4, KWH, Heribertus Elingga Ajitrisna, Prof. Dr. Hapzi Ali, CMA, Berfikir Kreativitas dan Inovasi Serta Proses Kreatif, Universitas Mercu Buana, 2018

50 %
50 %
Information about 4, KWH, Heribertus Elingga Ajitrisna, Prof. Dr. Hapzi Ali, CMA, Berfikir...

Published on November 1, 2018

Author: ElinggaAjitrisna

Source: slideshare.net

1. Bagaimana Berfikir Kreativitas dan Inovasi Serta Proses Kreatif. Berpikir kreatif adalah proses melahirkan atau menciptakan sesuatu yang baru (to create). Berpikir kreatif tidak mutlak dimiliki oleh orang yang dianggap kreatif. Berpikir kreatif biasanya didasari pada sebuah kebutuhan. Orang membutuhkan sesuatu dan butuh media untuk mecapainya, makan dibuatlah sesuatu untuk menunjangnya. Contohnya saja ketika revolusi industri, dimana permintaan tekstil tinggi dan kemampuan manusia yang terbatas, maka orang mulai menciptakan mesin sederhana untuk membantu pekerjaan manusia. Berpikir inovatif adalah proses mengembangkan sesuatu untuk merubahnya menjadi lebih baik atau maju. Berpikir inovatif didasari pada keinginin untuk memajukan sebuah hal atau penemuan agar semakin dapat menunjang kebutuhan. Jika ditilik dari contoh berpikir kreatif, saat dahulu revolusi industri mesin tekstil sebetulnya hanya untuk membantu pekerjaan manusia, maka seiring perkembangan zaman, mesin sudah bisa lebih produktif menghasilkan tekstil. Perngembangan mesin sederhana menjadi lebih maju sampai modern itu lahir dari inovasi demi inovasi. Sebuah proses dari awal yang merupakan mencipta untuk memenuhi kebutuhan hingga mengembangkan untuk menunjang perkambangan kehidupan itu yang dimaksud dengan proses kreatif Pengimplementasi Pola Berfikir Kreatif dan Inovasi Serta Proses Kreatif. KREATIF Kreativitas adalah suatu kemampuan berpikir untuk melakukan tindakan until menyelesaikan masalah yang member kesempatan individu untuk menciptakan ide- ide asli/adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang. INOVATIF Inovatif yaitu mendayagunakan keahlian, pemikiran, kemampuan imajinasi, berbagai stimulan, dan individu yang mengelilinginya—dalam menghasilkan produk baru dan mengembangkannya, baik bagi dirinya sendiri ataupun lingkungannya.

2. PROSES KREATIF Ide Ide dapat dianalogikan sebagai “jiwa” dari sebuah karya. Menurut Kemas, tanpa ide yang matang di tahap awal, ilustrasi/desain yang dibuat akan kehilangan esensinya. Dalam tahap ini, seorang kreatif juga harus melakukan brainstorming. S Riset Selanjutnya adalah riset. Pentingnya riset dalam berkarya akan membantu Anda menetapkan do’s and don’ts. Sketching Sketsa tidak hanya dilakukan oleh illustrator atau desainer visual. Dalam arti yang lebih luas, membuat sketsa berarti merancang semua ide dan riset dengan lebih spesifik. Eksekusi Pada akhirnya, yang paling ditunggu-tunggu adalah proses eksekusi karya. Umumnya, proses ini bergantung pada masing-masing pelaku kreatif. Sumber: https://www.kompasiana.com/ekogenshter/552feef86ea834b36b8b45ac/pengertian- kreatif-dan-inovatif http://thecrafters.co/id/4-langkah-proses-kreatif/ Penulis: Heribertus Elingga Ajitrisna Dosen: Prof. Dr. Hapzi Ali, CMA Judul: Komunikasi dan Model Kepemimpinan Universitas Mercu Buana, 2018

Add a comment