17 ps-2014 bantuan smk rujukan

50 %
50 %
Information about 17 ps-2014 bantuan smk rujukan
Education

Published on March 3, 2014

Author: wincibal

Source: slideshare.net

KATA PENGANTAR Melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 80 Tahun 2013 tanggal 25 Juni 2013 diamanahkan agar Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadikan Pendidikan Menengah Universal (PMU) sebagai pijakan kebijakan dalam menyediakan layanan pendidikan di SMK untuk mendukung ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan keterjaminan layanan pendidikan menengah bagi masyarakat sehingga pada tahun 2020 Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah menjadi 97%. Kebijakan implementasi PMU tersebut sejalan dengan tujuan Rencana Strategis Direktorat Pembinaan SMK 2010-2014 yaitu “Tersedianya dan terjangkaunya layanan pendidikan menengah kejuruan yang bermutu, relevan, dan berkesetaraan di semua provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia”. Penjabaran renstra tersebut dituangkan dalam program kerja setiap tahun mulai tahun 2010 s.d 2014. Pada tahun anggaran 2014, program bantuan Pembinaan SMK dialokasikan melalui dana pusat dan dana dekonsentrasi. Program Bantuan pusat disampaikan kepada SMK dan Institusi dalam bentuk uang atau barang/jasa. Sedangkan program dana dekonsentrasi dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembinaan SMK secara swakelola oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Melalui Petunjuk Teknis (Juknis) ini dimuat penjelasan tentang tujuan program, tugas dan tanggung jawab pihak-pihak terkait, persyaratan, mekanisme pelaksanaan, pemanfaatan dana, ketentuan pertanggungjawaban fisik, administrasi, keuangan, dan pelaporan hasil pelaksanaan. Juknis ini diharapkan dapat membantu Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kab/Kota, SMK, atau Institusi dalam memahami dan menjalankan program dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku. Kepada semua pihak, disampaikan terima kasih atas apresiasi dan partisipasinya sehingga SMK menjadi salah satu satuan pendidikan yang semakin diminati oleh masyarakat. Dukungan, masukan, pemikiran, dan keterlibatan semua pihak dalam penyempurnaan Juknis ini menjadi unsur penting kebersamaan dalam memajukan pendidikan kejuruan di Indonesia. Namun begitu apabila dalam Juknis ini terdapat kekurangan atau kekeliruan, maka akan diperbaiki sesuai ketentuan yang berlaku. Jakarta, 28 Januari 2014 Direktur Pembinaan SMK Selaku Kuasa Pengguna Anggaran Drs. M. Mustaghfirin Amin, MBA NIP. 19580625 198503 1 003 i

DESKRIPSI PROGRAM BANTUAN PENGEMBANGAN SMK RUJUKAN 1. KODE JUKNIS : 17-PS-2014 2. NAMA PROGRAM : BANTUAN PENGEMBANGAN SMK RUJUKAN 3. TUJUAN : a. 4. SASARAN 5 TOTAL NILAI BANTUAN PEMANFAATAN DANA 6. Mendukung program peningkatan akses, ketersediaan, keterjangkauan, dan pemerataan kesempatan belajar di SMK; b. Mengembangkan beberapa SMK menjadi SMK Rujukan bagi penyelenggaraan program pendidikan sekolah menengah kejuruan yang lebih berkualitas dan berdaya saing; c. Meningkatkan daya tampung dan melengkapi fasilitas pendidikan sesuai dengan standar kebutuhan paket keahlian; d. Melakukan perbaikan infrastruktur dan/atau pengadaan perabot; e. Melakukan perbaikan dan mengembalikan fungsi gedung SMK. : 108 Paket : Rp 108.000.000.000,- (seratus delapan milyar) : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi gedung pembelajaran (Ruang Teori dan Ruang Praktik); dan/atau Pengembangan/Rehabilitasi/Renovasi Ruang Perkantoran dan/ atau Guru; dan/atau Pembangunan ruang kegiatan bersama dengan aliansi; Pembangunan smart laboratory sesuai bidangnya; Pembangunan teaching factory Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi selasar penghubung; dan/atau Pengadaan Perabot; dan/atau Pengadaan Peralatan Praktik; dan/atau Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur; dan/atau Pengembangan/Pengadaan Mekanikal dan Elektrikal; dan/atau Perencanaan, pengawasan pembangunan dan pengelolaan administrasi. ii

