20 buletin hikmah jumat laz nas chevron duri edisi xx 2014 hak muslim kepada muslim 1

50 %
50 %
Information about 20 buletin hikmah jumat laz nas chevron duri edisi xx 2014 hak muslim...
Spiritual

Published on February 17, 2014

Author: taufi9hidayat

Source: slideshare.net

Description

20 Buletin Hikmah Jumat LAZNas Chevron Duri Edisi XX 2014 Hak Muslim Kepada Muslim 1

LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL Buletin Jumat Chevron Indonesia Akta Notaris Wahyu Nurani, SH. No. 34 Tanggal 28 April 2008 NPWP : 02.816.712.0-077.000 Balikpapan|Darajat|Dumai|Duri|Jakarta|Minas|Rumbai|Salak Edisi XX LAZNas Chevron Duri 15 Maulid 1435 H / 17 Januari 2014 Terbit setiap Jumat, tidak diperjualbelikan Tidak dibaca saat Khutbah Jumat Hak Muslim Terhadap Muslim (1) H. J. Ardan Mardan, Lc., M.A ‫ﱠ َ ُ َ ﱠِ َ ﱠ ﱠ‬ َ َ َ ُ َِ ْ َ ُ‫ﻋن أﺑﻲ ھرْﯾرة رﺿﻰ ﷲ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻧﮫ - أَن رﺳول ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ‬ :‫ﻋﻠْﯾﮫ وﺳﻠم ﻗﺎل‬ َ َ َ‫ََ ِ َ َﱠ‬ ‫ﺣق اﻟﻣﺳﻠم ﻋﻠﻰ اﻟﻣﺳﻠم ﺳت ﻗﯾل ﻣﺎ ھن َﯾﺎ رﺳول ﷲ؟‬ ‫َ ﱡ ْ ُ ْ ِِ َ َ ْ ُ ْ ِِ ِ ﱞ ِ َ َ ُ ﱠ‬ ِ‫َ ُ َ ﱠ‬ ‫ﻗﺎل : إذا ﻟﻘﯾﺗﮫ ﻓﺳﻠم ﻋﻠْﯾﮫ ،وإذا دﻋﺎك ﻓﺄﺟْﺑﮫ ، وإذا اﺳﺗﻧﺻﺣك‬ َ َ َ َْ ْ َِ َ ُ ِ َ َ َ َ َ َِ َ ِ َ َ ْ‫َ َ َِ َِ َ ُ َ َ ﱢ‬ َِ َ ُْ َ َ ِ َ َِ َ ُ ْ‫َ ْ َ ْ َ ُ َ َِ َ َ َ َ َ ِ َ ﱠَ َ َ ﱢ‬ ‫ﻓﺎﻧﺻﺢ ﻟﮫ ، وإذا ﻋطس ﻓﺣﻣد ﷲ ﻓﺷﻣﺗﮫ ، وإذا ﻣرض ﻓﻌدهُ ، وإذا‬ ُ ِْ‫َ َ َ ﱠ‬ ( ‫ﻣﺎت ﻓﺎﺗﺑﻌﮫ ) رواه ﻣﺳﻠم‬ Dari Abu Hurairah r.a berkata, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Hak seorang muslim terhadap muslim lain ada enam. Ditanyakan kepada Rasulullah SAW, apa saja yang enam itu wahai Rasulullah? Lalu Rasul menjawab, jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika kamu diundang maka penuhilah undangannya, jika ia meminta nasehat kepadamu maka berilah ia nasehat, jika ia bersin lalu memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah) maka doakanlah ia, apabila ia sakit maka jenguklah, dan apabila ia wafat maka ikutilah penyelenggaraan jenazahnya.” (HR. Muslim). Hadits di atas menunjukkan tentang hak dan kewajiban seorang muslim -baik laki-laki maupun perempuan- terhadap sesama muslim lainnya. Ini merupakan aturan mengenai interaksi sosial sesama muslim yang harus kita realisasikan dalam kehidupan. Bahkan tidak hanya sekedar melakukan, namun mampu membiasakannya dan menjadikannya budaya dalam interaksi sosial kita sehari-hari. Ia menjadi nilai dan ibadah. Hal ini juga cara bagaimana seseorang memuliakan tetangganya. Tujuannya adalah agar terbentuk tatanan sosial yang harmoni, terbentuknya masyarakat muslim yang kuat, masyarakat muslim yang peka dan peduli. Potret ini adalah potret kemenangan umat Islam. Jika kita memenangkan aturan Allah, maka Allah akan memenangkan kita. Apa saja hak dan kewajiban yang terdapat dalam hadits di atas? 1. Mengucapkan salam dan menjawabnya Ucapan salam yang dimaksud dalam hadits di atas adalah kalimat ‫ .اﻟﺳﻼم ﻋﻠﯾﻛم ورﺣـﻣﺔ ﷲ وﺑـرﻛﺎﺗﮫ‬Ucapan salam dalam Islam adalah doa, yang bermakna semoga Allah SWT memberikan keselamatan, menurunkan rahmatNya dan memberkahi. Tiga hal yang kita mohon kepada Allah untuk saudara kita muslim disaat bertemu; keselamatan, rahmat dan keberkahan. Adakah ucapan yang lebih bermakna daripada ucapan salam disaat bertemu? Apakah kata-kata “hello, hai, woi, bro” lebih baik dari pada ucapan salam? Jika belum populer ucapan salam ini di lingkungan kita, maka kitalah yang mempopulerkannya. Jika belum ada yang memulainya, kitalah yang memulainya. Bagi yang biasa menyukai tantangan, insya Allah ini adalah peluang dan ibadah. Memang berat memulai sesuatu yang tidak popular, namun jika kita memulainya bahkan membiasakannya maka akan sulit bagi kita untuk meninggalkannya. Karena yang kita akan mulai adalah ucapan mulia disaat bertemu sesama saudara muslim yaitu ucapan salam. “Dan kelak akan dijauhkan orang yang taqwa dari neraka itu, (yaitu mereka) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan hartanya.” (Q.S. Al-Lail: 17-18)

