00 tesis aad_2012

57 %
43 %
Information about 00 tesis aad_2012
Education

Published on February 15, 2014

Author: aadhariyadi

Source: slideshare.net

Description

psychoacoustic

Pengatur Beban Puncak Dengan Pembatas Spektrum Frekuensi Pada Sistem Tata Suara Aad Hariyadi 0820620001 SKE 2008

Latar Belakang Tata Suara, Bagian play back (main ulang), frekuensi kerja 20Hz-20kHz  Perkembangan bagian elektronik tata suara cukup pesat tetapi bagian mekanik (loudspeaker) sebagai keluaran tidak berkembang  Frekuensi kerja dibawah frekuensi 100Hz sulit ditangani bagian keluaran, terjadi beban lebih karena daya guna menurun, kecenderungan pemberian sinyal masukan diperbesar  Filter frekuensi rendah menghilangkan nuansa meruang, penggantian frekuensi rendah (sistem algoritma psychoacustic dengan DSP) rumit  Masyarakat mengenal analog dasar cukup baik, perwujudan dengan analog untuk psychoacustic  Dimensi perangkat harus kecil atau simpel dalam perwujudan 

Gambaran  Sinyal terlalu besar LS terbakar  Frekuensi rendah hilang, kurang membahana  psychoacustic dengan DSP, rumit  Pengganti frekuensi rendah dengan harmonisa

Masalah  Pembangkitan harmonisa fungsi psychoacustic  Pengukuran tingkat sinyal pembentuk fungsi  Penentuan lebar daerah filter  Penerapan perilaku optimum  Data perangkat yang sudah diproduksi pabrik

Informasi data  Pabrikan “Maxx Bass”  Titik berat penelitian pembangkitan harmonisa frekuensi rendah pengganti gelombang dasar  Pergesaran fasa bukan perhatian utama

Tujuan  Rancang aplikasi psychoacustic dengan analog dasar  Pembuktian daya guna loudspeaker (bukti operasi frekuensi)  Dimensi perangkat keluaran kecil tapi tetap mewujudkan main ulang lengkap  Syarat penguat tidak lebih besar dari kemampuan loudspeaker

Manfaat  fungsi psychoacustic , nuansa lebar musik  Dimensi kecil, lengkap main ulangnya pada frek rendah  Penerapan analog dasar memudahkan produksi

Teori dan pustaka

psychoacustic  2 daerah Frekuensi  Frekuensi rendah  Frekuensi tengah keatas  Harmonisa frekuensi rendah  Gabungan frekuensi

Penyearah gelombang penuh  Sinus menuju penyearah gelombang penuh  Gambaran harmonisa yang timbul

Peran harmonisa    Sinyal dasar mengecil Harmonisa ganjil genap Level setiap harmonisa pembentuk missing fundamental

Pengambaran teori  Bagan Penerapan psychoacustic  Penyearah gelombang penuh  Peran harmonisa

Alat ukur distorsi   Menghilangkan sinyal dasar Menyalurkan frekuensi selain sinus dasar

Alat ukur gelombang   Mengukur tiap gelombang Keluaran dari alat ukur distorsi

Program Visualisasi dan alat ukur   Perangkat ukur terpakai Kelengkapan sepadan, PC sebagai dasar

Konsep penelitian Sistem tata suara (Audio system)  Level sinyal  Penekanan pada frekuensi tertentu  1. Koreksi dengan filter frekuensi rendah 2. Penggunaan psychoacustic Penerapan DSP Penerapan analog dasar  

Variabel yang diukur secara grafis  Osiloskope Amplitudo 2. Bentuk sinyal 1.  Spektrum Level Daerah frekuensi 1. 2.

Metoda penelitian  Eksperimental dengan diagram balok standar  Pengukuran visual  Pembandingan data yang sudah ada  Penerapan sistem analog dasar  Perangkat psychoacustic patent sebagai acuan

Cara mendapatkan data dan parameter analisa  Data 1. Pengenalan sistem “Maxx Bass Wave Audio” 2. Landasan teori aplikasi  Parameter 1. grafik hasil ukur, frekuensi, amplitudo 2. Hasil dengar

Kerangka Penelitian  Pra penelitian, perancangan aplikasi, pengukuran, pewujudan perangkat, uji sistem, bahasan hasil uji  Rincian langkah Ruang dengar 2. Perangkat bentuk nyata 3. Diagram balok standarisasi 4. Realisasi mirip 5. Pengukuran dengan VA 2011 6. Banding data dan laporan 1.