7. 8. PRINSIP DASAR PEMBERIAN BANTUAN : a. Bantuan diberikan dalam bentuk uang; b. Penerima bantuan adalah sekolah yang memenuhi persyaratan; c. Kewenangan penetapan penerima bantuan sepenuhnya oleh Direktorat Pembinaan SMK. PERSYARATAN PENERIMA BANTUAN : a. Adanya proposal yang diajukan oleh Sekolah diketahui/disetujui oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota dan/atau Dinas Pendidikan Propinsi; b. Memiliki School Development Plan (SDP) yang dilengkapi dengan: 1) Site plan keseluruhan bangunan/massa bangunan yang ada di lokasi; 2) Gambar 3 Dimensi ruang/ bangunan yang akan dibangun melalui dana bantuan Pengembangan SMK Rujukan; 3) Foto kondisi awal ruang/ bangunan yang akan dibangun melalui dana bantuan Pengembangan SMK Rujukan. c. Diprioritaskan bagi SMK yang memiliki lahan sendiri (Lahan SMK Negeri milik Pemerintah Daerah, SMK Swasta milik Yayasan) minimal 15.000 m2 (1,5 Ha) dibuktikan dengan Sertifikat Tanah/Akta Hibah/ Akta Jual Beli yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)/Akta Ikrar wakaf yang dibuat oleh Kantor Urusan Agama (KUA)/ Pelepasan hak ulayat/adat atas tanah dan masih tersedia lahan/tempat untuk pengembangan SMK Rujukan; d. Lokasi tidak berada dibawah sumber listrik (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)), adanya sumber air dan akses mudah dijangkau dengan alat transportasi umum; e. Diprioritaskan memiliki jumlah Rombel sebanyak 22 Rombongan Belajar (Rombel) (1 Rombel = 32 siswa); f. Memiliki ijin operasional/ijin pendirian sekolah dari pihak yang berwenang; g. Memiliki Master Plan; h. Memiliki surat pengangkatan Kepala SMK; iii

i. Surat pernyataan kesanggupan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi untuk: 1.) Melakukan pencatatan serah terima aset hasil Bantuan Pengembangan SMK Rujukan (bermaterai Rp.6000) bagi SMK Negeri. 2.) Mengetahui serah terima aset hasil Bantuan Pengembangan SMK Rujukan dari Kepala Sekolah ke Yayasan bagi SMK Swasta. Bagi SMK Swasta memiliki Akta Pendirian Yayasan. Kepala Sekolah bukan merupakan pembina, pengurus maupun pengawas yayasan penyelenggara SMK ybs. j. 9. JADUAL KEGIATAN : NO KEGIATAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Penerimaan Usulan Evaluasi Usulan Verifikasi Lokasi Penetapan SMK Penerima Bantuan Bimbingan Teknis dan MoU Penyaluran Dana Laporan Awal Waktu Pelaksanaan 9. Laporan 30 % 10. 11. Supervisi Pelaksanaan Laporan Akhir WAKTU PELAKSANAAN (2014) s.d. Mei s.d. Mei s.d. Juni s.d. Juli s.d. Juli s.d. Agustus Agustus 365 hari kalender sejak dana diterima di rekening Sekolah 120 hari kalender setelah dana diterima di rekening Sekolah s.d. Nopember Paling lambat 30 hari kalender setelah pekerjaan selesai Catatan : Jadual dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi. iv

10. LAYANAN INFORMASI : Subdit Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Gedung E Lantai 12 Jl. Jenderal. Sudirman - Senayan, Jakarta 10270 Telp. 021-5725473, 5725477; Website : www.ditpsmk.net v

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .............................................................................. i DESKRIPSI PROGRAM ....................................................................... ii DAFTAR ISI ....................................................................................... vi BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1 A. Latar Belakang .............................................................................. 1 B. Tujuan ......................................................................................... 1 C. Dasar Hukum dan Kebijakan .......................................................... 1 D. Sasaran ........................................................................................ 2 E. Hasil yang Diharapkan ................................................................... 3 F. Nilai Bantuan ................................................................................ 3 G. Karakteristik Program Bantuan ...................................................... 3 H. Jadual Kegiatan ............................................................................ 4 BAB II ORGANISASI, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB ...................... 5 A. Organisasi .................................................................................... 5 B. Tugas dan Tanggungjawab............................................................ 5 1. Direktorat Pembinaan SMK ....................................................... 5 2. Dinas Pendidikan Provinsi ......................................................... 5 3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota ............................................. 6 4. SMK ........................................................................................ 6 5. Komite Sekolah ........................................................................ 8 BAB III PERSYARATAN, MEKANISME PENGAJUAN USULAN, BIMBINGAN TEKNIS, DAN PENYALURAN DANA................................ 9 A. Persyaratan Penerima Bantuan ..................................................... 9 B. Mekanisme Pengajuan Proposal dan Penetapan Penerima Bantuan 10 C. Bimbingan Teknis........................................................................ 10 D. Mekanisme Penyaluran Dana ...................................................... 11 BAB IV KETENTUAN PENGGUNAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA ............................................................................................... 12 A. Ketentuan Penggunaan Dana .......................................................... 12 B. Pertanggungjawaban Penggunaan Dana .......................................... 12 BAB V PELAPORAN........................................................................... 13 BAB VI PENUTUP ............................................................................. 15 LAMPIRAN ....................................................................................... 16 vi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan telah dicanangkannya program Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang bertujuan untuk mencapai angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah sebesar 97 % pada tahun 2020, dan untuk mengurangi disparitas APK antar Kabupaten/Kota, serta untuk menguatkan pendidikan kejuruan, maka diperlukan program untuk mendukung percepatan tercapainya tujuan PMU dimaksud. Sehubungan dengan hal tersebut maka pada tahun 2014 melalui Direktorat Pembinaan SMK telah dialokasikan dana bantuan Pengembangan SMK Rujukan sebanyak 15 (lima belas) paket guna mewujudkan adanya SMK yang dapat dijadikan sebagai rujukan bagi SMK disekitarnya dalam mempercepat terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dari 15 (lima belas) paket bantuan dimaksud, 8 (delapan) paket akan diberikan kepada 8 SMK yang merupakan SMK yang telah dikembangkan sebagai SMK rujukan sejak tahun 2011. Program Pengembangan SMK Rujukan diharapkan dapat tersebar di seluruh Propinsi di Indonesia dan setiap SMK Rujukan diharuskan memiliki minimal 3 (tiga) SMK aliansi/sister school (SMK yang memiliki Paket Keahlian yang sama) untuk kedepan dapat berkembang menjadi SMK Rujukan. Bonus demografi tahun 2010 - 2035 merupakan periode emas Indonesia untuk mempersiapkan generasi baru untuk itu momentum ini harus dimanfaatkan untuk melakukan investasi sumberdaya manusia agar dihasilkan generasi baru yang lebih terampil dan memiliki daya saing yang tinggi. Dengan terwujudnya dukungan, perhatian dan kerjasama yang baik dari Pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten/Kota/Propinsi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak, diharapkan rencana Pengembangan SMK Rujukan akan dapat direalisasikan dan masyarakat khususnya peserta didik akan mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. B. Tujuan 1. Mendukung program peningkatan akses, ketersediaan, keterjangkauan, dan pemerataan kesempatan belajar di SMK; 2. Mengembangkan beberapa SMK menjadi SMK Rujukan bagi 1

