Abortus

40 %
60 %
Information about Abortus
Health & Medicine

Published on March 11, 2014

Author: Mayah_m4y

Source: slideshare.net

ABORTUS By Kelompok 2

Definisi Pengakhiran kehamilan sebelum masa gestasi 28 minggu atau sebelum janin mencapai berat 1.000 gram (ensiklopedia indonesia) pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh (Kapita Seleksi Kedokteran, Edisi 3, halaman 260)

Klasifikasi A. Berdasrkan penyebabnya 1. Abortus spontan terjadi dengan sendirinya dan tanpa disengaja 2. Abortus provokatus (induksi abortus) abortus yang disengaja tanpa indikasi medis, baik dengan memakai obat- obatan maupun dengan alat-alat

Cont”””””” B. Berdasarkan legalitas 1. Abortus medisinalis (abortus therapeutica) dengan indikasi medis, perlu persetujuan 2-3 dokter ahli 2. Abortus kriminalis tindakan melanggar hukum dan tidak berdasrkan indikasi medis

• C. Berdasarkan gambaran klinis

1. Abortus membakat (imminens) - Tingkat permulaan - Trerjadi perdarahan pervaginam - Ostium uteri masih tertutup - Hasil konsepsi masih baik dalam kandungan Keluarnya fetus masih bisa di cegah dengan memberikan obat-obat hormonal dan antispasmodika serta istirahat

2. Abortus insipiens abortus yang sedang berlangsung dan mengancam dimana serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka, ketuban yang teraba akan tetapi hasil konsepsi masih dalam kavum uteri, kehamilan tidak dapat dipertahankan lagi. Terapi seperti abortus inkomplit

3. Abortus inkomplit (keguguran yang tersisa) - Sebagian hasil konsepsi di keluarkan dan sebagin tersisa di dalam - Yang tertinggal adalah desidua atau plasenta

4. Abortus komplit •seluruh hasil konsepsi telah keluar (desidua atau fetus), sehingga rongga rahim kosong

5. Abortus habitualis (keguguran berulang) • Terjadi abortus 3 kali berturut-turut atau lebih Menurut HERTIG abortus spontan terjadi dalam 10 5dari kehamilan dan abortus habitualis3,6-9,8% dari abortus spontan.Kalau seorang penderita telah mengalami 2 abortus berturut-turut maka optimisme untuk kehamilan berikutnya berjalan normal, hanya sekitar 16 %.

6. Abortus infeksiosa dan abortus septik Abortus infeksiosa adalah abortus yang disertai infeksi genital Abortus septik adalah abortus yang disertai infeksi berat dengan penyebaran kuman ataupun toksinnya kedalam peredaran darah atau peritonium

7. Missed abortion • fetus atau embrio telah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 20 minggu, • akan tetapi hasil konsepsi seluruhnya masih tertahan dalam kandungan selama 6 minggu atau lebih. • Fetus yang meninggal ini bisa keluar dengan sendirinya dalam 2-3 bulan sesudah fetus mati, • bisa diresorbsi kembali sehingga hilang, • bisa terjadi mengering dan menipis yang disebut fetus papyraceus, atau • bisa jadi mola karnosa dimana fetus yang sudah mati 1 minggu akan mengalami degenerasi dan air ketubannya diresorbsi.

ETIOLOGI 1. Kelainan pada zigot 2. Ganggan fungsi endomertrium yang menyebabkan gangguan nidasi dan pertumbuhan janin faktor- faktor : a. kelainan hormonal b. Gangguan nutrisi c. Penyakit infeksi d. Kelainan imonologik e. faktor psikologis

ETIOLOGI cont,,, 3. Kelainan anatomik pada uterus yang dapat menghalangi berkembangnya janin didalamnya dengan sempurna.