Rasulullah pernah mengingatkan bahwa orang yang bakhil adalah orang yang tidak mau memberi dan membalas salam. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa ucapan salam ini merupakan salah satu faktor munculnya kasih sayang dan iman. Ucapan salam yang dilakukan mampu memunculkan perasaan kasih sayang, peduli dalam interaksi sosial sesama muslim. Ketika hal ini terjadi antar sesama muslim, maka menjadi mutlak bahwa imanlah yang akan menjadikannya menyatu dan kokoh. Karena segala perasaan yang alfa dari keimanan akan hambar. Rasulullah SAW bersabda: ‫وﻻ ﺗؤﻣﻧوا ﺣﺗﻰ ﺗﺣﺎﺑوا ، ﻻ ﺗدﺧﻠوا اﻟﺟﻧﺔ ﺣﺗﻰ ﺗؤﻣﻧوا‬ ، ‫أﻓﺷوا; أﻓﻼ أدﻟﻛم ﻋﻠﻰ ﺷﻲء إذا ﻓﻌﻠﺗﻣوه ﺗﺣﺎﺑﺑﺗم‬ ‫( رواه أﺑو داود) اﻟﺳﻼم ﺑﯾﻧﻛم‬ “Tidaklah kalian masuk surga sampai kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman sampai kalian saling menyayangi. Tidakkah aku tunjukkan kepada sesuatu amal yang apabila kalian lakukan maka kalian akan saling menyayangi, yaitu tebarkanlah salam diantara sesama kalian.” (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Al-Banin). Dalam konteks ini, siapa yang memulai salam maka ia lebih baik, apalagi dilakukan dengan cara-cara yang baik, seperti dengan wajah yang berseri. Yang diberi salam wajib untuk menjawab salam dengan cara yang lebih baik dan ucapan ‫وﻋﻠﯾﻛم اﻟﺳــﻼم ورﺣــﻣﺔ ﷲ‬ ‫.وﺑرﻛﺎﺗﮫ‬ Terdapat beberapa adab terkait dengan salam, yaitu: a. Orang yang sedang berkenderaan memulai salam kepada orang yang sedang berjalan. b. Orang yang sedang berjalan memulai salam kepada orang yang sedang duduk. c. Orang yang berjumlah sedikit memulai salam kepada orang yang berjumlah lebih banyak. d. Orang yang kecil memulai salam kepada yang besar. e. M e m b e r i s a l a m d a l a m s u a t u majlis/perkumpulan/pertemuan yang di dalamnya bercampur muslim dan non muslim. f. Tidak mengucapkan salam terhadap non muslim, dan apabila non muslim memberikan salam kepada muslim, maka cukuplah menjawabnya dengan kalimat: ‫وﻋﻠﯾﻛم‬ ْ ُ َْ َ َ g. Apabila mengakhiri suatu majlis, maka ucapkanlah salam. h. Mengucapkan salam sambil bersalaman sangat dianjurkan. Rasulullah SAW menjelaskan dalam haditsnya bahwa bersalaman dapat mengundang ampunan Allah. i. Tidak boleh meniru salamnya orang Yahudi dan Nasrani. Salamnya orang Yahudi adalah isyarat dengan jari, dan salamnya orang Nasrani isyarat dengan telapak tangan. j. Boleh mengucapkan salam sambil melambaikan tangan, sebagaimana Rasulullah SAW pernah lakukan kepada sejumlah perempuan yang duduk di dalam masjid. 2. Memenuhi undangan Dalam banyak referensi mengenai penjelasan hadits ini menunjukkan bahwa memenuhi undangan yang banyak dicontohkan dalam kitab dan tulisan para ulama adalah memenuhi undangan pernikahan (walimatul 'ursy), dan hukumnya fardhu ain (Muhammad bin 'Allah al-Shiddiqi dalam Dalil al-Falihin). Apabila seorang muslim diundang/diajak menghadiri walimatul ursy, maka fardhu ain baginya untuk menghadirinya. Kecuali ada alasan menurut syariat yang membolehkannya tidak hadir (udzur syar'i). Seperti sebab-sebab internal; sakit, musafir, bekerja. Sebabsebab eksternal; cuaca buruk, situasi keamanan mengancam, hujan sangat lebat, pesta kemaksiatan, dll. Apabila seseorang menghadiri lebih dari satu tempat undangan, maka hadirilah terlebih dahulu tempat undangan yang lebih dekat jaraknya dari pintu rumah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: ‫إذا اﺟﺗﻣﻊ اﻟداﻋﯾﺎن ﻓﺄﺟب أﻗرﺑﮭﻣﺎ َﺑﺎﺑﺎ, ﻓﺈِن أﻗرﺑﮭﻣﺎ‬ َ ُ َ َ َْ ‫َِ ْ َ َ َ ﱠ ِ َ ِ َ َ ِ ْ َْ َ َ ُ َ ً َ ﱠ‬ ‫َﺑﺎﺑﺎ أﻗرﺑﮭﻣﺎ ﺟوارا, ﻓﺈذا ﺳﺑق أﺣدھﻣﺎ ﻓﺄﺟب اﻟذي‬ ِ‫ً َْ َ ُ ُ َ َِ ً َ َِ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ِ ِ ﱠ‬ َ ََ ‫ﺳﺑق‬ “Apabila bertepatan dua buah undangan dalam satu waktu, maka jawablah undangan orang yang paling dekat rumahnya dengan rumahmu. Namun apabila seorang dari mereka telah lebih dahulu mengundangmu, maka jawablah undangan orang tersebut.” (HR. Ahmad) Dalam konteks memberi hadiah Rasulullah SAW juga bersabda:

“Wahai Rasulullah, saya mempunyai dua orang tetangga. Kepada saiapakah dari keduanya saya harus (terlebih dahulu) memberikan hadiah?. Rasulullah –shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda; kepada yang terdekat rumahnya dari rumahmu.” (HR. Bukhari). Lagi-lagi Rasulullah SAW menjadikan rumah sebagai titik mula dalam menentukan prioritas jarak memberi hadiah dan menghadiri ajakan. Maka evaluasilah seharmonis apa hubungan kita dengan jiran yang tinggal di sekitar rumah kita? Apakah kita sudah memuliakan tetangga kita terkhusus yang tinggal dengan jarak 40 rumah dari rumah kita? Diantara adab-adab menghadiri undangan adalah: a. Tidak membedakan antara undangan si fakir dan si kaya. b. Jarak bukan menjadi penghalang menghadiri undangan. c. Niat menghadiri undangan karena Allah d. Saling berkenalan dengan tamu undangan yang lain e. Mengamalkan adab-adab makan dan minum 3. Memberi nasehat ْ َ َِ َ ‫ِ ُ َﱠ‬ ُ َْ ‫ﱠِ ﱠ ﱠ‬ ‫اﻟﻧﺑﻲ أَن ﻋﻧﮫ ﷲُ رﺿﻲ اﻟداري َﺗﻣْﯾم رﻗﯾﺔ أﺑﻲ ﻋن‬ ِ ‫َ ِ َ ﱠ‬ ‫َﱠ‬ ‫: ﻗﺎل وﺳﻠم ﻋﻠْﯾﮫ ﷲُ ﺻﻠﻰ‬ ِ ََ َ‫َ َ َ َﱠ‬ َُْ ْ َ ِ َ َ ُ ‫ﱠ ِ َ ُ ﱢ‬ ‫وﻟﻛﺗﺎﺑﮫ ِ ﱠ ِ : ﻗﺎل ؟ ﻟﻣن ﻗﻠﻧﺎ . اﻟﻧﺻْﯾﺣﺔ اﻟدْﯾن‬ ِ ِ َِِ َ ‫. وﻋﺎﻣﺗﮭم اﻟﻣﺳﻠﻣْﯾن وﻷﺋﻣﺔ وﻟرﺳ ْوﻟﮫ‬ ِ ِ ُ َ ِ َ ِ ‫َ َ ﱠ ِ ِ ْ ْ ُ ْ ِ ِ َ َ َِ ﱠ‬ ‫وﻣﺳﻠم اﻟﺑﺧﺎري رواه‬ Dari Abu Ruqayyah Tamim al-Dairy r.a, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: Agama adalah nasehat, kami berkata: Kepada siapa? beliau bersabda: Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya.” (Riwayat Bukhori dan Muslim) Nasehat adalah kekuatan muslim dalam berinteraksi. Masalah tidak pernah alpa dalam bermuamalah, sehingga kita memerlukan nasehat positif dan evaluasi yang banyak dari siapa saja yang mampu mengarahkan kita pada jalan yang benar. Bahkan Allah SWT menyatakan dalam surah al-'Ashr bahwa manusia tidak merugi dalam kehidupannya selama mereka saling nasehat-menasehati. Dan memang kunci sukses dalam muamalah dalam berbagai aspeknya adalah mau meminta nasehat dan memberi nasehat. Rasulullah SAW mengatakan, “seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya,” (HR. Al-Bukhari) Diantara