3. 4. 5. 6. C. penyelenggaraan program pendidikan sekolah menengah kejuruan yang lebih berkualitas dan berdaya saing; Meningkatkan daya tampung dan melengkapi fasilitas pendidikan sesuai dengan standar kebutuhan kompetensi keahlian; Meningkatkan penampilan (perwajahan) fisik bangunan SMK; Melakukan perbaikan infrastruktur dan/atau pengadaan perabot; Melakukan perbaikan dan mengembalikan fungsi gedung SMK. Dasar Hukum dan Kebijakan Dasar hukum pemberian Bantuan pembangunan SMK Rujukan, dilandasi peraturan perundangan sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan dan perubahannya; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan perubahannya; 6. Peraturan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya; 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014 dan perubahannya; 8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta perubahannya; 9. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan APBN; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK.05/2012 tentang Belanja Bantuan Sosial pada Kementerian Negara/Lembaga; 11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 24 tahun 2013 tentang pedoman umum pengelolaan dan pertanggungjawaban belanja bantuan sosial di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; 12. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 204422/A.A3/KU/2013 tanggal 11 Desember 2013 tentang Pejabat Perbendaharaan pada Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun anggaran 2014; 2

13. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor 701/D/KEP/KP/2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Sosial di Lingkungan Ditjen Pendidikan Menengah Tahun Anggaran 2014 14. Keputusan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Selaku Kuasa Pengguna Anggaran Pada Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 001/D3.1/KP/2013 tanggal 31 Desember 2013 tentang Pengangkatan Pejabat Perbendaharaan/Pengelola Keuangan Pada Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2014. 15. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Direktorat Pembinaan SMK Tahun Anggaran 2014 Nomor: SP DIPA-023.12.1. 666053/2014 tanggal 05 Desember 2013 dan perubahannya. D. Sasaran Sasaran Bantuan Pengembangan SMK Rujukan melalui APBN tahun 2014 adalah 8 (delapan) SMK Rujukan tipe A (lanjutan SMK Model/ Rujukan Tahun 2011-2012) dan 7 (tujuh) SMK Rujukan tipe B (SMK Rujukan Baru). E. Hasil Yang Diharapkan Tercapainya secara bertahap pengembangan 108 (seratus delapan) SMK Rujukan. F. Total Nilai Bantuan Rp. 108.000.000.000,- (seratus delapan milyar); G. Karakteristik Program Bantuan 1. Bantuan ini harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku (Perpres No. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya); 2. Bantuan ini harus dikelola secara transparan, menganut azas dan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance); 3. Bantuan dana ini diberikan secara utuh dan tidak diperkenankan melakukan pemotongan dengan alasan apapun oleh pihak manapun; 4. Bantuan dana ini untuk melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana SMK yang dikembangkan sebagai SMK Rujukan untuk mencapai standar nasional pendidikan dan dapat digunakan sebagai pusat pelatihan bagi SMK yang dijadikan aliansi (sister school); 5. Bantuan ini harus dikelola secara efisien dan efektif serta dapat dipertanggungjawabkan baik fisik, administrasi maupun keuangan. 3

H. NO Jadual Kegiatan WAKTU PELAKSANAAN (2014) KEGIATAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Penerimaan Usulan Evaluasi Usulan Verifikasi Lokasi Penetapan SMK Penerima Bantuan Bimbingan Teknis dan MoU Penyaluran Dana Laporan Awal Waktu Pelaksanaan 9. Laporan 30 % 10. 11. Supervisi Pelaksanaan Laporan Akhir s.d. Mei s.d. Mei s.d. Juni s.d. Juli s.d. Juli s.d. Agustus Agustus 365 hari kalender sejak dana diterima di rekening Sekolah 120 hari kalender setelah dana diterima di rekening Sekolah s.d. Nopember Paling lambat 30 hari kalender setelah pekerjaan selesai Catatan : Jadual dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi. 4