Manifestasi klinis 1. Terlambat haid atau amenore kurang dari 20 minggu 2. Pada pemeriksaan fisik :Keadaan umum tampak lemah atau kesadaran menurun, tekanan darah normal atau menurun, denyut nadi normal atau cepat dan kecil, suhu badan normal atau meningkat 3. Perdarahan pervaginam, mungkin disertai keluarnya jaringan hasil konsepsi 4. Rasa mulas atau keram perut di daerah atas simfisis, sering disertai nyeri pinggang akibat kontraksi uterus

Cont,,, 5. Pemeriksaaan genekologi a. Inspeksi vulva : perdarahan pervaginam ada / tidak jaringan hasil konsepsi, tercium/tidak bau busuk dari vulva b. Inspekulo : perdarahan dari kavum uteri, ostium uteri terbuka atau sudah tertutup, ada/tidak jaringan keluar dari ostium, ada/tidak cairan atau jaringan berbau busuk dario ostium. c. Colok vagina : porsio masih terbuka atau sudah tertutup, teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri, besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan, tidak nyeri saat porsio dogoyang, tidak nyeri pada perabaan adneksa, kavum Douglasi, tidak menonjol dan tidak nyeri.

patofisiologi

Pemeriksaan penunjang • Tes kehamilan : positif bila janin masih hidup, bahkan 2 – 3 minggu setelah abortus • Pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup • Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion

•PENATALAKSANAAN

1. Abortus Iminens • Istirahat baring agar aliran darah ke uterus bertambah dan rangsang mekanik berkurang. • Periksa denyut nadi dan suhu badan dua kali sehari bila pasien tidak panas dan tiap empat jam bila pasien panas • Tes kehamilan dapat dilakuka. Bila hasil negatif mungkin janin sudah mati. Pemeriksaan USG untuk menentukan apakah janin masih hidup. • Berikan obat penenang, biasanya fenobarbiotal 3 x 30 mg, Berikan preparat hematinik misalnya sulfas ferosus 600 – 1.000 mg • Diet tinggi protein dan tambahan vitamin C • Bersihkan vulva minimal dua kali sehari dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi terutama saat masih mengeluarkan cairan coklat.

2. Abortus insipiens • Bila perdarahan tidak banyak, tunggu terjadinya abortus spontan tanpa pertolongan selama 36 jam dengan diberikan morfin • Pada kehamilan kurang dari 12 minggu, yang biasanya disertai perdarahan, tangani dengan pengosongan uterus memakai kuret vakum atau cunam abortus, disusul dengan kerokan memakai kuret tajam. Suntikkan ergometrin 0,5 mg intramuskular. • Pada kehamilan lebih dari 12 minggu, berikan infus oksitosin 10 IU dalam deksrtose 5% 500 ml dimulai 8 tetes per menit dan naikkan sesuai kontraksi uterus sampai terjadi abortus komplit

3. Abortus inkomplit • Bila disertai syok karena perdarahan, berikan infus cairan NaCl fisiologis atau ringer laktat dan selekas mungkin ditransfusi darah • Setelah syok diatasi, lakukan kerokan dengan kuret tajam lalu suntikkan ergometrin 0,2 mg intramuskular • Bila janin sudah keluar, tetapi plasenta masih tertinggal, lakukan pengeluaran plasenta secara manual. • Berikan antibiotik untuk mencegah infeks

4. Abortus komplit • Bila kondisi pasien baik, berikan ergometrin 3 x 1 tablet selama 3 – 5 hari • Bila pasien anemia, berikan hematinik seperti sulfas ferosus atau transfusi darah • Berikan antibiotik untuk mencegah infeksi • Anjurkan pasien diet tinggi protein, vitamin dan mineral.

5. Missed abortion • Bila kadar fibrinogen normal, segera keluarkan jaringan konsepsi dengan cunam ovum lalu dengan kuret tajam • Bila kadar finrinogen rendah, berikan fibrinogen kering atau segar sesaat sebelum atau ketika mengeluarkan konsepsi • Pada kehamilan kurang dari 12 minggu, lakukan pembukaan serviks dengan gagang laminaria selama 12 jam lalu dilakukan dilatasi serviks dengan dalatator Hegar kemudian hasil konsepsi diambil dengan cunam ovum lalu dengan kuret tajam. • Pada kehamilan lebih dari 12 minggu, berikan dietilstilbestrol 3 x 5 mg lalu infus oksitosin 10 IU dalam dektrose 5% sebanyak 500 ml mulai 20 tetes per menit dan naikkan dosis sampai ada kontraksi uterus. Oksitosin dapat diberikan sampai 100 IU dalam 8 jam. Bila tidak berhasil, ulang infus oksitosin setelah pasien istirahat satu hari. • Bila fundus uteri sampai 2 jari bawah pusat, keluarkan hasil konsepsi dengan menyuntik larutan garam 20% dalam kavum uteri melalui dinding perut.