Perancangan dan pengumpulan data pembanding  Digital Signal Processing (DSP) dari “ missing fundamental”  Diagram Balok “missing fundamental”  Kriteria batasan speaker diameter kecil  Sinyal osiloskope bandingan hasil pencampur

Missing Fundamental  Komponen pembentuk dari harmonisa dan level amplitudonya

Diagram balok M F  Patent ( HeadWise oleh Meier, 2010 )

Kriteria keterbatasan speaker diameter kecil  DSP compensation Alg for small LS , shashoua, bundschuh, 2007

Hasil pencampuran sinyal harmonisa  Head Wise oleh Meier, 2010

Simulasi pembentuk harmonisa   Simulasi gelombang segi tiga Muncul harmonisa genap ganjil

Uji penyearah gelombang penuh  Harmonisa yang dihasilkan genap ganjil

Uji gelombang kotak/ balok  Harmonisa yang timbul dominan sampai frekuensi tinggi

Perancangan  Landasan bandingan sinyal psychoacoustic dan mising fundamental  Landasan bantu penilaian harmonisa  Batasan operasi filter berkisar 75 Hz dari bentang 50Hz – 120Hz sehingga filter keluaran/ output berkisar 420Hz  Sambungan sinyal Line-in, Line-out

Bandingan sinyal har monisa/ kur va       Dasar sinyal pembangkit harmonisa Nilai berdasar prosentase tampilan Harmonisa genap ke-1 naik 30% Harmonisa ganjil ke-1 naik 10% Harmonisa genap ke-2 turun 20% Harmonisa ganjil ke-2 turun 50%

Per geser an frekuensi dan amplitudo  Hasil harmonisa melebar bidang frekuensi gelombangnya  Data hasil harmonisa genap ke-1 lebih besar dari sinyal dasar asal

Realisasi, uji dan bahasan      Sistem Audio Pembangkit harmonisa Uji amplitudo Rentang frekuensi Kurva psychoacoustic  Kurva Kompromi pembentuk psychoacoustic  Rangkaian pengatur kekerasan

Pembangkit Har monisa  Penyearah gelombang penuh pembangkit harmonisa

Uji Amplitudo har monisa  Kurva bandingan dengan dB sebagai ukuran  Diperhatikan samapai harmonisa ke-3

Kur va prosentase psychoacoustic 40% 20% 0% -20% Genap ke 1 Ganjil ke 1 Genap ke 2 Ganjil ke 2 Genap ke 3 Ganjil ke 3 Series1 -40% -60% -80% -100%  Bentuk hampir semuanya menurun  Dibawah 50% dapat diabaikan

Kur va Kompromi psychoacoustic 140% 120% 100% Psychoacoustic sinyal 80% Penyearah Gel penuh 60% Pemenuhan level 40% 20% 0% Genap ke 1    Ganjil ke 1 Genap ke 2 Keluaran Penyearah gelombang penuh dikoreksi oleh kurva pemenuhan Hasilnya kurva psychoacoustic Bentang daerah frekuensi hasil harus dikoreksi

Pengatur kekerasan ( Loudness )  Hanya digunakan pada bagian LPF saja  Saat pengatur pada sapuan tengah maka sinyal perlu dikuatkan 2 kali lipat

Hasil penjumlahan har monisa  Penyumlahan sinyal pada tampilan osciloskope menunjukan penjumlahan harmonisa dan sinyal utama sebentuk dengan data yang ada

Uji penjumlahan dengan filter ter pasang  Dengan filter terpasang semakin nyata persamaan sinyal penjumlahan

Kesimpulan  loudspeaker kecil dapat mereproduksi sinyal Harmonisa psychoacoustic mewakili sinyal masukan yang tidak dapat direproduksi sebelumnya  Perlu koreksi amplitudo sebagai pemenuhan sinyal psychoacoustic  Rangkaian analog dasar dapat menggantikan DSP pada Psychoacoustic.

Terima Kasih 02 – 08 - 2012

Add a comment

Related presentations

Related pages

00 tesis aad_2012 - Education - dokumen.tips

Home; Education; 00 tesis aad_2012; Download. of 41 ×
Read more

Percepción de la sordera y la integración por parte del ...

Aprendizaje1º ESO133,00 2º ESO13 2,62 ... cia. Bellaterra (Barcelona). Tesis doctoral. UAB ... 136(1):21-7. DOI:10.1353/aad.2012.0564 · 0.88 Impact ...
Read more

Facultad de Ciencias de la Salud - Sección de Psicología ...

Virtual: Lunes 18:00 a 20:00 ... M. S (2011) El implante coclear en la población infantil (Tesis Doctoral ... 134:219-22, 0.1353/aad.2012.0609 ...
Read more

CURRICULUM VITAE - docvadis

-Título de la tesis: ... 50.-Reunión Post AAD 2012 el 11 de Mayo de 2012 desde las 10:00 a las 18:00. ... 00 PM Other titles:
Read more

www.uba.ar

gobierno y gestión 3 gobierno y gestión 5 con la satisfacción del trabajo realizado gobierno y gestión nuestros logros y fortalezas no son patrimonio ...
Read more

mina estrella gaucha: Topics by Science.gov

... De Graaff, Jan; Botelho, Maria Izabel Vieira; Kessler, Aad. 2012-01 ... de los resultados obtenidos en el proyecto de la tesis de maestría ...
Read more