BAB II ORGANISASI, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB Organisasi, tugas dan tanggung jawab didalam pelaksanaan Bantuan Pengembangan SMK Rujukan dapat diuraikan sebagai berikut: A. ORGANISASI Organisasi pelaksanaan kegiatan Bantuan Pengembangan SMK Rujukan akan melibatkan unsur-unsur sebagai berikut: 1. Direktorat Pembinaan SMK; 2. Dinas Pendidikan Provinsi; 3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; 4. SMK; 5. Komite Sekolah. B. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 1. Direktorat Pembinaan SMK a. Menyiapkan dokumen yang berkaitan dengan bantuan Pengembangan SMK Rujukan; b. Melaksanakan sosialisasi pemberian bantuan; c. Melakukan seleksi dan verifikasi calon penerima dana bantuan; d. Menetapkan penerima dana bantuan; e. Melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) dan menandatangani surat perjanjian pemberian bantuan; f. Mengatur tata cara penyaluran dana; g. Melaksanakan supervisi pelaksanaan Pengembangan SMK Rujukan (apabila dipandang perlu); h. Menerima laporan hasil pelaksanaan Bantuan Pengembangan SMK Rujukan; i. Melaksanakan Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan (sampling); j. Melaksanakan supervisi pelaksanaan kegiatan (sampling). 2. Dinas Pendidikan Provinsi a. Menerima tembusan surat/rekap usulan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan /atau mengusulkan bantuan Pengembangan SMK Rujukan; b. Menerima tembusan SK penetapan penerima bantuan dari Direktorat Pembinaan SMK; c. Bersama Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan program Bantuan Pengembangan SMK Rujukan sesuai dengan ketentuan; 5

d. Menerima tembusan laporan pelaksanaan kegiatan Pengembangan SMK Rujukan dari sekolah. e. Melakukan pencatatan serah terima aset hasil Pengembangan SMK Rujukan bagi SMK Negeri; dan mengetahui serah terima aset hasil Bantuan Pengembangan SMK Rujukan dari Kepala Sekolah ke Yayasan bagi SMK Swasta apabila SMK Rujukan merupakan binaan Propinsi; f. Melaksanakan Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan (sampling). 3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota a. Mensosialisasikan program Pengembangan SMK Rujukan ke sekolah yang berada di bawah binaannya ; b. Menyetujui proposal yang dibuat oleh SMK untuk disampaikan ke Direktorat Pembinaan SMK; c. Menerima tembusan SK penetapan Calon Penerima Bantuan dari Direktorat Pembinaan SMK; d. Mengevaluasi dan menyetujui proposal bantuan Pengembangan SMK Rujukan untuk SMK yang telah ditetapkan sebagai calon penerima bantuan Pengembangan SMK Rujukan; e. Menjadi saksi dalam penandatanganan Surat Perjanjian Pemberian Bantuan antara SMK dengan Direktorat Pembinaan SMK; f. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan program bantuan Pengembangan SMK Rujukan sesuai dengan ketentuan; g. Menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di lapangan; h. Menerima laporan pelaksanaan kegiatan bantuan Pengembangan SMK Rujukan dari sekolah; i. Melakukan pencatatan serah terima aset hasil Pengembangan SMK Rujukan bagi SMK Negeri dan mengetahui serah terima aset hasil Bantuan Pengembangan SMK Rujukan dari Kepala Sekolah ke Yayasan bagi SMK Swasta. 4. SMK a. Menginformasikan/menyampaikan analisa kebutuhan (butuh-adakurang/ lebih) sarana dan prasarana kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi; b. SMK yang telah ditetapkan sebagai calon penerima bantuan Pengembangan SMK Rujukan berkewajiban: 1) Menyampaikan proposal Bantuan Pengembangan SMK Rujukan yang dilengkapi dengan dokumen persyaratan penerima bantuan yang telah dievaluasi dan disetujui oleh Dinas 6

Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi untuk disampaikan kepada Direktorat Pembinaan SMK; 2) Membentuk Tim Pembangunan, Tim Perencana & Pengawas Pengembangan SMK Rujukan. c. SMK yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan Pengembangan SMK Rujukan berkewajiban: 1) Menandatangani Surat Perjanjian pemberian bantuan dengan Pejabat Pembuat Komitmen pada Subdit Sarana dan Prasarana; 2) Memiliki School Development Plan (SDP) yang dilengkapi dengan: a) Site plan keseluruhan bangunan/massa bangunan yang ada di lokasi; b) Gambar 3 Dimensi ruang/ bangunan yang akan dibangun melalui dana bantuan Pengembangan SMK Rujukan; c) Foto kondisi awal ruang/ bangunan yang akan dibangun melalui dana bantuan Pengembangan SMK Rujukan. 3) Mengusulkan minimal 3 (tiga) SMK disekitarnya sebagai aliansi (sister school) 4) Menandatangani Pakta Integritas; 5) Menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak; 6) Melaksanakan dan bertanggung jawab penuh terhadap persiapan, perencanaan dan pelaksanaan Pengembangan SMK Rujukan (administrasi, fisik, dan keuangan) sesuai dengan peraturan perundangan; 7) Melaksanakan Pengembangan SMK Rujukan sesuai Perpres 54 Tahun 2010 beserta perubahannya; 8) Menyampaikan laporan hasil pelaksanaan Pengembangan SMK Rujukan kepada Direktorat Pembinaan SMK yang diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dengan mengacu kepada Pedoman Penyusunan Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan dengan tembusan kepada Dinas Pendidikan Propinsi; 9) Melakukan serah terima aset kepada Dinas Pendidikan Kab./Kota (bagi SMK Negeri) atau Ketua Yayasan (bagi SMK Swasta) sesuai peraturan perundangan. d. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala SMK menunjuk Panitia/menggunakan ULP Kab./Kota untuk melakukan pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstuksi dan/atau Panitia Pengadaan Peralatan/Perabot; e. Menunjuk Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP). 7