6. Abortus septik • Penanggulangan infeksi : - Obat pilihn pertama : penisilin prokain 800.000 IU intramuskular tiap 12 jam ditambah kloramfenikol 1 gr peroral selanjutnya 500 mg peroral tiap 6 jam - Obat pilihan kedua : ampisilin 1 g peroral selanjutnya 500 g tiap 4 jam ditambah metronidazol 5000 mg tiap 6 jam - Obat pilihan lainnya : ampisilin dan kloramfenikol, penisilin, dan metronidazol, ampisilin dan gentamisin, penisilin dan gentamisin. • Tingkatkan asupan cairan • Bila perdarahan banyak , lakukan transfusi darah • Dalam 24 jam sampai 48 jam setelah perlindungan antibiotik atau lebih cepat lagi bila terjadi perdarahan, sisa konsepsi harus dikeluarkan dari uterus.

Komplikasi • Perforasi Dalam . • Luka pada serviks uteri • Pelekatan pada kavum uteri • Perdarahan. • Infeksi. • Lain-lain

Diagonosa keperawatan • Nyeri akut berhubungan dengan kontraksi uterus. • Defisit volume cairan berhubungan dengan perdarahan aktif pervaginam. • Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan dan penurunan sirkulasi.

•NIC-NOC

biarkan kami hidup di dunia.... Biarkan kami menjadi jembatan mu menuju surga bunda

thanks

Add a comment

Related presentations

Related pages

Fehlgeburt – Wikipedia

Beim Abortus imminens (drohende Fehlgeburt) und bei der missed Abortion ist der Zervikalkanal verschlossen. Bei anderen Formen ist er geöffnet.
Read more

Abortus incompletus - DocCheck Flexikon

Synonym: Unvollständiger Abort, Inkompletter Abort. 1 Definition. Der Abortus incompletus ist eine Form der Fehlgeburt, bei der die Fruchtanlage nicht ...
Read more

Abort – Wikipedia

Abort [a'bɔʁt] (von lateinisch aboriri, abortus = entschwinden, entschwunden) steht für: Abort (Informatik), Abbruch einer Transaktion; Aborterker ...
Read more

Abort - DocCheck Flexikon

Abortus completus; Febriler Abort; Habitueller Abort; Missed abortion; 3 Epidemiologie. Ein großer Anteil der Aborte werden klinisch nicht auffällig.
Read more

Abortus – Wiktionary

Referenzen und weiterführende Informationen: [1] Wikipedia-Artikel „Abortus“ [1] Uni Leipzig: Wortschatz-Lexikon „Abortus“ [1] wissen.de ...
Read more

Fehlgeburt - Abort - netdoktor.at

... Abortus habitualis. Diagnostische Abklärung und therapeutische Optionen. Speculum 2008; S. 16-19 Rumbold A, et al: Vitamin supplementation for ...
Read more

dict.cc | Abort | Wörterbuch Englisch-Deutsch

med. accidental abort [Abortus accidentalis] akzidenteller Abort {m} VetMed. contagious abortion [brucellosis] infektiöser Abort {m} [auch: Abortus ...
Read more

Abortus incipiens, incompletus, completus - Fehlgeburt ...

Abortus incipiens, incompletus, completus: Der Abort ist die Fehlgeburt, das heißt die vorzeitige Beendigung der Schwangerschaft durch Verlust des Fetus ...
Read more

Duden | Ab­or­tus | Rechtschreibung, Bedeutung ...

Definition, Rechtschreibung, Synonyme und Grammatik von 'Abortus' auf Duden online nachschlagen. Wörterbuch der deutschen Sprache.
Read more

Abortion - Wikipedia, the free encyclopedia

Abortion is the ending of pregnancy by removing a fetus or embryo before it can survive outside the uterus. An abortion which occurs spontaneously is also ...
Read more