adab-adab bagi pemberi nasehat adalah: a. Niat tulus hanya karena Allah. b. Memberi nasehat berdasarkan ilmu. c. Menghiasi diri dengan akhlak muliah d. Memilih cara yang tepat e. Tidak bertujuan mencela atau memburukkan. f. Mampu menjaga rahasia orang yang meminta nasehat. g. Mampu bersabar, jika nasehatnya tidak diterima. Diantara adab-adab bagi yang diberi nasehat: a. Menerima nasehat dengan legowo b. Tidak kembali kepada kesalahan yang telah berlalu. c. Berterimakasih kepada yang memberi nasehat. Rasulullah SAW menyatakan siapa yang tidak pandai bersyukur kepada manusia, sesungguhnya dia tidak pandai bersyukur kepada Allah. Ada kisah yang menarik dalam adab menasehati. Dikisahkan bahwa Hasan dan Husein (cucu Rasul SAW) suatu ketika berjalan melewati seorang kakek tua yang sedang berwudhu. Mereka menyaksikan wudhunya kakek tersebut ternyata tidak benar. Lalu mereka berdua sepakat untuk menasehati si kakek tua itu, caranya mereka meminta si kakek untuk menjadi juri berwudhu. Salah seorang berkata, “wahai syekh! Lihatlah, wudhu siapa yang terbaik dari kami.” Lalu mereka berdua berwudhu. Kakek tua itu melihat dan mendapati wudhunya Hasan dan Husein sama-sama benar, kemudian ternyata si kakek tua baru mengetahui bahwa wudhunyalah yang tidak benar. Maka si Kakek pun bersyukur kepada Hasan dan Husein karena telah menasehatinya tanpa menyakiti. Wallahu a'lam. Buletin Jumat LAZNas Chevron Duri LAZNas Chevron Duri Newsletter Published by : LAZNas Chevron Duri Jln. Aman No. 34 (Samping Kompleks Sibayak), Duri, Telp. 0765-595652 ; 0765-7023090, e-Mail : admin.dri@laznaschevron.org Dewan Syuro : Abdul Rahman,Gufron, Tri Heru Susanto,Yon Hendri, H.Nasir Bagis; Konsultan: H. J. Ardan Mardan Lc,M.A Direktur : Didit Kurniawan ; Bendahara : Arzandra Fendi ; Sekertaris : Yudi Adrianto Riset & Development: Deni Eka Prasetya ; Manager Operasional : Irman Budi Prasetyo Amil Koordinator Program Penyaluran Zakat: Jufriadi Amil Koordinator Survey dan Publikasi: Syahrul Ilham Amil Koordinator Administrasi dan Keuangan: Zulfadlil Azhim

LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL Chevron Indonesia “Berkhidmat pada Muzakki dan Mustahik” Zakat Infaq Sadaqah Call Center Hubungi 0765-595652, setiap hari kerja Senin s.d Sabtu Call/SMS LAZNas (24 jam): 07657023090 - contact person Jufriadi (FLEXI) Menerima permintaan penjemputan zakat langsung ke Muzakki (LAYANAN JEMPUT ZAKAT) LAZNas Chevron Duri Salary Allotment Silahkan hubungi Accounting Duri untuk mengikuti: ·Program Salary Allotment 2,5% gaji pokok, atau dapat juga dengan ·Pemotongan per bulan dengan jumlah tertentu ke Account Club 117973 (Bazismal Caltex Duri). Setoran Zakat Infaq Sadaqah Wakaf ·Bank Mandiri AC No. 108-001-2210655 a.n. LAZNas Chevron Indonesia ·Bank Syariah Mandiri AC No.717.777.777.8 a.n LAZNas Chevron Indonesia

Add a comment

Related presentations

Related pages

Buletin LAZNas

... Duri Edisi XX 2014 Hak Muslim Kepada Muslim 1. ... jumat laz nas chevron duri edisi xx 2014 hak ... 1; 13 Buletin Hikmah Jumat LAZNas Chevron Duri ...
Read more

Situs Resmi Nahdlatul Ulama | Bahasa Indonesia

... Teknologi, Nasional, Internasional, Pesantren, Seni Budaya, Puisi, Cerpen, Esai, Hikmah, ... Buletin Jumat. ... Edisi 118: Jum'at II April 2014. Tawadhu.
Read more

Situs Resmi Nahdlatul Ulama | Bahasa Indonesia

Gus Mus Jelaskan Sikap Muslim kepada Kesesatan; ... Jumat, 04/12/2015 20:43 ... Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema ...
Read more

Media Umat - Memperjuangkan Kehidupan Islam

Ketegangan Terjadi di Bareilly Setelah Polisi Mengkremasi Mayat Seorang Pemuda Muslim. ... secara bertahap mulai 1 Mei 2014, ... diberikan kepada Chevron.
Read more

Tribun Pekanbaru - Berita Terkini Pekanbaru

Tribun Pekanbaru menyajikan berita terkini pekanbaru, Indonesia, epaper dan mobile
Read more

Google

Advertising Programmes Business Solutions +Google About Google Google.com © 2015 - Privacy - Terms ...
Read more

ANTARA News : Portal Berita Indonesia

ANTARA News menyajikan informasi terkini tentang berbagai peristiwa yang terjadi di Indonesia dan dunia
Read more