5. Komite Sekolah Memberi saran dan masukan kepada keterlaksanaan program/kegiatan. 8 Kepala Sekolah untuk

BAB III PERSYARATAN, MEKANISME PENGAJUAN USULAN, BIMBINGAN TEKNIS, DAN PENYALURAN DANA A. Persyaratan Penerima Bantuan Persyaratan penerima dana bantuan pengembangan SMK Rujukan adalah sebagai berikut: 1. Adanya proposal yang diajukan oleh Sekolah diketahui/disetujui oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota dan/atau Dinas Pendidikan Propinsi; 2. Memiliki School Development Plan (SDP) yang dilengkapi dengan: a. Site plan keseluruhan bangunan/massa bangunan yang ada di lokasi; b. Gambar 3 Dimensi ruang/ bangunan yang akan dibangun melalui dana bantuan Pengembangan SMK Rujukan; c. Foto kondisi awal ruang/ bangunan yang akan dibangun melalui dana bantuan Pengembangan SMK Rujukan. 3. Diprioritaskan bagi SMK yang memiliki lahan sendiri (Lahan SMK Negeri milik Pemerintah Daerah, SMK Swasta milik Yayasan) minimal 15.000 m2 (1,5 Ha) dibuktikan dengan Sertifikat Tanah/Akta Hibah/ Akta Jual Beli yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)/Akta Ikrar wakaf yang dibuat oleh Kantor Urusan Agama (KUA)/ Pelepasan hak ulayat/adat atas tanah dan masih tersedia lahan/tempat untuk pengembangan SMK Rujukan; 4. Lokasi tidak berada dibawah sumber listrik (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)), adanya sumber air dan akses mudah dijangkau dengan alat transportasi umum; 5. Diprioritaskan memiliki jumlah Rombel sebanyak 22 Rombongan Belajar (Rombel) (1 Rombel = 32 siswa); 6. Memiliki ijin operasional/ijin pendirian sekolah dari pihak yang berwenang; 7. Memiliki Master Plan; 8. Memiliki surat pengangkatan Kepala SMK; 9. Surat pernyataan kesanggupan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi untuk; a. Melakukan pencatatan serah terima aset hasil Bantuan Pengembangan SMK Rujukan (bermaterai Rp.6000) bagi SMK Negeri. b. Mengetahui serah terima aset hasil Bantuan Pengembangan SMK Rujukan dari Kepala Sekolah ke Yayasan bagi SMK Swasta. 10. Bagi SMK Swasta memiliki Akta Pendirian Yayasan. Kepala Sekolah bukan merupakan pembina, pengurus maupun pengawas yayasan penyelenggara SMK ybs. 9

B. Mekanisme Pengajuan Proposal dan Penetapan Penerima Bantuan adalah sebagai berikut : 1. SMK mengajukan proposal bantuan Pengembangan SMK Rujukan yang telah disetujui oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi ke alamat dibawah ini: Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan u.p. Kepala Subdit Sarana dan Prasarana Komplek Kemdikbud Gedung E, lantai 12 Jalan Jenderal Sudirman - Senayan Jakarta Pusat 10270 2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan melalui Subdit Sarana dan Prasarana menerima proposal bantuan Pengembangan SMK Rujukan yang diajukan oleh SMK; 3. Direktorat Pembinaan SMK melakukan seleksi proposal dan verifikasi data dan/atau verifikasi lokasi; 4. Direktorat Pembinaan SMK menetapkan SMK calon penerima bantuan Pengembangan SMK Rujukan; 5. Direktorat pembinaan SMK menyampaikan Undangan Bimbingan Teknis kepada calon penerima bantuan Pengembangan SMK Rujukan ke Dinas pendidikan Kabupaten/ Kota/Propinsi; 6. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi meneruskan Undangan Bimbingan Teknis kepada calon penerima bantuan Pengembangan SMK Rujukan tersebut kepada SMK penerima yang berada diwilayah binaannya; 7. Bagi SMK yang ditetapkan sebagai calon penerima bantuan Pengembangan SMK Rujukan wajib menyampaikan persyaratan sebagai penerima bantuan dalam bentuk proposal yang dilengkapi dengan dokumen persyaratan penerima bantuan yang telah dievaluasi dan disetujui oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi; 8. Direktorat Pembinaan SMK menetapkan SMK penerima bantuan Pengembangan SMK Rujukan dengan surat keputusan setelah dinyatakan memenuhi persyaratan; 9. Kepala Sekolah dan Pejabat Pembuat Komitmen menandatangani Surat Perjanjian pemberian bantuan. C. Bimbingan Teknis Sekolah yang telah ditetapkan sebagai calon penerima bantuan akan menerima bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMK. 10

