahraga Golf di Amerika  Peraturan baru untuk membatasi inovasi teknologi dalam olahraga Golf oleh United States Golf Association (USGA)  Munculnya new entrants yang berpotensi untuk meng-erode brand Adidas. ANALISA FIVE PORTERs… 1. Potential Entrants : MODERATE to HIGH Persaingan dalam industri ini menjadi semakin ketat, salah satunya dikarenakan banyaknya manufaktur lain yang merambah jenis produk sepatu baru, yang akhirnya menjadi persaingan seluruh lini, selain itu, munculnya negara China sebagai emerging economic & manufacture yang dapat memproduksi barang yang murah dan mirip dengan produk Adidas yang sedang trend menjadi tantangan sendiri. Industri sportwears menjadi lebih mudah karena hampir semua proses dalam pembuatannya dilakukan oleh pihak ketiga atau outsources. Dalam hal ini, new entrants dapat dengan mudah mencari pabrik yang kompeten yang dapat membuat produk yang setara kualitasnya dengan produk ternama dengan desain yang mungkin lebih inovatif. Selain itu, outsource memberikan kemudahan kepada new entrants karena mereka tidak perlu modal yang besar untuk membangun pabrik karena proses manufaktur sudah dilakukan oleh pihak ketiga.

2. Buyers : HIGH Dikarenakan jumlah volume dan jenis model sepatu yang semakin banyak membuat konsumen memiliki banyak sekali pilihan produk yang hadir di depan mereka, ini membuat konsumen lebih mudah untuk berganti merk, selain itu perbedaan kualitas sepatu yang satu dengan yang lain semakin sulit dibedakan. Namun ada peluang baru dimana naiknya jumlah kaum hawa yang membeli produk sepatu ini. 3. Substitutes : MODERATE Jika dilihat dari sisi kebutuhan para atlit, maka tidak ada produk substitusi lainnya (footwear yang mereka gunakan adalah khusus untuk atlit, no substitute), namun ketika dilihat dari sudut pandang non-atlit atau sebagai fashion trend, muncul substitusi seperti sandal dan aksesoris lain semacamnya. 4. Suppliers : LOW Adidas dan Reebok sebagai merk global tentu saja memiliki daya tawar yang sangat baik kepada pihak supplier, dimana mereka memproduksi sepatu dalam jumlah yang amat besar dan ini berarti ada tingkat economic of scale yang baik pula. Selain itu, persaingan antara manufaktur sendiri –sebagai pihak outsource- dalam mengefisiensikan cost-nya menjadikan bargaining power mereka rendah. 5. Competitive Rivalry : HIGH Nike sebagai pemimpin pasar merupakan saingan terdekat dan terkuat dari Adidas, dimana persaingan dalam penjualan produk diantara dua manufaktur raksasa dunia ini sangatlah ketat, jadi hal ini tidak bisa dilihat dari jumlah pesaing, namun dari seberapa intensnya persaingan yang muncul. Selain itu Adidas juga menghadapi tekanan yang sama besarnya dari pesaing kecil lainnya dalam jumlah banyak. Menyimpulkan analisa Five Porters diatas, persaingan di industri cenderung tinggi, sehingga para pemain di industri ini harus memiliki strategi yang tepat untuk mempertahankan pangsa pasar atau justru menambah pangsa pasar. Salah satu yang dilakukan adidas untuk menambah pangsa pasarnya dan meningkatkan nilai sahamnya, adalah dengan melakukan akuisisi. Akuisisi harus memperhatikan apakah akuisisi tersebut mengarah pada strategic fit atau tidak, jika tidak, sebaiknya akusisi tidak dilakukan. Caranya adalah dengan melakukan three test analsis oleh Michael Porter. THREE TEST FOR DIVERSIFICATION Jadi, apa penyebab utama dari kerugian yang dialami oleh Adidas? Penyebab utama kerugian dari yang dialami oleh Adidas dikarenakan kegagalan ketika perusahaan mengakuisisi Solomon SA. Dengan menggunakan tools: three test for diversification, dapat diungkap beberapa hal sebagai penyebab kegagalan tersebut:

 The industry attractiveness test Pada saat adidas mengakuisisi Salomon SA, industri winter sports sedang mengalami penurunan dan biaya yang dikeluarkan adidas untuk mengakuisisi Salomon SA cukup besar. Ukuran bisnis dan kinerja Salomon dirasa oleh investor tidak sebanding dengan biaya akuisisi yang harus dikeluarkan adidas, sehingga investor merasa enggan berinvestasi. Akibatnya harga saham adidas menjadi turun.  The cost-of-entry test Biaya akuisisi yang tinggi tersebut berdampak pada turunnya profit perusahaan sehingga tingkat ROI (Return on Investment) menjadi rendah, terutama karena pendapatan setelah dilakukannya akuisisi tidak mengalami peningkatan yang siginifikan.  The better-off-test Bisnis Salomon memiliki nature yang berbeda dengan Adidas. Adidas memfokuskan produk sepatu dan pakaiannya dalam hal inovasi, desain, dan membangun brand image produk mereka serta memasarkannya. Namun tidak begitu dengan Salomon, yang mana memproduksi perlengkapan olahraga, seperti ski, golf, sepeda, dan olahraga musim dingin. Akibatnya, diversifikasi ini tidak memberikan peluang bagi perusahaan untuk melakukan strategic fit. Penggabungan ini tidak lebih menguntungkan kedua-belah pihak. Terlebih lagi, Adidas tidak memiliki keahlian dan pengalaman dalam menangani industri winter sport, sehingga adidas tidak dapat meningkatkan atau memperbaiki core business dari Salomon. Analisa Perkembangan Finansial… Akuisisi yang dilakukan oleh adidas untuk bergabung dengan Salomon AS bertujuan untuk mengalahkan Nike dalam industri perlengkapan olahraga (sporting goods) dan menjadi yang teratas. Tahun 1997, pendapatan Nike mencapai $9.2 milyar, angka yang cukup besar bagi adidas untuk mengejar ketinggalan, dimana pada tahun yang sama pendapatan adidas sepertiga dari Nike. Terlebih lagi, setelah kemunculannya di tahun 1972, Nike berkembang begitu cepat melampaui para pesaing di industrinya. Dengan tujuan itulah, tahun 1998, adidas mengakuisisi Salomon SA. Namun perkembangan finansial di tahun 1998 sampai 2004 tidak mengalami peningkatan yang siginifikan untuk mengejar sang pemimpin industri. Harga saham adidas AG pun tidak meningkat terutama pada sampai pada tahun 2002, cenderung menurun, dan berada di bawah harga saham DAX.

12,000 10,000 856 8,000 2,473 6,000 4,000 2,000 263 487 327 587 441 703 545 714 707 684 637 658 633 653 804 Taylor Madeadidas Golf 2,333 Salomon 709 5,861 5,105 4,950 5,174 4,316 4,427 4,672 4,825 Reebok 6,626 7,133 Adidas 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 1999 Adidas Reebok Salomon TaylorMade 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2,57% 20,53% 24,33% 5,53% 19,76% 34,86% 3,27% 1,56% 23,58% 5,80% -4,20% 29,72% -3,04% -3,80% -9,90% 4,53% -0,76% -0,63% 13,28% 12,01% 13,05% 20,73% 7,65% -5,66% -6,07% Melihat kondisi itu, pada tahun 2005 adidas memutuskan untuk melepaskan bisnis unit Salomon, kecuali TaylorMade Golf. Akuisisi kedua dilakukan dengan menggandeng Reebok International Ltd. Akuisisi kedua ini merupakan perubahan besar untuk adidas AG, pendapatan adidas sendiri meningkat cukup tinggi, didukung dengan pendapatan dari Reebok dan TaylorMade Golf dari akuisisi sebelumnya. Pada 6 bulan pertama di 2008. Pendapatan perusahaan tumbuh sebesar 12% (adidas 16%, TaylorMade Golf 16%, dan Reebok -2%). Harga saham juga melonjak cukup signifikan hingga tahun 2008 dan cukup tinggi melampaui harga saham DAX. Jadi, apakah restrukturisasi perusahaan dapat meningkatkan nilai shareholder? POTENSI BAGI PENINGKATAN DAN KEUNTUNGAN YANG TINGGI DENGAN MENGAKUISISI REEBOK Pendapatan penjualan meningkat Kinerja keuangan membaik Nilai saham terus meningkat dan berada di atas nilai saham DAX Jaringan distribusi makin meluas dan makin kuat (merambah ke benua lain)  Peningkatan inovasi produk  Menambah dan memperluas target market, khususnya untuk perempuan  Meningkatkan dan mempertajam brand positioning bagi masingmasing unit bisnis    