Kegiatan bimbingan teknis meliputi: 1. Materi pokok bimbingan teknis meliputi: 1) Strategi dalam rangka pelaksanaan pengembangan SMK Rujukan; 2) Pedoman Perancangan dan Konsep Tata Letak Bangunan/ Ruang (site plan); 3) Penyusunan Rencana Penggunaan Dana (RPD); 4) Penyusunan laporan dan pertanggungjawaban keuangan. 2. Pembuatan Site Plan; 3. Pembuatan Rencana Penggunaan Dana (RPD); 4. Penandatanganan Surat Perjanjian Pemberian Bantuan; 5. Penandatanganan Pakta Integritas; 6. Penandatanganan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak. D. Mekanisme Penyaluran Dana 1. Dana bantuan Tahun 2014 disalurkan langsung ke rekening Sekolah; 2. Proses penyaluran dana Tahun 2014 dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMK dengan mekanisme: a) Pejabat Pembuat Komitmen mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) ke Bendahara Pengeluaran dengan melampirkan: 1) SK Penetapan SMK Penerima bantuan tahun 2014 yang diterbitkan Pejabat Pembuat Komitmen dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satker Direktorat Pembinaan SMK; 2) Naskah perjanjian kerjasama/kontrak antara Direktorat PSMK dengan lembaga penyalur; 3) Daftar rekapitulasi penerima bantuan 2014. b) Bendahara Pengeluaran melalui Pejabat Penandatangan SPM Direktorat PSMK menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM); c) SPM tersebut disampaikan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta III, untuk diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D); d) Dana disalurkan oleh KPPN ke Lembaga Penyalur. Selanjutnya Lembaga Penyalur menyalurkan dana langsung ke rekening Sekolah. Teknis penyaluran dana tersebut diatur dalam Perjanjian Kerjasama antara Direktorat Pembinaan SMK dengan Lembaga Penyalur; e) Bank penyalur akan meneruskan dana bantuan ke Sekolah penerima bantuan setelah dana masuk pada rekening lembaga penyalur dan lembaga penyalur menerima Surat Perintah Penyaluran (SPPn) dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 11

BAB IV KETENTUAN PENGGUNAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA A. Ketentuan Penggunaan Dana 1. Dana bantuan digunakan untuk Pengembangan SMK Rujukan tahun 2014; 2. Bantuan dana ini hanya diperuntukkan: a. Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi gedung pembelajaran (Ruang Teori dan Ruang Praktik); dan/atau b. Pengembangan/Rehabilitasi/Renovasi Ruang Perkantoran dan/ atau Guru; dan/atau c. Pembangunan ruang kegiatan bersama dengan aliansi; d. Pembangunan smart laboratory sesuai bidangnya; e. Pembangunan teaching factory f. Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi selasar penghubung; dan/atau g. Pengadaan Perabot; dan/atau h. Pengadaan Peralatan Praktik; dan/atau i. Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur; dan/atau j. Pengembangan/Pengadaan Mekanikal dan Elektrikal; dan/atau k. Perencanaan, pengawasan pembangunan dan pengelolaan administrasi. 3. Besaran nilai bantuan mengacu kepada Harga Satuan Bangunan (HSB) per-m2 yang direkomendasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum/harga satuan bangunan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. B. Pertanggungjawaban Penggunaan Dana 1. Melaporkan serta mempertanggungjawabkan hasil kegiatan program bantuan Pengembangan SMK Rujukan secara fisik, administrasi dan keuangan kepada Direktorat Pembinaan SMK dengan tembusan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota/Propinsi dengan mengacu pada Pedoman penyusunan Pelaporan dan Pertanggungjawaban keuangan; 2. Dana Bantuan Pengembangan SMK Rujukan yang diterima harus selesai dipertanggungjawabkan selambat-lambatnya 365 (tiga ratus enam puluh lima) hari kalender terhitung sejak dana diterima di rekening sekolah; 3. Apabila terjadi penyimpangan terhadap penggunaan dana bantuan, maka menjadi tanggung jawab sepenuhnya Kepala Sekolah Penerima Bantuan dan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan perundangundangan. 12

BAB V PELAPORAN Laporan pelaksanaan Pengembangan SMK Rujukan mengacu kepada Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Pengembangan SMK Rujukan yang dikeluarkan Direktorat Pembinaan SMK. Laporan tersebut harus dapat memberikan data dan informasi lengkap dan jelas mengenai proses kegiatan dari awal pelaksanaan sampai pekerjaan dinyatakan selesai. Laporan terdiri dari: A. Laporan awal Laporan awal meliputi: 1. Surat pernyataan bahwa dana masuk ke rekening, dengan dilampiri rekening koran; 2. Jadual pelaksanaan pekerjaan yang menggambarkan pelaksanaan pengembangan SMK rujukan mulai dari pekerjaan persiapan sampai dengan serah terima pekerjaan dari Penyedia kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sekolah. B. Laporan 30 % 120 hari kalender setelah dana diterima di rekening Sekolah C. Laporan akhir 100% memuat: 1. Narasi Hasil Pelaksanaan Persiapan Pengembangan SMK Rujukan; 2. Jadwal pelaksanaan Pemilihan Jasa Konstruksi; 3. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK); 4. Jadwal Pelaksanaan pekerjaan atau Kurva S; 5. Site plan; 6. Gambar Denah, gambar tampak depan, tampak belakang, tampak samping; 7. Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) penyedia yang telah ditandatangani; 8. Laporan kemajuan pekerjaan per minggu mulai dari 0 % s.d 100 % yang ditandatangani oleh Konsultan Pengawas dan kontraktor diketahui Kepala Sekolah; 9. Foto-foto berwarna dokumentasi hasil pekerjaan fisik bangunan; 10. Berita Acara Pemeriksaan hasil pekerjaan 100% yang ditandatangani oleh Kontraktor dan Konsultan Pengawas diketahui oleh Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; 11. Berita Acara Serah Terima pekerjaan dari Kontraktor Kepada Kepala Sekolah; 13

12. Berita Acara Serah Terima Aset dari Kepala Sekolah kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi untuk SMK Negeri, dari kepala Sekolah ke Yayasan dengan diketahui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi untuk SMK Swasta; 13. Seluruh dokumen pengadaan disimpan secara baik oleh Kepala Sekolah untuk keperluan pemeriksaan. Laporan disusun oleh Kepala Sekolah dibantu oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas disetujui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi disampaikan kepada Direktur Pembinaan SMK u.p. Kepala Subdit Sarana dan Prasarana dengan tembusan kepada Dinas Pendidikan Provinsi. Laporan dibuat rangkap 5 (lima) dalam format ukuran kertas A4 dijilid rapi, dengan rincian: 1. 1 (satu) asli dan 1 (satu) copy sebagai pertinggal untuk Sekolah; 2. 1 (satu) copy Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; 3. 1 (satu) copy Dinas Pendidikan Propinsi; dan 4. 1 (satu) copy untuk Direktorat Pembinaan SMK, laporan disampaikan dengan alamat: Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan u.p. Kepala Subdit Sarana dan Prasarana Komp. Kemdikbud Senayan Gedung E Lt. 12 Jl. Jenderal. Sudirman, Jakarta 10270 Telp. 021-5725473, 5725477; W ebsite : www.ditpsmk.net 14

BAB VI PENUTUP Dengan tersusunnya Petunjuk Teknis (Juknis) ini diharapkan SMK penerima bantuan Pengembangan SMK Rujukan dapat mewujudkan rencana pengembangan sekolahnya melalui program yang diberikan oleh Direktorat Pembinaan SMK tahun 2014. Setiap SMK yang akan mendapatkan bantuan ini harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, oleh karena itu data pendukung yang dianggap penting agar dilampirkan pada proposal. Diharapkan pula semua pihak yang ikut berperan dalam program ini baik langsung maupun tidak langsung terlebih dahulu memahami isi Petunjuk Teknis program bantuan sebelum memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program, dengan demikian kesalahan prosedur selama pelaksanaan dapat dihindarkan. Program bantuan Pengembangan SMK Rujukan ini akan berjalan lancar, apabila semua yang terlibat dalam proses Pengembangan SMK Rujukan konsisten terhadap peraturan perundangan termasuk penerapan Juknis ini. Petunjuk Teknis ini diharapkan menjadi acuan bagi sekolah dan Tim Pengembangan SMK Rujukan serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pengembangan SMK Rujukan SMK. Dengan demikian diharapkan terdapat kesamaan pandangan dan persepsi dalam perencanaan dan pelaksanaan program bantuan Pengembangan SMK Rujukan. Hal-hal yang belum diatur dalam Juknis ini akan diatur lebih rinci dalam Surat Perjanjian Pemberian Bantuan, Pedoman Pelaksanaan dan Pengawasan Pengembangan SMK Rujukan, Pedoman Perancangan Bangunan Tahan Gempa, dan Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Pengembangan SMK Rujukan yang dikeluarkan Direktorat Pembinaan SMK. 15

LAMPIRAN 16

PETUNJUK PENYUSUNAN PROPOSAL PROPOSAL PENGEMBANGAN SMK RUJUKAN DIREKTORAT PEMBINAAN SMK DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2014 17

SISTEMATIKA, ISI PROPOSAL DAN CONTOH LAMPIRAN Sebagai referensi dalam penulisan proposal untuk mempermudah dalam evaluasi maka proposal minimal dapat disusun dengan sistematika seperti berikut ini : a. Sistematika Bagian Depan, meliputi : • Halaman sampul (Cover), • Halaman Identitas calon Sekolah, • Halaman Pengesahan/Persetujuan, • Halaman Kata Pengantar, • Halaman Daftar Isi, Bagian Isi, meliputi : BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Visi dan Misi C. Tujuan dan Sasaran BAB II POTENSI DAN PROGRAM YANG AKAN DIKEMBANGKAN A. Potensi Kabupaten/Kota B. Paket Keahlian yang akan dikembangkan BAB III PERSIAPAN PENGEMBANGAN SMK RUJUKAN A. Lokasi (Lahan Peruntukan Pembangunan) B. Kesiapan Infrastruktur (Jalan ke lokasi, jaringan listrik, sumber air) C. Kegiatan Pembelajaran (Jumlah siswa, Tenaga pendidik dan kependidikan, Kurikulum, dll) D. Dukungan Pemerintah Daerah dan Masyarakat/ Instansi lainnya BAB IV KEBUTUHAN BANGUNAN, PERALATAN DAN PERABOT. A. Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi gedung pembelajaran (Ruang Teori dan Ruang Praktik); dan/atau B. Pengembangan/Rehabilitasi/Renovasi Ruang Perkantoran dan/ atau Guru; dan/atau C. Pembangunan ruang kegiatan bersama dengan aliansi; D. Pembangunan smart laboratory sesuai bidangnya; 18