Mengapa Salomon gagal dan Reebok berhasil? Akuisisi yang dilakukan oleh adidas dengan Salomon memang mengalami kegagalan, karena sejumlah hal yang telah diungkap sebelumnya. Namun berbeda dengan Reebok, akuisisi Reebok membawa peningkatan pendapatan, terlebih lagi peningkatan nilai saham yang cukup signifikan. Penyebab keberhasilan tersebut, dapat dikatakan seperti berikut: “Reebok memiliki core bisnis yang sama dengan adidas, sehingga adidas sebagai parent company dapat melakukan perbaikan terhadap kinerja yang kurang baik dari Reebok dan sebaliknya reebok dapat bersinergi dengan adidas untuk mendapatkan economic of scale misalnya dengan menurunkan cost setelah terjadi akusisi.” The Inner and Outer 4Ps Four Inner P Product Core: Basketball Golf Football Running Training Tennis Women Outdoor Others: Bodycare Eyewear Watches Place Price Premium: Adidas Sports Performance Taylor's Made Golf Equipment Implementing World Class SCM by outsource 95% of its production phase Mid Range: Reebok Adidas Sports Style Penetrate to US and emerging markets Promotion Mass media Television and Internet Sponsorship of sport event Inner 4Ps ini akan lebih kuat apabila didukung oleh Outer 4Ps, sebagai berikut: Four Outer P People Understand of product's feature Rewarding point of sales experience Work Environment : stimulates innovation team spirit strong leadership employee engagement Partnership Major sporting events Notable athletes partnership Process Innovation of product per year in every business unit Following a distinctive but coordinated channel approach. Shared information of supply chain nodes. Shorten creation and product lead times Physical Evidence Store: 1.003 retailers 288 factory outlets 142 concept stores

COMPETITIVE STRATEGY… Jadi, mengapa diferensiasi?  Adidas memiliki kaitan yang erat dengan olahraga sepakbola, olahraga ini membutuhkan inovasi yang terus menerus untuk dapat meningkatnya performa dari atlit sepakbola.  Nike sebagai market leader mengutamakan style dan teknologi merupakan produk dengan harga premium. Artinya, dalam industry sportswear, differensiasi adalah hal yang penting dilakukan untuk masuk ke dalam pasar karena perkembangan teknologi yang sangat pesat dan kebutuhan model yang cepat lifecycle-nya.  Emerging market yang mempunyai sales growth yang besar menjadi opportunites bagi adidas untuk penetrasi pasar. Dengan mengutamakan prinsip think globally, act locally, adidas dapat melakukan differensiasi untuk lebih mendekatkan adidas ke konsumen local.  Nike telah menjadi market leader sportswear di U.S. dalam jangka waktu yang lama sehingga brand equity akan produk Nike di sana sudah terbentuk dengan baik. Adidas harus hadir dengan strategi differensiasi yang lebih baik melalui inovasi dan perbaikan style yang dimiliki oleh mereka untuk meng-“erosi” Nike secara perlahan hingga dapat mengambil lebih banyak pangsa pasar di U.S. Dengan strategi diferensiasi ini, adidas diharapkan terus melebarkan sayapnya keluar, serta memenangkan pangsa pasar dunia, terutama di US dan emerging market seperti Russia dan China. ----FIN----

Add a comment

Comments

air jordan 13 retro | 29/01/15
air jordan 13 retro
burberry sale | 30/01/15
[URL=http://www.thenorthfaceoutlet-site.com]the north face outlet[/URL] [URL=http://www.coach-factory--outlet.name]coach factory outlet[/URL] [URL=http://www.redbottom--shoes.net]red bottom[/URL] [URL=http://www.coach-store.net]coach store[/URL] [URL=http://www.guccioutlet--online.com]gucci outlet[/URL] [URL=http://www.coachfactoryoutlet.net.co]coach factory online[/URL] [URL=http://www.guccioutletonline.us]gucci outlet online[/URL] [URL=http://www.uggboots-onsale70off.com]ugg boots on sale 70% off[/URL] [URL=http://www.guccibelts-outlet.com]gucci belt[/URL] [URL=http://www.coachfactory--outlet.net]coach factory outlet[/URL] [URL=http://www.coachfactory-outlet.eu.com]coach handbags[/URL] [URL=http://www.coachoutletonline.co.com]coach outlet online[/URL] [URL=http://www.uggbootsclearance.eu.com]ugg boots[/URL] [URL=http://www.michaelkorsoutlethandbags-inc.com]michael kors outlet[/URL] [URL=http://www.cheap-louisvuitton-bags.com]louis vuitton handbags[/URL] [URL=http://www.airjordan-14.us]jordan 14[/URL] [URL=http://www.outletmichaelkorsonline.us]outlet michael kors online[/URL] [URL=http://www.louisvuittonoutlet.co.com]louis vuitton purses[/URL] [URL=http://www.uggfactory-outletonline.com]ugg factory outlet online[/URL] [URL=http://www.canadagoosejacketsoutlet.us]canada goose outlet[/URL] [URL=http://www.uggbootsonsale-outlet.com]ugg boots outlet[/URL] [URL=http://www.northfacesale.eu.com]north face sale[/URL] [URL=http://www.timberlandshoes-outlet.com]timberland outlet[/URL] [URL=http://www.uggslipperswomens.com]ugg slippers[/URL] [URL=http://www.nike-air--max.com]nike air max[/URL] [URL=http://www.louisvuittonoutlethandbagsinc.com]louis vuitton outlet[/URL] [URL=http://www.coachoutletonlinefactory.us]coach outlet online[/URL] [URL=http://www.burberryscarfoutlet.net]burberry outlet[/URL] [URL=http://www.ferragamo--shoes.com]ferragamo shoes[/URL] [URL=http://www.uggboots-clearancesite.com]ugg boots[/URL] [URL=http://www.canadagoosecoatsoutlet.com]canada goose outlet[/URL] [URL=http://www.northfacefactoryoutlet.us]north face factory outlet[/URL] %

Related presentations

Related pages

Case Study 18 Adidas In 2008 Free Essays - Paper Camp

Case Study: Whole Foods Market 2008 Case Study Whole Foods Market in 2008: Vision, Core Values ... Leigh Clayton Document Version: Case Study ...
Read more

MMA Case Study: Adidas Euro 2008 - Mobile Marketing

Adidas wanted to engage supporters in the Euro 2008 Football Championship. The tournament began on 7 June and concluded with the final in Vienna on 29 June ...
Read more

freestyle: Case study_Adidas - blogspot.com

1. What is Adidas’ position in the athletic shoe market? How the brand seem to be doing in this market? In the beginning, Adidas was an important ...
Read more

MNC: Case Study adidas - Deutsche Telekom

Adidas Case Study An insight into mobile communications. The adidas group, a leading company in the sporting goods industry worldwide, ...
Read more

Adidas Case Study Free Essays - PaperCamp.com - term ...

... An Adidas Case Study 2.0 BACKGROUND & JUSTIFICATION Research into the world of celebrity ... Case: Adidas Current Situation * In 2008, ...
Read more

Fab 6: E-Marketing Case Study #2 (Adidas) -- Question 4

4. How important a role should MMC play in Adidas’ overall brand communications strategy? Is MMC just a novel approach to marketing communications and a ...
Read more

adidas Case Study: The Full Value of Mobile - YouTube

adidas worked with its agency iProspect to ... adidas Case Study: The Full Value of Mobile ... CIMA Management Case Study Pre-seen ...
Read more

CASE 18 Shareholder Value? Adidas in 2008: Has Corporate ...

... Has Corporate Restructuring Increased ... CASE ASSIGNMENT QUESTIONS 1. What is adidas ... of adidas’ line-up of businesses in 2008?
Read more