Pembangunan teaching factory Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi selasar penghubung; dan/atau G. Pengadaan Perabot; dan/atau H. Pengadaan Peralatan Praktik; dan/atau I. Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur; dan/atau J. Pengembangan/Pengadaan Mekanikal dan Elektrikal; dan/atau K. Perencanaan, pengawasan pembangunan dan pengelolaan administrasi. E. F. BAB V KEBUTUHAN TENAGA A. Pendidik B. Tenaga Kependidikan BAB VI PENUTUP LAMPIRAN 1. Memiliki School Development Plan (SDP) yang dilengkapi dengan: a. Site plan keseluruhan bangunan/massa bangunan yang ada di lokasi; b. Gambar 3 Dimensi ruang/ bangunan yang akan dibangun melalui dana bantuan Pengembangan SMK Rujukan; c. Foto kondisi awal ruang/ bangunan yang akan dibangun melalui dana bantuan Pengembangan SMK Rujukan. 2. Diprioritaskan bagi SMK yang memiliki lahan sendiri (Lahan SMK Negeri milik Pemerintah Daerah, SMK Swasta milik Yayasan) minimal 15.000 m2 (1,5 Ha) dibuktikan dengan Sertifikat Tanah/Akta Hibah/ Akta Jual Beli yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)/Akta Ikrar wakaf yang dibuat oleh Kantor Urusan Agama (KUA)/ Pelepasan hak ulayat/adat atas tanah dan masih tersedia lahan/tempat untuk pengembangan SMK Rujukan; 3. Lokasi tidak berada dibawah sumber listrik (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)), adanya sumber air dan akses mudah dijangkau dengan alat transportasi umum; 4. Diprioritaskan memiliki jumlah Rombel sebanyak 22 Rombongan Belajar (Rombel) (1 Rombel = 32 siswa); 5. Memiliki ijin operasional/ijin pendirian sekolah dari pihak yang berwenang; 19

6. Memiliki Master Plan; 7. Memiliki surat pengangkatan Kepala SMK; 8. Surat pernyataan kesanggupan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi untuk; a) Melakukan pencatatan serah terima aset hasil Bantuan Pengembangan SMK Rujukan (bermaterai Rp.6000) bagi SMK Negeri. b) Mengetahui serah terima aset hasil Bantuan Pengembangan SMK Rujukan dari Kepala Sekolah ke Yayasan bagi SMK Swasta. 9. Bagi SMK Swasta memiliki Akta Pendirian Yayasan. Kepala Sekolah bukan merupakan pembina, pengurus maupun pengawas yayasan penyelenggara SMK ybs. 20

Add a comment

Related presentations

Related pages

17 Ps 2014 Bantuan Smk Rujukan Slideshare

vote for icefilmsinfo on globolister: Smk rujukan mendukung mutu smk dimasa mendatang. Perancangan strategik hem 1 20142016 perancangan strategik hal ehwal ...
Read more

17 Ps 2014 Bantuan Smk Rujukan Upload Share And | Review ...

17 ps-2014 bantuan smk rujukan 1. kata pengantar melalui keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 80 tahun 2013 tanggal 25 juni 2013 diamanahkan.
Read more

17-ps-2014 bantuan smk rujukan - Download - 4shared - Uus ...

17-ps-2014 bantuan smk rujukan - download at 4shared. 17-ps-2014 bantuan smk rujukan is hosted at free file sharing service 4shared.
Read more

17 Ps 2014 Bantuan Smk Rujukan Slideshare | Share The ...

17 ps-2014 bantuan smk rujukan 1. kata pengantar melalui keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 80 tahun 2013 tanggal 25 juni 2013 diamanahkan.
Read more

17 Ps 2014 Bantuan Smk Rujukan Slideshare | Caroldoey

17 ps-2014 bantuan smk rujukan 1. kata pengantar melalui keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 80 tahun 2013 tanggal 25 juni 2013 diamanahkan.
Read more

Data Sekolah Penerima Bantuan 2013 - IklanGratiz

17 Ps-2014 Bantuan Smk Rujukan. Diterbitkan pada Saturday, 30 April 2016 Pukul 14.36. 17 ps-2014 bantuan smk ... 08 ps-2014 bantuan unit sekolah baru smk 1.
Read more

contoh proposal rujukan dana bantuan - Crusher Harga

17 ps-2014 bantuan smk rujukan 3 Mar 2014 ... SASARAN 5 TOTAL NILAI BANTUAN PEMANFAATAN DANA 6. ..... CONTOH LAMPIRAN Sebagai referensi dalam penulisan ...
Read more

contoh proposal rujukan dana bantuan - Crusher Penjualan/Harga

17 ps-2014 bantuan smk rujukan 3 Mar 2014 ... Swasta atas nama Yayasan Kolom 17 Pengembangan SMK Rujukan (Proposal) Kolom 18 Pengembangan Unit Sekolah ...
Read more

Daftar Alamat Sekolah Menengah Kejuruan Smk Negeri Di ...

17 ps-2014 bantuan smk rujukan - slideshare, Kata pengantar melalui keputusan menteri pendidikan kebudayaan nomor 80 2013 tanggal 25 juni 2013 diamanahkan ...
Read more